[Oneshot] Mona Lisa

Tittle      : Mona Lisa

Author  : Little Fairy

Cast       : Key (Kim Kibum) , Jessica Jung

Cameo  : Jung Yunho, and other

Genre   : Action, Romance

Rating   : PG+15

Length  : Oneshot

Disclaimer : I don’t own Key,Sica, Yunho and other cast . They’re God’s. They belong to themselves and SM entertainment. I’m just the owner of the story

***

“Mona Lisa”

Written By Little Fairy

 

***

Sebuah mobil lexus dengan cat warna silver mengkilat berhenti tepat di depan sebuah bangunan tua. Seorang namja dengan memakai jas hitam dan kaca mata hitam turun dari mobil itu dan berjalan dengan di dampingi beberapa orang bodyguard di belakangnya. Ia berjalan masuk ke dalam bangunan tua itu.

***

Key mengambil pistolnya dan memasukan beberapa peluru ke dalamnya, ia kemudian menatap ke layar komputer kembali untuk melihat design pistol yang hendak di buatnya.

Tap…tap…tap…

Terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat, Key terkesiap dan segera mengambil pistolnya yang sempat ia letakan di atas meja. Saat ini jari-jarinya dalam keadaan siap untuk menarik pelatuk pistolnya.

“Siapa disana?!” pekik Key

“Siapa disini?” terdengar suara seseorang dengan nada sakarstik tidak jauh dari tempat Key berdiri.

Key menurunkan pistolnya dan bernafas lega. Ia berjalan menghampiri asal suara tersebut dan setelah beberapa langkah ia berjalan ia mendapati sosok namja yang ia kenal saat ini tengah berdiri di hadapannya sambil menyeringai kecil.

“Tch… ada perlu apa kau kesini hyung?” tanya Key sambil berdecak sebal. Yunho kembali menyeringai dan tanpa di perintah terlebih dahulu ia langsung duduk dengan santai di atas sofa , Key kemudian duduk di sofa yang terdapat di hadapan Yunho.

“kau pasti memerlukan bantuan lagi kan hyung? Cepat katakan!” kata Key  dingin

“Hahaha…” Yunho tertawa hambar , lagi-lagi ia kembali menyeringai “Kau tahu saja.” Katanya dengan nada suara yang berubah menjadi serius.

“Cepat katakan!” bentak Key

“Hahaha.. kau tidak pernah beru-“

“Jangan basa-basi, cepat katakan saja butuh bantuan apa kau sekarang?” potong Key dingin

“Ehm…” Yunho berdehem dan merubah posisi duduknya dari menyandar pada punggung sofa menjadi duduk secara tegap.

“Minggu depan keluarga besarku akan mengadakan sebuah pesta besar. Dan yeah itu sangat berbahaya” Tutur Yunho

Key menaikan sebelah alisnya da mengerutkan kening “maksudmu?” tanya Key

“Musuh perusahaan keluargaku,mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan chip berisi design produk terbaru perusahaan keluargaku.” Jelasnya

“Lalu kenapa bisa jadi nyawa adikmu yang terancam?” tanya Key dingin

“Hahaha…” lagi-lagi Yunho memperdengarkan tawa hambar.

“Kau tahu?” tanya Yunho

“Tidak.” Jawab Key santai

“Ish… harusnya aku tahu kau akan menjawab seperti itu. Baiklah pesta yang akan di adakan oleh keluargaku adalah pesta ulang tahun ke tujuh belas adikku. Dan itu adalah kesempatan bagus untuk musuh perusahaan keluargaku menyusup ke dalam, menjadikan adikku sebagai umpan dan yeah mendapatkan chip penting milik perusahaan keluargaku.” Tutur Yunho panjang lebar.

“Ooh… ne arraso. Jadi tugasku ad-“

“Yya… tugasmu adalah datang ke pesta dan mengawasi oh tidak maksudku menjaga adikku.” Potong Yunho

Key mengangguk “Baiklah aku mengerti, hanya itu saja kan tugasku?” tanya Key

“Ya, tapi untuk berjaga-jaga kau juga harus membawa senjata.” Ujar Yunho mengingatkan

“Hahaha…” kali ini giliran Key yang tertawa hambar “Aku tidak bodoh, tanpa kau ingatkan pun aku pasti akan membawanya.”

