(Part 1) Secret Marriage


Tittle      : Secret Marriage

Author  : Little Fairy

Cast       : Jessica Jung, Kim Jonghyun

Cameo  : Park Gyuri and other can u see at the plot 🙂

Genre   : Romance, Angst (Disini angstnya belum keliatan…)

Rating   : PG+15

Length  : Chaptered

Backsound : Tiffany – Ring

Disclaimer  : Little Fairy Imagination © 2012

A/N        : Disini masih belum ada konflik kkk~ . Pemunculan konflik mungkin di part dua dan pengembangan konfliknya mungkin di part 3 buat klimaks aku gak tahu ada di part berapa soalnya aku gak tahu ni ff bakal jadi beapa part wwkwkwkwkwkwkkw. Well… maaf kalau banyak typo dalam setiap kalimat yang aku tulis di fanfic ini. Oh ya ini ff pure dari otak aku, di saat aku ingin melakukan semi hiatus tiba-tiba saja muncul ide ini dari pada mubazir kan mending ku curahin aja sekalian wkwkkwkwk. Seperti biasa aku minta komentar yang berupa kritik dan saran yang membangun serta aku juga minta likenya kalau kalian suka. Kamshamnida , hope you like this #deepbow

San Fransisco, 30 Desember 2011

Teng…teng…

Lonceng gereja berbunyi beberapa kali , nampak sepasang insan tengah melakukan ritual sakral di dalam sana.

“Saudara Kim Jonghyun apakah anda bersedia untuk setia mendampingi saudara Jessica Jung dalam keadaan senang,duka,sehat,sakit, dan sampai ajal menjemput kalian berdua?” tanya pastor yang menjadi pemimpin ritual sakral itu kepada lelaki yang ia sebut Kim Jonghyun.

“ Aku bersedia.” Jawab Jonghyun mantap seraya menggenggam tangan gadisnya kuat-kuat

Pastor itu tersenyum dan kemudian mengalihkan pandangannya pada gadis Jonghyun atau sebut saja ia Jessica, pastor itu kemudian melontarkan pertanyaan yang sama pada Jessica.

“Saudara Jessica Jung apakah anda bersedia untuk setia mendampingi saudara Kim Jonghyun dalam keadaan senang,duka,sehat,sakit, dan sampai ajal menjemput kalian berdua?”

“Aku bersedia.” Jawab Jessica seraya kemudian mengulum sebuah senyum manis pada sang pastor untuk mengatasi rasa gugupnya.

Pastor itu tersenyum dan sedetik kemudian ia berucap “Mulai saat ini kalian berdua resmi menjadi sepasang suami istri dan kalian bisa menyematkan cincin pernikahan kalian di jari masing-masing.”

Jonghyun menghela nafas lega , ia kemudian mengambil kotak berwarna merah dari sakunya dan menyematkan sebuah cincin berwarna perak tanpa berlian di tengahnya (?) kepada Jessica dan begitu pula sebaliknya.

Setelah prosesi pemberkatan atau pemasangan cincin tak ada satupun yang memberikan tepuk tangan karena tidak ada satupun orang yang di undang ke pesta pernikahan mereka hanya pastor yang membimbing jalannya pernikahan mereka sajalah yang mengucapkan selamat pada mereka berdua.

***

San Fransisco, 19.00 PM

Jessica keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan baju tidur lengan panjangnya yang berwarna pink . Ia kemudian duduk di depan meja rias untuk menyisir rambutnya sebentar sebelum akhirnya ia keluar dari kamar dan menyusul Jonghyun di ruang tv.

Jessica menghempaskan tubuhnya di atas sofa dan tepatnya di samping Jonghyun. Jonghyun melirik sekilas Jessica yang saat ini sudah duduk di sampingnya sebelum ia mengambil remote dan mengganti channel televisi.

