[PART 1] Love Story

Love Story

Written By Little Fairy

Cast       :

  • Park Sun Hye
  • Kim Jonghyun
  • Kim Kibum

Disclaimer : Fanfic berjudul ‘Love Story’ ini adalah fanfic yang alur ceritanya saya dapat dari imajinasi saya ketika mendengarkan lagu-nya SNSD TTS yang berjudul ‘Love Sick’  track ke enam dari mini album perdana Twinkle dan juga terinspirasi sedikit dari arti lirik lagu tersebut. Jika dalam fanfic ini terdapat sedikit bagian yang memiliki kesamaan alur mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak tahu menahu sama sekali .

BSM       : SNSD TTS – Love Sick 

Kembalikan padaku ! Hati yang diam-diam kau curi dariku

Tanpa permisi! Tanpa mendengar peringatan , kamu berjalan masuk ke dalamnya!

 

-Love Story Start-

Ia Park Sun Hye gadis polos yang baru menginjak pada usia lima belas tahun yang kini duduk pada bangku kelas satu sekolah menangah pertama yang terdapat di Seoul.

Gadis itu memiliki otak yang cukup cerdas dan wajah yang cukup cantik namun sayangnya ia terlalu polos sehingga ia sedikit kurang mengerti tentang pergaulan anak zaman sekarang . Ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk belajar dan membaca buku . Ia keluar dari rumah hanya saat ia akan mengerjakan tugas kelompok , bersekolah dan berbelanja ke pasar / swalayan –karena disuruh ibunya- . Rotasi kehidupnya sehari-hari hanya begitu-begitu saja dan selalu begitu , tak pernah ada yang berubah ataupun perubahan sampai ia jatuh cinta pada sosok laki-laki yang kini berdiri di depan papan tulis untuk mengerjakan soal matematika yang baru di berikan oleh Kwon Songsaenim.

“Apakah sudah selesai Kibum~sshi ?” tanya Kwon songsaenim seraya menorehkan kepalanya kea rah papan tulis .

Kibum menutup spidol dan berbalik menghadap Kwon songsaenim “Sudah songsaenim.” Jawabnya seraya menyerahkan spidol yang di bawanya tadi kepada Kwon songsaenim dan kembali ke tempat duduknya. Kwon songsaenim berdiri dari tempat duduknya saat ini dan berjalan mendekati papan tulis , pria paruh baya itu kemudian mulai memperhatikan pekerjaan Kibum di papan tulis sambil menggumam-gumam sendiri.

Sun Hye gadis itu masih terpaku pada sosok Kibum yang saat ini sudah kembali duduk di tempat duduknya sambil memperbaiki dasinya. Terlalu terpesona dengan pesona yang di pancarkan si Ketua Kelas itu.

Excellent ! Kibum~sshi kau berhasil mengerjakan soal ini dengan tepat!” ucap Kwon songsaenim .

Semua siswa di dalam kelas memberikan pujian pada Kibum dengan bertepuk tangan . Sedang Kibum hanya tersenyum dan tertawa , terlebih ketika teman laki-laki sebangkunya sedikit mendorong pundaknya sambil memberikan pujian.Mereka berdua tertawa kecil.

Sun Hye gadis itu melebarkan senyumnya dan bertepuk tangan dengan sangat bersemangat , ia benar-benar senang dengan sosok Kibum yang tidak hanya tampan tapi juga pintar dan pandai bergaul.

“Park Sun Hye.”

Sun Hye tersentak ketika ia mendengar suara Kwon songsaenim menyebut namanya , ia menatap ke depan , ke arah Kwon Songsaenim “Ne songsaenim ?” tanyanya mencoba sebiasa mungkin dan menutupi keterkejutannya .

“Silahkan maju untuk mengerjakan soal ini.” Perintah Kwon Songsaenim .

Sun Hye bernafas lega , ia pikir Kwon songsaenim hendak memarahinya karena memergokinya yang terpaku menatap Kibum. Sun Hye bangkit dari tempat duduknya dan maju kedepan. Ia kemudian mengambil spidol yang disodorkan oleh Kwon Songsaenim dan mulai mengerjakan soal di papan tulis , well tidak butuh waktu lama bagi Sun Hye untuk mengerjakan soal ini  , hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk menyelesaikan soal ini . Waktu yang bahkan tidak lebih panjang dari waktu Kibum yang mengerjakan soal dengan jangka waktu  sekitar 4 menit padahal soal yang di kerjakan oleh Sun Hye memiliki tingkat kesulitan dua kali lipat dari soal sebelumnya.

“Sudah nona Park ?” tanya Kwon songsaenim

Sun Hye mengangguk seraya kemudian menyerahkan spidol kepada Kwon songsaenim. Sun Hye kemudian dengan sedikit gugup berlari kecil menuju bangku tempatnya duduk tanpa menyadari adanya dua pasang mata yang tengah memperhatikannya.

Kwon songsaenim berdiri dan memperhatikan hasil pekerjaan Sun Hye sambil lagi-lagi menggumam dan sesaat kemudian ia tersenyum. “Great Park Sun Hye! Kau memang siswa yang sangat cerdas , kau berhasil menyelesaikan soal yang dua kali lebih sulit dari soal sebelumnya dengan waktu yang lebih singkat dan dengan ketepatan hasil yang memuaskan!” seru Kwon Songsaenim .

Semua pasang mata yang ada di dalam kelas menatap Sun Hye dengan tatapan kekaguman akan kecerdasan yang dimiliki Sun Hye.

 

***

Tet…tet…tet…

Bel istirahat berbunyi , semua siswa yang ada di penjuru sekolah ini berhambur keluar kelas dan tujuan mereka tak lain dan tak bukan adalah kantin sekolah.

