Marry You (Part 2)

Tittle : Marry You
Author : Devi Hardiyanti
Cast : Park Jiyeon, Choi Minho, Bae Suzy, Lee Jinki
Cameo : All U See In Here
Genre : Comedy, Romance
Rating : PG+13
Length : Chaptered

Poster : Thanks To Shinbitoki18

Note : Kalau bisa bacanya sambil denger lagu after school blue Wonder Boy, biar dapat feelnya. Soalnya aku bikin fanfic ini baru dapat feel pas denger lagu Wonder Boy nya ASB kekekek~.

“Umma! Appa!” seru Jiyeon, membuat Mr. Park dan Mrs. Park menatapnya.
“Eh… itu…err pernikahan karyawan appa.” kata Mr. Park gugup
“Huh?” Jiyeon menatap Mr. Park aneh “sejak kapan appa memikirkan pernikahan karyawan appa?” tanya Jiyeon tak yakin seraya kemudian berlalu menuju kamarnya.
Mr. Park menatap Mrs. Park yang sedang terkekeh kecil.
“Kau kenapa tertawa?” tanya Mr. Park geram pada istrinya
“Tidak, hanya saja betul yang di katakan Jiyeon barusan hihi…” jawab Mrs. Park dengan di iringi tawa kecil
“Hey! Itu tadi hanya alasan saja.” Sanggah Mr. Park
“Ya aku tahu.” Dengan nada menyindir
“Dasar kau.”

***

“Suzy! Suzy!” teriak Jiyeon seraya berlari mengejar Suzy yang sudah berada jauh di depannya.
“Suzy! Suzy!” teriaknya lagi karena Suzy tak kunjung menoleh saat ia memanggilnya, tiba-tiba bukkk tubuh mungilnya menabrak seseorang di depannya.
“Ah… mianhaeyo… jeongmal mianhae.” Kata Jiyeon penuh penyesalan sambil meraba-raba (?) permukaan kulit kakinya.
“Gwenchana.” Jawab orang yang di tabraknya.
Jiyeon mendongak “Jeongmal Mianhae.” Katanya lirih
“Aku bilang kan tidak apa.” Kata orang itu yang tak lain adalah Jinki
Jiyeon terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, “Jinki~sshi, jeongmal mianhae” kata Jiyeon lagi
“Sudahlah, tidak apa kok.”
“Errr… maaf aku ke sana dulu ya.” Kata Jiyeon seraya kemudian berdiri dan membersihkan roknya, ia pun kemudian menyusul Suzy, kali ini tidak berlari.
“Suzy!!” teriak Jiyeon lagi, kali ini terdengar lebih keras.
Suzy mendengarnya, Ia berhenti dan berbalik ke belakang. Di dapatinya Jiyeon tengah berjalan ke arahnya dengan durasi (?) yang agak cepat.
“Hhhh…hhh…” Terdengar suara nafas Jiyeon yang memburu
“Ada apa?” tanya Suzy dengan nada sedikit dingin
Jiyeon mendongak “Kenapa kau meninggalkan aku?” tanya Jiyeon
“Karena kau lama.” Jawab Suzy santai, ia lantas berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya. Sedang Jiyeon ia berjalan mengekori Suzy.
“Ya! Apa kau tahu?” tanya Jiyeon pada Suzy saat ia sudah berada di sebelah Suzy.
“Tahu apa?” tanya Suzy balik
“Ish… kemarin aku bertemu Minho di bekas gedung olahraga.” Tutur Jiyeon
“Eh?” Suzy menaikan alisnya, ia lantas menoleh ke samping dan menatap Jiyeon lekat.
“Benarkah?”

