(Part 2) Secret Marriage

Tittle : Secret Marriage

Author : Little Fairy

Cast : Jessica Jung, Kim Jonghyun

Cameo : Park Gyuri, Kim Kibum (Key) and other can you see at the plot

Genre : Romance , little bit comedy

Rating : PG+15

Length : Chaptered

Backsound : Oneway – Forever

Disclaimer : Little Fairy Imagination © 2012

A/N : Cepet banget ya publishnya? Hahaha… jujur aku terlalu bersemangat buat ngelanjutin cerita ini wkwkwk. Dan lagian aku sekarang bener2 tergila2 ama couple Jongsica yah walaupun dulu sempat menentang adanya couple ini #apadah# kkK~. Well… sorry kalau ada typo di dalamnya kk~.

 

***

Jessica meletakan piring terakhir di atas rak piring dan kemudian mematikan keran serta melap tangannya yang basah.

“Ahjumma Jonghyun ada di mana?” tanya Jessica pada Nyonya Kim yang kebetulan lewat

“Oh Jonghyun sedang mengobrol dengan Gyuri di ruang tengah.” Jawab Nyonya Kim sambil menyunggingkan sebuah senyum manis pada Jessica

“Oh begitu ya.” Gumam Jessica

“Lebih baik kau ikut ngobrol saja dengan mereka, dari pada tidak ada kerjaan.” Usul Nyonya Kim seraya meninggalkan Jessica.

“Ne ahjumma.” Jessica mengangguk pelan seraya kemudian berjalan menuju ruang tengah , namun Jessica mengurungkan niatnya untuk ke ruang itu ketika melihat Gyuri dan Jonghyun tengah asyik mengobrol.

Jessica menghela nafas “Sebaiknya aku kembali ke kamar saja.” Jessica berbalik arah dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

***

Jessica menutup pintu kamarnya dan kemudian berdiri di dekat jendela sambil menatap keluar.

“Sekarang apa yang mau ku lakukan di kamar ini?” gumam Jessica sambil memainkan jari-jarinya di kosen Jendela “Melamun sambil menunggu Kim Jonghyun yang tengah asyik mengobrol dengan…” Jessica mencoba mengingat-ingat kembali nama gadis yang berada di ruang tengah bersama Jonghyun “Park Gyuri…” sambung Jessica setelah ia mengingat nama gadis itu.

Jessica memainkan rambutnya bosan seraya kemudian mengambrukkan dirinya ke tempat tidur. “Lebih baik aku tidur saja dari pada menunggu Jonghyun.” Gumam Jessica seraya kemudian memejamkan matanya.

***

12.00 KST

Jonghyun masih mengobrol ria dengan Gyuri di ruang tengah, bercerita tentang masa kecil mereka dan bercerita tentang kuliah mereka masing-masing.

Park Gyuri dia adalah teman kecil Jonghyun, ayahnya Park Yoochun sudah bersahabat lama dengan ayah Jonghyun yaitu Kim Junsu. Jadi tidak heran kalau Gyuri dan Jonghyun sangat dekat.

Gyuri membuka flip ponselnya ketika ia mendengar ponselnya berbunyi.

“Yobseyo… Ah ne arraso.” Gyuri menutup flip ponselnya dan memasukannya ke dalam tas.

“Well… sepertinya aku harus pulang Jjong… sudah hampir tiga jam aku disini dan appa…”

“Memintamu untuk segera pulang. Yeah sebaiknya kau segera pulang sekarang.” Potong Jonghyun

Gyuri berdiri dan tersenyum pada Jonghyun “Kita bertemu lain kali Jjong. Emm by the way mana Kim Ahjumma?” Gyuri mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

“Mungkin oemma sedang bersantai di kamar, kau mau aku memanggilkannya?”

Gyuri menggeleng “Aniya… Aku tidak mau mengganggu waktu bersantainya lebih baik aku pulang sekarang.” Pamit Gyuri.

Jonghyun berdiri dari sofa dan menemani Gyuri keluar.

“Hati-hati di jalan!” Jonghyun melambai pada Gyuri sebelum mobil Gyuri menghilang dari pandangannya.

Jonghyun masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar oemmanya.

Tok…tok…

“Masuk.” Perintah Nyonya Kim

Cklek…

Jonghyun membuka pintu kamar nyonya Kim dan ia kemudian berjalan memasuki ruangan.

Nyonya Kim memutar sedikit kepalanya “Mana Gyuri?”

“Ia baru saja pulang.” Jonghyun berjalan menghampiri nyonya Kim dan duduk di samping wanita itu.

“Oh iya oemma katanya dulu Kibum ikut tinggal disini, tapi kenapa aku dari kemarin belum melihatnya?” tanya Jonghyun, keningnya berkerut bingung.

Nyonya Kim tertawa “Haha… kenapa ? apa kau merindukan sepupumu yang jahil itu?” canda Nyonya Kim

“Hah? Apa oemma tidak salah bicara? Untuk apa aku merindukan sepupu seperti dia.” Kata Jonghyun sewot “Aku hanya ingin tahu saja.” Sambungnya

“Ia sedang pergi ke Daegu. Katanya mumpung libur ia jadi ingin mengunjungi keluarga disana.” Tutur Nyonya Kim sedang Jonghyun hanya diam saja.

