Can You Hear Me? (Voice Of My Heart)

 

Can You Hear Me?! (Voice Of My Heart)

Written By Little Fairy

 

(Voice Of My Heart)

‘Bodoh! Kau adalah laki-laki terbodoh yang pernah ku kenal di dunia! Kau buta! Kau adalah laki-laki terbuta yang pernah ku kenal!’

‘Pada kenyataannya mungkin kau memang pintar! Tapi bagiku kau begitu bodoh! Kenapa? Karena kau tidak pernah tahu akan perasaanku yang sesungguhnya padamu!’

‘Pada kenyataannya kau tidak buta bahkan kedua bola matamu masih sangat-sangat sempurna dan masih dapat melihat semua yang ada di sekitarmu dengan jelas! Tapi bagiku kau buta! Karena kau tidap pernah melihat ataupun menyadari keberadaanku, aku yang mencintaimu yang ada di dekatmu, kau tak pernah melihat ku!!’

‘Penyesalan terdalam karena mengenalmu! Rasa sesal ini bukan hanya karena telah mengenalmu tapi juga rasa sesal karena telah mencintaimu!’

‘Seberapa lama aku mencintaimu, selama itu juga kau tidak pernah tahu perasaanku!’

‘Sebenarnya bukan hanya kau yang dapat di katakan bodoh tapi aku juga! Aku juga bodoh! Bodoh karena tak pernah mengakui perasaanku ini padamu, bodoh karena lebih memilih menyimpannya di hatiku dan bodoh karena aku hanya mengizinkan aku dan Tuhanlah yang tahu tentang perasaan ini dan besarnya!’

‘Tapi untuk apa juga aku memberitahumu? Toh kau juga tidak mau tahu akan itu! Jika kau mau tahu pasti dari dulu kau sudah mengetahui tentang perasaanku ini!’

‘Lelah! Sebenarnya aku sudah lelah dengan semua ini! Aku lelah menunggumu menyadari perasaanku yang sesungguhnya! Lelah menunggumu menyatakan cinta padaku! Lelah dan lelah!’

‘Ingin melupakanmu, tapi apakah aku sanggup dan bisa?’

‘kurasa tidak! Aku tidak sanggup dan akupun tidak bisa! Jika aku bisa, mungkin sudah sejak dulu aku melupakanmu dan jika aku bisa saat inipun aku tidak perlu menjerit dalam hati seperti ini!’

‘Bisakah aku meminta pada Tuhan agar ia menghapus semua perasaan di hatiku terhadap laki-laki itu? Atau bisakah aku meminta pada Tuhan agar ia membuat laki-laki itu mendengar suara hatiku yang menjerit,merintih kesakitan ini? Bisakah?!’

‘Ini mungkin terlalu bodoh dan terlalu kekanak-kanakan! Tapi apa mau di kata, ini sudah garisku! Memiliki kehidupan yang sangat bodoh,mengenal dan mencintai orang bodoh dan hidup dengan sangat kekanak-kanakan!’

 

***

Tatapan cinta itu? Bisakah aku mendapatkannya juga darimu? Bisakah?

Rayuan itu? Bisakah aku mendapatkannya juga darimu? Bisakah?

Aku melangkah mendekati Key dan Nicole, sebenarnya kaki ini sudah terasa sangat kaku saat hendak melangkah mendekati mereka tapi aku harus tetap mendekat ke sana agar mereka tidak berfikir yang macam-macam tentangku!

“mana yang akan kau pilih? Yes or no?” tanya Key pada Nicole

“Emmmm… maybe… Yes…” jawab Nicole sambil memarkan senyum manisnya

“Karena kau memilih yes, jadi semua pertanyaan yang ku ajukan padamu harus kau jawab yes okay?” kata Key dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh Nicole

“Okay…”

“Hmmm… baiklah, Nicole apa aku laki-laki yang tampan?” tanya Key

“Ya…”

“Apa aku laki-laki yang baik?”

“Ya…”

“Apa aku laki-laki yang pintar?”

“Ya…”

“Apa aku laki-laki dengan tipe idealmu?”

“Ya…”

“Apa kau mencintaiku?”

“Ya…”

“Apa kau mau jadi kekasihku?”

“Key!!” seru Nicole terkejut

“Aku serius. Apa kau mau jadi kekasihku?” ulang Key sekali lagi, dan kulihat Nicole mengangguk.

“Ya…” jawab Nicole malu-malu

“Okay… kalau begitu mulai sekarang kita resmi menjadi sepasang kekasih!” seru Key seraya merangkul tangan Nicole.

Melihat dan mendengar itu, entah kenapa seluruh tubuhku jadi terasa sangat-sangat lemas. Untuk berdiripun rasanya tak sanggup, hingga akupun hampir terjatuh namun Key dan Nicole yang menyadari keberadaanku segera membantuku.

