[Part 4] Secret Marriage

Secret Marriage

Written By Little Fairy

Cast :

  • Jessica Jung
  • Kim Jonghyun

Disclaimer : I do own the plot.

(Key Pov)

“Ya! Berhenti!” seruku pada Jessica yang masih terus menarikku sambil berlari keluar dari tempat ini .

Gadis itu berhenti , ia berbalik dan menatapku lirih.

“K-kau kenapa ?” tanyaku ketika melihat ekspresi wajahnya yang begitu menyedihkan. Sebenarnya ada apa ini ? Apa yang terjadi ?

“Bisakah kita pergi ke tempat yang tenang ?”

Aku mengangguk , seraya kemudian meraih pergelangan tangannya dan membawanya ke parkiran mobil.

“Kau mau kita pergi kemana ?” tanyaku kalem -saat kami berada di dalam mobil-

“Kemana saja , asal kita pergi ke tempat yang tenang.” Jawabnya tanpa menatapku .

Tanpa bicara lagi aku langsung memacu mobilku meninggalkan halaman parkir ini.

(End Key Pov)

(Author Pov)

Jonghyun menyetir mobilnya dengan agak cepat. Kepalanya benar-benar terasa pusing , seolah ia memiliki banyak beban di dalam hidupnya. Dalam hati ia merutuki segala kebodohan yang ia lakukan tadi. Gyuri yang duduk di sampingnya menatap Jonghyun penuh tanya , ehm well sesungguhnya ia belum pernah melihat Jonghyun bersikap seperti ini sebelumnya . Sekalipun mereka pernah bertengkar karena sebuah masalah kecil . Penasaran , semua manusia pasti memiliki rasa penasaran . Begitu juga dengan seorang Park Gyuri dan karena rasa penasaran itu pula seorang Park Gyuri berani melontarkan pertanyaan yang ia tahu mungkin tak akan di jawab oleh Jonghyun atau bahkan membuat Jonghyun marah.

“Jjong , boleh aku tahu. Kenapa tadi Jessica…”

“Diam! Aku tidak bisa konsentrasi menyetir!” Pekik Jonghyun kesal , well pria muda ini memang sedang tidak ingin menerima pertanyaan dari siapapun karena ia rasa kepalanya sudah terlalu pusing untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Gyuri tersentak , bibirnya bergetar . Ingin rasanya ia menangisi prilaku Jonghyun barusan , namun ia tak mau . Setidaknya ia tidak boleh menangis di hadapan Jonghyun dan lagi ia yakin Jonghyun tidak menyukai seorang wanita lemah. Pikir Gyuri.

“Maaf , aku tidak bermak…”

“Bisakah kau diam. Sebentar saja. Aku benar-benar tak ingin mendengar kau bicara untuk saat ini.”

Dan lagi-lagi Jonghyun memotong ucapan Gyuri dengan kasar , ia memegang kepalanya yang terasa agak sedikit berat. Ia berpikir bahwa ia benar-benar mengalami tekanan yang dahsyat.

Gyuri menunduk , ia menghela nafas panjang. Baru kali ini ia dibentak-bentak oleh Jonghyun yang sebelumnya bahkan tidak pernah membentaknya.

“Maaf.” Kata Jonghyun dengan sangat pelan

***

Key mematikan mesin mobilnya ketika mereka sudah berada di dekat sungai han (lagi) . Hening melanda , tak ada satupun yang mau membuka suara . Mereka terlalu asyik bermain dengan pikiran mereka sendiri .

“Kenapa begitu ? Haruskah ia begitu ? Ku pikir tak seharusnya ia begitu. Kenapa ia mesti marah ? Cemburu ? Memintaku mengerti dirinya , padahal ia sendiri tak pernah mengerti aku . Ini baru kali pertama aku keluar rumah bersama orang lain selain dirinya , tapi kenapa ia begitu marah. Padahal jika ia pergi bersama Gyuri aku tidak pernah marah , Ok mungkin aku memang marah dan cemburu tapi aku tidak pernah memperlihatkan itu padanya bukan ?” Jessica menghela nafas , bingung dengan sikap yang di tunjukan Jonghyun tadi. Apalagi sikapnya yang terkesan egois dan memaksa di dalam bianglala tadi.

