[Part 5] Secret Marriage

Secret Marriage

Written By Little Fairy

Cast     :

  • Jessica Jung
  • Kim Jonghyun

BSM    : Kim Kyu Joong – Yesterday

Disclaimer : I do own the plot.

Pernikahan itu adalah suatu hal yang sakral dan tak boleh di sembunyikan –sebenarnya- tapi kenapa mereka –Jonghyun & Jessica- menyembunyikan ini dari kami semua ?

Aku duduk di depan meja belajarku sambil menatap kosong pada sebuah buku novel romantic . Baiklah , sekarang apa yang sedang mereka lakukan ? apakah mereka tengah menjelankan aksi gila itu ? Ok sebenarnya tidak gila karena mereka adalah pasangan suami istri yang sah . Entah mengapa tapi aku merasa tak suka dengan semua ini . Hey ada apa dengan ku ? Tak mungkinkan aku cemburu pada Jonghyun ?

Lagi-lagi aku berdecak frustasi , benar-benar pusing . Harusnya aku tidak mendengarkan percakapan mereka . Jika aku tak mendengarkannya mungkin aku tak akan tahu rahasia ini dan tak akan menjadi sepusing ini. Tapi karena hasrat ingin tahuku yang begitu besar semuanya ku dengarkan begitu saja .

Namun aku bisa tersenyum puas sekarang karena segala kecurigaan dan rasa penasaranku sudah terjawab semua , meski jawaban itu agak sedikit ‘menyakitkan’.

 

***

 

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan pandangan mataku pertama kali ku arahkan pada jam dinding di kamarku . Pukul 05.00 am , masih terlalu pagi eh. Aku menengok ke samping dan ku dapati Jonghyun yang tengah tertidur dalam keadaan damai dan tengang . 

Masih terbayang di kepalaku segala hal yang kami lakukan beberapa jam yang lalu , aku tak menyangka Jonghyun bisa berbuat seperti itu . Meskipun ini wajar tapi aku merasa risih , errr mungkin karena aku dan Jonghyun memang sangat jarang melakukan itu .

Aku bangkit dari atas tempat tidurku dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi . Aku membasuh seluruh tubuhku hingga bersih dan setelah 15 menit aku segera keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaianku dengan pakaian yang cukup rapi . Aku mengambil tasku yang tersampir di belakang pintu dan berjalan menghampiri Jonghyun yang masih tertidur pulas. Aku menghela nafas dan mencoba menarik sebuah senyum , ku pandangi wajah tenang itu dan pelan-pelan aku mencium kening Jonghyun sebelumnya aku pergi meninggalkan kamarku.

 

***

 

Tok…tok…tok…

“Sica bangun sayang!”

Jonghyun menggeliat malas di atas tempat tidurnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya kembali. Mencoba memulihkan kesadarannya dan mempercoba mempertajam kembali pendengarnnya.

“Jessica … ayo bangun . Ini sudah siang.” Suara yang terdengar sangat familiar di telinga Jonghyun sekali lagi memanggil-manggil Jessica agar keluar dari kamarnya. Jonghyun tersentak dan segera bangkit dari tempat tidur Jessica . Ia memakai kaos dan celana panjang yang semalam ia gunakan .  Ia melirik sekilas ke arah tempat tidur dan baru ia sadari bahwa Jessica sudah tak ada di tempat itu .

 

“Jessica , kami tunggu di ruang makan.” Suara Nyonya Kim perlahan-lahan mulai menjauh .

Jonghyun menarik nafas lega seraya kemudian berjalan keluar meninggalkan kamar Jessica dan segera merapikan dirinya .

 

***

 

“Jjong kau tahu dimana Jessica ?” Tanya Nyonya Kim ketika melihat Jonghyun yang tengah menuruni anak tangga .

Jonghyun mengangkat pundaknya sekilas seraya kemudian duduk di samping kursi ibunya . “Kenapa memangnya ?” tanya Jonghyun balik

“Tidak apa . Oemma kira kamu tahu dimana dia sekarang.” Jawab Nyonya Kim

“Kemana dia pergi ?” batin Jonghyu

“Apa dia pergi karena takut bertemu denganmu ?”

Jonghyun mendongak ketika mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Key barusan . Ia melontarkan sebuah tatapan tajam yang cukup mampu untuk membunuh Key –mungkin- .

