[Oneshot] Almost

Tittle    : Almost

Author : Little Fairy

Cast     : Park Sun Hye, Key

Genre  : Angst

Rating : PG+15

Length : Oneshot

Disclaimer : Plot my own, Sun Hye belong’s her parents & Key belong’s SM Ent.

Backsound : Tamia – Almost / Jessica Jung – Almost

***

(Sun Hye Pov)

Bagaimana bisa kau meninggalkan ku sendiri saat kita hampir bersama? Gumamku lirih.

Aku menatap sebuah frame dengan fotoku dan Key, foto kami tiga tahun yanglalu.

Menangis. Itu masih terus kulakukan sejak kemarin setiap melihat frame foto tersebut.

“tragis…” lirihku dengan senyum kecut yang menghiasi bibirku.

Aku kembali mengingat kenangan masa laluku dengan Key. Kenangan masa lalu yang tak akan mungkin dapat terlupakan.

[Flashback]

Aku berjalan memasuki sebuah perpustakaan yang terdapat di sebelah kampusku, aku masuk dan segera mencari buku yang ku butuhkan.

Aku menyusuri setiap rak buku dengan pelan, melarikan jari telunjukku ke satu buku dan buku lainnya sambil terus berjalan. Mataku membulat saat melihat buku yang ku cari telah ketemu, dan tanpa sadar seulas senyum tipis telah tersungging di wajahku.

Aku berjinjit dan mencoba meraih buku itu, tapi tinggi badanku yang memang kurang membuatku kesulitan untuk mengambil buku itu. Saat aku terus menerus berusaha mengambil buku itu, tiba-tiba saja seseorang datang dan mengambilkan buku itu untukku.

“Gomawo…” kataku pelan seraya mengambil buku yang di sodorkannya padaku.

Laki-laki itu hanya tersenyum tipis dan bergumam pelan, ia kemudian berbalik dan berjalan pergi.

“Chamkkaman!!” seruku , ia berhenti dan berbalik. Menatapku dengan tatapan Ada-apa-lagi?

“Errrr… aku Sun Hye, Park Sun Hye. Kau?” Kataku memperkenalkan diri dan sekaligus bertanya padanya.

“Kibum. Kim Kibum. Tapi…” ia menggantungkan perkataannya dan tersenyum kecil. Aku menatapnya bingung dengan sebelah alis terangkat, menanti kelanjutan kalimat yang akan di ucapkannya “Tapi kau cukup memanggilku Key.” Katanya sebelum akhirnya berbalik dan pergi.

“Baik Key…” gumamku pelan

[End Flashback]

“Hhh…” aku mendesah pelan dan meletakan lagi frame foto itu di atas meja. Sejak saat itu aku dan Key memang menjadi teman dekat.

Aku bangkit dan kemudian membuka daun jendela kamarku, dan duduk di pinggir jendela. Aku menatap keluar, ku lihat butir-butir es salju mulai turun. Aku jadi teringat lagi kenangan masa laluku bersama Key. Kenangan yang tak akan mungkin pernah terlupakan untukku, kenangan saat musim salju tiga tahun yang lalu.

[Flashback]

Hari ini adalah musim yang paling kutunggu-tunggu, musim salju. Musim yang paling ku suka selain musim gugur. Aku memakai jaket tebal dan topi kupluk, dan kemudian tak lupa aku memakai scrap di leherku.

Aku berjalan keluar rumah dan saat aku membuka pintu, ku temukan sosok Key sudah berdiri di depan rumahku.

“Key…” gumamku pelan, sangat sangat pelan.

Key tersenyum canggung dan melambaikan tangannya kaku padaku.

“H-hai Sun Hye!” katanya sedikit gugup

“Sejak kapan kau ada di sini?”  tanyaku sedikit terkejut pada Key.

“Errrr…. sejak tadi.” Jawab Key gelagapan “Eh sejak tadi?” Key menjawab dengan sebuah anggukan.

“Ya Tuhan Key, kenapa tidak bilang kau sudah datang sejak tadi, kalau tahu kan aku bisa bukakan pintu.” Kataku pada Key dan Key hanya tersenyum melihatku berbicara.

“Tidak apa-apa, errrr Sun Hye ayo kita pergi sekarang.” Kata Key padaku, ia lantas memegang pergelangan tanganku dan menarikku keluar dari rumahku.

“Tu-tunggu Key.” Aku berhenti, Key menatapku bingung “Ada apa Sun Hye?” tanya Key

“Aku tutup pintu rumah dulu baru pergi.” Jawabku, aku melepas pegangan tangan Key dan berjalan menutup pintu rumahku. Setelah itu aku dan Key pun pergi meninggalkan pekarangan rumahku.

***

Sudah dua jam kami keliling mall, berbelanja, dan menikmati permainan-permainan yang ada di dalam mall, bahkan kami tadi juga sempat pergi ke photobox untuk berfoto-foto.

