Comeback Again

Tittle   : Comeback Again

Author : Little Fairy

Cast : Bae Suzy (Suji) , Choi Minho

Cameo : Lee Taemin , Krystal Jung, and other

Genre : Romance, Angst

Rating : PG+15 – NC

Length : Oneshot

Disclaimer : I don’t own Suji, Minho, Krystal , Taemin and other, their belong’s their agency and I’m just owner this fanfiction story.

***

COMEBACK AGAIN

WRITTEN BY LITTLE FAIRY

***

Bandara Incheon, 11.00 KST

Pintu kedatangan telah terbuka, nampak seorang gadis bertatanan cukup elegant keluar dari situ dengan menggandeng seorang pria di sampingnya.

“Aku tidak menyangka akhirnya kita berdua telah kembali ke Korea.” kata Taemin seraya tersenyum pada Suzy

“Haha iya…” kata Suzy di iringi tawa kecil

“Aku juga tidak menyangka dua minggu kedepan kita akan resmi menjadi suami istri.”

Suzy tersenyum dan kemudian menarik Taemin keluar dari bandara.

***

“Itu Appa datang…” kata Krystal pada Yoogeun seraya menunjuk Minho yang baru beberapa menit lalu keluar dari pintu kedatangan.

Minho berjalan menghampiri Krystal dan Yoogeun, ia segera menggendong Yoogeun saat sudah berada di hadapan Krystal.

“Appa… apakah appa membawakan oleh-oleh mainan untukku?” tanya Yoogeun yang langsung membuat Minho terkekeh kecil.

“Tentu saja apa membawakanmu oleh-oleh dari Jepang.” jawab Minho seraya menyentil hidung Yoogeun

“Yeobo sebaiknya kita pulang sekarang, aku sudah siapkan makan malam untukmu.” kata Krystal

“Ne…” Minho mengangguk seraya kemudian bersama keluarga kecilnya pergi meninggalkan bandara Incheon.

***

Taemin merebahkan tubuhnya di atas sofa apertemen Suzy.

“Kau tidak ke rumah orang tuamu?” tanya Taemin pada Suzy yang tengah sibuk membuat minuman di dapur.

“Ani… mungkin besok, aku masih lelah.” sahut Suzy dari dapur

“Ooh…” Taemin membulatkan bibirnya , namja bertubuh kurus itu kemudian berdiri dan menghampiri Suzy yang berada di dapur, seraya kemudian memeluk Suzy dari belakang, wajahnya sekarang bertumpu pada bahu Suzy.

“Chagiya… bagaimana jika kita nanti malam ke taman hiburan?” Taemin mengajak Suzy.

Suzy melirik Taemin dengan ekor matanya dan hanya berdecak pelan.

“Jeballll…” pinta Taemin seraya memasang puppy eyes andalannya.

“Hhhh…baiklah.” kata Suzy akhirnya.

“Gomawo… mmuachh…” Taemin mengecup pipi Suzy kemudian berlari kembali ke ruang Televisi.

***

Malam hari ini Minho,Krystal, dan Yoogeun putra semata wayang mereka berkunjung ke Lotte World, salah satu taman hiburan terbesar yang ada di Seoul.

Mereka berkunjung ke Lotte hari ini atas permintaan Yoogeun. Sebenarnya Minho sangat lelah dan ingin istirahat, tapi demi putra semata wayang yang paling ia cintai , Minho rela mengorbankan waktu istirahatnya untuk memenuhi permintaan Yoogeun.

“Appa! Umma! aku ingin naik itu!!” seru Yoogeun seraya menunjuk permainan Comedy Putar yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

“Yoogeun mau main itu?” tanya Krystal lembut dan Yoogeun hanya menjawab dengan sebuah Anggukan kecil.

Minho tersenyum kemudian merangkul bahu Krystal dan mengajaknya berjalan ke tempat Comedy Putar tersebut.

