[Oneshot] Love Again

Tittle : Love Again

Author : Little Fairy

Cast : Bae Suzy, Choi Minho

Cameo : Jia & Fei

Genre : Friendship,Comedy,Romance

Rating : PG+13

Length : Oneshot

Note : Terinspirasi dari mv miss a love again kkk

Poster : Jeongmal jeongmal gomawo to Shinbitoki18 ,, makasih banget buat Billa onnie yang udah mau terus2n bikinin aku poster,,, jeongmal gomawo

Sumarry :

“Dari mana saja kau?! kau tahu berapa lama aku menunggumu disini?!”

***

Sore ini Suzy tampil beda dari biasanya, menurutnya hari ini adalah hari yang sangat special sehingga ia harus berdandan lebih cantik dan berbeda dari biasanya.

Sentuhan terakhir ia mempoles lip gloss berwarna pink di bibir mungilnya dan setelah itu ia bergegas meninggalkan kamarnya dan berjalan meninggalkan kamarnya.

***

Suzy berdiri beberapa meter dari Namsan Seoul Tower, berjalan mondar mandir menunggu kehadiran Minho, Choi Minho di hadapannya.

Sudah dua jam dia menunggu Minho di situ, tapi pada kenyataannya ia tak menemukan batang hidung Minho di sekitar situ.

Suzy menghentakan kakinya ke tanah dengan kesal, ia menggembungkan pipinya dan memasang tampang kesal.

“Jadi usahaku untuk tampil secantik mungkin dan berbeda dari biasanya, sia-sia saja?”  gumamnya dalam hati

Suzy berdecak sebal”Tch… menyebalkan.”

Ia sudah bosan, ia malas melihat muka Minho sekarang, ia benar-benar kecewa.

Suzy berbalikd dan hendak melangkah pergi, tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara Minho.

“Chamkkaman!” kata Minho dengan sedikit terengah-engah, namja bertubuh jangkung itu lantas membungkuk dan memegang lututnya sambil memabawa bunga, mencoba mengatur nafasnya yang tak beraturan.

Suzy menatap namja di hadapannya sinis bercampur sebal, ia melipat tangannya di depan dada sambil berdecak pelan.

“Mianhae…” kata Minho setelah nafasnya berangsur-angsur mulai kembali teratur. Ia berdiri dan memberikan sebucket bunga yang di bawanya itu pada Suzy.

“Dari mana saja kau?! kau tahu berapa lama aku menunggumu disini?!”

“Mianhae aku tadi terjebak macet…” jelas Minho

Suzy memutar bola matanya dan bugh…

sebuah bogem mentah mendarat dengan sempurna di pipi kiri Minho, membuat namja itu meringis kesakitan.

Suzy menggigit bibir bawahnya kesal dan kemudian berjalan meninggalkan Minho.

“Ya! Chagiya! Waeyo?!” kata Minho di sela-sela ringisannya, seraya mencoba menahan kepergian Suzy.

“Jangan panggil aku chagiya lagi! kita putus!” katanya asal dan tanpa pikir panjang.

Minho tak memperdulikan kata-kata Suzy dan terus mencoba menahannya, memegang bahunya tapi gadis manis itu terus saja menepis tangannya.

“Ya! jangan sentuh aku!” teriak Suzy sedikit menggertak seraya kemudian berlari pelan meninggalkan Minho.

Melihat itu Minho hanya dapat mendengus pelan.

***

Michidorok neoman wonae neunde
idaero nan neo eobshineun andwae
Dashi sarang hallae
ni jariro ollae
Hanbeon mandeo nimam naege jullae,
ni yeopeseo neoman bara bollae
Dashi sarang hallae
neol nae gyeote dullae

Volume music yang terdengar sangat gaduh memenuhi sebuah rumah kecil yang terdapat di pinggir jalananan kota Seoul, rumah yang menjadi tempat berkumpulan sekelompok anak muda.

Cklek… terdengar suara handle pintu yang sedikit berputar, kedua gadis cantik yang tengah latihan menari di dalam secara bersamaan menoleh ke arah pintu.

Jia dan Fei melongo mendapati penampilan Suzy yang agak mirip seperti orang gila, tepatnya pada rambutnya.

Suzy berjalan masuk ke dalam dengan malas, seraya memasang wajah yang sangat kucel dan kemudian duduk di salah satu sofa yang terdapat di dalam.