Jessica membuka pintu mobil dan berjalan keluar dari mobil. Key yang mendengar suara pintu di buka segera menoleh ke sebelahnya dan mendapati Jessica sudah keluar dari dalam mobil.

Key terdiam sejenak , memandangi punggung gadis itu dari dalam mobil sebelum akhirnya ia ikut keluar dari mobil namun memilih untuk bersandar di kab mobil.

Jessica berjalan ke pinggir sungai Han dan memilih untuk duduk di salah satu batang pohon yang berada di dekat sungai . Ia memandang lurus ke arah sungai dengan tatapan kosong.

“Hei , kau tidak sedang berpikiran untuk mencoba bunuh diri kan ?”

Jessica tersentak dan menoleh ke belakang , ke arah mobil Key. Dilihatnya Key yang tadi bersandar di kab mobil berjalan menghampirinya.

“Tentu saja tidak. Aku bukan manusia yang berpikiran sempit ya.” Celoteh Jessica yang membuat Key tertawa.

“Hahaha baiklah miss , aku yakin bahwa kau memang bukanlah manusia yang berpikiran sempit.” Kata Key , dan usai ia berkata seperti itu hening pun langsung melanda keadaan sekitar mereka (lagi)

Kembali asyik bermain dengan pemikiran mereka masing-masing, ya itu lah yang mereka lakukan lagi dan lagi.

Key menggigit bibir bawahnya “Well… errr bisakah aku tahu , kenapa kau dan jjong ta…”

“Tidak ada apa-apa tadi dan ku harap kau jangan bertanya apapun lagi setelah ini.” Jessica menoleh pada Key yang sudah duduk di sampingnya dan menatap laki-laki itu dengan tatapan memohon

Key menelan ludahnya dan menarik sebuah senyum “Ok , aku tidak akan bertanya lagi.” Ucapnya Kikuk Sambil mengangkat tangan.

“Haha… aku tidak percaya , ternyata kau bisa takut denganku juga.”

“Aku hanya tidak ingin bertengkar hari ini.” Kata Key

“Ok aku percaya.” Jessica berbicara dengan nada menyindir .

“Errrrr … ku pikir udara disini sudah semakin dingin , bagaimana jika kita … hey! Kau tidak memakai jaket ?!” Key memekik dengan suara yang terdengar begitu melengking.

“Aku tid…” Jessica menghentikan kata-katanya ketika ia merasakan Pundaknya sudah di selimuti oleh Jaket Key.

“Sudahlah , lebih baik kita pulang sekarang.”

***

Pukul setengah delapan malam Jonghyun dan Gyuri baru sampai di rumah Gyuri.

Jonghyun mematikan mobilnya dan menatap lurus ke depan , memperhatikan sebuah mobil yang sangat ia kenal terparkir dengan manis di depan rumah Gyuri

“Itu seperti mobil oemma dan appa.” batin Jonghyun

“Jjong apakah Ahjusshi dan Ahjumma tengah berada disini ?” Gyuri menengok ke sampingnya , menatap Jonghyun yang tengah sibuk memperhatikan mobil kedua orang tuanya.

“Sepertinya begitu.” Jawab Jonghyun dan tiba-tiba ia teringat akan kejadian tadi malam . Ia ingat apa yang di katakan oleh appanya , ia ingat kata demi kata yang di lontarkan mulut appanya . Ia tahu kenapa sekarang mobil orangtuanya ada di rumah Gyuri , ia tahu alasannya.

“Ayo masuk.” Jonghyun segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke pekarangan rumah Gyuri . Dan Gyuri , gadis itu mengikuti Jonghyun dari belakang.