Aku dan Key masuk ke dalam sebuah cafe di mall itu dan kemudian kami duduk di salah satu tempat yang berada tepat di depan jendela cafe. Kami kemudian memesan moccachino pada waiters yang lewat.

Keadaan di antara kami berdua saat ini sangat hening, tak ada satupun di antara kami yang berani membuka pembicaraan. Entah kenapa rasa-rasanya keadaan di antara kami saat ini terasa sangat canggung.

Seorang waiters datang menghampiri kami, ia kemudian menyuguhkan dua cangkir moccachino di hadapan kami. Aku segera mengambil cangkir moccachino milikku dan menyeruputnya dengan pelan.

“Sun Hye…” panggil Key pelan, aku mendongak dan menatap Key. Key menatapku dengan sangat serius, membuatku sedikit salah tingakah.

“Kenapa Key…?” tanyaku pada Key canggung

“Sun Hye a-aku…” Kata Key tergagap, dan itu membuat jantungku tiba-tiba saja berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Ah…eh…Key moccachinonya enak loh…” kataku mengalihkan pembicaraan untup menutupi rasa canggungku.

“Sun Hye…” Key memanggilku sekali lagi, aku menatapnya dengan sebelah alis terangkat, bingung sekaligus penasaran dengan apa yang ia ingin ia katan.

“I-i…” katanya gagap “Eh?”

“I-i love you…”

Bagus, satu kalimat itu saja sudah membuat jantungku nyaris copot.

“Key…” gumamku

“Wanna be my girlfriend?” tanyanya , ia menatapku penuh harap.

Dan aku benar-benar tak dapat berkata apa-apa, aku menunduk dan mengangguk pelan.

Key memegang daguku dan mengangkat kepalaku, ia lantas menyunggingkan sebuah senyum manis yang benar-benar membuat pipiku bersemu merah.

[End Flashback]

Benar-benar kenangan yang manis, aku menengadahkan tanganku di luar jendela dan sebutir salju jatuh tepat di atas telapak tanganku.

“Hhhh…” lagi-lagi aku mendesah pelan. Aku teringat pada Key lagi, Key begitu alergi akan salju tapi ia selalu menyatakan segala sesuatu di musim salju.

Menyatakan perasaannya di musim salju dan menyatakan keinginannya untuk menikah di musim salju.

[Flashback]

Tok…tok…tok…

Aku bangkit dari sofa dan segera berjalan menuju pintu utama, aku memutar knok pintu dan kulihat Key sudah berdiri di depan rumahku.

“Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu…” kata Key sebelum sempat aku mengucapkan sepatah katapun.

“Kau mau bic…”

Aku terdiam dan tertegun menatap Key yang saat ini sudah berlutut di hadapanku.

“Key…” gumamku.

Key mengambil sesuatu dari saku kemejanya, sebuah kotak kecil berwarna merah hati. Ia manarik pergelangan tanganku dan mengecup punggung tanganku. Ia mendongak dan tersenyum padaku.

“Sun Hye~ah … Would you marry me?” tanya Key penuh harap

“Errrrr….” aku tersipu malu , aku menatap Key sekali lagi dan ia benar-benar menatapku penuh harap.

Aku mengangguk “Yes, i do…”  jawabku dengan tersipu.

Key tersenyum seraya kemudian membuka kotak itu dan memasangkan cincin perak dengan mata berlian yang indah di tengahnya ke jari manisku.

Key berdiri dan memelukku , seraya kemudian berbisik di telingaku.

“I Love You”

[End Flashback]

Betapa indah kenangan itu, andai waktu bisa ku putar aku akan kembali ke masa itu dan aku juga akan merubah takdir Tuhan untuk kami. Senyumku mengembang seketika namun hilang seketika pula saat aku mengingat kejadian naas itu, kejadian yang membuatku sering menangis dan jadi sering mengingat kenangan dan masa lalu ku bersama Key.

[Flashback]

“Chagi~a, bagaimana menurutmu gaun ini cantik tidak?” tanyaku sambil terus berpose bak model terkenal.

“Bagus… tapi menurut ku gaun yang tadi lebih bagus dan menarik.” Kata Key

“Oh…eh benarkah?” tanyaku dan Key tersenyum sambil mengangguk pasti.

“Kalau begitu aku mau memakai gaun yang tadi saja di pernikahan kita.” Kataku riang dan Key hanya terkekeh pelan mendengar itu.

Tiba-tiba saja ponsel Key berbunyi dan itu adalah telpon dari bosnya. Setelah beberapa saat Key berbincang dengan bosnya itu Key mematikan telponnya dan beranjak dari sofa. Ia datang menghampiriku.

“Sun Hye~ah…” tiba-tiba saja ekspresi Key berubah.

Aku menatapnya dengan sebelah alis terangkat “Ada apa Key?” tanyaku , tiba-tiba saja Key memelukku erat sangat erat sampai aku tidak dapat bernapas.

“Lepaskan Key aku tidak bisa bernapas…” kataku , Key pelan-pelan mulai melonggarkan pelukannya dan ia menatapku dalam, membuatku bertanya-tanya..