Jia dan Fei saling melihat satu sama lain, mereka bingung dengan perubahan yang di hadapi oleh sahabat karib mereka.

“Kau kenapa?” tanya Fei dan Jia bersamaan, mereka kemudian menghampiri Suzy yang tengah duduk di sofa dengan tampang suram.

“Aku tidak apa-apa!” jawab Suzy ketus

“Benarkah? tapi sepertinya kau sedang tidak baik.” kata Jia

“Aku bilang aku tidak apa-apa!” Kata Suzy keras dan penuh penekanan, membuat kedua sahabatnya hanya bisa terdiam dan mematung di tempat.

***

Sudah dua minggu ini Fei dan Jia merasa ada banyak perubahan pada diri Suzy, ia tak seperti Suzy yang dulu, ia tak seceria dulu.

Suzy sekarang lebih jadi sering murung, cemberut, dan suka marah-marah tak jelas atau tanpa alasan.

Membuat Fei dan Jia jadi agak frustasi dengan perubahan drastis yang di alaminya.

“Hana…deul..sset…hana…deul…sset…” kata Jia memberikan suara untuk step per step gerakan dance mereka.

Awalnya Suzy mengikutinya dengan senang, namun tiba-tiba saja ia kembali tidak mood dan ia segera keluar dari barisan di koregrafi dance mereka dan berjalan keluar dari rumah untuk berkumpul mereka.

Fei yang melihat itu dengan segera langsung berlari menyusul Suzy.

“Ya! Bae Suzy!” teriaknya dengan sangat keras.

Suzy tak menghiraukan teriakan Fei dan terus saja berjalan meninggalkannya.

Fei segera berlari dan langsung menyamai langkah Suzy, di raihnya pergelangan tangan Suzy membuat Suzy berhenti dan menatap tajam padanya.

“Kau kenapa? kenapa akhir-akhir ini kau berubah jadi aneh?” tanya Fei

Suzy berdecak kesal seraya membulatkan matanya dan menatap Fei tajam

“AKU TIDAK APA-APA!!!” pekik Suzy seraya menepis tangan Fei dan berlalu begitu saja.

Fei menganga sesaat melihat sikap Suzy barusan , seraya kemudian melihat Suzy yang sudah berjalan menjauh darinya.

“Tidak mungkin tidak apa-apa, jelas-jelas ada apa-apa begitu…” gumam Fei seraya kemudian berjalan masuk ke dalam rumah mereka lagi.

***

Fei masuk dan menghempaskan tubuhnya di sofa, tepatnya di sebelah Jia.

Jia yang sedari tadi mengikir kuku, sambil menunggu kedatangan Fei dan Suzypun sontak menoleh ke sampingnya.

“Mana Suzy?” tanya Jia pada Fei

Fei menghela nafas dan mengubah posisinya menjadi tegak.

“Dia pergi begitu saja, aku bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan dia?” kata Fei

“Huh? pergi begitu saja?” Tanya Jia dengan sangat-sangat shock, dan Fei hanya mengangguk-angguk dengan bibir yang beberapa centi agak maju.

“Sepertinya dia sedang ada masalah.” kata Jia

“Mungkin, apa dia ada masalah dengan kekasihnya?” gumam Fei

Jia mendekatkan wajahnya pada Fei “maksudmu Minho?” tanya Jia dan Fei hanya mengangguk.

“Bagaimana jika kau tanya pada Minho?” Fei memberi Solusi

“Benar juga.” , tanpa banyak bicara lagi Jia segera mengambil ponselnya dari saku celananya dan segera menghubungi Minho.

***

Minho menatap Fei dan Jia bergantian setelah kedua sahabat dari Suzy itu mengintrogasinya habis-habisan.

“Sudah selesai tanya-tanyanya?” tanya Minho sebal, melirik Fei dan Jia bergantian (lagi). Fei dan Jia mengangguk mengiyakan.

Minho menghela nafas sesaat sebelum ia akhirnya angkat bicara

“Sebenarnya begini… bla bla bla bla…” Minho menjelaskannya panjang lebar, dari awal mulai terjadinya masalah sampai saat ini, sedangkan Fei dan Jia hanya melongo mendengarkan penuturan Minho yang panjang dan lebar itu.

“Jadi intinya Suzy marah padaku karena aku terlambat.” katanya sebagai penutup di akhir kalimat.

