[Prelude] Young Bride

Tittle      : Young Bride

Author  : Devi Hardiyanti

Cast       : Kwon Jihyun  , Oh Sehun

Cameo  : -Still Hidden/You can find each cameo in this plot-

Genre   : Still Romance & Comedy

Rating   : PG+15

Length  : On Writting

Disclaimer : Plot my own ! Cast belong’s my Imagination & God ! Do not re-post !

BSM       :  IVY – Like A Movie

         Young Bride

-Devi Hardiyanti © 2012

.

.

[Prelude]

Koridor itu nampak sedikit lenggang di waktu istirahat seperti ini , hanya nampak beberapa siswa yang berjalan menuju ke kelas mereka , toilet , taman , lapangan , kantin , dan ke segala tempat yang mungkin bisa mereka kunjungi di waktu istirahat seperti ini.

Tiga orang siswa perempuan berjalan melewati koridor tempat itu sambil mengobrol dan bercanda . Salah satu siswa yang berjalan di sebelah kiri hanya ikut tertawa kecil dan tersenyum mendengar obrolan kedua teman di sampingnya yang tengah membicarakan laki-laki tampan yang menjadi idola sekolah mereka , termasuk seorang laki-laki yang kini tengah berjalan di depan mereka .

Kwon Jihyun , siswa perempuan yang berdiri di samping kiri itu sedikit tertegun melihat laki-laki itu . Ada rasa kagum di dalam hatinya akan paras tampan yang di selimuti kesan dingin milik lelaki itu . Dan sekarang tatapan mereka tanpa sengaja bertemu , Jihyun menatap laki-laki itu dengan sebuah tatapan kekaguman  dan berbanding terbalik dengan laki-laki yang di tatapnya . Lelaki itu justru menatapnya dingin dan sambil lalu .

“Ya! Kwon Jihyun!” Seru salah satu temannya yang rambutnya di kuncir dua dengan ikat rambut dan pita rambut yang bervariasi membuat kepalanya terlihat sedikit ramai .

Jihyun tersentak dan menoleh ke sampingnya “Ada apa Hyejin~ah ?” tanyanya

Gadis bernama Hyejin itu menaikkan sebelah alisnya dan sedikit menoleh ke belakang , menunjuk punggung lelaki yang baru berjalan melewati mereka itu dengan dagunya.

“Kau tidak sedang terpesona akan ketampanan Oh Sehun kan ?” tanya Hyejin menyelidik .

“Ak…”

“Ku lihat kau tadi melihat Oh Sehun sampai terkagum-kagum begitu.” Potong gadis lainnya yang bernama Sunhee.

Jihyun menggembungkan kedua pipinya ,sebal karena temannya selalu saja memperhatikan apapun tingkah lakunya bahkan tingkah laku yang seharusnya tak perlu untuk di perhatikan , bertanya dengan lagak bak mengintrogasi seorang pencuri ayam yang baru tertangkap , dan suka memotong ucapan yang hendak di lontarkan dirinya sebagai pembelaan . Tapi meski begitu seorang Kwon Jihyun senang bisa memiliki kedua sahabat yang baik hati seperti Hyejin dan Sunhee meski mereka terkadang juga bisa berubah menjadi sahabat yang begitu menyebalkan seperti sekarang .

“Aku tidak.” Sangkalnya seraya membuang muka kesal , terlalu malas untuk beradu argumentasi dengan kedua sahabatnya itu untuk yang kesekian kali .

Sunhee menyeringai “Kau benar-benar terpesona oleh karisma yang di pancarkan oleh Sehun ya ?” tebak Sunhee

“Tidak.” Jawab Jihyun datar .

Hyejin menyenggol tubuh Jihyun pelan dan kemudian memegang bahunya “Sudah mengaku saja , kami tahu kok.” Timpalnya setengah bercanda .

“Aku tidak . Apakah berkali-kali mengatakan tidak kalian tetap tidak akan percaya padaku ?” ucapnya Mulai frustasi dan kini memilih untuk menatap lurus ke depan .

Kedua sahabatnya terkekeh “Tidak.”

 



Sebuah ruang makan yang begitu besar dan mewah , bernuansa eropa klassik dengan interior-interior elegan yang modern . Meja makan panjang itu tertata apik dengan banyak macam menu hidangan makanan yang tersaji di atasnya . Dan bukan hanya makanan dari dalam negeri saja yang di hidangkan melainkan juga makanan luar negeri juga .