“Mungkin besok sore atau lusa ia baru kembali ke sini.” Sambung nyonya Kim

“Oh begitu ya.” Jonghyun berbicara dengan nada suara yang cukup pelan.

“Oh iya Jjong nanti jika Kibum sudah kembali jangan lupa kau kenalkan dia pada Jessica.” Ucap nyonya Kim yang berhasil membuat mata Jonghyun membelalak kaget.

“M-mwo?”

“Iya kau kenalkan dia. Oemma kira mereka berdua sepertinya cocok.” Lanjut oemmanya

“Dari segi mana oemma bisa menyimpulkan bahwa mereka berdua itu serasi,cocok, atau apalah?” tanya Jonghyun sewot

“Hanya mengira-ngira saja.” Jawab Nyonya Kim

Jonghyun menggembungkan kedua pipinya. Oh mungkin terlalu kekanakan melihat Kim Jonghyun yang sering di cap sebagai Dino atau yah Badboy menggembungkan pipi sok imut di depan Nyonya Kim yang notabene adalah Oemma (?) kandung Jonghyun.

“Bagaimana jika aku dan Jessica? Apa kami berdua cocok?” tanya Jonghyun keceplosan.

Nyonya Kim diam dan nampak berpikir “Kalian berdua juga keliatan cocok… tapi kenapa kau bertanya seperti itu Jjong?” Nyonya Kim menatap Jonghyun curiga “Apa kau menyukai Jessica?” tanya Nyonya Kim menyelidik.

Jonghyun tersenyum memamerkan jajaran gigi putihnya, bingung harus menjawab apa.

“Ani… hanya bertanya saja hahaha…” Jonghyun tertawa garing “Ehm oh ya oemma di mana Jessica?”

***

“Eung…” Jessica mengerang pelan dalam keadaan setengah sadar. Ia ingin menggerakan tubuhnya namun tubuhnya seakan terkunci oleh sesuatu, membuatnya cukup sulit untuk bergerak.

Jessica mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali dan menatap sosok lelaki yang ia kenal tengah tertidur di sampingnya dengan wajah yang terlihat sangat damai. Tanpa sadar Jessica tersenyum kecil dan membelai lembut wajah lelaki di sampingnya itu , lelaki yang tak lain adalah Kim Jonghyun.

“Enggg…” Jonghyun mengerang kecil dan mengerjap-ngerjapkan matanya

Jessica terkejut dan segera menarik tangannya dari wajah Jonghyun, ia lantas menutup matanya berpura-pura tidur.

Jonghyun tertawa pelan, ia sempat melihat reaksi Jessica tadi saat melihatnya mengerjap-ngerjapkan mata.

“Ya! Jangan pura-pura tidur seperti itu.”

Jessica membuka matanya dan mengerucutkan bibirnya “Sejak kapan kau tidur di sampingku?” tanya Jessica

“Sejak tadi.” Jawab Jonghyun tanpa melepaskan pandangannya dari Jessica.

“Oh… errrr bisakah kau mengendurkan sedikit pelukanmu atau melepasnya?” tanya Jessica

Jonghyun tersenyum dan melepas pelukannya “Begini lebih baik.”

“Tadi itu Gyuri…”

“Ya aku tahu.”

“Gyuri adalah anak sahabat baik ayahku. Dan kami berdua dari kecil sudah sangat dekat.” Jelas Jonghyun

“Oh.”

“Kau marah ya?” tanya Jonghyun

“Tidak.” Jawab Jessica datar

“Benarkah?” tanya Jonghyun “Tapi dari tadi kau berbicara dingin sekali. Seperti Ice Princess.” Sindir Jonghyun

“Benarkah? Aku tidak tahu bahwa imejku sebagai ice princess di matamu telah kembali.” Jessica memutar badannya dan menatap langit-langit kamar.

“Aku tahu kau pasti cemburu.” Goda Jonghyun

“Jika aku bilang tidak maka tidak.” Jessica berbicara penuh penekanan.

Lagi-lagi Jonghyun menggembungkan kedua pipinya dan bersikap sok imut di hadapan Jessica. “Mianhae.”

“Hmmm…”

“Kita tidur lagi ya?” goda Jonghyun seraya memeluk Jessica dan menutup matanya

“Kya! Kim Jonghyun lepaskan , aku mau mandi.” Pekik Jessica tapi Jonghyun seolah tak mendengarkannya dan tetap pada posisinya di awal.

“Hanya lima menit.” Pinta Jonghyun

“Hmmm baiklah, just 5 minute okay. And after that you must to move.”

“Okay.”

Jessica menghela nafas dan membiarkan Jonghyun tetap pada posisi memeluk dirinya.

“Saranghae.” Bisik Jonghyun tepat di telinga Jessica

Gadis itu diam dan tak bergeming, hanya pipinya sajalah yang merona merah.

***

16.00 KST

Cklek…

“Aku pulang!”

Kai menoleh ke belakang “Kau sudah pulang hyung? Mana oleh-olehnya?” tanya Kai membajak.

Laki-laki yang baru menginjakkan kakinya di rumah itupun tertawa pelan sambil berjalan menghampiri Kai dan duduk di sampingnya.

“Kau tenang saja. Aku tidak akan melupakan soal oleh-oleh untukmu.” Kata Key seraya kemudian mengambil sesuatu dalam ranselnya.

