[Part 4] Young Bride

Tittle      : Young Bride

Author  : Devi Hardiyanti (@deviiihaha_)

Cast       : Kwon Jihyun  , Oh Sehun , Do Kyungsoo

Cameo  : Oh Hyuna , Kang Hyeri , etc –Still Hidden-

Genre   : Romance,Life

Rating  : PG+15

Length  : On Writting

Disclaimer : Plot my own ! Cast belong’s my Imagination & God ! Do not re-post !

BSM :

스탠딩 에그 (Standing Egg) – 햇살이 아파 [Listen Here]

어반 자카파 (Urban Zakpa) – 그날에 우리 [Listen Here]

Poster by CutePixie@bananajuice03.wordpress.com [Thanks kak rara udah mau bikinin poster YB , posternya unyu deh ^_^]

          Young Bride

-Devi Hardiyanti © 2012

.

.

 “Ya! Oh Sehun tunggu aku es batu!”

Sehun menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang , kedua bola matanya menatap mata Jihyun dengan intens.  Tak ada tatapan lembut , hanya ada tatapan tajam nan dingin yang ia berikan pada Jihyun . Dan berhasil membuat Jihyun bergidik ngeri.

Ia melangkah maju , mendekati Jihyun . Berbanding terbalik dengan Jihyun yang kini tengah berusaha melangkah mundur dengan susah payah untuk menjauhi Sehun , well mencari jarak aman lebih tepatnya.

Sehun memegang pundak kanan Jihyun dengan tangan kirinya , membuat Jihyun dalam hitungan detik langsung membeku dan tak dapat berkutik .

Lelaki itu melayangkan sebuah tatapan horror yang membuat Jihyun menjadi sangat takut padanya.

“Dengar nona Kwon Jihyun!” Pekik Sehun dengan wajah yang begitu tenang dan tak menyiratkan ekspresi kemarahan namun hanya menyiratkan suatu ketegasan di dalam manik matanya.

Jihyun menahan nafasnya , berusaha untuk tidak membuat Sehun semakin marah pada dirinya atau mungkin untuk menahan debaran jantungnya yang semakin terasa tak karuan.

Sehun sedikit membungkuk hingga wajahnya kini hanya berjarak kurang dari lima senti dari Jihyun dengan kedua manik matanya yang dengan serta merta menatap Jihyun dengan ekspresi yang begitu tajam , Uh-oh bahkan kini Jihyun sudah dapat merasakan hembusan nafas Sehun yang menerpa pori kulit wajahnya . Membuat Jihyun sedikit mengerjap-ngerjapkan matanya , menahan nafasnya dan menepis segala pemikiran negative yang terbesit di benaknya.

“Jangan pernah memanggilku dengan sebutan yang di luar  kontens namaku . Karena aku TIDAK SUKA.” Sambung Sehun dengan menekankan suaranya pada dua kata terakhir yang ia lontarkan dalam kalimatnya.

Sehun menjauhkan dirinya dari wajah  , memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celananya seraya lantas berbalik dan berjalan meninggalkan Jihyun yang masih berusaha untuk menetralkan suasana hatinya.

Jihyun menghembuskan nafasnya kuat-kuat dan kemudian memegang tepat di dada bagian kirinya “Jantung ini… debarannya…” gumam Jihyun sambil menatap ke bawah dengan kening yang mengkerut “Kenapa tidak bisa di ajak kerja sama ?” sambungnya seraya menggeleng pelan , mencoba menormalkan kembali atmosfer dalam dirinya.

“Ya! Sampai kapan kau mau terus berdiri di situ ?!” teriak Sehun membuat Jihyun berjingkat dan tersadar , seraya kemudian memegang ujung mini dressnya dan berlari kecil untuk mengejar Sehun.

“Dasar pria es menyebalkan.” Ledeknya dalam hati . Tentu saja dalam hati , setelah kejadian beberapa menit yang lalu ia sudah menyimpan dengan baik  sebuah pikiran di dalam otaknya bahwa ia tak boleh meledek Sehun secara frontal alias terang-terangan.



Sehun melemparkan jaketnya di atas meja seraya kemudian sedikit memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk sekedar merenggangkan otot-otot lehernya.

“Oppa sudah pulang ?” Tanya Hyuna berseru , membuat Sehun tersadar akan keberadaan adiknya itu di dalam kamarnya.

“Sejak kapan kau ada disini ?” tanya Sehun balik tanpa menjawab pertanyaan Hyuna.

“Oppa , kau belum menjawabku…” cetus Hyuna dengan bibir yang agak manyun.

“Eh seperti yang kau lihat.” Jawab Sehun sekenanya , membuat adiknya gemas dan bangkit dari sofa.

“Baiklah oppa sepertinya aku salah melayangkan pertanyaan itu padamu. Ehm well tapi kenapa mereka duluan pulang ?” tanya Hyuna penasaran.

“Maksudmu mereka siapa ? Oemma dan appa ?” tanya Sehun balik.

Hyuna mengangguk pelan , mengiyakan pertanyaan Sehun.

“Oh , aku tidak tahu. Tapi menurutku mereka memang sengaja membiarkan kami berdua saja yang pergi ke sana.” Papar Sehun dengan memasang tampang seapatis mungkin .

Hyuna mengangguk mengerti “Ah ne arraso oppa. Baiklah kalau begitu beristirahatlah oppa , aku mau kembali ke kamarku dulu.” Kata Hyuna seraya kemudian melenggang meninggalkan kamar Sehun dan menutup pintu kamar Sehun dengan rapat.

Sehun menghela nafas dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang empuk yang berada di kamarnya. “Hari ini begitu melelahkan…” keluhnya seraya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Tiba-tiba suatu pemikiran terlintas di benaknya ketika ia sedang mencoba untuk melepas rasa penat yang hampir seharian menggerayangi tubuhnya.

