[Part 2] Young Bride

Tittle : Young Bride

Author : Devi Hardiyanti

Cast : Kwon Jihyun , Oh Sehun , Do Kyungsoo

Cameo : Oh Hyuna , Kang Hyeri , etc –Still Hidden-

Genre : – IDK

Rating : PG+15

Length : On Writting

Disclaimer : Plot my own ! Cast belong’s my Imagination & God ! Do not re-post !

BSM : BOM – 괜찮다 [Listen Here]

Young Bride

-Devi Hardiyanti © 2012

.

.

Jihyun membolak-balik lembar demi lembar buku majalahnya. Well jangan pikir ia sedang membaca majalah saat ini , ia hanya membolak-balik lembar majalah itu tanpa membacanya. Hanya melihat gambar-gambar di dalamnya dan ia pun tak memperhatikannya secara jelas Karena sesungguhnya ia sendiri tak terlalu berminat untuk melihat gambar-gambar itu.

Jihyun mendongakkan kepalanya dan menggembungkan pipinya , ia menarik nafas dalam-dalam dan membuang nafas itu kuat-kuat seraya melempar majalahnya di lantai dan kemudian membalik tubuhnya dalam suatu gerak cepat hingga kini ia sudah dalam posisi terlentang di atas tempat tidur.

Kedua manik matanya menatap langit-langit kamarnya , kedua tangannya di angkat dan ia mulai memainkan jari-jari tangannya .

“Menikah ? Oh Sehun.” Gumamnya seraya kemudian tersadar dan segera bangkit , memposisikan tubuhnya menjadi duduk di atas tempat tidur.

“Jadi dia berbicara seperti itu tadi saat di atap sekolah karena ia sudah tahu semuanya ?!” Matanya melotot seraya mengucapkan kalimat itu dengan sedikit syok. “Ah andwaeyo! Ia pasti tadi mengira bahwa aku depresi karena akan menikah muda! Ah buruk sekali!” Jihyun mengacak-ngacak rambutnya frustasi . “Ok aku bukan depresi tapi hanya sekedar frustasi  , ah tapi apa bedanya depresi dan frustasi ? bukankah itu sama saja ?!” Ia menggeleng-geleng pelan , seraya kemudian kembali berbaring di atas kasur namun kali ini dengan posisi tengkurap dan membenamkan wajahnya pada sebuah boneka lumba-lumba besar. “Aniioooo!!!” serunya terdengar pelan , karena suara kerasnya teredam oleh boneka itu.



  “Shoot!”

Sehun menarik pelatuk senapannya dan iapun sukses menancapkan sebuah peluru tepat pada titik merah yang terletak pada sebuah bidang yang berada sekitar 8 meter darinya.

“Wow! Itu sangat mengagumkan!” celetuk sahabatnya dengan tatapan kekaguman , seraya menurunkan senapannya dan berjalan menghampiri Sehun.

Sehun menurunkan senapannya dan menyeringai pada sahabatnya yang kini sudah berada di hadapannya itu. “Thanks Kris , kau juga terlihat mengagumkan saat menembakkan peluru dari senapannya.” Ucapnya tulus , namun di anggap sebagai sebuah ledekan .

Kris membuang muka “Cih , jangan menghiburku.” Ucapnya sakarstik .

Sehun terkekeh “Sorry Kris , tapi aku berkata jujur.” Katanya santai dan lantas berjalan meninggalkan Kris untuk duduk di bawah sebuah payung besar yang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

“Hey! Dimana Kai ?” tanya Kris seraya berjalan mengikuti Sehun dari belakang dan kemudian duduk di salah satu kursi yang terdapat di dekat kursi Sehun.

Sehun mengangkat bahunya acuh sambil meneguk jus jeruknya.

Kris menggaruk kepalanya yang tak gatal , mencoba menebak di mana Kai sekarang hingga sampai jam segini belum datang. “Kemana ya dia ?” gumamnya penuh rasa selidik.

Sehun menyeringai dingin seraya kemudian berdiri “Jangan pedulikan ia . Dia pasti akan datang beberapa puluh menit sebelum permainan kita selesai.” Ucapnya sambil mengangkat senapannya dan kemudian kembali mengarahkan senapan itu pada titik merah yang berbeda.

