[Oneshot] You Only Love

Tittle      : You Only Love

Author  : Devi Hardiyanti

Cast       : Kwon Yuri , Choi Minho

Genre   : Mellow romantic

Rating   : PG+15

Length  : Oneshot

Disclaimer : Plot my own ! Cast belong’s my Imagination & God ! Do not re-post !

BSM       : Juniel – illa illa

 

You Only Love

-Devi Hardiyanti © 2012

.

.

Pertemuan dua insan yang berlangsung begitu cepat . Terjadi karena suatu hal yang bisa di katakan sangat kebetulan . Pertemuan itu berawal ketika Choi Minho , seorang mahasiswa dari sebuah universitas terkenal di Seoul datang ke sebuah pedesaan kecil yang terdapat di selatan Korea untuk melakukan sebuah pemotretan tempat-tempat menarik atau apapun yang terlihat indah di kota tersebut untuk mendapatkan nilai tugasnya akan tetapi ia malah mengalami sebuah kecelakaan kecil yang mempertemukannya dengan seorang gadis bernama Kwon Yuri .

Saling mencintai ? tidak mereka belum saling mencintai hanya saja masing-masing dari mereka sedikit memiliki rasa ketertarikan terhadap satu sama lain dan well itu bukanlah hal yang abnormal karena pada dasarnya setiap manusia memang memiliki suatu rasa ketertarikan pada seseorang .

“Apakah kau sudah baik-baik saja ? Jika masih sakit lebih baik masuk kedalam , jangan berangin-angin disini.” Gadis itu berjalan menghampiri Minho yang kini sudah berada di depan teras rumah mereka –keluarga gadis itu. Minho menengok ke sampingnya , tepat pada gadis bernama Kwon Yuri yang kini sudah duduk di sandingnya seraya menyunggingkan senyumnya .

“Aku sudah merasa lebih baik .” ucapnya kalem seraya kembali menatap ke atas langit , sedikit menyunggingkan senyum ketika melihat bintang yang berkelip .

“Errr baiklah kalau begitu , tapi jika kau merasa tidak baik sebaiknya kau segera masuk.” Yuri kemudian beranjak dari posisi sebelumnya dan hendak melenggang pergi sebelum niatnya itu di cegah oleh Minho yang sudah terlebih dulu meraih pergelangan tangannya .

“Mau menemaniku melihat bintang ?” tanya Minho dengan nada penuh pengharapan .

Sedikit kaget awalnya , namun Yuri mengangguk mengiyakan permintaan pria itu .

Kini keduanya duduk dalam diam , masing-masing mendongakkan kepalanya untuk memperhatikan kerlap kerlip cahaya bintang yang bersinar di malam ini.

“Ehem…” Yuri berdehem seraya kemudian memalingkan wajahnya pada Minho yang ternyata kini juga telah menatapnya sambil menyunggingkan sebuah senyuman kecil.

“Nama ?” tanya Yuri canggung pada Minho . Minho membulatkan mulutnya seolah mengerti maksud dan tujuan Yuri berdehem setelah gadis itu mengatakannya .

“Choi Minho . Kau bisa memanggilku Minho jika kau mau.” Kata Minho kalem.

Yuri mengangguk mengerti “Jika Choi ? Bagaimana ? Bisakah ?” tanya Yuri bertubi-tubi dengan nada bercanda , well pada kenyataannya memang dia bercanda.

Minho terkekeh seketika “Terserah , asal masih dalam kontens namaku.” Paparnya “Well , kau sendiri ? Siapa namamu ?” tanya Minho .

Yuri menyunggingkan sebuah cengiran kecil “Kwon Yuri . Kau bisa memanggilku yul .” ujar Yuri .

Minho menaikkan sebelah alisnya “Yul ?”

Yuri memalingkan wajahnya untuk kembali mendongak sambil mengangguk. “Panggilan kecilku.” Jelasnya dan hanya di respon dengan sebuah bulatan kecil yang terbentuk dari bibir Minho.

“Yul~ ajak anak muda itu masuk . Angin malam sangat tidak baik untuknya.” Seru Ibu Yuri dari dalam kamar , membuat kedua insan yang tengah duduk berdua di teras rumah itu sedikit kaget.

“Ne oemma!” sahut Yuri balas berseru pada oemmanya seraya menoleh sekilas ke dalam rumah dan kemudian kembali melihat pada Minho.

Yuri menyunggingkan senyumnya yang lebar “Ayo masuk , ini sudah terlalu larut angin malam tidak baik untukmu sekarang anak kota.” Kata Yuri dengan sedikit mencibir membuat Minho terkekeh. Yuri beranjak dari tempatnya dan mulai menapakkan kakinya masuk ke dalam rumah .