Jonghyu berdiri di depan pintu rumah dan menekan bel beberapa kali dan sesaat kemudian pintu terbuka , di lihatnya seorang wanita paruh baya berdiri di balik pintu.

“Kebetulan Nona muda Gyuri sudah datang , di dalam appa nona Gyuri dan kedua orang tua Tuan Kim sedang berada di dalam.” Wanita paruh baya itu menarik sebuah senyuman dan kemudian sedikit bergeser kepinggir.

Gyuri tersenyum dan menggandeng Jonghyun masuk ke dalam.

“Selamat malam Appa , Ahjusshi dan Ahjumma.” Sapa Gyuri senang .

Jonghyun tersenyum kepada Oemma dan Appanya serta Tuan Park. Seraya kemudian membungkuk sesaat sebelum akhirnya Gyuri menarik tangannya untuk ikut duduk di sampingnya.

“Gyuri , Jonghyun kebetulan kalian sekali kalian datang.” Kata Tuan Park .

Gyuri mengertukan keningnya “Memangnya ada apa Appa ? Apakah ada hal penting yang mau di bicarakan ?” Gyuri melontarkan beberapa pertanyaaan kepada Tuan Park.

Nyonya Kim tersenyum “Gyuri sayang , kami mau membahas tentang rencana pertunanganmu dengan Jonghyun.” Tutur Nyonya Kim .

Jonghyun mendesah pelan setelah mendengar kalimat yang di lontarkan Nyonya Kim . Sedangkan Gyuri , gadis itu masih tercengang setelah apa yang di katakan oleh nyonya Kim barusan.

Apakah ini mimpi ? Yang benar saja , aku dan Jonghyun akan di jodohkan oleh kedua orang tua kami ? Astaga itu berarti aku akan menikah dan hidup dengan Jonghyun kelak. Ucap Gyuri dalam hati.

“Gyuri apa kau baik-baik saja ?” pertanyaan Nyonya Kim barusan membuat Gyuri tersadar dari lamunan sesaatnya barusan.

Gyuri menarik bibirnya , mengulas sebuah senyum simpul “Aku baik-baik saja omonim.” Kata Gyuri malu-malu .

“Gyu –Panggilan sayang nyonya Kim untuk Gyuri- kau memanggilku Omonim.” Kata Nyonya Kim sumringah .

“Ah … errr …” Gyuri salah tingkah , ia benar-benar malu saat ini. Perasaannya terlalu senang ketika tahu bahwa ia akan segera bertunangan dengan Jonghyun.

Tapi berbanding seratus delapan puluh derajat dengan apa yang di rasakan Gyuri , Jonghyun justru sebaliknya. Laki-laki muda itu benar-benar tak rela jika ia harus bertunangan dengan Gyuri, gadis yang bahkan tidak pernah ia cinta sedikitpun dan hanya ia anggap sebatas sahabat.

***

Key masih menyetir mobilnya dengan tenang dan sesekali ia melirik Jessica yang duduk di sampingnya sambil melihat keluar. Tanpa ia sadari , senyumnya tertarik ketika melihat lekuk wajah Jessica yang menurutnya cukup manis.

Key ingin memanggil Jessica , mengajaknya ngobrol tapi apa nanti tema yang akan mereka usung dalam obrolan mereka nanti . Setidaknya sebelum ia mengajak Jessica ngobrol , ia harus mencairkan suasana terlebih dahulu.

Klik…

Jessica menoleh , melihat kearah mp3 player yang kini sudah mulai memperdengarkan lagu yang terdengar begitu tenang (?)

“Judulnya honesty , well kau tahu lagu ini ku pikir sangat nyaman untuk di dengar. Simpel namun terkesan…”

“Manis.” Potong Jessica sambil tersenyum ketika mendengar suara merdu sang penyanyi lagu tersebut. “Siapa yang menyanyikannya ?” Jessica menoleh ke pada Key.