Sun Hye membenarkan letak kacamatanya dan menyimpan alat-alat tulisnya ke dalam tas sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya dan melenggang hendak meninggalkan kelas.

“Hey!”

Sun Hye menoleh ke sampingnya dan sedikit terkejut ketika mendapati Kibum yang sudah berdiri di sampingnya dengan senyum yang mengemabang.

“K-kibum~sshi ? Waeyo ?” tanya gugup namun kemudian mulai menetralisir rasa gugupnya itu .

Kibum tersenyum lagi “Yang tadi itu keren.” Pujinya tulus .

Wajah Sun Hye memerah sesaat mendengar pujian Kibum barusan , ia langsung menunduk dan berucap “Oh gomawo , kau juga keren.” Ucapnya dengan suara yang begitu pelan pada kata setelah ia berucap terimakasih.

“Sama-sama. Errr mau ke kantin bersama ?” tanya Kibum lagi

“Ah ani , teman-temanmu sudah menunggumu.” Tolak Sun Hye halus seraya melirik kearah beberapa laki-laki dan wanita yang ia yakin benar bahwa itu adalah teman-teman Kibum. “Aku duluan.” Sambungnya seraya langsung berlari meninggalkan Kibum di koridor.

 

***

 

Sun Hye memakan roti isi kejunya dengan kesal , bagaimana bisa ia menolak tawaran seorang Kibum ? Seseorang yang begitu ia suka. “Hah! Katakan bahwa aku gadis bodoh..” katanya frustasi seraya melempar rotinya ke atas piring .

“Kau kenapa Sun Hye~ah ?” tanya Jinki dan Eun Hee yang sudah berada di hadapannya dengan sekotak susu dan roti di hadapan mereka masing-masing, sama seperti dirinya.

“Ah tidak , lupakan apa yang kau lihat barusan tadi.” Ucap Sun Hye sambil tersenyum canggung dan kembali mengambil roti isinya dan melanjutkan acara memakan rotinya .

Eun Hee menyipitkan matanya “Aneh , sepertinya ada yang kau tutupi dari kami berdua.” ucapnya curiga .

Dan dengan mulut yang masih penuh Sun Hye mencoba mengelak “Thi..dhak…” paparnya seraya kemudian menelan roti yang baru saja selesai ia kunyah.

“Jincayo ?” tambah Jinki menggoda .

Sun Hye melotot  “Kau tidak percaya huh ?” pekiknya .

“TIDAK.” Jawab keduanya serentak dengan tegas.

Sun Hye membulatkan mulutnya , tak percaya dengan kedua sahabatnya ini . Benar-benar satu komplotan.

“Kalian itu memang sekomplotan ya.” Ucap Sun Hye sewot sambil meminum susunya .

Sedangkan Eun Hee dan Jinki hanya terkekeh melihat sikap lucu Sun Hye yang kekanakan.

Sun Hye memutar kedua bola matnaya seraya kemudian beranjak dari tempat duduknya .

“Ya! Sun Hye~ah kau mau kemana ?!”  tanya Eun Hee setengah memekik .

“Ke kelas!”  serunya kesal .

Jinki dan Eun Hee kembali tertawa keras melihat tingakah kekanakan Sun Hye.

 

***

 

Kedua mata itu menatap senang ke pada sosok gadis yang kini tengah berjalan meninggalkan tempat bernama kantin ini.

“Kau menyukainya ?” tanya Ji Eun , gadis yang tengah duduk di samping Kibum dengan pelan .

“Tidak. Hanya sekedar kagum.” Jawab Kibum datar seraya melanjutkan memakan kimbabnya .

Ji Eun mendesah seraya kemudian meminum sodanya “Aku lihat tatapan matamu padanya berbeda. Kau menyukainya.” Tambah Ji Eun

“Ya! Song Ji Eun aku bilang aku hanya mengaguminya bukan menyukainya.” Pekik Kibum membuat semua teman-temannya yang mengelilingi meja kantin ini menatap kearah dirinya dan Ji Eun bingung .

“…” Ji Eun diam dan memilih untuk tidak membahas itu lagi , ia tak mau Kibum makin marah padanya.

 

***

 

Sun Hye berjalan di koridor kelasnya dengan kesal . Bagiamana bisa ia bertingkah kekanakan saat sahabat baiknya tengah menggodanya. Gadis itu memutar salah satu ikatan rambutnya frustasi . Menolak ajakan Kibum dan bertingkah kekanakan , benar-benar gadis yang bodoh. Well mungkin Sun Hye memang cerdas tapi tidak untuk sikapnya.

“Maaf , apa kau tahu di mana ruang kepala sekolah ?” tanya seseorang yang suaranya terdengar begitu asing di telinga Sun Hye.

Sun Hye terhenti dan mendongak menatap laki-laki yang 8 cm lebih tinggi darinya itu “Kau tinggal lurus melewati empat kelas dan kau bisa belok ke koridor sebelah kiri kau akan menemukan ruangannya di ujung koridor.” Tutur Sun Hye

“Gomawo.” Ucap laki-laki itu berterimakasih .

Sun Hye tersenyum dan mengangguk pelan , seraya kemudian melanjutkan langkahnya untuk menuju kelas . Tapi tiba-tiba lengannya di tahan oleh seseorang , Sun Hye berbalik dan menaikkan sebelah alisnya ketika mengetahui siapa yang tiba-tiba menahan lengannya .

“Ada apa la-”

Bukkk

“Awwwwww….” Rintih Sun Hye ketika tubuhnya di hempaskan ke dinding oleh laki-laki tadi. Ia meraba punggungnya yang kesakitan dan menatap laki-laki di hadapannya itu sinis.

“Ya! Apa yang kau lakukan ?!” pekiknya kesal pada laki-laki yang ia anggap sangat sadis karena sudah melukai dirinya yang notabene belum pernah di kenal oleh laki-laki itu sama sekali.

