[Oneshot] Time Machine

Tittle      : Time Machine [Remake]

Author  : Little Fairy

Cast       : Kim Kibum (Key), Jessica Jung

Cameo  : Kim Jonghyun,Jung Nicole, Han Seungyeon

Genre   : Friendship,Romance *little bit*,  and angst. Fantasy? #kayanyagakada

Rating   : All Age

Length : Oneshot

Disclaimer : I don’t own the cast on here, their belongs God. I’m just owner from this story.

Backsound : SNSD – Time Machine

A/N : Ini adalah Remake-an dari fanfic saya yang berjudul sama, fanfic yang sebelumnya kira-kira di publish beberapa minggu yang lalu. Maaf kalo misalnya udah di remake tapi hasilnya tetep tidak jelas dan mengecewakan, maaf banget. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin #apadah -___-#  tapi beginilah hasilnya. Oh ya di sarankan untuk membaca fanfic ini sambil mendengar lagu dari repackage the boys japan, time machine. Mungkin aja kalo baca ini sambil denger lagu itu kalian bisa termehek-mehek hehehe. Oh ya satu lagi, maaf kalo ada typonya, maaf kalo alurnya kecepatan, dan maaf jika ada kalimat yang tidak kalian mengerti kkk~.

***

Time Machine

Written By Little Fairy

***

One mistake, got a one regret. No one’s perfect.

Even if I tried saying that, whatever I do, the wounds can’t heal

 

-SNSD/TimeMachine-

(Kibum Pov)

Gadis itu masih saja menangis. Sejak beberapa hari yang lalu sampai saat ini ia masih saja terus menangis. Bagaimana caranya membuat gadis itu kembali tersenyum seperti dulu? Mengembalikan kekasihnya? Mana mungkin!

Ini semua salahku! Ini memang salahku!

Jika saja waktu itu aku mereject panggilan Nicole, tidak menuruti keinginannya untuk menjemputnya di kampus. Ini semua pasti tidak akan terjadi.

Andai aku bisa memutar waktu, andai aku bisa mengulang semuanya. Tapi sayangnya aku tak bisa melakukan semua itu.

Tuhan, kenapa kejadian itu harus terjadi? Kenapa?!

-Flashback-

Ponsel Kibum berdering, laki-laki itu menatap layar ponselnya dengan agak ragu.

“Siapa?” tanya Jonghyun

“Nicole…” jawab Kibum

“Kenapa tidak di angkat?” tanya Jessica

Kibum menyunggingkan sebuah senyum yang di paksa “Ini juga mau di angkat.” Katanya sambil mengangkat telpon Nicole.

Sebenarnya Kibum dan Nicole sedang ada masalah, dan sebenarnya Kibum tidak mau mengangkat telpon Nicole.

“Aku masih bersama Jonghyun dan Jessica, mana mungkin bisa menjemputmu.” Kata Kibum tegas

“Kau tega sekali honey, pokoknya aku tidak mau tahu kau harus menjemputku titik.” Nicole memutus sambungan telpon mereka berdua.

Kibum menghela nafas pelan “Kenapa?” tanya Jessica

“Nicole memintaku untuk menjemputnya.”  Jawab Kibum

“Lantas tunggu apa lagi? jemput dia.” Ujar Jonghyun

Kibum tersenyum seraya kemudian berdiri dari kursi tempat ia duduk “Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya, nanti aku kesini lagi.” Kata Kibum seraya kemudian berlari meninggalkan tempat mereka. Kibum berlari menyeberang jalan tanpa menengok kanan kiri dan tanpa ia sadari sebuah mobil truck tengah melaju dari arah kiri.

Jonghyun yang melihat itu segera beranjak dari tempat duduknya dan berlari menghampiri Kibum.

“Kibum!!!!”

Kibum menoleh dan belum sempat ia melihat siapa yang memanggilnya ia sudah di dorong cukup keras hingga ia jatuh ke pinggir jalan. Dan sepersekian detik kemudian sudah terdengar suara decitan ban mobil yang  cukup nyaring serta suara benda yang terhantam sesuatu.

“Jonghyun!!!” Teriak Jessica dari sebrang jalan.