***
Suasana di ruang makan keluarga Choi hari ini benar-benar hening, hanya ada Mr. Choi dan Minho di ruang makan tersebut dan mungkin ada beberapa pembantu yang ke sana sekedar untuk mengambilkan air putih.
“Minho.” Panggil Mr. Choi membuat suasana sedikit hangat
“Eummm.”
“Apa kau sudah punya calon istri?” tanya Mr. Choi secara tiba-tiba , membuat Minho langsung terbatuk-batuk.
Mr. Choi mengangkat sebelah alisnya dan buru-buru ia menyodorkan segelas air putih pada putranya tersebut dan menepuk-nepuk punggung Minho.
“Gwenchana?” tanya Mr. Choi dan kemudian di jawab dengan sebuah anggukan oleh Minho.
Setelah batuk-batuknya berhenti Minho menatap Mr. Choi dengan tajam.
“Kenapa tiba-tiba kau menanyakan aku sudah punya calon istri huh?” tanyanya sinis
“Errr… tidak..ha…”
“Jangan bilang kau memiliki niatan untuk menjodohkanku dengan anak pengusaha lain.” Kata Minho kemudian kembali melanjutkan makannya.
“Iya, aku akan menjodohkanmu dengan anak dari teman bisnisku. Tapi jika kau sudah memiliki calon istri maka aku akan membatalkan perjodohanmu.” Tutur Mr. Choi
Minho tak menghiraukannya dan terus melanjutkan makannya “Apa kau sudah punya calon?” tanya Mr. Choi dengan nada penuh keingin tahuan, ia memringkan kepalanya dan memincingkan matanya menatap putra semata wayangnya tersebut.
“Sudah.” Jawab Minho asal, padahal sebenarnya ia tidak memiliki calon istri sama sekali.
“Jinca? Nugu? Bisa kau tunjukan padaku?” Mr. Choi langsung melontarkan banyak pertanyaan pada Minho saat mendengar jawaban anaknya barusan.
“Hemm…” Minho hanya mengangguk
“Aku ingin bertemu dengannya.”
Glek, Minho meneguk air liurnya dan tak berani menatap Mr. Choi.
“Untuk apa kau bertemu dengannya?” tanya Minho dengan yang di buat seolah tak suka.
“Hanya ingin melihat calonmu itu. Bisakah kau mempertemukannya denganku?” tanya Mr. Choi
Minho menghela nafas “baiklah.” Ia lantas berdiri dan meninggalkan Mr. Choi sendirian di ruang makan.
***
“Dasar playboy!” umpat Suzy dalam hati seraya berjalan dengan kesal menuju ke toilet.
“Hey nona.” Sapa Minho yang tiba-tiba berada di depannya, Suzy menatap Minho kesal.
“Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Minho sok polos
“Aniya…” jawab Suzy seraya kemudian melengos begitu saja, namun tangan Minho segera meraih tangannya. Suzy menatap Minho tajam sekaligus sinis.
“Apa maumu?!” pekik Suzy
“Bisakah kita tidak bicara di tempat umum seperti ini?” tanya Minho seraya melirik ke beberapa orang yang tengah melihat mereka.
Suzy melirik orang-orang tersebut kemudian kembali menatap Minho tapi tidak sesinis tadi.
Minho terkekeh kecil kemudian berjalan meninggalkan Suzy “huh…” dengus Suzy kesal seraya kemudian mengikuti Minho dari belakang.
Mereka kemudian berhenti di taman kampus mereka, Minho dan Suzy duduk di salah satu bangku yang terdapat di bawah pohon yang rindang di taman mereka.
“Kau mau apa?” tanya Suzy setelah beberapa saat.
Minho menarik nafas sesaat kemudian mulai mengeluarkan suaranya “Aku mau minta tolong padamu.”
Suzy mengerutkan keningnya “minta tolong?” ulang Suzy dan Minho mengangguk
“Hahaha…” Suzy terkekeh kecil , seraya kemudian menatap Minho dengan setengah tidak percaya
“Jangan bercanda.”
“tidak, aku tidak bercanda.”
Suzy mengertukan keningnya lagi “memangnya kau mau minta tolong apa?” tanya Suzy
“Errrr… tapi kau harus berjanji akan tetap membantuku meski permintaan tolongku aneh-aneh.”
Suzy menyipitkan matanya “tidak mau.”
“Ayolah.”
“Tidak mau.”
“Please, hanya kau yang bisa menolongku Suzy.” Kata Minho memelas seraya menatap Suzy dengan puppy eyesnya , membuat Suzy sedikit tidak tega.
“Baiklah.”
“Yaksok?” Minho mengacungkan jari kelingkingnya.
Suzy memeyotkan (?) bibirnya “kekanak-kanakan.”
“ayolah please…”
“hummm…” Suzy kemudian mengacungkan jari kelingkingnya dan menautkannya dengan jari kelingking Minho.
“Jadi begini blab la bla….”

