We Got A Baby (Part 3)

Tittle : We Got A Baby

Author : Little Fairy

Cast : Lee Jinki, Tiffany Hwang

Cameo : Shin Dongho

Genre : Romance, A little bit comedy

Rating : PG+14

Length : Chaptered

Disclaim : Only plot my own

Note : Sequel We Got Married

Poster : yayahartwork@sujumalayff

Bisa memilikimu…

Adalah suatu anugerah terindah…

Dalam Hidupku…

***

“Wowowowowo… baru pertama kali aku mendengarmu menggombal kkkk~”

“Ish… dasar kau.” Tiffany menyenggol lengan Jinki

“Oh ya katamu kau hanya menyukaiku kan? lalu bagaimana dengan Jonghyun?”

“Eh?” tiba-tiba saja raut wajah Tiffany berubah menjadi muram, ia menarik bedcovernya dan langsung tenggelam di dalam selimut.

“Ya!! Tiffany Hwang aku hanya bercanda!” kata Jinki seraya kemudian ikut masuk ke dalam selimut.

Keadaan di dalam selimut sangat gelap, bahkan Jinki tak dapat melihat satu sama lain. Tapi meski tak dapat melihat satu sama lain, Jinki yakin bahwa Tiffany saat ini sedang menangis.

“Uljimma…” kata Jinki “Mianhae…” sambungnya lirih

“Siapa yang menangis…” sanggah Tiffany  dengan suara sedikit parau

“sudah jangan bohong… aku tahu kau sedang mengiskan? Sudahlah mengaku saja.” Kata Jinki mendesak.

Tiffany keluar dari dalam selimut dan menunduk , Jinki ikut keluar dari dalam selimut dan langsung merangkul bahu Tiffany mendekatkan tubuh istrinya itu dengan tubuhnya.

“Kau masih mencintainya?” tanya Jinki lirih, dan Tiffany hanya diam

“Aku bertanya padamu.” Kata Jinki sekali lagi, Tiffany menatap Jinki tajam.

“Aku sudah tidak mencintainya, tapi hanya saja aku…” Tiffany menggantungkan kalimatnya seraya kembali menunduk

“Hanya saja aku… aku… aku tidak tahu…” kata Tiffany pura-pura lupa

“Fany~ah…”

“Sudahlah jangan ungkit-ungkit tentang Jonghyun lagi.” Pekik Tiffany seraya kemudian memerosotkan dirinya di kasur dan tidur sambil memeluk tubuh Jinki, Jinki tersenyum dan ikut memerosotkan tubuhnya di atas kasur dan mendekap tubuh Tiffany hangat.

***

04.00 KST

Dongho bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke dalam kamar mandi, ia mencuci mukanya dan sikat gigi setelah itu ia ganti baju dan keluar dari kamarnya.

Dongho kemudia keluar dari rumah dengan membawa handuk kecil berwarna putih yang menggelantung di lehernya dan juga membawa sebotol air mineral.

Sudah menjadi kebiasaannya setiap hari minggu lari pagi keliling komplek rumahnya, tidak boleh sekalipun kegiatan rutinnya itu terlewatkan oleh apapun.

Setelah lama berlari keliling akhirnya Dongho pun mulai merasa lelah, ia kemudian duduk di salah satu bangku yang ada di pinggir jalan.

Di bukanya tutup air mineral yang di bawanya dan meneguk minuman itu sesegera mungkin. Setelah ia meminum air yang di bawanya, ia hendak kembali melanjutkan lari paginya. Baru beberapa langkah berlari, Dongho langsung berhenti.

Dia memperhatikan sesosok manusia yang tengah berlari di jalan sebrang dengan tatapan yang begitu istimewa. Dongho tersenyum seraya kemudian menyebrang jalan dan mencoba menyusul gadis itu.

“Noona!! Noona!! Noona!!” teriak Dongho, mendengar itu gadis yang di panggilnya noona atau Tiffany langsung berbalik.

Awalnya ia sedikit kaget saat melihat Dongho yang secara tiba-tiba berada beberapa meter di depannya namun kemudian ia tersenyum.

“Hai…” sapanya sambil melambaikan tangannya, Dongho tersenyum memamerkan jajaran gigi putihnya dan kemudian berlari menghampiri Tiffany.