“Thanks Jjong…” celetuk Jessica tiba-tiba

Jonghyun menoleh dan menaikan sebelah alisnya “Thanks for ?” tanya Jonghyun

“Terimakasih karena sudah mau menerima permintaan terakhir oemmaku.” Jawab Jessica sambil menyunggingkan senyum khasnya.

Jonghyun memegang pundak Jessica dan menatap istrinya itu lekat-lekat

“Sudah jangan pikirkan itu lagi. Aku menikah denganmu pada dasarnya memang karena aku mencintaimu.” Kata Jonghyun menegaskan

“Sekali lagi terimakasih… tapi apakah kedua orangtuamu sudah tahu tentang pernikahan kita?” tanya Jessica

Jonghyun menghela nafas dan menggeleng pelan “Belum…” jawabnya

Kini giliran Jessica yang memegang pundak Jonghyun kuat “Lebih baik untuk sementara pernikahan kita di rahasiakan dulu dari kedua orang tuamu. Aku tidak mau mereka syok kalau tahu kau menikah denganku tanpa mengabari mereka terlebih dahulu.” Kata Jessica

Jonghyun mengangguk “Baiklah kalau begitu… Oh ya besok kita akan ke Korea…” kata Jonghyun

“Mwo?!” Jessica membulatkan kedua matanya setelah mendengar ucapan Jonghyun barusan

“Kenapa kau baru bilang sekarang?” tanya Jessica dengan sedikit panik

Jonghyun tertawa kecil saat melihat tingkah Jessica “Haha… habisnya tadi kulihat kau terlalu lelah dan kau juga tadi langsung tidur ya sudah aku berpikir lebih baik member tahumu nanti.” Jelas Jonghyun

Jessica menggembungkan pipinya dan bangkit dari tempat duduknya.

“Kau mau kemana?” tanya Jonghyun seraya menautkan kedua alisnya

“Aku mau menyiapkan baju…” kata Jessica sambil berjalan dengan agak terburu-buru ke dalam kamarnya.

“Jangan lupa siapkan bajuku juga ya…” teriak Jonghyun dari ruang televisi.

***

San Fransisco, 7.00 AM

“Apa tidak ada barang yang ketinggalan ?” tanya Jonghyun saat ia baru memasuki kamar

“Tidak… semua yang akan kita perlukan sudah kumasukan semua.” Jawab Jessica seraya berdiri dan menarik dua buah koper besar ke arah Jonghyun.

“Kau yang bawa ya…” kata Jessica seraya meletakan koper itu tepat di hadapan Jonghyun

“Ok…” Jonghyun kemudian bersiap untuk mengambil koper tersebut tapi tiba-tiba Jessica menahannya.

“Ada apa?” tanya Jonghyun bingung

“Cincin…” kata Jessica

“Ini cincinnya…” Jonghyun mengangkat telapak tangannya, membuat cincin yang terpasang di jari manisnya terlihat jelas.

Jessica menggeleng “Ani… maksudku kita harus menyembunyikan cincin kita.” Jelas Jessica

“Oh…” Jonghyun membulatkan mulutnya

Jessica tersenyum seraya meraih telapak tangan Jonghyun dan mengambil cincin di jari manis Jonghyun. Jessica merunduk dan memasangkan cincin itu pada jari telunjuk kaki Jonghyun.

“Kenapa di pasang di kaki?” tanya Jonghyun

Jessica mendongak “Biar tidak ada yang melihatnya.” Jawab Jessica sambil mengerlingkan sebelah matanya.

“Ok ayo kita berangkat…” kata Jessica seraya kemudian berjalan mendahului Jonghyun

“Ya! Bagaimana dengan cincinmu?” tanya Jonghyun dengan sedikit berteriak

Jessica menoleh “Aku sudah memasangnya di kakiku darit tadi!!” teriak Jessica

Jonghyun menggeleng pelan melihat tingkah istrinya tersebut seraya kemudian menarik kedua koper yang tadi di letakan istrinya di depannya itu keluar.