“Baiklah kalau kau sudah tahu.” Ujar Yunho acuh

***

Suara alunan music klasik menggema di seluruh ruang pesta hari ini. Sebuah ruang yang cukup luas telah di tata dan di hias sedemikian rupa untuk membuat kesan mewah dan elegant di dalamnya.

Banyak orang memenuhi ruangan itu, ada yang sedang mengobrol, berdansa, serta menyantap berbagai hidangan prasmanan.

Key melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan sosoknya yang berkarisma, ia kemudian berjalan menuju ke tengah-tengah ruangan, menghampiri seorang pelayan yang tengah membawakan wine untuk para tamu.

Key meraih segelas wine dari atas nampan pelayan dan meneguknya dengan santai. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, mencari-cari sosok adik dari seorang Jung Yunho.

“Mana gadis yang bernama Jung Jessica itu?” batin Key seraya kembali menyesap kembali wine yang ada di genggamannya.

“Hey lihat!! Dia begitu cantik!” terdengar celotehan salah satu tamu di ruangan itu.

Key mengangkat kepalanya dan matanya menatap tangga yang terdapat di tengah ruangan , matanya melihat ke arah anak tangga itu dari bawah ke atas dan tatapannya berhenti pada seorang yeoja yang tengah berjalan menuruni tangga dengan anggun serta menyunggingkan senyuman misterius.

Yeoja itu adalah Jung Jessica adik dari seorang Jung Yunho. Jessica malam ini terlihat begitu cantik dan anggun, tubuhnya di balut dress panjang tanpa lengan berwarna putih tulang yang bagian bawahnya mengembang, dan di tepat di bawah dada terdapat hiasan bunga-bunga yang membuat dress itu terkesan cantik,simpel, dan elegant. Rambut pirangnya yang panjang dan sedikit bergelombang di gerai kebelakang menutupi punggungnya yang indah. Poninya di kesampingkan dan ia memberi aksesoris dengan model bulu (?) di rambutnya, membuatnya terlihat makin cantik.

Key ternganga sekaligus terpesona melihat penampilan Jessica, begitu cantik dan anggun, kesan misterius yang terdapat di dalam matanya pun membuat Key penasaran dengan yeoja itu.

Jessica sampai di lantai bawah, ia tersenyum dan berjalan menghampiri setiap tamu undangan untuk menyapa sebentar ataupun sekedar berbincang-bincang dengan tamu yang hadir ke pesta ulang tahunnya.

Dari jauh Key masih tetap menatap dan mengawasi Jessica. Tak jarang pula mata mereka bertemu dan itu membuat dada Key bergemuruh.

“Gila!” batin Key setelah Jessica mengalihkan pandangannya. Entah apa yang membuat dada Key bergemuruh, mungkin karena kecantikan Jessica atau senyuman dan tatapannya yang misterius seperti mona lisa, entahlah Key sendiri tidak tahu.

***

Sudah hampir lima belas menit setelah pesta di mulai dan sejak Jessica turun dari lantai atas Key masih terus memperhatikan Jessica.

Key duduk di salah satu kursi di dalam ruangan itu, ia menyesap winenya sambil tetap memperhatikan Jessica.

Dan…

Deg…

Lagi-lagi mata keduanya bertemu dan dada Key kembali bergemuruh terlebih ketika Jessica menyunggingkan senyumnya yang terkesan biasa namun anggun untuk Key, ia benar-benar tak dapat mengontrol detak jantungnya.

Key tak tahu harus berbuat apa , ia hanya membalas senyum Jessica dengan sebuah senyum kikuk.

“Ish… benar-benar memalukan.” Key memukul kepalanya pelan. Ia kemudian mulai mengawasi ruang sekitar dan ia mendapatkan salah satu sahabatnya tengah berjalan menghampirinya.

Ia bangkit dan berjalan menghampiri sahabatnya yang bernama Lee Jinki itu.

