[1.2] Into Your World

Into Your World

Written By Little Fairy

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • You As Angel / Kim ___-

Disclaimer : I do own the plot. You can find minor cast and the genre on the plot.

credit poster : Pandemonium

Laki-laki tampan itu sekali lagi menegak rum di hadapannya dengan kesal . Wajahnya terlihat begitu emosi dan benci . Ia meletakan gelas kosong itu ke atas meja dan menuangkan rum kedalamnya untuk yang ke sekian kali dan lagi-lagi ia menegak rum itu sampai habis (lagi)

“Ya! Byun Baekhyun kau sudah terlalu banyak minum!” desis Victoria kesal .

Baekhyun meletakkan gelasnya itu di atas meja (lagi) dan kedua bola matanya yang hitam kini beralih menatap wajah Victoria lekat. “Hey! Atas dasar apa kau melarangku huh ?!” pekiknya kesal seraya kembali hendak menuangkan rum ke dalam gelasnya , namun seseorang menahannya.

“Victoria benar , kau sudah terlalu banyak minum Baekhyun~ah.” Ucap Suho prihatin

Baekhyun menatap Suho geram seraya menepis tangan Suho yang mencengkram pergelangan tangannya. “Aku benar-benar muak dengan kalian berdua.” Baekhyun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Suho dan Victoria yang menatapnya prihatin.

“Jadi kedua orang tuanya tidak bisa menepati janji lagi ?” tanya Victoria dengan masih menatap punggung Baekhyun yang menjauh .

“Begitulah , biasanya jika kedua orang tuanya tak datang ia akan terlihat biasa dan nampak santai. Namun kali ini ia terlihat berbeda dari yang biasanya.” Tutur Suho .

“Dia anak yang manis dulunya , tapi semenjak ia SMA sifatnya berubah menjadi sulit untuk di atur dan ia memiliki sifat perusak seperti seorang berandalan.” Sambung Suho

“Gaya dan caranya bicara tidak menunjukan bahwa ia seperti berandalan.” Sanggah Victoria membuat Suho tertawa kecil .

“Haha… aku pikir juga begitu , namun itu menurut pembantunya.”

“Aku tahu ia pasti sangat kekurangan kasih sayang dan perhatian.”

“Begitulah.”

***

Baekhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata kecepatan yang seharusnya , ia benar-benar kesal hari ini. Amarahnya yang sejak dulu ia tahan seolah terluap semua hari ini , ia tak mau terus berpura-pura dan berpura-pura agar orang tak simpatik padanya.

Citttt… suara decitan ban yang bergesekan dengan aspal terdengar begitu nyaring ketika  Baekhyun menge-rem mobilnya mendadak. Ia memukul setir mobilnya dan menatap dengan kesal keluar jendela mobil.

Byun Baekhyun , seorang laki-laki tampan berusia dua puluh tahun . Putra semata wayang dari keluarga Byun. Keluarga ternama yang memiliki usaha maju di Korea Selatan. Ayahnya adalah direktur perusahaan milik keluarganya , pekerjaannya sebagai direktur membuatnya sangat-sangat sibuk . Sedangkan ibunya adalah seorang mentri  kesehatan yang sering berpergian keluar kota dan keluar negeri karena urusan-urusan yang begitu penting. Kesibukan kedua orang tuanya ini membuatnya terbengkalai , kekurangan kasih sayang dan perhatian. Sejak berumur satu tahun Baekhyun sudah di rawat oleh kepala rumah tangga di rumahnya dengan beberapa baby sitter dan pembantu di rumahnya. Baekhyun semakin lama semakin tumbuh besar , ketika ia masih berusia lima sampai empat  belas tahun mungkin sifatnya masih bisa di atur dan ia masih bisa di katakan sebagai anak baik-baik , namun semenjak ia menginjak bangku sma pada umur lima belas tahun sifatnya yang masih bisa di atur itu tiba-tiba berubah menjadi tak bisa di atur. Ia berubah menjadi sosok yang nakal , susah di atur , dan berandalan meskipun ia memiliki prestasi yang cukup memuaskan.

Sejak dulu Baekhyun tidak pernah menginginkan apa-apa , yang Ia inginkan hanyalah  kedua orang tuanya pulang dan dapat berkumpul dengannya , mengantarnya sekolah , mengajaknya ke taman bermain dan berlibur . Namun semua keinginan –yang menurutnya sederhana-  itu tak pernah terwujud , membuatnya selalu kecewa.

“Kemana kalian huh ?! Kalian bilang kalian akan datang tapi nyatanya ?!” pekiknya kesal

“Ingat bahwa kalian sudah meninggalkanku selama 19 tahun!” sambung Baekhyun kesal . Ia hanya ingin berkumpul sekali dengan ayah dan ibunya namun keinginannya itu tak pernah bisa terwujud , Baekhyun sendiri heran , kenapa keinginan sebiasa itu tak pernah bisa terwujud dalam hidupnya.

“Aku butuh kasih sayang kalian…” lirihnya .

Baekhyun kembali menyalakan mesin mobilnya dan kemudian kembali melesat kencang , memacu mobilnya melewati jalan malam kota Seoul.

***

07.00 KST

Ruangan itu begitu gelap , gorden kamar tertutup dengan rapat membuat sinar matahari tak mendapat celah sedikit pun untuk bisa masuk menerobos ke dalamnya meski matahari sudah berada di puncak naungannya.

Alarm di dalam kamar yang begitu gelap itu bunyi , memberikan suasana riuh pada kamar itu dengan suara alarm yang begitu nyaring. Seseorang dari balik selimut menggeliat malas , seraya mengeluarkan tangannya dari dalam selimut dan meraba-raba permukaan meja tempat di mana alarm itu di letakkan. Telapak tangannya berhasil menemukan benda yang sedari tadi ingin ia musnahkan , ia meraih alarm itu dan segera melemparnya ke pojok kamar membuat alarm itu berhenti berdering keras. Laki-laki itu menyeringai tipis di balik selimutnya , meski ia tahu besok akan ada alarm baru yang akan membangunkannya lagi . Baekhyun menutup matanya , mencoba kembali menuju dunia mimpi  namun sayangnya baru beberapa menit ia akan kembali terlelap sebuah suara membuatnya harus terganggu lagi.

“Tuan muda bangun! Ini sudah jam tujuh Siang , jika tidak segera bangun tuan muda akan terlambat masuk kuliah.” Seru suara wanita paruh baya dari luar kamar Baekhyun . Baekhyun meraih bantal empuk yang tebal dan menindihkan bantal itu ke atas kepalanya mencoba untuk meredam suara wanita paruh baya itu dan tak menggubrisnya . Wanita paruh baya itu tak menyerah ia terus menerus berulang kali meneriaki Baekhyun dengan kalimat yang sama berulang-ulang kali , membuat Baekhyun pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa ia tak bisa kalah dari wanita yang selama dua puluh tahun ini mengasuhnya.

Baekhyun merubah posisinya menjadi setengah duduk dan mendecak pelan “Iya Yoojin ahjumma!!! Aku bangun , sudah jangan teriak lagi!” sahutnya frustasi seraya kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.

***

Baekhyun membuka pintu kamarnya , ia sudah dalam keadaan rapih sekarang dan ia kini mulai melenggang keluar dari dalam kamarnya , ia berjalan melewati koridor lantai dua rumahnya untuk menuju barisan anak tangga yang akan mengantarnya ke lantai satu atau katakan saja lantai utama. Di ujung tangga terlihat Kim Yoojin –Kepala Rumah Tangga Yang Mengasuh Baekhyun Sejak Kecil- tengah berdiri menantinya.

“Ayolah Yoojin ahjumma , kau tak harus selalu menemaniku turun tangga. Ingat bahwa aku bukan Baekhyun waktu masih berumur lima tahun! Aku sudah berumur dua puluh tahun Ahjumma.” Ungkap Baekhyun Jenuh.