“Apa yang kau katakan barusan ?” tanya Jonghyun sinis namun terkesan tak tahu apa maksud ucapan Key .

“Yang…”

“Memangnya kenapa Jessica takut bertemu dengan Jonghyun ? Key bisakah kau katakan pada ahjumma ?” tanya Nyonya Kim , memotong ucapan Key yang bisa di katakan belum ada satu kalimat.

“Errrr… aku tak yakin harus menceritakan ini pada ahjumma atau tidak.” Key terlihat seperti main-main dengan apa yang ia katakan , sesekali ia melirik Jonghyun dengan ekor matanya . Terlihat jelas kobaran api yang membara di mata Jonghyun . Jonghyun meremas tangannya kesal , pikiran kacaunya benar-benar memerintahkannya untuk meninju bahkan menendang muka Key sekarang namun pikiran sadarnya memerintahkannya untuk tetap diam dan bersabar .

“Sudahlah ceritakan saja Key…” kata Nyonya Kim

“Sebenarnya…”

“Aku sudah kenyang , aku naik dulu oemma.” Potong Jonghyun , laki-laki itu bergeser dari tempatnya dan berjalan pergi meninggalkan ruang makan . Sebenarnya ini taktik Jonghyun untuk tetap sabar dan untuk tidak segera memukuli sepupunya itu hingga babak belur.

“Bagaimana bisa kau mengatakan kau sudah kenyang Jjong ? Kamu saja belum mengambil makanan sesendokpun!” Seru Nyonya Kim protes

“Sudahlah oemma!”

“Sebenarnya apa Key ?” Nyonya Kim sudah menatap Key dengan penuh tanya.

“Errrr sebenarnya aku sudah lupa hehe…” kata Key

“Astaga Key .” Nyonya Kim menggeleng pelan .

Dilihatnya tuan Kim yang berjalan memasuki ruang makan dan bersamaan dengan itu Key meminta izin untuk pergi ke kamar kecil.

***

“Ya!”

Jonghyun menghentikan gerak tangannya yang hendak membuka handle pintu . Kupingnya agak terasa sedikit panas ketika mendengar suara orang yang memanggil namanya . Jonghyun menolehkan kepalanya ke arah Key yang berdiri dengan jarak lima meter darinya.

Kenapa dia harus mengikuti ku ? Rutuk Jonghyun kesal . Bagaimana tidak , alasan ia kembali ke kamarkan untuk menghindari Key . Tapi jika diikuti terus begini , bagaimana ia bisa…

“Ada apa ?” tanya Jonghyun dengan suara yang cukup datar namun masih terkesan sinis .

“Kenapa melarikan diri huh ?” Key menyeringai kecil

“Perlukah aku memberimu alasan ?” tanya Jonghyun , menatap Key dengan tatapan mematikan . Bahkan tatapan Jonghyun lebih berbahaya dari bisa kobra.

“Jessica pagi-pagi sekali sudah meninggalkan rumah . Kemana kira-kira ia pergi ? Apalagi ia pergi setelah kalian bertengkar , berbicara serius dan melakukan hal itu.

Jonghyun mengerutkan keningnya , setengah alis matanya terangkat.

“Maksudmu ?” Jonghyun mulai bingung

Key menyeringai “Jadi hubungan kalian lebih dari sekedar teman bahkan sepasang kekasih.” Kata Key lagi dan langsung mampu membuat Jonghyun sadar .

“Kau…?” Jonghyun menatap tajam Key

Key lagi-lagi menyeringai , membuat Jonghyun benar-benar ingin menonjok pipinya saat ini dan membuat Jonghyun benar-benar ingin menghancurkan wajah Key agar laki-laki itu tak dapat memperlihatkan senyuman / seringaian yang terkesan menyebalkan seperti itu.

“Maaf , aku tak sengaja mendengarnya.” Kata Key santai , datar , dan tanpa merasa bersalah .

“Siapa yang menyuruhmu untuk menguping huh ?!” Pekik Jonghyun kesal

“Apa aku harus mengulang dua kali baru otakmu itu bisa menerima hah ?” Kata Key sinis namun benar-benar mengana.

Jonghyun mendecak pelan seraya “Kau!” Jonghyun benar-benar kesal di buatnya.

