[Part 3] Young Bride

Tittle : Young Bride

Author : Devi Hardiyanti

Cast : Kwon Jihyun , Oh Sehun , Do Kyungsoo

Cameo : Oh Hyuna , Kang Hyeri , etc –Still Hidden-

Genre : – IDK

Rating : PG+15

Length : On Writting

Disclaimer : Plot my own ! Cast belong’s my Imagination & God ! Do not re-post !

BSM : BOM – 괜찮다 [Listen Here]

Young Bride

-Devi Hardiyanti © 2012

.

.

“Kwon Jihyun!”

Tubuh Jihyun menegang seketika suara seruan Sehun terdengar oleh gendang telinganya . Tangannya yang memegang pergelangan tangan Kyungsoo tiba-tiba melemas . Gadis itu menghela nafas pelan seraya mulai membalikkan tubuhnya perlahan ke belakang sambil menunduk.

Sehun menyeringai ketika kedua manik matanya menatap tubuh Jihyun yang perlahan-lahan mulai berbalik menghadapnya.

Jihyun memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya, untuk sekedar menatap kedua manik mata milik Sehun. Ia menggigit kuat-kuat bibir bawahnya ketika kini kedua bola matanya sudah beradu pandangan dengan kedua bola mata milik Sehun.

Dengan kedua manik mata yang masih menatap tajam pada sepasang mata milik Kwon Jihyun, Sehun melangkah mendekat . Memperpendek jarak antara dirinya dan Jihyun tanpa memperdulikan banyak siswa yang kini sudah berkerumunan di sekitar mereka berdua . Jihyun menahan nafasnya , ketika kini Sehun tepat berada di depannya dan mulai membungkukkan badannya sambil menunjukkan sebuah seringaian pada Jihyun .

“Apa yang mau dilakukan olehnya ?” batin Jihyun gelisah , seraya mengepal tangannya untuk menahan perasaan berdebarnya .

Sehun memposisikan kepalanya tepat di samping kepala Jihyun ,  di dekat telinga gadis itu ,dan terasa sekali hembusan nafas Sehun di telinga Jihyun .

“Kau ?” Sehun menghela nafas “Apa kau kembali memiliki niat untuk terjun dari atap sekolah ?” bisik Sehun melayangkan sebuah pertanyaan dengan nada sakarstik yang mampu membuat kedua mata Jihyun membelalak .

“A…apa maksudmu ?” tanya Jihyun gugup

Sehun menyeringai seraya memegang bahu kanan Jihyun “Kau memang tak tahu atau berpura-pura belum tahu Kwon Jihyun ?” Tanya Sehun memancing .

Jihyun memilih geming seraya menunduk membuang muka , ah kenapa Oh Sehun begitu cerdas. Lelaki itu bahkan bisa menjebaknya dalam sebuah pertanyaan yang simpel.

“1…2…3… Kau tak menjawab berarti kau berpura-pura tak tahu.” Ucap Sehun seraya kemudian menarik tubuhnya menjauh dari sisi tubuh Jihyun .

Sehun merapikan dasinya dan memasukan tangan kanannya ke dalam saku celananya. Ia berbalik dengan santai seraya kemudian mulai melenggang meninggalkan Jihyun yang masih diam membeku .

“Ya! Jihyun~ apakah calon istri Sehun kau ?”

Celetukan dari salah satu siswa perempuan di sekolahnya itu mampu membuat Jihyun bergerak meleleh , gadis itu memalingkan wajahnya ke pada kerumunan siswa yang sedari tadi memperhatikannya dengan Sehun. Ia menatap siswa-siswa yang menatapnya dengan penuh tanda tanya dengan datar .

“Apakah itu penting ? Apakah aku perlu menjawabnya ?” kalimat itu terlontar dengan enteng dari mulut Jihyun sebelum ia berbalik dan berjalan meninggalkan kerumunan itu dan juga Kyungsoo .

Hey ! Ia juga meninggalkan Kyungsoo ?! Apakah ia melupakan keberadaan pria yang sejak tadi menunggunya selesai bicara dengan Sehun ataukah memang ia sengaja meninggalkan pria itu ?