Kibum yang mendengar Jessica meneriakkan nama Jonghyun segera bangkit dan berbalik. Dan betapa kakunya tubuh Kibum ketika mendapati Jessica tengah memeluk Jonghyun yang kondisinya sudah bisa di bilang sangat mengenaskan, berlumuran darah.

Mata Kibum memanas dan sesaat kemudian cairan bening itu pun keluar dari pelupuk matanya.

“Jonghyun!!!!!” Teriak Key seraya kemudian berlari menghampiri Jessica dan jasad Jonghyun.

-End Flashback-

“Sica~sshi…” aku memanggil Jessica yang masih duduk di pinggir jendela sambil menangis dengan lembut. Gadis itu Nampak mengusap air matanya dan menoleh kearahku.

“Kibum~sshi.” Ia segera bangkit dari duduknya.

Aku berjalan menghampirinya dan berdiri tepat di depannya. Menyedihkan sekali kondisi gadis ini, matanya yang biasanya memancarkan kebahagiaan sekarang memancarkan kesedihan, matanya sembab. Senyuman manisnya kini telah berubah menjadi senyuman pahit dan ini semua karena aku, karena kesalahanku, karena kecerobohanku.

Aku mengacak rambutnya pelan “Uljima… jangan sedih lagi.” kataku pelan dan sedetik kemudian aku kembali mendengar suara isak tangis gadis itu.

Aku benar-benar tak sanggup mendengar suara tangisnya, itu benar-benar membuatku merasa sangat bersalah padanya. Aku menarik Jessica ke dalam pelukanku, mencoba menenangkannya.

“Ia pergi Kibum~a… Ia pergi meninggalkanku!” racau Jessica di dalam pelukanku. Bisaku rasakan bajuku basah karena terkena air matanya. Mendengar racaun Jessica yang seperti itu hatiku terasa sakit. Aku tak bisa menahannya, aku juga terluka, aku ikut menangis, saat ini kami berdua larut dalam tangis kami.

***

Aku meletakan secangkir coklat hangat di depan Jessica, Jessica mendongak dan tersenyum padaku. “Terimakasih…” katanya tanpan suara, oke bisa kalian bayangkan hanya bibirnya saja yang bergerak namun suaranya tak keluar.

“Minumlah…” kataku

“Ya…” Jessica mengambil cangkir itu dan menyesapnya sedikit

Jessica menatapku sekilas dan kali ini ia menunduk sedih “Maaf, lagi-lagi aku merepotkanmu Kibum~a.” lirih Jessica.

Aku tersenyum kecil, ku pegang kedua sisi wajah Jessica dan mengangkatnya dan kemudian mencubit kedua pipinya “Sudahlah jangan mengatakan maaf lagi, kau tidak memiliki salah apapun padaku.” Kataku. Jessica tersenyum kecil “Terimakasih Kibum~a. Kau memang sahabatku yang baik.” Kata Jessica padaku.

Aku terdiam, sahabat baik? Pantaskah aku di sebut sahabat baik oleh Jessica? Sahabat apa yang membuat sahabatnya sendiri menangis karena membuat orang yang di kasihi sahabatnya pergi, meninggal? Jika seperti itu masih pantaskah aku disebut sahabat?

“Ehm… ya sama-sama.” Kataku pada Jessica, sesaat kemudian kurasakan ponselku berdering. Aku mengambil ponselku dari saku celanaku dan kulihat tertera nama Nicole pada layar ponselku.

“Siapa? Kenapa tidak di angkat?” tanya Jessica

“Ehm… bukan siapa-siapa.” Kataku seraya kemudian mematikan ponselku dan kemudian memasukannya kembali ke dalam saku celanaku.

“Sica bagaimana jika besok kita jalan, siapa tahu dengan jalan-jalan akan membuat suasana hatimu lebih baik.” Ajakku

“Ehm… baiklah, terserah kau saja.”

“Sepertinya sudah sangat malam, aku harus pulang.” Kataku seraya beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu depan.

“Hmmm… baiklah hati-hati di jalan ya.” Kata Jessica

“Ya… sampai jumpa besok. Oh ya jam 9 pagi kau sudah harus siap.” Ujarku mengingatkannya sambil masuk kedalam mobil.

“Ne…” Kata Jessica sambil melambaikan tangan padaku. Aku tersenyum dan kemudian memutar mobilku keluar dari pekarangan rumah Jessica.