***

Jiyeon berjalan di koridor gedung kampusnya, seraya berjalan menuju ruang music. Ia berjalan dengan memeluk map di depan dadanya, map berwarna pink berisi not piano lagu-lagu favoritnya.
Ia sampai di depan pintu ruang music, pelan-pelan ia membuka handle pintu dan membuka pintunya. Matanya menatap lurus ke arah panggung yang cukup jauh dari tempatnya berdiri sekarang, bibirnya sedikit maju ketika mendapati tidak ada orang yang sedang bermain piano di atas panggung tersebut.
Jiyeon menutup pintu ruang music di kampusnya, ia kemudian berbalik dan menundukan kepalanya sedikit. Di depan matanya sekarang ada dua buah kaki , Jiyeon terkejut terlebih ketika ia mendengar suara seorang laki-laki yang agak familiar dengannya.
“Mencariku nona…” kata laki-laki itu “Park Jiyeon hehe…” sambungnya di iringi kekehan kecil.
Jiyeon mengerjap-ngerjapkan matanya dan langsung mendongak, menatap langsung pria di hadapannya. Jiyeon lantas menyunggingkan senyum yang terkesan canggung.
“Ehehe… i…iya.” Kata Jiyeon sedikit gugup
“Ada apa? Mau bermain piano lagi?” tanya Jinki seraya melirik map yang di peluk Jiyeon.
“Kau membawa not piano lagu yang kau suka?” tanya Jinki dan Jiyeon menjawabnya dengan sebuah anggukan.
Jinki tersenyum seraya kemudian menggeser sedikit badan Jiyeon dan membuka handle pintu, berjalan beberapa langkah lebih dulu dari Jiyeon.
Jinki berhenti dan menoleh kebelakang “Hey! Apa kau akan tetap berdiri di situ nona?” tanya Jinki
Jiyeon terlonjak kaget , ia kemudian berjalan mengikuti Jinki.
Jinki duduk di hadapan piano begitu juga dengan Jiyeon. Pelan-pelan Jinki membuka tutup piano tersebut dan menoleh pada Jiyeon sambil menyodorkan tangannya.
“Eh?”
“Mapnya?”
“Oh…” Jiyeon kemudian memberikan map berwarna pinknya pada Jinki, Jinki membuka map tersebut dan meletakkannya dengan posisi berdiri di atas piano.
Jinki menghela nafas sebentar “Kau yang menyanyi.” Katanya pada Jiyeon kemudian mulai menekan tuts piano tersebut hingga menghasilkan alunan music yang indah.

Rolling… tears are flowing, rolling, rolling
Like the silent pain hasn’t won
Trembling… fingertips are trembling, trembling, trembling
I must be thinking about the happy, warm times

They say if you love, you become prettier
They say if you love, you change a little
What do I have to do to make the love inside me prettier?
When I think about it, tears come
When tears come, what comes to mind is
It’s a relief that I have a person like that by my side

Gently… my eyes are closing, gently, gently
I must have wanted to dream about the scent of that smile
Rolling… love is flowing, rolling, rolling
I must like him to the point where my mind is cold

They say if you love, you become prettier
They say if you love, you change a little
What do I have to do to make the love inside me prettier?
When I think about it, tears come
When tears come, what comes to mind is
It’s a relief that I have a person like that by my side

When you, who is cold, get off my chest,
I have to laugh as if I didn’t see anything
“Maybe you’ll come back” always repeats at that place
Even though it’s foolish because I like a happy love

They say if you love, you become prettier
They say if you love, you change a little
What do I have to do to make the love inside me prettier?
When I think about it, tears come
When tears come, what comes to mind is
It’s a relief that I have a person like that by my side
[Jiyeon – Rolling]

Jinki mengakhiri permainannya, ia menatap Jiyeon yang tengah menutup matanya. Tanpa ia sadari seulas senyum tersungging di wajahnya ketika melihat gadis itu.
“Kau suka lagu mellow ya?” tanya Jinki menyadarkan Jiyeon, gadis itu buru-buru membuka matanya dan menoleh ke pada Jinki.
“Eh?!”
“Kau menyukai lagu mellow?” Jinki mengulang pertanyaannya.
Jiyeon tersenyum, membuat hati Jinki sedikit bergetar.
“Sepertinya sih begitu. Mungkin karena aku anaknya sedikit manja maka dari itu aku suka dengan lagu mellow.” Tutur Jiyeon
Jinki terkekeh kecil “Jadi kau pikir anak manja suka dengan lagu-lagu mellow. Begitu?”
“Tidak juga eh entahlah.”
“Jawabanmu sangat tidak spesifik.” Komentar Jinki membuat Jiyeon malah tertawa kecil.
“Hahaha… benarkah?” tanya Jiyeon dan Jinki mengangguk.
“Kau sama seperti temanku.” Tutur Jiyeon
“Benarkah? Siapa temanmu itu?” tanya Jinki
“Namanya Suzy, dia mirip sekali denganmu. Sikapnya dewasa. Tapi dia galak tidak seperti kau lembut.” Tutur Jiyeon tanpa sadar.
Wajah Jinki memerah ketika ia mendengar Jiyeon menganggapnya sosok pria yang lembut dan ia juga jadi sedikit salah tingkah.
“Er… memangnya temanmu itu galak ya?” tanya Jinki sedikit penasaran sekaligus untuk menutupi rasa gugupnya.
“Kalau menurutku sih sangat galak, tapi entahlah menurut orang lain.”
“Kalau dia galak kenapa kau mau berteman dengannya?” tanya Jinki yang membuat Jiyeon tertawa terbahak-bahak.
“Hahahahahahahahaha…” tawa Jiyeon
Jinki menaikan alisnya “kenapa?”
“Dia memang galak, tapi sebenarnya dia orangnya cukup baik dan dia itu sangat perhatian dan care kepada siapapun.” Jelas Jiyeon
“Benarkah? Aku jadi semakin penasaran dengan temanmu yang bernama Suzy itu.”
“Bagus jika kau penasaran padanya.” Celetuk Jiyeon
“Kenapa bagus?” tanya Jinki
“Bagus saja hehe…” jawab Jiyeon di iringi tawa
“tapi aku lebih penasaran denganmu.”
Deg..
“Eh?”

