[Ficlet] Please Don’t Go

Tittle : Please Don’t Go

Author : Little Fairy (@littlefairy15)

Cast : Choi Minho, Bae Suzy

Cameo : Krystal Jung

Genre : Angst, A Little Bit Romance

Rating : PG+13

Length : Ficlet

Note : Satu cerita sama Good Bye Baby,, tapi kalau yang ini semua di ambil dari sudut pandang Minho.

Mianhae… Jeongmal Mianhae…

Jangan pergi… Jangan Pergi…

Aku mencintaimu… Saranghae… Saranghae…

Kumohon tetap tinggal dan jangan pergi…

***

(Minho Pov)

“Aku membencimu oppa!”

Masih terngiang di telingaku ucapan Suzy kemarin. Segitu bencinya kah dia padaku?

Ok aku tahu aku memang salah, aku tahu aku memang bodoh.

Kenapa aku mengkhianatinya? Aku tahu dia mencintaiku dan sangat mencintaiku.

Tapi aku…

Aku menyakitinya , aku melukainya , mengkhianatinya…

[Flashback]

“Kau cantik sekali Krystal…” pujiku , aku perlahan membelai rambutnya.

Kulihat wajah Krystal merona merah dan ia tersipu malu-malu.

“Oppa…” gumamnya

Aku menyentuh puncak kepalanya dan mencium keningnya, dan aku kemudian mencium bibirnya mesra.

That’s My First Kiss…

Tolol!!

Bodoh!!

Stupid!!

Kenapa ku berikan pada Krystal? Kenapa bukan pada Suzy? Setan apa yang merasukiku?

Aku perlahan menjauhkan wajahku, aku memegang sudut bibirku.

“Oppa…” kata Krystal tak percaya

Aku tersenyum padanya dan wajahnya lagi-lagi merona merah.

Tanpa sengaja mata ini melihat sesosok orang yang sangat tidak asing lagi untukku, mirip Suzy Kekasihku. Dia berlari keluar dari taman ini.

Benarkah ia Suzy? Tidak… tidak mungkin… mungkin aku hanya salah lihat.

[End Flashback]

Well… kenyataannya mataku tidak salah lihat…

Gadis itu ternyata memang benar-benar Suzy…

Bodoh kau minho … bodoh…

Sekarang apa yang harus kau lakukan? Suzy sekarang telah benar-benar membencimu!

Alasan ia bersikap dingin dan terkesan menjauhimu di sekolah sudah terjawab semua…

[Flashback]

Aku berjalan menuju kelas Suzy, kulihat dari luar kelasnya bahwa ia sedang duduk sambil membaca komik.

Aku masuk dan duduk di sampingnya…

Tapi…

Dia mengacuhkanku, menganggapku seolah tak ada… Ada apa dengannya…

Aku merebut komik yang sedang di bacanya , ia melirikku dan mendengus pelan. Dilepasnya kedua headset yang terpasang di telinganya, menatapku dengan sangat ‘sinis‘. Ia berdiri dan berjalan meninggalkanku.

“Suzy… Suzy…” Panggilku , tapi ia tak kunjung menoleh… seolah tak mendengarnya.

Aku mendengus pelan, ku tatapi komik yang kurebut tadi, meletakannya di atas meja Suzy dan berjalan keluar.

***

Sudah seminggu ini sikap Suzy berubah drastis terhadapku, ia cenderung diam, mengacuhkanku, dan seolah tak mengenalku.

Ada apa dengannya? Dan apa salahku?

Aku selalu berusaha menemuinya, berusaha menanyakan alasan kenapa ia berubah? Tapi selalu saja dia tak menggubris pertanyaanku L

***

Hari ini aku berniat ke rumah Suzy, bermaksud menemuinya dan menyanyakan alasannya berubah, menanyakan status hubungan kami, dan menanyakan apa salahku padanya.

Sial… cuaca tiba-tiba saja menjadi tidak bersahabat, aku harus cepat sampai di rumah Suzy sebelum aku basah karena hujan.

Aku mempercepat langkahku dan tanpa sengaja aku melihat Suzy berjalan dengan cepat di depanku. Benar-benar suatu keberuntungan, aku segera berlari dan memegang pergelengan tangannya.

Dia berbalik dan nampak terkejut dengan kehadiranku

“O..oppa…” katanya gugup, menatapku seolah tak percaya dan aku menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.

“Kenapa kau berubah padaku? Bisa kau berikan alasannya?” aku bertanya dengan sangat serius, jujur aku butuh sebuah jawaban dan suatu kejelasn.

Suzy hanya diam tak merespon, kulihat bibirnya bergetar hebat.

Ia menghentakan tangannya ke atas, bermaksud melepaskan cengkramanku tapi aku tak membiarkannya. Aku mencengkram tangannya semakin kuat.

“Sudahlah oppa… lepaskan aku.” lirihnya , matanya memerah dan sedetik kemudian ia menunduk.

