[Oneshot] Complete

Tittle      : Complete

Author  : Little Fairy

Cast       : Park Sun Hye, Kim KeyBum

Cameo  : Jung Yoogeun as Kim Yoogeun

Genre    : Romance, Smut

Rating   : PG+16

Length  : Oneshot

Disclaimer : Only plot my own.

Backsound : SHINee – One , SHINee – Life , SNSD – Forever – SNSD Complete

 

 

***

Aku terhenyak mendengar pernyataan Kibum barusan, errr maksudku Key.

Aku masih terdiam dan terus menatap matanya, mencoba mencari sebuah candaan di dalam matanya, tapi… ok aku tak menemukannya hanya menemukan keseriusan di dalam matanya.

“Bisa kau ulangi perkataanmu barusan Key?” tanyaku dengan agak ragu

“Hhh…” Key menghela nafas “Sun Hye maukah kau jadi pendamping hidupku?” tanyanya untuk yang kedua kalinya “untuk selamanya.” Sambungnya , ia menatapku dengan dalam membuatku hanya dapat tertunduk malu.

Ottohke? What do i do? Apa yang harus aku lakukan?

Menerimanya atau menolaknya, ok aku memang mencintai Key tapi apakah aku harus menerima lamarannya barusan?

“Aku bertanya padamu bukan untuk tidak di jawab.” Kata Key menyadarkanku, aku mendongak dan menatapnya, menggigit bibir bawahku seolah aku ragu memberi sebuah jawaban pasti padanya.

“Hey!” serunya , ia melambai di depan wajahku

“Errr… Key…” aku tak melanjutkan perkataanku , otakku masih terus saja berpikir dan berpikir, memelih satu di antara dua pilihan.

“Jadi bagaimana? Kau mau tidak jadi errr… pendamping hidupku…?” ia menatapku lagi “Errr maksudku istriku.” Lanjutnya

Akupun telah menetapkan sebuah pilihan, aku kemudian menjawab pertanyaannya dengan menganguk pelan.

“Ya! Aku tidak mengerti maksudmu, bisakah kau mengeluarkan suaramu.” Kata Key pura-pura tak mengerti maksudku, aku menghela nafas pelan.

“ya aku mau Key, aku mau menjadi pendaming hidupmu.” Kataku seraya kemudian menunduk malu-malu.

Aku mendongak lagi , menatap Key. Dan kulihat Key tersenyum menatapku, ia lantas memelukku.

“Saranghae…”bisiknya di telingaku

“Na do Key…”

Key melepas pelukannya dan mengambil sebuah kotak berwarna merah hati dari dalam saku celananya dan saat ia membuka kotak itu, kulihat sebuah cincin dengan mata berlian yang begitu indah.

Key mengambil cincin itu dan memasangkannya di jari manisku dan kemudian ia mengcup bibirku lembut.

 

***

 

Aku menatap bayanganku yang di pantulkan oleh cermin, aigo aku tidak menyangka bahwa dengan gaun pengantin aku bisa terlihat lebih cantik >.<

Tok…tok…tok…

Terdengar suara ketukan pada pintu ruang riasku. “Masuk!” seruku

Perlahan pintu itu terbuka, dan kulihat adik kecilku Jiyeon masuk ke dalam ruangan.

“Aigo… onnie kau terlihat begitu cantik >.<” seru Jiyeon

Aku tersipu mendengar perkataannya barusan “Kau nanti juga akan terlihat cantik bila menggunakan gaun pengantin.” Kataku padanya lembut

“Hehe… onnie sebentar lagi upacara pernikahannya akan segera di laksanakan, umma meminta onnie untuk segera pergi ke hall gedung pernikahan onnie.” Celoteh Jiyeon

“Haha…” aku tertawa kecil seraya melarikan jari telunjukku tepat di hidung mancungnya.

