[Ficlet] First Love

First Love

Written By Little Fairy

Cast       :

–          You As Shin _____

–          Kim Kibum

BSM       : Juris – If You And Me

 

Quote :

If I could just say the words                                                                                                                                                

All the secrets in my heart and in my soul you’ll hear                         

Can’t you see the love I hide slip through my eyes

This silly girl so scared she just can’t say “I Love you.”

 

Juris – If You And Me

 

***

 

“Lulus!” seru _____

“_____ aku lulus.” Teriak Kibum.

_____ berbalik dan tersenyum pada Kibum “Kita berdua lulus.” Teriak mereka bersamaan , mereka berdua kemudian berpelukan.

“Jadi setelah ini kau mau melanjutkan sekolahmu kemana ?” tanya Kibum pada _____

“Aku mungkin akan tetap melanjutkan sekolah di Seoul , ku pikir SMA X cukup bagus untuk ku.” Tutur ____ senang “Kau ?” tanyanya balik .

“NYC. Kau tahu itu kota tujuanku , aku ingin bersekolah disana.” Jelas Kibum .

_____ tersentak mendengar penjelasan Kibum barusan. Berarti ia tak akan pernah melihat sahabatnya ini lagi ? sahabat yang diam-diam juga ia anggap sebagai seseorang yang sangat penting di hidupnya , seseorang yang ia anggap sebagai oksigennya. Baiklah katakan saja bahwa Kibum adalah orang yang di sukai _____.

_____ menyunggingkan sebuah senyum samar yang nyaris tak terlihat , seraya kemudian memegang kedua sudut wajah Kibum. “Semoga prestasimu semakin meningkat sesampainya kau di sana nanti.” Kata _____ .

Kibum terseyum “Thanks _____ , kau memang sahabatku yang paling baik.” Kibum memeluk _____ erat .

_____ membalas pelukan Kibum . Sesungguhnya gadis itu ingin menangis sekencang mungkin sekarang , tapi ia tak bisa . Ia takut Kibum tahu perasaannya yang sesungguhnya . Ya gadis itu terlalu takut sahabatnya itu mengetahui perasaannya yang sesungguhnya , dan ia juga takut bahwa sahabatnya itu akan menjauhinya ketika ia tahu bahwa _____ mencintainya.

“Well , bisakah nanti malam kita merayakan kelulusan dan perpisahan kita nanti malam ?” tanya _____ lirih .

Kibum tersenyum samar , seraya kemudian mengacak rambut _____.

“Mian , aku harus menyiapkan semuanya nanti malam jadi…”

“Ok aku mengerti. Errr Kibum sepertinya aku harus keluar sekarang , kupikir Ibuku sudah menunggu di rumah. Annyeong.” Kata _____ berbohong seraya berlari meninggalkan Kibum.

Ia berlari dan masih berlari , menjauh dari keramaian , menjauhi Kibum.

Air matanya luruh begitu saja di saat ia berlari . Ia benar-benar sedih dan kecewa sekarang.

***

Delapan Tahun Kemudian …

“_____ kau mulai besok bisa ambil cuti .” kata seorang pria paruh baya yang sosoknya baru terlihat ketika ia keluar dari sebuah ruangan di café itu.

“Cuti ? Untuk apa Kim aggashi ?” tanya _____ bingung .

“Well _____ aku tahu kau sudah memasuki smester lima kuliahmu dan ini adalah tahap yang kupikir akan menyibukkanmu. Jadi aku mengizinkanmu untuk cuti.” Jelas Tuan Kim.

_____ terkekeh “Itu tak perlu , asal aku bisa membagi waktu dengan baik aku pikir aku tak akan terlalu sibuk.”

“well _____ jika itu memang maumu aku tak bisa memaksa.” Kata Tuan Kim sambil tersenyum dan meninggalkan café miliknya.

“Baikah ____ jika aku jadi kau aku akan memilih untuk cuti.” Kata salah seorang pekerja di café itu.