“Tak akan, sebelum kau katakan.” Kataku pelan tapi penuh penekanan.

“A…aku…aku benci kau oppa.” Katanya yang spontan langsung membuatku terkejut

“Eh?”

“Aku benci kamu!!” ia berteriak, mendongak dan kini ia mentapku tajam

“Alasannya?” tanyaku

“Kau menduakanku!! Melukai hatiku!!” ia berbicara lantang , membuatku hanya bias diam dan merenungi kesalahanku ini.

“Aku melihatnya, kau mencium gadis itu.” Lirihnya

Tuhan… betapa bodohnya aku!! Umpatku pada diriku sendiri dalam hati

“Suz…”

“Lepaskan… aku harus pulang.” Ia memotong ucapanku, ia menghentakan lagi tangannya dan entah kenapa aku mengendurkan cengkramanku dan melepasnya.

Suzy berbalik, ia lantas berjalan meninggalkanku.

Tiba-tiba petir menggelegar dan hujanpun turun, aku mendongak menatap Suzy yang semakin menjauh dengan langkah yang begitu cepat.

Aku berlari dan menahannya dengan memegang pergelangan tangannya lagi…

Ia berbalik “mau ap hmphhh…” aku memotong ucapannya, ku bekap mulutnya dengan mulutku. Aku menciumnya secara liar dan paksa. Dan aku tak tahu setan apa yang merasuki dan membisikiku sehingga aku berani seperti ini terhadapnya.

“Le…paskan..” katanya di sela-sela ciuman , dia mendorongnya kuat aku jatuh di tanah.

Kulihat Suzy melap sudut bibirnya dengan tangan kanannya, ia juga menatapku dengan sangat jijik. Jujur itu membuatku ‘sedih’

“Aku benci kau oppa!!” teriaknya , berbalik dan kemudian pergi meninggalkanku.

Bodoh!! Kau sangat bodoh Choi Minho!! Jeongmal Baboya!!

[End Flashback]

Sekarang apa yang harus ku lakukan??

Minta maaf padanya yeah minta maaf.

Tapi… tapi apakah Suzy mau memaafkanku?

Aku tidak boleh pesimis , aku harus yakin Suzy mau memaafkanku dan menerimaku kembali ya aku harus yakin.

Aku berdiri dan meraih jaketku yang berada di atas kasur, aku kemudian keluar dan dengan motorku aku pergi ke rumah Suzy.

***

Aku sampai di depan pintu rumah Suzy, ku ketuk pintu rumahnya dan kulihat umma Suzy berdiri di depan Minho.

“Ada apa Minho?” Tanya Umma Suzy sambil tersenyum

“Apa Suzy ada ahjumma?” tanyaku penuh harap

“Oh Suzy… dia baru saja berangkat ke bandara.” Tutur Umma Suzy

“Kebandara? Mau apa Suzy ke bandara?” tanyaku penasaran

“Kau tidak di beritahu oleh Suzy?” Tanya Umma Suzy dan aku menggeleng pelan.

Memang benar bukan aku tidak di beritahu Suzy.

“Suzy hari ini akan berangkat ke Jepang dia akan bersekolah disana.” Jawab Umma Suzy

“M…mwo?? Ke Jepang?” kataku kaget

Umma Suzy mengangguk “Hari ini?”

“ya hari ini.” Jawab umma Suzy mantap

Baiklah tidak ada waktu , aku harus menyusulnya sekarang.

“Aku permisi dulu ahjumma.” Pamitku pada Umma Suzy dan aku segera berlari dari pekarangan Rumah Suzy, naik ke atas motorku dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju bandara.

Suzy… chamkkaman… tunggu aku…

Mianhae… Mianhae…

[Flashback]

“Seberapa besar kau mencintaiku oppa?” Tanya Suzy sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.

“Seluas jagat raya dan sedalam samudra.” Kataku tulus

“Hahaha…” Suzy tertawa kecil “Bohong!” katanya pelan seraya memukul wajahku pelan

“Aku tidak bohong, aku memang mencintaimu seperti itu.” Jawabku dengan nada serius

“Kau sendiri? Bagaimana denganmu? Seberapa besar kau mencintaiku?”

“Sama seperti mu oppa… seluas jagat raya dan sedalam samudra bahkan setinggi gunung himalaya.

***

“Oppa jangan terlalu ngebut.” Kata Suzy agak sedikit kencang

“Kenapa kau takut?” ejekku

“Ah… aniya… aku hanya tidak mau kita jatuh.”

“Itu sama saja… hahaha…” kataku di iringi tawa

“Suzy…” gumamku

“Apa oppa?” tanyanya

“Kenapa kau tidak pernah mengatakan ‘I Love You’ ‘Saranghae’ ?” tanyaku

“Apakah aku harus?” tanyanya

“Tentu saja… aku sering mengatakan Love You dan saranghae padamu… tapi kau… sekali pun tidak pernah.” Gerutuku

“Haha… baiklah oppa… Saranghae Saranghae Saranghae… Nan jeongmal saranghae… I Love You…” katanya yang langsung membuatku tersenyum lebar.