“Baiklah, mau temani onnie ke hall?” tanya ku pada Jiyeon dan Jiyeon mengangguk sambil tertawa

“Haha… tentu saja, aku kan pengiring pengantin masa tidak menemani onnie.” Ujar Jiyeon

Aku tersenyum seraya kemudian mengambil sebucket bunga mawar putih yang berada di atas meja rias.

“Kajja…” kataku pada Jiyeon.

 

***

 

Aku berdiri di depan hall gedung pernikahanku, ku lihat appa berjalan menghampiriku. Ia lantas berdiri di sampingku dan merangkul tanganku.

“Appa tidak menyangka bahwa kau akan pergi secepat ini.” Kata Appa yang membuatku merasa sedih dan terharu.

“Appa…” gumamku

“Tapi appa senang kau bisa temukan pendamping hidup yang pas denganmu.” Tutur appa “Dan kau terlihat cantik mengenakan gaun ini, kau persis seperti ummamu dua puluh lima tahun lalu.” Lanjutnya

Aku tersenyum kecil “Appa gomawoyo~” kataku pada appaku

“Untuk?”

“Untuk kasih sayang yang kau dan umma berikan padaku.” Kataku pada appa, mataku mulai berkaca dan kurasa aku sudah hampir menangis sekarang.

Pintu ruangan terbuka dan kulihat Key yang sudah berdiri di hadapan pastor. Key berbalik dan menatap lurus ke arahku, membuat jantungku entah mengapa jadi berdebar-debar, berdetak tak karuan, seperti tersengat listrik dua puluh ribu watt.

Aku menoleh dan menatap appaku, dan ternyata appa ku sudah lebih dulu menatapku.

“Kau sudah siap?” tanya appa

Aku menarik nafas dalam-dalam dan menjawab pertanyaan apa barusan dengan sebuah anggukan dan senyum yang mengembang di wajahku, appaku tersenyum.

Aku dan appa kemudian berjalan memasuki ruangan dengan iringan alunan music dari tuts tuts piano.

Benar-benar mendebarkan.

“Jaga putriku baik-baik…” bisik appa pada Key saat kami sudah sampai di muka, meski appa berbisik aku dapat mendengarnya.

“Baik appa.” Jawab Key, hey dia memanggil appaku dengan sebutan appa juga ^^.

Aku menarik nafasku dan kemudian dengan jantung yang masih berdegup tidak karuan aku  berjalan ke samping Key.

Key menatapku dengan tatapan yang sulit untuk ku artikan.

“Errrr…kau terlihat cantik hari ini.” Pujinya tulus.

Aku tak menjawab namun hanya dapat tersipu mendengar pujiannya tadi.

“Baik apa kalian sudah siap untuk melaksanakan pemberkatan?” tanya pastor yang berdiri di hadapan kami berdua.

Tiba-tiba saja Key menggenggam tanganku dengan erat dan menatapku seolah memintaku untuk tetap tenang.

“Siap.” Jawab kami berdua serempak

“Baik, kalau begitu untuk Kim Keybum, apa kau bersedia selalu bersama-sama dengan Park Sun Hye, dalam keadaan senang, sedih, sakit sampai maut memisahkan kalian berdua?” tanya Pastor pada Key

Aku menatap Key dan kuliat ia tersenyum , begitu manis.

“Aku bersedia.” Jawab Key , pandangan pastor kini beralih padaku.

“Park Sun Hye, apa kau bersedia selalu bersama-sama dengan Kim Keybum dalam keadaan senang,sedih,sakit sampai maut memisahkan kalian berdua?” pastor melontarkan pertanyaan yang sama padaku.

“Aku bersedia.” Jawab ku mantap.

“Baik, kalau begitu kalian bisa menyematkan cincin di jari manis pasangan kalian masing-masing.”

Aku berbalik begitu juga dengan Key, kami saling berhadapan sekarang. Key menatapku penuh cinta, membuatku benar-benar merasa seperti wanita yang paling bahagia di sini.