“Noona dari mana?” tanya Dongho basa-basi

“Ah… aku dari rumahku…” jawab Tiffany seraya kemudian mulai berlari lagi bersama Dongho

“Rumah? Memangnya rumah noona di mana?” tanya Dongho penasaran

“Tidak terlalu jauh dari sini kok dan masih satu komplek dengan daerah ini.” Tutur Tiffany

“Jinca? Tapi kok aku tidak pernah melihat noona ya?” tanya Dongho

“aku masih baru di sini makanya kau tidak pernah melihatku, memangnya rumahmu di mana?” tanya Tiffany balik

“Rumahku hanya berjarak 25 meter dari sini tapi masih sekomplek juga.” Jelas Dongho

“Oooh…” Tiffany membulatkan bibirnya

“Oh ya noona mau minum?” tawar Dongho seraya menyodorkan air mineralnya tadi.

Tiffany tersenyum dan menggeleng pelan “Ah ani… tidak usah repot-repot.” Tolak Tiffany halus

“Gwenchana… minumlah jika kau haus.”

“Teriamakasih,, tapi aku tidak sedang haus.”

“Baiklah kalau begitu.”

“Ooh ya Noona bolehkah aku mampir ke rumah Noona?” tanya Dongho hati-hati

Tiffany melirik Dongho sekilas seraya kemudian nampak berpikir sejenak.

“Boleh tidak noona?” tanya Dongho sekali lagi

Tiffany tersenyum dan mengangguk.

***

Jinki mengrjap-ngerjapkan matanya seraya kemudian meraba-raba sebelahnya, tidak ada orang. Matanya melebar, ia bangkit dan mencari sosok Tiffany di situ, tapi tak ia temukan sama sekali sosok Tiffany di situ.

Jinki menuruni tangga rumahnya dan berjalan menuju dapur, seraya kemudian meneguk segelas air putih yang barusan saja di ambilnya dari dalam kulkas.

“Kemana perginya Tiffany? Mencari Jonghyun kah #LoL?” gumam Jinki , tiba-tiba pintu rumahnya terbuka dan terdengar suara langkah kaki yang berjalan menuju ruang tengah.

Jinki buru-buru menyusul mereka ke ruang tengah, dan betapa kagetnya ia ketika mendapati Tiffany yang membawa Dongho masuk ke dalam rumahnya.

“Oooh…” Kata Jinki kaget

“Kau kenapa?” tanya Tiffany seraya langsung menghampiri Jinki

“Ah…aniya…” kata Jinki gelagapan

“Oh… oh iya Dongho duduklah biarku ambilkan minum sebentar untukmu.” Kata Tiffany seraya kemudian berjalan ke dapur di ikuti oleh Jinki.

***

Tiffany sedang membuatkan minuman untuk Dongho dan tiba-tiba saja Jinki memeluknya dari belakang.

“Ya! Lee Jinki.” Seru Tiffany

“Hehe…” Jinki terkekeh kecil seraya mengecup pipi kiri Tiffany dan kemudian menumpukan dagunya di atas bahu Tiffany.

“Kau pergi bertemu dengan anak ingusan itu?” tanya Jinki

“Aniya…aku tidak sengaja bertemu Dongho tadi saat sedang lari pagi…” tutur Tiffany

“Lalu?”

“Lalu dia bertanya di mana rumah kita dan kemudian ingin mampir ke sini, ya sudah ku ajak saja dia kesini.”

“Oooh…”

“Kenapa ? kau cemburu?” tanya Tiffany dengan sedikit menyindir

“Aniya…”

“Lalu…”

“Hanya jealous ahaha…” canda Jinki , Tiffany menatap Jinki nanar seraya kemudian menjitak kepala Jinki.

“Ppabo…” katanya pada Jinki dan mendengar Jinki hanya tersenyum-senyum tak jelas.

Tanpa mereka sadari , Dongho sedari tadi telah memperhatikan mereka dari ruang tengah.

Laki-laki kelas tiga sma itu hanya dapat mengepal tangannya geram melihat kejadian yang di lihatnya sedari tadi.

***

Tok…tok…tok…

Jinki memutar kursi kerjanya saat mendengar suara pintu ruangannya yang di ketuk.

“Masuk!” teriak Jinki dan sesaat kemudian pintu ruangannya terbuka dan nampak seorang berpakaian rapih masuk ke dalam dan duduk di hadapannya.

“Perkenalkan, nama Saya Han Seungyeon. Saya sekertaris baru bapak di sini.” Tutur wanita yang ternyata bernama Han Seungyeon itu.

“Oh ne… kau yang menggantikan Seohyun kan?” tanya Jinki dan Seungyeon mengangguk.