“Ini.” Key menyerahkan sebuah kotak berukuran cukup besar pada Kai

“Wow… this is…”

“Yap… miniatur transformer.” Potong Key “Aku tahu kau begitu tergila-gila dengan yang namanya transformer.” Sambung Key

“Ah… gomawo hyung.” Kai berdiri dari tempat duduknya dan berlari menuju kamarnya.

“Ya! Jongin di mana ahjumma dan ahjusshi?!” seru Key

Kai berhenti dan berbalik, menatap Key dengan tatapan membunuh. Key tertawa “Baiklah Kai.” Key mengangguk mengerti.

“Oemma dan appa sedang keluar.” Jawab Kai seraya kemudian melengos masuk ke dalam kamarnya.

Oh great, bahkan ia lupa member tahu Key bahwa Jonghyun telah pulang ke korea.

Key bangkit dari duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju lantai atas.

Tap…tap…tap…

Cklek…

Key terdiam sesaat, ia merasakan hawa lain dalam kamarnya. “Kenapa setelah seminggu aku meninggalkannya aku mencium hawa baru disini?” gumam Key pelan seraya kemudian menutup pintu kamarnya. Key meletakan ranselnya di sudut kamar dekat lemari.

“Kenapa disini panas sekali.” Keluh Key seraya melapas jaket dan kaosnya. Bersamaan dengan itu Jessica baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe berwarna biru miliknya.

“Si-siapa kau?” tanya Jessica gugup

“Siapa aku? Hey miss seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Siapa kau?” tanya Key seraya berjalan mendekati Jessica.

“A-aku…”

“Katakan kau siapa?” tanya Key seraya berjalan semakin dekat.

Jessica berjalan mundur dengan agak panik “A-aku Jessica.” Jawab Jessica sambil tetap mundur.

“Jessica. Hmmm you have a beautiful name as your face.” Goda Key seraya makin mendekati Jessica

Jessica terus berjalan mundur “Ya jangan mendekat…aaaaa!!!” Jessica terjatuh ke atas tempat tidur karena saat ia berjalan mundur ia tidak menyadari bahwa di belakangnya ada kasur dan iapun tersandung hingga jatuh ke atas tempat tidur.

Key berkacak pinggang dan tiba-tiba sebuah ide untuk mengusili Jessica muncul di kepalanya.

Ia menjatuhkan dirinya ke atas kasur dan tepat di atas Jessica. Tangan kanannya bertumpu di atas kasur untuk menahan tubuhnya dan tangannya yang satunya lagi mencoba membelai wajah Jessica.

“Yeppuda.” Ucap Key dengan nada suara yang di buat seolah-olah penuh nafsu (sumpah abank key jail bgt >.<)

“Menjauh!!” pekik Jessica

Bukannya menjauh Key malah makin ingin mengusili Jessica. Ia makin menunduk dan mendekatkan wajahnya pada Jessica.

“Kyaaaaaaaaaa!!!!!!!!!”

Sementara itu di kamar Jonghyun…

“Kyaaaaaaaaaa!!!!!!!!!”

Jonghyun segera menyampirkan handuknya dan memakai kaosnya. Ia benar-benar kaget ketika mendengar suara teriakan Jessica. Jonghyun membuka pintu kamarnya dan segera berlari ke kamar Jessica.

Cklek…

“Sica~a gwenchanayo?!” tanya Jonghyun panic , tapi kepanikannya berubah ketika ia melihat Key yang tengah tertawa terbahak-bahak. Jonghyun menghampiri Key dan menatap sepupunya yang jahil itu dengan sangar, seraya kemudian melirik ke arah Jessica yang masih berada di atas kasur dengan wajah yang terlihat sangat marah.

“Apa yang kau lakukan padanya?” bentak Jonghyun

Key berhenti tertawa “Jjong kapan kau pulang?” tanya Key , ia sesungguhnya sangat kaget dengan kemunculan Jonghyun di hadapannya, karena bisa di bilang Jonghyun muncul di hadapannya secara tiba-tiba.

“Jangan mengalihkan pembicaraan. Apa yang kau lakukan padanya?!” pekik Jonghyun kesal.

“Ugh… hanya menjahilinya saja tak lebih.” Jawab Key santai

“Ya! Ku ingatkan padamu jangan pernah menjahili dia lagi! Awas saja sampai kau menjahilinya lagi akan ku cincang kau!!” hardik Jonghyun

Key mendengus pelan “Okay… I will not bother your girlfriend again jjong.” Kata Key dengan nada sakarstik.

Jonghyun mendelik “Haha ok… don’t be angry Jjong… I’m just…”

“Just kidding?” potong Jonghyun sambil menyeringai “Lebih baik kau ambil kaos dan ranselmu, kamarmu yang baru ada di sebelah kamarku.” Sambung Jonghyun

“Baiklah… kali ini aku akan mengalah pada seorang gadis.” Sindir Key seraya mengambil kaosnya dan ranselnya seraya kemudian melengos hendak meninggalkan kamar.

She have a nice body and face. So I think you’re a lucky guy.” Goda Key sebelum ia meninggalkan kamar.

“Shut up!” pekik Jonghyun seraya menutup pintu kamar Jessica

“Kau baik-baik saja?” tanya Jonghyun seraya duduk di samping Jessica dan membantu Jessica duduk.