Tuan Oh meletakkan sendok dan garpunya dengan rapi , seraya kemudian menatap putranya yang kini tengah menyantap hidangan makan malamnya .

“Oh Sehun.” Panggil Tuan Oh dengan suara kerasanya seperti biasa .

Sehun meletakkan sendok dan garpunya di piring dan menatap Tuan Oh yang notabene adalah ayah kandungnya . “Ada apa ?” tanya seperti biasa dengan suara yang kental dengan nada yang dingin seperti di selimuti salju kutub utara .

“Bagaimana sekolah barumu ? Apakah kau sudah bertemu dengan calon istrimu ?” tanya Tuan Oh penasaran dan sumringah .

Sehun menghela nafas dan mengangguk pelan seraya kemudian kembali melanjutkan aktifitas memakan hidangan makan malamnya .

“Jadi bagaimana pertemuan pertama kalian ?” tanya Tuan Oh lagi.

Sehun mendengus pelan seraya lagi-lagi kembali meletakkan sendok dan garpunya di atas piring dan mengambil tissue untuk membersihkan pinggiran bibirnya .

“Biasa , hanya berpapasan dan saling menatap satu sama lain.” Jawabnya datar tanpa ekspressi.

Tuan Oh menaikkan sebelah alisnya sedikit bingung , kedua matanya membulat sempurna menatap kedalam dua bola mata putranya “Maksudmu kau belum mengobrol dengannya dan mengatakan bahwa kau adalah calon suaminya , begitu ?” tanya Tuan Oh sedikit terkejut.

Sehun mengangguk “Kurasa aku tidak perlu mengatakan tentang hal itu karena…” Sehun menjeda kalimat yang ia lontarkan barusan untuk sedikit mengambil nafas dan berdiri dari tempatnya “Karena kupikir ia akan tahu dengan sendirinya nanti bahwa aku adalah calon suaminya.” Sambungnya seraya kemudian meninggalkan tempatnya.

“Oppa … kau belum menghabiskan makananmu.” Seru adik perempuan Sehun yang bernama Hyuna dengan sedikit berseru.

“Aku jadi tidak berselera makan jika di tanya terus.” Balas Sehun datar dengan maksud menyindir Tuan Oh.

“Seharusnya kau tidak terlalu menanyakan banyak hal padanya , kau tahu sekarang ini ia masih seorang remaja labil , sekarang ia pasti sangat  marah karena telah di jodohkan dan akan segera  menikah di usia yang masih muda . Apalagi semua itu rencana kedua orang tuanya.” Omel Nyonya Oh yang duduk di sanding Tuan Oh.

Tuan Oh tertawa “Baiklah aku tahu , besok aku tidak akan tanya-tanya lagi.”

 



 

Angin dingin berhembus semilir , menerpakan hawa dinginnya pada kulit mulus seorang Oh Sehun yang kini tengah berdiri di balkon kamarnya dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Kedua kakinya perlahan berjalan mendekati terali pembatas balkon , tangannya kemudian ia tumpukan pada terali itu untuk menahan berat tubuhnya . Kedua manik matanya menatap tajam ke arah bulan yang kini tengah dalam bentuk bulat sempurna . Ia berdiri menatap bulan itu cukup lama , tak memperdulikan hembusan angin yang semakin lama semakin terasa dingin terus menerus menerpa kulit putihnya .

“Aku tidak tahu tapi meski kau sudah mengkhianatiku hatiku ini masih saja tetap mencintaimu.” Gumam Sehun lirih dengan manik mata yang enggan untuk terlepas dari menatap bulan .

“Kau tahu Kang Hyeri aku akan segera menikah dan apa kau nanti akan menyesali semuanya jika aku sudah menjadi milik orang lain ?” ia bertanya-bertanya pada seseorang yang bahkan saat ini tak nampak , tak ada di hadapannya . Seperti orang gila yang berbicara sendiri , merasa terlalu frustasi akan takdir cintanya –mungkin-.