Kim Yoojin tersenyum mendengar pengakuan Baekhyun barusan , ia bahkan sempat mengeluarkan suara tawa kecil.

“Ahjumma… ini bukan saatnya untuk tertawa.” Desis Baekhyun ketika mendengar suara tawa Kepala rumah tangga Yoojin.

“Baiklah tuan muda saya minta maaf. Tapi saya berdiri di situ bukan untuk menjaga tuan seperti waktu tuan masih kecil dulu , saya berdiri di situ karena itu adalah tugas saya. Sejak tuan lahir saya memang di wajibkan untuk mendampingi tuan muda.” Tutur Kim Yoojin .

Baekhyun menghela nafas “Baiklah ahjumma aku tahu . Kau sudah lebih dari seratus kali berkata seperti itu.” Kata Baekhyun kesal

Kim Yoojin terkekeh pelan  “Jika tuan muda sudah tahu mengapa tuan muda selalu meminta hal yang sama pada saya.” Cibir Kim Yoojin.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya dan mendengus kesal.

“Tuan muda saya ada kejutan untuk tuan muda.”

Baekhyun menengok kearah Kim Yoojin “Kejutan apa ahjumma ?” tanyanya penasaran .

“Lebih baik tuan muda ikut saya ke ruang makan sekarang.” Ajak Kim Yoojin ketika mereka sudah berada di lantai satu . Pembantu yang berbaris di pinggir jalan mereka membungkuk sambil mengucapkan salam selamat pagi , sedangkan Kim Yoojin dan Baekhyun hanya membalasnya dengan sebuah senyum sambil melanjutkan langkah menuju ruang makan.

“Apa kejutannya ahjumma…?” tanya Baekhyun sekali lagi

“Itu…” Kim Yoojin mengalihkan pandangannya pada dua sosok yang tengah duduk menanti Baekhyun di kursi meja makan , seraya menyunggingkan sebuah senyum manis kepada putra semata wayangnya itu.

Baekhyun menyipitkan matanya dan menatap kedua orang tuanya itu dengan kesal. Untuk apa mereka datang kemari ? Bukankah mereka terlalu sibuk ? Bukankah pekerjaan itu lebih penting dari pada dirinya ? Tapi mengapa mereka datang ?! Dan melihat senyum keduanya entah kenapa Baekhyun merasa muak dengan semua itu.

Baekhyun menyeka sudut bibirnya seraya kemudian berbalik hendak meninggalkan ruangan itu.

Tuan Byun berdiri dan menatap punggung Baekhyun tajam .

“Baekhyun~a! Mau kemana kau ?! Tidak sopan sekali kau , meninggalkan kedua orang tuamu begitu saja tanpa member salam terlebih dahulu.” Pekik Tuan Byun kesal .

Baekhyun menyeringai seraya berbalik dan tersenyum sinis kepada kedua orangtuanya “Pagi ayah , pagi ibu. Apakah sekarang kalian sudah tak mementingkan pekerjaan kalian lagi ?!” pertanyaan gila yang keluar dari mulut Baekhyun secara tiba-tiba.

“Baekhyun~a!” pekik Ibu Baekhyun tertahan .

Baekhyun lagi-lagi menyeringai “Untuk apa kalian pulang ? Masih pentingkah bagi kalian menemui anak yang tak pernah kalian urus sebelumnya ?!” tanya Baekhyun dengan sinis .

“Baekhyun~a! Jaga ucapanmu!” ucap Ayah Baekhyun geram .

“Apa yang harus ku jaga dari ucapanku ayah ?! Bukankah semua itu adalah fakta.” Katanya kesal .

“Baek…”

“Aku pergi dulu ayah , ibu.” Baekhyun berbalik dan meninggalkan ruangan itu. Tuan Byun yang melihat itu hanya bisa mendesis kesal seraya kemudian duduk kembali di kursi yang tadi ia duduki . Nyonya Kim masih menutup mulutnya , tak percaya dengan kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut putranya barusan. Sedangkan Kim Yoojin , ia hanya melihat pemandangan pagi itu dengan prihatin.

***

Baekhyun melenggangkan kakinya menuju ruang kelasnya ia berjalan dengan derap langkah yang bisa di katakan santai . Suho yang datang dari koridor yang berlawanan arah segera menghampiri Baekhyun ketika ia mendapati Baekhyun yang tengah berjalan menuju kelas.

“Baekhyun~ah!” Seru Suho sambil berlari menghampiri Baekhyun.

Baekhyun tak menggubris dan terus berjalan , ya itulah Baekhyun ia adalah tipekal lelaki yang dingin bahkan sangat dingin , meskipun pada kenyataannya ia adalah seorang teman yang sangat cerewet bagi Suho.

“Kau ini kebiasaan sekali , setiap di panggil selalu saja tak menggubris.” Komentar Suho saat ia sudah berada di samping Baekhyun.

“Memangnya penting menggubrismu.” Ucap Baekhyun santai

“Dasar kau ini… Oh ya apa kau melihat Victoria ?” tanya Suho

“Jangan pernah tanya apapun padaku tentang wanita menyebalkan itu padaku.”

Suho mengangguk “Sorry aku lupa.” Kata Suho santai , tapi Baekhyun tak menggubrisnya . Ia tahu bahwa sahabatnya itu memiliki daya ingat yang agak rendah.

“Bagaimana apa kau sudah merasa lebih baik ?” tanya Suho mengganti topic pembicaraan.

“Baik bagaimana , kedua orangtuaku justru datang pagi ini di saat hatiku masih merasa bahwa aku membenci mereka.” Papar Baekhyun kesal .

“Jangan katakan bahwa kau tadi pagi…”

“Ya kira-kira seperti itulah.” Potong Baekhyun seolah tahu apa yang akan dikatakan Suho.

“Gila! Hey Byun Baekhyun , harusnya kau tidak memaki atau membentak mereka tadi pagi. Setidaknya kau harus bersyukur karena meskipun tak tepat waktu mereka tapi tetap pulang.”

Baekhyun menghela nafasnya “Sudah terlanjur.” Jawabnya santai tanpa ada rasa penyesalan .

“Ya! Santai sekali kau beranggapan.” Pekik Suho kesal seraya menjitak kepala Baekhyun geram.

“Ya! Sakit bodoh!” seru Baekhyun kesal

“Itu pelajaran untukmu karena tak pernah mau bersyukur.”

“Baiklah terserah.” Ucap Baekhyun acuh seraya melangkah meninggalkan Suho , ia pikir telinganya akan panas jika mendengar ceramah pagi Suho terus-terusan.

***

Gadis berambut panjang dengan warna sedikit kecoklatan itu berlari menghampiri sebuah meja di kantin kampusnya sambil membawa beberapa buku di dekapannya.

“Suho~ya apa kau melihat Baekhyun ?” tanya Victoria seraya duduk di hadapan Suho.

Suho mengalihkan pandangannya sejenak dari buku yang ia baca , seraya lantas menggeleng pelan.

“Tidak. Seusai mata kuliah tadi ia langsung meninggalkan kelas , aku saja di tinggal.” Tutur Suho

“Kau tahu tidak kemana ia kira-kira ?” tanya Victoria lagi , kali ini nadanya terdengar penasaran.

Lagi-lagi Suho menggeleng pelan seraya kembali melanjutkan aktivitas membacanya.

Victoria mendengus kesal seraya meletakan buku-buku yang ia bawa di atas meja kantin.

***

Baekhyun duduk di bawah sebuah pohon akasia yang ada di taman belakang gedung universitanya . Ia menyandarkan punggungnya pada punggung bangku yang ia duduki dan menatap pancuran yang di hinggapi oleh beberapa burung merpati di depannya.