“Gwenchana?” tanya Nicole dengan agak khawatir

“Gwe…gwenchana…” kataku terbata

Entah kenapa! Mendengar suara Nicole aku merasa seperti telah dikhianati dan disakiti! Hatiku serasa di iris dengan pisau tajam yang ujungnya di lumuri dengan air jeruk nipis, terasa sangat perih! Kalian bisa bayangkan itu sendiri!

“Kami berdua punya kabar bahagia!” celetuk Key yang membuat ku makin merasa sakit.

“A-apa?” tanyaku pura-pura tak tahu

‘Kumohon! Jangan katakan!’ jeritku dalam hati

“Aku dan Nicole sud…”

“Aigo…perutku!!” aku pura-pura merintih sambil memegangi perutku

“Kau kenapa Sun?” tanya Nicole khawatir, ‘Lagi-lagi Nicole yang mengkhawatirkanku! Key?! Kenapa dia tidak mengkhawatirkanku sama sekali?! Ah ya , aku baru ingat kalau Key itu tidak pernah mau tahu tentangku!’

“Entah… perutku terasa sangat sakit, aku sepertinya harus segera pergi ke uks.” Kataku beralasan seraya kemudian berlari meninggalkan Key dan Nicole.

 

***

 

Tetes demi tetes air mataku jatuh mengalir di pipiku, air mata yang sudah tak dapat terbendung dan di bendung lagi olehku. Air mata yang tercipta karena rasa sakit yang menggrayangi hatiku! Sakit yang sepertinya sangat sulit untuk di obati!

Sambil berlari sambil menyeka air mata, lariku perlahan mulai melamban dan kini aku sudah berjalan di koridor kampus dan tak berlari lagi.

Aku berjalan memasuki toilet wanita dan menatap wajahku pada cermin wastafel.

‘Cantik memang! Tapi nampak begitu menyedihkan!’ batinku

Aku menatap pantulan wajahku di cermin dengan sangat miris!

Menyedihkan! Seorang Park Sun Hye nampak seperti wanita malang hanya karena seorang Kim Kibum!! Patut untuk ditertawakan! Tertawalah sepuasnya jika kalian ingin tertawa! Toh kisah hidupku ini memang patut di tertawakan!

 

***

 

‘Suara hati! Bisakah Key mendengar suara hatiku? Bisakah?’

‘Aku mencintaimu Key! Aku menginginkanmu! Bisakah kau mendengarku Key?!’

‘TIDAK’

‘Tidak adalah suatu jawaban yang pasti dariku, ya hanya aku lah yang bisa menjawab karena hanya akulah yang dapat mendengar suara hatiku ini. Key , hahaha laki-laki bodoh itu tidak akan mungkin bisa menjawabnya karena ia tak akan pernah bisa mendengarnya!’

“Hahahaha…” aku tertawa miris saat menatap foto Key yang terdapat di dalam album photoku.

Jujur! Aku lelah menjerit dalam hati! Aku ingin ungkapkan ini semuanya! Aku ingin mengatakan semuanya langsung! Aku ingin mengeluarkan semua jeritan hatiku yang selama ini ku pendam!.

 

***

 

Hari ini aku kuliah sore dan pulangnya memang agak malam! Aku kuliah sore sejujurnya karena ingin menghindari Nicole dan Key. Jujur aku benci jika melihat mereka berdua! Benci sekali!

Aku keluar dari ruang kelasku dan berjalan menyusuri koridor kampus, nampak sekali langit malam tengah di selimuti oleh awan mendung, petirpun telah menjadi music mengerikan yang mengiringi langkahku.

Aku keluar dari pekarangan kampus dan segera berlari menuju halte. Aku duduk sendirian di halte untuk menunggu bus yang berhenti, tapi hampir setengah jam aku duduk tidak ada satupun bus yang lewat dan saat aku memutuskan untuk jalan tiba-tiba hujan turun! Benar-benar menyebalkan!

Aku terpaksa menunggu di halte sendirian, di tengah malam yang mencekam, di temani oleh alunan music yang mengalun dari rintik air hujan dari suara petir yang menggelegar.

Tiba-tiba kulihat seseorang berlari menuju halte dan dalam seketika rasa takutku semakin menjadi dan akupun makin was-was tapi setelah orang itu berada di Halte ternyata orang itu adalah Key, rasa takutkupun dalam sekejap langsung hilang bak di telan ombak tsunami.

“Sun, sedang apa kau malam-malam begini berada di halte sendirian?” tanya Key

“Aku sedang menunggu bus.” Jawabku apa adanya

“Oooh…” Key membulatkan mulutnya

“Kau dari mana Key?” tanyaku

“Aku baru saja pulang dari rumah Nicole.” Jawab Key yang langsung membuatku diam seribu bahasa.

“Oh..” aku bergumam kecil

“Sun…” Key memanggil namaku pelan

“Apa?” tanyaku

“Boleh aku berkata jujur?” tanya Key hati-hati

“Hmmm…”

“Kau berubah…”

“berubah? Apanya yang berubah? Berubah jadi power ranger? Hahaha…” candaku garing

“Ani… aku serius Sun, kau berubah. Kau bukan Sun yang kukenal dulu.” Kata Key.