Saat mereka sedang berjalan menuju tempat permainan comedy putar, tanpa sengaja Minho menangkap sosok yang sangat familiar baginya, mereka berpapasan dan saling tersenyum, sepertinya mereka agak lupa dengan satu sama lain. Tapi nyatanya…

“Suzy…” Gumamnya pelan. Seraya berbalik dan menghampiri gadis yang ia yakini adalah Suzy, di raihnya pergelangan tangan  gadis itu sehingga membuat gadis itu menoleh begitu juga dengan laki-laki di sampingnya.

Dugaan Minho ternyata tidak salah, gadis itu memang benar-benar Suzy.

“Minho…” gumam Suzy tidak percaya, Minho tersenyum.

“Apa kau mengenal tunanganku?” tanya Taemin yang langsung menyadarkan Minho, Minho menoleh dan menatap Taemin.

“Tunangan?” batin Minho dalam hati

“Ah ne, aku mengenalnya. Aku Choi Minho teman semasa SMA Suzy.” Minho memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangannya.

“Lee Taemin, tunangan Suzy. Senang bisa mengenalmu.” kata Taemin seraya menerima uluran tangan Minho.

“Yeobo apa yang kau lakukan di sini?” tanya Krystal yang datang menghampiri Minho.

Suzy melirik sekilas ke arah Krystal yang tengah menggendong seorang anak kecil yang tak lain adalah Yoogeun.

“Itu anakmu?” tanya Suzy dengan sedikit dingin, Minho mengangguk pelan tanpa menjawab dengan suara.

“Oh…” Suzy hanya membulatkan bibirnya “Annyeong.” sapa Suzy pada Yoogeun “Annyeong…” balas Yoogeun seraya melambaikan tangannya pada Suzy

“Namamu siapa?” tanya Suzy pelan

“Yoogeun…” jawab Yoogeun

“Yeobo ayo kita segera ke sana , Yoogeun ingin segera bermain.” kata Krystal pelan.

“Ah ne… mianhae aku harus menemani putraku bermain komedi putar, sampai berjumpa lain waktu.” pamit Minho seraya merangkul Krystal dan pergi meninggalkan Suzy dan Taemin.

“Sepertinya ada sesuatu yang lebih di antara kalian.” kata Taemin tiba-tiba, spontan Suzy langsung menatap Taemin dan mendelik pada tunangannya itu.

“Lebih ? Maksudmu?” tanya Suzy

“Errr… tidak jadi.” kata Taemin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal

“Jangan berpikir yang macam-macam, kami berdua hanya teman!” kata Suzy penuh penekanan.

“Ne arraso, sudahlah lebih baik kita menikmati indahnya Lotte malam ini.” Taemin merangkul Suzy dan mengajaknya berkeliling lotte.

***

Tok…tok…tok…

“Ne masuk…” perintah Minho pada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.

Seorang pria paruh baya melangkahkan kaki ke dalam ruangan Minho dengan senyum yang mengembang, melihat pria itu Minho sontak berdiri dan membungkukkan badannya.

“Ah Sajangnim…” kata Minho terkejut “Ada apa sajangnim kemari? Apakah ada hal penting yang mau anda sampaikan?” tanya Minho lagi

Pria itu tersenyum “Ani… Aku kesini hanya ingin memperkenalkan sekertaris barumu dan kebetulan dia adalah keponakanku…” Jawab Direktur Kim

“Aaa Jinca? Siapa keponakan sajangnim itu?” tanya Minho lagi.

“Kau akan tahu, akan ku panggil ia masuk.” Kata Direktur Kim seraya kemudian keluar dari ruangan Minho dan beberapa saat kemudian ia masuk kembali dengan seorang gadis yang langsung membuat Minho sangat-sangat terkejut.

Minho terdiam, menatap gadis itu dengan tatapan tak percaya. “Suzy…” gumamnya pelan, bahkan sangat-sangat pelan. Minho dan Suzy untuk beberapa saat beradu pandangan, mereka bahkan melupakan keberadaan Direktur Kim

“Ehm… apa kalian berdua saling kenal ?” tanya Direktur Kim dengan sedikit berdehem.

Minho dan Suji terkejut mendengar pertanyaan direktur Kim tadi dan keduanya bersamaan menjawab “Kami teman semasa sekolah dulu.” Jawab mereka bersamaan.