“Tunggu !” seru Minho ketika ia sudah ikut berdiri .

Yuri menolehkan kepalanya kesamping , dan menatap Minho dengan sebelah matanya .

“Boleh aku minta bantuan mu lagi ?” tanya Minho penuh harap .

Yuri menaikkan sebelah alis matanya sebelum pada akhirnya ia membalikkan seluruh tubuhnya untuk menatap Minho lebih detail.

“Apa kau besok ada waktu ? Mau menemaniku ke perkebunan bunga di desa ini ?” tanya Minho lagi sambil menggigit bibir bawahnya , takut kalau-kalau Yuri akan menolaknya .

Yuri tersenyum dan menggeleng “Tidak ada . Baiklah besok akan ku temani asal kau segera masuk.” Yuri berbalik dan kemudian bergegas masuk ke dalam rumahnya .

Minho tersenyum menatap punggung Yuri yang perlahan mulai menjauh . Gadis itu benar-benar kalem dan menyenangkan menurutnya .  Ia menggelengkan kepalanya seolah mau mencoba menepis berbagai pemikiran yang tiba-tiba muncul di kepalanya dan kemudian ia pun segera bergegas masuk ke dalam rumahnya.



Keesokan harinya setelah sarapan pagi , Yuri dan Minho-pun berangkat menuju perkebunan bungan terdekat dengan berjalan kaki.

“Oh iya sebenarnya apa tujuanmu kemari dan …” Yuri menghela nafas pelan sekaligus menjeda ucapannya sejenak “Kenapa kau mau ke kebun bunga ? Apa kau mau mengambil gambar perkebunan bunga tersebut ?” Tanya Yuri sambil mengedikkan dagunya ke Kamera yang tergantung bebas di leher Minho .

Minho mengangguk “Aku memang ingin mengambil gambar di sana tapi bukan hanya itu aku kesini juga untuk mendapatkan nilai dari hasil potretanku .” tutur Minho memberi penjelasan .

Yuri mengangguk mengerti “Ah jadi kau kesini mau mencari nilai untuk tugas kuliahmu ya ?”

“Bisa di bilang begitu .” Minho mengedikkan bahunya seraya kemudian sedikit mempercepat langkahnya . Sedangkan Yuri , gadis itu sekarang tengah berjalan di belakang Minho dan terlihat seperti tengah mengekori lelaki tersebut.

“Apakah masih jauh ?” Minho berhenti dan menoleh ke belakang , membuat Yuri terlonjak kaget dan menjawab pertanyaannya dengan sedikit terbata “A..e..iya.”

Minho terkekeh mendengar jawaban spontan yang terdengar gugup dan terbata itu dan iapun tak dapat memungkiri bahwa bibirnya kini tertarik membuat seulas senyum .

Iya kemudian kembali menorehkan kepalanya menghadap depan dan kembali melanjutkan langkahnya setelah sesaat menggelengkan kepala pelan ketika ia mengingat reaksi Yuri barusan. Sedangkan Yuri , gadis itu merutuki kebodohannya barusan –sebenarnya bukan hal bodoh tapi ia menganggap hal itu bodoh- adalah suatu hal yang sangat memalukan , ia terus memukul kepalanya pelan sambil menggumam kata “babo” tanpa suara.

Keduanya berhenti di depan sebuah pagar bercat putih yang di dalamnya terdapat sebuah ladang bunga besar .

“Wow … sangat cantik dan terawat!” Ucap Minho terpesona akan keindahan kebun tersebut .

“Tentu saja , semua warga disini setiap dua minggu sekali selalu bergotong royong untuk memberihkan bunga dan setiap harinya ada beberapa keluarga yang bertugas untuk menyirami bunga-bunga di kebun ini.” Celetuk Yuri dengan mata yang menatap lurus ke depan.

Minho menengok ke samping , kepada Yuri tepatnya . “Jadi ini adalah kebun milik seluruh penduduk di sini ?”

Yuri menoleh dan menyunggingkan seulas senyum manis serta menganggukan kepalanya antusias .

“Jika yang bukan penduduk seperti aku ?” tanya Minho seraya melarikkan jari telunjuknya pada dirinya sendiri .

Yuri mengangkat sebelah alisnya dan memutar tubuhnya menghadap sepenuhnya pada Minho.