“Kau suka lagu itu ? SHINee yang menyanyikannya.” Jawab Key

Jessica mengangguk seolah mengerti padahal kenyataannya ia sama sekali tak mengerti , terbukti ketika ia melontarkan satu pertanyaan lagi pada Key.

“Siapa SHINee ?”

O_o

***

“Hey ! Aku tidak menyangka bahwa kau tidak mengenal SHINee , padahal mereka termasuk boyband Korea yang cukup mendunia.” Kata Key sambil berjalan menyul Jessica yang sudah duluan berjalan masuk ke dalam rumah.

“Kami pulang.” Jessica membuka pintu dan melihat rumah tampak sepi , hanya di lihatnya Kai yang tengah asyik bermain playstation di ruang tengah sendirian.

“Kai , kau sendirian ? kemana yang lain ?” Jessica berjalan menghampiri Kai

Kai menoleh ke belakang sekilas kemudian menoleh lagi ke layar televisi “Oemma dan appa pergi ke rumah Gyuri noona . Kalau Hyung dan Gyuri noona Aku tidak tahu.” Jawab Kai seadanya.

“Oh…” Jessica membulatkan mulutnya . Ia mendesah pelan , ia tahu saat ini pasti Jonghyun dan Gyuri juga tengah berada di rumah Gyuri dan ia tahu apa topic yang tengah mereka diskusikan saat ini. Jessica berjalan dengan langkah malas menuju anak tangga dan berjalan menuju kamarnya.

“Hey! Kau mau kemana ?” Key melangkah menaiki anak tangga.

“Mau mandi dan tidur .” jawab Jessica datar .

“Kau yakin ?”

“…” Jessica tak menjawab dan langsung masuk ke dalam kamar.

Key menggaruk kepalanya yang tak gatal “Ada apa dengan gadis ini ?”

***

Suara air mancur di taman kecil di belakang sebuah rumah terdengar begitu indah , meski hanya sekedar bunyi air yang jatuh mengenai air lainnya namun entah mengapa suara itu memberi suasana tersendiri bagi yang mendengarnya.

“Kita akan segera bertunangan dan menikah.” Gyuri berucap tak percaya sambil menatap lurus ke arah pancuran yang tak jauh dari jarak pandangnya.

“…”

“Kau tahu , aku tidak pernah menyangka aku akan bisa menikah dengan seseorang yang sudah ku kasihi sejak dulu.” Kata Gyuri sumringah .

Jonghyun sedikit tersentak dengan ucapan Gyuri barusan.

“Kau kasihi ? Sejak dulu ? Kau menyukaiku ?” tanya Jonghyun bertubi-tubi .

Gyuri menoleh kepada Jonghyun dah menyunggingkan sebuah senyum sambil mengangguk malu. Jonghyun menarik bibirnya dan menatap Gyuri tak percaya , mana bisa gadis ini berkata seperti itu padanya . Ia Kim Jonghyun , seorang lelaki yang sudah resmi menyandang status suami Jessica sejak Sebulan yang lalu mendapat pengakuan rasa dari seorang gadis yang tak pernah ia anggap lebih. TI-DAK-MUNG-KIN.

“…” Jonghyun lagi-lagi diam , tak berekspersi , sibuk dengan pemikirannya sendiri.

“Jjong kau kenapa ? Apa kau tak suka dengan semua ini ?” tanya Gyuri dengan raut wajah sedih.

Jonghyun tak bergeming dan tetap sibuk bermain dengan pikirannya. Jemarinya sibuk memijat-mijat keningnya yang terasa pusing.

“Jjong , bisakah kau menjawab errr pertnyaanku barusan ?” tanya Gyuri ragu

“Kau inginkan jawaban apa ?” Jonghyun mengubah posisi tubuhnya menjadi tegap dan menatap Gyuri tajam.

“Tentu saja aku menginginkan jawaban ‘Kau senang dengan semua ini’.” Celetuk Gyuri .

“Jika kau malah mendapatkan jawaban yang sebaliknya ?”