“Gwenchana… tapi siapa dia? Kau tahu dia benar-benar jahil.” Keluh Jessica

Jonghyun tersenyum dan mengacak rambut Jessica “Syukurlah. Dia Kibum sepupuku tapi kau cukup memanggilnya Key. Dia memang agak jahil tapi dia juga sebenarnya cukup baik.” Jelas Jonghyun

“Oh begitu ya… hmm untung kau segera datang kalau tidak dia akan terus mengerjaiku.”

“Sudahlah lebih baik kau sekarang ganti baju…” kata Jonghyun “Aku keluar dulu ya.” Jonghyun bangkit dan kemudian keluar dari kamar Jessica.

***

19.00 KST

Gyuri’s House

Suara sendok, garpu dan piring mendominasi ruang makan keluarga Park dan tak ada suara lain selain suara-suara itu sampai tuan Park membuka pembicaran.

“Apa kau tadi sudah bertemu dengan Jonghyun?” tanya Tuan Park kepada putrinya. Siapa lagi putri tuan Park selain Park Gyuri.

“Ya… aku sudah bertemu dengannya tadi. Dia kelihatan semakin keren dan semakin tampan.” Puji Gyuri dengan semburat merah di pipinya.

“Haha… benarkah begitu?”

“Ya…”

“Bagaimana reaksi dia saat bertemu denganmu?” tanya tuan Park

“Dia nampak begitu senang dengan kehadiranku. Tapi…” Gyuri menggantungkan kalimatnya.

Tuan Park menatap putri semata wayangnya itu penuh tanya “Tapi apa?” tanya Tuan Park penasaran

“Aku melihat ada seorang wanita yang sebaya dengan kami disana… dan sepertinya ia sangat dekat dengan Jonghyun.” Tutur Gyuri

“Mungkin dia hanya teman Jonghyun dari San Fransisco. Kau tidak boleh berkecil hati , appa yakin kalau Jonghyun menyukaimu.” Kata Tuan Park

Yuri mendongak dan menatap appanya tak percaya “Dari mana appa bisa berpikir seperti itu?”

“Hahaa…” Tuan Park tertawa agak keras sedang Gyuri hanya menatap tuan Park dengan tatapan yang semakin bingung.

“Jika mendengar ceritamu tentang bagaimana reaksinya saat melihatmu appa dapat menyimpulkan bahwa ia menyukaimu.” Jawab tuan Park yang berhasil membuat Gyuri tersipu malu.

***

“Yobseyo…”

“Jjong apa kau nanti ada acara?”

“Tidak. Kenapa?”

“Apa kau mau menemaniku jalan-jalan besok?”

“Hmmm.. bagaimana ya?”

“Please…”

“Okay…”

“Jam 3 sore , kau yang jemput aku ya.”

“Okay.”

Cklek…

“Telpon dari siapa?” tanya Jessica sambil lalu

“Gyuri. Wae?” tanya Jonghyun balik

“Aniyo…”

Jessica duduk di samping Jonghyun dan meluruskan kakinya, menatap cincin pernikahan mereka yang terpasang dengan manis di jari telunjuk (?) kakinya begitu pula Jonghyun.

“Apakah ini akan tetap menjadi sebuah rahasia?” tanya Jonghyun sambil menatap lekat cincin pernikahan.

“I don’t know. Mungkin ya sampai kita menemukan waktu yang tepat untuk mengatakan yang sesungguhnya.” Tutur Jessica

“Ya… semoga waktu yang tepat itu segera datang.” Jonghyun kemudian menautkan jari-jari kakinya pada jari-jari kaki Jessica.

“Nanti sore aku mau pergi… apa kau mau ikut?” tanya Jonghyun

“With Gyuri?” tanya Jessica datar tanpa menatap Jonghyun sedikit pun

Jonghyun mengangguk tak kentara “Yeah…kau ma-”

“Tidak.” Tolak Jessica

“Benar?”

“Hmmm… aku tidak mau mengganggu kalian.” Kata Jessica dengan nada sakarstik

“Ayolah… kami berdua hanya teman.”

“I believe it…”

Cklek

Jonghyun dan Jessica menoleh kea rah pintu bersamaan.

“Ups sorry.. Aku tidak tahu bahwa di sini ada dua orang yang sedang berpacaran, berkencan, atau apalah semacamnya.”

“Diam kau!” hardik Jonghyun

“Hahaha…” Key tertawa kecil “Ok, aku tidak akan menggoda kalian lagi, aku tahu kalian hanya sebatas teman. Oh ya Jessica kau di panggil oleh Kim ahjumma.” Ujar Key

“Ah ne…”

“Dan satu lagi… ada apa dengan kaki kalian?” tanya Key seraya menatap kaki Jonghyun dan kaki Jessica yang bertautan dengan curiga.

“Tidak apa-apa.” Celetuk Jessica seraya berdiri dan tak sengaja menginjak telapak kaki Jonghyun , membuat Jonghyun berteriak keras.

“Ah… mianhae…” ucap Jessica merasa bersalah

“Gwencahana… lebih baik kau temui oemmaku sekarang.” Kata Jonghyun berusaha menahan rasa sakitnya

“Hmmm…” Jessica kemudian berjalan meninggalkan kamar sedangkan Key, laki-laki itu masih berdiri di ambang pintu sambil mentertawakan Jonghyun.

