(Ficlet) Time Machine

Tittle : Time Machine

Author : Little Fairy

Cast :

  • Kim Kibum / Lisley
  • Jessica Jung / Joy

Genre : Fantasy , Romance

Rating : PG+13

Length : Ficlet

Backsound : IU – You And I

Disclaimer : I don’t own Key, he’s belongs to SHINee, he’s parents and SMent. I do own the story, that belongs to my imagination, thats right.. this ff is pure from my imagination and little bit inspired from you and i mv…

 

A/N : Saya kembali setelah beberapa bulan gak menulis fanfiction,sejujurnya selama ini saya fakum karena lagi males dan jujur gak ada inspirasi sama sekali untuk bikin ff haha 😀 ,, Well , Setelah beberapa bulan akhirnya sayapun mendapat ide gaje yang kemudian saya curahkan kedalam fanfiction berjudul  “Time Machine'” ini , maaf banget kalo fanfictionnya rada gaje :). Tolong berikan komentar dan masukannya ya,, dan mian kalo fanfic ini ada banyak typo atau kata-katanya kurang enak di baca ^^v

 

***

 

Time Machine

Written By Little Fairy

 

***

 

France, January 1701

 

“Joy!! Joy!! attendre (Tunggu) !  teriak Lisle , anak laki-laki itu masih mengejar gadis yang berlari menjauhinya.

Joy berhenti dan berbalik, mata gadis itu terlihat berkaca da n sesaat kemudian mengeluarkan air mata , Lisle terkejut melihat Joy menangis ia lantas mendekati Joy.

Vous Pourquio Joy? (Kamu kenapa Joy?)” Tanya Lisle 

“Lisle me pardoner (Lisle maafkan aku)” lirih Joy , gadis itu menunduk dalam 

“Untuk apa Joy?” Tanya Lisle tak mengerti

“Ibu melarangku untuk bermain denganmu Lisle…” lirih Joy

“Pourquoi? (Kenapa?)” Tanya Lisle

“Aku tak dapat memberitahukan kenapa, karena aku takut itu akan menyakitimu…” Jawab Joy sambil terisak.

“Jika kau tak memberitahuku, biarkan aku sendiri yang mencari jawabannya.” Kata Lisle dan Joy hanya diam tanpa merespon perkataan Lisle barusan

“Ibumu melarangmu bermain denganku karena aku bukan dari keluarga bangsawan sepertimu kan Joy?” Tanya Lisle , Joy terdiam dan hanya mampu menatap Lisle dengan tatapan berkaca.

“Me pardoner (maafkan aku)…” Isak Joy seraya berbalik dan berlari menjauhi Lisle

Lisle memandang punggung Joy yang makin menjauh, tanpa ia sadari matanya mengeluarkan cairan bening yang kini telah mengalir di pipinya.

“Joy…” gumamnya.

 

***

 

Lisle memegang handle pintu rumahnya, ia membuka pintu namun baru sekian detik ia sudah menutup pintu lagi. Lisle berbalik dan menyandarkan tubuhnya pada pintu rumahnya.

Lagi-lagi  mata Lisle mengeluarkan air mata, ia merasa sudah lelah dengan kehidupannya. Memiliki keluarga yang tak bahagia, terpaksa di jauhi teman-temannya yang berasal dari keluarga bangsawan, serta memiliki kehidupan yang sulit. Lisley ingin sekali pergi ke dimensi waktu yang lain dengan jati diri yang lain.

Lisley berlari ke halaman belakang rumahnya dan sesampainya di halaman belakang rumahnya ia masih mendengar suara ribut-ribut ayah dan ibunya, Lisley menggelengkan kepalanya mencoba tak peduli anak itu kemudian berlari masuk ke dalam gudang .

Di dalam gudang ini terlihat banyak sekali alat-alat dan mesin-mesin yang tertutupi oleh debu karena lama sekali tidak di pakai. Lisley melihat sebuah benda yang cukup besar seperti ‘Telephone Box’. Karena penasaran Lisley berjalan mendekat, ia kemudian menarik pegangan pintu box tersebut dan…

“Uhuk… uhuk…” Lisley terbatuk karena banyaknya debu yang keluar saat ia membuka pintu box tersebut.

‘Sudah berapa lama box ini tak di pakai…?’ batin Lisley.

