Marry You (Part 3)

Tittle : Marry You
Author : Little Fairy
Cast : Park Jiyeon, Choi Minho, Bae Suzy, Lee Jinki
Cameo : All U See In Here
Genre : Romance, A Little Bit Comedy
Rating : PG+13
Length : Chaptered

Poster : Thanks To Shinbitoki18

(Suzy Pov)

Kukira laki-laki tengik itu hanya bercanda, tapi ternyata sungguh di luar dugaanku. Ish , menyebalkan.

Aku selesai menyisir rambutku , ku letakan sisir di atas meja rias dan aku kemudian mengambil bandoku dan memasangnya di kepala.

Ku poles lipgloss berwarna natural atau sama dengan bibirku ke kulit bibirku setelah itu aku berdiri dan bersiap menghampiri laki-laki bernama Minho yang kini tengah menungguku di ruang keluarga.

Ponselku berbunyi dan terpampang dengan jelas di layar ponselku nama “JIYEON” , aku mengambil ponselku, membuka flipnya dan meletakannya tepat di daun telingaku.

“Ada apa?” tanyaku seperti biasa, tanpa ekspresi.

“Suzy~sshi bagaimana jika hari ini kita jalan-jalan?” ajak Jiyeon

Aku menghela nafas “Tidak bisa, aku ada urusan.” Jawabku datar

“Ayolah,, please…” rengeknya manja

“Aku bilang tidak bisa.” Kataku dengan tegas

“Ya sudah kalau begitu, tapi besok bisakan?” tanyanya penuh harap

“Akan ku usahakan.”

“oh, te…”

Belum sempat Jiyeon menyelesaikan kata-katanya aku segera menutup flip ponselku dan berjalan keluar menuju ruang tamu.

“Ayo berangkat.” Kataku pada Minho dengan sedikit berteriak.

“Ah iya.” Minho menjawab mengerti, ia berdiri kemudian berpamitan pada ummaku

“Ahjumma kami pergi dulu.” Pamitnya kemudian berjalan mengikutiku.

***

“Kau mengganggu tidurku.”  Katau jengkel

Kulihat dia tersenyum kecil “kemarinkan aku sudah bilang.” Katanya membela diri

“Tapi kenapa sepagi ini?? Kau tahu aku butuh tidur panjang di hari libur!” kataku penuh penekanan dan dengan sedikit emosi.

“Appaku ingin bertemu denganmu sekarang jadi aku harus menjemputmu pagi-pagi.”

“Hhhh… harusnya aku menolak untuk membantumu.” Keluhku

“Hahaha… kau tidak boleh mengeluh.” Katanya di sertai tawa kecil yang keluar dari mulutnya.

(End Suzy Pov)

(Jiyeon Pov)

Aku keluar dari kamarku dan menghampiri Jinki di ruang tamu.

“Jinki~sshi bagaimana jika kita keluar berdua saja?” tawarku

“eh? Temanmu bagaimana?” tanyanya

“Dia sedang  ada urusan jadi tidak bisa ikut.” Jelasku

Jinki mengangguk mengerti , ia lantas berdiri dan menghampiriku “ne arraso.”

“Kajja.” Ia memegang pergelangan tanganku dan menarikku keluar.

***

Hari ini aku dan Jinki berjalan-jalan keliling kota, kami juga tadi sempat mampir di toko alat music dan mencoba memainkan piano di sana. Dan permainan piano kami membuat semua orang tertegun dan berkerumun untuk melihat permainan indah kami.

Setelah dari toko alat music, aku di ajak Jinki makan di salah satu café yang katanya café favoritnya.

“temannya nyaman dan bagus, pantas saja tempat ini jadi tempat favoritmu.” Kataku pada Jinki

“tapi aku menjadikan ini tempat favoritku bukan karena itu.” Kata Jinki

“lalu karena apa?” tanyaku penasaran, Jinki tersenyum dan ia melirik ke piano yang terdapat di pojok café.