“Kris ?” celetuknya sambil merubah posisi menjadi setengah duduk dalam hitungan tidak sampai satu detik . Ia menaikkan sebelah alis matanya dan dengan kening mengkerut Sehun bergumam “Apa yang di maksudkan oleh anak itu ? kejutan apa maksudnya ? Kenapa tiba-tiba aku menjadi penasaran begini ?” tanya Sehun bertubi-tubi pada dirinya sendiri . Namun pada akhirnya ia memilih untuk kembali tak memperdulikan apa kejutan yang akan di persembahkan oleh Kris padanya . Well ia pikir ia hanya perlu tidur untuk mengetahui kejutan dari Kris besok.

Sehun kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang , namun kali ini dengan gaya yang agak berbeda, dengan kedua tangan yang di lipat di bawah kepala yang di fungsikan sebagai alat penopang pengganti bantal. Ia mulai memejamkan matanya untuk melelapkan dirinya ke dalam mimpi indah.



Hyeri berjalan keluar dari pintu kedatangan luar negeri , berjalan di antara puluhan orang yang juga baru menginjakkan kakinya di bandara incheon setelah menempuh lama perjalanan . Hyeri menyunggingkan senyumnya ketika ia melihat dua sosok lelaki yang tengah duduk di kursi tunggu dan sesosok lainnya yang berdiri dengan tangan kanan yang di sembunyikan di balik ceruk saku celananya.

Hyeri mempercepat langkahnya seraya melambai pada tiga sosok yang kini sudah menyadari kehadirannya.

“Annyeong…” sapanya sambil melambai pada ketiga lelaki itu dari jarak kurang lebih satu meter.

Yang tengah berdiri sambil menunggunya tersentak , bibirnya tersungging membuat sebuah lengkung senyum , ia menarik tangannya yang sedari tadi ia sembunyikan di balik ceruk saku celananya dan berjalan menghampiri Hyeri.

“Akhirnya kau sampai juga .” ucap Suho sumringah saat ia kini berada di depan Hyeri.

Hyeri tersenyum dan mengangguk “Ne…” jawabnya dengan sedikit aksen jepang yang masih sedikit melekat.

“Hey nona aksen jepangmu sepertinya sudah kental ya , padahal kau baru dua tahun saja di jepang ck…” celetuk Kai yang tiba-tiba ikut masuk dalam pembicaraan.

“Ya! Kau ini tidak sopan sekali Kai~” hardik Kris seraya menyenggol lengan Kai.

Kai memutar kedua bola matanya “Tidak sopan bagaimana ? memangnya salah ya berbicara seperti itu dengan sahabat sendiri.” Protes Kai kesal.

“Iya tapikan…”

“Aish sudahlah , kalian jangan berdebat terus. Kalian tidak kasihan pada Hyeri huh ?! Dia baru saja sampai dan sudah harus melihat serta mendengar argumen kalian yang tak jelas itu.” Ujar Suho kesal pada Kai dan Kris .

“Hahaha…” Hyeri tertawa pelan sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya . “Kalian berdua memang tidak pernah berubah ya , masih tetap double K.”

“Ya! Jangan memanggil kami dengan sebutan itu.” Pekik keduanya sambil sama-sama membuang muka ke arah yang berlawanan.

“Ya! Jangan berisik ini bandara bukan gudang.” Lagi-lagi Suho memekik kesal dan marah.

“Ok … arraso.” Kata Kai akhirnya , tidak mau terlalu memperpanjang masalah.

Hyeri tersenyum dan menggeleng pelan . Tiba-tiba sesuatu menghampiri Hyeri , well ia baru sadar bahwa tidak ada lelaki itu di tempat ini.

“Suho apa aku boleh bertanya padamu ?” tanya Hyeri seraya menatap Suho penuh tanya.

Suho tersenyum “Apa yang mau kau tanyakan ?” tanya Suho ramah.

“Kau mengajak Kai dan Kris untuk menjemputku , tapi dimana dia ? dimana Sehun ?”

Oh excellent , sebuah pertanyaan yang berhasil membuat Suho , Kai , dan Kris membeku dan tak berani angkat bicara.

Hyeri tersenyum miris seraya menghela nafas panjang “Well kalian tak perlu menjawab. Aku sudah tahu , dia pasti sibuk mengurus pernikahannya.” Ujar Hyeri lirih.

“Hyeri~ah…”

“Ah ya aku punya sebuah kabar untuk kalian , entah ini kabar gembira atau tidak untuk kalian . Tapi aku akan sekolah di sekolah yang sama dengan kalian mulai besok.” Potong Hyeri seraya mencoba untuk sebisa mungkin menyunggingkan sebuah senyum tegar .

Suho tersenyum “Itu berita bagus…” cetus Suho “Ya itu berita yang sangat bagus , dan itu tidak akan pernah masuk dalam kategori berita buruk.” Imbuh Kai.

“Sudahlah itu adalah berita yang bagus , tapi akan menjadi lebih bagus lagi jika Sehun tahu.”

“Uhuh … I have a idea…” cetus Kai.

“Ide ? apa ?” tanya Hyeri penasaran .

“Well jika berita ini akan semakin bagus jika Sehun mengetahuinya bagaimana jika kita membuat…”

“Membuat apa ?” tanya Suho malas.

Kai menyeringai “Yogi~ (Kesini)…” perintahnya dan setelah ketiga sahabatnya itu mendekat ia pun membisikan pemikirannya kepada tiga sahabatnya itu.



Sehun meletakkan tasnya di atas meja kelasnya dan memperhatikan seluruh ruang kelasnya. Alisnya sedikit mengkerut ketika mendapati tiga bangku yang berada di dekat bangkunya kosong. Biasanya jam segini  ketiga sahabatnya itu sudah duduk-duduk di bangku itu sambil membicarakan sesuatu yang menurutnya tak pening untuk di bicarakan di antara siswa-siswa lainnya. Oh ayolah , Sehun bukan tipekal lelaki yang suka membicarakan sesuatu yang menurutnya tak berguna untuk hidupnya.