Jihyun mengangkat kepalanya ketika ia melihat ada dua pasang tangan yang bertumpu pada mejanya . Kedua manik matanya mendapati Hyejin dan Sunhee yang sudah berdiri dengan badan sedikit membungkuk ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan sejuta tanya .

“Ada ap——“

“Kwon Jihyun jawab pertanyaan kami berdua dengan jujur.” Ujar Sunhee penuh penekanan.

Jihyun menegak liurnya dengan agak susah payah seraya kemudian mengerjapkan matanya sekali.

“Me…memangnya apa yang ingin kalian tanyakan dan ak… aku harus menjawab apa ?” tanya Jihyun gugup . Jihyun benar-benar takut jika kedua sahabatnya itu melayangkan sebuah pertanyaan yang benar-benar tak ia harapkan.

“Ikut kami…” Hyejin menarik pergelangan tangan Jihyun dan menuntunnya keluar bersama Sunhee.



Tiga orang sahabat kini tengah berdiri di atas atap gedung sekolah mereka , sebenarnay empat namun salah satu dari mereka sedang mengikuti olimpiade sains di luar negeri . Hyejin dan Sunhee kini sudah berdiri di hadapan Jihyun dan menatap Jihyun tajam.

“Apakah kau benar-benar calon istri Sehun ?” pertanyaan itu mencelos secara to the point dari mulut Hyejin membuat Jihyun terperanjat dan tak tahu harus menjawab apa. Ia bukan ingin menutupi semua ini dari sahabat-sahabatnya , ia hanya belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya.

“A…aku…Aish kenapa kalian bisa bertanya seperti itu sih ? tentu saja buk——“

“Jihyun jangan berbohong!” tandas Sunhee “Kami sudah mendengar semuanya kemarin…” Imbuhnya sambil memutar kedua bola matanya.

“Ne ? Mendengar ? Men..mendengar apa ?” tanya Jihyun gugup . Apakah sahabat-sahabatnya benar-benar sudah mencurigainya ?

“Jihyun…” Hyejin menekankan suaranya saat menyebut nama Jihyun dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan mendesak.

“O…ok…” Jihyun mengangkat kedua tangannya ke depan , mencoba menetralisir keadaan menjadi lebih tenang dan kemudian menghela nafas.

“Ok…ak…aku…” Jihyun mendengus seraya menunduk lesu

“Jihyun ?”

“Baiklah aku memang calon istri Sehun. Aku memang.” Cetus Jihyun seraya mendongak dan menatap kedua sahabatnya secara bergantian.

Sunhee dan Hyejin saling melirik satu sama lain sebelum kemudian keduanya mendekat dan memeluk Jihyun erat. “Jihyun~ah , maaf jika kami mendesakmu kami hanya ingin memastikan.” Cetus Sunhee seraya menepuk-nepuk punggung Jihyun.

“Ne Jihyun , kami hanya ingin memastikan apa yang kami dengar kemarin.” Tambah Hyejin .

Jihyun mengerutkan keningnya “Memastikan apa yang kalian dengar kemarin , ah iya aku ingin tanya sejak tadi apa yang memangnya kemarin kalian dengar ?”

“Kami kemarin mendengarmu mengatakan pada Sehun bahwa kau lebih baik errr jatuh kebawah dari pada harus melepas masa remajamu untuk menikah dan tadi … oh ok kau tahu bahwa tadi banyak siswa yang sudah menerka-nerka bahwa kau adalah calon istri Sehun begitu jug—-“

“Ok dan kalian juga turut berpikiran begitu karena kalian juga sudah mendengar kemarin ?” potong JIhyun.

Sunhee dan Hyejin mengangguk bersamaan sambil menyunggingkan cengiran jahil.

Jihyun menghela nafas “Baiklah kalian sudah tahu semuanya dan aku berharap kalian bisa menjaga rahasia ini dari siswa lain , jujur aku belum siap jika mereka semua tahu.” Pinta Jihyun

Hyejin dan Sunhee mengangguk bersamaan mengiyakan permintaan Jihyun



Beberapa orang berlari menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa-gesa setelah tak sengaja mendengarkan pembicaraan beberapa orang di atas atap. Dan ketika mereka sudah memijakkan kaki di lantai dua segera mereka berlari menghampiri orang-orang sambil memberitahukan sesuatu yang terlihat sangat penting.