Di tengah perjalanan tiba-tiba aku teringat bahwa ada barangku yang ketinggalan di rumahnya, aku memutar balik mobilku dan kembali ke rumah Jessica.

Sesampainya di rumah Jessica, aku segera berlari ke pintu depan rumahnya. Aku mengetuk pintunya beberapa kali tapi tak ada yang membuka pintu, saat aku mendorong handle pintunya, pintu rumah Jessica terbuka dan keadaan dalam rumahnya nampak sepi?

“Kemana Jessica?” tanyaku dalam hati. Aku berjalan menaiki tangga yang menuju lantai dua dan sesampainya di lantai dua, aku mendengar suara isak tangis Jessica lagi. Aku menghela nafas berat, lagi-lagi ia menangis. Aku berjalan menuju kamarnya dan saat aku hendak memegang handle pintu kamarnya tiba-tiba saja aku mendengar Jessica berbicara sendiri, membuatku mengurungkan niatku untuk membuka pintu.

“Tuhan… aku ingin kau kembalikan waktu! Kau putar waktu ini! Aku ingin bersama Jonghyun Tuhan! Aku ingin bersamanya! Ku mohon Tuhan aku ingin bersamanya!” jerit Jessica. Aku bersandar pada pintu kamar Jessica dan menangis dalam diam, aku benar-benar tahu perasaannya, aku tahu ia merasa sangat sakit sekarang. “I need Time machine Good!!” pekik Jessica . Time machine? Mesin waktu? Hmmm… mesin waktu… Profesor Kang , aku segera berlari dari depan kamar Jessica ke lantai bawah.

***

“Apa?! Kau mau memakai mesin waktu itu?” tanya Profesor Kang setelah mendengar penuturanku

“Iya Profesor, aku benar-benar sangat membutuhkannya. Seseorang harus kembali ke masa lalunya.” Jawabku dengan sedikit member penjelasan.

“Hmmm… baiklah aku akan mengijinkanmu untuk memakai mesin waktu itu. Tapi kenapa kau mau membantu orang itu untuk  kembali ke masa lalunya?” tanya Profesor Kang padaku

Aku tersenyum pahit dan menunduk sambil memulai ceritaku “Karena aku adalah orang yang membuatnya kehilangan kebahagiaannya di masa lalu, karena akulah hidupnya terasa kacau professor.” Tutur ku pada Profesor Kang

Profesor Kang tersenyum simpatik seraya kemudian memegang pundakku “Aku bisa mengerti itu. Baiklah besok jam 2 atau jam 3 siang kau bawa orang itu kemari, aku akan membawanya pada masa lalunya.” Kata Profesor Kang

“Benarkah Profesor? Ehm tapi apakah jika ia kembali ke masa lalu orang yang telah mati akan bisa hidup lagi?” tanyaku

“Ya tentu saja, orang yang ia cintai pun pasti akan hidup kembali ya meskipun mereka akan mati lagi seperti takdir mereka.” Jelas Profesor Kang

“Oh begitu ya.”

“Ya…”

“Kalau begitu aku permisi dulu professor. Besok aku akan kembali lagi.”

(End Of Key Pov)

(Jessica Pov)

09.00 KST

Ting…tong..

Terdengar suara bel rumahku berbunyi , aku yakin itu pasti Kibum. Aku sedikit menebalkan bedakku untuk menutupi mataku yang agak bengkak gara-gara menangis semalaman tadi. Setelah selesai berdandan aku mengambil tasku dan kemudian keluar dari kamar untuk membukakan pintu rumah.

“Kau sudah siap?” tanya Kibum saat aku baru saja membuka pintu rumahku

“Ya aku sudah siap. Ayo kita berangkat.” Kataku seraya mengunci pintu rumah dan berlari memasuki mobil Kibum

Di dalam mobil aku dan Kibum tidak banyak bicara, hanya membicarakan kemana kami akan pergi.

“Jadi kemana kita akan pergi?” tanyaku pada Kibum

“Taman bermain…” jawab Kibum

“Kenapa ke taman bermain ? seperti anak kecil saja.” Kataku seraya memanyunkan bibirku

“Hahaha anggap saja taman bermain itu sebagai tempat kita untuk menghilangkan penat dan tempat untuk kita bermain ria.” Kata Jonghyun

“Ya baiklah… terserah kau saja.” Kataku , mendengar jawabanku itu Jonghyun hanya tertawa kecil.