***

Seoul, 17.00 KST

Kring…kring…kring…

Suara bunyi telpon terdengar begitu nyaring di kediaman keluarga Kim, Nyonya Kim Taeyeon berlari menuju ruang keluarga dan mengangkat gagang telpon tersebut.

“Yobseyo…” sapa Nyonya Kim

“Oemma… aku sekarang sudah berada di Korea…” kata Jonghyun

Nyonya Kim tersenyum lebar  “Jinca? Kau sekarang masih ada di bandara incheon atau dimana?” tanya Nyonya Kim terdengar senang.

“Aku sedang dalam perjalanan pulang sekarang… Oemma tunggu saja di rumah… Oh iya oemma aku datang kesini bersama temanku.” Kata Jonghyun

“Jinca? Siapa temammu itu?” tanya Nyonya Kim

“Oemma tunggu saja nanti aku kenalkan. Annyeong.” Kata Jonghyun seraya langsung menutup telponnya.

Nyonya Kim tersenyum senang “Anak ini ternyata masih belum merubah kelakuannya, tapi aku senang setidaknya ia akan segera kembali ke Korea.” Pikir Nyonya Kim. Nyonya Kim kemudian berjalan kembali ke ruang makan dan memberitahukan berita kepulangan Jonghyun pada suaminya dan juga adik Jonghyun.

***

“Oemma ku kelihatannya sangat senang, saat aku bilang aku membawa temanku kemari.” Kata Jonghyun

“Benarkah?” tanya Jessica

Jonghyun mengangguk dengan semangat dan tersenyum manis pada Jessica. “Iya… ia kedengaran sangat gembira dan sepertinya ia sangat ingin berkenalan denganmu.” Bisik Jonghyun.

“Aku juga tidak sabar ingin berkenalan dengan Oemma mu.” Kata Jessica.

“Hey! Sebentar lagi kita akan sampai rumahku.” Seru Jonghyun

“Jinca?” tanya Jessica

“Ne… ahjussi kita berhenti disini.” Kata Jonghyun pada supir taxi yang mengantar mereka.

Mobil taxi itu berhenti tepat di depan sebuah rumah besar. Jonghyun dan Jessica turun dari mobil taxi tersebut dan mengambil koper mereka dari bagasi.

“Ini ahjusshi.” Jessica menyerahkan beberapa lembar uang pada supir Taxi tersebut dan kemudian berlari membututi Jonghyun dari belakang.

Jonghyun menekan bel rumahnya dan sesaat kemudian pintu rumahnya terbuka.

“Jonghyun…!!!” seru Nyonya Kim saat melihat putranya seraya langsung memeluk Jonghyun

“Oemma aku benar-benar merindukanmu…” kata Jonghyun melepas rindu

“Aku juga merindukanmu sayang…” kata nyonya Kim seraya melepas pelukannya dan mengalihkan pandangannya pada Jessica. “Siapa gadis cantik ini? Apakah dia temanmu yang mau kau kenalkan pada Oemma?” tanya Nyonya Kim pada Jonghyun.

Jonghyun mengangguk “Ya bu, kenalkan dia Jessica dan Jessica ini  Oemma ku.”

“Annyeong ahjumma… Jessica imnida.” Jessica membungkukkan badannya pada Nyonya Kim

“Aku Oemmanya Jonghyun sayang… hmmm ayo masuk Oemma sudah menyiapkan makanan untuk kalian.” Kata Nyonya Kim seraya kemudian mengajak Jessica dan Jonghyun masuk.

