[2.2] Into Your World

Into Your World

Written By Little Fairy

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • You As Angel / Kim ___-

Disclaimer : I do own the plot. You can find minor cast and the genre on the plot.

credit poster : Pandemonium

Aku duduk di tepian atap sebuah gedung sekolah yang ada di kota ini. Melebarkan sayapku dan menatap lurus ke depan , menatap pohon dan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi di hadapanku .

Aku menghela nafas , memikirkan kejadian tadi siang. Manusiaku itu ternyata ada yang menyukai dan jika orang yang menyukainya tak menyukaiku mungkin ini akan sulit untuk menjalankan setiap rencana yang sudah kususun dengan matang.

Angin dari arah timur lagi-lagi berhembus menerpa kulitku , aku tahu bahwa akan ada yang datang. Ya teman malaikatku itu pasti sebentar lagi secara tiba-tiba akan berada di sampingku dan entah tiba-tiba akan berucap apa. Satu hal yang bisa membuatku dengan mudah menebak kehadirannya , dia menyukai arah timur dan juga angin dari timur , kemanapun ia akan pergi dan datang ia selalu lewat melalui arah timur.

“Kemarin di atap gedung tak jelas yang ada di dekat sebuah gang , sekarang atap gedung sekolah . Besok ?”

Sudah kuduga ia pasti akan banyak bicara ketika sampai disini.

“Di atas pohon.” Jawabku bercanda

“Kim ____!” pekiknya kesal

“Lee Jinki .” aku menyebut nama manusianya sambil memutar kedua bola mataku dan sesaat aku mendengar ia mendengus pelan.

“Ada apa kau kemari ?” tanyaku padanya

“Kau tahu bahwa hanya kita berdua yang memiliki manusia di daerah yang sama.”

“Lalu ?” aku menoleh ke samping dan menatapnya .

Ia tersenyum memamerkan jajaran gigi putihnya , lagi-lagi selalu begitu.

“Jadi hanya kau yang bisa ku kunjungi dan ku jadikan teman ngobrol dengan jarak tempuh paling cepat.” Jelasya , entah itu jawaban terlucu yang pernah ku dengar darinya membuat perutku tergelitik dan tertawa terbahak-bahak.

“Oh ya bagaimana dengan misimu ?” tanyanya padaku

Aku kembali menatap kemudian dan sejurus kemudian aku menghela nafas panjang .

“Hey! Aku meminta jawaban bukan helaan.” Tandasnya membuatku terkekeh pelan.

“Baiklah , awalnya aku pikir rencanaku akan berjalan dengan mulus namun…” aku menggantungkan kalimatku dan mengayunkan kakiku di udara (Posisinya sedang duduk di tepi atap sekolah).

“Namun … ?” Tanya Jinki terdengar penasaran

Aku menoleh dan tersenyum samar padanya “Namun sepertinya rencana itu akan berjalan dengan kurang mulus.” Sambungku pelan

“Kenapa bisa begitu ?”

Aku harus mempunyai cara agar semua rencana yang sudah kususun matang-matang tidak jadi berantakan. Tapi bagaimana caranya ? aku membutuhkan bantuan seseorang saat ini ? tapi siapa ? aku tidak mengenal manusia manapun di dunia selain Baekhyun karena dialah manusiaku.

“Hey! Kau tidak mendengarku ____ ?”

Suara Jinki samar-samar menyadarkanku dari pikiran-pikiranku tentang  rencana yang telah ku buat. Aku menoleh dan menatap Jinki sekilas . Tiba-tiba saja aku mendapat sebuah ide ketika melihatnya. Aku menatapnya lagi namun kali ini tatapanku lebih dalam dan menusuk akupun juga menyunggingkan sebuah senyum kecil di wajahku

“Ya! Kau kenapa ____?” tanyanya bingung saat aku menatapnya seperti itu “Ya!” Dia menyentil keningku “Jangan melihatku seperti itu babo!” seraya membuang mukanya sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Aku hanya bisa terkekeh sambil berkacak pinggang melihat tingkahnya barusan.

“Ya! Lee Jinki bisakah kau ?”

Jinki menoleh “Bisa apa ?”

Dan tanpa berbasa-basi aku langsung mendekatkan wajahku ketelinganya , membisikkan beberapa kalimat yang ingin ku katakan padanya.

“Mwo ?”

 

***

 

Seorang gadis cantik dengan santai melenggang menuju salah satu ruangan yang terdapat di gedung universitasnya saat ini , ia kemudian berbelok ke koridor sebelah kanan dan berjalan masuk ke sebuah kelas.

“Ada perlu apa ?” tanya Suho saat menyadari seseorang yang ia kenal datang menghampirinya .

Victoria duduk di samping Suho dan menopang  kepalanya di atas kedua tangannya yang bertumpu pada sebuah meja di hadapannya .

“Errr aku ingin menanyakan padamu tentang Baekhyun…” jawab gadis itu sambil menggembungkan kedua pipinya.

“Apa ?” tanya Suho datar di sela kesibukannya mengetik tugas .

Victoria mendengus pelan dan kemudian mulai menjawab pertanyaan Suho .

“Apa Baekhyun pernah mengenalkan seorang wanita padamu ?” tanya Victoria sembari menatap Suho tajam .

Suho terdiam dan berpikir sejenak .

‘Mengenalkanku pada wanita sih tidak . Tapi menceritakan padaku tentang wanita yang membuatnya langsung jatuh cinta sih pernah.’ Batinnya dalam hati .

Suho menggeleng pelan “Tidak.” Jawabnya datar sambil melirik Victoria sebentar seraya kemudian kembali mengalihkan pandangan pada layar laptop.

“Kau tidak berbohong kan ?” tanya Victoria was-was

Suho menghela nafas pelan ‘Hey aku memang tidak berbohongkan ? aku memang tidak pernah di kenalkan secara langsung pada wanita oleh Baekhyun tapi hanya diceritakan tentang wanita itu olehnya.’ Batin Suho , Hey ia memang tidak berbohong .

Ia kemudian menorehkan wajahnya pada Victoria dan menatap Victoria dengan tatapan -Kau-Menganggap-Ku-Berbohong ?-

Victoria mendengus pelan “Baiklah aku tahu kau bukan tipe orang yang suka berbohong.” Kata Victoria pelan , well sesungguhnya ia masih tak percaya dengan Suho.

 

***

 

Aku mematikan mesin mobilku beberapa meter dari gang kecil yang menuju rumah _____ . Apa yang ku lakukan ? kenapa aku berhenti disini ? Padahal jika saja aku mau aku bisa berhenti tepat di depan gang kecil itu , turun dari mobil , masuk ke dalam gang kecil itu dan mencari rumah _____. Tapi kenapa ak-

Hey! Bukankah itu ____ ? tapi dengan siapa dia ? Pacarnya kah ? Kenapa mereka terlihat begitu akrab ? Apakah itu benar-benar pacar ____ ?

Aku menundukkan kepalaku dan menatap lurus  ke depan .

“Jadi dia sudah…” Aku makin menatap natar kea rah dua insane yang tengah mengobrol entah apa yang di bicarakan dalam obrolan itu.

“Sial!” Aku memukul setir mobilku .

 

***

“Thanks Jinki , kau sudah mau membantuku.” Kataku sembari tersenyum samar pada sahabat malaikat-ku itu .

“Sama-sama ____ . Kau butuh bantuanku dan sebagai seorang malaikat yang baik aku harus membantu.” Tuturnya percaya diri .

“Hah ? Malaikat yang baik ?” kataku pura-pura terkejut sambil memutar bola mataku .

Pletak ! Awww ini sedikit menyakitkan saat Jinki menjitak kepalaku , meski pelan tapi tetap terasa sakit .

“Sakit Jinki~!” keluhku seraya menyikut siku tangannya .