Spontan saja, perkataan Key barusan itu benar-benar membuatku tak dapat berkata-kata apa-apa, dan kata-katanya barusan itu membuatku berpikir ‘memang benar apa yang dia katakan, aku berubah.’

“Berubah? Dari segi mana?” tanyaku

“Dari segala sisi, Sun yang dulu ku kenal selalu nampak ceria tapi sekarang keceriaan itu sepertinya sudah hilang. Dan masih banyak lagi perubahan dalam dirimu.” Ungkap Key

‘Hahaha… aku berubah juga karenamu Key! Karenamu! Apa kau tahu itu?! Tidak kan?! Sh*t!’

“Boleh aku tahu sesuatu Sun?” tanya Key

“Apa?” tanyaku datar

“Kenapa kau berubah.”

Jder… tiba-tiba saja mulutku ini terasa seperti di plester lakban! Seperti terkunci, tak dapat mengeluarkan sepatah katapun, lidahpun terasa sangat-sangat kelu.

“Sun!” panggil Key menyadarkanku

Aku menghela nafas pelan dan menatapnya tajam.

“Kau benar ingin tahu?” tanyaku pelan dengan menatap key tajam.

Kulihat Key mengangguk pasti dan lagi-lagi aku menghela nafas sebelum aku mulai bicara.

“Kau!” kataku singkat

“Aku?” Key menunjuk dirinya sendiri

“Ya! Kau…” ulangku

“Tapi apa masalahmu denganku hingga kau berubah seperti itu?” tanya Key bingung

“Karena kau aku jadi kehilangan senyumku! Karena kau aku jadi kehilangan keceriaanku! Karena kau aku jadi merasakan sakit yang teramat sangat! Karena kau aku jadi ingin menjadi orang lain! Karena kau…”

“Berikan alasan yang jelas…” potong Key

“KARENA AKU MENCINTAIMU!” Pekikku dengan suara tertahan sambil masih menatap Key tajam, kulihat mata Key memancarkan sebuah tatapan keraguan.

“Karena aku mencintaimu, tapi sebaliknya kau tidak mencintaiku! Tahu kau tak mencintaiku membuatku kecewa,putus asa,sedih,gelisah,galau,sakit , perih dan seperti tak memiliki semangat hidup!” kataku “Aku mungkin bodoh! Bodoh karena mencintai orang yang jelas tak mencintaiku! Tapi kau lebih bodoh karena kau tidak pernah tahu dan menyadari perasaanku.” Kataku dengan volume suara yang mulai memelan, hatiku sudah kalut, aku sudah tak kuasa menahan tangis.

Air mataku luruh begitu saja bersamaan dengan saat aku mendengar sebuah kalimat pendek dari Key.

“Mian… aku tidak pernah tahu tentang itu.” Kata Key

Ya! Kau memang tidak pernah tahu Key! Dan seperti yang ku katakan sebelum-sebelumnya kau tidak pernah tahu dan tidak pernah mau tahu.

“Kau memang tidak pernah mengetahuinya.” Lirihku

“Sun…”

“Kau juga tidak pernah peduli akan itu, aku mengatakan perasaanku padamu pun percuma maka aku memilih diam dan menunggumu sadar dengan sendirinya, tapi ternyata menunggu malah makin membuatku merasakan sakit terlebih…ish sudahlah.” Aku menyudahi perkataanku

“Sun…”

“Kau boleh mentertawakan aku sepuasnya Key! Aku ini memang seperti orang bodoh dan seperti anak kecil!” teriakku

“Sun…!!” teriak Key dan bersamaan dengan itu kurasakan tangan hangatnya melingkar di pinggangku.

“Mianhae Sun…Mianhae Sun Hye~ah… ini memang salahku, ini memang salahku. Mianhae… aku memang terlalu bodoh!”

Aku memegang pergelangan tangan Key dan melepaskan tangannya itu dari pinggangku perlahan-lahan. Aku berbalik dan menatap Key dalam.

“Tidak perlu ada yang di maafkan Key, kau tidak salah! Akulah yang salah.” Lirihku

“Tapi…”

“Sssstt…” kuletakan jari telunjukku tepat di tengah bibir Key

“Jangan bicara apa-apalagi.” Ujarku

“Sun…” Key menatapku tajam seraya mencengkram lenganku dan kemudian mencium keningku, dan di saat itu juga air mataku kembali luruh.

 

‘Setidaknya ia sudah dapat mendengar suara hatiku ini! Jeritan hati ini! Itu semua sudah lebih dari baik! Ketimbang ia tidak tahu sama sekali. Meski ia tak bisa jadi milikku setidaknya aku sudah mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada dirinya.!

 

Fin

 

 

Advertisements

4 responses to “Can You Hear Me? (Voice Of My Heart)

  1. omoo,tmbh bkin galau ne ff,hehehe
    Endingna kok key gag ama sun sich?kirain key jg suka

    • jincayo??
      hmmm cuma mau bikin ending yang ngegantung + tetap berhawa sad kkkk~
      thx 4 comment 😉

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s