“Oh begitu ya…” kata direktur Kim “baiklah mulai sekarang kalian akan bekerja dalam satu ruangan yang sama semoga kalian bisa menjadi partner kerja yang baik.” Kata Direktur Kim sebelum meninggalkan ruangan Minho dan menutup pintunya.

Lagi, sekali lagi Suji dan Minho beradu pandangan, diam dan hanya saling memandang sampai akhirnya Minho tersadar terlebih dulu.

“Ehm… aku tak menyangka kau keponakan dari Kim sajangnim.” Minho duduk dan kembali menatap layar laptopnya.

Suji berjalan ke mejanya dan meletakan tasnya di atas meja, ia duduk dan menatap Minho. “Aku juga tidak menyangkan akan menjadi sekertarismu disini.” Kata Suji sinis seraya kemudian menghidupkan laptop di hadapannya dan mulai mengerjakan segala hal penting yang harus di kerjakan olehnya.

***

21.00 KST

Jam sembilan teng! Suji mematikan laptop di hadapannya dan meregang tubuhnya yang sedari tadi hanya diam memandang laptop sambil memainkan jari-jarinya untuk mengetik.

Suji berdiri dan meraih tasnya , sebelum itu ia melirik Minho yang juga tengah bersiap membereskan barang-barangnya di meja.

Suji keluar dari dalam ruangan bersamaan dengan Minho, mereka berdua kemudian masuk ke dalam lift berdua.

Di dalam Lift mereka berdua hanya memilih diam sampai akhirnya Minho memberanikan diri untuk mengobrol santai dengan Suji.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Minho tanpa menoleh ke arah Suji

“Baik…” jawabnya datar “Kau sendiri?” Suji menoleh dan menatap Minho.

Minho tersenyum “Aku sama baiknya denganmu.” Kata Minho sambil menoleh ke arah Suji. Keduanya kembali beradu pandangan untuk beberapa saat sampai akhirnya Suji mencoba untuk menghilangkan peraduan pandangan ini dengan mengatakan sesuatu pada Minho.

“Putramu lucu.” Katanya pelan kemudian menunduk.

“Ehm, benarkah? Gomawo.” Kata Minho pelan dan kemudian kembali melihat ke depan.

“Istrimu… err dia gadis yang waktu itu kan.” Kata Suji pelan

Minho kaget bukan main,tapi ia hanya bisa diam dan tak merespon kata-kata Suji barusan. Tak pernah ia sangka bahwa Suji masih ingat betul wajah Krystal yang hanya pernah ia lihat sekali yaitu di taman.

“Jika saja kau tidak menikah dengannya, mungkin kau tidak akan punya anak selu…” belum selesai Suji bicara Minho sudah mendorongnya ke dinding Lift dan memegang kedua pergelangan tangan Suji serta menhannya di atas.

“Ya!! Apa yang kau lakukan?!” bentak Suji seraya menatap Minho nanar

“Kau tahu aku mencintaimu tapi kau yang meninggalkanku! Tak pernah sedikitpun ada niatan untuk menikah dengan krystal, hanya ingin menikah denganmu! Menunggumu tapi kau tak kunjung kembali, orangtuaku ingin memiliki cucu membuatku harus rela untuk meninggalkan janji akan menunggumu dan menikah dengan gadis lain! Ku harap kau tak pernah mengungkit-ungkit itu lagi!!” kata Minho tanpa henti yang membuat Suji hanya mampu terdiam dan menatap Minho tak percaya.

“Aku tak pernah memintamu untuk menungguku!” kata Suji santai tanpa menatap Minho

“Kau memang tak pernah memintaku untuk menunggumu tapi akulah yang ingin menunggumu dan perkataanmu tadi seolah-olah kau memintaku untuk menunggumu!!” teriak Minho di depan Suji

“Ya! Ka~ hmppphhh…” belum sempat Suji menyelesaikan satu kalimat Minho sudah membungkam mulut Suji.  Suji mencoba melawan namun sulit sekali karena kedua pergelangan tangannya di cengkarm oleh Minho dan tubuhnya di himpit didinding Lift membuatnya sulit untuk bergerak. Minho makin memperdalam ciumannya, melumat bibir Suji dengan kasar. Menjejal mulut Suji dengan lidahnya, menelusuri setiap inci dari rongga mulut Suji, membuat gadis itu kesulitan bernafas bahkan bisa di bilang ia nyaris tak mendapatkan oksigen untuk bernafas.