Kris mengangguk “Ah ne arraso!” sahut Kris seraya kemudian berdiri dan menyusul Sehun.



“Jihyun~a!” Suara panggilan Nyonya Kwon pada putri semata wayangnya itu terdengar begitu menggema di rumahnya ini.

Terdengar suara kusen pintu yang bergeser dan nampaklah tubuh Jihyun yang menyembul keluar dari balik pintu. Jihyun berlari kecil menghampiri ibunya “Ne oemma , waeyo ?” tanyanya saat ia kini sudah berdiri di hadapan ibunya.

“Tolong kau pergi ke mini market dan beli semua yang ada di list belanja ini.” Perintah Nyonya Kwon seraya berdiri dan memberikan sebuah kertas dan beberapa lembar uang bermata uang won pada Jihyun. Jihyun mengangguk seraya kemudian berbalik menuju kamarnya.

“Ya! Kenapa kau malah kembali ke kamarmu ?!” pekik Nyonya Kwon.

Jihyun berhenti dan berbalik ke belakang “Aku mau mengambil mantel dan syal dulu oemma.” Jihyun kemudian kembali berbalik dan memasuki kamarnya.



“Breaking News             :

Kepala Presiden Perusahaan OSK Corp. Oh Sehan menyatakan bahwa putra sulungnya Oh Sehun akan segera melangsungkan pernikahan dalam bulan-bulan ini dengan seorang gadis pilihan dari keluarga Oh sesuai tradisi seperti keturunan penerus Oh yang terdahulu .  Terdengar kabar bahwa gadis yang di pilih oleh keluarga Oh ini hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa . Akan tetapi identitas gadis tersebut masih di rahasiakan dan belum ada yang tahu siapakah gadis biasa yang telah menjadi pilihan keluarga Oh.

Jihyun berdiri terpaku di depan sebuah etalase yang di dalamnya terdapat puluhan televisi yang tersusun rapi dan menayangkan sebuah tayangan yang sama .

Jihyun mendekap erat sebuah shop bag berwarna coklat yang kini berada tepat di depan dadanya . Rasa berdebar itu tiba-tiba muncul , bagaimana jika media tahu identitas gadis biasa yang menjadi pilihan keluarga Oh ? Apa yang akan terjadi pada dirinya ? Ia yakin bahwa kehidupannya pasti akan berubah jungkir balik dari yang semula , ia pasti akan menjadi sorotan awak media.

“Andwaeeee!!!” teriaknya keras sambil menggeleng dan tanpa sadar teriakkannya itu membuatnya mendapatkan perhatian dari beberapa orang yang tengah berdiri di depan etalase televisi itu juga. Orang-orang itu menatap Jihyun dengan berbagai macam pandangan , mulai dari bingung , aneh , tak suka , merasa terganggu dan macam-macam.

Jihyun yang menyadari akan kebodohannya hanya tersenyum canggung sambil menumbungkuk-bungkuk sekilas dan berjalan menjauh.

“Kenapa aku begitu bodoh ?! Bagaimana jika curiga atau menjudgeku yang tidak-tidak ? ah andwae!” Sekali lagi Jihyun berteriak frustasi sambil menggeleng cepat-cepat , mencoba menepis semua pemikiran buruknya itu dan kemudian kembali mengambil langkah cepat untuk kembali ke rumah.

Ia berjalan terlalu cepat dan tak menyadari bahwa di depannya ada seseorang yang tengah berjalan juga , dan parahnya orang itu juga tak menyadari keberadaan JIhyun yang melangkah dengan begitu cepat . Oh baiklah pria itu terlalu asyik dengan ponselnya sedangkan Jihyun terlalu asyik menepis semua pemikiran yang tidak-tidak. Dan keduanya baru tersadar ketika keduanya sudah saling bertubrukan.

Buk…

Tidak ada yang jatuh , hanya saja satu sama lain dari keduanya saling terdorong mundur satu langkah kebelakang.

“Maaf … maafkan aku . Aku tak sengaja.” Sesal Jihyun seraya menunduk berkali-kali tanpa berusaha melihat orang yang tak sengaja ia tabrak tadi. Ia takut akan mendapatkan sebuah tatapan tajam dari orang itu atau bahkan lebih parahnya mendapat sebuah makian.