“Kau dari mana saja? Lama sekali! Kemana yang lain?” tanya Key tanpa henti

“Aku tadi masih ada urusan. Yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju kesini.” Jelas Jinki

“Oh begitu…”

“Bagaimana keadaan di sini? Masih aman kan?” tanya Jinki lagi sambil melihat sekelilingnya

Key mengangguk pelan “Hmm… sampai saat ini keadaan di sini masih aman, tapi entah nanti…” Key mengedikan bahunya.

“Hey! Itu Jonghyun dan Minho , kita pergi kesana eh.” Jinki berjalan lebih dulu dan Key mengikutinya dari belakang.

Dooor….

Sebuah suara tembakan membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu terkejut dan menghambur kesana kemari.

Key segera berlari dan segera menghampiri Jinki “Hyung aku harus bawa Jessica pergi.” Kata Key singkat

“Ne, kau bawa dia ke tempat yang aman biar ini kami yang urus.” Kata Jinki seraya mengeluarkan pistolnya dari balik jas yang ia pakai untuk berjaga-jaga.

***

Key berlari-lari mencari sosok Jessica. Ia berhenti dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Di lihatnya yeoja yang tengah berdiri membeku di tempat seperti tak tahu harus melakukan apa. Key tahu bahwa yeoja itu adalah Jessica. Key berlari dan

“Hhmmppphhh….” Key membekap mulut Jessica dan menariknya mundur, membawanya untuk pergi dari ruangan yang sudah kacau sejak beberapa menit yang lalu.

Jessica meronta, meminta untuk di lepaskan. Namun Key tetap bersikukuh untuk tidak melepaskan yeoja itu karena melepaskannya sama saja tidak menjalankan tugas untuk menjaganya.

***

Key membawa Jessica ke luar dari ruangan tersebut dan membawanya ke ruang parkir bawah tanah. Jessica terus menerus meronta agar Key melepaskannya, Key melepaskan tangannya yang sedari tadi membekap mulutnya dan memeluknya dari belakang.

Jessica berbalik dan Plakk… sebuah tamparan mendarat dengan manis di pipi kiri Key.

“Kau-“

“Tunggu aku bisa jelaskan.” Kata Key seraya menyilangkan tangannya di depan.

Jessica hanya diam arti kata ia memberikan kesempatan untuk Key berbicara.

Key menghela nafas panjang dan mulai menceritakan semuanya panjang lebar.

“Jadi kau adalah suruhan kakakku?” tanya Jessica datar dan terkesan dingin, Key mengangguk pelan sambil masih mengusap pipi sebelah kirinya.

“Bisa di bilang begitu.” Jawab Key

“Lalu kemana temanmu yang lain? Dan kenapa hanya kau yang membawaku lari?” Jessica menaikan sebelah alisnya dan menatap Key curiga

“Yang lain masih di ruangan tadi untuk menghentikan aksi penjahat-penjahat dari musuh perusahaan keluargamu itu.” Ujar Key tapi tak ada jawaban dari Jessica. Gadis itu sudah diam lagi.

“Aku lihat tadi menuju ke arah sini!!” terdengar suara teriakan seorang pria yang membuat Key dan Jessica kaget dan melihat satu sama lain.

“Kita harus sembunyi, ayo ikut aku!!” kata Key pelan, ia meraih pergelangan tangan Jessica dan menarik gadis itu ke samping sebuah mobil.

“Apa kita akan aman bersembunyi disini?” tanya Jessica pelan

“Aku yakin kita pasti akan tetap bisa selamat meski tempat persembunyian kita ini kurang aman.” Bisik Key pelan.

Tap…tap…tap…tap…

Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, Jessica menghela nafas panjang. Key yang mendengar helaan nafas panjang Jessica segera menoleh dan menatap Jessica penuh tanya.

“Kau takut?” tanyanya pelan

Jessica menggeleng pelan dan lagi-lagi tersenyum misterius “tidak.” Jawabnya datar

“Ooh… ku kira kau takut.” Kata Key pelan

“Aku lihat mereka tadi benar-benar kesini!” suara orang itu terdengar sangat dekan dengan mereka.

