Healing

Tittle : Healing

Author : Little Fairy

Main Cast :

  • You
  • Kim Kibum

Minor Cast :

  • Kim Jonghyun

Disclaimer : I don’t own the cast on here , all belongs God . I’m just owner on the plot 🙂

(You Pov)

Perlahan sinar matahari mulai menerobos masuk ke dalam kamarku , aku membuka mataku perlahan dan menyibak rambut yang menutupi wajahku . Dalam keadaan setengah sadar aku melirik ke arah jam wakerku , sudah jam tujuh lewat tiga puluh sembilan menit , berarti jam wakerku sudah dari tadi berbunyi dan aku , aku tidak mendengarkannya , yap terlalu asyik dengan mimpi-mimpiku tadi.

Deg , tiba-tiba rasa sakit ini muncul lagi . Aku memegang dadaku , merasakan jantung yang tiba-tiba kembali berpacu cepat , merasakan dada yang terasa begitu sesak , merasakan sakit yang benar-benar sakit, dan tiba-tiba luka lama itu kembali terkuak , aku mengingatnya lagi ! Damn!

Aku bangkit dari tidurku dan berjalan mendekati jendela kamarku , ku buka gorden kamarku dan membiarkan sinar matahari kali ini memenuhi ruanganku. Ku tatap dunia luar yang sudah begitu terangnya .

Kenapa di saat hari sedang cerah , luka di masa laluku harus kembali terkuak ?

Aku benci ketika hari yang harusnya ku lewati dengan senyuman , malah harus kulewati dengan kesakitan.

Kapan semua rasa sakit ini hilang ? Jujur , aku telah muak dengan semua ini.

Adakah yang dapat membantuku menyembuhkan lukaku ?

Tok…tok…tok…

Terdengar suara ketukan pintu apertemenku . Aku segera berjalan untuk segera membukakan pintu.

Cklek…

“Hi…”

Suara sapaan yang terdengar begitu lembut di telingaku dengan sebuah senyuman khas yang terlihat begitu manis di mataku .

“Kibum ?” aku sedikit kaget melihat kehadirannya .

“Hey , apa ada yang salah ?” tanyanya bingung

Aku menggeleng pelan “Tidak . Hanya saja…errr.” Aku menggantungkan kalimatku , bingung mesti berkata apa.

“Hanya saja ?” Kibum menatapku penuh selidik. Ya , Kibum. Kim Kibum , itulah nama laki-laki yang saat ini tengah berdiri tepat di depanku.

“Well… kau tahu mungkin ini adalah pertama kalinya kau berkunjung kerumahku dan ini kurasa sedikit ‘aneh’.” Jelasku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal seperti seekor monyet.

“Hahaha…” Kibum tertawa .

“Ayolah ____ , ini hari minggu . Dan aku ingin hari minggu yang cerah ini kita habiskan berdua.”

“Cerah ? Berdua ? Ayolah Kibum , Hari minggu itu bukan hari yang cerah , yeah did you know ? for me Sunday is a very bad day and not sunny day !” tukasku kesal , melipat kedua tangan di depan dada sambil membuang muka.

“Hah ? Bukan hari yang cerah ? Ya! Park ____ , hari minggu itu adalah hari yang paling menyenangkan untuk seluruh umat dan hari minggu juga hari yang cerah . Kupikir kau telah salah menilai hari minggu.”

Aku menghela nafas.

Kau tidak tahu alasanku membenci hari minggu Kibum…

Hari minggu itu adalah hari penuh luka …

Pada hari minggu seseorang yang kusayangi memintaku menjadi kekasihnya ,

Membuat hatiku berbunga , meski pada kenyataannya ia hanya ingin mempermainkanku

Dan…

Pada hari minggu juga kisah cinta itu harus berakhir …

Berakhir dengan penuh luka , membuat hatiku selalu merasa sakit dan perih

Terutama di hari minggu…

Dan rasa sakit itu sampai sekarang masih terus terasa sampai detik ini di hari minggu ini.

 

“_____ ! Apa yang kau pikirkan ?”