“piano? Karena itu?” tebakku , Jinki tersenyum dan mengangguk.

“Aku suka bermain piano dan di sini adalah tempat yang paling pas untuk bermain piano.” Tuturnya

“Kalau begitu bisakah kau bermain piano untukku di sini?” tanyaku dengan nada menggoda

“Haha… tentu saja.” Katanya di iringi tawa kecil

“aku mau kau memainkan lagu Etude in E Tristesse dari chopin. Kau tahu dia kan?”

“Siapa yang tak kenal dengan Chopin? Pianist terkenal dari Polandia. Hey asal kau tahu dia panutanku!” kata Jinki

“Haha… baiklah kalau begitu cepat, aku ingin kau memainkannya untukku.”

“Ok princess.” Jinki berdiri dan berjalan menuju pojok café ia lantas duduk di depan piano dan mulai menekan tuts-tuts piano di hadapannya.

(End Jiyeon Pov)

(Minho Pov)

“Turun.” Kataku pada Suzy , gadis itu kemudian turun dengan wajah cemberut. Aku mau tertawa melihat wajah sebalnya itu, tapi untuk menjaga image cool ku aku harus menahannya, ok kalian tahu kan bagaimana ekspresi orang yang menahan tawa??

Aku merangkul lengannya dan membawanya masuk ke dalam rumahku, semua pelayan berjajar dan menyambut kedatangan kami dengan senyuman yang tersungging di wajah mereka.

“Pagi tuan muda.” Kata pelayan-pelayanku bergantian

“Ah pagi.” Balasku , aku membawa Suzy ke ruang makan dan kulihat appa sudah duduk di meja makan , ia nampak tengah menunggu kedatanganku dengan Suzy.

“Itu ayahku.” Kataku pelan pada Suzy

“Ne arraso.” Jawabnya

“Hey! Kalian sudah datang ternyata.” Kata appaku, ia lantas berdiri dan menyambut kedatangan kami. Ia juga menghampiriku dan Suzy.

“Jadi ini calonmu?” tanya appa padaku, seraya memperhatikan Suzy dari atas sampai bawah.

‘Neomu yeppo, kau pintar mencari calon.” Kata appa memujiku

“Seleraku tinggi, jadi jangan remehkan aku appa.” Kataku sombong

Aku tersenyum dan menengok pada Suzy dan kulihat ia sudah menatapku terlebih dahulu dengan tatapan garang, ia lantas kemudian berpaling dan tersenyum pada appaku.

“Ayo duduk, kita sarapan dulu.” Appa kemudian berbalik dan duduk kembali di kursinya

Pelayan-pelayan kami dating dan menghampiri meja makan, mereka mengambilkan kami hidangan sesuai selera kami.

Sambil sarapan appa terus mengintrogasi Suzy, ia bertanya-tanya hal yang benar-benar sangat tidak masuk akal.

“Dimana appa dan ummamu bekerja?” Tanya appa yang langsung membuatku deg-degan , aduh bagaimana jika Suzy berkata jujur pada appaku? Bisa gawat!

“Ehm… appa dan um…”

“Appanya memiliki salah satu perusahan , dan ibunya dia adalah seorang diplomat yang selalu tidak berada di rumah.” Selaku sebelum Suzy menjawab pertanyaan dari appa

“Oh… benar-benar pekerjaan yang bagus.” Kata appa sambil tersenyum-senyum sendiri, dasar appa pecinta harta. Batinku kesal.

Aku menatap Suzy dan seperti tadi dia sudah melihatku terlebih dahulu dengan mata melotot, huh memang salah ya aku bicara seperti itu?

“Ayo lanjutkan sarapannya.” Kata appa menyadarkan kami berdua

“ah… ne.” kataku dan Suzy bersamaan.”