Baekhyun menyunggingkan sebuah senyum kecil ketika melihat dua pasang merpati tengah mencuri pandang pada lawan jenisnya. Ia terkekeh melihat tingak merpati yang sudah hampir mirip dengan tingkah manusia itu.

Baekhyun menggeleng kecil seraya kemudian mengambil ponselnya , ia mau menghubungi Suho yang tadi ia tinggalkan. Baekhyun menekan tombol speed deal untuk menghubungi Suho dan sesaat kemudian telponnya langsung tersambung. Telponnya masih belum di angkat oleh Suho dan Kini Baekhyun memilih untuk menunggu telponnya di angkat sambil memperhatikan sekelilingnya.

“Yeobseyo… kau dimana ?!” tanya Suho to the point pada Baekhyun

“Aku ada di…” Baekhyun tiba-tiba terdiam , matanya terpaku pada sosok wanita cantik yang tengah melenggang menuju pancuran yang sedari tadi ia perhatikan. Matanya masih mengikuti langkah gadis itu , memperhatikan setiap gerak gerik yang di lakukan oleh gadis yang menarik perhatiaannya barusan.

“Yeppuda…” gumam Baekhyun tanpa sadar .

“Ya! Baekhyun~a kau dengar aku tidak!!!!”

Suara lantang Suho dari seberang sana tiba-tiba saja menyadarkan Baekhyun dari keterpesonaannya pada gadis itu . Ia kemudian segera melanjutkan pembicaraannya dengan Suho.

“Kau dimana ?!” tanya Baekhyun balik

“Ya! Kau ini! Aku di kantin , kau dimana?” tanya Suho sekali lagi

“Dengan siapa kau di kantin ?” tanya Baekhyun tanpa menggubris pertanyaan Suho

“Dengan Vic…”

“Ah arraseo , ku hubungi kau nanti lagi ya.” Baekhyun mematikan ponselnya dan menatap layar ponselnya dengan malas. “Aish , seandainya kau tidak sedang bersama Victoria sudah kusuruh kau kesini Suho~ah…” kata Baekhyun malas , ia memasukan ponselnya ke dalam saku celannya dan kemudian berdiri dari tempat duduknya . Ia menatap gadis yang membuatnya benar-benar terpesona tadi , gadis itu kini tengah memberi makan pada burung-burung merpati itu.

Baekhyun tak dapat menahan senyumnya sebelum ia meninggalkan tempat itu.

***

“Ah arraseo , ku hubungi kau nanti lagi ya tut..tut..tut…”

Suho menatap layar ponselnya datar seraya kemudian menutup flip ponselnya “Dasar anak itu , selalu saja bertingkah seperti itu.” Batin Suho

“Dia ada dimana Suho~ah ?” tanya Victoria setelah Suho memasukan ponselnya ke saku celananya.

Suho mendongak dan menyunggingkan sebuah senyum kecil pada Victoria , Senyum yang nampak begitu di paksakan . “Dia sudah pulang…” kata Suho berbohong

Victoria memanyunkan mulutnya “Apa di marah padaku gara-gara kejadian tadi malam Suho~sshi ? kenapa sepertinya ia hari ini seolah menjauh dari pandanganku ya ?!” tanya Victoria pada Suho.

Suho tersenyum dan menggeleng pelan “Entahlah…” ucapnya santai padahal dalam hati ia berkata bahwa ‘Baekhyun memang selalu ingin menjauh dari pandanganmu.’
Suho berdiri dari tempatnya “Victoria~sshi ku pikir aku harus pergi sekarang bye.” Kata Suho seraya kemudian melenggang pergi meninggalkan Victoria sendirian.

***

Rambut lurus dengan sedikit gelombang pada bagian bawah yang berwarna hitam pekat dan dibiarkan terurai membuat gadis itu memiliki kesan berbeda pada dirinya . Terdapat kesan simpel namun manis terdapat di situ.

Bola mata berwarna biru terang membuatnya terlihat memiliki aura tersendiri , ia terlihat seperti sosok malaikat cantik yang sengaja dikirim Tuhan ke muka bumi.

Tubuhnya yang mungil membuatnya memiliki sisi lain selain sisi cantik yaitu sisi imut.

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya seraya kemudian merubah posisinya yang merebah menjadi setengah duduk , ia menghentikan aktifitas berkhayalnya.

“Sial! Gadis itu benar-benar membuatku mati penasaran , siapa dia ? mengapa ia begitu cantik ?” Baekhyun mengusap wajahnya dan kemudian beranjak dari tempat tidurnya.

“Tuan muda…” terdengar suara kepala rumah tangga Kim Yoojin.

“Ne ahjumma , waeyo ?” sahut Baekhyun

“Waktunya makan siang , Tuan dan Nyonya sudah menunggu tuan muda.” Jawab Kim Yoojin

Baekhyun mendecak pelan “Tch… ne ahjumma aku akan segera ke bawah.”

***

Baekhyun berjalan menuruni anak tangga satu demi satu , pikirannya masih melayang-layang entah kemana , masih memikirkan gadis berwajah malaikat tadi.

“Ini gila.” Batinnya . Baekhyun berjalan menghampiri kedua orang tuanya di meja makan dan duduk di dekat mereka.

“Baekhyun~ah…” panggil Ibu Baekhyun

Baekhyun tak merespon dan tetap mengambil makanannya . Nyonya Kim menghela nafas pelan seraya berucap “Mianhae…”

Baekhyun mendongak dan menatap Ibunya tajam “Untuk apa ibu minta maaf ? bukankah itu tidak penting!” ucapnya kasar , ia bahkan benar-benar berani untuk membentak ibunya.

“Baekhyun~ah!!” Ayahnya berdiri dari meja makan , menggebrak meja makan dan menatap putra semata wayangnya itu tajam.

“Apa ?! Ayah mau mengusir ku keluar ?! Tidak mau menganggapku anak ?! Mengasingkanku atau ayah ak…”

“Cukup…” potong Ayah Baekhyun , ia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang di ucapkan Baekhyun lewat kata demi kata yang di lontarkan padanya.

“Aku tak menyangka kau bisa berucap seperti itu terhadap kedua orang tuamu…!” Seru Ayahnya kecewa

Baekhyun menyeringai seraya menatap ayahnya dengan tatapan meremehkan.

“Ayah pikir siapa yang membuatku menjadi seperti ini huh ?! Sadarlah! Ayah dan ibulah yang membuatku seperti ini!” sungut Baekhyun . Pada kenyataannya , ia tak dapat lagi menahan segala kekesalannya pada orang tuanya selama ini , semua kalimat yang telah ia pendam selama ini , kini telah ia lontarkan kepada kedua orang tuanya , di dengar oleh kedua orang tuanya , dan setiap kalimat yang ia lontarkan berhasil membuat hati kedua orang tuanya terenyah dan menyesal.

“Baekhyun~ah kami tidak bermaksud untuk me…”

“Sudahlah bu… aku tahu kalian tidak bermaksud.” Kata Baekhyun menyindir , ia berbalik dan kemudian berjalan meninggalkan ruang makan itu , namun tiba-tiba seseorang menahan pergelangan tangannya.

“Maafkan saya tuan muda , tapi saya tidak pernah mengajarkan tuan muda untuk bersikap seburuk ini apalagi terhadap kedua orang tua tuan muda.” Sebuah suara wanita paruh baya yang cukup familiar di telinga Jonghyun terdengar begitu tegas mengingatkannya . Baekhyun menghela nafas dan berbalik menghadap kedua orangtuanya. “Maafkan aku…” ucapnya malas seraya berbalik dan meninggalkan ruangan itu.

Kim Yoojin , wanita paruh baya itu menghampiri Ayah dan Ibu Baekhyun.

“Maafkan saya Tuan dan Nyonya besar , saya tidak bisa mendidik Baekhyun menjadi pria yang baik menurut keluarga Byun.” Wanita itu berucap penuh penyesalan.