Aku tersentak , mencoba melupakan segala hal yang barusan ku pikirkan dalam lamunanku . Mencoba menarik sebuah senyum simpul dan terlihat biasa di hadapanmu.

“Nothing.”

“Jadi apa kau mau menarik penilaianmu akan hari minggu ? Dan apakah kamu mau menghabiskan hari minggumu kali ini denganku ?” Kibum menatapku penuh harap.

Aku menghela nafas dan menggerakan sedikit kepalaku ke dalam . “Kau tunggu di dalam.” Kataku pelan

Kibum tersenyum dan berjalan dengan santai ke dalam ruang tengah apertemenku.

“Well … kau tunggu di sini saja sambil menonton televisi. Jangan kemana-mana termasuk kamarku , tapi kau boleh ke dapur atau ke kamar mandi jika kau haus atau jika kau sedang kebelet…” kataku panjang lebar seraya kemudian berjalan masuk ke dalam kamar.

Aku menutup pintu kamarku pelan dan menguncinya dengan gerak cepat , aku kemudian masuk ke dalam kamar mandi . Setelah kurasa tubuhku sudah cukup bersih dan wangi aku segera memakai bathrobe dan keluar dari kamar mandi untuk mengganti pakaian.

Setengah jam berlalu , akhirnya akupun selesai ganti baju dan merias diri. Aku keluar dari dalam kamarku dan melihat Kibum tengah menonton televisi dengan raut wajah bosan , aku menutup mulutku hendak menahan tawa sambil melirik kea rah jam dinding yang berada di ruang tengah .

Jam 8.30 PM , aku bangun sekitar jam 7 lewat dan Kibum … entahlah aku tak melihat jam saat ia datang.

“Kau sudah selesai ?” tanyanya dengan nada bosan .

Aku mengangguk “Ya , tapi kurasa aku perlu mengambil tas.” Kataku seraya kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil tas dan kemudian keluar lagi dari dalam kamar.

“Kali ini sudah benar-benar selesai kan ? tidak ada lagi yang perlu di ambilkan ?” Kibum melontarkan beribu-ribu pertanyaan padaku dan itu semua hanya ku jawab dengan sebuah anggukan.

Kibum tersenyum “Okay , let’s go!” Seru Kibum sambil meraih tanganku dan menarikku keluar dari apertemenku.

“Kibum! Tunggu!”

Kibum berhenti dan menoleh kebelakang , ke arahku . Menatapku dengan tatapan ada-apa-lagi ?

“Errr… kau tidak akan mungkin membiarkanku meninggalkan apertemenku tanpa mengunci pintunya terlebih dahulukan ?”

Kibum tersenyum dan menepuk keningnya pelan “Ah iya aku lupa.” Katanya ,  membuatku hampir ingin tertawa lepas melihat tingkahnya yang lucu.

Aku menarik pergelangan tanganku dan mengambil kunci apartemen dari saku tasku dan mengunci pintu dengan sebuah gerakan cepat.

“Ayo…” kali ini giliranku yang menarik Kibum .

***

“Kemana kita akan pergi ?” tanyaku pada Kibum yang tengah asyik menyetir .

“Jalan-jalan ke mall ? ke taman bermain atau ke tempat yang mengasyikan ?” Kibum malah bertanya balik padaku.

“Ehm… terserah kau saja aku hanya mengikuti kemana kau pergi.” Kataku pasrah .

Kibum menghela nafas pelan “Ayolah ____ , aku ingin kau yang menentukan kemana kita pergi.” Rengeknya

“Tapi bukankah kau yang ingin mengajakku pergi ? jadi ku pikir lebih baik kau yang menentukan kemana kita akan pergi.” Kataku

“Tidak mau. Aku maunya kamu yang mentukan tempat tujuan kita.” Kata Kibum mendesak .

Oh baiklah , aku sedang tidak mood untuk beradu argumentasi dengan Kibum hari ini . Jadi , lebih baik aku saja yang menentukan .

“Namsan tower .” jawabku singkat

“Aku sudah sering kesana , membosankan.”

“Lotte World.”

“Itu juga membosankan.”