“Mwo ?! Jadi benar kalau Jihyun orangnya ?!”



Tokyo , 13.00 JST

Gadis berambut panjang sebahu kecoklatan itu memasukan beberapa pakaian yang sudah terlipat dengan rapi ke dalam sebuah koper dengan cekatan , seraya kemudian memasukan beberapa barang yang menurutnya penting untuk di bawa kembali ke negara kelahirannya , Korea Selatan.

“Hyeri~ah…”

Gadis itu menghentikan kegiatannya memasukkan barang-barang miliknya dan sedikit merasa terkejut ketika mendengar suara seorang laki-laki yang cukup familiar di telinganya.

“Oppa!” pekiknya seraya menoleh ke belakang

Laki-laki yang di panggilnya oppa itu tersenyum dan kemudian berjalan menghampirinya sambil menyodorkan sebuah tiket pesawat.

“Aku sudah membelikan tiket pesawat untuk kepulanganmu ke korea .” Cetus Laki-laki itu membuat Hyeri tersenyum “Gomawo oppa…” ucapnya berterimakasih dan di jawab oleh sebuah anggukan kecil dari kakak laki-lakinya .

Kini lelaki bernama Kang Eun Woo sudah duduk di sampingnya.

“Ada apa oppa ?” tanya Hyeri

Eunwoo menggeleng “Anio , tapi apakah kau benar-benar yakin untuk kembali ke Korea dan bersekolah disana Hyeri~ah ?” tanya Eunwoo .

Hyeri terkekeh seraya memegang bahu Eunwoo “Tentu saja aku yakin. Uh oh chamkkaman…”

“Kenapa ?”

“Oppa tidak sedang mencemaskanku kan ?” tanyanya dengan roman wajah serius .

“Pertanyaan macam apa itu ? adik satu-satunya mau kembali ke Korea sendirian bagaimana bisa aku tidak mencemaskanmu dan bag—-“

“Oppa…” potong Hyeri menekan sambil mengulas sebuah senyum “Aku sudah dewasa…” sambungnya membuat Eunwoo terkekeh dan mengacak rambutnya pelan .

“Baiklah … Kang Hyeri kami sudah dewasa . Well oppa hanya minta kau untuk menjaga dirimu baik-baik sesampainya di Korea.” Titah Eunwoo seraya beranjak dari tempat tidur adiknya.

“Oh iya Hyeri…” Eunwoo tiba-tiba menyeletuk ketika sudah berdiri tepat di tengah pintu kamar Hyeri.

“Ne oppa ?”

“Kenapa kau begitu nekat untuk kembali ke Korea ? Kau tidak sedang ingin… ah sudahlah abaikan saja.” Eunwoo kemudian pergi meninggalkan ruang kamar Hyeri .

“Dugaanmu tepat oppa.” Lirih Hyeri seraya kemudian menutup kopernya dan beranjak dari atas tempat tidurnya.



“Ya! Oh Sehun apa yang tadi kau bisikan pada si Kwon Jihyun itu ?” tanya Kai penasaran seraya kini duduk di samping Sehun.

Sehun tak mengindahkan perkataan Kai dan justru tetap asyik melihat-lihat hasil potretannya di dalam kamera miliknya.

“Sehun!” pekik Kai .

Sehun menoleh dan menatap Kai tajam “Ya! Kau ini kenapa sih ?!” pekiknya garang membuat Kai sedikit memundurkan badannya sambil mengangkat tangannya.

“Tenang (harimau – batin Kai) aku hanya ingin tahu saja.” Ucap Kai kalem .

“Kurasa kau tidak perlu tahu.” Ucap Sehun ketus membuat Kai dongkol setengah mati .

“Ya lebih baik kau kemari dari pada di situ terus!” seru Suho pada Kai.

Kai memutar bola matanya dan kemudian beranjak dari sisi Sehun menuju tempat Suho dan Kris.