Jinki terkekeh sambil berkacak pinggang tapi tak membalas sedikit pun keluhanku.

“____” aku mendongak dan menatap Jinki dengan tatapan –Ada-Apa ?-

“Itu…” Jinki melirik ke arah depan , tepatnya kearah mobil yang berada beberapa meter dari tempatku dan Jinki berpijak sekarang . Itu mobil Baekhyun , dan well dengan kedua bola mataku aku bisa menangkap sosok Baekhyun yang menatapku dengan tatapan ketidak sukaan.

“Sepertinya manusiamu itu tidak suka jika kita dekat .” tutur Jinki

“Hey ! Kau lupa dengan yang tadi ku katakan ?” tanyaku seraya memutar bola mataku , sedikit kesal dengan Jinki yang bahkan tidak ingat sama sekali dengan apa yang ku jelaskan tadi.

Jinki menepuk keningnya , merasa ia terlalu ceroboh “Sorry , aku melupakan itu.”

Aku menarik sudut bibirku kesal , percaya atau tidak tapi baru pertama kali aku menemukan sosok malaikat yang pelupa sepertinya . Ia memang benar-benar malaikat yang ceroboh .

“Aku harus masuk , ku pikir jika aku masuk ia akan menghampirimu.” Kataku pada Jinki

Jinki mengangguk “Firasatkupun berkata seperti itu .”

“Baiklah , aku masuk dulu . Ingat jangan sampai ada yang kau lupakan , aku akan mengawasimu dari tempat yang ku pikir tidak akan bisa di jangkau oleh Baekhyun.

“Ah ne arraso…” Jinki mengangguk mengerti . Setelah itu aku berjalan masuk ke dalam gang , masuk hingga ke ujung gang seraya melebarkan sayapku dan terbang ke atas atap gedung bangunan yang terletak di samping gang itu.

***

Jinki melenggang pergi menjauh dari depan gang kecil yang di masuki ____ tadi , dan kali ini malaikat itu sengaja melewati mobil Baekhyun . Berharap sesuatu yang sudah ia duga-duga akan terjadi . Dan benar saja , seorang laki-laki –yang tak lain adalah Baekhyun- turun dari mobil dan berhenti tepat di depannya .

Jinki mendongak dan menatap Baekhyun dengan sedikit aneh .

“Kau siapa ? ada perlu apa ?” tanya Jinki datar

Baekhyun menyeringai kecil seraya kemudian mulai menjawab pertanyaan Jinki “Aku Byun Baekhyun . Aku hanya mau tanya ada apa hubungan apa kau dengan…errr….” Baekhyun menggantungkan kata-katanya , seraya menggigit bibirnya kuat-kuat.

“dengan siapa ?” tanya Jinki polos , well sesungguhnya ia tahu siapa sebenarnya yang di maksud oleh Baekhyun.

“____.” Jawab Baekhyun seraya menatap Jinki tajam

Jinki membulatkan mulutnya membentuk huruf “O” seolah-olah ia baru mengerti dengan segala yang di ucapkan Baekhyun tadi .

“Memangnya kenapa ? kau siapanya _____ memangnya ?” tanya Jinki balik

Baekhyun melirik ke bawah, ke tempat ia berpijak . Memikirkan sesuatu untuk sejenak .

“Dia menanyakan balik tentang hubunganku dengan____ , berarti dia bukan pacar ____ ugh , tapi ia bertanya seperti itu belum tentu karena ia tak memiliki hubungan special dengan ____”

“Aku bukan siapa-siapanya . Hanya sekedar teman .” jawab Baekhyun “Ya hanya sekedar teman.” Tambahnya dengan sedikit lirih .

“Owh … aku juga temannya .” kata Jinki dan pernyataan itu dengan seketika mampu membuat Baekhyun tersenyum .

“Benarkah ? Sudah berapa lama kau berteman dengannya ?”

“Sejak kecil. Kau sendiri …”

O.o

 

***

 

Taman itu nampak sepi kali ini , hanya ada dua sosok makhluk yang berada di taman itu . Mereka masing-masing duduk di sebuah ayunan yang ada di taman tersebut sambil membicarakan sesuatu .

 

“_____ itu suka dengan lelaki yang tidak suka foya-foya , lelaki yang baik dan sopan , menghormati orang tuan serta menyayangi kedua orangtuanya . Laki-laki yang bijak dan tegas , laki-laki yang bisa mengerti perasaan orang lain , laki-laki yang murah hati dan tidak egois . itu adalah tipe ideal ____ , memangnya kenapa ? kau menyukainya ?” Jinki menorehkan wajahnya pada Baekhyun yang duduk di ayunan yang terdapat di samping ayunannya sambil mengepal kedua telapak tangannya menjadi satu .

Baekhyun tersenyum samar , seraya kemudian mengangguk pelan .

“Ada apa denganmu ?” tanya Jinki dengan sebelah alis terangkat .

“Tidak . Hanya saja semua karakter yang kau katakan tadi tidak ada satupun yang menggambarkan diriku.” Lirih Baekhyun , membuat Jinki tertawa kecil .

“Haha…”

“Kenapa ?” tanya Baekhyun

“Kau bodoh atau bagaimana ?” tanya Jinki seraya menatap Baekhyun dengan tatapan –Manusia-aneh-

Baekhyun menaikan sebelah alisnya “Maksudmu ?” tanyanya tak mengerti

“Hey ! Manusia , jik-”

“Kau menyebutku manusia , memangnya kau bukan manusia ? apa kau setan.”

‘Demi Tuhan , kenapa aku bisa seceroboh itu. Hey ! Ia bilang barusan apa aku setan ? hey aku malaikat , malaikat!” rutuk Jinki dalam hati .

Jinki tersenyum sambil memamerkan jajaran gigi putihnya . “Maaf , aku memang suka bicara seperti itu.” Katanya berdalih .

Baekhyun mengangguk mengerti , seolah ia tidak mempersalahkan ucapan Jinki barusan .

“Jika tipe ideal ____ tidak menggambarkan dirimu sama sekali , maka buatlah dirimu menjadi agar menjadi gambaran tipe idela _____.” Tutur Jinki

Baekhyun menatap Jinki lekat “Maksudmu ?” Baekhyun masih menatap Jinki lekat “Aku harus berubah ?” sambungnya mengerti .

Jinki tersenyum samar seraya kemudian mengangguk mengiyakan.

 

***

Baekhyun membuka pintu kamar yang akan menghubungkannya dengan balkon yang ada di kamarnya . Ia berjalan mendekat kea rah terali pembatas balkon seraya kemudian menatap cahaya bulan .

“Berubah ? Apakah aku bisa ?”  batinnya sambil tetap menatap bulan yang bersinar meneranginya malam ini.

Tiba-tiba dengan sedikit agar remang-remang bayangan wajah _____ terlihat tepat di tengah bulan itu . Baekhyun terkejut seraya menggosok pelan matanya , berpikir bahwa ini mungkin hanya halusinasinya saja . Tapi setelah ia selesai menggosok matanya bayangan wajah _____ dari bulan itu tak kunjung hilang juga. Benarkah ini bukan halunasi ? benarkah ini nyata ? batin Baekhyun

Baekhyun hendak menggumamkan nama ____ namun tiba-tiba bayangan itu hilang seketika saat Baekhyun hendak mengucapkan nama _____.

Baekhyun mendecak pelan sambil menjambak rambutnya . “Benarkan , ini hanya halusinasi.” Decaknya seperti orang frustasi.

Tiba-tiba ucapan Jinki siang tadi di taman itu terngiang lagi di telinganya .

“Kau akan bisa melakukannya jika kau memang mencintainya , tapi jika kau tidak maka kau tidak akan bisa melakukan itu.’

Baekhyun tertegun seraya kemudian berjalan memasuki kamarnya lagi bersama angin yang berhembus menerpanya .