Tiba-tiba Key mendekatkan wajahnya ke wajahku, kurasakan hembusan nafasnya di kulit wajahku dan sedetik kemudian bibirnya menyentuh bibirku dan menciumnya dengan lembut.

Entah mengapa ciuman Key ini membuatku merasa sangat sangat lengkap, complete.

 

***

Aku dan Key sekarang sudah berada di dalam rumah kecil kami , hadiah dari orangtuaku dan Key.

Aku duduk di tepi ranjang dan kulihat Key berjalan menghampiriku, ia kemudian duduk di sampingku. Entah kenapa jantungku sangat-sangat berdebar  saat Key duduk di sampingku.

“Sun Hye…” panggil Key , aku menoleh dan dalam sekejap kurasakan bibirku telah di sentuh oleh bibir Key, ia memainkan bibirku dengan sangat lembut dengan cinta. Aku pun membalas ciumannya juga, membalasnya dengan penuh cinta.

Key dan aku menghentikan ciuman kami untuk mengambil nafas. Sesaat kemudian Key kembali menciumku, mendorongku pelan hingga aku jatuh di atas kasur, posisinya sekarang berada di atasku dengan kaki yang berada di antara kedua kakiku. Sambil terus menciumiku ia mulai membuka satu persatu kancing piamaku dan membukanya.

Ia kembali melepas ciumannya “You look like so beauty and so sexy babe..” kata Key sebelum kembali menciumku dan menyerangku dengan berbagai macam jurus andalannya yang mampu membuatku kelewat nikmat.

Kurasa malam ini adalah malam yang paling indah untukku, errr maksudku untuk kami berdua.

***

“Good morning babe…” seruku sumringah seraya naik ke atas kasur danmendekatkan wajahku dengan wajah Key.

Key mengerjap-ngerjapkan matanya dan tersenyum saat melihat wajahku.

“Ada apa sayang?” tanyanya lembut, seraya mencium bibirku kilat memberiku morning kiss seperti biasanya.

Aku tersenyum senang dan menunjukkan sebuah benda kecil bernama tespack di depan mata Key.

“Eh?” Key sedikit kaget, ia mengubah posisinya menjadi duduk dan merebut tespack itu dari tanganku.

“Garis merahnya dua, Berarti kau…” Key tak melanjutkan kata-katanya dan menatapku tajam “Positif hamil!!” seru Key sumringah seraya melempar tespack itu ke sembarang tempat dan memelukku erat hingga membuatku sedikit sulit untuk bernafas.

“Key… kau membuatku tidak bisa bernafas…” keluhku

Key merenggangkan pelukannya dan sekali lagi ia mencium bibirku kilat “Maaf, aku hanya terlalu senang.” Katanya yang membuat aku terkekeh pelan.

 

***

 

Sudah sembilan bulan aku mengandung calon buah hati pertamaku dan Key, dan sudah sembilan juga aku merepotkan Key dengan meminta sesuatu yang aneh-aneh.

Hari ini entah kenapa perutku benar-benar terasa sangat mual sama seperti saat pertama kali aku merasa kalau aku hamil. Tapi bedanya lebih terasa mual yang ini dari pada yang dulu, perutku juga terasa seperti di tendang-tendang, benar-benar sangat sakit.

Jangan-jangan aku saat ini sedang mengalami yang namanya kontraksi? Dan jangan-jangan aku mau melahirkan.

Aku kemudian segera memberitahu ummaku dan umma Key, meminta mereka untuk segera datang ke rumah.

 

***

Ternyata memang benar , aku tengah mengalami yang namanya kontraksi dan sebentar lagi aku akan melahirkan.

Kulihat Key berdiri di sampingku dan menggenggam tanganku erat saat aku tengah berjuang untuk mengeluarkan bayi yang ada di rahimku selama ini dengan mempertaruhkan nyawa.

Sangat sakit dan bahkan benar-benar sakit, Dokter memintaku untuk terus menghembuskan dan menarik nafas dalam-dalam.

Peluh sudah mengalir membanjiri seluruh tubuhku, tapi bayi di dalam kandunganku tak kunjung keluar.