Eh Jonghyun? Aku menoleh ke sampingku, di sebelahku adalah Kibum tapi kenapa tadi aku seolah bicara dengan Jonghyun? Oh Tuhan, kenapa? Aku benar-benar ingin menangis tapi aku takut jika aku menangis Kibum akan semakin mengkhawatirkanku.

“Kita sudah sampai di Lotte, ayo turun. Kita habiskan waktu kita disini.” Seru Kibum riang. Kibum turun dari mobilnya dan membukakan pintu untukku , dan ia kemudian menarikku ke tempat-tempat permainan yang seru menurutnya. Dan kamipun bermain-main sampai lupa dengan waktu.

***

“Apakah tadi itu menyenangkan?” tanya Kibum dan aku hanya menjawanya dengan sebuah anggukan pelan .

“Oh iya apa kau mau makan es krim?” tanya Kibum , aku mendongak dan tersenyum padanya.

“Tentu saja. Aku mau rasa Chocolate Strawberry.” Kataku pada Kibum

“Baiklah kalau begitu kau tunggu disini dulu ya, aku mau membeli es krim disana dulu ya.” Kibum kemudian pergi meninggalakanku sendiri untuk mencari ice cream.

Sambil meunggu Kibum kembali aku memutuskan untuk duduk di salah satu bangku panjang yang ada di dekat kolam air mancur yang ada di lotte.

(End Jessica Pov)
(Author Pov)

“Nicole itu Kibum kan? Dengan siapa dia?” kata Seungyeon seraya menunjuk ke arah Kibum dan seorang gadis yang tak lain adalah Jessica.

“Iya itu benar Kibum , itu sepertinya Jessia.” Batin Nicole

“Seungyeon~a kau tunggu disini sebentar. Aku mau kesana dulu.” Nicole kemudian meninggalkan sahabatnya sendirian dan menghampiri Jessica.

“Kau disini Jessica~sshi? Dengan siapa? Bukankah kau sudah tak memiliki kekasih? Bukankah Kim Jonghyun sudah meninggal sudah tiada? Siapa yang menemanimu kesini?” tanya Nicole tanpa henti dan tanpa membiarkan Jessica untuk menjawab semua pertanyaannya satu persatu.

Jessica menunduk , ingin rasanya ia menangis tapi ia tetap harus bersabar. Ia akui hatinya sangat sakit ketika mendengar Nicole mengatakan bahwa Jonghyun telah meninggal telah pergi.

“Kau kesini bersama Kibum kan.” Kata Nicole dengan nada sinis. Jessica mendongak dan menatap Nicole dengan tatapn sendu seraya kemudian mengangguk pelan.

“Dasar perebut kekasih orang!!!” Bentak Nicole “Kekasihmu baru meninggal beberapa minggu yang lalu , kau langsung mencari penggantinya! Dan parahnya lagi pengganti seorang Kim Jonghyun adalah sahabatnya sendiri! Bejat sekali kau Jessica Jung!!” pekik Nicole.

Jessica mencengkram bangku panjang itu, ia tak kuasa menhan tangisnya dan air matanya pun akhirnya luruh begitu saja.

Nicole mendecak pelan, seraya menatap Jessica dengan penuh kebencian.

“Dasar wanita murahan!!” pekik Nicole seraya hendak melayangkan tangannya ke wajah Jessica, namun seketika itu pula ada sebuah tangan yang berhasil menahan pergerakan tangannya.

“Jangan sentuh Jessica!” kata Kibum tegas

“Honey…” gumam Nicole

“Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apalagi. Aku sangat kecewa dengan sikapmu barusan.” Kata Kibum

“Honey… maaf tapi aku…”

“Sudahlah Nicole, kau jadi wanita terlalu egois. Kau hanya mementingkan kepentingan dirimu sendiri, kau tidak pernah mau memikirkan orang lain dan juga aku.” Ujar Kibum kecewa “Dan lagi, Jessica tidak pernah merebutku dari mu. Ingat itu! Sekarang lebih baik kau enyah dari sini.” Bentak Kibum

Mata Nicole berkaca , gadis itu benar-benar tak dapat mengontrol emosinya dan segera saja ia melayangkan sebuah tamparan keras di pipi kiri Kibum “Dasar laki-laki bajingan.” Pekik Nicole seraya pergi meninggalkan Kibum.