“Oh ya , bukankah Ahjumma dan Ahjusshi belum mengetahui hal ini . Jadi bagaimana jika aku yang memberitahukan ini pada mereka ? Anggap saja ini kejutan untuk mereka.”

Kejutan kepalamu , itu justru akan membuat mereka shock dan bisa saja mereka akan membunuhku sedetik setelah kau berkata seperti itu. Batin Jonghyun

“Jangan pernah katakan apa-apa pada mereka.”

“Apakah kau memiliki alasan untuk itu ?” tanya Key , sedikit meniru ucapan Jonghyun di awal tadi.

“Ugh…” Jonghyun mendecak kesal

Key menyeringai kecil seraya berjalan meninggalkan Jonghyun.

Sialan! Umpat Jonghyun dalam hati.

“Karena itu privasiku dan dia.” Kata Jonghyun penuh penakanan .

Key berhenti berjalan , ia terdiam memikirkan ucapan Jonghyun barusan . Jonghyun , ia masih menunggu Key bersuara .

Semenit kemudian Key kembali melanjutkan langkahnya dan berkata dengan suara yang cukup pelan “Akan kupikirkan.” Dan untungnya Jonghyun masih mendengar suara yang bisa di katakan sangat pelan itu.

 

***

Jessica berjalan masuk ke dalam altar gereja , gadis itu berjalan terus hingga ia sampai di tempat paling depan . Gadis manis itu kemudian berdoa dalam hati sambil menyatukan kedua telapak tangannya . Setelah ia selesai berdoa ia kemudian memilih untuk duduk di salah satu bangku yang berada di paling depan altar.

Ia menatap sosok yang paling di agungkannya dalam sebuah figura .

“Hhhhh…” Terdengar helaan nafasnya yang berat . Gadis itu menunduk , bibirnya terasa sangat kelu untuk berucap dan mengadu pada Tuhannya .

“Tuhan apa yang harus ku katakan padamu ? Kupikir tanpa perlu aku mengadu kau sudah tahu semua kelah kesahku saat ini.” Ucapannya terdengar lirih dan juga terkesan frustasi .

“Aku memiliki seorang suami , tapi ia harus menikah dengan gadis lain Tuhan . Gadis pilihan orang tuanya. Apa yang harus aku lakukan Tuhan ? Haruskah aku meninggalkannya ? Bisakah begitu Tuhan ?” Ia terus bercerita hingga matanya makin berkaca . Semakin ia menceritakan segala keluh kesahnya semakin pula rasa sakit di hatinya bertambah dan semakin besar pula rasa hatinya , ia benar-benar ingin menangis sekarang .

“Tuhan … apa yang harus kulakukan ?” Suaranya makin terdengar frustasi.

***

Dugh…

Suara keras dari pintu mobil yang di tutup dengan keras –sebut saja banting- terdengar begitu mengerikan (?) . Jonghyun menyalakan mesin mobilnya dan menatap lurus ke depan dengan kesal .

Baiklah , sekarang kemana ia harus pergi agar bisa menemukan Jessica ?

Ok , katakanlah bahwa sekarang ia adalah suami yang cukup buruk untuk Jessica karena ia sendiri tak tahu kemana istrinya pergi sekarang .

Perlahan tapi pasti ia menjalankan mobilnya dengan tanpa tujuan yang JE-LAS!.

***

Jonghyun menjalankan mobilnya kepinggir jalan , ia menurunkan kaca mobilnya dan menatap sesosok gadis yang tengah tersenyum ke arahnya .

“Jjong kau mau kemana ?” tanya gadis itu masih dengan senyum yang begitu mengembang.

“Kenapa ?” Jonghyun tak mengindahkan pertanyaan gadis itu barusan dan justru langsung balik bertanya pada gadis di hadapannya . Siapa lagi gadis itu selain Park Gyuri , calon tunangannya!

“Apakah aku tidak boleh bertanya ?”

“Baiklah jangan bertele-tele , sebenarnya apa yang mau kau katakan padaku ? Bicaralah , aku buru-buru”

Mendengar ucapan Jonghyun barusan wajah Gyuri yang semula cerah berubah jadi mendung dan masam . Bahkan sekarang Jonghyun tidak pernah bersikap cukup baik terhadapnya .