“Ya!kau suda datang Sehun~ah ?!” seru Kris secara tiba-tiba . Membuat Sehun sedikit kaget dan dengan sebuah gerak cepat langsung berbalik untuk menatapnya.

“Ka——“

“Masih tertarik tidak untuk melihat kejutannya ?” potong Kris tanpa membiarkan mulut Sehun melontarkan sederet cercaan mematikan untuknya.

“Aku tak tertarik…” ucap Sehun datar dengan memasang tampang seapatis mungkin. Mungkin raut wajahnya mengatakan bahwa ia tidak tapi pada kenyataannya ia sangat .

“Kau yakin ?” pancing Kris .

Sehun mendecak seraya kemudian berjalan menghampiri Kris dengan ekspresi geram.

“Jangan main-main denganku Kris. Ingat bahwa aku tak suka main-main…” ujar Sehun dingin seraya melayangkan sebuah tatapan membunuh yang horror pada Kris. Membuat Kris bergidik ngeri.

“Ah ok , ok aku tidak akan bermain-main denganmu.” Ucap Kris seraya mengangkat kedua tangannya. Uh-oh katakan bahwa kali ini Kris memang memiliki suatu kemiripan dengan Kai , yaitu sama-sama takut Jika Sehun sudah mulai mengancam sambil melayangkan sebuah tatapan yang horror.

“Jadi apa ?”

“Ok… kau tahu… errr Hyeri.”

Deg…

Sepenggal nama yang di ucapkan oleh Kris berhasil membuat jantung Sehun berdebar tak karuan. Kenapa Kris menyebutkan nama itu lagi ? Apakah kejutan yang di maksud Kris adalah… Oh benarkah itu ?



Jihyun melangkahkan kakinya ke dalam gedung sekolahannya , melangkah sambil memegang erat tali shoulder bagnya dan senyum yang begitu mengembang dengan manis.

“Hei…” tiba-tiba sebuah suara sapaan seseorang terdengar di gendang telinganya bertepatan dengan saat ia merasakan adanya sebuah telapak tangan yang menepuk bahu tangannya pelan.

Jihyun sedikit berjingkat seraya kemudian menoleh sedikit kebelakang .

“Kyungsoo~ah…” pekiknya pelan karena terkejut. Membuat Kyungsoo sedikit tertawa di buatnya.

“Maaf sudah membuatmu kaget…” ucapnya seraya kemudian mensejajarkan langkahnya dengan Jihyun.

Jihyun tersenyum “Gwenchana…” balasnya sambil menyunggingkan senyum kecil .

“Kau kema—“

“Kenapa ?” potong Jihyun seraya menatap lekat Kyungsoo .

“Errr sudahlah tidak usah di bahas , tak penting.” papar Kyungsoo seraya kemudian menyunggingkan senyum kecut sebelum akhirnya ia menoleh ke arah lain.

“Kenapa denganku ? Kenapa aku jadi seperti ini ?” batin Kyungsoo



Sehun berlari melewati koridor lantai tiga sekolahnya dengan cukup cepat setelah ia di beritahu oleh Kris apa sebenarnya kejutan yang akan ia berikan. Aktifitas berlarinya itu membuat nafasnya terhembus secara tak teratur . Suara derap langkah kakinya yang berlari dengan begitu cepat menggema di seluruh lantai tiga . Ia tak mempedulikan segala tatapan aneh yang di tunjukkan orang-orang di koridor itu , tak memperdulikan perasaan lelah yang sedari tadi memintanya untuk berhenti berisitrahat , dan tak memperdulikan nafasnya yang semakin tersengal-sengal . Ia tak mamu mempedulikan itu semua , yang ia mau pedulikan untuk saat ini adalah bisa menatap wajah seseorang yang paling ia ingin jumpai .

Sehun berhenti tepat di depan pintu ruang music , tangan kirinya bertumpu pada dinding di dekat pintu dan tangan kanannya bergelayut bebas di bawah . Dengan posisi tubuh membungkuk sambil menumpukan tangan pada dinding Sehun mencoba mengambil nafas banyak-banyak , mencoba mentralisirkan segalanya , mencoba membuat nafasnya kembali berhembus secara teratur sebelum ia membuka pintu ruang musik dan menyaksikan seseorang yang ada di dalam sana dengan kedua tangannya.

Sehun menarik tangannya yang bertumpu pada dinding koridor seraya kemudian mulai menegakkan posisi tubuhnya. Dan menatap pintu ruang music yang terbuat dari kayu jati dan terlihat cukup elegan dengan ukiran-ukiran rumit secara intens . Masih sedikit terbesit rasa ragu di dalam benaknya untuk membuka pintu ruangan itu , well sejujurnya rasa ragu itu muncul karena ia sedikit tak percaya dengan ucapan Kris , mengingat Kris sangat suka mengerjainya dengan cara berbohong.

Sehun menghela nafas “Hhh… well aku harus yakin bahwa kau sedang ada di sana dan duduk di depan piano.” Ucap Sehun seraya kemudian memegang handle pintu dan perlahan memutarnya ke bawah.

Cklek…

Suara kusen pintu terdengar agak sedikit nyaring dan setelah suara itu terdengar Sehun pelan-pelan mulai mendorong pintunya ke belakang.

Ia , seorang Oh Sehun akhirnya membeku di tempatnya ketika kedua manik matanya mendapati sesosok gadis berambut sebahu duduk di depan alat music piano dengan jari-jari yang berada di atas tuts tutus piano , persis seperti bayangannya. Sehun menghirup udara sebanyak-banyaknya sehabis melihat gadis itu seolah ia kehabisan pasokan Oxygen di dalam tubuhnya ketika kedua manik matanya menangkap sosok yang begitu ia rindukan. Dengan hati-hati Sehun mulai melangkahkan kakinya memasuki ruang musik yang cukup luas ini , ia tak mau mengganggu permainan piano gadis itu terhenti hanya karena gadis itu mendapati keberadaan dirinya.