“Pulau Jeju.”

“Hey! Itu terlalu jauh.”

“Stasiun Gyeongseong.”

“Untuk apa kita ke stasiun ?” Kibum menatapku dengan kening berkerut .

Aku tersenyum “Jalan-jalan di penangkaran pohon yang ada di dekat sana.”

“Itu…”

“Sudah kau saja yang tentukan kita mau kemana.” Kataku jengkel sambil membuang muka , menatap keluar jendela.

“Baiklah , kalau begitu kita jalan-jalan di mall saja.”

Oh Tuhan , rasanya aku ingin memukul pipi Kibum sekarang . Jika pada akhirnya dia sendiri yang memutuskan untuk pergi ke Mall kenapa tadi dia harus repot-repot merengek memintaku menentukan tempat tujuan kami ? membuat orang kesal saja.

***

“Hey ____ lihat mannequin yang ada di dalam etalase itu , lucu ya.” Celetuk Kibum sambil menunjuk ke salah satu etalase butik yang berada di dalam mall ini.

“Tidak kah kau berpikir bahwa mannequin didalam etalase itu terlihat seperti semua member Girls’ Generation ?” kataku sedikit bercanda.

“Kupikir Girls’ Generation lebih lucu dari pada mannequin di dalam situ haha…” Kibum tertawa

“Aku pikir juga begitu haha.” Aku ikut tertawa

“Tapi kalau menurut aku dibandingkan dengan Girls’ Generation kamu terlihat lebih lucu.”

Deg… Apa yang ia katakan barusan ? Kenapa aku merasa tiba-tiba ada yang berbeda dengan detak jantungku ?

“Hah ?” kataku merespon

“Abaikan saja yang tadi kukatakan.” Kata Kibum seraya kemudian berjalan mendekat ke salah satu mannequin yang terdapat di luar etalase .

Dia mengambil kaca mata , topi dan syal bermodel bulu-bulu (?) yang di letakan di bagian tubuh mannequin tersebut. Dan memakai semua itu pada dirinya .

“Bagaimana ?” Kibum bertanya padaku sambil menunjukan sebuah pose aegyeo ala mannequin Girls’ Generation di dalam music video Gee .

“Hahaha…” Aku tertawa lepas melihat tingkah lucu Kibum . “Kau terlihat seperti Yoona. Ah tidak Taeyeon , ah bukan kau lebih mirip Jessica haha…”

“Apakah ini terlihat begitu lucu ?” tanya Kibum lagi .

Aku menggeleng “Tidak … tapi ini terlihat lebih dari sekedar lucu.” Kataku masih dalam keadaan tertawa.

“Baiklah , aku senang jika menurutmu ini terlihat lebih dari sekedar lucu.”

Aku menaikan sebelah alisku “Aku senang melihatmu tertawa , jadi aku akan terus melakukan hal yang terlihat lucu di matamu.”

“Eh… haha..” aku tertawa canggung , Tidak tahu harus berkata apa lagi.

“Well , apa kau sudah makan ?”

Aku menggeleng dan kulihat Kibum kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Mall.

“Ayo kita makan di sana.” Kata Kibum setelah menemukan tempat yang ia cari di dalam mall ini. Sambil memegang tanganku , ia menarikku pergi menuju sebuah café.

Saat baru berjalan memasuki café tanpa sengaja aku menabrak seseorang , membuat hampir saja terjatuh.

“Maaf.” Kataku  , seraya mendongak mencoba melihat sosok manusia yang baru saja ku tabrak tersebut.

“____”

“J…jonghyun ?” kataku sedikit terkejut.

“Kau pindah ke Seoul ? kenapa tidak memberitahuku ? Kau tinggal dimana sekarang ? ____ aku merindukanmu.” Tiba-tiba kurasakan kedua tangan Jonghyun memelukku erat. Apa yang dia lakukan ?

Aku mendorong Jonghyun “Lepaskan.” Kataku kesal

“____ ?”

“Jangan pernah sekali-sekali kau berani untuk menyentuhku.” Pekikku kesal .