Ia menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur tanpa terlebih dulu menutup pintu yang menghubungkan kamarnya dengan balkon . Membiarkan angin berhembus memasuki kamarnya , menambah suasana dingin kamar yang sebelumnya sudah dingin karena adanya AC yang terpasang di dalamnya .

Baekhyun mendesah dan dengan sedikit perasaan ragu ia bertanya sekali lagi pada dirinya sendiri .

‘Apakah aku bisa ?’ tanyanya pelan

Ia kemudian menghela nafas sebelum akhirnya ia menyunggingkan sebuah senyum kepastian dan dengan lantang berkata.

“Aku bisa!”

 

***

Perubahan Pertama …

 

Baekhyun menuruni satu demi satu anak tangga yang akan membawanya menuju lantai satu . Dari atas tangga ia dapat melihat ayah dan ibunya yang tengah berada di ruang makan . Tangga itu memang ada berada di antara dapur dan ruang makan sehingga membua tnya dengan mudah dapat melihat Ayah dan Ibunya yang tengah berada di situ .

Tanpa ia sadari sebuah lengkungan kecil terbentuk di sudut bibirnya , hari ini ia akan memulai perubahan pada hidupnya . Kembali menjadi Byun Baekhyun 5 tahun yang lalu , Baekhyun yang masih bisa di atur  , Baekhyun yang  baik.

“Pagi ayah ibu.” Sapa Baekhyun seraya duduk di dekat ayahnya.

Sapaan Baekhyun tadi sontak membuat Ayah Ibunya sertanya Kim Yoojin selaku kepala rumah tangga di keluarganya terkejut . Byun Baekhyun , ia menunjukkan sikap yang berbeda dari biasanya.

Ayah dan Ibu Baekhyun saling menatap satu sama lain dengan perasaan haru , bingung , namun senang .

“Baek…”

“Maafkan aku bu~ aku benar-benar telah berlaku buruk padamu dan ayah kemarin.” Ucap Baekhyun penuh penyesalan seraya menunduk dalam .

Ibu Baekhyun tersenyum dan menatap putra semata wayangnya itu haru “Ibu tidak pernah marah padamu Baekhyun~ah. Justru ibu yang harusnya meminta maaf padamu karena selama ini tak pernah memberi perhatian padamu.” Lirih Ibunya

Baekhyun mendongak dan menyunggingak senyum haru pada ibunya. Tuan Byun menghela nafas pelan dan mengelus pundak Baekhyun “Kami terlalu sibuk dengan urusan kami . Dan karena terlalu larut dalam urusan itu kami jadi menelantarkanmu . Maafkan kami.” Tuan Byun berucap dengan sendu penuh penyesalan . Lelaki paruh baya itu benar-benar menyesal .

“Tapi aku juga bersalah , tak seharusnya aku bersikap seperti kemarin . Harusnya aku menghargai kalian , setidaknya meski terlambat tapi kalian tetap mau menyisihkan waktu kalian.” Tukas Baekhyun

Ibunya tersenyum lantas mengangguk pelan entah untuk maksud apa .

“Sudahlah Ibu tidak pernah marah padamu Baekhyun~ah , yang penting sekarang kamu sudah menjadi lebih baik.” Tutur Ibunya

Tuan Byun tersenyum “Kau menjadi lebih baik dari yang kemarin sudah cukup untuk kami.” Tambah Tuan Baekhyun .

“Mulai kemarin kami berdua sudah berjanji akan menyisihkan banyak waktu untukmu , meskipun kau sekarang sudah cukup dewasa namun kami pikir kau tetap membutuhkan kami .” tutur Ibunya “Kami menyimpulkan hal seperti itu karena melihat tingkahmu kemarin. Kau jangan marah atau salah paham ya.” Tambah Ibunya yang langsung membuat Baekhyun terkekeh .

Dan satu kehidupan baru serta kebahagiaan baru telah ia dapatkan . Ia juga mendapatkan suatu perubahan yang begitu menakjubkan .

‘Ini lebih baik untuk menjadi lelaki ideal _____’

 

***

Perubahan kedua …

Gadis itu melangkah dengan sedikit tergesa-gesa , ia bahkan tidak memperdulikan rambutnya yang kini sudah bergerak kemana-mana karena langkahnya yang tergesa-gesa itu.

“Baekhyunnie~ah !!!” serunya saat ia kini sudah berada tidak terlalu jauh dari sosok yang hendak ia hampiri .

Baekhyun berhenti , menoleh ke belakang seraya kemudian menyunggingakn sebuah senyum tipis ketika melihat Victoria tengah berjalan menghampirinya.

Victoria terhenyak , ia berhenti , tak melanjutkan langkahnya . Matanya tak berkedip sama sekali , terlalu fokus pada sebuah senyum yang tersungging di bibir Baekhyun.

‘It’s the first smile for me . It’s the first.’ Batin Victoria “Senyuman ini begitu tulus , tak seperti biasanya. Apakah Baekhyun sudah berubah pikiran ? apakah Baekhyun sudah mencintaiku ?”  tambah Victoria .

Baekhyun menaikan sebelah alisnya , menatap heran pada sosok Victoria yang berdiri kurang dari satu meter di hadapannya .

“Kau baik-baik saja kan ?”

Victoria tersadar ketika Baekhyun sudah berada di depannya sambil mengibaskan telapak tangannya tepat di hadapannya .

‘Benarkah ini Byun Baekhyun ?’

“Hey! Kau kenapa ?” tanya Baekhyun lagi .

Victoria lagi-lagi terhenyak , ia menggeleng sambil tersenyum manis , manis sekali .

“Gwenchana.” Jawabnya malu-malu

Baekhyun membulatkan bibirnya membentuk huruf O . Tiba-tiba ucapan Jinki kemarin kembali terngiang di telinganya .

_____ menyukai lelaki yang bisa memahami perasaan orang lain.

Baekhyun menghela nafas , dalam hati ia berteriak ‘aku harus belajar mengerti perasaan Victoria meski aku tak menyukainya.’ Batinnya .

Baekhyun meraih pergelangan tangan Victoria , seraya kemudian menarik Victoria.

“Ayo kita ke kantin.” Ajaknya lembut .

Victoria ternganga menyikapi perubahan seorang Byun Baekhyun . Mengapa laki-laki ini bisa berubah dengan begitu cepat ? ia menjadi lebih lembut dan mengerti dirinya . Ia benar-benar menyenangkan sekarang .

Victoria tidak dapat menahan senyumnya ketika Baekhyun dengan bersemangat menggenggam tangannya dan menariknya untuk pergi ke kantin .

Satu lagi perubahan terjadi pada diri Baekhyun . Ia menjadi lebih mengerti tentang perasaan orang terhadapnya.

“Ajaib… karena seorang Kim _____ aku bisa berubah begitu drastis dalam waktu yang sangat singkat.”

 

***

 

Suho masih asyik mengetik tugasnya dan matanya masih terus terpaku pada layar laptopnya , sesekali ia mengambil cangkir yang terdapat di samping laptopnya dan menyeduh mochacinonya dengan pelan.

“Ya!”

Suho mendongakkan kepalanya dan menatap sosok yang familiar di matanya dari jauh . Sepersekian detik kemudian Suho terhenyak , ia menatap dua orang yang tengah berjalan menghampirinya itu dengan heran . Apakah ini nyata ? batinnya .

“Kalian berdua ?” tanya Suho seraya melayangkan jari telunjuknya pada Baekhyun dan Victoria secara bergantian .

Baekhyun mengangkat sebelah alisnya “Kenapa dengan kami ?” tanyanya balik

Suho terkekeh “Di tanya malah balik bertanya. Maksudku apa kau da-”

“Jangan memulai . Suho~a. Kami berdua hanya teman.” Potong Baekhyun , cara bicaranya kali ini terdengar lebih lembut dan lebih hati-hati seolah-olah ia tak mau melukai seseorang yang menjadi topic pembicaraannya .