Ibu Baekhyun tersenyum “Yoojin ahjumma, ini bukan salahmu. Ini sepenuhnya salah kami , harusnya kami tidak terlalu mementingkan pekerjaan , harusnya kami bisa membagi kepentengin kami. Namun di situlah titik kesalahan kami , kami tak dapat membagi kepentingan itu.” Ucap Ibu Baekhyun lirih.

***

Baekhyun memacu mobil BMW berwarna silver mengkilapnya melintasi jalanan malam kota Seoul yang begitu ramai dan gemerlap . Ia menatap jalanan itu dengan kesal , ia benci ketika ia harus melintasi jalan dalam kondisi keadaan yang sedang tak baik . Sedari tadi ia membawa laju kencang mobilnya , terhitung ia hampir menabrak ataupun menyerempet mobil lain yang ada di depan maupun di sampingnya.

Ia benar-benar memacu mobilnya seperti orang yang segera ingin mati , tak memperdulikan keselamatannya atau keselamatan siapapun. Yang ia pedulikan hanyalah , ia dapat meredam emosinya saat sedang menyetir.

Masih menyetir dalam kondisi kacau membuat Baekhyun tidak terlalu memperhatikan apapun , ia mungkin tengah memandang lurus keluar namun tatapannya bisa di katakan benar-benar seperti tatapan kosong tanpa arti. Ia bahkan tak menyadari sesosok manusia tengah melintasi jalan yang tengah ia lewati sekarang.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaa….!!!!!!!!!!!!!!!!”

Baekhyun tercekat ketika mendengar suara teriakan yang terdengar begitu nyaring di telinganya , ia menutup matanya dan menginjak pedal rem mobilnya . Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat sambil berdoa dalam hati.

Ciiiiittttt… suara gesekan antara mobil dan aspal yang terdengar begitu mengilukan di telinga , mobil itu berhenti dan Baekhyun sedikit terdorong  kedepan , membuat kepalanya terbentur pada setir mobil.

Baekhyun mengangkat kepalanya , seraya kemudian mendengus kesakitan sambil mengelus dahinya yang terbentur setir mobil. “Ah… aku benar-benar benci jika hal seperti ini terjadi.” Gerutunya kesal . Baekhyun tiba-tiba teringat apa yang membuatnya sampai menginjak pedal rem . Jantungnya berdegup kencang “Orang…aku..aku…” Baekhyun segera membuka pintu mobil dan berlari keluar , di lihat seorang gadis tengah terduduk di jalan sambil mengurut kakinya.

“Gwenchana ?!” Tanya Baekhyun panic , ia segera menghampiri gadis itu dan memeriksa kaki gadis itu.

“Nan gwenchana…” Jawab gadis itu kalem , membuat Baekhyun sedikit bernafas lega.

“Baiklah kau bisa bilang tidak apa-apa , tapi jika kau menuntutku karena kau pikir aku tidak bertanggung jawab , bagaimana jadinya aku nanti ?” ucap Baekhyun panic “Jadi apa kau mau ku antar kerumah sakit ?” tanya Baekhyun sambil mendongakkan kepalanya , dan well betapa ia tak dapat menahan nafasnya ketika mendapati sosok siapa yang ada di depannya.

Sedikit terkejut dan tak percaya . Bagaimana bisa ?

Sosok gadis berwajah malaikat yang tadi siang ia lihat di taman ? Ini sedikit mustahil baginya ?

Benarkah gadis itu adalah gadis yang di kirim Tuhan untuknya ? Ataukah gadis itu memang benar-benar malaikat yang mungkin tengah menjalani kehidupannya sebagai manusia untuk sementara waktu ? ah entahlah Baekhyun tak memperdulikan itu , yang ia pedulikan sekarang adalah ia bisa bertemu gadis itu , melihat wajah itu bahkan dalam jarak yang jauh lebih dekat dari yang sebelumnya.

“Kau baik-baik saja ?” suara lembut gadis itu menyadarkan Baekhyun . Baekhyun menggeleng sambil tersenyum kikuk .

“Jadi kau mau ku antar ke rumah sakit ?” tawar Baekhyun , masih menatap gadis itu kagum.

Gadis itu tersenyum dan menggeleng lemah “Tidak usah , aku baik-baik saja.” Tolaknya lembut

“Benarkah ? Tapi kau tidak akan melaporkanku ke polisi kan ?” tanya Baekhyun was-was .

Membuat gadis itu hanya bisa terkekeh pelan “Tidak jika kau bisa lebih berhati-hati lagi dalam berkendara.” Kata gadis itu di iringi tawa manisnya.

“Ehm baiklah , kalau ku antarkan kau kembali ke rumahmu apa kau mau ?” tanyanya pada gadis itu. Gadis itu nampak diam berpikir. “Ku pikir mengantarmu pulang bisa menjadi bentuk tanggung jawabku.” Tambahnya.

Gadis itu menyunggingkan sebuah senyum simpul yang berhasil membuat Baekhyun melayang-layang , dan berhasil membuat icon-icon berbentuk hati dengan bunga-bunga mekar bertebaran di sekitar kepalanya , katakan bahwa hal itu hanyalah sebagai imajinasi belaka seperti di film-film cartoon.

“Baiklah…” Gadis itu mengangguk , seraya mencoba berdiri.

“Biar ku bantu.” Baekhyun memegang pergelangan tangan gadis itu  , menarik tubuh gadis itu membuatnya menjadi berdiri dengan agak sedikit pincang.

“Gomawo…” ucap gadis itu sambil menyunggingkan senyumnya dan senyum itu lagi-lagi berhasil membuat Baekhyun tertegun akan kecantikannya.

Gadis itu menatap Baekhyun malu-malu , semburat merah tiba-tiba saja menghiasi kedua sisi wajahnya . Ia benar-benar malu di tatap sedalam itu oleh seorang Byun Baekhyun .

“Hey…”

Baekhyun tersadar , ia menyunggingkan sebuah senyum sambil memamerkan jajaran gigi putihnya yang berjajar rapih.

“Emm masuklah ke dalam mobilku , biar ku antar pulang.” Baekhyun kemudian membantu gadis itu melangkah masuk ke dalam mobil.

***

Mobil itu kembali melaju melintasi jalanan kota Seoul yang padat , kali ini kecepatan mobil itu sudah tak selaju tadi , mobil itu melaju dengan kecepatan pada umumnya .

Baekhyun , laki-laki tampan itu masih bermain dengan pemikiran-pemikirannya . Bagaimana bisa gadis itu selalu muncul ketika ia sedang tidak mood , seolah gadis itu adalah dewi fortuna yang memang di kirim untuk mengubah suasana hatinya menjadi mood kembali.

Baekhyun diam-diam mengulum senyum . Ia benar-benar senang bisa bertemu dengan gadis itu , gadis yang bahkan belum ia ketahui namanya sampai detik ini , meskipun mereka dalam satu mobil yang sama.

Baekhyun menghela nafas dan diam-diam melirik gadis itu , matanya menangkap sosok gadis itu kini tengah memandangi keindahan malam kota Seoul melalui jendela mobil yang terbuka.

“Maaf nona , rumahmu di mana ?” tanya Baekhyun lembut , membuat gadis itu menoleh padanya .

“Rumahku ada di dekat stasiun Seoul , apa kau tahu errrr gang yang terdapat di dekat sana ?” tanyanya pelan sambil menggigit bibir bawahnya .

Aku mengangguk pelan “Aku tahu” jawab Baekhyun sambil tersenyum dan kemudian ia melanjutkan “Oh iya kau tadi habis dari mana ?” tanyanya Baekhyun lagi .

“Errr…aku…” Gadis itu menghentikan kalimatnya sembari mengelus tengkuknya , tatapan matanya tiba-tiba saja berubah menjadi sedikit bingung.