“…” Gyuri terdiam dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

“Tch…” Jonghyun menyeringai , laki-laki itu beranjak dan berjalan meninggalkan Gyuri.

“Bilang kepada orang tuaku aku pulang duluan.” Katanya tanpa menoleh ke belakang dan terus berjalan menjauh.

***

Jessica duduk di daun jendela kamarnya sambil melihat keluar jendela , seperti biasa saat ia sedang sedih atau sedang kesepian ia selalu bersikap seperti itu.

Bagaimana ini bisa terjadi ? Oemma yang menitipkan pesan pada Jonghyun untuk selalu menjaga dan melindungiku , membuat Jonghyun pada akhirnya mengambil keputusan untuk menikahikku setelah oemmaku meninggal . Pernikahan yang di dasari oleh perasaan cinta kami berdua -atau mungkin hanya perasaan cintaku saja- serta janji suci yang terucap dari bibir kami berdua semuanya harus menjadi rahasia , kenapa ? Baiklah , ini semua gara-gara aku . Gara-gara kebodohanku yang memintanya untuk merahasiakan ini dari kedua orang tuanya dan pada akhirnya , inilah hasil dari kebohangan yang kami buat. Apa sekarang yang harus aku lakukan ? Mengakui keadaan yang sebenarnya ? Tidak mungkin , pasti sudah terlambat. Kalau sudah begini apa yang bisa aku lakukan lagi ? Siap menjanda dan kembali ke san fransisco ataukah tetap menjaga rahasia pernikahan ini sampai Gyuri dan Jonghyun menikah ? Membohongi semua orang terus menerus , sampai bertahun-tahun lamanya ? Ini Gila!

Tiba-tiba suara sebuah mobil membuat Jessica tersadar dari lamunannya , gadis itu menunduk ke bawah dan melihat Jonghyun keluar dari mobilnya dan mata mereka bertemu . Jonghyun yang baru keluar dari mobil langsung mendongak untuk melihat kamar Jessica dan matanyapun langsung bertemu dengan mata Jessica yang kebetulan juga tengah melihat ke bawah .

Jessica segera beranjak dari tempatnya , segera menutup jendela dan juga menutup gorden kamarnya . Dan ia kemudian juga tengah bersiap untuk mengunci pintu kamarnya , sebelum tiba-tiba Key masuk ke dalam kamarnya.

“Hey! Kau ternyata belum tidur , kebetulan . Ini…” Key menyodorkan sebuah nampan berisi segelas susu dan sepotong roti.”

“Errr untuk apa kau membawakan ini ?” tanya Jessica kikuk

“Kupikir kau sejak tadi siang belum makan jadi…”

“Key bisakah kau tinggalkan kamar ini ?” Tiba-tiba Jonghyun langsung memotong ucapan Key.

Key menoleh dan mendapati Jonghyun yang sudah berdiri di tengah pintu kamar Jessica dengan wajah yang terlihat begitu mengerikan .

Jessica mengigit bibir bawahnya dan dengan hati-hati mengambil nampan dari tangan Key.

“Kau pergilah , aku mau makan makanan ini.” Kata Jessica

“Hmmm baiklah …” Key kemudian meninggalkan kamar Jessica dengan berjuta rasa curiga yang berkecamuk di dalam kepalanya.

Jonghyun menutup pintu kamar Jessica dan menguncinya dengan satu gerak cepat.

“Kenapa kau tadi huh ?” Jonghyun berjalan menghampiri Jessica dan mendorong istirinya itu ke dinding kamarnya.

“Itu harusnya adalah pertanyaanku!” pekik Jessica tertahan , seraya menatap kedua bola mata Jonghyun tak kalah tajam.

“Kau istriku dan aku berhak bertindak seperti tadi.”

“Tapi kau memaksa dan kau berlaku kasar! Kau menuduhku ! Aku tak suka!” Jessica membuang muka , hatinya sakit ketika mengingat kejadian tadi .

Jonghyun menghela nafas “Maaf…” Hanya itu , ya hanya itu yang keluar dari bibirnya.