Oh Sehun adalah putra sulung keluarga Oh yang nantinya akan menjadi pewaris tunggal seluruh aset perusahan milik keluarga Oh. Sejak kecil ia sudah di ajarkan tentang dunia bisnis agar setelah ia lulus dari tingkat sekolah yang paling tinggi ia bisa langsung membantu Tuan Oh dalam menjalankan perusahaan keluarga tersebut . Namun sebelum ia membantu Tuan Oh di perusahaan ia diwajibkan harus terlebih dulu menikah agar ia bisa menjadi lebih matang di usianya yang muda . Dan ia harus menikah dengan putri dari keluarga yang sudah di pilih keluarga Oh.  Menikah di usia muda sudah menjadi tradisi bagi anak di keluarga Oh –khususnya anak laki-laki- untuk menjalankan bisnis perusahaan besar mereka  . Oh Sehun sebenarnya tidak membutuhkan yang namanya perjodohan untuk bisa menikah di usia muda karena sesungguhnya ia sendiri bisa mencari banyak gadis cantik di luar sana untuk ia nikahi, mengingat dirinya yang tampan ,cerdas , dan juga keturunan dari keluarga kaya . Semakin memudahkan dirinya untuk menarik hati para wanita , akan tetapi ia tak bisa karena menerima perjodohan itu adalah hal wajib untuk dirinya dan keturunan Oh –versi keluarganya- yang lain.

Sehun menghela nafas pelan , bibirnya menyunggingkan sebuah senyum getir sampai pada akhirnya kedua tangannya yang mencengkram erat terali sebagai tumpuan tubuhnya melepas terali itu perlahan dan meninggalkan balkon untuk kembali ke dalam kamarnya.



Sebuah ruang makan yang sekaligus tergabung dengan ruang keluarga dan ruang televisi –ruangan lain tidak termasuk- , tidak terlalu luas memang namun ruangan itu mampu untuk menampung sebuah meja makan berbentuk persegi untuk duduk lesehan , rak televisi , dan beberapa lemari yang tersusun rapi .

Tidak ada makanan yang begitu mewah tersaji di atas meja makan tersebut , hanya makanan khas dalam negeri yang cukup standar saja yang tersaji di sana.

Seorang gadis berparas cantik dan mungil dengan rambut hitam panjang sepunggung tiba-tiba keluar dari balik pintu kamar dan menghampiri kedua orang tuanya yang sudah terlebih dulu duduk di dekat meja itu.

“Whoa… tumben oemma memasak sebanyak ini, ada Kimchi ,galbi, ada …” Jihyun tersenyum memperhatikan hidangan-hidangan yang sebenarnya tidaklah mewah -namun bagi dirinya dan keluarganya makanan itu sudah sangat mewah- sambil terus menggumam kecil menyebutkan nama-nama hidangan tersebut.

“Jihyun~ah…” panggil Nyonya Kwon dengan suara sedikit serak , seolah ia begitu sulit untuk memanggil nama putrinya tersebut.

Jihyun menoleh “Ne oemma waeyo ?” tanyanya dengan senyum yang masih mengembang. Well masih merasa senang karena Nyonya Kwon memasak banyak hidangan enak malam ini.

“Ada yang ingin kami bicarakan denganmu.” Jawab Tuan Kwon atas jawaban yang di lontarkan putrinya pada istrinya.

Jihyun tiba-tiba menyipitkan matanya , kedua manik mata itu kemudian menelik ke dalam mata kedua orang tuanya dengan curiga.

“Jangan katakan bahwa oemma memasakan semua ini karena oemma dan appa menginginkan sesuatu dariku…” tebaknya sekenanya masih dengan menatap curiga pada kedua orang tuanya.

“Sebenarnya sih memang begitu.” Jawab Nyonya Kwon seadanya membuat dirinya mendapatkan cubitan kecil dari Tuan Kwon di kakinya.

“Aish…” decaknya pelan seraya melirik tajam ke arah tuan Kwon.

Jihyun sedikit mencibirkan bibirnya dan meletakkan kedua sumpitnya di atas mangkuk nasi.

“Jadi apa yang kalian ingin bicarakan denganku ?” tanya Jihyun to the point . Raut wajahnya sedikit menunjukkan sedikit kekesalan terhadap kedua orang tuanya.

“Jadi begini , sejak kecil sebenarnya kau…” Tuan Kwon menjeda ucapannya sejenak untuk sedikit mengambil nafas dan kemudian kembali melanjutkannya “Sejak kecil sebenarnya kau sudah memiliki sebuah ikatan dengan seorang laki-laki.”

Spontan kalimat kedua yang terlontar dari mulut Tuan Kwon itu berhasil membuat Jihyun membelakan matanya kaget. Ia kali ini benar-benar meragukan segala yang terlontar dari mulut Tuan Kwon selaku ayah kandungnya. Ikatan ? Ikatan dalam bentuk dan versi apa ? Kenapa jika ikatan itu sudah terjadi semenjak ia kecil ia tak pernah mengetahui itu ?