“Na do sarang saranghae…” kataku dan aku langsung menarik gas motorku semakin kencang

“Oppa jangan kencang-kencang…” Kata Suzy , ia menepuk bahuku.

“Baiklah…”

[End Flashback]

Entah kenapa mengingat itu semua air mataku tiba-tiba jatuh…

Mengalir dengan derasnya…

Sungguh aku sangat menyesal… sangat menyesal..

Suzy mianhae… mianhae … mianhae… jeongmal Mianhae…

Percayalah aku benar-benar sangat mencintaimu… Maafkanlah kebodohanku…

Aku berhenti di depan bandara incheon, aku segera turun dari atas motorku dan berlari masuk ke dalam.

Aku memutar mataku, mencari sosok Suzy di bandara ini. Semoga dia belum berangkat ke Jepang.

“Suzy!!” Teriakku , aku terus berlari dan berlari , mencari sosoknya tapi aku tak menemukannya juga.

Aku mendengar suara petugas mengatakan bahwa lima belas menit lagi pesawat tujuan Jepang akan berangkat… Dan dengan cepat aku mempercepat langkahku, mencari-cari Suzy sebelum ia benar-benar pergi.

Pupus… pupus semua harapanku…

Aku tak menemukannya dia mungkin sudah pergi.

Aku berjalan dengan langkah agak gontai sekarang… benar-benar kecewa.

Tiba-tiba , aku melihat sosok wanita dengan rambut yang di kedepankan hingga menutupi wajahnya.

Aku kenal rambut itu, aku kenal postur tubuh itu. Dia… dia cintaku… dia Suzyku…

Aku berlari menghampirinya, kuraih tangannya dan menariknya ke pelukanku, ku peluk dia dari belakang.

“Kajima… Kajima… Please don’t go baby…” bisikku di telinganya.

“Op…oppa…” lirihnya dengan sedikit terisak

“Mianhae… mianhae… I’m so sorry… so sorry… I Love you… I love you… please don’t go… please stay in here.” Bisikku lirih

“Oppa…” gumam Suzy

Aku membalik tubuhnya dan menatapnya lirih begitu juga sebaliknya.

“Kumohon jangan tinggalkan aku Suzy.” Pintaku lirih

“Oppa…” sekali lagi ia bergumam, aku memeluknya erat

“Oppa lepaskan aku , aku harus pergi.” Katanya di pelukanku.

Dia perlahan mendorongku pelan “Mianhae oppa aku harus pergi…” katanya lirih , matanya merah dan ku lihat bulir-bulir air matanya jatuh.

“Kau masih mencintaiku kan? Ku mohon tetaplah tinggal.” Pintaku

“Aku memang masih mencintaimu oppa, tapi mianhae aku harus pergi.” Kata Suzy lirih ia lantas membuang muka.

Aku memegang wajahnya dan menggeser (?) wajahnya untuk melihatku.

“Mianhaeyo… jeongmal saranghae…” ku kecup bibirnya pelan dan lembut.

Kulihat mata Suzy menampakan ekspresi keterkejutan dan sepertinya ia sangat shock dengan apa yang barusan ku lakukan.

Aku menjauhkan bibirku dari bibirnya “Oppa…” gumamnya dan lagi-lagi ia menyentuh sudut bibirnya

“I Love You more than Krystal.” Kataku

Suzy terdiam, ia kemudian berbalik dan masuk ke dalam pintu keberangkatan tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Beginikah akhir kisah cintaku ?”

Fin

Epilog :

5 Tahun kemudian Suzy kembali ke Korea dan saat ia sedang berjalan-jalan ke taman hiburan bersama kekasih barunya, secara tidak sengaja ia bertemu dengan Minho. Minho bersama gadis yang dulu membuatnya terpaksa menjauhi Minho, dan seorang anak kecil.

Mereka berpapasan dan saling tersenyum satu sama lain.

Gaje banget bo -,- , entah kenapa melihat yang good bye baby banyak responnya aku jadi tertarik buat bikin yg khusus buat Minho dan jadilah Please don’t go wkwkwkwkwk ini yg please don’t go khusus buat suara hati minho/plakk #reader : author aneh2 #me : suka2 donk xP => digorok.

Kalau responnya banyak… aku langsung post deh cerita Suzy pas balik ke korea wkwkwk… udah selesai loh judulx “….” ada yang penasaran gak sama kisah pas suzy comeback ke korea?? kalau pada penasaran jempol sama komennya di tunggu wkwkwkwkkwkwkwk Gomawo

Advertisements

2 responses to “[Ficlet] Please Don’t Go

  1. kya bags sih
    q jadi cegek kupikir mereka akan mempertahankan hubungn mereka ternnyata
    tidak
    hahah q tertipu
    mian langusng nyerocos q reader baru..

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s