“Hahaha… kasian sekali kau Kim.” Ejek Key

“Ya diam kau! Margamu juga Kim tahu!” pekik Jonghyun

“Ah ok… aku tidak mau berdebat denganmu. Get well soon.” Key menutup pintu kamar JOnghyun.

“Sial. Anak itu benar-benar sangat menyebalkan.” Decak Jonghyun sebal.

***

Jessica berjalan menuruni tangga dan segera menuju ruang tengah untuk menemui Nyonya Kim. Sesampainya di ruang tengah ia langsung berjalan menghampiri nyonya Kim yang tengah asyik menonton televisi sambil duduk di sofa.

“Ada apa ahjumma memanggilku?” tanya Jessica sopan

“Oh iya duduklah Sica… ahjumma akan mengenalkanmu dengan keponakan ahjumma.”

Jessica mengerutkan keningnya bingung “Keponakan? Siapa? Apakah?”

“Ya Key! cepat kesini!” seru nyonya Kim dan bersamaan dengan itu Jessica langsung menoleh kebelakang dan great ternyata dugaan gadis itu benar.

“Ada apa ahjumma?” tanya Key seraya kemudian menghampiri nyonya Kim

“Duduklah…ahjumma mau mengenalkanmu dengan gadis cantik ini.” Kata Kim ahjumma

Key melirik Jessica sekilas dan menyeringai kecil “Siapa gadis cantik yang akan ahjumma kenalkan padaku?” tanya Key pura-pura tidak tahu , seraya kemudian duduk di samping Jessica dan bersamaan dengan itu Jessica langsung menggeser sedikit posisinya, ia benar-benar merasa tidak nyaman jika duduk di sebelah Key.

“Gadis yang saat ini tengah duduk di sampingmu.”

Key pura-pura melihat kea rah Jessica begitu pula sebaliknya dan mereka berdua saling menyunggingakan senyum sinis.

“Key…” Key mengulurkan tangannya

“Jessica….” Kata Jessica seraya menyambut uluran tangan Key sambil menatap Key tajam.

“Oh ya Key , Jessica adalah teman Jonghyun dari San Fransisco.” Lanjut nyonya Kim “Dulu kau pernah bilang kan , kalau kau ingin memiliki kenalan dari kota itu.” Sambungnya

Key tersenyum dan mengangguk “Ya ahjumma… dan kau mengenalkan ku pada orang san fransisco yang cantik.” Goda Key seraya mengerlingkan matanya pada Jessica.

“Aku masih keturunan Korea…” ujar Jessica

“Well… aku tak perduli kau masih keturunan Korea atau tidak yang pasti aku senang bisa memiliki kenalan dari San Fransisco.” Kata Key yang berhasil membuat Jessica sebal.

Jonghyun yang kebetulan melewati ruang tengah itu tiba-tiba saja merasa panas ketika melihat Key dan Jessica yang sedari tadi masih saja bersalaman.

“Sepertinya kalian saling jatuh cinta ya… Bersalaman sampai selama itu.” Kata Jonghyun sewot

Jessica yang menyadari akan hal itu buru-buru menarik tangannya dan menunduk. Key tertawa dan menoleh ke Jonghyun.

“Kau tidak perlu cemburu padaku Mr. Kim.” Ejek Key

“Ya! Jonghyun mana mungkin cemburu jika melihatmu dengan Jessica!” sanggah nyonya Kim “Dia itu baru akan cemburu jika melihatmu dengan Gyuri.” Sambung nyonya Kim.

Dan pernyataan nyonya Kim barusan benar-benar membuat Jonghyun shock. Ia langsung menghampiri oemmanya “Oemma ini berkata apa sih… sudahlah jangan membuat gossip murahan seperti itu.” Ujar JOnghyun ketus sambil melirik ke arah Jessica yang masih menunduk dan terdiam.

“Hahahaa…” Key dan Nyonya Kim tertawa bersamaan “Tidak perlu marah seperti itu sayang. Hmmm ngomong-ngomong jam segini kau sudah berdandan rapih kau mau pergi kemana?” tanya Nyonya Kim

“Jalan-jalan…”

“Dengan…”

“Gyuri…”

“Oh kalau begitu segera berangkat, jangan sampai kau membuat Gyuri menunggu.” Kata nyonya Kim

“Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu.” Pamit Jonghyun “Key…Sica aku pergi dulu.” Pamit Jonghyun seraya menatap Jessica yang masih menunduk dengan perasaan sangat bersalah.

“Well… dari pada kalian berdua diam disini tidak ada kerjaan lebih baik kalian berdua membersihkan taman depan atau perlu kalian mengajak Kai.” Kata nyonya Kim

“Baik ahjumma.” Key bangkit dari sofa dan kemudian menarik Jessica dari ruang tengah.

***

Gyuri keluar dari halaman rumahnya dan berlari pelan menghampiri sebuah mobil bmw berwarna hitam mengkilat di depan rumahnya. Ia mengetuk kaca dekat kursi kemudi.

“Kita pergi sekarang?” tanya Gyuri “Ya… naiklah.” Kata Jonghyun seraya menggerakan sedikit kepalanya ke samping, arti kata ia menyuruh Gyuri naik.

“Terimakasih sudah mau menjemputku dan menemaniku pergi jalan-jalan.” kata Gyuri saat dia sudah berada di atas mobil.