Uh-oh tapi sepertinya usaha untuk membuat gadis itu tak menghentikan permainan pianonya gagal , karena gadis itu ternyata menyadari keberadaannya sekarang sudah tak sendiri lagi. Kang Hyeri baru saja menoleh ke belakang dan mendapati sosok Sehun yang tengah berdiri beberapa meter darinya dengan ekspresi wajah yang tak dapat di ekspresikan , bukan ekspresi dingin seperti biasanya tapi juga bukan ekspresi hangat , melainkan suatu ekspresi aneh , takjub , uh-oh sepertinya memang ekspresi dirinya saat ini tak dapat di deskripsikan.

Hyeri tersenyum ketika kedua manik matanya menangkap keberadaan Sehun seraya lantas berdiri dan membalikkan tubuhnya dalam satu gerak cepat. Ia kemudian melangkah mendekati sehun yang masih terpaku di tempatnya.

“Apa kabar ?” sapa Hyeri ketika kini ia sudah berdiri tepat di depan Sehun.

Sehun menatap Hyeri nanar seraya kemudian mulai angkat bicara “Terlihat bagaimana menurutmu ?” tanya Sehun mencoba setenang mungkin.

“Terlihat baik-baik saja.”

“APA ?! BAIK-BAIK SAJA KAU BILANG ?! APA KAU TIDAK BERPIKIR TENTANG BAGAIMANA HANCURNYA HATIKU SAAT KAU MEMILIH PERGI KE JEPANG BERSAMA LELAKI ITU !!” Sehun menarik nafas panjang setelah rutukannya di dalam hati itu seraya kemudian menyunggingkan sebuah senyum samar.

“Kau sudah tahu jika aku baik-baik saja , kenapa kau masih bertanya.” Ucap Sehun dengan begitu dingin seraya kemudian berbalik hendak meninggalkan Hyeri.

“Sehun~a , chamkkaman.” Seru Hyeri mencegat dengan kaki kanan yang melangkah sekali ke depan dan kaki kiri yang tertahan di belakang serta tangan yang mengayun di udara seolah hendak meraih lengan Sehun.

Sehun berhenti, tak mencoba untuk berbalik dan menatap Hyeri. Hanya berdiri untuk mendengarkan apa-apa saja yang hendak di lontarkan oleh Hyeri.

“Kau tidak menanyakan keadaanku ?” tanya Hyeri pelan seraya kemudian menunduk dan menurunkan tangannya yang sempat mencoba untuk meraih lengan Sehun.

Aku ingin tapi aku tak bisa.

“Apakah itu penting ?” tanya Sehun acuh seraya kemudian kembali melangkah menjauh.

Hyeri membeku di tempatnya , ia merasakan adanya sebilah pisau tajam yang menusuk-nusuk hatinya , terasa begitu sakit dan perih. Ucapan Sehun barusan terasa seperti sebuah pisau yang begitu mematikan.



Sebuah ruang keluarga yang tidak terlalu besar kini tengah terisi oleh empat orang manusia yang terdiri dari dua orang wanita dan dua orang lelaki paruh baya . Mereka nampak tengah mendiskusikan sesuatu yang penting.

“Jadi apakah jika di percepat nona Jihyun akan siap tuan dan nyonya Kwon ?” tanya Oh Sehan kepada sepasang suami istri di hadapannya.

“Kami akan menanyakan hal itu pada putri kami terlebih dulu tuan Oh. Tapi bisakah kami menanyakan suatu hal ?” tanya Tuan Kwon balik

Tuan dan Nyonya Oh mengangguk bersamaan . “Apa yang mau tuan Kwon tanyakan pada kami ?” tanya nyonya Oh.

“Apa alasan pernikahan ini di percepat ? Dan apakah nanti tidak akan sibuk untuk mengurusnya ?” tanya Tuan Kwon hati-hati.

“Oh itu , sebenarnya simpel. Kami rasa jika lebih cepat itu akan lebih baik.” Jelas Tuan Oh singkat .

Tuan Kwon dan nyonya Kwon membulatkan mulut mereka membentuk huruf O kecil sambil mengangguk.

“Ah arraso , kami mengerti.”

“Tapi tuan Kwon sepertinya anda tidak perlu menanyakan hal itu terhadap putri anda terlebih dulu , karena nanti kami akan memerintahkan supir kami untuk menjemput putri tuan Kwon di sekolah bersama dengan Sehun nanti.”



“Ya! Kwon Jihyun!!”

Jihyun terkejut ketika tiba-tiba ada beberapa orang gadis berdiri di hadapannya dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada sambil  menunjukkan roman wajah yang begitu angkuh.

“Ada apa ?” tanya Jihyun dengan sebelah alis terangkat ke atas.

“Kau benar-benar calon istri Oh Sehun kan ?” tanya salah satu gadis di antara beberapa gadis itu dengan penuh penekanan , menandakan bahwa Jihyun harus menjawab iya.

Jihyun mengerutkan keningnya , bingung dengan teman-teman di sekolahnya ini kenapa mereka benar-benar ingin tahu tentang masalah itu. Oh ok ia tahu bahwa Sehun tampan dan siswa populer disekolah ini bahkan ia juga yakin benar bahwa beberapa atau bahkan semua gadis di hadapannya sekarang ini adalah fans Sehun , tapi haruskah mereka bersikap seperti itu ? mencari tahu semua kebenaran tentang dirinya sebagai calon istri Sehun ? kenapa mereka harus bertanya-tanya terus menerus pada Jihyun ? Kenapa mereka tak langsung bertanya pada Sehun saja ?

“Kenapa kalian masih saja menanyakan hal itu ? aku bilang itu kan bukan urusan kalian.” Titah Jihyun memutar kedua bola matanya kemudian berbalik hendak meninggalkan beberapa siswa perempuan di hadapannya.

“Ya Kwon Jihyun! Kau ini benar-benar ya! Kami sedang bicara denganmu !” seru salah satu dari mereka.