Victoria tak ikut ambil andil dalam pembicaraan itu , ia lebih memilih untuk diam sambil menyunggingkan senyum samar .

“Hey! Kau sekarang sering sekali berkutat dengan laptop ?” tanya Baekhyun mengalihkan pembicara “Dimanapun aku melihatmu aku selalu melihatmu bersama dengan laptop itu.” Tambahnya

Suho terkekeh seraya kemudian menutup laptopnya “Itu karena tugasku banyak dan menumpuk , dan aku baru menyelesaikannya beberapa detik yang lalu.” Tuturnya

“Haha… tugas meumpuk ? astaga.”

“Ada apa ?” tanya Suho lagi

“Tadi pagi saat aku dan ayah ibuku sedang sarapan pagi , kami berencana untuk mengadakan sebuah pesta dan aku ingin kalian datang.” Jawab Baekhyun

Suho menaikan sebelah alisnya “Kau sudah baikkan dengan orangtuamu ?” tanyanya

Baekhyun tersenyum sambil mengangguk kecil “Ya , berkat seseorang.” Jawabnya tenang.

Victoria terdiam setelah mendengar ucapan barusan , kini ia justru sibuk berpikir tentang siapa orang yang dimaksud Baekhyun .

“Jadi bisakah kalian datang ? pestanya di mulai jam tujuh nanti malam , hampir sebagian siswa di kampus dan kerabat dekatku serta relasi perusahaan ayahku pun akan di undang ke pesta itu.” Tutur Baekhyun .

Suho mengangguk “Aku pasti datang , tapi apa tujuan pesta itu ?” tanya Suho

“Hanya pesta kecil untuk keluarga kami yang mulai menghangat.” Jelas Baekhyun

Suho membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘O’ seraya mengangguk mengerti .

Victoria , gadis itu hanya diam dan diam. Tak menolak ataupun menerima ajakan itu , tapi Baekhyun dan Suho tahu pasti bahwa gadis itu pasti akan datang ke acara itu.

 

***

Jinki dan _____ kali ini tengah berjalan berdua melewati jajaran toko-toko yang ada di pinggiran jalanan besar kota Seoul . Mereka berjalan tanpa tujuan yang jelas –mengingat bahwa mereka tidak memiliki tempat tinggal di bumi- mereka hanya mengobrol sambil berjalan , berjalan seperti layaknya orang-orang di sekitar mereka , berjalan seperti memiliki tempat tujuan.

“Kau tahu , ia sudah banyak berubah sejak tadi pagi.” Tutur _____

“Great _____ rencanamu berhasil.” Kata Jinki “Kau memang malaikat yang cerdik.” Puji Jinki tulus

_____ terkekeh “Haha… aku malaikat cerdas sedang kau adalah malaikat yang ceroboh.” Ejek _____ .

Jinki mengerucutkan bibirnya seraya berucap “Ingat bahwa hanya satanlah yang suka mengejek.” Katanya ketus .

“Aku bukan satan , tapi aku malaikat. Lee Jinki.” Kata _____ seraya menekankan suaranya pada nama manusia sahabatnya itu “Dan ingatlah bahwa hanya satan yang berkata dengan sangat ketus.” Cetus _____

“Ayolah _____ kita berdua sama-sama malaikat , jangan saling mengejek atau kita berdua sama sep-”

“Stop , ingat bahwa yang kau memulai Lee Jinki .” potong _____

Jinki mendengus pelan seraya mengangguk malas “Baiklah aku mengalah Kim _____.”

______ terkekeh , merasa menang dari perdebatannya dengan JInki.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di dekat mereka , Jinki dan _____ berhenti dan tak melanjutkan langkahnya. Mereka lebih memilih untuk melihat mobil yang ada di dekat mereka . ______ tahu mobil siapa itu , itu adalah mobil manusia-nya dan manusia-nya tak lain dan tak bukan adalah Byun Baekhyun.

Benar saja , beberapa detik kemudian pintu mobil terbuka dan sosok Baekhyun pun turun dari dalam mobil dengan menyunggingkan sebuah senyum yang lebar seraya menghampiri _____ dan Jinki.

_____ yang melihat itu hanya mampu menyenggol lengan Jinki.

“Hi…” sapa Baekhyun ramah , sedikit berbeda dengan yang kemarin . Jinki melipat bibirnya ke dalam –mingkem / seperti membungkam mulut– , berusaha untuk menahan tawanya. Well ternyata manusia itu benar-benar menyukai sosok sahabat malaikatnya , manusia itu berubah drastis.”

“Baekhyun ? ada apa ?” tanya _____

Baekhyun tersenyum “Aku mau mengundang kalian berdua ke pestaku nanti malam.” Jawabnya

_____ Menatap Baekhyun heran “Pesta apa ?” tanya pelan

“Pesta karena keluarga kami akhirnya berkumpul lagi.” jawab Baekhyun

“Apakah tak apa aku kesana ? ingat bahwa kita bahkan belum genap seminggu berkenalan.”

Baekhyun tersenyum “Gwenchana , kau malah justru di wajibkan datang. Karena jika bukan karenamu pesta ini pun tak akan terselenggara.” Jelas Baekhyun

“Hah ?” _____ Membulatkan matanya , menatap Baekhyun heran dengan mata yang membulat sebulat-bulatnya. Well apa yang di katakan oleh Jinki sampai Baekhyun berkata seperti itu.

“Nanti malam akan ku jemput kau di depan gang rumahmu jam setengah tujuh malam . Ku harap kau berpenampilan cantik malam ini , dan Jinki kau bisa datang ke rumahku tanpa ku jemputkan ? aku akan memberitahumu nanti alamat rumahku.” Ucap Baekhyun

Jinki mengangguk mengerti , dalam hati ia berucap ‘tanpa perlu kau beri alamatmu aku pun bisa langsung berada di rumahmu saat ini juga.’

“_____ Aku harus pergi lagi sekarang , aku masih ada mata kuliah .” pamit Baekhyun

“Ne Baekhyun~sshi , hati-hati di jalan. Annyeong.” Kata _____ Sambil membungkuk dan kemudian melambaikan tangan kanannya.

Kaca mobil Baekhyun terbuka , Baekhyun tersenyum seraya kemudian membalas lambaian tangan ______ dan kemudian membawa mobilnya melaju meninggalkan tempat itu.

Jinki tersenyum menatap kepergian Baekhyun , bahkan tanpa ia sadari saat ini kedua bola mata _____ tengah menatapnya dengan sangat tajam.

Jinki tersadar  “Kau kenapa ?” tanya Jinki panic

“Kau melebih-lebihkan cerita bukan ?” tanya _____ dengan nada mematikan serta tatapan yang mematikan pula.

Jinki tersenyum samar seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal , bingung mesti menjawab apa. Dan saat ____ berjalan mendekat , kedua tangannya dengan tiba-tiba ia angkat . “Aku bisa jelaskan.”

 

***

 

07.00 PM

Suasana di dalam rumah mewah itu terlihat lebih ramai sekarang , tak seperti biasanya yang selalu terlihat sepi. Lampu besinar terang di mana-mana , menambah suasana meriah di rumah itu.

Sebuah pesta besar baru saja di mulai , bukan pesta penting sebenarnya . Hanya pesta biasa karena keluarga itu sudah mulai menghangat seperti dulu.

Suho dan Victoria saat ini tengah berdiri di kolam renang , salah satu tempat yang juga turut menjadi tempat pesta itu berlangsung.

“Kemana Baekhyun ? Kenapa ia lama sekali ? apakah ia masih berdandan di kamarnya ?” Suho melontarkan banyak pertanyaan pada Victoria .