Minho semakin nakal, kali ini bukan hanya bibirnya namun tangannya mulai meremas-remas sebuah gundukan milik Suji. Membuat mata Suji membulat dan membuat gadis itu kaget bukan main.

Ting… Pintu Lift terbuka dan Minho segera melepaskan cengkramannya dan tak membuang waktu Suji langsung mendorong Minho hingga namja itu terjorok ke pinggir Lift. Suji melap bibirnya yang di lumat habis oleh Minho seperti kejadian beberapa waktu silam di tengah hujan. Ia menatap namja itu nanar dan kemudian berlari keluar dari Lift.

Sedang Minho ia hanya bisa menatap Suji yang berlari di belakang sambil merutuki kebodohannya yang kedua ini!.

***

Suji menghampiri Taemin yang sudah berdiri di pinggil pintu mobil. Melihat senyum Taemin seketika itu juga Suji sedikit merasa bersalah pada namja yang notabene adalah calon suaminya dua minggu lagi.

‘Mian’ batin Suji saat ia berada di hadapan Taemin

“Bagaimana hari pertama kerjamu?” tanya Taemin

“Menyenangkan.” Jawab Suji dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar bahkan sangat-sangat datar. Suji kemudian memeluk Taemin dengan erat.

“Bogoshipo…” bisiknya pelan

“Hahaha… nado bogoshipo chagi…” balas Taemin seraya balas memeluk Suji

“Ini sudah cukup larut dan keadaan sangat dingin, sebaiknya kau cepat masuk ke dalam mobil aku akan mengantarmu pulang.” Kata Taemin seraya mengelus rambut Suji.

Ia kemudian berbalik, membukakan pintu mobil dan menutupnya kembali setelah Suji masuk. Ia kemudian masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.

Tanpa keduanya sadari, ada sepasang bola mata yang memperhatikan mereka dari jarak 10 meter.

‘Kau seperti sangat mencintainya’

***

Minho masuk ke dalam ruangan dan menghampiri meja Suji, ia berdiri tepat di depan meja gadis itu. Menatap gadis yang tengah duduk itu lekat-lekat.

Suji yang merasa di perhatikan mendongak dan menatap Minho sinis. “Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Suji dingin.

“Pulang sekarang.” Kata Minho

“Huh?” Suji mengerutkan keningnya “Maksudmu? Kenapa aku harus pulang?”

“Cepat pulang. Kim sajangnim tadi menelponku, katanya dia tidak bisa pergi ke busan untuk pertemuan bisnis hari ini dan besok jadi ia memintaku untuk menggantikannya dan kau harus ikut denganku.” Jawab Minho singkat,padat dan jelas.

“Mwo?” Suji membulatkan matanya “Sudahlah cepat pulang, akan ku antar kau ke apertemen dan setelah itu kita berangkat ke busan dengan mobilku. Minho kemudian berjalan keluar sambil menenteng tasnya di ikuti dengan Suji.

***

Sesampainya di Busan mereka segera pergi menuju  café tempat pertemuan bisnis dengan client. Setelah memakan waktu hampir dua jam akhirnya pertemuan itu selesai dan akan di lanjutkan kembali besok.

Suji dan Minho kemudian segera berangkat menuju hotel tempat mereka menginap. Sesampainya di hotel Minho segera berjalan menuju meja resepsionis dan menanyakan tentang kamar hotel yang telah di sewa untuk semalam oleh Kim sajangnim.