“Maksudmu ?” tanya Yuri tak mengerti

“Errr maksudku apakah orang asing sepertiku boleh datang kesini ? mengingat ini milik seluruh warga aku takut ji——“

“Kau tenang saja , kebun ini juga terbuka untuk umum kok dan siapapun boleh masuk ke dalam sini dengan gratis tanpa di pungut biaya sepeser pun .”

“Eh ? Gratis ? Terbuka untuk umum ?” Kini giliran Minho yang di buat tak mengerti .

“Iya gratis , karena pada dasarnya penduduk di desa ini merawat kebun ini agar kebun ini bisa di nikmati oleh banyak orang . Bukan hanya di nikmati orang-orang yang berstatus penduduk di sini tapi juga yang berstatus non-penduduk .” Jelas Yuri seraya kemudian melangkah memasuki lahan perkebunan bunga .

Minho mengangguk mengerti seraya kemudian bergegas melangkah mengikuti Yuri yang sudah melangkah lebih dulu.



Setelah Minho selesai memotret beragam bungan yang di tanam di taman itu , Ia dan Yuri kemudian memilih untuk beristirahat di bawah sebuah pohon akasia yang begitu besar.

“Aku tidak pernah menyangka bahwa bunga-bunga yang ada di sini begitu indah , tak seperti yang kubayangkan.” Celetuk Minho membuat Yuri terkekeh kecil.

“Tentu saja , kami merawatnya dengan baik maka bunga-bunga ini akan tumbuh dengan baik juga.” Timpalnya sumringah , membuat Minho secara sadar menarik setiap sudut bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman kecil.

“Besok mungkin aku sudah akan kembali ke Seoul.” Cetus Minho dengan kedua mata yang menatap lurus ke depan.

Yuri memilih geming dan tak merespon ucapan Minho , diam-diam ia merasakan sesuatu di dalam sana yang terasa sakit sekali , tapi ia tak tahu perasaan apa itu . Ia berpikir bahwa itu bukanlah perasaan cinta karena mereka baru beberapa hari bertemu dan bahkan baru berkenalan semalam.

“Hey!” Seru Minho ketika menyadari Yuri yang kini tengah asyik melamun .

“Ah waeyo ?” tanyanya sedikit terkejut.

Minho terkekeh pelan melihat perilaku polos seorang gadis desa Kwon Yuri .

“Jadi apakah nanti malam mau jalan-jalan denganku ? Ku dengar nanti malam ada festival kembang api.” Papar Minho

“Tap…”

“Ayolah  . Kau tidak boleh menolaknya karena mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi.” potong Minho memohon.

Yuri mendesah pelan , tersenyum lantas mengangguk pelan . “Baiklah kalau begitu.” Ucapnya pelan , menerima tawaran Minho.

Minho tersenyum , diam-diam ia merasa sangat senang karena Yuri mau menerima ajakkannya.



19.00

“Oemma kami pergi dulu.” Teriak Yuri seraya menggeser pintu rumahnya hingga tertutup rapat dan kemudian memakai sandal dan menuruni tiga buah anak tangga yang akan membawanya ke pelataran rumahnya .

“Sudah selesai ?” Tanya Minho

Yuri mengangguk “Sudah , ayo pergi.” Sedetik setelah menyelesaikan ucapannya , Yuri bergegas berjalan mendahului Minho. Minho kemudian ikut melangkah menyusul Yuri dan kemudian menarik lengan Yuri . Membuat Yuri menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

“Waeyo ?” tanyanya sedikit terkejut ketika Minho menarik lengannya .

Minho tersenyum seraya kemudian mensejajarkan dirinya dengan Yuri , ia mengamit telapak tangan Yuri . “Dengan bergandengan tangan kurasa terlihat lebih baik.” Balas Minho sambil menyunggingkan senyum manisnya yang mau tak mau membuat wajah Yuri merona seketika . Yuri menunduk , mencoba menutupi rasa malu dan juga mencoba untuk meredam suara debaran jantungnya yang semakin lama terasa berpacu semakin cepat , bahkan seolah mau melompat dari rongga dadanya .

Mereka berdua kemudian berjalan secara berdampingan menuju sebuah tempat yang akan menjadi tempat pelaksanaan festival kembang api tersebut .

“Aku tidak pernah berpikir bahwa ini akan menjadi malam terakhir ku berada di desa ini.” Celetuk Minho tiba-tiba , membuat Yuri menoleh padanya .

“Kau yakin akan pulang besok ? ku pikir kondisi mu belum terlalu baik akibat kecelakaan itu.”

Minho tersenyum mendengar setiap kata yang di lontarkan oleh Yuri .