Victoria menggeleng pelan “Mana aku tahu.” Jawab gadis itu acuh , entah kenapa tiba-tiba perasaan kesal terhadap Baekhyun kini tengah menyelimutinya . Mungkin perasaan kesal itu muncul karena ia sadar bahwa Baekhyun menyukai gadis lain dan Baekhyun berubah juga karena gadis lain .

“Hey! Aku baru sadar bahwa sikap Baekhyun padamu tadi pagi begitu manis…”

Victoria menyeringai seraya membuang muka dan melenggang pergi meninggalkan Suho sendirian.

Suho menaikan sebelah alisnya , memutar lehernya sedikit dan menatap punggung Victoria yang menjauh.

‘Ada apa dengan gadis itu ?’ batinnya.

 

***

 

_____ dan berhenti tepat di depan sebuah gang kecil yang ada di dekat stasiun Seoul. _____ melihat lagi dirinya dari bawah sampai leher , ia bertanya dalam hati haruskah ia memakai pakaian seperti ini ? terlalu minim .

“Kau terlihat cantik _____.”  Puji Jinki tulus

_____ Mengerutkan keningnya. “Tapi ini terlalu minim Jinki~a.” protesnya kesal

Jinki memutar bola matanya “Itu adalah mini dress biasa bagi manusia dan itu tidak terlalu minim ____ , setidaknya dengan mini dress itu kau terlihat cantik , anggun , dan juga elegant.” Terang kata-kata Jinki tadi membuat _____ terkekeh .

“Baiklah kalau begitu , everything I will do it for him and my mission.” Ucap _____ sambil tertawa kecil .

everything you will do it for him? _____ don’t tell me that you fall in love with him –Byun Baekhyun-.”

Itu bukan pertanyaan tapi itu pernyataan. _____ terdiam , ia kini sibuk memikirkan maksud ucapannya barusan ? ia tak mungkin salah bicara ? kalimat itu meluncur dengan sendirinya . Jadi bisakah itu di sebut ketidak sengajaan atau ia memang melakukan itu tulus untuk Baekhyun atau arti kata lainnya karena ia sudah memiliki perasaan pada manusia itu  , ia bahkan rela melakukan sesuatu untuk Baekhyun.

Nan mollaso…” jawab _____ “Sebaiknya kau segera pergi dari sini , Baekhyun akan segera datang.” Kata ____ mencoba mengalihkan pembicaraan.

Jinki mengangguk “Baiklah , kalau begitu aku pergi dulu.”

Dan tepat setelah Jinki menghilang dari pandangan _____dengan menggunakan kemamupuan magisnya , mobil Baekhyun kini sudah berhenti tepat di pinggir trotoar jalan. Pintu mobil itu terbuka dan nampaklah sosok Baekhyun yang keluar dari mobil dengan mengenakan kemeja hitam yang di balut dengan sebuah jas yang juga berwarna hitam. Baekhyun menghampiri _____ dengan langkah pelan , matanya masih terfokus pada kecantikan _____ saat  ini , betapa ia bisa melihat sosok _____ yang cantik , anggun dan elegan kini tengah berdiri menunggunya . _____ yang terlihat anggun dengan balutan mini dress berwarna pink pastel  dengan sedikit bordiran rumit pada ujung dressnya , juga sebuah bross berbentuk mawar berwarna senada namun lebih terang yang terpasang apik di bagian atas dress sebelah kirinya . Rambut _____ di gelung ke atas dengan di jepit sebuah jepitan kupu-kupu berwarna pink pastel juga , dan juga poninya yang di belah ke samping membuatnya terlihat anggun dan juga dewasa. _____ juga tidak terlalu banyak menggunakan polesan make up , ia hanya menggunakan bedak tipis , lip gloss , dan blush on , itu saja .

“Kau cantik Kim _____” kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Baekhyun  , ia berkata fakta saat ini. Bukan berniat untuk merayu seorang Kim ______ .

Rona merah menghiasi wajah _____ , gadis itu tidak dapat memungkiri bahwa pujian barusan dapat membuatnya salah tingkah .

“Thanks.” Jawab _____ canggung .

Baekhyun memegang pergelangan tangan _____ dan menariknya pelan mendekati mobil .

“Kita berangkat sekarang.” Ucap Baekhyun , seraya membuka pintu mobil bagian sebelah kanan dan mempersilahkan _____ masuk ke dalam mobilnya bak seorang putri , well itu terlihat seperti beberapa adegan romantis yang ada di beberapa drama romantis.

_____ masuk ke dalam mobil dan sepersekian detik kemudian Baekhyun menutup pintu mobilnya , sambil menyunggingkan sebuah senyum kebahagiaan Baekhyun memutar kunci mobilnya , berjalan kea rah pintu mobil sebelah kiri dan masuk ke dalam untuk kembali mengemudikan mobil menuju rumahnya.

 

***

 

“Kemana sih Baekhyun ? dari tadi tidak muncul-muncul.” Keluh Suho Risau .

Victoria mengangkat bahunya seolah tak peduli , padahal dalam hati dia sangat-sangat mengkhawatirkan seorang Byun Baekhyun .

“Sudah sejak kita datang kesini ia juga tak kunjung kelihatan batang hidungnya … hhh…” Suho semakin risau “Baiklah , sebaiknya aku menanyakan keberadaannya pada Yoojin ahjumma.” Kata Suho pada akhirnya seraya meninggalkan Victoria sendiri . Victoria mendecak pelan , seraya meminum wine yang berada di dalam gelas yang ia genggam sedari tadi

Victoria memutar sedikit badannya –masih dalam keadaan menegak wine-  dan sedetik setelah memutar , kedua bola matanya menangkap sosok lelaki yang sangat asing di matanya .

“Nugu ?” batinnya seraya berjalan menghampiri laki-laki itu seraya memincingkan matanya , mencoba mencermati wajah laki-laki itu .

Tepat ketika Ia berada di belakang laki-laki itu , tangannya dengan berani menepuk pundak laki-laki itu pelan . Laki-laki itu berbalik dan langsung menyunggingkan sebuah senyum sekaligus memamerkan jajaran giginya yang putih bersih.

“Ada apa ?” tanya laki-laki itu

Victoria memincingkan matanya sekali lagi , mencoba mengamati laki-laki itu baik-baik .

“Kau bukan mahasiswa universitas konkuk kan ?” tanya Victoria

Laki-laki itu menggeleng “Aku tidak kuliah di situ.” Jawab laki-laki itu ramah

Victoria tersenyum masam seraya kemudian dengan tidak sopan langsung meninggalkan laki-laki itu.

“ia bahkan lebih tidak sopan dari manusiaku.” Gerutunya kesal .

Suho berjalan mendekati Victoria yang terlihat nampak lesu dan gundah.

“Gwenchana ?” tanyanya yang sontak membuat Victoria sedikit kaget .

Victoria mendongak , kemudian menyunggingkan sebuah senyum samar di bibirnya.

“Nan gwenchana. Di mana Baekhyun ?” kali ini gadis itu sudah mulai menanyakan keberadaan Baekhyun .

“Kata Yoojin ahjumma Baekhyun pergi keluar dua jam yang lalu , katanya ada hal penting yang mau ia lakukan.” Tutur Suho

“Oh…” Victoria membulatkan mulutnya “Oh iya Suho~sshi , tadi siang kata Baekhyun pesta ini hanya mengundang teman-teman satu universitas dan teman-teman relasi bisnis ayahnya bukan ?” tanya Victoria , di jawab dengan sebuah anggukan kecil oleh Suho.

“Ne , waeyo ?” tanya Baekhyun tak mengerti

“Kalau begitu kenapa ada mahasiswa dari universitas yang berbeda di undang kesini ?” tanya Victoria bungah .