“Baiklah sekarang kau boleh ke tempatmu sekarang.” Kata Jinki.

Jinki membuka notebookny sesaat setelah Seungyeon pergi ke tempat duduknya, di lihatnya kerjaannya yang begitu menumpuk saat ini.

“hhh… benar-benar banyak…” gumamnya pelan seraya menggigit ujung pulpennya.

***

Ting…tong…

“Ne chamkkaman…” Tiffany melepas celemek yang tengah ia kenakan untuk memasak saat ini, seraya kemudian berlari pelan menuju pintu utama.

Cklek…

“Fany~ahhh!!!” seru Yuri sumringah saat melihat wajah Tiffany

“Ahh… Yuri~a…!!!” pekik Tiffany ia lantas langsung memeluk Yuri. Mereka saat ini berpelukan sangat erat.

Tiffany melepas pelukannya “Bagaimana kabarmu?” tanya Tiffany

“Aku baik… kau sendiri? Ku dengar dari ibumu katanya kau hamil… benarka?”

Tiffany mengangguk sambil tersenyum malu-malu “Aahhhh Cukhae…” Seru Yuri bahagia saat mengetahui kabar yang di dengarnya itu ternyata adalah benar.

“Ayo masuk… masa mengobrol di depan pintu hehehe…” Tiffany merangkul Yuri dan mengajaknya masuk ke dalam rumahnya.

Mereka kemudian duduk dan mengobrol-ngobrol sambil bernostalgia tentang masa smp dan sma mereka, bercerita-cerita tentang teman-teman mereka waktu itu. Sampai akhirnya mereka mulai bercerita masa kuliah mereka.

“Oooh ya apa kau tahu Fany~ah?” tanya Yuri tiba-tiba

“Tidak… memangnya apa?” tanya Tiffany dengan wajah polos

“Kata Minho beberapa minggu yang lalu Jonghyun telah kembali ke Korea.” Tutur Yuri

Tiffany membulatkan matanya tak percaya seraya menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

“Jinca?” katanya pelan dan di lihatnya Yuri mengangguk pelan.

Mendengar penuturan Yuri barusan Tiffany benar-benar sangat takut, ia takut hatinya kembali terikat pada Jonghyun ia takut akan mengkhianati Jinki, ia benar-benar takut akan itu.

***

20.00 KST

Tiffany berdiri di pinggir pembatas balkon rumahnya, ia menatap bintang-bintang yang bersinar di langit malam ini. Kepalanya kembali teringat dengan ucapan Yuri tadi siang. Ia benar-benar takut jika nanti ia akan bertemu Jonghyun lagi, takut terikat dengan Jonghyun lagi, dan juga takut kalau-kalau hatinya akan mengkhianati Jinki.

“Hhhhh…” Tiffany menghela nafas sesaat, tiba-tiba saja di rasakannya kedua tangan Jinki telah melingar di pinggangnya, lagi-lagi Jinki meletakan dagunya di atas bahu Tiffany, menghembuskan nafasnya di sekitar tengkuk Tiffany membuat Tiffany bergidik ngeri ketika merasakannya.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Jinki kemudian mengecup pipi Tiffany.

“Tidak sedang memikirkan apa-apa.” Jawab Tiffany berbohong, tentu saja ia berbohong bagaimana mungkin ia bilang pada Jinki bahwa ia tengah memikirkan Jonghyun.

“Benarkah kau tidak memikirkan apa-apa? Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan?”

“Hahaha…” Tiffany memperdengarkan tawa hambar  “Menyembunyikan apa? Memangnya ada yang bisa ku sembunyikan darimu huh?!”

“Tidak ada sih… kecuali tentang Dongho haha…” canda Jinki

“Yaa!! Kau itu kenapa sensitif sekali dengan Dongho huh? Memang dia salah apa sampai kau sebegitu tidak sukanya dengan dia?”

“Salahnya hanya satu, dia suka mendekatimu.” Bisik Jinki

“Ish dasar…”

“haha.. ayo masuk di sini sangat dingin.” Kata Jinki seraya merangkul bahu Tiffany dan mengajaknya masuk ke dalam.

***

“Hahaha… aku juga merindukan bermain basket denganmu…”

“Kapan kita bisa bermain basket lagi?” tanya Minho pada temannya itu melalui telpon

“Mungkin besok atau lusa kekeke… sekarang aku sangat sibuk dengan pembukaan cafe pertamaku di Seoul ini.”

“Oooh begitu…”

“Oh ya kalau begitu sudah dulu ya aku masih sibuk.” Kata laki-laki itu seraya kemudian memutuskan sambungan telponnya dengan Minho.