“Kau lihat , kakiku sudah bisa berjalan seperti ini.” Tandas Minho

Yuri tersenyum kecil “Ehm ya aku lihat.”  Ucapnya datar

“Kau ba…”

“Eh ayo cepat , sebentar lagi festival kembang apinya di mulai tuh.” Potong Yuri seraya melepas genggaman tangan Minho dan berlari menuju tempat kembang api.

Minho menaikkan sebelah alisnya dan dengan sedikit terpogoh ia berlari pelan menyusul Yuri.

“Kenapa meninggalkanku ?” protes Minho ketika ia kini sudah berdiri di samping Yuri.

Yuri menoleh dan tersenyum jahil “Jadi apa yang harus ku lakukan ? tetap berjalan kesini sambil bergandengan tangan denganmu ? Begitu ?” tanyanya bercanda dengan  kedua tangan yang kini terlipat di depan dada dan kembali melihat ke atas .

“Seperti itu lebih baik.” Jawab Minho sembari memperhatikan wajah cantik Yuri dari samping dengan manik mata tajamnya.

Tiba-tiba terdengar suara letusan kembang api dan sebuah senyum ceria kini tersungging di wajah cantik Yuri . “Lihat , kembang apinya muncul!” seru Yuri seperti seorang anak kecil yang baru pertama kali melihat kembang api . Minho terkekeh melihat kelakuan Yuri barusan dan kemudian mengalihkan pandangannya dari wajah Yuri ke arah kembang api dengan senyum yang enggan terlepas dari wajahnya. Tiba-tiba saja ia memegang dadanya , merasakan suatu debaran yang berbeda . Tapi ia tak mengetahui perasaan apa ini ? Apakah perasaan itu adalah perasaan yang di namakan ‘CINTA’ ?



Minho bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian berjalan menuju jendela yang terdapat di dalam kamarnya , ia membuka daun jendela itu. Angin semilir perlahan-lahan berhembus masuk ke dalam kamarnya melalui jendela kamar yang sengaja ia buka lebar.

Sudah memasuki pukul satu pagi namun ia , Choi Minho masih belum bisa tidur bahkan untuk sekedar menutup mata saja ia tak bisa. Seolah ada sesuatu yang membuatnya menjadi sangat gelisah , tapi apa gerangan sesuatu yang berhasil membuatnya jadi uring-uringan dan tak bisa tidur ?

Tiba-tiba ia memegang dadanya (lagi) seperti saat di tempat festival kembang api , tapi berbeda dengan perasaan yang pertama yang begitu berdebar , perasaan yang kali ini terasa begitu menyesakkan baginya . Tak pernah ia merasakan perasaan yang seperti ini sebelumnya , baru sekali ini dan baru pertama kali ini . Dan kenapa perasaan ini tiba-tiba muncul di saat yang tak tepat ?



“Tuan Choi , mobilmu sudah selesai di perbaiki.” Seorang pria paruh baya berjalan menghampiri Minho dan menyerahkan sebuah kunci mobil pada Minho.

“Gomawo ahjusshi.” Minho tersenyum seraya kemudian mengambil alih kunci mobilnya .

“Kau akan berangkat sekarang ?” tanya Yuri yang sejak tadi berada di sampingnya .

Minho menoleh dan mengangguk “Ya tentu saja , jika tidak sekarang kapan lagi memangnya aku akan kembali ke Seoul.” Ujar Minho setengah bercanda.

Yuri tersenyum pahit dan mengangguk “Oh.” Gumamnya pelan .

Minho melirik jam tangannya yang terpasang manis di pergelangan tangan sebelah kirinya. “Sudah jam 11 , aku pulang sekarang ya agar nanti tidak sampai di Seoul kemalaman.” Pamit Minho seraya kemudian berjalan menuju mobilnya. Dan saat ia membuka pintu ia kembali menoleh pada Yuri “Katakan pada Ibumu aku pulang , maaf aku tidak bisa menunggunya sampai pulang.” Ucap Minho menyesal seraya kemudian masuk ke dalam mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobil.

Yuri mengangguk pelan dan menatap mobil Minho lirih , mobil itu pelan-pelan mulai berjalan. Entah kenapa Yuri merasa begitu sesak , ia merasa kesedihan tengah melandanya sekarang . Dan ketika bulir air mata mulai menggenangi pelupuk matanya barulah ia tersadar bahwa ia telah jatuh cinta pada seorang laki-laki kota bernama Choi Minho.

“Babo-ya! Kenapa aku baru menyadarinya ?” lirihnya seraya menyeka air matanya dengan tangannya dan menatap mobil Minho yang mulai menjauh sendu sebelum akhirnya ia berbalik dan berjalan dengan langkah kecil kembali ke rumahnya.