Jongin adik Jonghyun yang kebetulan lewat langsung berseru memanggil Jonghyun dan menghampiri kakak laki-lakinya itu “Hyung!! Kapan kau sampai?” tanya Kai pada Jonghyun

“Baru saja.” Jawab Jonghyun sambil menyunggingkan senyum khasnya

“Oh ya ini siapa hyung? Pacarmu ya?” goda Kai

Jonghyun dan Jessica tertawa secara bersamaan dan secara bersamaan juga mereka berdua mengatakan “Tidak… kami hanya teman.” Jawab keduanya

“Oh… ku kira kalian ehm begitulah hehe…” kata Kai

“Sudahlah Jong-”

“Hyung sudah ku bilang sejak dulu kan, panggil aku Kai bukan Jongin.” Tegas Kai

Jonghyun terkekeh kecil sambil berkacak pinggang “Baiklah Kai.” Kata Jonghyun sambil mengacak rambut Kai “Lebih baik kau sekarang kembali ke kamarmu, aku mau makan makanan buatan Oemma.” Sambung Jonghyun seraya berjalan meninggalkan Kai.

“Ehm… oh ya adik kecil aku Jessica.” Kata Jessica memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangannya.

“Maaf noona… jangan panggil aku adik kecil… aku hanya berbeda empat tahun dengan Jonghyun hyung kkk~ panggil aku Kai saja ya.” Pinta Kai

“Baiklah Kai…” Jessica menyunggingkan Senyumnya

“Sica… kenapa masih di situ ayo kesini?!” seru Jonghyun

“Baiklah aku kesana dulu Kai.” Jessica kemudian berjalan menyusul Jonghyun “Ne…”

***

“Oemma dimana appa?” tanya Jonghyun pada ibunya

“Kau tahu appamu baru saja pergi berkunjung ke rumah Yoochun ahjusshi.” Kata Nyonya Kim

“Eugh… kenapa appa selalu pergi setiap kali aku baru sampai di rumah.” Sungut Jonghyun

“Sudahlah tidak usah marah begitu… nantikan appamu juga pulang.” Kata Nyonya Kim

“hmmm… ya oemma.” Kata Jonghyun malas

“Oh ya sica apakah kamu baru pertama kali ke korea?” tanya Nyonya Kim

Jessica mengangguk pelan “Ne… tapi kedua orangtuaku adalah warga korea.” Jawab Jessica

“Kau lahir disini?” tanya Nyonya Kim  lagi dan di jawab oleh sebuah gelengan kecil oleh Jessica.

“San fransisco?” kata Nyonya Kim “Ne… San Fransisco.” Jawab Jessica

“Jadi sejak lahir sampai sebesar ini kau tinggal di fransisco dan tidak pernah ke korea sama sekali? Dan baru kali ini?” Nyonya Kim menatap Jessica tak percaya

“Ne…”

“AIgoo… tapi kau fasih sekali berbahasa korea dan sifatmu sama seperti orang korea pada umumnya.” Kata Nyonya Kim

Jessica tertawa kecil “Haha… itu karena ibuku selalu mengajarkanku tentang tata krama di korea ahjumma.” Tutur Jessica

“Wah begitu ya ternyata…” kata Nyonya Kim

“Oh iya bu… Apa Oemma sudah menyiapkan kamar untuk Jessica?” tanya Jonghyun

“Ya Oemma sudah siapkan… kamarnya tepat di samping kamarmu.” Jawab Nyonya Kim

“Ya sudah kalau gitu aku antar dia kekamarnya dulu y.” Jonghyun bangkit dari tempat duduknya dan mengajak Jessica meninggalkan ruang makan

“Oemma mu sangat baik…” bisik Jessica saat Jonghyun dan dirinya naik ke lantai dua.

“Oemma ku memang sangat baik, dia ramah dan tidak pernah marah. Begitu juga dengan appaku.” Tutur Jonghyun membanggakan kedua orang tuanya.

“Tapi apa mereka akan tetap seperti itu kalau mereka tahu kita sudah menikah?” tanya Jessica dengan volume suara yang sangat kecil dan pertanyaan itu berhasil membuat Jonghyun terdiam seribu bahasa.