Fei dan Jia saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya kembali menatap Minho.

“Jadi hanya karena itu?” tanya Jia dan Minho hanya manggut-manggut.

“Tapi kenapa dia bisa semarah itu ya? padahal kan kau hanya terlambat dua jam.” kata Fei dengan tampang bodoh.

Pletak, sebuah jitakan mendarat dengan manis di kepalanya.

“Aigo! appo!!” rintihnya seraya berdecak kesal pada Jia

“Ya! Kau ini ppabo atau apa sih?! mana ada yeoja yang tidak marah jika harus menunggu selama itu sendirian, ppabo.” kata Jia ketus

“Tapi kan kau tidak perlu menjitak ku segala.” protes Fei

Jia tersenyum kecut “Itu agar otak mu agak encer makanya kau harus di jitak.” ejeknya

Fei berdecak sebal “Ish…”

“Jadi apa yang harus kulakukan?” kata Minho frustasi sekaligus meminta solusi.

“errrr…” Jia menggigit bibir bawahnya , mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini.

Jia melirik sebuah poster yang  berada di sebelahnya, poster yang di temukannya di pinggir jalan kemarin, ia kemudian tersenyum seolah mendapat pencerahan alias ide.

“Arraso…” katanya sambil senyum-senyum sendiri

“kau mendapat ide?” tanya Fei dan Jia mengangguk-angguk masih dengan senyum yang mengembang.

“Apa?? malhaebwa!!” kata Fei dan Minho bersamaan seraya menatap Jia penuh harap.

Jia mendekat dan memberitahu ide yang telah ia dapatkan pada Minho dan Fei.

***

Suzy menatap fotonya dan Minho yang terpasang menjadi wallpaper di Ponselnya. Suzy memanyunkan bibirnya dan kemudian membuka gallery di ponselnya.

Dibukanya folder fotonya dan Minho, dan setelah ia memperhatikan foto itu baik-baik Suzy pun bersiap untuk menghapus file foto itu dari memory ponselnya namun dering ponselnya menggagalkan semua rencananya.

“Yeoboseyo?” tanya Suzy

“Errr… Suzy~a bisakah kau ke sini sekarang?” tanya Jia

“Wae?” tanya Suzy

“Errrr… ada yang perlu kami bicarakan.” kata Jia lagi

“Eumm… ne chamkkaman.” Kata Suzy kemudian memutus sambungan telpon mereka.

“Kau yakin ini akan berhasil?” tanya Fei tak yakin seraya meneguk air mineral yang berada di dalam botol genggamannya.

“Aku yakin seratus persen pasti akan berhasil.” kata Jia percaya diri.

“Tapi kenapa aku tidak yakin sama sekali ya. Aku tidak yakin Suzy mau ikut serta pasti dia akan menolak mentah-mentah secara mood Suzy masih jelek.” tutur Fei

“Ya! tak peduli bagaimanapun caranya Suzy harus bisa kita ajak ikut serta. Arra?!” ujar Jia ngotot.

“Ne ne arraso…” kata Fei mengalah.

Tiba-tiba pintu rumah mereka terbuka dan nampak Suzy yang masuk ke dalam dengan wajah kusut. Gadis manis itu kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa dan merentangkan tubuhnya.

Fei melirik Jia sekilas dan kemudian Jia segera menghampiri Suzy.

Bugh, suara tubuh Jia yang terhempas di sofa terdengar agak keras.

“Suzy~a…” panggil Jia.

Suzy menoleh sekilas ke Jia “Wae?” katanya datar.

Jia melirik ke Fei dan kemudian kembali menatap Suzy.

“Errrr…  aku dan Fei mendaftar untuk sebuah parade Beat Festifal dari Anycall.” tutur Jia pelan

“Lalu? kalian hanya berdua saja kan?” tanya Suzy datar

“Errr…tidak tidak kami tidak hanya berdua.” kata Jia sambil  menyilangkan tangannya kedepan dan menggeleng-geleng.

Suzy memincingkan matanya “Kalian tidak hanya berdua? berarti bertiga?” tanya Suzy dan Jia mengangguk.

“Lantas apa hubungannya denganku?” tanya Suzy datar

Fei berjalan menghampiri mereka berdua dan duduk di samping Suzy, gadis china itu kemudian merangkul bahu Suzy.