Laki-laki itu menyeringai dan mempersempit jarak di antara mereka , mata Sun Hye membulat dan menatap laki-laki itu tajam.

“Apa yang mau kau lakukan ?!” pekiknya kesal namun tak mendapat jawaban dari laki-laki itu “Menjauh!” serunya lagi tapi tetap seorang Park Sun Hye tidak mendapatkan respon. “Ya ! Menjauh ku bilang!” Sun Hye akhirnya mendorong laki-laki itu , meski pada kenyataannya laki-laki itu hanya bergeser mundur sedikit dari tempatnya.

Laki-laki itu menyeringai seraya kemudian mengambil kacamata Sun Hye.

Sun Hye terkejut  “Ya! Stranger! Kembalikan kacamataku !” pekik Sun Hye kesal .

“Kau tidak memerlukan ini .” papar Laki-laki asing itu seraya menyimpa kacamata Sun Hye di kantong celananya . Yeah Sun Hye memang tidak memiliki penyakit mata , Ia menggunakan kacamata hanya untuk membaca saja.

“Kau gila! Dasar stranger aneh ! Kembalikan kacamataku!!” seru Sun Hye kesal .

“…” Laki-laki itu tak menjawab dan kini justru melepas karet yang mengikat masing-masing bagian rambut Sun Hye. Membuat rambut Sun Hye yang awalnya terkuncir dua dengan manis kini tergerai .

“Ya!! Kau itu kurang ajar sekali! Menyebalkan!” Pekik Sun Hye  kesal , gadis itu langsung meninggalkan laki-laki asing itu dan memilih untuk ke toilet untuk merapihkan penampilannya.

Laki-laki itu menyeringai “Ya! Kau lebih cantik jika seperti itu.” Seru laki-laki itu seraya kemudian menggeleng pelan sambil tersenyum dan kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya menuju tempat awal yang ia tuju.

Well tidak kah kalian berpikir bahwa laki-laki itu sangatlah peka ? Peka karena bisa langsung menyadari kecantikan yang di miliki Sun Hye.

 

***

 

Sun Hye menatap wajahnya di cermin yang ada di toilet itu. Rambutnya kini tergerai berantakan akibat ikatannya tadi di lepas secara paksa oleh sosok laki-laki yang ia sebut Stranger tadi.

“Cantik-cantik matamu dua!” kesal Sun Hye “Ini malah terlihat tidak rapih dan berantakan!” paparnya di depan Cermin “Dan kacamata! Oh itu kacamata kesayanganku.” Gadis itu terus menggerutu kesal di depan cermin.

Sun Hye membuka keran di wastafel dan membasuh mukanya , berharap ini hanyalah mimpi meski pada kenyataannya ini bukanlah sebuah mimpi , ia sadar 100% bahwa ini adalah hal nyata.

Sun Hye mematikan keran dan mulai merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Kali ini ia akan membiarkan rambutnya tergerai , tapi ingat hanya KALI INI.

“Sepertinya dia anak baru.” Papar Sun Hye  “Jika benar dia anak baru, dia benar-benar anak baru yang terkutuk!” sambungnya frustasi “Dan kupikir aku harus membawa banyak persediaan karet dan kacamata mulai besok.” Ucap Sun Hye was was.

Klek…

Pintu toilet terbuka , dapat di lihat oleh kedua bola mata hitam Sun Hye dari cermin.

“Kau disini rupanya!” seru suara yang sagat familiar di telinga Eun Hee .

“Aku dan Jinki tadi menyusulmu kekelas , tapi kaunya tidak ada dan malah bertengger disini dan omo Sun Hye…”

“Ya! Diamlah ! Ini bukan mauku , ini gara-gara seorang Stranger yang tak sopan.” Potong Sun Hye

Eun Hee melangkahkan kakinya masuk ke dalam toilet dan berdiri di samping Sun Hye , menahan tubuhnya dengan tangan yang memegang keramik wastafel dan berdiri mengenyamping sambil menatap Sun Hye. Matanya menyipit “Stranger ? Nugu ?” tanya Eun Hee penasaran .

Sun Hye mengangkat bahunya dan menggeleng acuh “Molla . Aku tidak tahu dan tidak pernah mau tahu siapa namanya.” ucapnya tegas  “Kacamataku di ambil , karetku di taret dan di putuskan . Itu sudah cukup membuatku ilfeel terhadapnya.” Gerutu Sun Hye

 “Hahahaha… tapi kau memang terlihat lebih cantik tanpa kacamata dan tanpa rambut yang di kuncir dua.” Papar Eun Hee

“Jung Eun Hee!!!” hardik Sun Hye sambil memutar kedua bola matanya .

Eun Hee tersenyum memamerkan jajaran giginya sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya “Sorry … he he.”

“Sudahlah , ayo kita ke kelasku kasihan Jinki pasti menunggu lama.” Sun Hye dan Eun Hee kemudian bergegas menuju ke kelas Sun Hye.

Park Sun Hye , Jung Eun Hee , dan Lee Jinki . Mereka itu adalah tiga sahabat yang sering mendapat julukan tiga serangkai waktu mereka duduk di bangku SMP. Mereka bersahabat mulai dari mereka duduk di bangku kelas satu smp sampai sekarang , waktu smp mereka selalu sekelas karena tidak ada sistem rolling class di sekolah mereka . Dan pada saat mereka lulus mereka memutuskan untuk masuk ke SMA yang sama , namun pada kenyataannya mereka bertiga masuk ke kelas yang berbeda-beda namun hal itu tidak membuat mereka jadi malah tak akrab mereka justru malah semakin akrab dan dekat. Dan sampai saat ini mereka tetap mendapat julukan tiga serangkai dari siswa lain yang dulu sempat satu smp dengan mereka. –Sedikit penjelasan tentang Sun Hye dan dua sahabatnya-

 

***

 

Sun Hye dan Eun Hee melangkah masuk ke kelasnya dan spontan penampilan baru Sun Hye yang terbilang mendadak membuat Jinki dan beberapa siswa lain yang ada di kelas terperanjat.