“Jjong…” Jessica menyenggol siku Jonghyun

“Ehm… entahlah aku tidak pernah membayangkan itu.” Kata Jonghyun dengan agak sedikit serak

“Sebaiknya kau lupakan pertanyaanku tadi.” Kata Jessica

“Baiklah… oh ya ini kamarmu.” Jonghyun membukakan pintu kamar Jessica dan mempersilahkan Jessica masuk ke dalam.

Kamar yang di tempati Jessica ini bisa di bilang cukup luas dan besar, di sudut kamar dekat jendela terdapat sebuah ranjang sorong. Di sudut yang lain terdapat sebuah meja rias dan lemari , ada juga sofa berukuran sedang tepat di depan tempat tidur. Warna kamar yang berwarna green leaf pun membuat kamar yang akan di tempati Jessica ini terasa sejuk.

“Kamar ini kelihatannya sangat nyaman.” Kata Jessica seraya mengambrukan tubuhnya ke atas tempat tidur. Jonghyun tersenyum dan menutup pintu kamar seraya kemudian menghampiri Jessica.

Jonghyun ikut mengambrukan tubuhnya tapi tidak di atas kasur melainkan di atas tubuh Jessica dan tangannya menumpu pada kasur untuk member jarak di antara wajah mereka berdua.

Deg… Jantung keduanya tiba-tiba saja berdetak dengan begitu cepat. Nampak sekali wajah Jessica yang bersemu merah ketika wajahnya dan Jonghyun hanya berjarak 8 cm.

“A-apa yang kau lakukan Jjong?” tanya Jessica gugup

“Tidak ada… aku hanya…” Jonghyun mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica, semakind dekat dan semakin dekat sampai akhirnya bibirnya mendarat tepat di atas bibir Jessica.

Jessica menutup matanya begitu pula dengan Jonghyun , ciuman yang mereka lakukan benar-benar sangat lembut saking lembutnya mereka bahkan sampai tidak sadar kalau mereka sudah hampir dua menit berciuman.

“Jonghyun! Jonghyun!” teriak Nyonya Kim, terdengar suara langkah kaki nyonya Kim yang menaiki tangga. Jonghyun yang mendengar suara oemmanya segera bangkit dari atas Jessica dan berpura-pura melihat ke luar Jendela sedangkan Jessica, ia langsung terduduk di atas kasur sambil memegang dadanya, mencoba menormalkan detak jantungnya yang sedari tadi masih tak karuan.

Cklek…

“Rupanya kau di sini…” Kata nyonya Kim

Jonghyun berbalik dan mengulum senyum pada Nyonya Kim “Ada apa Oemma?” tanya Jonghyun

“Tidak… Oemma hanya mau bilang kalau appamu sudah pulang , lebih baik sekarang kau mandi dan setelah itu temui appamu nanti di bawah. Kau juga mandi ya Jessica, nanti ahjumma akan mengenalkan kamu dengan appa Jonghyun.” Perintah Nyonya Kim

“Ne ahjumma.” Jawab Jessica seraya menganggukkan kepalanya pelan

“Kalau begitu ibu ke bawah dulu ya… cepat turun.” Kata Nyonya Kim mengingatkan sebelum ia keluar dari kamar Jessica.

Jessica menghela nafas lega “Untung saja.” Gumamnya pelan , Jonghyun yang mendengar gumaman Jessica barusan hanya bisa tertawa dan berkacak pinggang.

“Sayang aku ke kamarku dulu ya… aku mau mandi. Kita lanjutkan ini nanti malam ok.” Kata Jonghyun genit seraya mengerlingkan matanya nakal pada Jessica.

“Ish…” Jessica memanyunkan bibirnya dan kemudian bangkit dari tempat tidur untuk menutup pintu.

***

Jessica dan Jonghyun turun dari lantai atas berdua dan berjalan menuju ruang keluarga bersamaan. Dapat mereka lihat Tuan Kim,Nyonya Kim, serta Kai sedang menonton televisi di ruang keluarga.