Sehun tak memperdulikan Kai dan terus melihat-lihat hasil potretannya sampai akhirnya kedua bola matanya terhenti pada sebuah potret diri seseorang yang ia abadikan saat orang itu tengah berdiri membelakanginya di atas atap gedung sekolah.

Sehun terkekeh , entah mengapa ia merasa perutnya sedikit tergelitik ketika ia teringat bahwa pada saat ia mengambil foto gadis ini ternyata sang gadis sedang mencoba untuk melakukan aksi bunuh diri.

Ketika ia sedang tertawa seperti itu , Oh Sehun tak menyadari bahwa tiga pasang mata sedari tadi tengah menatapnya heran.

“Hey! Tak biasanya ia tertawa seperti itu , apa ia sudah gila ?” celetuk Kai dan berhasil membuatnya mendapat sebuah jitakan kecil dari Kris.

“Bodoh! Dia masih normal.” Ucapnya garang .

Kai mendelik “Baiklah dia normal tapi kau abnormal.” Celetuknya asal pada Kris .

“Sepertinya dia sedang panas…” cetus Suho membuat dua orang lainnya menatapnya aneh .

“Panas ? Maksudmu dia sedang demam ?” tanya Kris dengan wajah innocent.

Suho menaikkan sebelah alisnya dan kemudian menggeleng pelan “Sudahlah Kris kurasa kau sedang mabuk.” Kata Suho seraya kemudian meninggalkan Kris dan Kai.

“Hey! Aku tak sedang mabuk!” seru Kris.



Jihyun menundukkan kepalanya , well sedikit merasa risih karena setiap ia melirik ke pada siswa lainnya mereka justru terlihat tengah berbisik-bisik . Jihyun mendengus pelan dan memasang tampang tak mengenakan , gadis itu merasa sedikit jengah dengan keadaan yang seperti ini .

“Jihyun~a gwenchana ?” tanya Sunhee

Jihyun mendongak dan mengangguk pelan “Gwenchana…hanya saja aku agak sedikit risih dengan mereka …” ucap Jihyun sambil melirik pada beberapa siswa yang terlihat tengah menatapnya sambil berbisik-bisik.

Sunhee menghela nafas “JIhyun~ah mereka sudah—“

“Kwon Jihyun!” tiba-tiba seorang gadis bertubuh tinggi langsing berdiri di depan meja JIhyun setelah ia menggeser sedikit tubuh Sunhee .

“Kau calon istrinya Oh Sehun kan ? Benarkan ?!”

Pertanyaan itu membuat Jihyun terbelalak . Astaga , kenapa mereka semua bisa tahu .

“Ah…kenapa kau bertanya seperti itu Eunhee ?” tanya Jihyun gugup .

“Sudah jangan berpura-pura. Katakan saja bahwa itu benar. Banyak siswa yang sudah mendengar pernyataanmu di atap sekolah tadi.”

“Benarkan ?!”

Jihyun mendengus kesal seraya kemudian berdiri dari tempat duduknya “Well kurasa kau tidak perlu tahu. Itu bukan urusanmu.” Titah Jihyun pada akhirnya sebelum ia kemudian melenggang meninggalkan kelasnya.

“Jihyun chamkaman!” teriak Sunhee seraya kemudian berlari mengejar Jihyun begitu juga dengan Hyejin yang langsung berlari mengikuti kedua temannya.



Tok…tok…

Suara ketukan pelan terdengar menggema di dalam dan di luar kamar JIhyun. Jihyun yang sedang tertidur sedikit bergerak meringsek ke samping karena merasa terganggu.

“Jihyun~ah bangun dan cepat keluarlah…” seru Nyonya Kwon dan sesaat kemudian terdengar suara langkah kaki menjauh dari depan pintu kamarnya.

Jihyun bangun dan segera memposisikan tubuhnya menjadi duduk –di atas tempat tidur . Ia menggosok kedua matanya pelan seraya kemudian menepuk mulutnya ketika ia menguap karena masih merasa sedikit mengantuk.Jihyun bangkit dari tempat tidurnya dan merapikan rambutnya.

Jihyun membuka pintu kamarnya dan mulai melangkah keluar , namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan ia seperti merasakan bahwa tubuhnya membeku seketika.