Jihyun berhenti melangkah dan menghela nafas kesal , ia berbalik dan menatap siswa-siswa perempuan itu garang . “Ya! Kenapa kalian tidak langsung tanyakan saja pada Sehun ?! kenapa kalian harus menanyakan itu padaku terus ?!”  Seru Jihyun kesal sambil berkacak pinggang , kedua manik matanya menyorot beberapa siswa perempuan –yang menurutnya menyebalkan- itu  dengan tatapan garang dan kemudian kembali berbalik meninggalkan siswa-siswa itu yang kini hanya terdiam sambil berbisik-bisik menggunjingkan dirinya.



Jihyun berjalan melewati koridor sekolahnya dengan kesal . Bibirnya mengerucut dan kedua manik matanya sesekali memperhatikan sekitar , Oh God kenapa ia tak menemukan batang hidung Hyejin dan Sunhee ? kemana mereka berdua ?

Jihyun berhenti melangkah , ia menghela nafas panjang dengan bibir yang masih mengerucut. “Kemana sih mereka berdua ? katanya ke kantin tapi kenapa tidak ada di kantin ? menyebalkan.” Gerutunya kesal sambil menginjak-injakkan kakinya ke lantai koridor dengan kesal. Jihyun berkacak pinggang seraya kemudian menggembungkan kedua pipinya “Akh Youngmi~ah , andai saja kau tidak ikut olimpiade keluar negeri pasti sekarang aku masih memiliki teman untuk di ajak mengobrol selain Sunhee dan Hyejin.” Lirihnya sambil menatap lantai koridor.

“Hey!” tiba-tiba Jihyun merasakan sebuah tangan hangat yang menepuk pundaknya. Ia segera berbalik dan mendongak untuk sekedar menatap wajah si pemilik tangan yang menepuk pundaknya.

Bibirnya tertarik membuat sebuah senyuman “Kyungsoo~ah …” gumamnya pelan namun terdengar begitu riang.

Kyungsoo terkekeh dan sedikit membungkukkan badannya , mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Jihyun yang beberapa senti lebih pendek darinya. “Kau sedang apa disini ? melihat lantai uh ?” tanya Kyungsoo sambil melirik ke objek lantai yang ia pijak.

Jihyun terkekeh dan menggeleng pelan “Anio , aku tidak sedang apa-apa. Hanya saja tadi aku sedang mencari Sunhee dan Hyejin. Well mereka bilang mereka mau pergi ke kantin tapi saat aku menyusul mereka…”

“Mereka tidak ada di sana ?” potong Kyungsoo dengan sebelah alis terangkat.

Jihyun mengangguk “Ya mereka tidak ada disana , entahlah padahal aku sedang ingin bercerita dengan mereka.” Lirihnya dengan sedikit menundukkan kepala.

Kyungsoo tersenyum , entahlah lelaki itu selalu tersenyum setiap ia mendengar suara Jihyun , cerita Jihyun dan keluh kesah Jihyun. Tangannya bergerak di udara dan mendarat di atas kepala Jihyun , dengan pelan tangannya mengacak rambut Jihyun hingga membuat gadis itu sedikit menundukkan kepalanya.

“Kau bisa bercerita padaku jika kau mau.” Ucap Kyungsoo kalem seraya kemudian menarik tangannya dari atas kepala Jihyun.

Jihyun mendongak dan tersenyum “Benarkah ? Benarkah aku boleh bercerita padamu ?” tanya Jihyun sumringah dan dengan mata berbinar.

Kyungsoo tersenyum seraya mengangguk “Hey! Aku bahkan sudah menawarkan jasa mendengarkan cerita padamu !” ucapnya sambil bercanda membuat Jihyun terkekeh setelah mendengarnya .

“Jadi apa yang ingin kau ceritakan ?” tanya Kyungsoo sambil menegakkan posisi berdirinya.

“Errr tapi apa kau yakin akan mendengarkan ceritaku di sini ? di tempat ramai seperti koridor ini ?” tanya Jihyun sambil menggigit bibir bawahnya kemudian.

Kyungsoo tersenyum dan kemudian memegang pergelangan tangan Jihyun seraya kemudian dengan cepat menarik Jihyun melewati koridor sekolahnya untuk menuju suatu tempat.

“Kyungsoo~ah kau mau membawaku kemana ?!” tanya Jihyun berseru.

Kyungsoo menoleh kebelakang dan tersenyum “Ke tempat di mana kau akan bisa untuk bericerita padaku.”



“Hyeri!” Kai terlonjak kaget seraya kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Hyeri yang kini sudah berdiri di ambang pintu kelasnya.

Dengan sebelah alis terangkat ia bertanya “Sedang apa kau disini ? mencari Sehun ?” tanya Kai bertubi-tubi.

Hyeri tersenyum dan mengangguk pelan “Ne , apa dia ada disini Kai~sshi ?” tanya Hyeri lembut.

Kai mengangkat bahunya “Well kau bisa lihat sendiri di dalam , ia tak ada.” Paparnya sambil sedikit menoleh ke belakang sekilas dan kemudian kembali melihat pada Hyeri.

“Kau tahu kemana dia ?” tanya Hyeri lagi.

Kai memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celananya sambil berkata “Aku tak yakin sebenarnya , tapi sepertinya ia sedang berada di koridor lantai 3 yang menghadap pada taman belakang sekolah , mengingat ia keluar dari kelas sambil menenteng kamera kesayangannya.” Jelas Kai panjang lebar dan di respon hanya dengan sebuah senyuman , anggukan , dan ucapan terimakasih.

“Ah ne arraso, gomawo Kai~sshi.” Ucap Hyeri seraya kemudian berjalan meninggalkan Kai.