Lisley sedikit tercengang ketika melihat apa yang ada di dalam box ini “Astaga!” ucapnya tak percaya “Ini seperti, ini benar-benar seperti alat yang akan membawaku ke dimensi  lain.” Katanya fantastis.

Lisley kemudian mencoba mesin-mesin untuk menggunakan box itu tapi tak ada satupun alatnya yang berfungsi. “Sepertinya banyak alat-alat yang sudah rusak. Jika aku ingin menggunakannya berarti aku harus memperbaiki box ini terlebih dahulu.” Pikir Lisley.

Lisley berlari keluar dari gudang dan berlari  masuk ke dalam rumahnya melalui pintu belakang, saat di dalam rumah ia kembali mendenga suara ayah ibunya yang bertengkar hebat, namun sekali lagi Lisley tak memperdulikannya. Ia mengambil sebuah kotak berukuran cukup besar dan kemudian keluar dari rumah.

Lisley membuka pintu box besar itu dan mulai mengotak-atik mesin-mesin dalam box tersebut…

 

***

Beberapa hari kemudian

 

Lisley mengusap dahinya dan tersenyum puas “Ruang waktuku…” gumamnya. Tiba-tiba saja Lisley teringat pada Joy , sudah beberapa hari ini ia tak bertemu dengan Joy karena sibuk memperbaiki box yang sekarang ia beri nama ‘Ruang Waktu’

“Sebelum aku pergi aku harus menemui Joy dulu…” Gumam Lisley .

Lisley kemudian berlari keluar dari gudang.

 

***

 

Lisley duduk di salah satu yang ada di Taman bermain tempat biasanya ia bertemu dengan Joy. Biasanya jam segini Joy ada disini, tapi Lisley belum melihat batang hidung Joy sampai sekarang.

Sesaat kemudian Lisley melihat sosok Joy dari jauh, Lisley berdiri dan memanggil Joy “Joy!!!” teriak Lisley

Joy menoleh dan tersenyum pada Lisley. Joy menengok ke samping dan belakang sebelum akhirnya ia menghampiri Lisley.

“Lama tak bertemu..” kata Joy pelan “Ya…” Lisley tersenyum

“Maaf Lisley aku tak bisa lama-lama disini, aku takut pembantuku curiga.” Lirih Joy

“Aku hanya mau bilang padamu bahwa aku akan pergi.” Kata Lisley

Joy mendongak dan menatap Lisley sendu “Pergi kemana?”  Tanya Joy

“Entahlah, aku juga tak tahu akan pergi kemana.” Jawab Lisley

Lisley aku tidak sedang bercanda, jawab dengan serius. Tidak mungkin kau tak tahu akan pergi kemana.” Sungut Joy

“Aku serius, aku juga tidak tahu akan pergi kemana. Hmmm… sepertinya aku harus pergi Joy.” ujar Lisley

“Lisley…”

Lisley memegang kedua pundak Joy dan menatapnya lekat-lekat “Yang harus kau ingat adalah, jika kita bertemu lagi nanti maka kau harus menyebut namaku…” kata Lisley dan Lisley mencium kening Joy.

Lisley kemudian berlari meninggalkan Joy “Lisley!! Lisley!! Ne pas aller encore !! (Jangan pergi dulu !)” teriak Joy , tapi percuama saja ia berteriak karena Lisley tetap berlari tak menghiraukannya.

pourquoi as-tu aller? Est-ce parce que ma mère ne me laissait pas être amis avec vous? Désolé Lisley (Kenapa kamu pergi ? apa karena ibuku tidak mengizinkanku berteman denganmu ? maafkan aku Lisley)” Batin Joy sambil menangis.

 

***

 

Lisley masuk ke dalam ruang waktunya dan menutup pintu ruang waktu itu. Ia mulai mengacak-acak angka-angka di dalam sebuah mesin dan setelah selesai pelan-pelan box yang ia sebut ruang waktu itu berputar dengan pelan dan lama kelamaan putarannya menjadi semakin cepat. Lisley meringkuk di pojok box sambil memeluk lututnya, disaat box masih berputar tiba-tiba Lisley mendengar suara ibunya yang tengah memanggilnya.