“Wowww…” seru Jinki spontan ketika Sun Hye sudah duduk di hadapannya “Siapa orang yang berada di hadapanku ini. Aku tidak mengenalnya tapi ia mirip dengan sahabatku.” Goda Jinki

“Tutup mulutmu Lee Jinki! Bisakah sehari saja kau tidak menggodaku.” Hardik Sun Hye kesal .

Jinki terkekeh sambil berkacak pinggang , seraya menutup mulutnya dengan telapak tangannya untuk menahan tawanya ketika melihat tatapan mata Sun Hye yang terlihat berapi.

Sun Hye mendecak “Gara-gara stranger itu aku jadi menjadi pusat perhatian. Aku tak suka.” Keluh Sun Hye .

“Stranger siapa sih ?” tanya Jinki bingung seraya menatap Eun Hee untuk mendapat jawaban , yeah ia pikir si Eun Hee tahu siapa stranger yang di maksud oleh Sun Hye. “Sepertinya anak baru , Sun Hye juga tidak mengetahui siapa namanya.”

Jinki mengerutkan keningnya “Anak baru ?” tanyanya penasaran “Ku pikir ia sangat peka terhadap pesona Sun Hye yang tersembunyi itu . Mengingat hanya aku dan kau atau mungkin beberapa teman smp kita dulu lah yang tahu sosok Sun Hye sebenarnya.” Papar Jinki

“Yeah …dan mungkin teman-teman yang lain dulu tak akan pernah mengetahui itu jika songsaenim tidak menyuruh mereka satu kelompok dengan Sun Hye.” Sambung Eun Hee.

“Sudahlah berhenti bicara. Aku pusing .” gerutu Sun Hye

“Yee!! Kami kan tidak bicara sama kamu tahu.” Papar Jinki sambil bercanda “Iya kami kan tidak bicara sama kamu bweekk.” Tambah Eun Hee sambil menjulurkan lidah .

“Dasar kalian berdua ini memang real couple , real duo. Satu komplotan.” Papar Sun Hye nyolot dan menanggapi itu kedua sahabatnya ini hanya terkekeh. Sun Hye memutar kedua bola matanya ‘Bahkan tertawapun bersamaan , memang benar-benar satu komplotan.’ Batin Sun Hye.

Tiba-tiba bel yang bertanda bahwa waktu istirahat telah usai berbunyi .

Sun Hye tersenyum lebar  “Haha… Aku bebas , well cepat kalian keluar kembali ke kelas masing-masing segera . Palli ! Hush hush!!” kata Sun Hye

Jinki memeyotkan bibirnya “Dasar kau Park Sun Hye, kau pikir kami kucing apa.” Cibir Jinki

“Hehe… mianhae. Habis kalau kalian disini aku bisa mati berdiri di goda oleh kalian.” Papar Sun Hye seraya tertawa garing.

Eun Hee terkekeh “Haha … kau berlebihan Sun Hye~ah. Sudah ya aku ke kelas dulu.” Kata Eun Hee pamitan , gadis itu kemudian berjalan meninggalkan kelas Sun Hye dan berjalan melewati koridor sebelah kanan sedangkan Jinki koridor sebelah kiri.

Sun Hye menghela nafas dan mengembalikan bangku teman sekelasnya yang ia pinjam ke posisi semula seraya kemudian kembali duduk di tempatnya.

Wajah Sun Hye kini bertumpu pada tangan yang juga bertumpu pada meja. Gadis itu menggembungkan pipinya , sedikit kesal karena harus berpenampilan seperti ini di depan teman-temannya. Ini semua gara-gara stranger itu. Jika saja ia tidak bertemu dengannya , mungkin ia tak akan menjadi pusat perhatian saat ini , well bahkan sekarang teman-teman sekelasnya yang baru masuk kelas sudah sangat terpesona melihat paras dan juga penampilannya.

Sun Hye mendesah pelan , kedua tangannya yang semula bertumpu kuat pada meja mendadak lemas dan ambruk begitu saja di atas meja , kedua tangannya terlipat dengan manis di atas meja . Ia kemudian menangkupkan wajahnya di atas kedua lipatan tangannya.

Kibum berjalan memasuki kelasnya , matanya terfokus pada meja Sun Hye saat ini. Di mana kedua matanya mendapati sesosok dengan rambut yang di gerai tengah menangkupkan wajahnya di atas meja. Ia menaikkan sebelah alisnya “Nuguya ?” batinnya .

Semua siswa kelas 10-1 Sudah berada di dalam kelas . Saat ini keadaan kelas masih sedikit ramai karena memang Hong songsaenim belum masuk ke kelas jadilah keadaan kelas kacau dan rebut seperti ini. Sun Hye mengangkat kepalanya , ia mengebelakangkan rambutnya yang tergerai ke depan. Dan dengan sedikit kesal ia membuka tasnya dan mengeluarkan peralatan tulisnya serta meletakkan alat-alat itu di atas meja . “Huh…” Sun Hye mendesah kesal seraya menggembungkan kedua pipinya “Ya! Awas saja kalau aku melihat stranger itu lagi!” gerutunya kesal , seraya menghentakkan kakinya berkali-kali di atas lantai.

“Stranger ? Nuguya ?”

Suara itu tak asing lagi di telinga Sun Hye. Kibum! Ia mendongak dan pada detik itu juga ia serasa ingin meleleh ketika melihat senyum Kibum yang mengembang dengan manis.