(End Minho Pov)

(Suzy Pov)

Hey kenapa dia berbohong? Dia tahu ayahku hanya seorang pegawai kantor biasa dan ibuku hanyalah seorang pembuat kue. Kenapa dia bilang ayah punya perusahaan di paris dan ibu seorang diplomat? Kebohongan itu sungguh sangat jauh dari kenyataannya.

Setelah selesai sarapan, Minho berpamitan pada appanya untuk mengantarku pulang. Kami berdua kemudian keluar dari dalam rumahnya.

“mianhae.” Katanya lirih

“bohongmu keterlaluan.” Kataku kesal “bagaimana jika ayahmu tahu yang sebenarnya?” sambungku

“aku tidak mau appa memandangmu sebelah mata , makanya aku berbohong.” Kata Minho lirih

“tapi jika ia tahu yang sebenarnya, aku akan di cap pembohong oleh ayahmu.” Kataku lagi

“mianhae jeongmal mianhae, sudahlah kau tidak usah pikirkan itu. Sekarang hanya perlu menjaga rahasia atas kebohongan ini.”

“tapi…”

“sssttt… sudah ayo kita pergi jalan-jalan.” Ajak Minho

“Aku mau pulang, tidur.” Kataku malas.

“Ya! Kau ini, seharusnya menerima ajakanku.” Kata Minho marah

“aku tidak mau.”

“ya!”

“Shi.ro” kataku dengan nada meledek

“pergi jalan-jalan atau…”

“atau apa?”

“aishhh pokoknya ayo pergi,kita harus bersenang-senang chagiya.” Katanya

Hey, apa yang barusan ia katakana? Chagiya? Aku bukan kekasihnya, enak sekali dia berbicara seperti itu.

“Ya! Aku jangan panggil aku dengan sebutan chagiya, arra?!” pekikku

“ne… ne… tapi kau harus ikut.” Ia tersenyum lantas menarik tanganku masuk ke dalam mobilnya.

Baiklah terserah dia mau mengajakku kemanapun, asal jangan ke tempat yang aneh-aneh.

(End Suzy Pov)

(Author Pov)

Tok…tok…

“Permisi tuan.”

“Masuk.”

Cklek, seorang laki-laki tinggi dan Nampak elegant masuk ke dalam sebuah ruangan yang bisa di katakana sebuah ruang kerja.

Laki-laki yang tengah duduk di kursi itu memutar kursinya dan menatap laki-laki yang baru datang tersebut.

“Ada perlu apa tuan Choi memanggil saya?” Tanya laki-laki itu

“Aku mau kau menyelidiki pacar anakku.” Kata Mr. Choi

“Eh?”

“Nama pacarnya adalah Bae Suzy, katanya ayahnya memiliki sebuah perusahaan di paris dan ibunya seorang diplomat. Aku ingin kau mencari tahu tentang asal usul dia yang sebenarnya. Aku takut  Minho berbohog dengan apa yang di katakannya tadi, maka dari itu kau harus menyelidiki gadis bernama Bae Suzy itu.” Jelas Mr. Choi

Laki-laki di hadapannya mengangguk mengerti “baik tuan, saya akan segera menyelidikinya.”

“Ku harap kau bisa memberiku seluruh informasi tentangnya setelah aku kembali dari amerika.”

“ne tuan.”

(End Author Pov)

(Jinki Pov)

Aku mengakhiri permainanku, dan seperti biasa semua orang bertepuk tangan untukku. Aku berdiri dan berjalan menuju meja JIyeon.

“Bagaimana? Kau suka?” Tanya ku pada Jiyeon

Jiyeon menyedot Juice Strawberrynya dan tersenyum kepadaku “Neomu jeoayo.” Katanya sumringah

“permainan pianomu sangat indah, aku suka.” Pujinya tulus

“terimakasih.” Kataku

“Eh habis ini kita mau kemana lagi?” tanyaku pada Jiyeon

“terserah kau saja.” Ia mengangakat bahunya

“Bagaimana jika kita ke bioskop? Harry poter part akhir? Sudah nonton?”