Jihyun menahan nafasnya dan diam-diam mencubit perutnya . “Awww…” rintih Jihyun dalam hati.

Ini sakit , berarti ini bukan mimpi.

“Aigo Jihyun~ah kenapa masih memakai pakaian seperti itu ? cepat mandi dan ganti baju.” Seru Nyonya Kwon pada Jihyun .

Dan Jihyun gadis itu buru-buru berbalik dan berlari memasuki kamarnya.

Cklek…

Pintu kamar tertutup dengan pelan dan kini JIhyun bersandar pada pintu kamarnya sambil memegang kedua pipinya. Matanya membulat tak percaya “Hah ? Kenapa ia dan keluarganya bisa ada disini sekarang ? Aigo…” rutuk Jihyun sambil memukul pelan kepalanya .

“Dan lagi kenapa oemma dan appa tidak memberitahuku bahwa mereka akan kesini ? Sial!” seru Jihyun dalam hati seraya kemudian bergegas masuk menuju kamar mandi.



Laki-laki itu menatap keluar apartemennya dengan tanpa ekspresi . Sedikit merasa jenuh juga terus-terusan berada di sebuah apartemen ini .

“Kau terlihat tak baik…” cetus Chanyeol pada Kyungsoo .

Kyungsoo menoleh ke belakang dan tersenyum samar “Tentu saja tidak , kau pikir orang mana yang akan merasa baik jika terus-terusan ada di dalam apartemen…” cetus Kyungsoo kesal .

Chanyeol terkekeh seraya kemudian duduk di sofa “Bukankah itu maumu sendiri ?” cetusnya

Kyungsoo terdiam , uh-oh ia pikir perkataan Chanyeol memang benar.

“Lagipula bukankah kau juga terkadang tak selalu dirumah , kenapa malah kesal sendiri.”

Kyungsoo mengangkat pundaknya “Entahlah…” jawabnya

Chanyeol menggeleng pelan seraya kemudian berdiri menuju dapur yang letaknya hanya beberapa langkah dari sofa yang ia duduki “Oh iya apakah kau sudah menemukan siapa ayah kandungmu ?” tanya Chanyeol sambil membuka pintu kulkas .

Wajah Kyungsoo berubah muram , ia kemudian melihat lagi keluar jendela . “Aku bahkan belum menemukan banyak cerita masa lalu ibuku.” Ucapnya terdengar putus asa.

Chanyeol menutup pintu kulkas dan berjalan menghampiri Kyungsoo sambil membawa dua kaleng minuman bersoda, ia melemparkan salah satu kaleng itu pada Kyungsoo dan di tangkap dengan sempurna oleh Kyungsoo . “Thanks…”

“Well semuanya butuh proses Kyungsoo~ah . Untuk mendapatkan banyak informasi tentang masa lalu ibumu dan siapa ayahmu yang sebenarnya kau harus bergerak secara pelan , karena tidak semua hal itu bisa di lakukan semudah membalikan telapak tangan.” Ucap Chanyeol bijak .

Kyungsoo menyeringai “Berhenti bersikap sok bijak.” Desisnya menyindir seraya membuka kaleng dan mulai meneguk minuman yang terdapat di kaleng itu.

“Ehm tapi selain tentang itu sebenarnya masih ada satu hal lagi yang membuatku merasa jengah.” Celetuk Kyungsoo tanpa menatap Chanyeol.

“Apa itu ?” tanya Chanyeol penasaran.

Kyungsoo menoleh dan terkekeh pelan “Kurasa kau tidak perlu mengetahuinya Chanyeol~ah.” Tukas Kyungsoo seraya beranjak dari tempatnya dan berjalan meninggalkan Chanyeol yang masih menatapnya dengan sejuta rasa penasaran.



Jihyun menatap lurus keluar jendela mobil. Dan tak ada sedikitpun niatan untuk bergerak menorehkan kepalanya ke samping. Lehernya seolah sudah kaku dan tak dapat di gerakan lagi , sehingga ia merasa tak perlu untuk menoleh-noleh kesamping.