“Sama-sama… jadi kemana tujuan kita sekarang?” tanya Jonghyun

“Pusat perbelanjaan , taman bermain dan cafe.” jawab Gyuri

“Ok honey…”

“honey??” Gyuri membelalakan matanya

“Just kidding haha…” canda Jonghyun

‘Bahkan candaanmu berhasil membuatku malu.’ batin Gyuri.

***

Sementara itu di kediaman keluarga Kim

“Ya Jessica!! itu tidak di taruh di situ tapi disana.” kata Key

Jessica menghela nafas dan mengambil lagi pot bunga yang ia letakan di pinggir kolam dan menaruhnya di tempat yang sudah di tunjuk oleh Key.

“Nah disitu kan lebih enak di lihat.” kata Key sambil nyengir-nyengir tak jelas.

“Kau ini hyung! Kasian Jessica noona, baru mengenalmu tadi langsung kau kerjai.” ujar Kai

“Anggap saja ini salah kenal dariku whahahahahaha…” Key tertawa lebar

Jessica melirik Key dengan bibir yang agak maju “Dasar penyihir.” gerutu Jessica sambil membersihkan rumput-rumput liar yang bertengger di taman.

***

“Jonghyun~a aku kesana dulu ya, ada belanjaan ku yang ketinggalan.” Kata Gyuri seraya kemudian pergi meninggalkan Jonghyun sendirian.

Jonghyun berjalan menghampiri pembatas lantai 3 mall sambil menunggu Gyuri. Memperhatikan secara detail semua toko yang ada di mall ini dan matanya berhenti pada sebuah tempat menjual perhiasan. Tiba-tiba saja ia teringat pada Jessica dan berniat untuk memberikan istrinya itu sesuatu dan kemudian ia segera bergegas menuju tempat itu.

Ia melihat-lihat semua aksesoris perhiasan di toko tersebut dan matanya kemudian tertuju pada sebuah kalung dengan bandul ‘JJ’

“Jonghyun Jessica.” Gumam Jonghyun

“Permisi, bisakah aku melihat kalung itu?” tanya Jonghyun pada salah satu penjaga toko tersebut, seraya kemudian menunjuk kalung yang sedari tadi diinginkannya.

Penjaga toko tersebut mengambilkan kalung itu dan memperlihatkannya pada Jonghyun.

“Cute… Berapa harganya?” tanya Jonghyun

“seratus dua puluh tiga ribu won.”

Jonghyun mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalamnya.

“Ini… tolong di beri kotak yang cantik dan di wrap dengan rapi.” Pinta Jonghyun

“Baik aggasi.”

Jonghyun kemudian berdiri sambil melihat-lihat barang yang ada di dalam toko ini.

“Jonghyun~a kau disini rupanya…” Tiba-tiba Gyuri datang

“Ah Gyuri…”

“Aku mencarimu dari tadi.” Kata Gyuri

“Hehehe mianhae…”

“Kau sedang apa disini?” tanya Gyuri “Membeli barang?”

Jonghyung mengangguk “Untuk siapa?”

“Hahaha…” Jonghyun terkekeh pelan “For someone spescial.” Jawab Jonghyun

“Jinca… nugu?” tanya Gyuri “It’s my secret.” Jawab Jonghyun

Gyuri menggembungkan pipinya seraya menyenggol lengan Jonghyun “Pelit.”

“Hahaha…”

Penjaga toko tadi menghampiri Jonghyun dan menyerahkan tas kecil pada Jonghyun

“Ini aggasi.”

“Gomawo.” Jonghyun mengambil tas itu dan kemudian meninggalkan toko bersama Gyuri

“Errr bagaimana jika setelah ini kita langsung ke cafe langganan kita dulu?” usul Jonghyun

“Oke tidak masalah.” Jawab Jonghyun

“Kajja.”

Gyuri menarik lengan Jonghyun pergi.

***

Jessica mematikan keran air dan duduk di pinggir kolam ikan dengan nafas yang terengah-engah.

“Payah. Baru segitu saja sudah capek.” Sindir Key sambil mengangkat sebuah pot bunga besar

Jessica menatap Key dengan sangat sinis “Ya! Tidak tahu kah kau tenaga seorang perempuan dan laki-laki itu berbeda?!” pekik Jessica kesal . Key benar-benar berhasil membuat Jessica Ilfeel padanya.

“Aku tidak tahu… karena bagiku laki-laki dan perempuan itu sama saja.” Kata Key dengan nada sakarstik

Jessica mendecak pelan mendengar ucapan Key barusan, rasanya tangan kanannya sangat gatal untuk meninju wajah Key.

“Sudahlah noona jangan kau hiraukan Key hyung, dia itu memang terkadang sering mengalami yang namanya epilesi.” Kata Kai seraya duduk di samping Jessica.

Jessica menoleh ke Kai dan menatap anak itu penuh tanda tanya “Epilesi?” ulangnya

Kai menepuk Jidatnya dan tertawa ngakak “Ups sorry noona… maksudku epilepsi haha.” Kata Kai

“Oh…” Jessica membulatkan mulutnya

Tiba-tiba Kai menyodorkan sekaleng minuman dingin pada Jessica “Untuk ku?” tanya Jessica

“Tentu saja noona, masa untuk Key hyung.” Canda Kai

Jessica mengambil kaleng minuman itu dan tersenyum pada Kai “Gomawo.” Ucapnya tulus

“Ya! Dari pada kalian duduk-duduk santai disitu lebih baik kalian bersihkan rumput di sekitar sini.” Kata Key seperti memerintah pembantu.