_____ hanya tersenyum menanggapi perkataan temannya barusan.

***

_____ melepaskan high heelsnya dan meletakannya di atas rak sepatu kamarnya . Ia membuka kancing teratas kemja yang ia kenakan dan duduk di meja belajarnya. Gadis itu menghela nafas pelan dan membuka laci meja belajarnya . Ia pelan-pelan mengambil sebuah frame photo dari dalam laci dan menatap foto itu dengan sendu.

“Kapan kau kembali ? Aku merindukanmu.” Lirih _____ sambil mengusap permukaan frame photo itu dengan jari telunjuknya.

Matanya memanas dan air matanya meluruh . “Ingatlah , kau pergi sebelum mengetahui rahasia hatiku yang pernah kau tanyakan dulu.” Lirih ____ lagi .

Ia meletakkan frame photo itu di atas meja belajarnya dan mengusap air mata yang mengalir di matanya.

***

_____ berlari dengan sedikit terburu-buru. High heels setinggi 15 centi yang ia gunakan benar-benar menghambat larinya sekarang. Hari ini ia bangun agak kesiangan , membuatnya harus berlari menuju bangunan café tempat ia bekerja lebih cepat dengan waktu yang sangat singkat.

_____ membuka pintu belakang café tersebut. “Selamat pagi semua.” Sapa _____ singkat sambil meletakan tasnya.

“_____ kau sudah datang. Baguslah cepat ganti bajumu dan segera ke depan. Yujin tidak bisa masuk hari ini , dia sakit jadi kau yang menggantikan tugasnya.”

“Iya…”  _____ segera berlari ke kamar belakang dan segera mengganti pakaiannya dengan seragam tempatnya bekerja.

Seusai ia mengganti pakaiannya , ____ segera bergegas menuju lobi café. Well di sanalah tempat para pengunjung memerlukannya.

Ia , Shin _____ kali ini harus merasakan lelah karena harus bolak-balik mencatat pesanan tamu dan mengantarna ke belakang . Begitu terus , meski ia tidak sendiri tapi pekerjaannya kali ini terasa lebih berat .

____ berjalan dengan sedikit terburu-buru  dan parahnya ia tak menyadari ada seseorang yang tengah berada di depannya , membuatnya harus menabrak orang itu , menumpahkan makanan dan minuman yang ia bawa pada orang itu , dan membuatnya harus menerima cacian dan mungkin membuatnya harus menerima bahwa gajinya akan di potong nanti.

“Yak! Bajuku!!!”

“Ah… maaf … maaf nona saya tidak sengaja.” _____ mengambil sebuah tissue dari dalam sakunya dan membersihkan pakaian orang yang tadi tak sengaja ia tabrak.

“Hey! Jangan menyentuhku!” seru gadis itu seraya mendorong _____.

“Ugh…” _____ mengerang kesakitan ketika tubuhnya tersungkur di atas lantai. Kini ia tengah menjadi pusat perhatian dari semua pengunjung café.

“ya! Hyunji~a apa yang kau lakukan ? kau kasar sekali!”

_____ tersentak . Ia tahu dan kenal betul dengan suara itu. “Kibum…” gumamnya .

“Dia menumpahkan makanan dan minuman ke pakaian ku , bagaimana aku tidak mau marah!” pekik gadis yang di sebut Hyunji itu kesal.

“Tapi kau tak perlu mendorongnya begitu.”

“Aku mendorongnya karena aku kesal.”

“Maaf , ini salahku. Harusnya aku lebih hati-hati tadi.” _____ bangkit dan membungkukkan badannya .

“Jika nona mau , pakaian nona akan kami laundry dan nona bisa…”

“Tidak…aku tidak mau!” kata gadis itu ketus “Ayo Kibum kita pergi…”

“_____?” Kibum menatap _____ yang berdiri dengan wajah sendu.