Kwon Jihyun kini tengah berada satu mobil dengan yang namanya Oh Sehun, tebalkan setiap huruf pada nama itu OH SEHUN!

Tadi Sehun dan kedua orangtuanya bertandang ke rumah Jihyun dan tujuannya tak lain adalah untuk menjemput Jihyun untuk menuju kediaman designer pribadi keluarga Oh . Dan jangan tanyakan apa tujuan mereka ke kediaman designer pribadi keluarga Oh , karena tujuan mereka tak lain dan tak bukan adalah untuk melakukan fitting baju pengantin .

Jihyun mendesis pelan seraya diam-diam melirik Sehun yang justru terlihat santai.

“Apa-apaan ?! Kenapa aku harus duduk satu mobil dengan lelaki menyebalkan dan dingin ini!” gerutu Jihyun dalam hati seraya meremas mini dressnya.

“Kau terlihat tegang.”

Leher JIhyun yang tadinya terasa kaku tiba-tiba bergerak dengan mudah untuk sekedar menolehkan kepalanya pada Sehun setelah kalimat yang menurutnya sindiran itu terlontar dari bibir Sehun.

“Hah ?!”

Sehun menyeringai seraya kemudian merapikan jaketnya . “Kau terlihat tegang KWON JIHYUN.” Ulang Sehun kali ini turut menyertakan nama Jihyun dalam ucapannya dan dengan penuh penekanan juga.

Jihyun mendecak seraya kemudian membuang muka “Aku tidak.” Ucapnya pelan .

“Oh…” sebuah gumaman kecil keluar dari mulut Sehun dan setelahnya tak ada lagi kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut mereka berdua.



Jihyun menatap bayangan dirinya di dalam cermin. Terlihat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih dengan model yang cukup simpel namun tetap menampilkan kesan mewah dan berkelas ini . Tapi ia juga merasa sedikit kesal karena meskipun ia merasa sudah cukup terlihat cantik dengan beberapa gaun yang sebelumnya ia coba , Sehun terus saja memintanya untuk masuk kembali ke ruang ganti dan menyuruhnya memakai gaun pengantin yang lain , yang menurut Sehun lebih terlihat pas di tubuh mungil JIhyun.

“Well ini sudah ke lima belas kalinya dan ku harap kau jadi yang terakhir gaun cantik.” Cetus Jihyun pada gaun pengantinnya. Uh-oh katakan bahwa Jihyun mulai stress karena mulai berbicara dengan benda mati –gaun pengantin. Jihyun menghela nafas dan berbalik , seraya kemudian membuka pelan-pelan gorden ruang gantinya.

Sreet…

Sehun yang tengah membaca sebuah majalah wedding fashion mengangkat kepalanya untuk sekedar menengok ke arah ruang ganti , melihat apakah gaun yang di kenakan oleh Jihyun pas atau tidak. Ia tertegun , Jihyun terlihat benar-benar cantik seperti putri kerjaan saat mengenakan gaun itu.

Sebuah gaun pengantin berwarna putih dengan lengan terbuka dan dengan bagian bawah depan yang panjangnya delapan senti di atas lutut dan dengan ekor yang panjangnya hampir satu setengah meter . Gaun itu bisa di katakan simpel namun pada saat di kenakan Jihyun gaun itu nampak terkesan elegan , mewah dan berkelas tentunya . Terlebih dengan sentuhan berlian-berlian kecil yang di bentuk sedemikian rupa di bagian dada gaun tersebut.

“Ya! Otteyo ?!” tanya Jihyun memekik seraya menatap tajam bercampur kesal pada Sehun .

“Kurasa kau harus memakai gaun ini untuk pernikahan kita.” Celetuk Sehun.

Jihyun bisa bernafas lega kini dan bahkan iapun turut menyunggingkan sebuah senyum senang “Ah , baguslah kalau begitu. Bisa aku ganti baju sekarang ?” tanya Jihyun .

Sehun bangkit dan menatap Jihyun sinis “Tak ada yang melarang mu untuk ganti baju sekarang nona.” Ujarnya acuh seraya kemudian meletakan majalah yang tadi di bacanya di atas meja dan berjalan meninggalkan JIhyun.