“Ah ya aku tahu . Kau tidak bisa memberitahuku kan ? Tak masalah.” Ucap Baekhyun dengan senyum yang tersungging di bibirnya , ia lantas kembali melihat ke depan dan kembali menyetir mobilnya .

Gadis itu memegang dadanya dan menghela nafas lega , dalam hati ia bersyukur karena ia tak harus repot-repot berpikir untuk mencari jawaban yang tepat pada Baekhyun.

***

Mobilnya terhenti tepat di depan sebuah gang kecil yang berada tak jauh dari stasiun kereta Seoul. Ia memarkirkan mobilnya di dekat trotoar yang akan membawa pejalan kaki disana bisa masuk ke dalam gang.

“Sudah sampai…” kata Baekhyun dengan (lagi-lagi) menyunggingkan senyum manisnya , yang kelewat manis. Ok , katakan bahwa itu sedikit berlebihan.

Gadis itu tersenyum “Gomawo…” katanya sambil menundukan kepalanya , seraya kemudian pelan-pelan mencoba membuka sabuk pengamannya , namun entahlah ia sepertinya sulit untuk melepas sabuk pengaman itu.

Baekhyun menggeleng pelan , seraya terkekeh kecil ketika melihat gadis itu kesulitan untuk membuka sabuk pengamannya.

Ia kemudian meraih sabuk pengaman itu dan membukakan sabuk pengaman yang di kenakan gadis itu. Gadis itu merasakan panas menjalari tubuhnya , wajahnya tiba-tiba saja memancarkan rona merah , ia benar-benar seperti kepiting rebus sekarang.

Sabuk pengaman itu sudah berhasil di lepas , gadis itu mendongak dan menatap ke dalam mata Baekhyun dengan memamerkan jajaran giginya yang rapih.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu , By…” Gadis itu berhenti mencoba mengingat nama Baekhyun “Byun…” sambung Baekhyun dan kemudian di potong lagi oleh gadis itu “Ah aku ingat , Byun Baekhyun. Terimakasih sudah mengantarku , aku pulang dulu. Annyeong.” Gadis itu tersenyum kemudian berbalik dan membuka pintu. Baekhyun memiringkan kepalanya , melihat gadis itu dari dalam mobil.

“Kau sangat can-.” Baekhyun terdiam , ia ingat bahwa ia bahkan belum sempat  menanyakan nama gadis itu . Baekhyun segera melepas sabuk pengamannya , dan berlari mengejar gadis itu –yang kini tengah berjalan masuk ke dalam gang-

“Nona! Tunggu!” seru Baekhyun , seraya berlari kecil menghampiri gadis itu.

Gadis itu berhenti tepat di depan gang yang cukup gelap dan hanya di terangi oleh sebuah lampu kecil.

“Hey ! Benarkah ia berani melewati gang sempit dan gelap ini sendirian ? Bukankah ia seorang gadis ? Apakah ia akan baik-baik saja. Perlukah aku mengantarnya sampai dalam ? Atau mungkin dia akan baik-baik saja , karena mungkin ia sudah lama tinggal disini.” Batin Baekhyun ketika sadar bahwa gang kecil yang sering kali ia lewati ini , ternyata begitu gelap dan mengerikan ketika malam datang.

Gadis itu berbalik dan menyunggingkan sebuah senyum kecil , melambaikan tangannya pada Baekhyun yang sibuk berkutat dengan pikirannya mengenai gang kecil –tempat di mana rumah gadis itu berada-

“Hey!” panggil gadis itu

“Egh…” Baekhyun sedikit tersentak , namun kemudian kembali fokus pada gadis di hadapannya sekarang ini.

Gadis itu tersenyum –lagi- “Ada apa ?” tanyanya kalem .

Baekhyun menggosok tengkuknya sambil menggigit bibir bawahnya dan dengan malu-malu ia membuka suara.

“Well… kau tahu namaku-.”

“Aku tahu , Byun Baekhyunkan.” Potongnya sambil tersenyum –lagi-

Baekhyun terkekeh “Ya , itu kau tahu kan.”

“Ya , kau yang memberitahuku tadi. Errr jadi kau-.”

“Kau tahu namaku dan apakah aku boleh mengetahui namamu ?” potong Baekhyun , kali ini ia lebih memilih untuk langsung to the point saja pada gadis itu.

Gadis itu tertawa pelan , namun sepersekian detik kemudian ia langsung menghentikan tawanya dan menyebutkan namanya. “_____” jawabnya singkat .

“Marga ?” tanya Baekhyun

“Apakah itu penting ?”

“Tidak , hanya sekedar ingin tahu.” Jawab Baekhyun

“Kim… ya Kim _____” gadis itu kembali tersenyum

“Ehm Baiklah Kim _____ , apakah besok kau ada acara ?!”

“Ya! Byun Baekhyun , kenapa kau begitu tolol ? Ingatlah bahwa kau baru mengenalnya sekitar dua jam yang lalu , dan kau sudah berani untuk bertanya apakah ia besok ada acara –kata lainnya mengajak kencan.” Rutuk Baekhyun dalam hati.

“Tidak. Kenapa ?” jawab _____

Baekhyun mengigit bibir bawahnya “Tidak. Hanya saja , ku pikir jika kau tidak ada acara besok kau akan mau untuk…”

“Untuk ?” tanya _____ ingin tahu lebih lanjut

“Ok lebih baik abaikan saja perkataanku ini. Ehm apa aku perlu mengantarmu ke dalam ? Di dalam cukup gelap dan kau seorang gadis , jadi aku pikir ini cuk-.”

“Well Baekhyun~sshi , aku sudah terbiasa melewati gang ini. Mungkin memang gelap , namun aku terbiasa.”

“Baiklah kalau begitu , errr aku … ya ini sudah cukup malam sebaiknya aku pulang. Bye _____” Baekhyun tersenyum kikuk seraya kemudian berbalik dan melangkah memasuki mobilnya.

***

(Baekhyun Pov)

Aku memasang sabuk pengamanku dan dengan hati-hati aku melirik ke arah gang. Mataku sudah tak menangkap sosok _____ berada di depan gang itu. Ku pikir ia sudah berjalan masuk ke dalam saat aku berbalik tadi , ya itu lebih baik ketimbang ia harus menungguku sampai aku melaju dengan mobilku meninggalkan jalan ini , karena mungkin saja jika ia menungguku ia bisa tertimpa suatu hal tak mengenakan.

Lagi-lagi aku tersenyum , entahlah aku senang sekali sekarang tersenyum. Ini berkat ____.

Aku menyalakan mesin mobilku , dan kemudian memutar balik mobilku kearah jalan menuju rumah. Well , entah kenapa moodku kembali naik , aku ingin pulang. Aku ingin di rumah , rasanya lebih menyenangkan jika aku berada di rumah , tepatnya di dalam kamarku. Berbaring di atas sofa sambil membayangkan wajah cantik dan pribadi ramah serta menyenangkan _____ . Well , I think that will make me more than happy .

***

“Kau sudah pulang ?” suara lembut ibuku yang melontarkan sebuah pertanyaan padaku kembali terdengar di telingaku. Oh baiklah , kenapa mereka masih disini ? Biasanya jika mereka pulang , mereka hanya berada di rumah selama dua jam paling lama dan dua puluh menit cepatnya .

“Ibu masih disini ? tidak keluar kota ? atau keluar negeri ?” tanyaku tanpa berbasa-basi , ya ini sedikit aneh untukku.

Ibuku tersenyum “Kau aneh Baekhyun~ah…”

Aku terdiam , masih terngiang suara ibu barusan. Ibu memanggilku ‘Baekhyun~ah.”. Tapi demi apapun , sebelumnya aku tidak pernah mendengarnya memanggilku seperti itu , aku bahkan jarang sekali berbicara dengan ibuku. Kalau di bandingkan dengan Kim Yoojin ahjumma . Sepertinya lebih banyak Yoojin ahjumma yang bicara denganku ketimbang ibuku sendiri. I talk it was real.