“Maksud appa ikatan yang seperti apa ? aku tidak mengerti!” Seru Jihyun seraya membuang muka kesal.

Tuan dan Nyonya Kwon mendesah bersamaan dan kemudian saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya Tuan Kwon angkat bicara.

“Tapi apakah kau masih mau mendengarkan appa ?” tanya Tuan Kim sedikit ragu dengan nada yang terdengar begitu hati-hati di setiap pengucapan katanya.

Jihyun melipat kedua tangannya di depan dada dan mengangguk dengan roman wajah yang masih nampak begitu kesal.

“Saat kau berumur dua tahun ada seseorang yang berasal dari keluarga terkaya dan sukses di Seoul datang kesini dan melamarmu untuk menjadi istri putra mereka kelak saat putra mereka berusia 19 tahun dan saat putra mereka berusia 19 tahun usiamu sudah memasuki 18 tahun jadi kalian bisa menikah tan…”

“Kenapa appa dan oemma baru mengatakannya sekarang ?!” Potong Jihyun seraya menatap kedua bola mata milik Tuan dan Nyonya Kwon tajam bergantian , membuat orang tuanya sedikit bergidik ngeri.

“Karena kami rasa kami tidak perlu memberitahumu waktu itu Jihyun~ah…” Ucap Nyonya Kwon memberi pengertian.

Jihyun mendecak “Pokoknya aku tidak mau di jodohkan , apalagi sampai menikah muda !” titahnya seraya beranjak dari tempatnya tanpa sedikit pun menyentuh makanan yang sudah di sediakan oleh Nyonya Kwon.

“Ya! Kwon Jihyun walaupun kau menolaknya kau akan tetap menikah dengan putra dari keluarga Oh itu !!” seru Tuan Kwon sedikit geram namun juga sedih atas jawaban anaknya.

“Sudahlah yeobo aku yakin ia pasti nanti akan menerima perjodohan ini . Ia hanya masih belum bisa mengendalikan emosinya saja, yakinlah padaku.” Ujar Nyonya Kwon memberi pengertian pada suaminya. Tuan Kwon menghela nafas dan mengangguk mengerti.

 



 

Jihyun memakai sandal selopnya dan menutup pintu rumahnya yang bergaya korea dengan keras , hingga menimbulkan suara dentuman yang sangat kencang . Ia menarik nafas cepat dan mengerucutkan bibirnya kesal.

“Seenaknya sekali mereka ! Jika mereka mengatakannya dari dulu mungkin aku akan mengerti , tapi mereka baru mengatakannya saat usiaku sudah 18 tahun dan bagaimana bisa aku mengerti ?! Ini seolah akan merebut masa bahagiaku!!” decaknya kesal . Ia kemudian mulai menapakkan kakinya keluar dari pekarangan rumahnya pada malam hari ini.

Ia tak menghiraukan hembusan angin kencang yang begitu dingin menusuk kulit hingga ke tulangnya. Ia seolah tak mau merasakannya . Jihyun menghentikan langkahnya dan tiba-tiba berjongkok di pinggir jalan. Gadis itu memutar kedua bola matanya dengan mimik yang masih terlihat kesal dan juga bibir yang masih terlihat sedikit manyun.

“Menikah ? Di usia muda ? Ahhh andwaeee!” teriaknya frustasi sambil mengacak rambutnya , namun tiba-tiba secara samar-samar otaknya kembali mengingat kata yang di lontarkan oleh Ayahnya , hanya saja otaknya itu hanya mengingat dua kata yang menurut Jihyun penting.

“Keluarga kaya? Kenapa sih keluarga kaya itu harus datang ke rumahku dan memilihku untuk menjadi istri putra mereka di usia semuda ini ?! ini tak adil , mereka merenggut kebahagiaan ku !”

 

-To Be Continued-

 

Note :

Yorobeun annyeong !! Aku kembali lagi nih dengan fanfic terbaru , kali ini aku kembali membawa fanfic tentang EXO nih tapi bukan dengan Baekhyun sebagai main castnya melainkan Uri Magnae ‘Oh Sehun’.