“Ish… menyebalkan sekali sih.” Decak Jessica.

***

Gyuri dan Jonghyun duduk berdua di sebuah cafe sambil mendengarkan permainan piano seorang panist handal yang dari dulu selalu menjadi pengiring music di cafe ini.

“Sudah lama semenjak kau memutuskan untuk kuliah di San Fransisco kita berdua tidak pernah ke sini bersama.” Gyuri membuka pembicaran

Jonghyun mengangguk sambil mengaduk vanilla latte di hadapannya “Ya… semenjak itu kita tidak pernah bertemu lagi dan ini adalah kali pertama kita bertemu semenjak tiga tahun yang lalu.” Sambung Jonghyun

“Kau tahu Jjong… entah mengapa aku merindukan masa-masa sma kita dulu.” Ucap Gyuri

“Jika kau merindukan masa itu kembalilah ke masa itu.” Celetuk Jonghyun yang berhasil membuat Gyuri tertawa.

“Haha… aneh-aneh saja kau ini.” Kata Gyuri kemudian menyedot chocolate milk shake di hadapannya.

“Oh ya Jjong… gadis yang kemarin itu siapa?” tanya Gyuri

Jonghyun mengangkat kepalanya dan menatap Gyuri sedikit aneh “Maksudmu Jessica?”

“Ya…”

“Oh dia temanku dari San Fransisco. Kenapa?” tanya Jonghyun balik

Gyuri menggeleng pelan “Tidak… tapi keliahatannya kalian cukup dekat.”

“Benarkah begitu?”

“Ah sudahlah lebih baik kita gan…”

Tiba-tiba ponsel Gyuri bergetar membuat gadis itu terpaksa harus memotong ucapannya untuk mengangkat telpon yang ternyata dari tuan Park.

“Ne appa… aku akan segera pulang.” Gyuri mematikan telponnya dan mendengus pelan

“Kenapa?” tanya Jonghyun penasaran

“Lagi-lagi ayahku memintaku untuk segera pulang di saat kita sedang asyik mengobrol.” Keluh Gyuri

“Haha…” Jonghyun tertawa pelan “Jangan mengeluh seperti itu. Kita bisa bicara lain waktu.” Ujar Jonghyun

“Benar kita bisa mengobrol lain waktu.” Kata Gyuri kesal seraya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan cafe.

Sedangkan Jonghyun, ia berjalan menuju kasir karena ia sendiri yang berniat untuk membayarkan semua pesanan mereka.

***

20.10 KST

Jessica menatap jam dinding di kamarnya gelisah. Sudah malam seperti ini tapi Jonghyun belum kembali juga. Jessica bangkit dari tempat tidurnya dan berdiri di pinggir jendela, menatap sinar bulan yang terang sambil menunggu kedatangan seorang Kim Jonghyun.

“Sudah semalam ini tapi kau belum pulang juga. Kau kemana saja? Apa yang kau lakukan? tahukah kau bahwa aku sangat mencemaskanmu?” gumam Jessica pelan , dadanya terasa sesak ia benar-benar gelisah menunggu kepulangan suaminya itu.

Cklek…

Jessica berbalik dan lagi-lagi ia melihat sosok yang paling ia benci di depannya.

“Mau apa kau kemarku?” tanya Jessica sinis

Key berjalan menghampirinya dan berdiri di sampingnya “Tidak. Hanya ingin mengajakmu ngobrol saja.” Jawab Key

“Uhuh? Mengajak ngobrol apa berkelahi?” sindir Jessica

“Hey! Kau ini kenapa berpikiran negatif seperti itu huh?!” tanya Key seraya memonyongkan bibirnya

“Karena wajahmu terlihat tak meyakinkan.” Kata Jessica dingin seraya kemudian membuang mukanya

“Sudahlah… Sepertinya kau memang sudah terlanjur ilfeel denganku.”

“Memang.”

“Aish… lebih baik aku keluar saja. Tidak enak berbicara dengan orang sepertimu.” Kata Key dengan nada sakarstik seraya berjalan meninggalkan kamar Jessica.

Jessica menatap Key sinis “Tidak enak berbicara dengan orang sepertimu?! Hey harusnya aku yang bilang seperti itu padanya.” Kata Jessica kesal.

Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan rumah keluarga Kim. Jessica menengok keluar dan ternyata itu mobil Jonghyun, betapa senangnya Jessica ketika tahu bahwa Jonghyun sudah pulang. Gadis itu bergegas meninggalkan kamar dan ingin menceritakan semua kejahilan Key tadi atau dalam istilah lainnya Jessica ingin mengadu pada Key kkkK~

***
“Kau jam segini baru pulang dari mana saja?” tanya Tuan Kim tanpa melihat Jonghyun

Jonghyun duduk di salah satu sofa dan melihat ke arah televisi “Aku tadi jalan-jalan dengan Gyuri.” Jawab Jonghyun apa adanya.

“Oh begitu… apa kau sedang dalam masa pendekatan dengannya?” tanya tuan Kim

Jonghyun menautkan kedua alisnya “pendekatan? Maksud appa?”