“____ , kau kenapa dan siapa laki-laki ini ?”  Kibum melihat ke arah Jonghyun dengan kening berkerut , ku pikir ia tengah bertanya-tanya tentang siapa sih laki-laki yang ada di depanku saat ini.

“___ kita harus bicara , sungguh waktu itu aku tidak ada niatan untuk mempermainkanmu ____.” Kata Jonghyun dengan suara pelan .

“Tidak ada niatan ? Haha…” aku tertawa hambar , aku rasa aku ingin menangis saat ini.

“Bagaimana mungkin bisa kau bilang kau tidak ada niatan untuk mempermainkanku huh ? Jelas-jelas sahabatmu sendiri yang mengatakan padaku bahwa kau sebenarnya memang hanya ingin memermainkanku ?” kataku menyindir .

“____ itu salah paham.” Katanya

“Haha… masih mau berkelak ? aku sudah tahu semuanya Jjong , aku sudah tahu semuanya dari awal.” Pekikku , seraya kemudian berlari meninggalkan Jonghyun dan Kibum.

***

“____ ! tunggu !” Kurasakan pergelangan tanganku di tarik oleh seseorang yang kuyakini adalah Kibum dari suaranya.

Aku berbalik dan menatap Kibum dengan air mata yang sudah membasahi pipi dan well aku tak peduli.

Kibum terhenyak ketika melihat pipiku basah karena air mata “Kau … baik-baik saja kan ?” tanyanya lembut .

Aku mengangguk sambil menyeka air mataku .

“Jadi siapa tadi ?” kali ini suaranya terdengar lebih hati-hati.

“Seseorang di masa laluku.” Jawabku datar .

“Dia menyakitimu ?” tanyanya padaku

Aku mengangguk pelan . Sakit sekali , terlebih ketika mengigat bagaimana cara ia menyakitku. Perlahan tapi pasti , memberikan kata-kata sayang dan cinta yang palsu , kemudian mengatakan pada teman-temannya bahwa kami tidak memiliki hubungan apa-apa , lalu mencintai gadis lain dan berdua-duaan dengan gadis lain saat statusnya masih menjadi pacarku dan ah aku benci dan aku tidak mau mengingat ini lagi.

“Kau masih mencintainya ?” Kibum menatapku dalam

“Tidak . Aku tidak pernah mencintainya lagi Kibum! Tidak pernah . Akan tetapi , kenangan di masa laluku bersamanya masih belum bisa terhapus dan juga luka gores di hati ini masih belum ada yang bisa menyembuhkannya. Meski sudah kucoba untuk melakukan penyembuhan sendiri tapi tetap saja rasa sakit itu akan kembali terasa ketika luka masa lalu itu kembali terkuak di dalam pikiranku.” Aku menutup mulutku mencoba menahan isak tangisku.

Kibum memegang pundakku dan menarikku kedalam pelukannya.

“Jangan menangis ____ , ada aku disini. Aku akan membantumu.” Bisiknya lembut .

Aku masih menangis , menangis di dalam dadanya.

“Membantu ?” tanyaku terisak

“Yes , may I help you to healing your pain ?”

Aku terdiam , mendongak dan menatap Kibum tak percaya .

“Kibum…?”

“Aku mencintaimu ____ dan aku ingin membantumu untuk menyembuhkan lukamu itu.” Kata Kibum

Kupikir itu semua hanya bercanda tapi aku bisa melihat wajah Kibum nampak begitu serius dan tak ada sedikit pun ekspresi yang menunjukan bahwa ia hanya bercanda.

“Bolehkah ?” tanyanya lagi , meminta kepastian .

Aku menghela nafas panjang dan menarik sebuah senyuman untuknya .

“Jika kau bisa , mengapa tidak.”

Fin

 

Advertisements

2 responses to “Healing

  1. hoaaaa, jjong disini abis bermain api ama cinta & skg kehilangan gadisnya de krn dy lbh memilih key..hohoho chukkae ^^

    • Kkkkk~ dia baru di siram air pas gadisnya udah memilih Key <= apa ini #duagh

      Thanks for leaving comment 😀

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s