Laki-laki itu meletakan ponselnya di atas meja yang terletak di samping tempat tidurnya, matanya tiba-tiba saja terfokus pada sebuah figura yang didalamnya terdapat foto seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sedang berpelukan.

Tanpa sadar laki-laki itu menyunggingkan sebuah senyuman kecil saat melihat foto di dalam figura tersebut, di raihnya figura tersebut dan di pandanginya dalam-dalam ia lantas bergumam pelan.

“Bagaimana keadaanmu princess? Baik-baik saja kan?”

***

“Huh sepi sekali rumah ini tanpa Jinki…” gumam Tiffany sambil membolak balik majalahnya.

Hari ini dia tinggal seorang diri di rumah, Jinki sedang ada tugas di luar kota selama beberapa hari jadi ia terpaksa meninggalkan Tiffany yang tengah hamil seorang diri di rumah.

“Huh! Dari pada aku mati karena bosan lebih baik aku jalan-jalan keluar rumah.” Batin Tiffany.

Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi, Tiffany yang tadinya hendak pergi ke kamar segera mengurungkan niatnya dan berjalan ke pintu utama di rumahnya.

Ia membuka handle pintu dan di lihatnya Dongho sudah berdiri di depan rumahnya dengan pakaian yang sangat rapih.

Tiffany menaikan alisnya “Dongho…” gumamnya

“Hai noona… ini untukmu.” Kata Dongho seraya menyodorkan sebucket bunga mawar merah pada Tiffany.

Tiffany mengeryitkan dahinya dan menatap Dongho aneh.

“Untukku?” tanya Tiffany sambil menunjuk pada dirinya dan Dongho mengangguk dengan mantap.

Dengan ragu Tiffany mengambil bunga yang di beri oleh Dongho “Masuklah…” kata Tiffany seraya masuk terlebih dahulu dan di ikuti oleh Dongho.

“Jinki hyung kemana noona?” tanya Dongho

“Errrr… Jinki sedang ada tugas di luar kota.” Jawab Tiffany

“Oh…” Dongho membulatkan bibirnya “errrr… noona bagaimana jika kita jalan-jalan?” tawar Dongho

“Eh… aku kebetulan baru mau pergi dengan temanku.” Dusta Tiffany

“Eh? Noona sudah ada acara dengan teman noona ya?” tanya Dongho dan Tiffany mengangguk dengan mantap.

“Ooh… maaf kalau begitu sudah mengganggu.” Kata Dongho kecewa

“Gwenchana…” kata Tiffany sambil menyunggingkan senyunya

“Kalau begitu aku pulang dulu noona…” pamit Dongho seraya kemudian bangkit dan pergi meninggalkan rumah Tiffany.

“Mianhae… Dongho…” gumam Tiffany

***

Tiffany turun dari taxi dan ia berhenti tepat di sebuah cafe yang baru beberapa hari lalu di buka oleh pemiliknya.

Cafe dengan nama “Fany Fany Tiffany”, Tiffany tersenyum sendiri melihat papan kayu yang membentuk tulisan nama itu.

“Kenapa aku jadi teringat pada Jonghyun? Apa karna dia selalu memanggilku dengan sebutan ini?” tanya Tiffany pada dirinya sendiri sambil tersenyum-senyum sendiri.

Tiffany berjalan masuk ke dalam cafe itu, dia kemudian memilih tempat duduk yang berada di paling pojok cafe tepat di dekat jendela. Tiffany duduk dan segera memesan makanan dan minuman pada waiters yang ada di cafe ini.

Sambil menunggu pesanannya datang Tiffany memilih mendengarkan music dari ipodnya, di pasangnya headset ke kedua telinganya, ia menyandarkan tubuhnya di kursi dan melihat keluar jendela dan bibirnya berkomat-kamit mengikuti lirik lagu yang tengah ia dengarkan.

Entah ada angin apa, tiba-tiba saja Tiffany menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah lain. Tiba-tiba saja matanya menangkap sosok yang cukup di kenalnya naik ke atas panggung dan mengucapkan kata sambutan.

Tiffany membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

“Katakan bahwa ini mimpi…”

Tbc…

Advertisements

3 responses to “We Got A Baby (Part 3)

  1. Yg dilihat tifany siapa yah jonghyun kah?aigo dongho gigih bgt deketin tifany padahal kan dongho kan udah tau tifany udh punya suami salut deh buat dongho

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s