“Mwo…??” Minho terkejut setelah mendengar perkataan resepsionis itu barusan

Suji yang mendengar suara terkejut Minho segera menghampiri namja itu , “Ada apa?” tanya Suji

“Kim sajangnim hanya memesan satu kamar. Otte?” tanya Minho

“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Suji kaget

“Molla…” Minho mengangkat bahunya

“Ya sudah tinggal pesan satu kamar lagi untuk semalam.” Kata Suji enteng

“Aku tidak membawa uang banyak masalahnya, apalagi ini kan hotel bintang lima.” Kata Minho

“Mwo? Aku juga tidak bawa uang. Bagaimana ini?” tanya Suji panik

Keduanya terdiam dan berpikir. “Haruskah?” tanya keduanya pada satu sama lain bersamaan.

***

Dalam kamar hotel…

Minho keluar dari kamar mandi dan kemudian berjalan menuju sofa yang ada di dekat jendela yang hanya berupa kaca. Ia duduk dan kemudian mulai mempelajari dokumen-dokumen penting yang sudah berada di dalam pegangannya.

Sedang Suji gadis itu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sekaligus merilekskan badannya yang lelah akibat perjalanan dari Seoul ke Busan dan pertemuan dengan client hari ini.

Sebenarnya Suji takut untuk sekamar dengan Minho saat mengingat kejadiaan di dalam Lift kemarin. Namun Suji harus membuang rasa takutnya demi pekerjaan ini.

Setelah hampir dua puluh menit Suji keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai bathrobe berwarna putih yang telah di sediakan oleh pihak hotel.

Minho mendongak saat mendengar suara pintu yang terbuka dan langkah kaki Suji. Ia terdiam membisu ketika mendapati Suji yang hanya berbalutkan bathrobe. Ia melihat Suji dari ujung ke ujung, rambut hitam lurusnya yang basah dan kakinya yang putih mulus membuat Minho hanya dapat meneguk liur. Minho meletakan dokumen-dokumen itu di sofa dan berdiri menghampiri Suji yang kini tengah duduk di depan meja rias.

Ia berdiri di belakang Suji melihat uap-uap air yang berada di sekitar tubuh gadis itu. Suji yang melihat Minho berada di belakangnya segera berdiri dan berbalik.

“Ada apa?” tanya Suji was-was

“Can I…” Minho menggantungkan kalimatnya dan berjalan mendekati Suji, Suji mundur selangkah dan bertepatan itu ia tanpa sengaja menabrak kursi rias dan jatuh terduduk di kursi rias.

Minho sedikit membungkuk dan memegang dagu Suji , mengangkatnya pelan. “Can I made a s** with you…” bisik Minho di telinga Suji yang langsung membuat Suji merinding. Minho menggigit cuping telinga Suji pelan menimbulkan rasa geli pada tubuh Suji. Ia kemudian mencium tengkuk Suji dan membuat bercak merah di sekitar leher Suji. Tak lupa ia mencium bibir gadis itu ganas, awalnya Suji menolak. Namun, seakan terbuai akhirnya Suji pun terbawa ke dalam permainan itu dan mulai menikmatinya juga ciuman Minho semakin turun kebawah. Ia kemudian menggendong Suji dan menjatuhkan gadis itu tepat di ranjang. Ia kembali menyerang Suji dan membuka bathrobe Suji sehingga membuatnya dalam keadaan tanpa sehelai benang di tubuh.

***

Sinar matahari menerpa dua insan yang tengah tertidur pulas di atas ranjang. Suji mengerjap-ngerjapkan matanya saat merasa silau, ia merasa ada sesuatu yang ganjil saat ini. Suji merubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang dan betapa terkejutnya ia saat mendapati tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Ia menoleh ke sebelahnya dan di lihatnya Minho yang hanya mengenakan kaos dalam dan celana boxer.

‘Oh Tuhan apa yang kau lakukan?’ batin Suji, gadis itu benar-benar tak menyangka bisa melakukan hal bodoh ini bersama Minho.

Suji bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi dengan selimut yang menutupi tubuhnya.

***

Suji sudah selesai mandi, ia kemudian mengganti pakaian dengan rapih. Ia sudah bertekad akan menganggap kejadian semalam itu  tidak pernah terjadi. Suji menatap ke arah Minho dan menghela nafas panjang. Dengan pelan ia melangkahkan kakinya mendekat Minho dan membangkunkan namja itu pelan-pelan.