“Maaf aku tak…”

“Sudahlah tak perlu kau pikirkan , aku tahu kau tak sengaja menabrakku . Dan lagi ini bukan 100% murni kesalahanmu.”

Suara itu membuat Jihyun terkejut seraya mendongak dan kemudian menatap si pemilik suara itu yang bahkan sudah lebih dulu menatap dirinya dengan kedua manik mata yang memancarkan sinar kelembutan di dalamnya.

“Do Kyungsoo…” gumam Jihyun

Kyungsoo mengangguk dan tersenyum “Harusnya kau berani untuk menatapku sejak tadi.” Candanya sambil mengacak pelan rambut JIhyun . Membuat gadis itu menundukkan kepalanya malu.

“Maaf…” Kata itu terlontar lagi dari bibir mungil Jihyun , namun Kyungsoo tak menggubris dan malah mengalihkan pembicaraan , well sepertinya lelaki itu tak mau mendengar Jihyun terus-terusan meminta maaf padanya.

“Kau dari mana ? Apakah dari pergi belanja ?” tanya Kyungsoo seraya sedikit memanjangkan lehernya untuk sekedar mengintip barang-barang yang berada di dalam shop bag berwarna coklat yang di dekap erat oleh Jihyun.

Jihyun menganggukkan kepalanya dan melirik ke shop bag yang ia dekap “Ne , kau sendiri ? Well ku pikir kau sedang sibuk dengan itu.” Jihyun menunjuk ke pada ponsel Kyungsoo dengan dagunya.

Kyungsoo melirik ponselnya sekilas dan kemudian buru-buru memasukan ponselnya ke dalam ceruk saku celananya . “Tadinya sih begitu , tapi sekarang sudah tidak lagi.” ucapnya sedikit canggung , membuat JIhyun diam-diam menahan sebuah tawa kecil .

“Hey, jika kau mau tertawa , tertawa saja.” Celetuk Kyungsoo ketika menyadari perubahan wajah Jihyun .

Jihyun tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan “Tidak , aku sedang tidak ingin tertawa. Ehm sepertinya aku harus segera pulang Kyungsoo~ah , annyeong.” Jihyun membungkuk dan bergegas melanjutkan langkahnya sebelum Kyungsoo meraih pergelangan tangannya.

“Ne ? Waeyo ?” Jihyun menatap wajah manis Kyungsoo dengan kening berkerut dan tatapan yang menyimpan berjuta pernyataan yang ingin ia lontarkan.

Kyungsoo mengangkat tangan kirinya dan menunjukkan jam tangannya pada Jihyun.

Kening Jihyun semakin berkerut , gadis itu semakin tak mengerti dengan maksud Kyungsoo. Seraya kemudian melirik Kyungsoo sekilas meminta sebuah penjelasan.

Kyungsoo tertawa dan buru-buru menjelaskan “Ini sudah hampir pukul Sembilan bukan ? tak baik seorang wanita jalan sendiri malam-malam begini jadi bolehkah ?” tanya Kyungsoo malu-malu.

Jihyun terkekeh “Of Course , asal itu tak merepotkanmu.” Cetusnya dengan senyuman lebar.

Kyungsoo ikut terkekeh dan kemudian  berjalan bersama dengan Jihyun untuk mengantar gadis itu pulang.

 



Klik…

Televisi itu mati di karenakan seseorang yang tengah duduk sejauh setengah meter dari hadapannya –televisi- telah menekan tombol off pada remote control , merasa muak dengan berita yang di tayangkan di televisi tersebut.

“Semua yang ada di televisi adalah tentang dirinya ! Kenapa harus dia ?! Kenapa ?!” gadis itu memekik geram sambil berjalan mondar-mandir di depan ranjang berkuran King Size yang terdapat di apartemen miliknya itu .

Gadis itu kemudian duduk dengan lemas di atas sofa dan menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa sambil memijat pelan keningnya yang terasa pusing.

Sedikit merasa sedikit sesak ketika mendengar semua berita yang ada di televisi . Apakah pembalasan lelaki itu terhadapnya harus sampai seperti ini ? Harus sampai mengiris-iris ulu hatinya ? Membuatnya merasa begitu terluka . Ia tahu ia salah karena telah mengkhianati perasaan lelaki yang dengan tulus menyayanginya. Tapi haruskah seperti ini cara lelaki itu untuk membalasnya ?