“Lisley!! Apa kau ada di dalam gudang?” teriak ibunya

“Astaga…!” pekik Lisley “Ayo! Bergeraklah lebih cepat! Lebih cepat!” batin Lisley seraya mengepal telapak tangannya kuat-kuat. Lisley melirik jarum Jam yang ada di dalam box tersebut, putaran jarum jam itu sama cepatnya dengan putaran box dan saat suara ibu Lisley terdengar makin dekat, Lisley langsung menutup matanya dan…

 

***

 

 

Seoul, November 2011  

 

“Kibum, Ireona!” teriak Oemmanya dari luar pintu

Kibum menggeliat malas di atas tempat tidurnya dan bangun dari tidurnya “Ye…” sahutnya malas-malasan. Kibum mengambil kaosnya yang tergeletak di lantai dan memakainya, ia lantas keluar dari dalam kamarnya.

Kibum berjalan menuju dapur dan melihat ibunya sedang memasak makanan ,  ayah dan kakaknya Jonghyunpun  sudah berada di meja makan dalam keadaan rapih.

“Kibum~a jika kau mau makan mandi dulu!!” teriak Ibunya “Ne oemma…” sahut Kibum seraya memanyunkan bibirnya, Kibum berbalik dan masuk ke dalam kamarnya lagi untuk mandi.

 

***

 

“Aku berangkat!!” Teriak Kibum seraya berjalan menuju pintu rumahnya

“Sarapan dulu Kibum!!!!” teriak Sang ibu

“Tidak… aku sarapan di kampus saja!!!” sahut Kibum seraya kemudian berlari keluar dari rumah.

***

 

“Kibum!!!” Teriak Yujin , gadis itu berlari mengejar Kibum “Apa?” Tanya Kibum seraya berbalik menghadap Yujin

“Aku mau mengenalkanmu pada seseorang…” ucapnya

“Nugu? (Siapa?)” Tanya Kibum “Makanya ayo ikut aku, akan ku kenalkan kau dengannya.” Ujar Yujin , Yujin menarik Kibum ke taman yang ada di kampus mereka.

“Kenapa ke taman?” Tanya Kibum “Diamlah kau!” sungut Yujin “Jessica!!!” teriak Yujin, sesaat kemudian Nampak seorang gadis berlari pelan menghampiri mereka berdua. Gadis itu berambut hitam panjang sepunggung, kulitnya putih mulus bersinar, wajahnya cantik menawan , penampilannyapun terlihat sangat anggun dan enak di lihat. Kibum tercengang melihat kecantikan gadis itu.

“Ah annyeonghaseyo…” Jessica membungkuk 90 derajat pada Kibum “Ah ne annyeonghaseyo…” Kibum membungkukkan badannya dan tersenyum pada Jessica. Jessica menatap Kibum lama dan sesaat kemudian tanpa terasa bibirnya menggumam dengan sangat pelan “Lisle…” gumamnya tanpa sadar begitu juga sebaliknya dengan Kibum “Joy…” , Yujin yang melihat keduanya terdiam langsung menyadarkan mereka berdua “Hey! Kalian berdua kenapa?” Tanya Yujin “Ah aniyo…” kata Kibum  sambil menggeleng pelan . “Ehm… bagaimana jika kita ke kantin?” usul Yujin “Ah ayo…” ujar Jessica kikuk “Ehm iya ayo…” Kibumkemudian berjalan duluan menuju kantin di ikuti Jessica dan Yujin di belakangnya.

“Joy …” gumam  Kibum sambil tersenyum-senyum sendiri. “Kita bertemu lagi…” sambungnya seraya meloncat girang tanpa sadar, sedangkan Yujin dan Jessica serta orang-orang yang melihat tingkah Key hanya bisa menganga ataupun memutar mata mereka.

Fin

 

 

 

“In time all things grow old and weak, but my love for you only grows strong and better with every second of every day.”

 

– Unknown

Advertisements

5 responses to “(Ficlet) Time Machine

  1. itu bahasa apa ? perancis kah ?

    wow time machine 🙂
    tp aku agak bingung deh itu si key pas pake mesin waktu’a jd ke masa depan atw gimana ?

    sorry yah banyak nanya . tp keren kok keren 🙂

    • iya hhe…
      ehm ini emg ceritanya agak geje kkkk~
      kalau mau yg udah agak normalan ke time machine yg terbaru aja… udah di remake 🙂

  2. ff ini pernah di post di ffindo ya? soalnya pernah baca..hehehe
    suka deh sama ceritanya walau sedikit membingungkan pdhl uda baca sblmnya >.<

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s