“Minho~sshi ireona…” kata Suji sambil mengguncangkan tubuh Minho pelan.

“Engg…” Minho mengerang pelan dan menggeliat malas di atas tempat tidur.

“Minho~sshi…ireona…” kata Suji semakin memaksa dan ia semakin menggucang tubuh Minho.

Minho mengerjap-ngerjapkan matanya sesaat dan kemudian membuka lebar matanya. Ia mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap Suji yang sudah rapih dengan seksama.

“Wae?” tanya Suji datar

“Ah…anio..” kata Minho seraya kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.

***

Yujinie Cafe , 15.00 KST

“Baiklah terimakasih atas kerjasamanya, pertemuan kita untuk hari ini sampai disini. Sekali lagi terimakasih.” Kata Minho seraya membungkukkan badannya pada client di hadapannya. Kemudian mereka keluar dari dalam cafe bersamaan.

“Minho~sshi, kita akan langsung pulang ke Seoulkan?” tanya Suji di sebalah Minho. Minho menoleh dan mengangguk pelan seraya membuka mobil dan masuk ke dalam di ikuti oleh Suji.

Minho menghidupkan mesin mobilnya dan menjalan mobilnya. Dalam perjalanan kembali ke Seoul tak ada satupun dari mereka yang mau membuka pembicaraan.

17.30 KST

Hujan turun dengan deras membuat Minho dan Suji terpaksa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan sampai hujannya reda. Ini semua di lakukan agar sesuatu yang tidak di inginkan tidak terjadi, mengingat jalanan yang mereka ini rawan kecelakaan saat hujan karena jalanan yang licin.

Dalam mobilpun keduanya tak banyak bicara, hanya diam dan beradu dengan pikiran masing-masing.

Kring…kring…

Suara ponsel Suji memecah keheningan di dalam mobil itu…

“Yobseyo…”

“Chagi kapan kau pulang? Aku merindukanmu…” kata Taemin manja

“Ah… jika hujannya reda mungkin nanti malam aku akan sampai di Seoul chagi, tapi jika hujannya tidak reda-reda juga mungkin besok pagi aku baru sampai di Seoul…”

“Besok? Ahh aku harap hujannya cepat reda agar kau cepat sampai di Seoul.” Kata Taemin yang membuat Suji terkekeh kecil.

“Iya chagi aku jug~”

Belum sempat Suji menyelesaikan kata-katanya Minho langsung merebut ponsel Suji dan mematikannya.

“Ya!! Apa yang kau lakukan huh?!” pekik Suji seraya menatap Minho tajam dan mencoba mengambil ponselnya dari tangan Minho, tapi pergelangan tangannya malah di pegang kuat oleh Minho.

“Apa yang kau inginkan huh?!” pekik Suji seraya mencoba berontak

“Bisa-bisanya kau memanggil Taemin chagi setelah apa yang kita lakukan semalam.” Kata Minho kesal.

Suji menatap Minho dengan kesal “itu semua bukan kehendakku…” kata Suji ketus

“Benarkah? Jika bukan kehendakmu seharusnya saat aku melakukannya terhadapmu kau menolak!” bentak Minho

“…” Suji terdiam

“aku tidak suka Kau memanggil Taemin chagi… Kau milikku.” Kata Minho

Suji menatap Minho tajam “Milikmu? Hey aku bukan milikmu, kau harus tahu itu Minho~sshi!! Lagipula kau sudah memiliki Krystal dan Yoogeun!! Mau kau kemanakan mereka? Kau telantarkan? Tak punya perasaan sekali kau ini!!!” Pekik Suji tak suka seraya menatap Minho kesal.

“Ini semua salahmu juga! Harusnya kau tidak usah kembali, jadi aku tidak akan…arghhh…” Minho menjambak rambutnya frustasi seraya memukul setir mobil.

Suji menatap Minho sedikit kesal dan matanya mulai berkaca, bulir-bulir air matapun perlahan jatuh membasahi pipinya.