Sesaat kemudian terdengar suara tangis bayi yang memecah seluruh isi ruangan, aku tersenyum senang dengan nafas yang terengah, aku kemudian merebahkan kepalaku di bantal karena terlalu lelah.

Key mencium punggung tanganku dan kemudian mencium pipiku “Kau telah berjuang keras sayang.” Bisiknya mesra di telingaku dan kemudian menghilang dari pandanganku beberapa saat dan kembali lagi dengan menggendong seorang bayi.

“Key anak kita laki-laki atau perempuan?” tanyaku lemah

Key tersenyum “Anak kita laki-laki Sun Hye. Lihatlah dia sangat tampan dan lucu seperti appanya.” Kata Key narsis seraya kemudian meletakan bayi kami di sampingku. Aku memeluk bayi kami dan mengecup keningnya.

“Sun Hye menurutmu apa nama yang cocok untuk bayi kita?” tanya Key padaku

Aku berpikir sejenak, tiba-tiba saja terlintas sebuah nama di kepalaku “Yoo…” gumamku pelan

Key tersenyum setelah mendengarku bergumam “Geun… bagaimana jika kita menamai bayi kita dengan nama Yoogeun, Kim Yoogeun.” Kata Key sumringah. Aku tersenyum dan mengangguk, pertanda menyetujui.

“Baiklah sayang, sekarang kau sudah punya nama. Namamu sekarang adalah Kim Yoogeun, kau harus ingat itu.” Celoteh Key pada bayi kami yang masih belum mengerti apa-apa ini.

Pintu ruangan terbuka dan kulihat seluruh keluarga besarku dan Key berjalan menghampiri kami, dan menyambut kelahiran bayi kami itu dengan sangat bahagia.

 

***

 

Sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamar kami lewat celah-celah gorden yang sedikit terbuka. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan menggosoknya pelan.

“Morning babe…” sapa Key

Hey sejak kapan ia yang mengucapkan salam selamat pagi duluan.

“Kau sudah dari tadi bangun?” tanyaku sedikit kaget, Key tersenyum dan mengangguk.

“Hey mana morning kiss untukku?” tanya Key dengan pipi yang menggembung

“Eh?” aku menatapnya tak mengerti

“Ya! Masa kau tidak mengerti, jika kau yang bangun pagi aku yang memberikan morning kiss untukmu tapi jika aku yang bangun pagi berarti kau yang harus memberi morning kiss untukku.” Jelas Key yang langsung membuatku tersipu malu.

Aneh, padahal aku sudah lima tahun menikah dengan Key, tapi entah kenapa kata-katanya yang sangat romantis dan yang mungkin saja sering ia ucapkan padaku selalu saja membuatku malu.

Key memonyongkan bibirnya “ppali…” katanya tak sabaran , aku mendekatkan wajahku dengan wajah Key hendak memberinya morning Kiss tapi tiba-tiba sebuah kepala menyembul dari balik selimut.

“Umma!! Appa!! Apa yang mau kalian lakukan?” tanya Yoogeun , ya dialah satu-satunya buah hati yang kami miliki sekarang.

Aku menatap Key “Morning kiss for Yoogeun haha…” kataku di iringi tawa dan dengan kilat aku mencium pipi kanan Yoogeun.

Key memasang tampang sebal yang terkesan lucu, membuatku tak dapat menahan tawa.

“kau mengganggu saat romantis appa dan umma Yoogeun.” Keluh Key pada Key yang langsung membuat Yoogeun mengakak.

Sekarang kurasakan bahwa hidupku benar-benar complete. Aku memiliki suami yang mencintaiku dan juga memiliki seorang putra yang juga mencintaiku, sama seperti appanya.

Aku tidak tahu apa jadinya aku bila tanpa mereka berdua, karena bagiku merekalah pelengkap hidupku, merekalah yang membuat hidupku menjadi lebih sempurna.

 

Fin

 

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s