“Kau yakin? Melihat keadaan tempat ini yang kosong membuat tak yakin akan itu.”

“Hey! Tempat kosong bukan berarti mereka tidak ada disini kan! Siapa tahu saja mereka bersembunyi.”

“Betul, bagaimana jika kita berpencar untuk mencari mereka.”

“baiklah, kalau begitu ayo kita mulai berpencar sekarang.”

***

“Mereka ternyata cukup pintar.” Gumam Key tanpa sadar

“Mereka tidak cukup pintar.” Sanggah Jessica

“Eh?” Key menoleh dan mengerutkan alisnya

“Jika mereka pintar harusnya mereka bisa menemukan kita disini.” Lanjutnya dengan nada yang masih datar.

“Kau betul juga hehe…” kata Key dengan diiringi tawa kecil sedangkan Jessica, ia tak ikut tertawa hanya diam dengan memasang wajah super dingin yang membuat Key sedikit ngeri.

“Hey!” Key mengibaskan tangannya di depan wajah Jessica

“Apa?” tanya Jessica dingin

“Kau tahu, aku pikir kau mirip dengan mona lisa.” Kata Key pelan , Jessica terdiam dan mengerutkan keningnya.

“Tatapan dan senyummu.” Celetuk Key tiba-tiba

“Kenapa dengan itu semua?” tanya Jessica dingin namun terdengar penasaran

“Misterius. Sangat  mirip dengan Mona Lisa.” Jawab Key sambil menyunggingkan sebuah senyum tipis.

“Oh…” Jessica hanya membulatkan mulutnya dan kembali terdiam.

“Dasar putri es.” Batin Key

Tap…tap…tap…tap…

Terdengar suara langkah kaki yang mendekat, Key terkesiap dan segera mengambil pistol dari balik jasnya. Ia mengisi peluru dan mempersiapkan jari-jarinya pada pelatuk pistolnya.

“Kau tetap diam disini.” Ujar Key, seraya kemudian berjongkok dan membuat posisi senyaman mungkin.

Seorang musuhnya telah berdiri tepat di depannya, ia berbalik dan terkejut dengan keberadaan Key yang sudah memposisikan dirinya untuk menembak. Baru saja musuhnya itu hendak mengeluarkan pistolnya Key sudah terlebih dahulu menembaknya.

Key berdiri dan mengulurkan tangannya pada Jessica, Jessica meraih tangan Key dan Key segera membawa Jessica lari.

“Itu mereka!!!” pekik salah satu musuh mereka dan langsung menembakan peluru ke arah Key dan Jessica.

“Ayo cepat!!” pekik Key seraya masih terus berlari dengan tangan yang masih mencengkram kuat pergelangan tangan Jessica. Mereka bersembunyi di balik dinding saat ini, nafas mereka masih memburu dan mereka mencoba mengatur nafas mereka.

“Ini…” Key menyerahkan sebuah ponsel pada Jessica

“Apa ini?” tanya Jessica pelan

“Katakan pada Jonghyun bahwa kita sekarang sedang dalam bahaya.” Tutur Key seraya kemudian hendak pergi

“Kau mau kemana?” tanya Jessica

“Aku mau menghadapi mereka langsung, kau tunggu disini saja dan jangan kemana-mana. Hubungi sahabatku yang bernama Jonghyun itu arra!” kata Key pada Jessica dan Jessica hanya mengangguk mengerti.

***

Key berlari dan ketika musuhnya melihat, segera saja mereka menembakan peluru pada Key. Key meloncat ke samping, mencoba menghindari peluru-peluru yang akan menembus kulitnya bersamaan dengan itu ia juga menembakan beberapa peluru ke arah musuh-musuhnya.

Dooorrr…dooorr…dooorr…

Key berhasil menembakan peluru-peluru dari pistolnya tepat ke arah musuhnya, membuat musuhnya jatuh berguguran. Namun sayang salah satu dari mereka berhasil menembakan sebuah peluru ke lengannya, membuat Key terjatuh dan mengerang kesakitan, pistolnya terlempar  beberapa meter dari tempatnya sekarang.