“Ehm…” Jonghyun berdehem kecil seraya kemudian duduk di sofa diikuti oleh Jessica yang duduk di sampingnya.

“Kau pulang juga rupanya… bagaimana keadaanmu?” tanya Tuan Kim

“Tentu saja appa, apakah appa tidak mengizinkanku pulang?” tanya Jonghyun balik dengan sedikit bercanda “Aku baik, bagaimana dengan appa?” sambung Jonghyun

“Aku baik, seperti yang kau lihat. Hmm… ngomong-ngomong siapa gadis cantik yang ada di sampingmu?” Tuan Kim melirik Jessica sambil mengulum senyuman

Jonghyun menoleh kepada Jessica “Dia sahabatku di San Fransisco, namanya Jessica.” Kata Jonghyun seraya kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke Tuan Kim.

“Wow… Jessica , nama yang cantik. Apa dia orang San Fransisco?” tanya Tuan Kim

Jonghyun menggeleng pelan “Tidak dia bukan orang San Fransisco , dia hanya lahir dan besar di sana. Appa dan oemmanya berkewarganegaraan Korea.” Jelas Jonghyun

“Maaf Jessica , apakah kamu sudah pernah ke korea sebelumnya?” tanya Tuan Kim pada Jessica.

Jessica tersenyum dan menggeleng pelan “Tidak… ini adalah kali pertama aku datang ke Korea.” Jawab Jessica ramah.

“Benarkah begitu? Tapi bahasa koreamu lancar sekali.” Puji Tuan Kim

Jessica tersenyum “Mungkin karena appa dan oemma sering mengajakku berbicara dengan menggunakan bahasa Korea.” Jelas Jessica

“Oh begitu. Ehm… lalu apakah appa dan ommamu tidak marah kau ikut ke sini?” tanya Tuan Kim lagi dan kali ini Jessica tak menjawabnya dan hanya menunduk.

“Appa dan oemma Jessica sudah meninggal. Appanya meninggal saat ia berumur 12 tahun dan oemmanya baru saja meninggal sebulan yang lalu.” Jelas Jonghyun

Tuan Kim membelalakan matanya , ia benar-benar menyesal telah menanyakan hal itu.

“Maaf Jessica. Ahjusshi tidak bermaskud seperti itu.” Kata Tuan Kim

Jessica mendongak dan tersenyum kecil  “Tidak apa ahjusshi, aku tahu kalau ahjussi tidak sengaja berucap seperti itu karena ahjusshi belum tahu.” Kata Jessica

Tuan Kim tersenyum “Terimakasih atas pengertianmu.” Kata Tuan Kim “Oh iya, aku Kim Junsu appa Jonghyun. Apakah Jonghyun sudah bercerita banyak tentangku?” sambung Tuan Kim

Jessica tertawa dan menggeleng pelan “Tidak… Jonghyun lebih sering bercerita tentang ahjumma ketimbang ahjusshi dan ia belum pernah menceritakan apapun tentang ahjusshi.” Jawab Jessica

Tuan Kim memelototi Jonghyun “Payah. Bagaimana kau ini Jonghyun masa hanya menceritakan ibumu saja.” Protes Tuan Kim

Nyonya Kim yang mendengarnya lantas tertawa “Itu karena aku lebih baik jika dibandingkan dengan kau.” Celetuk Nyonya Kim

“Ya ya aku tahu kau lebih baik dariku.” Kata Tuan Kim mengalah “Baiklah Jessica , aku tidak perlu mengatakan seperti apa diriku ini karena aku yakin jika kau nanti lama tinggal disini kau akan tahu seperti apa aku ini dengan sendirinya.” Jelas Tuan Kim

“Ne ahjushhi…arrata.” Kata Jessica mengerti

“Ya! Kai kamu dari tadi nonton terus, dari pada nonton lebih baik sekarang kau masuk kamar dan belajar!” seru Nyonya Kim pada Kai.