“Ya kau sedang mendekatinya begitulah.” Jelas tuan Kim “Appa sendiri juga sesah menjelaskannya.” Sambung tuan Kim yang membuat Jonghyun melongo dibuatnya.

“Kenapa tidak menjawab?” tanya Tuan Kim lagi

“Tidak hanya saja aku tidak sedang dalam masa pendekatan, kami berdua tadi hanya berjalan-jalan biasa seperti dulu. Wajar kan jika dua orang sahabat yang lama tak bertemu jalan bersama.” Ujar Jonghyun

“Apakah benar seperti itu? Jika benar appa minta mulai sekarang jangan anggap Gyur sahabatmu lagi.”

“Hah? Maksud appa?”

“Ya jangan anggap Gyuri hanya sebatas teman atau sahabat, tapi anggap dia orang yang spesial untukmu.”

“Heh? Apa yang appa katakan? Aneh-aneh saja.” Ujar Jonghyun

“Aneh bagaimana? Ini justru tidak aneh karena appa dan Park ahjusshi sudah merencanakan sesuatu untukmu dan Gyuri.” Tutur tuan Kim

Jonghyun makin tak mengerti dengan ucapan tuan Kim “Maksud Appa apa?”

“Kau dan Gyuri akan kami jodohkan dan dalam waktu dekat ini mungkin kalian berdua akan segera bertunangan.”

“Mwo?!” Jonghyun membulatkan matanya bulat-bulat ketika mendengar pernyataan tuan Kim barusan

“Yang benar saja appa… aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap Gyuri.” Pekik Jonghyun

“Kalau tidak memilikinya ya belajar untuk memilikinya.” Titah tuan Kim

Jonghyun terdiam dan menatap tuan Kim nanar “Ini tidak adil. Kenapa aku harus menuruti permintaan appa.” Kata Jonghyun kesal

“Jelas kau harus menuruti permintaan appa… karena kau anak appa dan karena appa memang sudah menyiapkan semua ini dari awal.” Kata tuan Kim

Dan tanpa mereka sadari seseorang tanpa sengaja tengah mendengarkan pembicaraan mereka. Jessica menyandarkan tubuhnya pada dinding, ia memegang dadanya yang terasa sesak. Kedua kakinya serasa tak mampu untuk menopang badannya dan untuk bernafas saja agak sulit untuk ia lakukan, ia seolah-seolah telah kehabisan banyak oksigen.

Tap…tap…tap…

Ia mendengar suara derap langkah kaki yang mendekat dan entah apa yang merasuki tubuhnya sehingga tiba-tiba ia langsung bisa berlari naik ke atas kamarnya.

***

Cklek…

Angin malam berhembus masuk ke dalam ruang kamar yang hanya disinari oleh sinar bulan itu. Dinginnya angin malam ini benar-benar terasa menembus tulang. Gorden berterbangan masuk ketika tersentuh oleh hembusan angin membuat suasana kamar yang cukup gelap ini terasa makin mencekam.

Jonghyun meraba-raba dinding untuk mencari saklar dan setelah ketemu segera saja ia hidupkan saklar itu. Kamar ini sudah kembali terang berkat saklar yang dinyalakan Jonghyun. Jonghyun menatap ke arah tempat tidur atau lebih tepatnya ke arah Jessica yang sedang tertidur manis sambil memeluk guling.

Jonghyun kemudian melirik sekilas ke arah jendela “Kenapa kau bisa sampai menutup jendela kamar ?” tanya Jonghyun. Jonghyun kemudian berjalan mendekat ke jendela itu dan menutup pintu jendela serta gorden kamarnya.

Setelah menutup gorden kamar Jonghyun kemudian duduk di samping Jessica dan menatap gadis itu lekat-lekat dan tanpa ia sadari bibirnya tertarik membuat sebuah senyuman.

“Kau tahu aku sangat mencintaimu.” Kata Jonghyun

“Kau tahu apapun yang terjadi aku akan tetap ingin mendampingimu dan berada di sisimu.” Lirih Jonghyun.

Jonghyun menggenggam telapak tangan Jessica dan mencium kening istrinya tersebut.

“Good Night princess.” Bisik Jonghyun seraya kemudian berdiri dan meninggalkan kamar Jessica.

Cklek…

Jessica sedikit menoleh ketika tahu pintu kamarnya sudah kembali tertutup. Matanya sedikit sembab karena terlalu lama menangis “Aku juga sangat mencintaimu jjong hiks hiks…” lirih Jessica.

***

“Apa yang kau lakukan disitu?”

“Ah aku…”

TBC…

Well… makin gaje yah? Konflik udah muncul ya berarti sesuai ucapanku kemarin part 3 tinggal pengembangan konfliknya aja kkkkk~.

Oke maaf kalo alurnya kecepatan, jujur saya bikinnya ngebut soalnya kan ini di sekolah baru masuk dan masih belum belajar dan belum ada dapat pr atopun tugas so biar tidak membuat saya kewalahan di saat sekolah sudah seperti biasanya jadi saya bikinnya ngebut biar tidak terlalu membebani (?)

Ok jangan lupa buat ngasih kritik dan saran serta likenya wkwkwkwkwkwk….

Advertisements

7 responses to “(Part 2) Secret Marriage

  1. kya oemmonim mw ngejdhn key sma sica ah . . .
    Jong bgaimana nsbny T.T

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s