“Arrgghhhh!!!” teriak Key kesakitan

“Key!!!” pekik Jessica saat mendapati tubuh Key yang sudah terkulai di lantai sambil meringis.

Jessica menutup flip ponselnya dan segera berlari menghampiri Key, di lihatnya salah seorang musuh keluarganya itu berjalan menghampiri mereka. Jessica tanpa rasa takut merayap dan meraih pistol Key yang tergeletak tak jauh dari tubuh Key.

Baru saja musuhnya itu ingin menarik pelatuk pistolnya Jessica sudah terlebih dahulu menghujam jantung musuhnya itu dengan peluru yang baru saja ia tembakan. Musuhnya itu berteriak keras dan jatuh terkapar di lantai dalam keadaan tak bernyawa.

Jessica berlari dan menghampiri Key. “Gwenchana?” tanya Jessica sambil mengguncang tubuh Key pelan, saat ini ia tak berbicara sedingin tadi.

“Gwencahana.” Jawab Key pelan

“Kita harus pergi dari sini.” Jessica merangkul Key dan membantu namja itu berdiri. Mereka berdua kemudian berjalan menuju mobil Key.

Sesampainya di depan mobil Key, Jessica menoleh pada Key dan menatapnya lembut.

“Siapa yang akan membawa mobilnya?” tanya Jessica pelan

“Biar aku saja, aku masih sanggup untuk menyetir.” Jawab Key seraya kemudian membuka pintu mobil begitu juga dengan Jessica.

Key kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan membawa mobilnya melaju keluar.

“Itu mereka!!” lagi-lagi terdengar suara orang berteriak, mereka kemudian menembaki drum-drum yang ada di lewati mobil Key hingga terdengar banyak bunyi ledakan keras.

Tidak hanya menembaki drum mereka juga menembak salah satu ban mobil Key hingga mobil mereka melaju dengan sangat tidak tertaur.

“Kita akan mati.” Ucap Jessica tiba-tiba

“Tidak…kita tidak akan….”

“Key awasss!!!!!!”

Cciiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttttttttttttt

Brakkkkkk

***

Key mengerjap-ngerjapkan matanya dan kemudian melebarkan pandangannya, ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang ia tempati saat ini.

“Dimana aku?” gumamnya pelan saat mendapati ia berada di seluruh kamar yang di dominasi oleh warna putih itu.

Cklek…

Pintu terbuka, dan nampak seorang perawat berseragam putih masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan Key.

“Ternyata anda sudah sadar.” Kata perawar itu pelan sambil memperbaiki letak infus Key.

“Ini di rumah sakit?” tanya Key seperti orang ling lung

“Ya anda berada di rumah sakit sekarang.” Jawab perawat itu lagi.

Key terdiam dan tiba-tiba ia teringat akan kejadian kemarin malam yang ia alami, mulai dari ia datang kepesta, berlari ke parkiran bawah tanah, lengannya tertembak, sampai kecelakaan yang membuatnya berada di rumah sakit sekarang.

“Jessica!” pekiknya tiba-tiba seraya mencoba bangkit dan menggerakan tangannya , namun semuanya seakan sia-sia. Ia seolah tak mampu untuk mengangkat badannya sendiri dan tangannya terasa begitu sakit dan perih sekarang.

“Anda masih belum boleh bergerak tuan Kim Kibum, keadaan anda masih cukup parah.” Ujar perawat yang tengah menanganinya.

“Maaf, apakah yang masuk kedalam rumah sakit ini tadi malam hanya aku? Ataukah ada pasien lain?” tanya Key

“Hanya anda tuan dan tidak ada yang lain.” Jawab perawat itu

“Bisakah kau membantuku untuk duduk?” tanya Key sekali lagi, perawat itu mengangguk dan segera membantu Key untuk duduk sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan ruangan itu.

“Jika hanya aku yang berada disini? Lalu dimana Jessica?” tanyanya dalam hati

***

16.00 KST

Cklek, pintu ruang inap Key terbuka nampak seorang namja dengan tubuh tinggi dan dengan mengenakan jas berwarna hitam masuk kedalam ruangan itu dengan membawa sebucket bunga dan parsel buah.