Hyeri berjalan sendirian menaiki satu demi satu ceruk anak tangga yang akan membawanya menuju lantai tiga sekolahnya. Berjalan tanpa memperdulikan beberapa orang yang menatapnya dengan tatapan aneh. Well, Hyeri tidak tahu kenapa orang-orang itu menatapnya seperti itu , hanya saja jika ia boleh menebak mereka pasti menatapnya seperti itu karena sejak beberapa jam Hyeri resmi menjadi siswa di sekolah ini ia tidak pernah bertegur sapa atau bahkan mengajak salah satu dari teman sekelasnya berkenalan. Tapi toh apa peduli Hyeri , tujuannya datang kembali ke Korea dan bersekolah di tempat ini juga bukan untuk mendapatkan teman baru melainkan hanya untuk mendapatkan hati Sehun lagi .

Hyeri kini tengah memijakkan kakinya di atas lantai tiga gedung sekolahnya , pelan-pelan ia mulai kembali menapaki tiap sudut koridor lantai tiga , berjalan dengan pelan untuk mencari sosok yang sedari tadi ingin di temuinya dan kemudian berhenti ketika sudah mendapati sosok lelaki yang tengah berdiri di dekat kaca jendela sambil mengangkat kameranya . Hyeri tersenyum dalam pikirnya ia menganggap bahwa lelaki itu tak pernah berubah , masih mencintai sesuatu yang berhubungan dengan fotografi.

Jihyun mulai melangkah mendekati Sehun , mendekati seseorang yang bahkan kini lebih menaruh perhatian pada objek kameranya bukan kehadiran dirinya , Kang Hyeri.

“Kau masih suka memotret ?” tanya Hyeri membuat Sehun sedikit terkejut sebenarnya tapi berusaha untuk terlihat tidak atau bahkan terlihat tetap tenang. Sehun menurunkan kameranya dan kemudian menoleh pada Hyeri dan menatapnya dengan tajam.

“Menurutmu ?” tanyanya dingin seraya kemudian kembali menatap keluar jendela sambil kembali mengangkat kameranya.

Hyeri menghela nafas panjang dan kemudian berjalan selangakah demi selangkah mendekati Sehun . Ia berbalik menghadap kaca jendela saat sudah berada di samping Sehun , tangannya di lipat kedepan sambil menatap keluar.

“Ku rasa iya.” Jawab Hyeri dan sesudahnya mereka terdiam cukup lama , well hanya terdengar suara potret kamera .

Hyeri mendengus pelan seraya diam-diam melirik Sehun yang tengah sibuk dengan aktifitas memotretnya. Ia tak betah di beginikan oleh Sehun , di diamkan oleh lelaki itu.

“Apa kau membenciku ?” tiba-tiba pertanyaan itu mencelos keluar dari mulut Hyeri.Entah apa yang membuat gadis itu berani melontarkan pertanyaan seperti itu terhadap Sehun , ia sendiri juga tak tahu.

Sehun menoleh ke sampingnya , menatap Hyeri nanar dan tajam.

“What a hatred ? aku bahkan tidak pernah berpikir bahwa aku membencimu Kang Hyeri. Aku justru sebaliknya.” Batin Sehun . Ia menatap Hyeri lekat dalam diam , tak berniat menjawab ataupun mengeluarkan sepatah katapun pada Hyeri. Hanya diam sambil menatap Hyeri , itulah aktifitasnya saat ini dan hanya itu.

Kening Hyeri berkerut , sedikit bingung dengan sikap Sehun. Aneh. “Kau diam , kau tak menjawabku.” Protesnya.

Sehun mendecak seraya memutar bola matanya dan kemudian kembali menatap keluar jendela. “Kurasa aku tak perlu menjawab itu…” ucapnya dengan tenang seraya kemudian kembali mengangkat kameranya dan kembali hendak mengabadikan objek-objek di luar sana melalui lensa kameranya.

Saat Sehun hendak menekan tombol potret pada kameranya tiba-tiba saja ia mengurungkan niatnya itu , ketika ia menangkap dua orang yang sedang duduk di bangku taman belakang ikut terseret masuk dalam objek kameranya melalui lensa kameranya. Ia sedikit menurunkan kameranya dan menatap kedua orang itu.

“Tapi itu sebuah pertanyaan dan kau harus menjawabnya.” Ucap Hyeri pada Sehun . Namun tak terdengar suatu tanggapan sama sekali di telinganya yang terlontar dari mulut Sehun . Gadis itu menoleh ke samping menatap Sehun dengan kening berkerut . “Kau tidak mendengarku Sehunie~ah ?” tanya Hyeri lagi , kali ini ia mulai memanggil Sehun dengan nama panggilan kesayangannya dulu tapi tetap tak ada respon. Hyeri sedikit mengerucutkan bibirnya kesal , ia menatap mata Sehun yang terlihat dari samping dan kemudian ia mengikuti arah pandangan mata Sehun. Berhenti , kedua manik matanya berhenti pada dua sosok lelaki dan perempuan yang tengah duduk di bangku taman belakang. Keningnya berkerut , bingung. Siapa mereka ? dan apa hubungan mereka dengan Sehun ? Kenapa Sehun menatap mereka dengan begitu serius ? Bahkan sampai tak menghiraukan dirinya.

“Kau memperhatikan mereka eh ?” lagi-lagi Hyeri melontarkan pertanyaan pada Sehun dan kali ini ia kembali menoleh menatap Sehun. Sehun tersadar ia menoleh pada Hyeri “Tidak.” Jawabnya berbohong seraya kemudian berjalan meninggalkan Hyeri sendirian.



Sebuah taman yang terdapat di belakang sekolah Sehun , sebuah taman yang cukup segar dan asri. Terdapat banyak pohon besar yang rindang berdiri kokoh di taman itu , banyak ragam bunga tertanam di taman tersebut . Indah dan terawat itulah dua kata yang mampu mendeskripsikan keadaan taman itu secara singkat . Well taman ini terlihat cukup sepi sekarang , hanya ada beberapa siswa yang tengah duduk di salah satu pohon rindang sambil memakan bekal makan siang mereka dan juga dua orang siswa laki-laki dan perempuan yang kini tengah duduk di bangku taman sambil mengobrol.