***

Ting tong…

Bel rumah _____ berbunyi . _____ yang saat itu tengah memasak segera beranjak dari dapur untuk membuka pintu apartemennya.

“Siapa ?” tanyanya ketika ia membuka pintu apartemennya.

Seseorang dengan menggunakan jaket kulit berwarna hitam berdiri membelakanginya. _____ mengerutkan keningnya ‘Siapa ?’ batinnya 

Laki-laki itu berbalik dan betapa terkejutnya _____ ketika melihat sosok di hadapannya itu.

“Ki-kibum…” Ia menatap sosok di hadapannya dengan syok.

Kibu tersenyum dan melambaikan tangannya pada _____.

“Hi _____ , long time no see. How are you ?” tanya Kibum dengan gayanya yang khas .

_____ menatap Kibum sendu , perasaannya benar-benar campur aduk sekarang. 

“Kibum~a!!!!” Ia memeluknya , memeluk Kibum. Cinta pertamanya. Air matanya luruh , membasahi pundak Kibum.

“I really miss you…” bisiknya lirih.

“Miss you too _____.” bisik Kibum seraya mengecup puncak kepala _____ .

“Aku senang kau kembali Kibum…” kata ____ di sela tangisannya .

“Akupun begitu , aku senang bisa melihatmu lagi _____.” kata Kibum “_____ maaf jika perlakuan tunanganku tadi kurang mengenakanmu.” sambung Kibum.

Deg ‘Tunangan’ entah kenapa satu kata itu mampu membuat hati _____ terasa nyeri seolah hatinya telah di beri racun mematikan yang mampu membunuhnya dalam sekejap.

_____ melepas pelukannya dan mengusap air matanya dengan kedua jari jempolnya.

“Selamat…” lirihnya “Akhirnya kau bisa menemukan gadis impianmu.” ucap ____ dengan senyum samar.

“Sejujurnya ia bukan gadis yang kucintai. Jujur saja , aku bertunangan dengannya karena terpaksa.” ucap Key.

_____ tersenyum samar (lagi) “Dia gadis yang cantik.” kata ____ tulus

“Tapi dia tak secantik kau _____~ah…” kata Kibum tulus .

“Hahaha … jangan bercanda. Ia seratus kali jauh lebih cantik dariku Kibum~a.” ucap ____ dengan diiringi tawanya yang terasa hambar di hatinya.

“Aku serius … dan asal kau tahu. Kau Shin _____ adalah gadis yang kucintai sejak aku pertama kali bertemu denganmu sebelas tahun yang lalu.” titah Kibum seraya kemudian berjalan meninggalkan _____.

“Kibum …” ____ menatap Kibum tak percaya .

“Hahahaha… jangan bercanda.” _____ masih ragu dengan apa yang di katakan Key.

Key mendengus pelan “Baiklah , jika kau tak percaya. Tapi ingat! Your My First Love Shin ______.” ucap Key gusar seraya kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan _____ yang masih terpaku di pintu apartemennya.

“Kibum~a!! Chamkkaman!” pekik ______

Kibum berhenti , namun tak membalikkan badannya sedikitpun . Berhenti , ya hanya sekedar berhenti.

“Bagaimana jika aku mengatakan bahwa , your my first love too ?”

Fin


Hahahaha 😀

Akhirnya sebuah fanfic nista kembali saya buat . Oh well , tolong jangan rajam saya karena alur ceritanya terlalu cepat , gak nyambung , aneh , dan menggantung pada endingnya . Makasih aja buat reader yang dengan senang hati mau memberi kritik dan saran dalam bentuk komentar buat saya , thanks banget :* #cipok reader atu-atu . 

Advertisements

2 responses to “[Ficlet] First Love

  1. annyeong ………. ffnya seru ! keep writing author !
    *maaaf cuma segitu soalnya disuruh mandi -_-
    annyeong ……

    • Ne annyeong ^^! Gwenchana yang penting udah mau komen aja aku udah seneng 😀

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s