Jihyun mendecak seraya mengepal tangannya dan kemudian memposisikan tangannya seperti seolah-olah ingin memukul muka Sehun sekarang juga.

“Dasar menyebalkan!” pekiknya garang



“Annyeong … hai Suho apa aku bisa meminta tolong padamu ?”

“Ah Hyeri ? Kau mau meminta tolong apa ?”

“Errr bisakah kau menjemputku di bandara nanti ?” tanya Hyeri penuh harap .

“Menjemputmu di bandara , sepertinya bis… ah tunggu! Apa kau kembali ke Korea ?” tanya Suho dengan mata membelalak.

Terdengar suara kekehan yang di keluarkan oleh Hyeri “Ne aku kembali ke Korea . Aku harap kau bisa menjemputku Suho~ah…”

“Ah tentu saja , aku akan menjemputmu Hyeri~ah. Kapan pesawatmu sampai ke Korea ?” tanya Suho lagi.

“Sekitar jam 4 Sore nanti , jangan lupa jemput aku ya.”

“Ne , aku tidak akan lupa.”

“Gomawo Suho~ah , kalau begitu sudah dulu ya. Annyeong~”



“Ya Sehun! Tunggu aku!” teriak Jihyun seraya sedikit berlari dengan sedikit terseok-seok karena memakai high heels 10 senti dan harus mengejar seorang Oh Sehun yang bahkan sebenarnya tidak sedang berlari.

Sehun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang , menoleh pada gadis yang berlari dengan jarak enam meter setengah di belakangnya. “Kau terlalu lambat.” Ucapnya dingin membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal.

Sehun melipat kedua tangannya di depan dan kali ini memutuskan untuk berhenti melangkah dan bersedia untuk menunggu Jihyun sampai di sampingnya.

Tiba-tiba ia merasakan ponselnya bergetar dan juga mendengar ponselnya berbunyi , ia merogoh ponselnya dari saku celananya dan melihat nama Kris tertera di layar ponselnya.

Ia menekan sebuah icon gagang telpon yang berwarna hijauh di layar touchscreen ponselnya dan kemudian memposisikan ponselnya tepat di samping telinganya.

“Ada apa Kris…”

“Besok kami punya kejutan untukmu…” celetuk Kris membuat Sehun mengangkat sebelah alisnya.

“Kejutan ? Apa ?” tanyanya dingin dan tak terdengar seperti orang penasaran.

“Kau tidak perlu tahu sekarang , kau hanya perlu tahu besok di sekolah. Bye…”

Sambungan telpon terputus dan Sehun menatap  layar ponselnya dengan raut wajah datar yang nampak sangat apatis.

“Kejutan ? Tidak penting.” ucapnya datar seraya memasukan ponselnya di dalam saku celananya dan bersamaan dengan itu Jihyun kini sudah berada di sampingnya.

Sehun menoleh ke samping dan menatap Jihyun sinis “Kau lamban.” Sindirnya seraya kemudian kembali melangkah dan tanpa sadar kembali meninggalkan Jihyun.

“Ya! Oh Sehun tunggu aku es batu!” seru Jihyun seraya kemudian mempergegas langkahnya .

– To Be Continued –

 

Note :

Hai , akhirnya aku berhasil nyelesaikan part 3nya , well maaf kalau ada typo atau sesuatu yang kurang pada ff ini. Segitu aja , gomawo ehehehe xD . Keep your comment in ‘Young Bride” thank ya!”

 

 

 <<< Previous | Next >>>

Advertisements

13 responses to “[Part 3] Young Bride

  1. Hahahaa es batu! Hyeri kenapa pulaaang????!!!! balik ke kandang!!! Hyeri plis jangan ganggu Jihyun – Sehun!!! Eonnie, part 4 jangan lama lama yaaaaa 🙂 🙂

  2. Pingback: [Part 4] Young Bride « Dazzling Autumn·

  3. Wah apa dengan kembalinya hyeri akan membuat hubungan sehun dan jihyun makin jauh yah?kayanya bentar lg mereka nikah deh jadi ga sabar pengen tau gimana nanti hubungan mereka setelah mereka resmi menikah yah?

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s