Tiba-tiba sebuah rasa penyesalan sedikit menghinggapi perasaan gadis itu . Gadis itu memegang dadanya , rasa berdebar itu kembali muncul. Dan tiba-tiba saja ia merasa takut jika lelaki itu tidak akan pernah bisa bersama dengan dirinya lagi.

“Apakah ini terlambat ? Ku harap tidak.”



Jihyun berjalan dengan terpogoh-pogoh meninggalkan kelasnya, seraya berjalan dengan langkah yang sedikit lebar di koridor sekolahnya agar bisa sampai di kantin untuk menyusul kedua sahabatnya yang sudah ke tempat itu duluan dengan cepat.

Bukk…

Lagi-lagi Jihyun menabrak seseorang karena langkahnya yang bisa di katakan tak santai itu.

Jihyun memegang keningnya yang terasa sakit karena membentur tubuh orang yang berjalan di depannya.

“Ah mi—-“

“Harusnya kau bisa lebih hati-hati lagi.” celetuk lelaki itu dan spontan membuat Jihyun terkejut . Jihyun mendengus malu seraya kemudian membungkuk . “Ah kenapa aku selalu menabrakmu , aku minta maaf.” Sesal Jihyun

Kyungsoo tertawa dan lagi-lagi ia mengacak pelan rambut Jihyun membuat gadis itu sedikit menundukkan kepalanya malu.

“Gwenchana , kau jangan minta maaf terus.” Papar Kyungsoo seraya menarik tangannya dan tersenyum pada Jihyun. Kyungsoo memiringkan kepalanya sedikit untuk bisa menelik wajah Jihyun yang tak terlihat karena kepalanya menunduk.

“Lain kali kau harus lebih memperhatikan sekitar dan lebih santai dalam berjalan. Arra ?” Ujar Kyungsoo mengingatkan Jihyun sambil menjentikan jarinya.

Jihyun mengangguk “Ne arraso , sekali lag—-“

“Ah aku tidak mau dengar kata maafmu , kau sudah terlalu sering berkata maaf.” Ucap Kyungsoo bercanda sambil terkekeh kecil .

Jihyun ikut tertawa , namun tawa yang ia keluarkan terdengar sangat canggung.

“Ehm …” Kyungsoo berdehem . Jihyun mendongak dan menatap Kyungsoo malu-malu namun tersirat banyak tanda tanya di dalam manik mata kecoklatan miliknya.

“Mau ke kantin sama-sama ?” tanya Kyungsoo menawari.

Lagi dan lagi Jihyun mengangguk , ia tak tahu apa yang mendasari dirinya untuk menerima tawaran Kyungsoo namun ia yakin bahwa semua itu ia terima sebagai wujud permintaan maafnya . Ia pikir dengan tak menolak tawaran lelaki itu tiap kali bertabrakan dengannya , Kyungsoo akan memaafkannya. Well terdengar picik bukan ? Tapi sebenarnya tak begitu …

Mereka –Kyungsoo dan Jihyun- kemudian berjalan menuju kantin bersama-sama.



“Ya! Jangan bermain dengan kameramu terus!” pekik Kai seraya memukul bahu Sehun dengan agak keras membuat Sehun meringis dan sedetik kemudian menatap Kai dengan tatapan horror.

Kai mengangkat kedua tangannya bak seorang tawanan yang tak dapat melakukan apa-apa ketika di ancam seorang teroris. “Kau menggangguku.” Ucapnya dingin seraya kemudian kembali memutar-mutar lensa kameranya dan bersiap untuk mengambil gambar halaman sekolah dari lantai dua sekolahnya .

“Sorry , habisnya kau terlalu asyik dengan kameramu dan tak memperdulikan kami serta itu.” Kai mengangkat dagunya sedikit dan menunjuk dua pasang siswa yang tengah berjalan melewati mereka.

Sehun menurunkan kameranya dan menoleh kea rah di mana Kai menunjukkan dua sosok itu dengan dagunya. Matanya menyipit seketika saat ia menangkap keduanya tengah mengobrol santai dan nampak begitu dekat satu sama lain. Oh Sehun berharap mereka berdua bukanlah sepasang kekasih.