“Kalau begitu aku min-”

“Sssssttt…” Minho meletakan jari telunjuknya tepat dibibir Suji

“Kau tak perlu berkat maaf.” Lirih Minho “Maaf telah menyalahkanmu.” Namja itu menunduk.

Suji menggigit bibir bawahnya merasa bersalah, pelan-pelan ia memegang dagu Minho dan mengangkatnya perlahan. Menatap mata Minho yang juga telah mengeluarkan air mata.

Mata mereka beradu lama, sampai akhirnya wajah mereka saling berdekatan dan bibir mereka menyatu. Mereka berciuman lembut, bahkan sangat lembut. Tapi itu hanya awalnya, makin lama ciuman mereka makin panas dan semakin agresif, dan pada akhirnya merekapun melakukan hal  yang sama seperti semalam.

***

Suji membuka pintu apertemennya dan tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang.

“Bogoshipo…” bisik Taemin di telinganya, seraya kemudian membalik badan Suji menghadapnya.

“Kau tidak merindukanku?” Taemin mengerucutkan bibirnya.

Suji tersenyum tipis “Nado bogoshiposo…” katanya pelan seraya memeluk Taemin erat, bahkan sangat erat.

“Hhe aku senang kau merindukanku…” kata Taemin

Suji tersenyum, tapi saat ia mengingat apa yang telah ia lakukan dengan Minho ia kembali merasa bersalah pada Taemin. Air matanya perlahan mengalir.

‘Mianhae…’ batinnya

***

Setelah kejadian itu, Suji dan Minho menjadi sangat canggung. Mereka bahkan jarang bertegur sapa. Mereka benar-benar bahkan seperti tak pernah mengingat kejadian itu, padahal sebenarnya… kejadiaan itu masih teringat jelas di otak mereka.

“Ah ye…aku akan segera kesana.” Suji menutup flip ponselnya dan berdiri dari tempat duduknya, Minho yang mendengar perbincangan Suji sedari tadi menatap Suji penasaran sedangkan Suji yang dilihatnya sedari tadi pura-pura tak menyadari bahwa Minho memperhatikannya.

~

Suji keluar dari lobby kantor dan menghampiri Taemin yang sudah berdiri di dekat mobilnya seperti biasa.

“Taemin~a!” teriak Suji seraya menghampiri Taemin

“Chagi, kau mau makan di restoran mana hari ini? Mau makan apa?” tanya Temin lembut

“Terserah kau saja :D.” Jawab Suji

“Baiklah jika terserah aku, berarti aku yang akan menentukan tempatnya dan mau tak mau kau harus mau…” kata Taemin seraya menyentil hidung Suji.

Tiba-tiba mata Taemin menatap sosok Minho yang lewat dan segera saja ia memanggil namja itu.

“Minho~sshi!!!” teriak Taemin pada Minho, Minho berhenti dan menoleh pada Taemin seraya menghampiri namja yang memanggilnya itu.

Suji yang melihat Minho menghampirinya dan Taemin hanya mampu diam dan menunduk.

“Eh…ada apa Taemin~sshi?” tanya Minho

“Mau makan bareng?”

“Eh?” Minho melirik Suji yang kini sudah menatapnya.

***

Taemin,Minho dan Suji mereka makan di restaurant yang tak jauh dari kantor mereka. Minho dan Taemin banyak mengobrol di sela acara makan siang itu, sedang Suji hanya memilih diam dan tak mau banyak bicara.

“Minho~sshi dulu aku tidak pernah menyangka bahwa Suji memiliki teman SMA sepertimu.” Ceplos Taemin “Maksudmu?” tanya Minho tak mengerti.

“Ah ani… lupakan itu haha…” kata Taemin sambil tertawa kecil kemudian menggigit burgernya lagi.

“errrr… Minho~sshi apa kau tahu siapa saja mantan kekasih Suji?” tanya Taemin di sela aktivitasnya mengunyah makanan.

Deg…

Minho menatap ke arah Suji yang kini juga tengah menatapnya dengan tatapan tak percaya.