“Kami juga turut mengikut sertakanmu.” kata Fei pelan.

Suzy membulatkan kedua bola matanya dan menatap Fei dan Jia tajam secara bergiliran.

“Mwo?!!”

***

Haruga machi ilnyeon gata
neo eopneun sesangeun jiyok gata
Eotteokamyeon naege dashi dora oni
eotteokamyeon naemam arajuni
Naega mwol geuri jalmotae neunde
ireoke neoreul bolsu eopneunge
Oneuldo nareul ulgo ugehae

Suzy,Jia dan Fei menari secara serempak, berlenggak-lenggok (?) sesuai dengan bagian mereka.

Alunan music dari Miss A Love Again pun telah habis, mereka kemudian mengambil botol air mineral mereka masing-masing dan meminumnya.

Suzy melap peluh yang mengalir di sekitar kepalanya dan segera meneguk air mineral yang di bawanya. Tiba-tiba saja ponselnya berdering, segera saja di ambilnya ponsel yang berada di kantong belakang hotpantsnya.

Di layar ponselnya tertera nama “Choi Minho”

“mau apa dia?” gumam Suzy kesal seraya kemudian mereject telpon dari Minho dan segera mematikan ponselnya.

Jia dan Fei melirik Suzy “Telpon dari siapa?” tanya Jia dan Fei menyelidik

“Ye?” Suzy mendongak

“telpon dari siapa?” ulang Jia

Suzy menggeleng pelan “ah ani… bukan dari siapa-siapa.” dustanya “hanya telpon dari orang tak penting.” lanjutnya seraya memasukan ponselnya ke dalam kantong hotpantasnya lagi.

“Kita mulai latihan lagi?” ajak Suzy , Fei dan Jia mengangguk bersamaan. Mereka kemudian menyetel mini tape compo mereka dan mulai menari lagi.

***

Minho meringukuk frustasi di sudut ruang latihan Fei,Jia, Dan Suzy.

Fei dan Jia menghampirinya dan duduk di hadapannya.

“Kau kenapa?” tanya Jia

“hhhhh…” Minho menarik nafas “Kurasa cara ini tidak akan berhasil.” kata Minho frustasi

“Ya! kau jangan menyerah hanya karena telponmu tidak di angkat!” ujar Fei memberi semangat

“Kau tahu dari mana kalau telponku tidak di angkat?” tanya Minho

“Hahaha…” Fei tertawa renyah “Dari ekspresi Suzy, kalau mukanya masam saat mengangkat telpon berarti itu dari kau.” kata Fei

“Oh…” Minho hanya membulatkan bibirnya sedangkan Jia, ia hanya menggeleng-geleng pelan melihat Fei.

“Hey! Paradenya kan belum di mulai, jadi aksimu belum di mulai juga ppabo!” kata Jia seraya menyentil pelan dahi Minho.

“Iya sih, tapi aku tidak yakin kalau Suzy akan memaafkanku.” lirih Minho

“Kau tidak boleh tidak yakin, kau harus yakin dan tetap semangat! Hwaitting!” seru Jia memberi semangat seraya mengepalkan tangannya.

“Ne hwaitting!” seru Minho lemas seraya ikut mengepalkan tangannya dengan lemas.

“Onnie!!” suara Suzy tiba-tiba saja mengejutkan mereka dengan Segera Jia berdiri dan Fei ia segera melemparkan selimut dan bantal untuk menutupi tubuh Minho, sedang Minho ia hanya pasrah saja di lempari selimut dan bantal toh ini demi keselamatannya juga.

“”Hai Suzy!” kata Jia basa-basi sambai melambaikan tangannya kaku

“Hai Suzy!” sapa Fei , kepalanya menyembul begitu saja dari balik sofa.

“Apa yang kau lakukan di situ onnie?” tanya Suzy penasaran seraya berjalan menghampiri Fei.

Jia melirik Fei sekilas dan Fei langsung berdiri dan berlari menghampiri Suzy.

“Ah… aniya… tidak apa-apa hehe…” kata Fei.

“Errr… Suzy!! boleh aku minta tolong padamu?” tanya Jia sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Apa?” tanya Suzy

“Bisakah kau membelikanku Roti bakar? entah kenapa aku ingin sekali makan roti bakar sekarang!” kata Jia asal seraya kemudian menghampiri Suzy

“Ya! Ya! Ya! Please!” pintanya dengan memasang puppy eyes

“Tapi…”

“Ayolah please…” desak Jia seraya mendorong pelan Suzy

“tapi aku mau Fei menemaniku…” kata Suzy

“Ah iya Fei pasti juga akan menemanimu.” Jia menarik pergelangan tangan Fei, dan mendorong Suzy dan Fei keluar dari rumah.