Sebenarnya aku udah males bikin fanfic , karena setiap bikin fanfic makin ke belakang jalan ceritanya selalu makin melenceng dari ide awal dan pasti endingnya selalu gak banget deh .Sebenarnya sebelum bikin fanfic ini aku masih ada dua fanfic series yang belum selesai yaitu Love Story dan Paparazzi tapi entahlah tiba-tiba males aja ngelanjutinnya , Kalau paparazzi itu sudah sampai 3 part tapi itu mau ku re-make soalnya ceritanya setelah ku baca ulang agak sedikit aneh 😀 .

Oh ya ini bukan part 1nya loh , tapi masih Prelude alias Intronya . Oh ya fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang booming pas tahun 2006 yaitu Princess Hours. Tapi plot dan alurnya pure imajinasi aku dan aku sama sekali gak ngikutin alur cerita Princess Hours , aku Cuma terinspirasi dari  perjodohan , nikah muda , dan perbedaan derajatnya Lee Shin dan Shin Chae Kyung aja 😀 . Kalau cerita dan konfliknya sih versi aku sendiri 😀 . Aku berharap fanfic ini akan menjadi fanfic yang banyak di minati meski cast yang ku pakai masih terbilang pendatang baru 😀 .

Oh ya aku ini Little Fairy , well lagi-lagi aku change nama pena aku. Sekarang aku mau ganti pakai nama asli aku aja kalau nulis yaitu Devi Hardiyanti . Well ku pikir gak ada yang lebih baik dari nama aku sendiri :p . Oh ya reader yang baca fanfic ini aku minta uname twitter kalian donk , buat kenalan dan biar sekaligus bisa akrab sama kalian 😀 . Dan juga aku mau minta nama korea kalian donk buat simpanan kalau misalnya aku mau bikin fanfic baru , well siapa tahu nama kalian yang ku jadiin cast di fanfic ku ekekeke. Sekian , terimakasih –maaf kalau saya banyak omong-

 

 

Advertisements

12 responses to “[Prelude] Young Bride

  1. waaa, ff baru dgn cast sehunnnn~ tetep ya dy mah mmg cool abis pdhl magnae..
    ceritanya bakal menarik nih, jarang2 ad perjodohan yg berasal dr kalangan berbeda..
    jd semakin penasaran ama lanjutannya..hehehe 😀
    twitter: @SilvyaChen
    namkor: jin jihye

  2. Pingback: [Part 1] Young Bride « Devi Hardiyanti·

  3. Kyaaaa preludenya keren eonnie. princess hours itu K-Drama favorite aku lhoooo ~^^. mian eonnie aku commentnya telat soalnya aku juga baru online blog eonnie. ~^^
    Twitter : @fidellafuvian_
    Nama korea : Jung Soo Mun

  4. wawawawaw ffnya kren lanjut ya saeng kren bgt 🙂 q bru liat tdi lgi asik bca ff saeng yg secret marrige tpi ada part yg di protec -,- lanjut ya bkin ff nya tetep smangat kta sesama pembuat ff *plak*gaknanya*

    ni uname q :@destianademon
    namkor: kim rae joon

  5. Annyeong.. aku pendatang sekaligus reader baru disini.. bener2 baru.. ini jadi fanfic pertama yg aku baca disini.. 😀
    Salam kenal.,

    ga apal sama muka sehun aku sebenernya.. tp sepertinya ini bakal seru yah?
    aku mau lanjut ke part 1nya yah chingu?

    twitterku >> @GG_azhar
    namkor >> Kim Rei Na

  6. Aku pendatang baru ni mbak..
    Salam kenal 🙂

    Nama pena mbak, Little Fairy toh?? Pernah buat FF cast-nya SHINee ga?? Soalnya namaitu agak familiar gitu 🙂

    aku suka judul FF nya, manis gitu dibaca.. Oh sehun,jujur aku g tw yg mana..malas searching nyari info..
    Hehe..

    My tweet : @AyuWon92
    mention aj mbak, ntar aku folback
    namkor aku : Giadore Shin

  7. Wah ceritanya menarik aku suka alur cerita kaya gini jadi ga sabar pengen tau kelanjutannya
    jadi lupa anyeong aku rista giana reader baru disini salam kenal^_^

  8. kakak kenapa part 5 nya nggx dipublis ini idah lebih 2 bulan
    dan sekarang udach 2013 ayolah semangat banyak yang nungguin

  9. Annyeong, ak reader bru min. Critanya kren, apalagi main cast na sehun oppa. D tunggu part 1 na..

  10. Annyeong, ak reader bru min. Critanya kren, apalagi main cast na sehun oppa. D tunggu part 1 na..
    Namkor : Choi minri

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s