“Errr…ahh tidak abaikan saja.” Ucap Sun Hye gugup. Kibum menaikkan sebelah alisnya “Apa stranger itu melakukan hal buruk padamu ?” tanya Kibum lagi, seolah ingin mengulik tentang stranger yang di maksud Sun Hye itu lebih dalam.

Sun Hye menggeleng cepat “Tidak. Ia hanya membuatku merasa sebal.” Tutur Sun Hye .

Kibum mengangguk seolah mengerti . “Oh iya Sun Hye~sshi…”

“Ne Kibum~sshi ? Waeyo ? Apa ada yang ingin kau katakan ?” tanya Kibum

“Ah ne, ada yang ingin ku katakan .” balas Kibum seraya mengangguk mantap .

“Ne katakan saja Kibum~sshi…” ucap Sun Hye mempersilahkan

“Kau lebih cantik jika di urai seperti ini, dan kurasa kau tidak perlu memakai kacamata bacamu lagi.”

Jderr… seolah tersambar petir , tubuh Sun Hye tiba-tiba saja seperti tersengat oleh listrik satu juta volt , membuat jantungnya tiba-tiba berpacu menjadi lebih cepat dan membuat jantungnya tidak dapat memompa darahnya menuju paru-paru dan seluruh tubuh dengan normal . Wajah gadis itu seketika memanas , rona merah mulai mewarnai wajahnya dan ia pun kini hanya mampu menunduk untuk menutupi wajahnya yang mungkin kini sudah semerah kepiting rebus.

“Sun Hye ?” Kibum sedikit membungkukkan badannya untuk dapat menjangkau wajah Sun Hye yang kini benar-benar tak kelihatan.

“Ah ne…” Sun Hye pelan-pelan mulai mengangkat wajahnya

“Gwenchana ? wajahmu sangat merah.” Papar Kibum yang kini malah membuat Sun Hye malu .

“Hehe… mungkin ini hanya karena…” Sun Hye menggantungkan kata-katanya , bingung harus melanjutkan kalimatnya dengan apa. Aneh memang.

Kibum mengangkat sebelah alisnya , ia penasaran ya ia sangat penasaran seperti lagu SHINee yang berjudul Sherlock , ia pun ingin menjadi seorang Sherlock . Mengetahui kelanjutan dari ucapan seorang Park Sun Hye.

“Karena apa ?” tanyanya mendesak atau katakan saja ia mengumpan Sun Hye untuk melanjutkan ucapannya.

“Karena…” Sun Hye menggigit bibir bawahnya. Sungguh ! Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa.

“Karena ?” Kibum masih terus mengumpannya, menatapnya dengan tatapan -AYO-LANJUTKAN-

“Itu karena…” Sun Hye mengelus tengkuknya kali ini, sungguh ia bingung . Demi apapun selamatkan Sun Hye dari Kibum yang terus mendesaknya.

“Selamat siang Semua.!”

Great ! Sebuah pertolongan bagi Sun Hye. Hong songsaenim tiba-tiba masuk dan Kibum , laki-laki yang ia kagumi itu segera kembali ke tempat duduknya , begitu juga siswa yang lain.

“Pagi  siang Songsaenim.”

Hong songsaenim menaruh buku-buku yang ia bawa di atas meja guru dan kemudian berdiri tegap menatap semua murid yang ada di kelasnya .

“Anak-anak hari ini kelas kalian kedatangan Siswa baru pindahan dari Jepang. Ia akan mulai bergabung menjadi siswa di kelas kalian mulai hari ini.”

Sontak suasana kelas menjadi ricuh kembali , semua penghuni kelas nampak penasaran dengan anak baru tersebut. Sun Hye membulatkan kedua bola matanya , sungguh sepertinya ia tahu siapa yang di maksud oleh guru fisikanya tersebut. Pasti dia , the stranger.

Hong songsaenim berjalan keluar kelas dan nampak seperti memanggil seseorang .Hong songsaenim kemudian masuk ke dalam kelas lagi dan memerintahkan seseorang untuk masuk.

Orang yang di maksud Hong songsaenim pun masuk ke kelas dan Sun Hye , gadis itu harus menerima kenyataan pahit bahwa orang yang di maksud oleh Hong songsaenim itu adalah orang yang di duganya.

“Silahkan perkenalkan dirimu.” Perintah Hong songsaenim .

Sun Hye dengan malas membuang muka , melipat kedua tangannya di depan dada dan memilih untuk mengacuhkan si stranger itu .

“Namaku Kim Jonghyun , aku pindahan dari SMU X di Jepang . Aku berdarah korea murni.” Kata Jonghyun datar .  Seraya melirik ke seluruh penjuru kelas .

Cih , namanya tak sebagus kelakuannya.” Batin Sun Hye sewot.

Sun Hye kembali menatap ke depan dan kedua bola matanya pun bertemu dengan kedua bola mata Jonghyun , dan kontak mata mereka berlangsung sekitar enam detik . Kalau saja Sun Hye tak segera membuang muka mungkin mereka bisa terlalu lama beradu tatapan.

“Jonghyun~sshi kau bisa duduk di bangku itu.” Kata Hong songsaenim menunjuk bangku yang berada tepat di belakang meja Sun Hye.

Sun Hye melongo . Kenapa bisa Hong Songsaenim memerintahkan si stranger itu duduk tepat di belakangnya , rutuk Sun Hye dalam hati .

Jonghyun mengangguk dan melangkah menuju tempatnya , dan ketika ia sudah hampir sampai di bangkunya ia berhenti di samping sebuah bangku yang tepat berada di depan bangkunya .