“Gwenchana?” tanya Jessica seraya memegang pipi sebelah kiri Kibum

“Tenanglah, aku tidak apa. Ini es krimmu.” Kata Kibum meyakinkan sambil memberikan es krim tersebut pada Jessica. “Gomawo.” Ucap Jessica “Ne cheonmaneyo. Oh ya nanti aku mau mengajakmu ke suatu tempat.” Ujar Kibum “Kemana?” tanya Jessica “Nanti juga kau tahu.”

***

“Jessica ini adalah rumah Profesor Kang , professor Kang ini memiliki mesin waktu yang bisa membawa kita ke masa lalu.” Kata Kibum pada Jessica

“Hah? Lalu kenapa kau membawa ku kesini? Apa hubungannya denganku?” tanya Jessica tak percaya

“Aku yakin sekali Sica, dalam benakmu ada keinginan untuk bertemu sekali lagi dengan Jonghyun kan? Maka dari itu aku membawamu kesini, aku ingin mengembalikanmu pada masa lalu.” Jelas Kibum

“Tapi…”

“Sudahlah ayo ikut saja.” Kibum menarik Jessica masuk ke dalam ruangan professor Kang.

“Hi Kibum… kau sudah datang?” tanya professor Kang

“Ne professor… Oh iya ini Jessica, dia adalah gadis yang mau kembali ke masa lalunya.” Kata Kibum

“Ah baiklah kalau begitu , biar kita tidak banyak membuang waktu lebih baik kita lakukan sekarang dan kau bantu dia menyiapkan dirinya di dalam ruang mesin waktu itu.” Perintah professor Kang

“Baik professor.” Kibum mengangguk seraya menarik Jessica mendekat ke mesin waktu itu.

“Kibum tapi aku tidak ingin…”

“Sssssttt…” Kibum meletakan jari telunjuknya tepat di tengah bibir Jessica “Aku tahu kau menginginkannya. Lebih baik kau sekarang siapkan dirimu.” Kata Kibum seraya membantu Jessica menyiapkan dirinya.

“Apakah sudah siap?” tanya professor Kang

“Sudah.” Jawab Kibum , nampak jelas mata Jessica yang berkaca dan sesaat kemudian Jessica meneteskan air matanya. Kibum berbalik, laki-laki itu tak mampu untuk menunjukan kesedihannya di hadapan Jessica.

“Hana…ddeul…sset…” sebuah cahaya terang keluar dari dalam mesin waktu tersebut. Bersamaan dengan itu pula air mata Kibum jatuh dan juga ada seseorang yang memeluk Kibum dari belakang.

Kibum terhenyak, ia berbalik kebelakang dan dilihatnya Jessica masih ada pada masa ini, masa atau tahun 2011.

“Aku tidak mau kembali ke masa lalu.” Lirih Jessica dengan air mata yang sudah mengalir deras sejak tadi

“Kenapa?” tanya Kibum

“Karena meski aku kembali ke masa lalu, aku tetap tidak akan bisa menentang takdir yang sudah di takdirkan untukku dan Jonghyun, yaitu berpisah.” Jawab Jessica

Kibum tersenyum seraya kemudian memeluk Jessica erat.

“Kau tahu? aku lebih senang menjalani hidupku yang sekarang dan menjalani hidup terus kemasa depan, dari pada harus berjalan mundur ke masa lalu.” Bisik Jessica

FIN~

Advertisements

4 responses to “[Oneshot] Time Machine

  1. keren ^^
    bakal ada lanjutan’a ga ?

    pengen tau kelanjutan’a key sm jessica’a pacaran ga ?

  2. suka suka suka..aku suka ama kt2 pas di endinya bahwa kt harus hidup untuk masa dpn dr pd harus mundur dgn masa lalu..

  3. as always, baca 2x tetep tersentuh sama cerita disni..
    apa bakal ad sekuelny, ya misalnya sica jd kekasih seorang kim kibum? hohoho

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s