Suho terdiam sejenak , nampak seperti berpikir namun kemudian ia tertawa renyah seraya mengacak rambut Victoria .

“Ya! Mungkin saja itu teman kecil Baekhyun atau anak dari teman ayah atau ibu Baekhyun yang di undang kesini.” Jelas Suho

Victoria menepuk keningnya seraya kemudian ikut tertawa “Aku bahkan tidak pernah memikirkan hal itu haha…” ucapnya .

Tiba-tiba orang-orang di dalam ruangan itu melenggang pergi meninggalkan tempat mereka  dan memilih berkerumun di ruang tengah –yang begitu luas­yang ada di rumah mewah tersebut .

“Mereka kenapa berkerumun seperti itu ?” tanya Victoria tanpa melirik sedikit pun pada Suho .

Suho mengangkat bahunya seraya meletakkan gelas wine yang di pegangnya di atas meja yang paling dekat dengan dirinya , tangan kirinya meraih pergelangan tangan kanan Victoria dan menarik gadis itu mendekat pada kerumunan itu . Mereka berdua –Suho Dan Victoria-  kemudian mencoba menerobos masuk ke kerumunan itu hingga akhirnya mereka sampai di barisan paling depan .

Dan mereka –Suho & Victoria-  tertegun ketika melihat dua sosok yang menjadi pusat perhatian mala mini. Byun Baekhyun dengan seseorang yang anonymous –tanpa nama- yang mereka berdua bahkan tidak mengenal sama sekali , hanya saja Victoria sempat bertmu dengannya dan gadis itu sedikit mengingat Baekhyun sempat meneriaki gadis itu dengan nama _____.

“Kau mengenalnya ?” pertanyaan Suho sontak menyadarkan Victoria dari berbagai macam pikirannya .

Ia menggeleng “Tidak.” Jawabnya datar .

“Oh…” Suho membulatkan mulutnya “Sangat cantik , selera Baekhyun memang bagus.” Kalimat itu terlontar begitu saja dari mulut Suho.

Victoria melirik Suho melalui ekor matanya dengan sangat tajam , seolah ia ingin menerkam lelaki bernama Suho itu dengan pisau belati yang sudah terlebih dulu di asah .

‘Jadi dia pikir aku tidak bagus sehingga aku bukan perempuan yang di sukai Baekhyun ? tch…” batinnya dalam hati .

Kerumunan itu kini mulai merenggang , orang-orang yang tadinya terpesona akan kecantikan _____ dan keserasian _____ dan Baekhyun tadi kini mulai kembali ke tempat semula dan mulai melakukan aktifitas mereka yang tadi sempat tertunda.

“Ia cantik Baekhyun~ah , kau tidak salah memilihnya.” Ucap Ibu Baekhyun senang .

“Errr ibu dia hanya-”

“Ayah dan ibu benar-benar mendukung hubungan kalian berdua.” Tambah Ayah Baekhyun .

Wajah Baekhyun dan _____ kini sudah mulai merona merah , mereka sangat malu dan salah tingkah . Keduanya tanpa sengaja saling bertukar pandangan untuk beberapa saat sambil tersenyum malu-malu.

“Well sebaiknya kau mengajak _____ berkeliling untuk menyapa tamu Baekhyun , kami harus kesana.” Papar Ayah Baekhyuns seraya kemudian pergi ke sisi lain rumahnya untuk menyapa tamu.

Baekhyun menghela nafas panjang seraya kemudian menatap _____ penuh penyesalan .

“Maaf , aku membuat mereka salah sangka.” Paparnya

______ mendongak dan menyunggingkan sebuah senyum kecil sambil menggeleng pelan .

“Gwenchana , mungkin mereka memang menginginkanmu memiliki kekasih.” Balas _____ .

Dan ucapannya itu secara tak langsung membuat Baekhyun merasa bahwa ____ juga menyukainya , walaupun pada kenyataannya memang benar ____ menyukainya .

“Baekhyun siapa dia ?” tanya Suho yang tiba-tiba sudah berada di depannya bersama Victoria

“Dia Kim ______.” Jawab Baekhyun

“Apakah dia pacarmu ?” tanya Suho lagi

Baekhyun menggeleng lemah “sayangnya dia bukan pacarku.” Ucapnya tak berselera

“Ku pikir aku harus pergi ke toilet.” Pamit Victoria setelah menatap _____ tajam .

Baekhyun dan Suho mengangguk mengiyakan .

“Baekhyun~ah ku pikir Jinki sudah ada disini . Jadi kurasa aku perlu mencarinya…” ucap _____

“Jinca ? Baiklah kalau begitu , nanti aku menyusulmu.”

______ tersenyum seraya melenggang pergi meninggalkan Baekhyun dan Suho yang kini mulai asyik membicarakann dirinya.

“Jadi dia gadis malaikat yang kau bilang ?” tanya Suho dengan senyum yang mengembang

Baekhyun mengangguk “Ne . Benar kan apa yang ku katakan ? dia memang cantik seperti malaikat bukan ?” kata Baekhyun

Suho mengangguk “Ya ya ya  , dia memang canti seperti malaikat . Apalagi mata birunya itu , itu adalah mata tercantik yang pernah kau lihat.” Puji Suho tulus

Baekhyun terkekeh seraya menyenggol siku tangan Suho “Hey! Kau dulu mengatakan aku berlebihan , tapi saat kau melihatnya kau bahkan memujinya lebih berlebihan dariku.” Protes Baekhyun

Dan hanya di respon dengan sebuah tawa renyah yang keluar dari mulut Suho.

 

***

Jinki di mana sih ? bukankah harusnya ia sudah berada disini ? tapi kemana dia ? kenapa ia sama sekali tak menampakan batang hidungnya.

Aku berjalan mengitari rumah Baekhyun , berharap akan menemukan sosok Jinki di salah satu sudut rumahnya dan ketika kedua bola mataku berhasil menangkap sosoknya tiba-tiba seorang perempuan muda berhenti di depanku , tepat di hadapanku. Aku mengingatnya , Ia Victoria . Teman Baekhyun yang waktu itu bertemu denganku di salah satu mall saat ia tengah berbelanja bersama Baekhyun , aku juga masih ingat waktu itu ia menatapku begitu tajam dan kali ini ia juga menatapku seperti itu. Akan tetapi kali ini tatapan matanya lebih tajam dari yang waktu itu , ku pikir akan ada hal buruk yang akan terjadi.

“Bisa kita bicara sebentar err  ______~sshi ?” tanya gadis itu dingin

Aku mengangguk seraya kemudian mengikutinya berjalan keluar dari dalam bangunan mewah milik keluarga Baekhyun ini.

Gadis itu membawaku ke halaman rumah Baekhyun yang sangat luas , taman yang hampir menyerupai eden –taman firdaus/taman surga-  , ini mungkin memang tak lebih indah dari eden tapi ini bisa di katakan sebagai miniatur eden meski tak serupa bahkan meski tak lebih indah.

Aku dan Victoria duduk di salah bangku yang terdapat di taman itu . Aku melirik Victoria yang kini menatap tajam lurus ke depan dengan kedua tangan terlipat di depan dada .

“Apa yang mau kau bicarakan Victoria~sshi…?” tanyaku membuka pembicaraan setelah beberapa saat terdiam .

Victoria menyeringai , seraya kemudian mendecak pelan dan mulai mengeluarkan suara.

“Dari mana kau tahu namaku ?” tanyanya datar dan begitu dingin

“Baekhyun…” jawabku apa adanya “Ia yang memberitahu namamu waktu itu.” Tambahku

Ia lagi-lagi menyeringai “Baiklah sudah kuduga. Aku tak mau berbasa-basi dengan perempuan sepertimu.” Katanya angkuh “Jadi apa hubungan dengan Baekhyun ?” tanyanya sinis .