Sun Hye melirik Jonghyun dengan ekor matanya sebelum Jonghyun tiba-tiba membungkuk dan berbisik di telinganya . “Kita bertemu lagi miss…” bisiknya mengejek .

Sun Hye menatap tajam Jonghyun yang kini justru tengah menatapnya dengan tatapan mengejek dan melanjutkan langkahnya menuju bangku miliknya yang berada di belakang bangku Sun Hye.

Sun Hye mencibirkan bibirnya sambil memainkan bolpointnya dan kini matanya mulai memperhatikan Hong Songsaenim yang sudah memulai pelajaran.

 

***

 

Sun Hye berjalan melewati koridor sekolah sendirian dengan menggendong tas ranselnya . Jam sekolah sebenarnya baru akan selesai lima belas menit lagi akan tetapi guru mata pelajaran Sun Hye memiliki urusan sehingga hanya memberi sebuah pekerjaan rumah dan kemudian membiarkan seluruh siswa di kelas Sun Hye pulang lebih awal.

“Hai…”

Sebuah tangan hangat menepuk pundak Sun Hye sambil menyapanya dengan sapaan lembut. Sun Hye menoleh dan sosok yang cukup familiar di matanya kini sudah berada di sampingnya setelah sebelumnya ia berada di belakang untuk menepuk pundak Sun Hye.

“Ehm Hai…” sapa Sun Hye balik , terdengar canggung memang . Sun Hye tersenyum samar sebelum akhirnya ia kembali menatap lurus ke depan .

“Mau pulang bersama ?” tawar Kibum .

Sun Hye mendongak dan menggeleng pelan “Eh tidak usah aku bisa pulang sendiri .” tolak Sun Hye lembut “Lagi pula aku juga akan pulang barengan dengan Jinki dan Eun Hee kok.” Sambungnya polos .

“Oh baiklah kalau begitu.” Balas Kibum datar . Mereka berdua masih melanjutkan langkah mereka di koridor sekolah mereka , tanpa berbicara .

“Ehm…” Kibum berdehem “Bagaimana jika lain kali ?” tanyanya lagi

Sun Hye mengangguk “Tentu saja.”

Kibum tersenyum dan kemudian menolehkan kepalanya ke depan dan dilihatny sosok gadis dengan rambut keriting gantung yang tergerai ke belakang tengah menatapnya dengan tatapan –Dasar.Pembohong- .

Kibum menghela nafas “Sun Hye aku duluan ya , Ji Eun sudah menungguku .”

“Ne Kibum~sshi.” Ucap Sun Hye pelan bahkan sangat pelan.

Kibum tersenyum sekilas seraya kemudian berlari menghampiri Ji Eun dan mereka kemudian berjalan menuruni anak tangga yang akan membawa mereka menuju lantai satu sekolah mereka.

Sun Hye memajukan bibirnya sebal , kenapa gadis itu selalu saja ada di sekitar Kibum ? rutuknya dalam hati.

Sun Hye memegang erat tali ranselnya dan melenggang dengan langkah gusar di koridor sekolah.

“Kau menyukainya miss ?” suara itu tiba-tiba muncul , suara yang kini sudah tak asing di telinga Sun Hye.

“Stranger ?” serunya setengah memekik ketika ia mendapati Jonghyun sudah berjalan sejajar di sampingnya.

Jonghyun menoleh pada Sun Hye dan menaikkan sebelah alisnya “Stranger ? Kenapa stranger ? bukankah kau sudah mengetahui namaku ?” paparnya bingung

Sun Hye memutar bola matanya “Terserah aku mau memanggilu apa bweek.” Sun Hye menjulurkan lidahnya seraya kemudian berlari meninggalkan Jonghyun. Ia pikir Jonghyun tak akan mengejarnya namun dugaannya salah , laki-laki itu justru mengejarnya dan sekarang laki-laki itu pun sudah meraih pergelangan tangan Sun Hye.

Sun Hye menoleh kebelakang “Ya!” serunya

Jonghyun tersenyum “Kau belum menjawab pertanyaanku miss.” Kata Jonghyun sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Sun Hye , membuat Sun Hye jijik dan ingin muntah seketika.

“Iyuuuh… Apa-apaan kau ?! Menjijikan.” Cercanya pada Jonghyun

Jonghyun terkekeh “Jangan mengalihkan pembicaraan . Kau belum menjawab pertanyaanku.”

Sun Hye menaikkan sebelah alisnya “Pertanyaanmu yang mana ? Lagi pula memangnya penting ya untuk menjawab pertanyaanmu itu ?”

“Jangan pura-pura lupa!!” seru Jonghyun

“Aku memang lupa…” Sun Hye membalasnya dengan suara yang mulai memelan , ia tak berbohong ia memang lupa .

“Kau menyukainya ?” tanya Jonghyun

“Siapa ?” Sun Hye mengerutkan keningnya bingung . Siapa pria yang di tuding Jonghyun ia sukai ?

“Laki-laki yang tadi menyusul seorang gadis di ujung koridor tadi ?”

“…” Sun Hye terdiam , tak mau menjawab . Untuk apa ia menjawab pertanyaan yang seolah ingin mengulik lebih dalam tentang privasinya , lagi pula itu juga pertanyaan dari orang yang menurutnya masih asing , so ia tak harus untuk menjawab pertanyaan dari seorang stranger seperti Kim Jonghyun.

“Hey…”

Sun Hye mengerjapkan matanya seketika Jonghyun mengibaskan tangannya tepat di depan mukanya.

Sun Hye berhenti melangkah , ia kemudian menghadapkan tubuhnya ke arah Jonghyun . Jonghyun mengerutkan keningnya , matanya menatap Sun Hye penuh tanya. Kepalanya di penuhi segudang pertanyaan tentang apa yang akan di lakukan Sun Hye.