“Beli roti yang banyak ya!!” teriak Jia sambil melambaikan tangannya pada Fei dan Suzy seraya kemudian kembali masuk ke dalam rumah.

“Ya! Choi Minho! Cepat keluar sebelum Suzy dan Fei kembali!” pekik Jia

“Iya…” Minho menjatuhkan bantal yang menutupi kepalanya dan bangkit dari posisinya dengan malas.

“Huh…” decaknya pelan seraya kemudian berjalan keluar.

***

Sudah seminggu mereka berlatih dan parade Beat Festifal akan segera di mulai malam ini.

Fei,Jia, Dan Suzy sudah menemeukan costum untuk parade nanti malam dan  mereka juga sudah berlatih habis-habisan untuk malam ini.

“Ok… latihan hari ini selesai, nanti malam kita berkumpul jam 9 di sini dan kemudian kita berangkat ke tempat paradenya di laksanakan bersama-sama arra?”

“Hemmm…”

Jia, Fei dan Suzy kemudian keluar dari tempat kumpul mereka dan kembali ke rumah masing-masing sampai waktu yang telah di tentukan tiba.

***

21.00 KST

Suzy keluar dari kamarnya dan mengintip keadaan sekitar di ruang keluarga di rumahnya, dengan mengendap-endap gadis itu kemudian meninggalkan rumahnya tanpa di ketahui oleh orang tuanya.

Jia keluar dari rumahnya, seluruh lampu di seluruh ruangan rumahnya sudah padam, gadis itu pun berjalan keluar dengan mengendap-endap hanya dengan penerangan dari ponselnya.

Fei dia berjalan keluar dari rumahnya dengan santai, kedua orang tuanya telah mengizinkannya mengikuti parade sehingga ia tidak harus mengendap-endap seperti Jia dan Suzy.

***

Mereka bertiga telah berkumpul di tempat perkumpulan mereka dan dengan cepat mereka melesat untuk berganti pakaian, setelah mereka selesai mengganti baju ketiganya kemudian berjalan keluar dan segera pergi menuju ke tempat parade akan di laksanakan.

***

Suara ricuh dari penonton sangat membisingkan telinga setiap manusia yang berada di backstage dan mungkin juga penonton itu sendiri.

“Aish… kapan giliran kita?!” decak Suzy kesal

“Sabar,, tinggal lima kali performance lagi setelah itu giliran kita.” kata Jia

“Huh? lima performance lagi?” tanya Suzy kaget

Jia mengangguk “Yeah, begitulah.”

“Lama sekali.” gumanya pelan

“Sabar saja.” kata Fei

“Huh… baiklah…”

Jia kebelakang sebentar untuk menemui Minho, bagaimana apa kau sudah membeli barang-barang yang ku pinta?” tanya Jia

Minho mengangguk “Ne…” jawab Minho

“Ingat ya setelah kami selesai performance kau harus naik ke atas panggung dan kau harus melakukan semua yang telah ku katakan padamu.” ujar Jia mengingatkan

“Ne noona arraso.”

“Good, kalau begitu aku kembali ke ruangan kami dulu ya. Aku takut Suzy curiga.” Kata Jia seraya kemudian berlari meninggalkan Minho.

***

Suara ricuh masih terdengar di seluruh tempat di mana acara parade ini di selenggarakan.

Shin Dongho, MC dari Parade Music Beat Festifal ini kemudian naik ke atas panggung.

“Ada yang masih mau berteriak dan gila-gilaan di sini?!” tanya Dongho kepada seluruh penonton

“Mauuuuuuu!!!” teriak penonton

“Kurang keras!! Sekali lagi!!” kata Dongho lagi

“Mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!” kata penonton lebih keras

“Baiklah sekarang kita akan tampilkan penampilan terbaik dari Say A!!!”

Jia,Suzy, dan Fei kemudian naik ke atas panggung dan mulai menari.

My heart has completely stopped
At this rate, I’m going to be in trouble
Who are you to make me cry?
Everyday, I cried, I starved
I lost weight, now my clothes don’t fit me
Why do you keep giving me pain?