Aku menaikan sebelah alisku dengan kening yang berkerut , menatap ibu dengan tatapan tak mengerti.

“Aneh ? Maksud ibu ?” tanyaku meminta kejelasan .

“Jika kami hanya berada di rumah sebentar kau akan marah , tapi saat kami ada di rumah kau malah menanyakan hal seperti tadi.” Jelas ibuku .

“Lantas ?” tanyaku balik , membuat ibuku menatapku dengan tatapan yang lebih tak mengerti dari tatapanku tadi.

Aku menghela nafas dan melanjutkan “Lantas , apakah dengan lebih lama tinggal disini kalian bisa dengan mudah mendapatkan maafku ?” sambungku setengah jengkel

Ibuku terdiam “Maaf Baekhyun~ah…” lagi-lagi ia mengucap kata maaf . Sebarnya aku tidak pernah mau marah dengan kedua orang tuaku , terutama ibu. Tapi beginilah , aku selalu kesal pada mereka. Kesal karena mereka jarang menepati janji , jarang berada di rumah , dan bahkan jarang mengurusku oh tidak , mereka bukan hanya jarang tapi TIDAK PERNAH SAMA SEKALI.

Ibuku masih duduk di sofa ruang keluarga sambil menatapku sendu , aku menghela nafas seraya kemudian melangkah menuju rentetan anak tangga yang siap membawaku ke lantai dua , lantai di mana kamarku berada.

“Baekhyun~ah , sekali lagi…”

“Sudahlah bu , jangan buat moodku kembali buruk.” Potongku malas ~.

***

(You Pov)

“Baiklah kalau begitu , errr aku … ya ini sudah cukup malam sebaiknya aku pulang. Bye _____” Ia menyunggingakan sebuah senyum kecil padaku , seraya kemudian berbalik dan melangkah menuju mobilnya.

Aku melebarkan sayapku dan kemudian aku segera terbang keatap salah satu gedung yang terletak di antara gang kecil ini. Mengamati seorang Byun Baekhyun dari tempat yang tinggi dan jauh dari jangkauan matanya. Ku pikir jika ia melihat ke depan gang ia akan berpikir bahwa aku sudah masuk ke dalam gang saat ia masuk ke dalam mobilnya.

Kurasakan angin dari arah timur berhembus menerpa kulitku , aku tahu seseorang telah datang menghampiriku .

“Ada apa kau kemari ?” tanyaku pada salah seorang sahabat malaikat-ku .

“Bagaimana ? Apakah misimu lancar ?” tanyanya  , hey! Ia bahkan belum menjawab pertanyaanku.

“Aku bahkan baru memulai misiku. Bagaimana denganmu ?” tanyaku balik

“Hey! Apakah kau gila ? Misi itu sudah di berikan oleh ketua dewan sejak seminggu yang lalu , kenapa kau baru melakukannya sekarang ?!” tanyanya setengah memekik . Oh baiklah , lagi-lagi ia mengacuhkan pertanyaanku.

“Apakah aku harus menjawabnya ?” tanyaku dengan sinis .

“Maksudmu ? Hey sadarlah bahwa malaikat tidak di izinkan untuk berbicara sesinis itu , karena yang berbicara dengan nada seperti itu hanyalah IBLIS’ .

Dia ceramah lagi , well ini cukup menyebalkan. Katakan bahwa aku bukan malaikat yang baik karena aku tak suka di ceramahi.

Aku memutar bola mataku “Baiklah , kau mau aku menjawab maksudku ?” tanyaku lagi , kali ini ia mendengarkanku dan mengangguk.

“Haha…” aku tertawa pahit seraya melanjutkan “Apakah aku perlu menjawab pertanyaan seorang malaikat yang bahkan mengacuhkan pertanyaanku .” jelasku .

Ia tersenyum lebar , memamerkan dua gigi kelincinya yang putih dan cukup besar.

“Baiklah maafkan aku.”

“…”

“Siapa ?”

“Siapa apanya ?”

“Nama manusiamu ?”

“Kau ?”

“Errr… sedikit aneh memang.” Ia menggaruk rambutnya yang tak gatl sambil melihat ke langit yang hanya disinari oleh sinar purnama.

“Aneh ? memangnya siapa ?” tanyaku penasaran

“Entahlah tapi aku sembarangan saja menyebutkan nama itu …”

“Iya siapa ?” aku memutar bola matkau sambil melipat kedua tanganku di depan dada .

“Lee Jinki.” Jawabnya singkat, padat, dan jelas. Dan bahkan dibubuhi nada datar.

“Huh ?” Aku menatap ke arahnya . Sedetik setelah aku menoleh ke arahnya , ia ikut menoleh ke arahku.

“Aneh kan ?”

Aku menggigit bibir bawahku “Entahlah , aku bukan manusia jadi aku tidak tahu kenapa nama itu bisa di katakan aneh. Apakah kau tahu kenapa nama itu aneh ?” tanyaku “Dan… Hey!! Tunggu!  Jika nama itu aneh kenapa kau memakai nama itu ?” tanyaku lagi

“Terlanjur…”

Aku mengerutkan keningku “Terlanjur ?”

“Bagaimana bisa ?” tanyaku penasaran

“Awalnya aku hanya sembarangan saja menyebutkan nama itu saat manusia berwujud perempuan yang harus ku tangani itu menanyakan namaku…” ucapnya

“Lalu ?”

“…”

Aku menyeringai “Dengar! Aku belum mendapat jawaban atas pertanyaanku.” Kataku mengingatkan teman malaikat-ku yang malah jadi diam itu.

“Dan saat aku menyebukan nama itu … Ia langsung tertawa dan …”

“Sudah . Aku mengerti , jadi menurut manusia itu nama Lee Jinki adalah aneh ?” tanyaku balik

Ia menggigit bibir bawahnya dan mengangguk pelan “Mungkin.”

“Haha… kasihan sekali kau.” Ejekku

Ia menatapku tajam

“Apa ?” tanyaku

“Kau belum memberitahuku nama manusiamu .” katanya menuntut jawaban

Aku terkekeh dan menjawab pertanyaannya “Kim ____” jawabku santai

“Apa dia tertawa ?”

“Tidak.”

“Baiklah , kau beruntung  . Mungkin kau sudah mempersiapkan nama itu sebelumnya. Ya satu minggu utuk mempersiapkan sebuah nama manusia yang apik.” Ucapnya ceplas ceplos , dan tanpa pikir panjang aku langsung menjitak kepalanya.

“Ya! Bukan seperti itu , selama seminggu ini aku mencari informasi tentang manusia yang menjadi tanggung jawabku. Dan menyiapkan sebuah rencana dengan sangat matang agar misiku berhasil.” Tuturku

“Cih… merepotkan.”

“Ya! Walaupun sedikit merepotkan dan memakan waktu setidaknya itu lebih baik bukan ? Jika misiku berhasil , maka levelku akan naik satu tingkat lebih tinggi. Atau bahkan dua tingkat lebih tinggi , jika misi itu berhasil dengan sangat lancar.” Kataku bangga.

Ia tertawa pelan “Haha… ia jika rencanamu itu berhasil dengan baik.”

“Huh…terserahmu sajalah.” Kataku mulai acuh

“Oh iya , bagaimana jika mulai saat ini kita memanggil diri kita satu sama lain dengan nama manusia kita ?” tawarnya .

Aku menatapnya tajam “Kau yakin ?”

Ia mengangguk pelan “Yakin 100%” jawabnya lantang

“Tidak mau mengganti namamu dulu ? Mencari yang lebih normal dan tak terdengar aneh mungkin ?” tanyaku memastikan.