“Kau…” gadis itu melarikan jari telunjuknya tepat di depan Muka Jonghyun.

Jonghyun menaikkan sebelah alisnya penasaran “Apa ?” tanyanya memancing

“Jangan pernah mengulik privasiku lebih dalam, kau tahu!” sambung Sun Hye tegas “Kau orang asing! Jadi jangan pernah coba untuk mengorek-ngorek privasiku!” Sun Hye berbalik dan segera melenggang meninggalkan Jonghyun.

Jonghyun menyeringai seraya mengusap sudut bibirnya bak seorang vampire yang baru menghisap banyak darah dari mangsanya. “Ya! Park Sun Hye!” teriaknya.

Sun Hye berhenti melangkah namun tak menoleh  kebelakang ‘Dari mana si stranger tengik itu tahu namaku ?’ batin Sun Hye kesal bercampur penasaran.

“Dari semua ucapanmu aku dapat menyimpulkan bahwa kau menyukainya!” seru Jonghyun

Usai Jonghyun berucap seperti itu Sun Hye langsung melanjutkan langkahnya.

Jonghyun menatap punggung Sun Hye sambil tersenyum sendiri “Aku akan membuatmu menyukaiku!” serunya lagi.

Sun Hye tetap melangkah dan tak memperdulikan ucapan terakhir Jonghyun .

“Membuatku menyukainya ?! Haha percaya diri sekali dia.” Ucap Sun Hye sewot seraya segera bergegas menuruni anak tangga.

 

***

 

“Kibum~ah…” Suara Eun Ji terdengar begitu pelan di telinga Kibum.

Kibum mengencangkan seatbeltnya dan kemudian menatap kea rah sahabatnya Song Ji Eun.

“Waeyo Ji Eun~ah ?” tanyanya kalem

Ji Eun membuang muka keluar jendela seraya kemudian mengeluarkan suara pelannya “Kenapa tidak mengaku saja sih kalau kamu suka dan tertarik padanya ? kenapa mesti berbohong untuk menjaga perasaanku ?” papar gadis cantik bernama Ji Eun itu.

Kibum terdiam seraya kemudian kembali menatap lurus ke jalanan di depan “Kau ini kenapa sih ?! Kenapa begitu memaksaku Song Ji Eun!” pekik Kibum

“Bukankah lebih baik kau jujur dari pada kau mencoba menjaga perasaanku tapi tetap membuatku tersakiti!” balas Ji Eun .

“Kau ini aneh!” balas Kibum

“Ya aku memang aneh Kim Kibum! Dan itu karenamu , harusnya kau mengaku saja jika kau suka pada gadis itu . Tidak usah pakai acara ingin menjaga perasaanku segala !! Sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa menyukaiku Kibum tak akan pernah! Apakah kau mau terus-terusan menjaga perasaanku padahal kita tak memiliki hubungan apa-apa!!” Pekik Ji Eun emosi

Kibum menggebrak roda kemudian seraya menatap Ji Eun penuh emosi “Baiklah! Aku memang menyukainya , dia cantik dan juga pintar! Aku sangat menyukainya ! Kau puas Song Ji Eun!!” seru Kibum. Terkadang ia tak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya Ji Eun.

Ji Eun menoleh ke arah Kibum dengan air mata yang sudah mengalir di pelupuk matanya.

“Ne , aku sangat puas!” seru Ji Eun seraya melepas seatbeltnya dan turun dari mobil Kibum dan kemudian berlari entah kemana.

“Dasar manusia aneh!” rutuk Kibum  seraya kemudian menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan halaman sekolah.

Kibum dan Ji Eun adalah sahabat sejak SMP. Kibum menganggap Ji Eun sebagai sahabat terbaiknya , ia menyayangi Ji Eun tapi hanya sekedar sebagai seorang sahabat saja. Sedangkan Ji Eun , gadis itu menyayangi Kibum juga tapi bukan dalam arti hanya sebagai seorang sahabat seperti Kibum melainkan lebih dari sahabat . Ia bahkan pernah menyatakan perasaannya pada KIbum , namun ia di tolak secara halus oleh Kibum dengan alasan yang begitu simpel ‘KARENA KIBUM HANYA MENGANGGAPNYA SAHABAT’. Sejak saat itu Kibum selalu menjaga perasaan Ji Eun , meski tak memiliki hubungan lebih tapi Kibum tetap berusaha menjadi sahabat yang baik bagi Ji Eun dengan tak ingin mencoba melukai perasaan sahabat baiknya itu karena ia sudah sekali menyakiti Ji Eun , menyakiti hati dan perasaan gadis itu karena telah menolaknya .

 

***

 

Klek…

Pintu kamar Jonghyun terbuka . Jonghyun menggeser sedikit komik yang menutupi pandangannya pada Pintu kamarnya . Kini ia mendapati kakak perempuannya tengah berjalan menghampirinya .

“Ada apa noona ?” tanyanya datar

“Bagaimana dengan sekolah baru mu Jjongie ?” tanya Son Dam , kakak perempuan Jonghyun

“Biasa saja.” Jawab Jonghyun lebih datar seraya kemudian kembali membaca komiknya “tapi ada seseorang yang membuatku tertarik.” Sambungnya.

Son Dam menaikkan sebelah alisnya “Jinca ? Siapa ?” Tanya Son Dam penasaran , seraya kini mulai mengguncang tubuh Jonghyun.

Jonghyun meletakkan komiknya dan merubah posisinya yang semula tiduran menjadi setengah duduk “Bisakah kau berhenti menggangguku noona ? kau mengganggu aktifitasku.” Titah Jonghyun

Son Dam mencibir Jonghyun “Aktifitas apa ? membaca komik ? cih ! Itu saja kerjaanmu!” protes Son Dam .