“Dia itukan ca—-“

“Diam !” potong Sehun tegas seraya menatap tajam Kai.

“Oh Kai kurasa kau harus memikirkan dulu sebelum hendak mengatakan sesuatu.” Kris menepuk-nepuk bahu Kai dengan lagak menyindir membuat Kai menyikut lengan sahabatnya itu.

“Okay , Sorry kurasa aku hampir keceplosan .” lagi-lagi Kai mengangkat kedua tangannya .

Sehun mendecak , kedua manik matanya diam-diam melirik lagi punggung dua orang itu –yang tadi di lihatnya- dari jauh . Sehun melepaskan kameranya dan membiarkan kameranya tergantung bebas di lehernya seraya kemudian berjalan meninggalkan  Kai, Kris , dan Suho .



Suasana kantin di waktu istirahat ini sudah terlihat agak sedikit lenggang , karena beberapa siswa ada yang memilih untuk memakan-makan siangnya di luar teritorial Kantin dan ada juga yang ke kantin untuk sekedar membeli makanan ringan kemudian memilih kembali ke kelas untuk memakan yang baru ia beli di dalam kelas.

Dua orang gadis duduk di pojok ruangan tengah menikmati sandwich mereka masing-masing sambil sesekali menyedot susu kotakan (?) dengan masing-masing rasa yang berbeda dan juga sambil sesesekali mengobrol.

“Jihyun mana sih ? katanya jika sudah selesai menyalin tugas mau langsung menyusul tapi kok sam…”

“It…itu Ji…Jihyun.” Celetuk Sunhee seraya mengarahkan telunjuknya ke arah koridor yang menuju kantin.

Hyejin menoleh dan kedua bola matanya mendapati Jihyun tengah berjalan dengan salah satu idola sekolah ini , Do Kyungsoo.

“Omon…hak…”  Hyejin tersedak  Sunhee segera menepuk-nepuk punggung Hyejin.

“Ya! Kau harusnya telan dulu makananmu baru kaget!” tegurnya sambil terus menepuk-nepuk punggung Hyejin.

Hyejin memutar kedua bola matanya dan menatap Sunhee garang “Tidak ada persepsi yang seperti itu.” Tandasnya seraya kembali memasukan potongan sandwichnya ke dalam mulutnya.

“Hey, mereka terlihat begitu dekat dan serasi ya.” Celetuk Hyejin pada Sunhee .

Sunhee mengangguk “Ne mereka terlihat seperti itu . Apa mereka memiliki hubungan special ?” cetus Sunhee sambil kembali mengunyah sandwichnya.

Hyejin mengangguk “Mungkin tapi kurasa tidak , kau tahu Jihyun kan.” Hyejin memutar kedua bola matanya seraya mengambil kotak susunya dan menyedot susu dari dalam kotak tersebut.

“Hey apa yang kalian sedang bicarakan …”Jihyun tiba-tiba datang dan meletakkan nampan berisi sekotak susu dan sepiring nasi goreng di atas meja tepat di depan Hyejin dan Sunhee .

Sunhee dan Hyejin terkejut seraya menggeleng “Tidak kami tidak berbicara apa-apa.” Sangkal Sunhee .

Jihyun menyipitkan matanya dan menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan curiga yang mengandung unsur (?) bercanda . “Ah … aku tahu kalian sedang berbohong…” ucapnya dengan nada sakarstik yang di iringi kekehan kecil.

Keduanya menggeleng “Kami bilang tidak!” seru keduanya bersamaan.

“Annyeong~” tiba-tiba sosok Kyungsoo datang menghampiri mereka dan duduk di samping JIhyun sambil menyunggingkan senyumnya.

Hyejin dan Sunhee terkejut dan kemudian saling melihat satu sama lain sebelum akhirnya kembali menatap Kyungsoo.

“Aigo perutku tiba-tiba terasa sakit.” Keluh Hyejin setelah lama terdiam “Kurasa aku harus kebelakang dulu.” Hyejin bangkit dari tempat duduknya dan buru-buru berlari meninggalkan kantin.