Ia menggeleng dan tersenyum “Cukup Lee Jinki. Lagi pula juga sudah terlanjur.” Katanya

Aku tersenyum lebar “Ok … baiklah Lee Jinki.” Kataku memulai panggilan baru kami

***

(Baekhyun Pov)

“Ia sangat cantik Suho , bahkan ia lebih cantik dari si Victoria! Gadis yang selalu menguntit kemanapun aku pergi.” Kataku pada Suho yang kini sudah duduk di meja kantin kampusku.

Ia membuka netbooknya dan menatapku “Baiklah aku percaya.” Katanya datar seraya kemudian menatap kearah layar laptop lagi.

“Hey! Aku serius , ia benar-benar cantik bahkan seperti seorang malaikat atau errr ia bahkan lebih cantik dari dewi fortuna.” Kataku sambil membayangkan wajah cantik _____”

Suho tertawa kecil , hey apa yang lucu sampai ia tertawa begitu ?

“Kau berlebihan Baekhyun~ah…” ucap Suho

Aku memutar bola mataku “Oh ayolah Suho aku tidak berlebihan  , aku bukan seseorang yang suka mendeskripsikan seseorang dengan cara Surealisme.” Cetusku “Jika kau melihatnya kau pasti akan jatuh cinta. Tapi ingatlah bahwa kau tidak akan bisa menyentuhnya , karena aku yang terlebih dulu mengenalnya.” Kataku mengingatkan

“Baiklah…”

“Dia cantik , rambutnya panjang . Sedikit bergelombang pada bagian bawah , kau tahu mungkin potongan rambutnya adalah keriting gantung. Warna rambutnya hitam , dan ia memiliki sepasang bola mata berwarna biru. Well itu bukan lensa , kau tahu itu bola mata yang sesungguhnya.”

“Dari pendeskripsianmu dia memang seperti sosok seorang malaikat…”

“Menurutku ia bahkan lebih cantik dari seorang malaikat…”

“Hahaha sudahlah Baekhyun~ah , kau terlalu berlebihan.”

Aku menghela nafas , Suho selalu menganggap apa yang ku lakukan juga yang kukatan Berlebihan . Padahal aku tidak pernah melebih-lebihkan sesuatu , hanya berbicara sesuai fakta yang ada. Apakah itu salah ? Apakah itu berlebihan ? Tidak bukan .

Aku beranjak dari kursi ku saat ini dan tentunya itu menarik perhatian Suho , ia melirik sekilas padaku .

“Mau kemana ?” tanyanya

“Ke taman.” Jawabku enteng .

Suho tertawa seraya lantas menoleh ke belakang . Hey! Apa yang terjadi dengannya ? Apakah Suho sudah gila ? Tak ada yang lucu dengan ucapan ku tadi , tapi mengapa ia tertawa ?

“Ke taman lagi ?” tanyanya kali ini

Aku mengangguk “Menghindari Victoria lagi ?” tanyanya

“Eh…” aku melihat lurus ke depan , dan ku lihat gadis itu tengah berjalan memasuki kantin ini. Geez , benar-benar mengganggu.

“Ku pikir sebaiknya kau tetap disini , kau boleh tidak menyukainya tapi dia teman kita bukan ?” ucap Suho

Aku memutar kedua bola mataku “Hey ! Dia sendiri yang meminta menjadi teman kita.”

“Jadi kau tidak pernah menganggapnya teman selama ini ?”

Aku mendecak pelan “Aku menganggapnya teman , namun teman yang menyebalkan buk-.”

“Hi… Baekhyunnie~ah…” Gadis itu tiba-tiba sudah berdiri di hadapanku , memotong ucapanku dan memanggilku dengan panggilan yang katanya panggilan ‘sayang’-nya untukku , namun itu terdengar begitu menjijikan di telingaku ingat begitu menjijikan.

Aku tersenyum samar “Hi Victoria…” Sapaku berbasa-basi , seraya kemudian duduk kembali di kursi yang tadi ku duduki. Pergi sekarang ku pikir juga bukan waktu yang tepat , yang ada gadis penguntit ini malah mengikutiku. Ku lihat Suho tersenyum meledek , sialan dia.

Victoria saat ini duduk di samping Suho , tepat di hadapanku . Seraya menyunggingkan senyum lebar yang mungkin ia pikir akan terkesan manis di depanku , ok sebenarnya memang manis . Namun tidak ada senyuman yang lebih manis dari senyuman Kim _____.

“Kau kemarin kemana Baekhyunnie~ah ?” tanya Victoria .

Oh ya satu lagi yang membuatku tak tertarik dengan Victoria selain karena sifatnya yang suka menguntit , dia banyak tanya dan suka mengaturku . Ok walaupun semua itu dia lakukan untuk menunjukkan perhatiannya padaku tapi aku tak suka , ya walaupun aku memang butuh perhatian tapi yang ku butuhkan bukan perhatiannya yang berlebihan melainkan perhatian orang tuaku -_-.

“Aku…” aku menunjuk diriku sendiri , berpura-pura bodoh dan polos .

Victoria mengangguk pelan “Tidak kemana-mana.” Jawabku acuh .

“Oh begitu ya , ehm Baekhyunnie~ah apa kau hari ini ada acara ?” tanyanya

“Tidak.”

“Benarkah ?”

“…” aku mengangguk tanpa menjawab lagi

Ia tersenyum lebar “Jadi bisakah kau temani aku berbelanja di mall hari ini ?”

“MWO ?!”

***

Ia , Byun Baekhyun kali ini tengah mengutuk wanita di sampingnya dengan berjuta macam cacian yang ia lontarkan dalam hati. Benar-benar kesal kepada sikap wanita di sampingnya yang selalu bermanja-manja padanya , padahal wanita itu tidak memiliki status apapun dengan Baekhyun. Pacar , adik , kakak , saudara sepupu pun bukan! Dan Baekhyun pun turut mengutuk dirinya sendiri yang dengan mudah mau saja menerima permintaan Victoria , namun disisi lain ia juga mengutuk Suho . Well , menurutnya karena Suho lah ia saat ini berdiri di samping Victoria , menemaninya berbelanja sambil membawakan tas belanjaannya.

“Hey ia pikir aku seorang bodyguard dan pembantu apa ?!” maki Baekhyun dalam hati , seraya melirik Victoria dengan sangat sinis , bertepatan dengan itu Victoria juga menoleh ke sampingnya.

“Thanks Baekhyun.” Katanya sambil tersenyum memamerkan jajaran gigi putihnya.

Baekhyun menyunggingkan senyum yang begitu lebar pada gadis itu . Oh baiklah , terlihat sekali Baekhyun menyunggingkan senyum itu dengan sangat terpaksa.

“Baekhyunnie~ah , kau tahu bahwa aku-.”

“Ya aku sudah tahu itu. Dan sampai sekarang kau masih menyukaiku.”

Semburat kemerahan tiba-tiba menghiasi wajahnya , Victoria menunduk malu-malu sambil tersenyum senang.

Victoria mendongak dan menatap Baekhyun “Apa kau ma-.”

“Aku tidak bisa , kau tahu sejak dulu aku hanya menganggapmu seorang teman dan tidak lebih.” Ungkapnya seraya memotong ucapan Victoria yang belum selesai . “Ya menganggapmu sebagai teman yang paling menyebalkan.” Sambung Baekhyun dalam hati.

Victoria kembali menunduk , seraya kemudian mentertawakan dirinya sendiri dalam tundukkannya.

‘Bodoh , kau tahu ia tidak mengapa kau masih nekat ?’ sesalnya dalam hati , matanya kini mulai berkaca . Ia ingin menangis saat ini juga , menumpahkan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya , namun pada siapa ? Baekhyun ? Mana mungkin laki-laki itu mau , Ia bahkan selalu menghindari Victoria dan sering sekali secara terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak pernah menyukai gadis itu.