Jonghyun memasang ekspresi datar “Sudahlah noona tak usah berbasa-basi , kau datang ke kamarku pasti ingin menyuruhku melakukan sesuatu kan ?! cepat katakan!” katanya to the point . Yap , Jonghyun sudah hafal benar dengan tingkah noonanya ini.

“Kau tahu saja Jjong. Ini .” Son Dam membelikan sebuah kertas yang berisi daftar belanjaan.

Jonghyun mengangkat sebelah alisnya “Noona menyuruhku berbelanja ?!” pekiknya tertahan

Son Dam mengangguk “Dan ini uangnya. Ingat tidak ada kata tidak , cepat berangkat.” Titah Son Dam seraya menyerahkan empat lembar uang seratus ribu won dan meninggalkan kamar JOnghyun .

“Dasar menyebalkan.” Rutuk Jonghyun .

***

Bulan bersinar begitu terang , menerangi bumi di waktu malam dengan cahaya yang ia dapat dari matahari dan di bantu oleh bintang yang kala itu ikut muncul menerangi bumi.

Masih belum terlalu larut karena jam masih menunjukkan pukul delapan malam . Sun Hye , gadis itu dengan rambut di kepang dua dan kacamata yang terpasang manis di wajahnya berjalan menuju rumahnya melewati jalanan yang masih cukup ramai di malam ini. Ia baru saja dari swalayan , memberi barang-barang belanjaan yang di butuhkan ibunya . Sebenarnya ia lebih senang berbelanja di pagi , siang atau sore hari ketimbang malam hari , namun karena ibunya lupa memberitahunya sore tadi terpaksa ia harus membeli semua barang ini di malam hari , meski sedikit enggan namun ia tetap harus pergi mencari barang-barang itu. Karena jika ia tidak pergi siapa lagi yang bisa di suruh ? adiknya ? ayahnya ? mana mungkin.

“Hai cantik …” tiba-tiba suara seseorang yang tidak di kenal datang menggoda.

Sun Hye mendongak dan menatap sesosok lelaki yang ia pikir dua tahun lebih tua darinya dengan was-was.

“Siapa kau ?! Mau apa ?!” tanya Sun Hye sinis .

“Aku ?” laki-laki itu menunjuk dirinya sendiri. Sun Hye tak menggubris dan tetap menatap laki-laki itu sinis.

“Aku mau kamu…” sambung laki-laki itu.

Hoeks , mendengar itu ingin rasanya Sun Hye muntah , well ia terlalu jijik dengan pria sok imut dan ganjen seperti laki-laki di hadapannya sekarang.

“Ha.ha.ha…” Sun Hye tertawa menyindir “Minggir! Jangan ganggu aku…” suaranya berubah datar , dengan satu tangan ia mendorong laki-laki itu bergeser ke samping dan melanjutkan langkahnya.

“Ya! Jangan jual mahal kalau jadi perempuan!!” pekik laki-laki itu seraya menarik lengan Sun Hye. Sun Hye memelototi laki-laki itu dan menghentakkan tangannya “Lepaskan!” pekiknya

“Ani… aku tidak mau melepaskanmu , karena aku mau kamu.” Kata laki-laki itu lagi.

Sun Hye menaikkan alisnya “Gila! Gak waras!” seru Sun Hye

“Terserah , tapi aku mau manis.” Goda laki-laki itu seraya kini mulai menarik Sun Hye.

“Ya! Ya ! Ya! Lepaskan ! Kau mau membawaku kemana bodoh! Lepaskan aku!!” serunya tapi pria itu tak menggubris dan tetap menarik Sun Hye.

“Lepaskan dia!”

Laki-laki itu berhenti dan berbalik kearah suara tersebut berada . “Siapa kau ?” tanya laki-laki itu sinis.

“Siapa aku tidak penting! Tapi lepaskan gadis itu!” pekiknya

“Haha , lepaskan ? Kau bukan siapa-siapanya jadi jangan pernah mimpi aku akan melepaskan gadis itu.” Kata Laki-laki pertama .

Laki-laki kedua menyeringai “Kau ternyata sangat suka bermain-main …” dan tanpa basa-basi setelah laki-laki kedua menyelesaikan ucapannya ia langsung menghajar habis-habisan laki-laki pertama yang mengganggu Sun Hye tadi .

“Hey! Itu Leeteuk !”

“Hey! Siapa yang berani menghajarnya , ayo kejar dia!!”  seru beberapa orang dari jauh .

Laki-laki kedua melepaskan laki-laki pertama itu dan menarik pergelangan tangan Sun Hye yang masih diam terperengah.

“Ayo pergi. Kajja!” Ia dan Sun Hye kemudian berlari menjauh dari teman-teman laki-laki yang mengganggu Sun Hye tadi .

 

***

 

Nafas mereka terengah , mereka berdua sekarang berada di dalam telpon umum . Bersembunyi dari kejaran para preman tersebut.

“Hhhhh…hhh…” terdengar suara nafas mereka yang tak teratur.

“Kau … hhh… bagaimana bisa kau ada disana tadi ?”

 

Tbc…

 

 

Bagaimana ? tertarik sama Love Story ? Mau part 2nya gak ? kalau mau please leave a comment+likenya hehe. Respon kalian akan jadi pertimbangan buat melanjutkan fanfic ini ke part 2nya. 

Advertisements

2 responses to “[PART 1] Love Story

  1. wahh, key bae banget sih msh jg ngejaga perasaan jieun walaupun dy sebenernya suka ma sunhye..bgitu jg sebaliknya..
    jjong mmg selalu bersikap menyebalkan disini..LOL
    penasaran apa si jjong bener2 bisa naklukin sunhye?
    eh, siapa tuh yg nyelametin? jjongie kah? *krn sama2 pergi k swalayan* #sotoy /duagh

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s