Kening Jihyun berkerut mendapati perilaku aneh Hyejin. Selama ini Hyejin tidak pernah mengeluh perutanya sakit, tapi kenapa tiba-tiba Hyejin mendadak sakit perut ?

Sunhee memakan potongan terakhir sandwichnya dan menyedot susu rasa vanilla miliknya . sebelum akhirnya berdiri dari tempatnya . “Jihyun~ah aku belum selesai menyalin tadi , bolehkah aku meminjam catatanmu ? AKu mau menyalinnya di kelas sekarang.”

“Ah tentu saja , seperti biasa ada di bagian yang kedua.” Celetuk Jihyun dan di jawab anggukan kecil oleh Sunhee sebelum meninggalkan keduanya –Jihyun dan Kyungsoo.

“Kenapa setelah aku datang kedua sahabatmu tiba-tiba mendadak pergi ?” tanya Kyungsoo  penasaran.

Jihyun mengangkat bahunya dan menggeleng pelan “Mollayo …” balasnya seraya kemudian mulai menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.

Kyungsoo mengangguk mengerti  seraya  kemudian ikut memakan makanannya.



Seusai menyantap makanan mereka Jihyun dan Kyungsoo bergegas kembali ke kelas mereka , well kebetulan kelas mereka bersebelahan jadi mereka bisa kembali ke kelas bersama.

“Kenyang…” ucap Jihyun sambil menepuk-nepuk perutnya pelan .

Kyungsoo tersenyum ketika melihat tingkah lucu Jihyun yang sedikit menggelitik itu. “Aku juga merasa kenyang.” Imbuhnya sambil menyunggingkan senyum manisnya.

Jihyun menoleh dan menunjukkan sebuah cengiran pada Kyungsoo .

“Kenapa banyak sekali yang berkerumun di depan mading ?” tanya Kyungsoo seraya melirik Jihyun . Jihyun menatap kerumunan itu sambil menaikkan kedua bahunya “Molla . Bagaimana kalau kita kesana.” Usul Jihyun.

“Untuk apa kesana ?” tanya Kyungsoo dengan sebelah alis terangkat.

Jihyun menoleh dan menyunggingkan seulas senyum “Tentu saja untuk mencari tahu apa yang sedang mereka hebohkan.” Jelasnya seraya berjalan mendahului Kyungsoo.

Kyungsoo terkekeh seraya menggeleng pelan kemudian berlari kecil menyusul Jihyun.

“Gadis itu , dasar.” Gumamnya.

Kyungsoo dan Jihyun kini berdiri di antara orang-orang yang tengah membaca berita itu , mereka berdua mencoba menerobos kerumunan itu untuk melihat sesuatu yang di beritakan di mading . Akan tetapi ternyata begitu sulit untuk menerobos kerumunan itu sampai keduanya terpaksa harus keluar dari kerumunan untuk menunggu sampai kerumunan itu bubar.

“Untung kita segera keluar kalau tidak bisa kehabisan nafas.” Celetuk Jihyun lega seraya mengelus-ngelus dadanya.

“Dan sepertinya mereka sudah mulai bubar.” Ucap Kyungsoo sambil menunjuk ke arah beberapa orang yang sudah mulai meninggalkan kerumunan. Jihyun mengangguk “Kajja , sudah agak sepi.” Ia kemudian berjalan dan kemudian berdiri di depan mading. Matanya dengan cepat membaca tiap deret kalimat yang tertulis di atas kertas yang di tempel di mading itu dan secara spontanitas matanya membulat ketika ia membaca sebuah kalimat yang tertulis disitu , sebuah kalimat yang bertuliskan sekaligus menjelaskan bahwa ‘Calon istri Oh Sehun Ternyata Bersekolah di sekolah yang sama dengan Oh Sehun.’ Kalimat itu benar-benar membuat mata Jihyun sakit , ingin rasanya ia menarik kertas itu hingga terlepas dari mading dan merobek-robeknya seraya kemudian melemparkannya ke sembarang tempat . Namun itu hanya bisa menjadi angan-angannya saja , karena jika ia melakukannya semua orang akan mencurigai dirinya.

“Aku jadi penasaran dengan gadis itu.” Celetuk Kyungsoo yang berhasil membuat Jihyun tersentak dan menoleh memandangnya.