Minho menyetir mobilnya pelan , entah mengapa ia merasakan bahwa suasana hatinya sedang merasa tak enak sekarang. “Ada apa denganku ?” batinnya sambil memegang kepala bagian kirinya yang terasa pening. Tanpa sengaja kedua manik matanya melirik ke arah kaca spion mobilnya dan menyaksikan seorang gadis bernama Kwon Yuri yang tengah berjalan membelakangi mobilnya dengan langkah kecil.

Tiba-tiba Minho menge-rem mobilnya yang melaju tidak begitu kencang secara mendadak , ia mematikan mesin mobilnya dan segera keluar dari dalam mobilnya . Ia sadar sekarang dengan perasaannya . Ia sadar sekarang apa yang membuatnya merasa gelisah dan tak bisa tidur semalam , apa yang membuatnya merasa jantung miliknya berdebar lebih kencang , apa yang membuat dirinya merasa sesak , ia sudah sadar akan itu . Ia sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada seorang gadis desa bernama Kwon Yuri . Perasaan itu benar-benar perasaan yang disebut Cinta.

“Yuri~ah!!!!” teriak Minho kencang seraya berlari kencang untuk menghampiri Yuri , ia bahkan tidak memperdulikan rasa sakit yang kembali menggerayangi pergelangan kakinya.

Sedang gadis yang ia teriakan namanya tadi berbalik dan membelalakkan matanya ketika melihat Minho tengah berlari menghampirnya. “Minho~sshi.” Gumamnya begitu pelan.

Tiba-tiba ia merasa begitu hangat , sebuah tangan besar telah berhasil membungkusnya ke dalam pelukan si pemilik tangan tersebut . Yuri terperangah , mengira-ngira bahwa ini hanyalah sebuah mimpi belaka.

“Minho~sshi…” gumamnya sedikit tak percaya .

“Aku baru menyadari ini.” Bisik Minho semakin memeluk erat Yuri .

“Menyadari apa ?” tanya Yuri bingung namun sesaat ia kemudian terperanjat ketika ia mulai memperkirakan sesuatu yang disadari , Oh mungkinkah seorang Choi Minho juga menyadari sebuah perasaan yang sama dengannya ?

“Menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu! Aku mencintaimu!” Serunya seraya memeluk Yuri erat . Yuri sedikit terkejut sekaligus merasa senang , karena ternyata bukan hanya dirinya yang merasakan perasaan itu tapi Minho juga , ia pun merasa senang karena cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan .

Minho melepas pelukannya dan menatap Yuri lekat “Yuri~ah . I think I fall in love with you , you are the first woman who can make fall so deep in love like this , you are the first , you are the one , and you my only love. So , will you wait for me until I’m back in this village ?” ucap Minho panjang lebar dan membuat Yuri tercenung .

“Minho~sshi…”

“Ne ? Bagaimana ?” tanya Minho sumringah

Yuri menggembungkan kedua pipinya dan menggeleng , membuat raut wajah Minho tiba-tiba berubah seketika.

“Kenapa kau tidak mau ?” tanyanya terdengar begitu frustasi .

Yuri mendesah lagi “Bukan begitu Minho~sshi , hanya saja aku…”

“Hanya saja apa ?” tanya Minho lagi

“Hanya saja aku tak mengerti dengan apa yang kau katakan , aku tidak bisa berbahasa inggris.” Celetuk Yuri membuat Minho langsung tertawa ngakak .

“Kenapa tidak bilang dari tadi ? hahaha.” Ucapnya sambil tertawa

“Karena kau tidak membiarkan ku untuk bicara.” Papar Yuri

“Oh baiklah akan ku ulangi , Kwon Yuri aku pikir aku telah jatuh cinta padamu , kamu adalah wanita pertama yang mampu membuatku jatuh cinta seperti ini. Kamu adalah yang pertama , kamu satu-satunya , dan hanya kamu cintaku. Jadi , maukah kamu menungguku sampai aku kembali ke desa ini ?” Minho mengulang kata-katanya yang menggunakan bahasa inggris tadi ke dalam bahasa Korea.

Yuri tersenyum dan mengangguk malu-malu . Mata Minho seketika berbinar dan ia tak mampu untuk menutupi rasa bahagianya , langsung saja tubuhnya kembali memeluk Yuri , mendekap tubuh itu dengan erat.

-FIN-

Advertisements

4 responses to “[Oneshot] You Only Love

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s