Aku mengerutkan keningku “Hubungan apa ? Bukankah kau sudah mendengarnya sendiri dari Baekhyun tadi ? Kami hanya teman.” Jawabku tanpa ekspresi

Victoria memutar sedikit kepalanya ke sebelah kanan sambil menyeringai , ia memutar kedua bola matanya dan menatapku tajam , bahkan jari telunjuknya kini sudah menudingku tepat di depan wajahku.

“Jangan berpura-pura. Aku tahu Baekhyun menyukaimu dan aku tahu kalian pasti memiliki hubungan lebih. Dan kalian merahasiakan itu.” Katanya dengan sadistic , ia beranjak berdiri di hadapanku dan menatapku nanar.

“Jangan berbohong ! Cepat katakan!” pekiknya padaku

Aku bangkit dari tempat duduk ku “Aku tidak berbohong Victoria~sshi !” jawabku membela diri .

Ia lagi-lagi menyeringai “Jangan bohongi aku!” serunya

“Aku benar-ben-.”

Belum selesai aku berbicara tiba-tiba tangan Victoria bergerak ke atas dan bersiap hendak menamparku , aku menutup mataku rapat-rapat namun hingga lebih dari lima detik pipiku justru tak merasakan apapun.

Aku pelan-pelan membuka mataku dan kulihat tangan Victoria tengah di cengkram oleh tangan orang lain , aku melirik kearah pemilik tangan yang mencengkram tangan Victoria itu .

“Byun Baekhyun…” gumamku pelan , sangat pelan .

“Apa yang mau kau lakukan ?” tanya Baekhyun pada Victoria dengan sangat dingin

Victoria mendecak pelan “Hanya ingin memberikan ketegasan padanya untuk tidak berbohong.” Jawab Victoria lantang.

Baekhyun menaikkan sebelah alisnya “Berbohong ? Berbohong tentang apa ?” tanya Baekhyun bingung

“Tentang hubungan kalian.” Jawab Victoria , kini suaranya mulai pelan .

“Dia tidak pernah berbohong , kami memang hanya berteman!” pekik Baekhyun

“Tapi kau menyukainya kan ?!” pekik Victoria

Baekhyun membulatkan kedua bola matanya dan menatap Victoria dengan kobaran api yang terlihat jelas di bola matanya “Jika iya memangnya kenapa ? kau tak suka huh ?!” pekiknya

“…” Victoria diam dan memilih untuk tak bersuara.

Baekhyun menyeringai seraya meraih pergelangan tangan _____ .

“Ingat ! Jangan pernah ganggu ______-ku.” Ucap Baekhyun memperingatkan dengan nada suara yang teramat tegas.

Victoria ternganga mendengar ucapan Baekhyun barusan ‘_____-ku ?’

 

***

 

“Dari mana kau tahu aku bersamanya di halaman belakang rumahmu ?” tanya _____ sambil mendorong ayunannya ke depan dan belakang .

“Jinki.” Jawabnya

“Jinki ?” _____ menatap Baekhyun seraya menaikkan sebelah alisnya kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke depan.

“tadi aku lalai , aku berjanji akan lebih melindungimu lagi nanti.” Ucap Baekhyun tiba-tiba

“Ia tidak menyakitiku.” Ucap _____

“Tapi bagiku ia-“

“Ssssstttt…” _____ meletakkan jari telunjukknya tepat di bibir Baekhyun sebagai perintah bahwa Baekhyun harus diam dan mendengarkannya .

“Ia hanya tak suka aku terlalu dekat denganmu. Itu saja.” Lanjutnya  , _____ menorengkan wajahnya ke arah Baekhyun  , menatap laki-laki itu dengan penuh tanya. “Kau menyukaiku ?” tanyanya tiba-tiba dan berhasil membuat wajah Baekhyun memerah seketika.

“Ak…aku…” Baekhyun terlalu gugup sehingga ia bahkan menjadi gagap dalam seketika.

______ terkekeh “Santai saja , aku senang jika kau justru mengakui yang sebenarnya.” Sambung _____

Baekhyun menghela nafas dan mengangguk pelan “Well ini pertama kalinya aku dibuat seperti ini oleh seorang gadis , dan gadis pertama yang melakukannya padaku adalah kau _____ .”  papar Baekhyun “Kupikir ini karma karena sering memperlakukan gadis seperti itu haha…” sambung Baekhyun sambil tertawa ringan .

“Benar kau menyukaiku ?” tanya _____ lagi ,well kali ini ia lebih menggebu.

“Iya Kim _____ aku menyukaimu , bahkan bukan hanya suka tapi aku mencintaimu Kim _____ puas ?” Kata Baekhyun tegas .

_____ tersenyum “Kau benar mencintaiku kan ? jadi apakah kau mau berubah demi aku ?” tanya _____ manja .

Baekhyun menghela nafas pelan “bahkan aku sudah melakukan itu untukmu.” Paparnya

______ tersenyum senang “Benarkah ? kalau begitu boleh aku memintamu untuk tidak berubah lagi seperti dulu dan mempertahankan perubahanmu yang demi aku ?” tanya ____ lagi

Baekhyun tersenyum dan mengacak rambut _____ pelan “Tentu saja , aku janji. Kau bisa pegang janjiku itu.” Ucap Baekhyun sambil mengacungkan jari kelingkingnya dan kemudian ____ ikut mengacungkan jari kelingkingnya dan menautkannya dengan jari kelingking milik Baekhyun.

“Berjanjilah bahwa kau tetap akan menjadi Baekhyun yang seperti sekarang dan tidak menjadi Baekhyun yang dulu meski nanti aku tak akan pernah bisa kau temui lagi.” sambun ____

Baekhyun menaikan sebelah alisnya , bingung dengan maksud ucapan _____ namun kemudian ia tersenyum dan mengangguk mengiyakan.

______ bernafas lega seraya menarik jari kelingkingnya dan menatap ke arah bulan purnama yang tengah menyiramkan sinarnya pada seluruh manusia di penjuru bumi.

Keaaan tiba-tiba berubah menjadi hening. Mereka satu sama lain lebih memilih diam dan bermain dengan pikirannya masing-masing.

‘apakah Baekhyun akan menepati janjinya padaku ? apakah ia tak akan berbohong ?’

‘apa maksud dari ucapan _____ barusan ? apa ia akan pergi meninggalkanku ? ah ku mohon Tuhan jangan sampai hal itu terjadi .’

‘Baekhyun~ah apakah selama ini kau pernah menganggapku bukan manusia ?” tanya ____ tiba-tiba

Baekhyun mengerutkan keningnya tak mengerti “Kenapa bertanya seperti itu ? pernah .” jawabnya

“Tidak , hanya ingin bertanya saja. Kau sempat menganggapku makhluk apa ?” tanya ____ lagi

Baekhyun terkekeh “Kau mau di anggap yang mana ? Satan atau malaikat ?” tanya Baekhyun setengah bercanda.

“Terserah , tapi aku bertanya serius.” Ucap _____ tegas.

Baekhyun menghela nafas “Baiklah aku sempat mengira kau adalah malaikat karena dua bola mata biru mu itu , dua bola mata yang menciptakan ketengan jika aku menatapnya.” Papar Baekhyun

_____ tersenyum samar  seraya menggumam dengan pelan ‘oh…’

“Jika aku benar-benar malaikat bagaimana ?”

Baekhyun tertawa terpingkal-pingkal sekarang mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan ____ barusan.

_____ menghela nafas “Jika aku memang malaikat yang di tugasku untuk merubah sikap dan hidupmu menjadi lebih baik bagaimana ?” tanya _____ lagi , kali ini ia berucap lebih tegas.

Baekhyun terdiam , menatap _____ lekat “Jangan bercanda _____~ah.”