“Eh…anio, aku tidak tahu siapa saja mantan-mantan Suji kkk~” jawab Minho berbohong

“Ah jinca? Kukira kau tahu, padahal kalau kau tahu aku bermaksud untuk mengolok-oloknya nanti.” Celetuk Taemin yang langsung membuat Suji mendaratkan sebuah jitakan ke kepalanya.

“Aigo…appo…” rintih Taemin pelan

“Makanya jangan coba macam-macam padaku.” Kata Suji ketus

“Ah ne… mian. Oh iya aku ke toilet dulu ya.” Taemin beranjak dari kursi dan berjalan menuju toilet.

Sekarang tinggal Minho dan Suji di meja itu.

“Aku merasa bersalah padanya.” Kata Minho yang membuat Suji mendongak dan menatap Minho.

“Bersalah?”  ulang Suji, ia menatap Minho tajam.

Minho mengangguk “Ne… setiap aku melihat Taemin aku jadi ingat kejadian itu dan merasa bersalah padanya.” Kata Minho pelan

“Haha…” Suji tertawa hambar “Aku lebih merasa BERSALAH.” Kata Suji seraya menekankan suaranya pada kalimat terakhir.

“Aku merasa sangat bersalah pada Krystal dan Yoogeun, tak seharusnya aku melakukan itu denganmu waktu itu.” Kata Suji, seraya menundukan kepalanya.

“Aku memang bodoh…” kata Minho pelan kemudian menunduk.

Sesaat kemudian mereka kembali terdiam dan saat itu juga Taemin kembali dari toilet.

“Kenapa hening sekali disini?” tanya Taemin seraya kemudian duduk di samping Suji.

***

5 day later…

Suji berdiri di depan meja Minho dan menunjukan sebuah undangan pada Minho.

“Igeo mwoya?” tanya Minho bingung

“Undangan…”

“Ne…?! undangan?!” pekik Minho tak percaya

“Hem… ku harap kau dan keluargamu bisa datang ke pernikahanku.”

“Akan ku usahakan…” kata Minho datar. Mendengar itu Suji hanya menghela nafas dan kemudian berjalan keluar dari ruangan.

Minho menatap undangan itu datar dan kemudian membuangnya ke tong sampah.

***

Ke esokan harinya, Suji dan Taemin mengikuti pemberkatan di gereja dan merekapun resmi menjadi sepasang suami istri.

Selama pesta pernikahan tak sedikitpun Suji melihat batang hidung Minho dan keluarganya.

Suji tahu benar alasan Minho tak mau datang ke pesta pernikahannya.

  • Karena tak mau sakit karena melihatnya
  • Karena tak mau menahan rasa kecewa

Fin

~Cinta Tak Harus Memiliki~

Me : “Sinting!!!”

Key : “Siapa yang sinting?? Sinting nape babe (baca : beb) ?”

Me : “Gue yang sinting!! gara2 bikin sequel gagal!!” #nangisdipojokan

Key : “Ooh… kamu to babe yang sinting, ku kira sapa. Kalau kamu mah…”

Me : “Aku opo?? ngomong koe nek wani!!”

Key : “Gpp babe… hhe…”

Me : “huhuhu #nangistersedu2”

Key : “ngopo maneh to babe?”

Me : “Aku…aku… T.T gagal maning gagal maning!!”

—- abaikan dialog bego nan sinting di atas ini —-

For reader ini sequel dari Goodbye Baby,, yang belum pernah baca,, baca dulu gih :D. Mian sequelnya ancur #bow…

Don’t forget to leave a comment kekeke

Oh ya maafin author kalo bahasa jawa di dialog gaje di bawah itu ada salah2, soalnya author baru belajar… gara2 di olokin ‘Masa anak orang jawa gak bisa bahasa jawa… jaejoong deh…’ akhirnya author berniat memakai bahasa jawa biar gak di olokin mulu ya meskipun logat author logat indonesianya masih kentel2 banget,, dan logat koreanya juga lumayan kentel,, serta logat banjar dan kotawaringin author yang alhamdulillah ya kentel banget cuma gak sekentel logat indonesia… hadehhh kenapa jadi ke logat ya… capek deh #tepok jidat…

Ok… once again..

don’t forget to leave a comment,, I love you all :*

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s