I wanted you like crazy
I can’t go on without you like this
I want to love again
I want to go to your place
Will you give me your heart one more time?
I only want to look at you by your side
I want to love again
I want to put you by my side

One day feels like a year
A world without you is like hell
What do I do to have you come back to me?
What do I do to make you know my feelings?
Exactly what did I do wrong?
Not being able to see you like this
Makes me cry and laugh today

My tears have completely dried
My heart is still stopped
Do you really not know my feelings?

I wanted you like crazy
I can’t go on without you like this
I want to love again
I want to go to your place
Will you give me your heart one more time?
I only want to look at you by your side
I want to love again
I want to put you by my side

It can’t be, it can’t be, come back
Even if I wish, even if I believe, there’s no news
Why do I keep doing this? I have to forget
But I can’t do that well, I really can’t

I wanted you like crazy
I can’t go on without you like this
I want to love again
I want to go to your place
Will you give me your heart one more time?
I only want to look at you by your side
I want to love again
I want to put you by my side
[Miss A – Love Again]

Mereka bertiga kemudian mengakhiri dance mereka dengan membungkuk 45 derajat dan mengucapkan kamshamnida.

Masih di tengah teriakan para penonton, saat Mereka bertiga hendak kembali ke backstage tiba-tiba Minho naik ke atas panggung dengan membawa sebucket bunga mawar dengan warna merah.

Suzy tertegun serta bergumam pelan “Minho…” gumamnya pelan

Ia benar-benar tak menyangka Minho bisa ada di sini dan membawa sebucket bunga, dan gadis itu hanya bisa tersipu malu.

“Igeo… my princess…” kata Minho pada Suzy seraya menyerahkan sebucket bunga yang di bawanya itu sambil berlutut pada Suzy

“Gomawo…” kata Suzy

Penonton yang melihat itu makin menjadi ricuh dan bersorak sorai.

“You must know… I really really loved u…” bisiknya di telinga Suzy seraya merangkul Suzy

“Love you Too…” bisik Suzy , seraya tak bisa menahan senyumnya.

Fei dan Jia yang melihat itupun lantas tersenyum senang dan lega, karena Suzy dan Minho bisa kembali akur.

“Aku bilang apa, pasti berhasil.” kata Jia bangga pada Fei

“Iya…iya aku tahu idemu itu berhasil.” kata Fei yang membuat Jia cekikan

Minho merebut Microphone yang di bawah Dongho, di dekatkannya pada bibirnya dan ia kemudian berkata dengan keras dan lantang.

“I Love You So Much Bae Suzy.”

Penonton makin ricuh saat mendengar suara Minho, sedang Suzy ia menatap Minho tak percaya.

Minho tersenyum, seraya memegang kedua pundak Suzy dan mencium bibir Suzy.

Suzy membulatkan matanya tak percaya dan hanya menikmati ciuman dari Minho.

Fin

Huaaaaaaaaaaaaaa!!! #teriakfrustasi

Hiks…hiks… gagal maning gagal maning #jitak2 kepala

FFnya bener-bener ancur banget, kagak jelas, alurnya ngalur ngidul ceh ceh ceh…

Maaf kalau ff ini bener-bener geje dan ancur sama seperti orangnya…

Mianhamnida!!!

Curcol author : entah kenapa sekarang aku suka banget sama Minzy couple, dan skrg ff yg kubuat lebih mengarah pada Minzy,,, padahal sebenernyakan saya Onsica,Jjongsica, & Keysica shipper, tapi gak pernah bikin ff buat tiga couple entu kkkkk~ malah lebih ke Minzy wkwkwkkwkw

Advertisements

4 responses to “[Oneshot] Love Again

  1. nemu blognyaa dr ffindo..uda baca juga ni ff dsana..
    tpy mw baca lgy dblog authornyaa..:)

    buat lagyy yg main castnyaa suzy dongg..*toel toel authornya..

    koq ffnya taemin-suzy dprotect ? aq pgen bacaa.. *.*

    • iya… ini lagi dalam proses… 😀
      tunggu aja yah 🙂
      FFnya taemin dan Suzy,,, errr Comeback again yach??
      errr itu ffnya masih tahap penyelesaian,, ku protect biar gak ada yg baca dulu,, habis takutnya tuh ff gak di lanjutin 😀

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s