Kai menggembungkan pipinya dan bangkit dari sofa seraya kemudian berjalan masuk ke kamarnya.

“Hmmm… wajah kalian masih nampak lelah sebaiknya kalian naik dan istirahat saja.” Perintah Tuan Kim

“Baik appa.”  Jonghyun berdiri dari sofa begitu juga dengan Jessica. Keduanyapun kembali ke kamar bersamaan.

“Aku rasa mereka sangat dekat.” Ucap Nyonya Kim

“Aku rasa juga begitu. Oh ya sayang aku ingin membicarakan suatu hal denganmu.” Kata Tuan Kim

“Bicara apa?” tanya Nyonya Kim

“Ini tentang keluarga kita dengan keluarga Yoochun.” jawab Tuan Kim.

“Bicaralah sayang, aku akan mendengarkanmu…”

***

Jessica berjalan masuk ke dalam kamarnya tanpa tahu bahwa Jonghyun juga ikut masuk kedalam kamar. Jonghyun menutup pintu kamar Jessica dan tak lupa untuk menguncinya.

Jonghyun naik ke atas kasur dan duduk di samping Jessica.

“Kau… kenapa kau masuk kedalam kamarku?” tanya Jessica gugup

Jonghyun menyeringai kecil “Apakah tidak boleh seorang suami masuk ke kamar istrinya?” tanya Jonghyun genit.

Jessica menggeleng “Bu-bukan begitu, tapi sebaiknya kau kembali ke kamarmu saja.” Pinta Jessica

Jonghyun terkekeh kecil “Ayolah sayang, kita bahkan belum melakukan malam pertama.” Bisik Jonghyun

Glek… Jessica menelan ludanya “Jjong… jangan macam-macam.Lebih baik kau kembali ke kamar sekarang.” Kata Jessica gugup

“Aku tidak macam-macam. Apakah salah seorang suami bersikap seperti ini pada istrinya sendiri?” tanya Jonghyun yang berhasil membuat Jessica terdiam.

Jonghyun menatap Jessica dalam-dalam “Ayolah… hanya sampai jam 12.” Pinta Jonghyun.

Jessica menarik nafas pelan dan kemudian mengangguk setuju. Jonghyun tersenyum dan kemudian mulai mencium Jessica. Ciuman lembutnya pun berangsur-angsur berubah menjadi ciuman yang ganas. Tangan Jessica mulai membuka satu-persatu kancing Jonghyun hingga semua kancing terlepas dan hanya menyisakan kaos dalam Jonghyun.

Jonghyn melepas ciumannya dan kemudian segera melepas kaos yang di gunakan Jessica.

>SKIP<

Sinar matahari menerobos masuk ke dalam ruang kamar Jessica yang gelap melalui celah-celah jendela kamarnya yang tak tertutupi gorden. Jessica menggeliat malas di atas tempat tidur sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia bangkit dan duduk di atas kasur seraya melihat tubuhnya di balik selimut, ketika ia mendapati tubuhnya yang tak berbalut sehelai benang Jessica langsung kaget setengah mati , untung saja ia mengingat adegan percintaan yang ia lakukan semalam dengan Jonghyun membuatnya menjadi tidak terlalu syok ataupun kaget lagi tapi malah membuatnya menjadi malu dan bingung.

Jessica bangkit dari atas tempat tidur dan langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang Lengket.

***

Nyonya Kim meletakan mangkuk besar berisi sup iga di atas meja makan seraya kemudian melepas celemeknya dan meletakkannya kembali di dapur.

“Apa sudah tidak ada lagi yang harus di masak ahjumma?” tanya Jessica

“Tidak. Sekarang lebih baik kita ke meja makan saja.” Kata Nyonya Kim seraya merangkul Jessica dan mereka kemudian berjalan menuju ruang makan.