“Kau sedang buru-buru ?”

Banyak tanya -_- . Batin Jonghyun

“Iya …”

“Kalau begitu aku tidak jadi bicara .”

“Oh baiklah kalau begitu.” Jonghyun segera menutup kaca mobilnya dan melaju meninggalkan Gyuri yang masih berdiri di pinggir jalan sambil menatap mobil Jonghyun .

“Apakah kau benar-benar tidak menginginkan ada hubungan lebih antara kita berdua ? Apakah kau tidak mau kita bertungan dan kemudian menikah ? Apakah sekarang kau begitu membenciku ? Bahkan untuk menganggapku sebagai teman biasa pun kau tak mau ? Kau kenapa Jonghyun ? Kau bahkan tak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.”

 

***

Tap…tap…tap…tap…

Jessica membuka matanya ketika mendengar suara dentuman langkah kaki yang memenuhi ruangan itu. Ia menoleh kesamping kanannya dan di lihatnya sesosok lelaki yang sangat familiar di matanya sudah duduk di sampingnya , menatapnya dengan senyum khasnya . Senyuman yang sangat Jessica senangi .

“Well … dari mana kau tahu aku errrr ada disini ?” tanya Jessica

“Insting…”

“Insting ?” Jessica mengerutkan keningnya

Jonghyun tersenyum nakal “Maksudmu kau bisa selalu tahu kemana aku pergi ?” tanya Jessica

“Tidak . Bukan begitu . Hanya saja kita memiliki ikatan .”

“Hah ?”

“Aku mungkin awalnya tak tahu kemana kau dan dimana kau berada . Namun jika aku sudah berpikir dan kembali merasakan ikatan antara kita berdua , aku bisa langsung menebak keberadaanmu dan presentase ketepatannya adalah 65% dari 100%.” Tutur Jonghyun

“Baiklah aku masih sedikit bingung.”

Jonghyun menatap Jessica datar  “Alihkan topic pembicaraan . Jadi apa alasanmu pagi-pagi sekali pergi meninggalkan rumah tanpa pamit dan pergi ke Gereja ?”

“Kau tahu , tujuanku tak lain dan tak bukan hanyalah ingin mengadu pada Tuhan atas segala cobaan hidup yang kurasa.” Ucap Jessica

“Kau tertekan ?”

“Tidak juga.”

“Berarti kau tertekan akan semua ini .”

“Mungkin , sedikit.”

Jonghyun memegang pundak Jessica dan menarik gadis itu kedalam pelukannya.

“Jjong…”

“Tenanglah sayang , semua ini akan segera berakhir . Kita akan bisa hidup bahagia nanti , percayalah padaku . Yang harus kita lakukan saat ini adalah tetap bertahan dan tetap bersabar dengan segala ujian yang diberikannya pada kita. Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita.”

Gadis itu mengangguk secara tak kentara di dalam pelukan Jonghyun , alir matanya meluruh begitu pula dengan air mata Jonghyun.

 

Tbc…

 

Bagaimana ? Penasaran gak dengan eps. Selanjutanya ? Kalo penasaran komen , gak komen berarti gak penasaran , gak penasaran = gak di lanjutkan #ngancem .

Sorry , lagi-lagi saya ngancem kalian hahaha xD #evilaugh . Habis kalo gak di ancam kalian –silent reader- bisa makin berkeliaran bebas .

Komentar di bawah 50 ku protect dan di post di my personal blog .

Komentar di bawah 49 gak di lanjutin hahahahaha xD

Alur bisa tiba-tiba menjadi cepat dan tiba-tiba berjalan dengan sangat-sangat lambat . Jadi mohon maaf dan di mengerti . Jika dua syarat di atas sudah terpenuhi . Insya Allah aku bakal post part 6 nya hari sabtu habis UAP / PAN (Ujian Akhir Praktek / Praktek Akhir Nasional)  J

Makasih ~~~

Advertisements

18 responses to “[Part 5] Secret Marriage

  1. key akhrny tw dh . . .
    Jong d tgln sica ke grja^^ tp untg jong pnya insting yg kwt yua ~~,

  2. Fighting jongsica… Kalian pasti bisa….. Kenapa g ngomong jujur z sma ortux jonghyun?????

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s