“Key…”

“Sun Hye… Aku mencintaimu sampai ajal menjemputku aku tetap mencintaimu…” kata Key yang langsung membuat mataku membulat

“Kau tidak boleh berkata seperti itu Key.” Kataku memberi peringatan tapi Key malah tersenyum.

“Bagaimana denganmu?” tanya Key

“Aku sama sepertimu, aku akan selalu mencintaimu sampai ajal menjemputku…” kataku mantap

Key tiba-tiba memberi ciuman kilat pada bibirku dan tersenyum, lagi-lagi ia memelukku dan sekali lagi ia berbisik “I Love You…” bisiknya

Key melepas pelukannya dan kemudian menatapku lembut “Aku harus pergi sekarang, bosku menunggu. Jaga dirimu baik-baik.”

Aku terkekeh pelan “Ya! Kau berbicara seperti orang yang mau pergi jauh saja.” Kataku pada Key.

Key tertawa pelan “Aku memang mau pergi jauh…” kata Key dengan sedikit bercanda

“Key…” kataku penuh penekanan sambil mendelik padanya.

“Iya… kalau begitu aku pergi dulu… Annyeong.” Ia melambaikan tangannya padaku dan setelah itu ia keluar dari ruangan designer yang merancang baju pernikahan kami.

***

Aku berjalan masuk ke dalam kamarku dan sesaat kemudian terdengar bunyi ponselku berdering. Aku meraih ponselku dari dalam tas dan ku lihat nama ibu Key terpampang di layar Ponselku.

“Yoboseyo…”

“Sun Hye~” kata Kim Ahjumma

“Ada apa ahjumma?” tanyaku

“Key…” suara Kim Ahjumma terdengar bergetar

“Key? Ada apa dengan Key?” tanyaku cemas dan panik

“Key… ia kecelakaan…” ujar Kim ahjumma terisak

“Huh? Bagaimana bisa? Tapi Key baik-baik saja kan ahjumma?” tanyaku benar-benar khawatir

“….” tidak ada jawaban

“Ahjumma!! Ahjumma!!” seruku tapi tetap tidak ada jawaban namun aku tetap memanggil ahjumma.

“Ahjumma… di rumah sakit mana?” tanyaku langsung

“Rumah Sakit Seoul…” bisik Kim Ahjumma , aku segera mematikan telpon ku dan segera pergi ke rumah sakit.

***

Aku berlari dengan cepat di koridor rumah sakit, mencari keluarga Key yang telah berada di rumah sakit terlebih dahulu.

Aku berhenti di depan ruang UGD dan ku lihat Kim Ahjumma dan Kim Ahjusshi sedang berpelukan, keluarga Key yang lain pun mukanya terlihat begitu menyedihkan.

“Key… ia tidak apa kan?” tanyaku dengan keras membuat seluruh keluarga di situ mendongak dan menatapku.

“….” tidak ada yang menjawab pertanyaanku

“Kenapa kalian diam?!” teriakku

“…” mereka masih diam, ku lihat Jonghyun berdiri dan berjalan menghampiriku.

Ia memegang bahuku menunjukan raut wajah simpatik.

“Key dia…” Jonghyun menggantungkan kalimatnya

“Key… kenapa dengan Key?!” pekikku

“Ia…di-dia sudah me-meninggal.” Kata Jonghyun tersendat-sendat.

“Haha… tidak mungkin… tidak mungkin…” kataku tak percaya , sesaat kemudian dokter dan rombongannya keluar dari dalam ugd dengan membawa seorang di atas kasur yang seluruh tubuhnya di tutupi dengan kain putih.

“STOP!” Teriakku dan dokter beserta seluruh rombongan itu langsung berhenti.

Dengan tangan bergetar dan perasaan yang masih larut dalam ketakutan aku perlahan membuka kain yang menutupi wajah manusia itu.

Dan aku benar-benar shock ketika mendapati wajah Key yang sudah benar-benar pucat.

“K-key…” lirihku. Aku jatuh terduduk, entah kenapa rasanya badanku sangat lemas. Tiba-tiba kurasakan sebuah tangan besar merangkulku dan ku lihat ada Jonghyun yang sudah memelukku. Aku tidak dapat berbuat apa-apa sekarang, yang bisa kulakukan hanya menangis saat ini.

[End Flashback]

Aku tidak percaya saat kita hampir bersama kau malah pergi meninggalkanku.

Aku tidak percaya aku membiarkanmu pergi waktu itu, harusnya aku mencegahmu saat itu agar kau tetap bisa bersamaku.

Tragis memang. Tapi aku harus bisa menerimanya, karena itu sudah menjadi takdir Tuhan untuk kisah cintaku dan aku tak dapat menentangnya karena aku hanyalah manusia biasa.

Tapi meski kami tak bisa bersama, aku yakin kami pasti bisa bersama di surga nanti.

Fin

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s