“Aku tidak bercanda.” Jawab ______ datar dengan tanpa ekspresi.

Baekhyun memegang pundak _____ dan menatap malaikat di hadapannya itu tajam .

“Katakan bahwa kau hanya bercanda ______~ah.”

_______ menghela nafas , pelan-pelan ia melepas cengkraman tangan Baekhyun pada Bahunya dan berdiri . “Sayangnya aku tidak bercanda kali ini.” Lirih _____

“Jadi kau akan pergi ?” tanya Baekhyun dan di jawab dengan sebuah anggukan kecil oleh _____ .

Baekhyun menghela nafas “Baiklah aku mengerti , tapi bisakah kau pergi setelah mendengarkan aku dulu _____ ?” tanya Baekhyun memastikan .

_____ berbalik “Apa yang mau kau katakan ?” tanyanya tanpa menatap Baekhyun , batinnya terlalu pilu untuk menatap Baekhyun , mengingat ia harus berpisah dari manusia yang mulai ia cintai.

AKU SANGAT MENCINTAIMU.” Ucap Baekhyun penuh penakanan .

_____ tersenyum samar seraya kemudian berbalik membelakangi Baekhyun yang bisa di bilang kini sudah ingin menangisi _____.

_____ melebarkan sayapnya , membuat Baekhyun hanya bisa tertegun melihat sayap tebal nan cantik yang dimiliki _____.

“Aku harus pergi Byun Baekhyun , well ku harap kau tidak akan pernah melupakan janjimu.” Ucap _____ seraya mulai melangkah pergi menjauh dari Baekhyun.

“Gajima…jebal gajima.. Dorawaso… jebal dorawa… please stay with me in earth.” Lirih Baekhyun.

Mata ______ berkaca mendengar kata demi kata yang di ucapkan Baekhyun , tapi percuma saja ia tidak mungkin bisa tetap tinggal dan hidup bersama Baekhyun. Bagaimanapun ia adalah seorang malaikat yang sudah memiliki tugas berbeda dengan manusia.

Na do sarang… hae Baekhyun~ah…” kalimat itu terucap begitu keras namun terkesan lirih. _____ mulai mengepakkan (?) sayapnya dan terbang jauh dair pandangan Baekhyun.

Baekhyun berlutut , ia menangisi kepergian _____. Well ia baru sadar bahwa semuanya terjadi begitu cepat , bahkan sangat cepat.

Pertemuan yang begitu cepat , perkenalan yang begitu cepat, perasaan suka yang begitu cepat , perubahan yang begitu cepat , dan perpisahan yang begitu cepat.

“Aku berjanji akan menepati janjiku padamu _____”

 

***

 

2 Week later …

 

“Aku kesini hanya mau memint maaf padamu atas kejadian dua minggu yang lalu Baekhyun.” Papar Victoria

“Aku sudah memaafkanmu Victoria  , lagi pula aku juga sudah melupakan kejadian itu.” Ucap Baekhyun sambil melepas peganggannya pada terali pembatas balkon , ia menatap Victoria sambil menyunggingkan sebuah senyum kecil.

“Kau tidak berbohong kan ?” tanya Victoria

Baekhyun terkekeh seraya mengacak rambut Victoria lembut “Percayalah bahwa aku bukan Baekhyun yang dulu.” Ucapnya .

Victoria tersenyum sumringah seraya menunduk malu-malu.

“Aku sudah memaafkanmu , sekarang pulanglah sebelum aku menarik kembali ucapanku.” Papar Baekhyun

“Bisakah ?”

“Vic-“

“Baiklah aku pulang dulu. Annyeong!” potong Victoria seraya berjalan meninggalkan Baekhyun , membuat Baekhyun tertawa melihat tingkahnya.

Baekhyun menghela nafas seraya kemudian kembali memegang terali pembatas balkonnya dan menatap rembulan. “Aku merindukanmu Kim _____ , malaikatku .” lirihnya

Dan lagi-lagi bayangan _____ muncul di dalam rembulan itu. Dan kini Baekhyun tak mau menggosok matanya karena ia tak mau kehilangan bayangan itu , meski ia tahu bayangan wajah _____ cepat atau lambat pasti akan menghilang dari dalam rembulan itu.

 

***

 

Angin berhembus dengan kencang , tiupannya menembus kegelapan malam. Sesosok yang memiliki sebuah sayap tengah duduk di pinggi atap gedung sekolah sambil menatap sendu kearah rembulan , menatap sosok manusia yang sedari tadi ia bayangkan.

“Kau tidak kembali…” suara sahabat malaikatnya terdengar lembut di telinganya.

_____ tak menjawab dengan suara ataupun dengan bahasa tubuh , ia hanya diam tak bergeming di tempatnya.

Jinki menghela nafas “Ini sudah dua minggu setelah tugasmu selesai , dan kau masih bertahan disini ?” tanya Jinki

“Aku hanya masih belum bisa kembali ke langit.” Jawab _____ lesu .

“Kenapa tidak ? tugasmu sudah selesai.” Ucap Jinki . Tiba-tiba ia sadar akan sesuatu “Kau benar-benar sudah jatuh cinta padanya ?” tanya Jinki dan kali ini pertnayaan itu di jawab oleh _____ dengan sebuah anggukan kecil.

Jinki menghela nafas “Ayolah _____ kau tidak bisa bersikap seperti ini karena kau mencintainya.” Kata Jinki “Kau dan Baekhyun berbeda , kau dan Baekhyun terbuat dari bahan yang berbeda. Kau dan Baekhyun berasal dari dunia yang berbeda , kau dan Baekhyun tak harusnya saling mencintai. Kau tak harusnya mencintai Baekhyun , ingatlah bahwa merubah Baekhyun hanyalah sebuah misi untuk mendapatkan level. Dan ingatlah bahwa mencintai Baekhyun hanyalah akan menyakiti dirimu sendiri dan Baekhyun.” Papar Jinki panjang lebar.

_____ menoleh kearah Jinki dan menatapnya penuh tanya “Menyakiti ? alasannya ?” tanyanya lirih

“Karena kalian tak akan pernah bisa saling memiliki.” Jawab Jinki apa adanya.

______ tersenyum samar , ia kemudian kembali menatap rembulan dan kemudian berdiri sambil melebarkan sayapnya.

“Kau benar . Perasaan ini hanya akan menyakiti kami berdua .”

“Kau akan pergi sekarang.”

“…” _____ tak menjawab , hanya mengangguk sebagai artian dari kata ya. Ia kemudian mulai terbang menjauh meninggalkan Jinki di keheningan malam.

 

The End

 

Advertisements

7 responses to “[2.2] Into Your World

  1. thoor … endingnya gag enak bangeeett 😦
    but, aku suka critanya, feel-nya dapet banget 😀
    keereeen ><

  2. disini lebih cepet daripada di FFi ternyata haha
    sedih banget ya pas baekki pisah ama malaikatnya
    dan aku kira akhirnya mereka bersatu lagi
    tapi ternyata engga

    tapi endingnya gantung looh
    aku masih nunggu lanjutannya ini mah haha

    keep writing ^^
    Fighting 🙂

    • kkkk~ iya kak , aku emg lbh seneng ngepost ffku di blogku duluan xD
      hehe tys kak , tapi saiia ga ada mnat untuk bkin sequel ato apalah dari IYW cz g ada inspirasi xD

  3. Aiigoo… Gini neh sebelnya kl baca ff tetang malaikat. Pasti ahirnya kl malaikatnya bakal ningalin sih tokoh utama kl kg malaikatnya jd manusia.. Yg paling tragis lg 2.2 nya mati…

    Tp gpp ff nya bagus ko.. Hahahaha… Ttp aja aku suka… 🙂

    oia maaf yah main baca2 aja ff nya :).

    Boleh keliling2 buat liad ff yg lain?

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s