“Aku tidak tahu kenapa mereka selalu menanyaiku terus padahal sudah ku katakan berkali-kali bahwa itu bukan urusan mereka.” Suara Jihyun terdengar kesal dan penuh emosi bahkan gadis itu terkadang memperdengarkan suara nafas yang menderu , ngos-ngosan. “Kau tahu mereka itu bahkan terkadang suka menghadangku di koridor atau bahkan langsung berdiri di depan mejaku , melontarkan pertanyaan yang sama dan sama .” sambungnya kesal .

Kyungsoo terkekeh seraya kemudian menoleh ke samping untuk melihat wajah Jihyun.

“Tapi kau memang bukan calon istri Sehun kan ?” pertanyaan itu terlontar dari mulut Kyungsoo dengan begitu santainya , bahkan ketika pertanyaan itu terlontar sebuah senyuman terukir di wajah Kyungsoo.

Deg … Jihyun terdiam , ia tak tahu harus menjawab apa. Berbohong ? oh lupakan ia tak mungkin berbohong , ia bahkan lebih memilih untuk diam sekarang.



13.45 KST

Dua buah mobil mewah berwarna hitam mengkilap memasuki kawasan sekolah menengah atas. Di lihat dari visual mobilnya saja sudah di yakini bahwa mobil itu adalah mobil milik salah satu siswa dari keluarga kaya dan terpandang di sekolah ini.

“Hey Sehun kenapa mobil yang menjemputmu ada tiga  ?” pertanyaan itu terlontar dari mulut Kris ketika Ia,Sehun, Kai dan Suho sudah berada di luar gedung sekolah.

Sehun menoleh ke arah yang dituju oleh Kris. Ia mengerutkan keningnya bingung , Uh-oh kenapa ada tiga ? bukankah biasanya hanya ada satu ? Sehun mulai merasakan keanehan dan dengan segera ia langsung melangkah mendekat ke arah kedua mobil tersebut.

Beberapa orang bodyguard sudah berada di luar mobil tersebut ketika Sehun berjalan menghampiri mereka.

“Ada apa ?” tanya Sehun to the point “Kenapa kalian datang berombongan seperti ini dan …” Sehun menggantungkan kalimatnya untuk sekedar melihat ke arah mobil-mobil milik ayahnya yang terparkir tak jauh dari tempat ia berdiri sekarang. “Kenapa mobil yang datang tiga ? Bukankah biasanya hanya satu saja dan itu khusus untuk menjemputku.” Kata Sehun dengan menekankan suaranya pada kata terakhir yang ia ucapkan.

“Maaf tuan muda , kami kesini untuk memenuhi perintah tuan besar . Ia meminta kami bukan hanya untuk menjemput tuan muda tapi juga calon istri tuan muda …” kata kepala rumah tangga mereka pada Sehun sambil melirik ke arah seorang gadis yang kini tengah mendorong sepedanya dengan di temani oleh seorang laki-laki “Nona Kwon Jihyun.” Sambung lelaki tua itu.

Sehun menaikan alisnya dan kemudian menoleh kebelakang , mengikuti arah pandang lelaki kepala rumah tangga tersebut.  Matanya menangkap sosok Jihyun dan lelaki itu lagi. Sehun menghela nafas dan kemudian berbalik sepenuhnya kebelakang “Biar aku yang memanggilnya.” Ucap Sehun seraya kemudian melangkah mendekati Jihyun.



“Kyungsoo~ah kau yakin mau mengantarku pulang ? kau tahukan aku membawa sepeda ini.” Ucap Jihyun sambil melirik ke arah sepeda yang kini tengah ia bawa sambil berjalan.

Kyungsoo tersenyum dan mengangguk pelan, sorot matanya memancarkan sinar ketulusan dan keyakinan. “Oh tentu saja aku yakin.” Ucap lelaki itu dengan menyunggingkan senyum manisnya.

Jihyun terkekeh “Uh-oh terserah kau saja .” ucapnya. Seraya kemudian kembali berjalan mendorong sepedanya sambil mengobrol santai dengan Kyungsoo.

“Eh ehm…”

Jihyun terkejut , ia menghentikan langkahnya dan menatap lurus kedepan ketika ia mendengar suara orang yang berdehem. Matanya membulat ketika ia menyadari siapa sosok yang berdiri di hadapannya.

“Oh Sehun…” gumamnya pelan , sangat pelan .

Sehun memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celananya. “Ikut aku…” ucap Sehun dingin , well bahkan ia berbicara seperti itu tanpa memperdulikan banyak siswa yang kini sudah mulai berkerumun di sekitarnya.

Jihyun membulatkan mulutnya , sedikit kaget dengan ajakan Sehun. “Hah ?! Ikut denganmu ?!” pekik gadis itu secara spontanitas.

Sehun mendecak “Apa kau sudah tuli sampai kau harus bertanya lagi !” ucap Sehun dengan nada dingin yang sangat terdengar begitu sadistic di telinga Jihyun.

Jihyun mendecak sebal “Aku tidak tuli bodoh!” cetusnya emosi

“Oh aku tak peduli yang terpenting sekarang kau pulang denganku.” Ucap Sehun acuh seraya membuang muka.

“Aku tidak mau , lagi pula kenapa aku harus pulang denganmu ?! tak penting.” Balas Jihyun tak kalah acuh .

“Ya! Kau ini benar-benar…”

“Nona Kwon Jihyun…” tiba-tiba lelaki kepala rumah tangga di keluarga Sehun datang menghampiri mereka , membuat Jihyun dan Kyungsoo sedikit kaget.

“Nona Kwon harus pulang bersama kami , karena pernikahan Tuan Oh Sehun dan Nona Kwon Jihyun akan di percepat.” Papar Lelaki paruh baya itu.

Membuat Sehun , Jihyun , Kyungsoo dan siswa-siswa yang berkerumun untuk memperhatikan mereka terkejut.

“Mwo ?!” pekik Jihyun

“Mari nona ikut kami …” Lelaki itu mendekat dan hendak mengajak Jihyun.