“Eh? Boleh-boleh aku mau , sekarang??”

“Ya sekarang, kalau begitu aku bayar ke kasir dulu ya.”

***

Kami masuk ke dalam bioskop tersebut, setelah membeli dua buah tiket kami langsung masuk ke ruang preview.

Aku juga sudah membeli popcorn untuk camilan kami di dalam nanti.

“Sepertinya menarik dan seru.” Kataku

“tentu saja, tidak usah di ragukan lagi.” Ujar Jiyeon

“Sudah ayo duduk.”

(End Jinki Pov)

(Author Pov)

“Hey apa kau sudah nonton Harry potter episode akhir?” Tanya Minho pada Suzy yang masih menatap keluar Jendela.

Suzy menjauhkan wajahnya dari kaca dan menatap Minho.

“Belum, memangnya kenapa?” tanyanya

“Bagaimana jika kita ke bioskop dan menontonnya?” Tanya Minho

“Tentu saja.”

“Baiklah, tidak jauh dari sini ada bioskop. Mungkin perlu waktu sepuluh menit untuk sampai sana.”

“Ne arraso.”

***

Suzy menepak-nepak (?) kakinya di lantai , dengan tangan yang berada di atas dada dia menunggu Minho di dekat ruang preview.

“Ini tiketmu.” Kata Minho yang datang tiba-tiba , ia memberikan secarik kertas kepada Suzy

“Dan ini camilanmu, nona.” Katanya , ia menyerahkan popcorn yang di bawa olehnya pada Suzy

“Ayo masuk.” Suzy menarik tangan Minho masuk ke dalam ruang preview tersebut.

Mereka lantas duduk di salah satu kursi penonton yang nomornya sesuai dengan yang tertera di dalam tiket mereka.

***

Beberapa jam kemudian…

Mereka (Jinki,Jiyeon,Suzy,Minho) selesai menonton film harry potter hari ini. Jinki dan Jiyeon berjalan keluar dari dalam ruang preview begitu juga dengan Suzy dan Minho.

“Aku mau langsung pulang.” Kata Suzy

“Kita belum sempat jalan-jalan.”

“Tapi aku mau istirahat dan tidur.” Kata Suzy dengan sedikit membentak, ia sedikit mendelik kepada Minho

“Baik.. baik aku akan mengantarmu pulang.” Kata Minho pasrah dan dengan terpaksa

Suzy tersenyum penuh kemenangan “kajja.”

***

“Filmnya benar-benar seru ya.” Kata Jiyeon

“Ne, aku jadi ingin nonton lagi.”

“Errr… kapan-kapan kita kesini lagi?” tawar Jinki

Jiyeon tersenyum “boleh, besok kesini lagi juga bisa hahaha.” Kata Jiyeon di iringi tawa

“Hahaha…” Jinki ikut tertawa

Tanpa sengaja mata Jiyeon menangkap sosok seorang gadis yang ciri-cirinya mirip sekali dengan Suzy.

Jiyeon berjalan beberapa langkah ke depan, ia memperhatikan dengan seksama orang tersebut.

“ada apa?” Tanya Jinki , seraya ikut memperhatikan apa yang di perhatikan oleh mata Jiyeon

“Itu seperti Suzy, sahabatku.” Kata Jiyeon

“Benarkah? Kalau begitu kenapa tidak kau hampiri?” Tanya Jinki

“Ah benar juga, ayo kita kesana.” Jiyeon menarik Jinki untuk mengikutinya menghampiri Suzy.

“Suzy~sshi…” Jiyeon menepuk bahu kanan Suzy.

Suzy berbalik “Ji…jiyeon?”

Tbc…

Advertisements

2 responses to “Marry You (Part 3)

  1. akhirnya kejadian juga, 2 pasangan yang kayaknya tertukar ini bertemu…
    gmna lanjutannya????????

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s