Ting…tong…

Bel rumah tiba-tiba saja berbunyi , nyonya Kim yang baru saja duduk di kursi kembali berdiri dan berjalan menuju ruang depan.

“Oemma mau kemana?” tanya Jonghyun

“Oemma mau membuka pintu, sepertinya ada tamu yang datang.” Kata Nyonya Kim seraya kemudian pergi meninggalkan ruang makan.

***

Cklek…

“Sia… Gyuri?” Nyonya Kim terkejut ketika mendapati seorang gadis yang sangat ia kenal berdiri di depannya.

“Annyeong Kim ahjumma.” Gyuri tersenyum dan membungkuk beberapa derajat.

Nyonya Kim langsung memeluk Gyuri “Kau sudah semakin dewasa sekarang.” Kata Nyonya Kim

“Haha…” Gyuri hanya tertawa pelan setelah mendengar ucapan Nyonya Kim

“Aku denger dari appa dan Kim ahjusshi katanya Jonghyun sudah pulang, benarkah itu ahjumma?” tanya Gyuri

“Ne… kau mau menemuinya?” tanya Nyonya Kim

Gyuri mengangguk “Baiklah kalau begitu ayo masuk sayang.”

***

“Jonghyun liat ini siapa yang datang!” seru Nyonya Kim

Jonghyun menoleh ke belakang dan sebuah senyum manis tiba-tiba saja tersungging di wajahnya. Jonghyun bangkit dari kursi dan berlari menghampiri orang yang membuatnya benar-benar tersenyum manis tadi.

“Gyuri~ah!!” seru Jonghyun

“Jonghyun~ah.” Gyuri berlari dan langsung memeluk Jonghyun erat.

Ia duduk di tempat itu, menyaksikan semua adegan yang baru saja ia saksikan sendiri di hadapannya. Sebuah senyum yang belum pernah ia lihat sebelumnya itu akhirnya kini ia lihat, begitu juga sebuah adegan pelukan yang ia saksikan sendiri di hadapannya. Sejujurnya ia agak tak suka dan cemburu tapi ia harus bisa mengerti , ia mencoba berpkir positif tentang suaminya.

“Bagaiana keadaanmu?” tanya Jonghyun

“Aku baik. Kau sendiri bagaimana keadaamu di San Fransisco selama ini? Baik-baik saja kah?” tanya Gyuri balik

Jonghyun mengangguk “Sangat baik.” Jawab Jonghyun bersemangat

“Sudahlah sekarang lebih baik Gyuri ikut sarapan saja bersama kami. Nostalgia dan melepas rindunya nanti saja sesudah makan.” Ujar Nyonya Kim

“Ne ahjumma.” Kata Gyuri.

Jonghyun dan Gyuri kemudian duduk di kursi meja makan. Gyuri menyadari keberadaan Jessica yang duduk di samping dan menatap Jessica aneh.

“Kai itu siapa?” tanya Gyuri pada Kai yang kebetulan duduk di sampingnya

“Oh itu noona Jessica. Noona Jessica noona Gyuri ingin berkenalan denganmu.” Celetuk Kai

Jessica mendongak dan tersenyum pada Gyuri. Begitu juga dengan Gyuri bedanya gadis itu menyunggingkan sebuah senyum yang terkesan di paksakan.

“Jessica imnida.” Kata Jessica seraya mengulurkan tangannya.

TBC…

Well apakah ada yang penasaran? kalau ada komen dan berikan kritik dan saran biar saya bisa memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam part 1 ini di part selanjutnya dan biar saya dapat semangat buat melanjutkan ke part ke2 kkk~

Advertisements

8 responses to “(Part 1) Secret Marriage

  1. sica ngomong’a nkh mo diem2 biar ga ktauan tp ko ttp y ** sensor ma jong . . .
    <=@

  2. Kykx gyuri ska sma jonghyun yah????? Trus kpn jongsica ngomong lw mereka dh nikah?????

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s