“Kau tidak menangiskan ?” pertanyaan itu terlontar dari mulut Baekhyun tanpa memikirkan perasaan Victoria yang kini tengah hancur berkeping-keping . Katakan bahwa ia nampak seperti lelaki bajingan sekarang.

Victoria mendongak , menatap Baekhyun sambil tersenyum lebar untuk menutupi rasa kecewanya dan juga tangisnya yang nyaris pecah “Bisakah aku menangis lagi ? Hey! Aku sudah dewasa , tidak pantas untukku menangis di depan seorang pria haha…” kata Victoria seraya memperdengarkan tawa hambar .

“Hey! Aku bukan pria , aku laki-laki.” Dan Byun Baekhyun tetaplah seorang Byun Baekhyun. Meski sifatnya cukup dingin , sulit di atur , atau apalah yang berhubungan dengan hal kurang baik , ia tetap suka memberikan lelucon garing di saat suasana sedang tak bersahabat . Tapi lain halnya dengan suasana bersahabat yang terjadi antara ia dan keluarganya –Baekhyun.Ayah.Ibu.- .

Victoria tersenyum samar ‘Kau tidak bersikap seperti ini karena terpaksakan Baekhyunnie~ah ?’

***

(You Pov)

Siang ini aku sengaja berjalan melewati sebuah mall besar yang ada di salah satu jalan besar kota Seoul . Well , aku memiliki firasat bahwa Baekhyun –manusiaku-  akan keluar dari dalam mall ini sebentar lagi . Well sebenarnya bukan firasat , namun kepala dewan sudah memberiku ikatan dengan Baekhyun. Sehingga aku bisa dengan mudahnya mengetahui di mana keberadaan Baekhyun tanpa perlu mencarinya terlebih dahulu.

Ehm baiklah sebelumnya aku belum memperkenalkan diri . Aku sebenarnya belum memiliki nama , karena dalam dunia malaikat seseorang baru mendapatkan sebuah nama jika ia sudah memasuki level dua puluh dan baru mendapat gelar nama saat memasuki level enam puluh . Dan aku sekarang masih berada di level delapan -jelas saja karena aku pun baru di lahirkan sepuluh dekade yang lalu dalam waktu malaikat-  jadi aku belum memiliki nama. Untuk mendapatkan sebuah level di dunia malaikat agar memiliki nama dan gelar , kepala dewan setiap dekadenya selalu member kami misi . Di mana misi itu adalah kami –para malaikat dengan level di bawah dua puluh- harus menyembunyikan sayap kami dan menjadi sosok manusia biasa , kemudian kami di perintahkan untuk mengubah sifat manusia yang hampir tersesat ke dalam jalan yang tidak baik. Jika kami berhasil merubah sifat manusia itu dengan baik dan mulus kami akan mendapat tambahan level  tambahan levelnya pun bervariasi, jika kami tidak berhasil merubah sifat manusia itu , kami tidak akan mendapatkan tambhan level namun di beri misi untuk merubah sifat manusia yang lain dan misi itu harus selesai sebelum satu dekade dalam waktu dunia malaikat habis.

“Jinki …” gumamku ketika melihat Jinki lewat dengan gadis manusia-nya .

Jinki menoleh ke arahku dan menyunggingkan senyum kecil seraya kemudian kembali menoleh ke depan dan berbincang dengan manusia-nya.

Aku menggembungkan pipiku seraya melipat kedua tanganku di depan dada . Sampai kapan aku harus berdiri disini untuk menunggu Baekhyun –manusia-ku–  ? Dan kemudian berpura-pura lewat di hadapannya . Aku menutup mataku , mencoba mendeteksi keberadaannya dan kurasakan ia sebentar lagi akan keluar dari mall itu , jadi ku pikir waktunya untukku menjalankan misiku.

Aku melangkahkan kakiku melewati gedung besar ini dan sedetik kemudian , dengan salah satu ekor mataku aku menemukan sosok Baekhyun dengan seorang gadis tengah keluar dari dalam mall ini. Benar-benar tepat seperti dugaanku.

“_____!!” Aku mendengar suara Baekhyun memanggilku . Aku berhenti dan berbalik ke arahnya , memiringkan kepalaku dan berpura-pura mengamatinya .

“Kau …” Aku tepat menunjuk di depan wajahnya , seraya mengamatinya seperti orang yang melupakan sesuatu.

“Baekhyun. Masih ingat ?” katanya sambil menyunggingkan senyumannya.

Aku balas tersenyum padanya “Tentu saja aku masih ingat.” Kataku padanya.

Aku melirik sekilas kearah gadis yang berdiri di samping Baekhyun , well nampaknya gadis itu tak menyukai keberadaanku disini. Apa dia menyukai Baekhyun ?

“Kau membawa belanjaan sebanyak itu apakah semuanya milikmu ?” tanyaku sambil melirik beberapa tas belanjaan yang ia pegang.

Baekhyun menggeleng seraya melirik gadis yang ada di sampingnya .

“Ini bukan punyaku , tapi miliknya. Namanya Victoria , ia temanku.” Kata Baekhyun

Aku membulatkan mulutku , seraya kemudian  tersenyum dan menyodorkan tanganku pada teman perempuan Baekhyun , bermaksud mengajaknya berjabat tangan –berkenalan-.

Namun gadis itu malah menatap tanganku dengan sinis seraya kemudian berjalan meninggalkan kami –aku dan Baekhyun– dengan angkuh .

“Ya!  Kau mau kemana ?!” pekik Baekhyun jengkel .

“Aku menunggu di mobil saja.” Kata gadis bernama Victoria itu

“Maafkan dia _____ , dia memang gadis yang menyebalkan.” Tutur Baekhyun

Aku mengangguk dan tersenyum pada Baekhyun “Gwenchana…”

Aku melirik sekilas pada mobil gadis itu , apakah misi ini akan menjadi sangat sulit ?

Tbc…

Author note :

Holla! Aku kembali dengan membawa fanfiction berjudul “Into Your World” ehm well sebenarnya fanfic ini mau ku jadiin oneshot tapi berhubung udah panjang banget –bagian pertama udah 24 page- jadinya gak ku jadiin oneshot tapi twoshot atau threeshot , soalnya kalau oneshot bisa-bisa nih ff nyampe 60 page-an , yang ada bukannya semangat temen-temen nanti malah bosan dan ngantuk pas bacanya gegara gak selesai-selesai hehe. Sekarang aku memiliki waktu luang selama sebulan , tapi itu gak membuatku bisa terlalu bersantai-santai karena perasaanku masih deg-degan nunggu hasil ujian nanti , takut banget kalau sampai sesuatu yang tidak di inginkan terjadi 😥 tapi aku tetep optimis dan yakin 100% sih HAHAHAHAHAHAHAHAHA => ketawa gak mutu -_- #abaikan .

Jadi ini sebenarnya mau ku jadiin fanfic sarapan (?) sebelum kalian menikmati secret marriage part 7 yang sampai sekarang sepatah katapun belum aku ketik idenya wkwkwk . Eh tapi nih ff malah jadi ada 2 atau tiga bagian wkwkwkwk jadi malah bertambah deh utang saya -___-

Ok deh keep RCL ya temen-temen , thanks J

Numpang promo , kunjungin blog aku ya => https://strawberrymilk96.wordpress.com , biasanya aku mosting fanficku satu atau dua part lebih cepat hehehe , jadi kalau misalnya aku lama banget gak posting di ffi berarti ada kemungkinan ffku udah di publish di blog aku sendiri. Gomawo #deepbow

 

Maaf kalau ceritanya gaje , alurnya kecepatan , aneh , banyak typo dan sebagainya. Aku lagi mencoba satu genre baru Fantasy , ya meskipun gak full fantasy karena masih ada di campur romance dan lagi ini juga bukan ff fantasy percobaan pertamaku kkkk~. Keep RCL ya teman-teman #Tebarbias #Labil -__-

Advertisements

3 responses to “[1.2] Into Your World

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s