“Kau pikir maaf saja cukup huh ? Kau tahukan aku bahkan tidak pernah menuduhmu yang macam-macam dengan Gyuri , padahal kalian sering jalan berduaan. Meski aku cemburu aku tidak pernah seperti itu . Tapi kau …” Jessica melarikan jarinya tepat di muka Jonghyun , menatap Jonghyun dengan tatapan menusuk .

“Tapi kau malah menuduhku seperti itu , padahal aku baru sekali keluar dengan Key dan itupun atas permintaan oemmamu!” lanjut Jessica dengan amarah yang sudah meliputi dirinya.

“Maaf – aku…”

“Harusnya jika kau tidak mau melihatku jalan dengan laki-laki lain , kau harusnya berinisiatif mengajakku untuk sekedar jalan-jalan keluar . Tapi kau , kau tidak pernah sama sekali memiliki inisiatif … kau bodoh!!” kata Jessica dengan agak bergetar pada kata terakhir yang ia ucapkan , air mata yang sedari tadi hanya menggenangi pelupuk matanyapun kini sudah sukses jatuh membasahi pipi mulusnya .

“Bukan aku tidak memiliki inisiatif hanya saja…”

“Gyuri selalu mengajakmu keluar.” Potong Jessica dingin .

Jonghyun menghela nafas dan mengangguk pelan.

“Jika kau memang sudah berinisiatif , Jika Gyuri mengajakmu pergi kau harusnya menolak ajakan itu.” Sambung Jessica . “Ku pikir akan lebih baik jika kita tetap menjaga rahasia pernikahan kita dan berpisah secara diam-diam.”

“Ya! Apa yang kau pikirkan ?! Jangan bodoh.”

“Aku tidak bodoh , aku hanya tak sanggup.”

“Kau mengataiku bodoh tapi kau lebih bodoh! Tidak bisa aku tidak mau , aku sangat mencintaimu.” Pekik Jonghyun

“Apa kau ingin memiliki dua istri ? Memilikiku juga Gyuri ?” Jessica menatap bola mata Jonghyun tajam.

“Aku hanya ingin memilikimu , bukan Gyuri.”

“Orang tuamu akan tetap bersikukuh untuk menikahkanmu dengan Gyuri! Jadi lebih baik kau lepaskan aku dan jadikan Gyuri milikmu.” Jessica mendorong tubuh Jonghyun pelan dan segera berbaring di atas tempat tidurnya , Menutup tubuhnya dengan selimut. Jonghyun menatap tembok di hadapannya sesaat dengan kesal dan sepersekian detik berikutnya , ia langsung berjalan ke arah tempat tidur Jessica dan menarik tangan Jessica , hingga membuat Jessica mau tak mau harus bangkit dan duduk di atas kasurnya.

“Mau apa lagi ?” tanyanya kesal

“Ayo kita buat bayi agar mereka bisa membatalkan semua rencana gila ini.” Kata Jonghyun , menatap Jessica dengan tatapan yang mengandung listrik satu juta volt pada Jessica . Membuat istrinya itu seperti hampir mati karena mendengarnya.

“Kau gila huh ?”

“Tidak.” Jawab Jonghyun singkat dan tanpa di aba-aba ia langsung menyerang Jessica dengan gayanya yang tersendiri.

***

“Jadi mereka berdua … ?”

Tbc…

Gak komen gak di lanjutin #ngancem .

Habis udah males sama yang namanya SILENT READER

Mereka itu -SILENT READER- dikasih hati minta jantung , di kasih jantung minta ginjal , di kasih ginjal minta lambung , habis itu minta apalagi sampai akhirnya jadi gak nyambung #duagh.

SEKIAN.

Advertisements

7 responses to “[Part 4] Secret Marriage

  1. DAEBAK!
    knpa oppa jonghyun sma eonni Jessika gag jujur aja sma ortu nya oppa jonghyun t iji.kan klo jujur gag akan serumin ini 😦

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s