“Kenapa ?” Kyungsoo menoleh dan menatap Jihyun yang sudah menatapnya duluan. JIhyun menggeleng dan tersenyum “Ah tidak , aku juga penasaran dengan gadis itu.” Ujar Jihyun mencoba terlihat sebiasa mungkin.

“Kurasa berita seperti ini tidak pantas di beritakan di mading sekolah , kasihan yang menjadi calon istri Oh Sehun itu , ia pasti merasa hidupnya akan segera menjadi sorotan.” Papar Jihyun lirih .

“Aku juga merasa begitu , tapi mau bagaimana lagi Sehun itukan salah satu siswa dan juga idola di sekolah ini jadi wajar saja jika berita itu juga di sebarkan di sekolah.” Balas Kyungsoo membuat Jihyun menunduk lesu.

“Iya tapi kan kasihan yang menjadi calon istrinya.” Kata JIhyun ngotot .

Kyungsoo sedikit kaget ketika mendapati seseorang ikut bergabung dengan ia dan JIhyun , orang itu kini berdiri di samping Jihyun sambil membaca tulisan-tulisan di kertas yang tertempel di mading itu. Dan sesaat setelah membacanya ia segera menarik kertas itu hingga terlepas dan merobeknya serta menggumpal-gumpal kertas yang sudah ia robek-robek tadi.

Jihyun kaget namun juga senang karena ternyata ada yang berani merobek-robek kertas itu , akan tetapi saat ia mendongak untuk melihat wajah orang yang mewujudkan angan-angannya beberapa saat yang lalu , ia malah makin terkejut dan kemudian segera membuang muka dan meraih pergelangan tangan Kyungsoo.

Kyungsoo menaikkan sebelah alisnya dan menundukkan kepalanya mencoba melihat Jihyun yang beberapa centi lebih pendek darinya. “Waeyo ?” tanyanya penasaran.

“Ayo kita kembali ke kelas , errr aku harus melihat catatan Sunhee…”

“Tapi buk—-“

“Ah ayo kita kembali ke kelas sekarang…!” Jihyun menarik pergelangan tangan Kyungsoo menuju kelas.

Lelaki yang merobek kertas itu menyeringai seraya kemudian berbalik dan menatap punggung Jihyun sesaat sebelum akhirnya ia berseru “KWON JI HYUN !

 

– To Be Continued –

 

Note :

Oh Sorry guys for bad part in this story . Aku tahu bahwa part duanya sangat buruk tapi aku harap kalian tetap menunjukkan apresiasi kalian terhadap cerita ini dengan memberi komentar 😀 .

Kalian bisa meninggalkan komentar apa saja yangdi kolom komentar , kritik  dan saran saya terima. Tapi kalau mau mengkritik tolong gunakan bahasa yang sopan ya , jujur saja saya tidak menyukai orang yang terlihat tak memiliki tata krama dalam berkata  😀 . Thanks

<<< Previous | Next >>>

Advertisements

10 responses to “[Part 2] Young Bride

  1. Pingback: [Part 1] Young Bride « Devi Hardiyanti·

  2. org kalangan atas maybe uda ga aneh klo msk berita tapi kasian jihyun yg ga biasa..
    btw penasaran kenapa jihyun selalu ketemu kyungsoo (hampir selalu tabrakan pula) ckckck
    eh, sapa tu yg robek? jgn2 sehun lg? hmm, dtunggu lagi next updatenya..fighting ^^

  3. Pingback: [Part 3] Young Bride « Devi Hardiyanti·

  4. Kok gak ada momen sehun – jihyun, kebanyakan kyungsoo sama jihyun ._. Langsung baca part 3 yaaa, oh ya menurutku part 2 ini gak jelek kok

  5. Keren eonnie!! tapi kenapa momen Jihyun – Kyungsoo semua di part ini? yang robek madingnya Sehun ya?? Kyaaaaa~~~ *baca part 3*

  6. Siapa yg merobek kertas pengumuman itu yah sehun kah?wah dengan keluarnya berita tentang penikahan sehun apakah itu artinya pernikahan akan segera dipercepat?

  7. Waaaaaaa, kra2 knpa ea sehun manggil jihyun?? Kyungsoo oppa nksir jihyun kn thor? Next part psti mkin rumit, ttap smangat nulisnya thor..

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s