“Terimakasih.” Kata Yunho seraya meletakan bunga dan parsel yang di bawanya di atas meja

“Sama-sama.” Jawab Key datar

“Apa kau sudah baikan?” tanya Yunho, Key mengangguk pelan dan tersenyum samar.

“Oh, Key terimakasih kau telah menyelamatkan adikku.” Ujar Yunho yang membuat Key menatapnya tak percaya.

“Jessica? Apa dia masih hidup?” tanya Key tak percaya

Yunho mengangguk pelan “Ne, dia masih hidup. Dan itu semua berkat kau. Sekali lagi terimakasih karena kau mau menyelamatkan adikku.”

“Ne hyung, itu memang sudah menjadi tugas yang harus ku jalankan bukan.” Ujar Key dengan senyum tipis.

“Oh ya aku keluar sebentar ya.”

“Ne Hyung.”

***

Setelah kepergian Yunho lima belas menit yang lalu, pintu kamar Key kembali terbuka dan saat ini sosok yeoja cantik masuk ke dalam ruang inap Key.

Key terkejut dan menatap gadis itu tak percaya.

“Jessica.” Gumamnya pelan

“Hi Key.” Sapa Jessica dengan terkesan dingin

“Kau masih seperti seorang mona lisa.” Ungkap Key

Jessica menyunggingkan sebuah senyum tipis dan duduk di samping Key “Terimakasih.” Ujarnya pelan

“Ya sama-sama. Kau tidak kenapa-kenapa kan?” tanya Key pada Jessica dan Jessica hanya mengguk pelan.

“Hanya luka ringan.” Kata Jessica

“Benarkah? Tapi kenapa aku lukanya berat ya?” tanya Key dengan di selingi candaan

“Itu karena aku memakai sabuk pengaman. Tentu saja lukamu berat Key, selain karna kecelakaan itu lenganmu juga sudah di tembak oleh anak buah dari musuh perusahaan keluargaku.” Ungkap Jessica

“Oooh…” Key membulatkan bibirnya dan setelah itu tak ada lagi percakapan yang terjadi di antara mereka.

Tempat itu saat ini menjadi sangat dingin.

“Errrr….Sica?”

“Ye…”

“Boleh aku mengatakan sesuatu padamu?” tanya Key

“…” Jessica hanya diam, pertanda ia memberikan kesempatan pada Key untuk bicara.

Key tersenyum samar dan mendekatkan wajahnya pada telinga Jessica.

“Saranghaeyo. Will u be my girlfriend? Say yes don’t say no arra…” bisik Key pelan yang langsung membuat Jessica membulatkan matanya

“Key!” pekik Jessica seraya spontan langsung memukul pelan lengan Key yang terkena tembakan membuat Key meringis pelan.

“Arghhh…” rintih Key

“Ahhh… Key maaf…” Jessica buru-buru memeriksa lengan Key, berharap semoga tangannya tak berdarah atau apa karena pukulannya yang mungkin saja membuat jahitan di lengannya lepas.

Key hanya diam dan menatap Jessica dengan tatapan yang sulit di artikan, Jessica yang menyadari itu hanya dapat diam dan berharap semoga Key tidak mendengarkan suara detak jantungnya yang bergemuruh.

“Hmpphhh….” Sebuah ciuman mendarat dengan manis di bibir Jessica. Ciuman panas yang hanya terjadi dalam hitungan lima belas detik.

Jessica menarik wajahnya dan menunduk malu, wajahnya saat ini benar-benar seperti kepiting rebus.

“So? Maukah ka-“

“Yes I do.” Jawab Jessica yang langsung membuat Key tersenyum

“Ku kira kau benar-benar seperti seorang mona lisa tapi ternyata kau adalah Jung Jessica.” Ujar Key yang langsung membuat Jessica mengerutkan keningnya.

“Maksudmu?”

“Sudah tidak usah di pikirkan. Yang pasti mulai sekarang kau sudah menjadi kekasihku you know!” ujar Key seraya menyentil hidung Jessica pelan.

*Fin*

Advertisements

2 responses to “[Oneshot] Mona Lisa

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s