“Tapi sepedaku , aku harus mengantar sepedaku pulang dulu.” Kata Jihyun beralasan.

Lelaki itu tersenyum “Kami akan memerintahkan orang untuk membawa sepedan nona kembali ke rumah. Mari nona…”

“Tapi…”

“Maaf nona ini adalah perintah dari tuan Oh jadi nona harus ikut.” Sela Lelaki paruh baya yang bernama Kim Youngmin tersebut .

Sehun menyeringai seraya kemudian berbalik dan masuk ke dalam mobil lebih dulu.

Jihyun mendengus pelan dan dengan sedikit terpaksa akhirnya ia men-standarkan sepedanya dan kemudian berjalan mengikuti lelaki paruh baya tersebut dengan bibir yang sedikit mengerucut maju.

Oh great , lagi-lagi Jihyun melupakan keberadaan Kyungsoo. Kenapa selalu setelah beradu kata dengan Sehun ia selalu saja melupakan Kyungsoo ? Lelaki manis yang selalu berada di sekitarnya.

Kyungsoo tersenyum miris seraya kemudian mendecak pelan “Kau bahkan tak menjawab pertanyaanku tadi karena semua itu adalah benar.” Ucapnya lirih sambil memandang sepeda Jihyun sekilas dan kemudian kembali mengarahkan pandangannya pada tiga buah mobil yang sudah melaju meninggalkan pekarangan sekolah ini.

– To Be Continued –

Note :

Oh Tuhan , part ini kayanya gaje sekali >___< . Maaf ya kalo part ini sedikit aneh dan maaf kalo di sini momennya Jihyun ama Sehun masih sangat sedikit , banyak typo dan apalah pokoknya yang aneh-aneh, maaf maaf maaf sekali 😀 . Well saya udah memanjangkan fanfic ini di part 4 ini sudah sampai 16 page loh . Dan kenapa part ini saya panjangkan ? Karena biar si Jihyun dan Sehun bisa cepat menikah (?) dan biar gak makan waktu gitu 😀 . Mungkin Jihyun sama Sehun nikahnya di part 5 dan untuk kehidupan pernikahan mereka kayanya bakal muncul di part 6 , jadi buat yang udah gak sabar nungguin kisah pernikahan Sehun dan Jihyun , konflik yang begitu komplikasi , cinta segi empat antara Sehun-Jihyun-Kyungsoo-Hyeri tetep pantengin ffi dan wp saya ya untuk apdet ini panpic 😀 . Dan untuk part 4 di panpic ini lagi-lagi saya merekomendasikan kalian untuk membacanya sambil denger lagu standing egg yang 햇살이 아파 [Haetsali Apa/The Sunlight Hurts] dan lagu urban zakpa yang 그날에 우리 (My Love) soalnya dua lagu itu cocok banget untuk part ini #menurut aku sih :D.

Well Saya gak janji bisa apdet panpic ini seminggu sekali soalnya saya mau fokus sama sekolah saya karena sekarang saya udah sma loh hihihi , tapi yang pasti seperti yang saya bilang di part 3 kemarin panpic ini pasti apdet setiap hari sabtu tapi sabtunya gak nentu bisa sabtu minggu depan , dua minggu kedepan atau bahkan sabtu bulan depan /plaks #digampar.

Dan buat yang udah komen dari bagian prelude sampai part 3nya kemarin makasih banget ya ^___^ . Well jujur komen kalian itu bener-bener oksigen buat aku #alahlebay . Aku jadi semangat buat bikin panpic ini , jadi lebih semangat untuk bikin panpic ini agar lebih greget dan menarik ahahahay . Terimakasih ya , makasih banget , tanpa kalian mungkin panpic ini sudah berhenti di tengah jamban kali xD .

Dan untuk part ini , part 4 yang sudah saya panjangin ini saya mohon komentar dan likenya lagi ya ^____^ . Thank you all , give your love via comment for support me and this fanfic .

<<< Previous | Next >>>

Advertisements

20 responses to “[Part 4] Young Bride

  1. hi author. aku reader yang nyasar dan kemudian suka dengan tempat ini. keren thor. penasaran ;_; semangat thor (/’-‘)/

  2. Thorr lanjutin dong ceritanya.
    Aku udah nunggu lama banget kelanjutannya tp ga keluar2..
    Ceritanya bikin penasaran nih
    Ditunggu ya thor..
    Keep writting!!

  3. annyeong eonni, aku new reader hehe.
    ceritanya bagus bgt eonni, aku sukaa hehe
    update soon ya ditungguuuuu

  4. hei hei lanjutin dong ceritanyaa…
    udah ditunggu banget nih dari tahun laluuuu:(
    mulai nyari tau situs sebelah sana sampai kesini tapi belum keluar juga chap 5 nya…
    bener deh ditunggu bangettt
    cepetan yaaaa *kumohonnnnn*

  5. Thor ayo dong lanjut ke part 5 nya. Penasaran bgt nih sama ceritanya. Sehun nya suka gak sih sama jihyun

    • Hallo Dinda , maaf baru balas komentar kamu.
      Sabar ya, masih menunggu waktu luang . Tugas sangat numpuk, makasih sudah komen.
      Sehun suka sama Jihyun ? bisa jadi deh hehe 😀

  6. aduuh thor, aku udah nunggu setahuun thor buat baca ff iniii…….
    kapan dilanjut thor? kapan?
    ayooo thor dilanjutin lagi thor, masih setia nunggu kok seriussssss 🙂

    • Hallo yuaa ^^…

      maaf ya baru balas komen kamu 😀 , fanfic ini emang udah hampir satu tahun terbengkalai, gara” tugas saya yang numpuk ^^
      Pengen sih ngelanjutinnya tapi nunggu free dulu ya , dan aku juga mau sambil baca” ni ff dulu soalnya udah lama banget jadi ide udah ilang , miann.
      Btw makasih loh sudah setia nungguin ff ini

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s