***

“Mwo?! Shiro!!”
“Please, jebal!” pinta Minho memelas dengan memasang puppy eyes andalannya.
“Ya! Mr. Choi Minho, idola kampus dan bla bla bla ! kau baru melihatku kemarin! Baru tahu namaku kemarin dari temanku saat aku tidak ada! Dan kau baru mengenal aku kemarin! Sekarang kau mau memintaku untuk membantumu?! Membantumu untuk berpura-pura jadi pacar sekaligus calon istrimu?!” Suzy memelotiti Minho “SHIRO!” Kata Suzy tegas seraya membuang mukanya.
Minho memasang muka melas, seraya kemudian berdiri dan berlutut di depan Suzy.
“Tapi aku benar-benar menyukaimu.” Minho menggenggam tangan Suzy
“Hahaha… rayuanmu tak mempan untukku!!” pekik Suzy
“Ya! Jika aku tidak benar-benar menyukaimu untuk apa aku menanyakan segala tentangmu pada temanmu.!”
Suzy tersenyum tak peduli “Itu kan kamu yang mau bukan aku.”
“Ish…please Suzy, tolong aku. Aku masih belum mau menikah, terlebih usiaku saat ini masih terlalu muda.” Pinta Minho lirih.
“Aku juga tidak mau menikah, apalagi dengan laki-laki playboy sepertimu.”
“Kita tidak akan menikah, hanya sebagai pembuktian bahwa aku telah memiliki calon tetap. Dan setelah appa melihatmu maka aku tidak akan jadi di jodohkan”
“Uhuh? Bagaimana jika kejadiannya tidak seperti yang kau mau? Bagaimana jika appamu nanti langsung memintamu untuk mengawiniku?”
“Kita bilang saja kita tidak mau menikah muda.”
“Jika appamu tetap memaksa?”
“Ish… bilang saja jika kau tidak mau membantuku.”
“Memang aku tidak mau membantumu.”
Minho menghela nafas sesaat seraya memasang tampang sebal tapi sesaat kemudian langsung berubah kembali menjadi memelas.
“Jebal…” ia kembali mengandalkan puppy eyesnya.
Suzy menghela nafas, ia sedikit merasa tidak tega dengan Minho seraya kemudian menatap Minho dengan sedikit keterpaksaan.
“Baiklah.” Jawabnya malas.
“Jeongmal?”
“Heemmm…”
“Huaaaa….” Minho bersorak girang seraya langsung memeluk Suzy.
“Ya!! Lepaskan aku!!” bentak Suzy seraya mendorong Minho
Miho melepaskan pelukannya dan menyunggingkan sebuah senyum lebar pada Suzy.
“Besok aku akan menjemputmu di rumahmu, jadi bersiaplah.” Kata Minho seraya kemudian kembali menjadi sosok pria yang cool dan berjalan meninggalkan Suzy.
Suzy menatap Minho aneh “Tch… setelah aku bilang baiklah dia pergi begitu saja? Tanpa mengatakan terimakasih?” katanya pada dirinya sendiri… “Dasar.” Ia lantas berdiri dan meninggalkan taman itu.

***

Di sebuah restaurant Italy, Mr. Choi dan Mr. Park lagi-lagi mengadakan pertemuan pribadi. Mereka tidak hanya membahas urusan utang piutang yang terjadi di antara mereka tapi juga membahas tentang putra putri mereka.
“Bagaimana? Apa putrimu setuju untuk di jodohkan dengan putraku?” tanya Mr. Choi
Mr. Park menghela nafas “aku belum menanyakannya pada Jiyeon.” Jawab Mr. Park
“Bagus, untung kau belum menanyakannya.” Kata Mr. Choi membuat Mr. Park mengerutkan alisnya
“Memangnya kenapa?” tanya Mr. Park
“Minho, putraku. Dia bilang dia sudah memiliki calon jadi bisa-bisa aku tidak jadi menjodohkan putra putri kita.” Tutur Mr. Choi membuat Mr. Park sedikit ngeri
“Tapi…” lanjut Mr. Choi membuat Mr. Park kembali tenang
“Jika calon dari Minho kedudukannya jauh di bawah kami, maka…” Mr. Choi Menggantungkan perkataannya
“Kau akan memaksa putramu untuk menikahi putriku? Benar begitu?” tebak Mr. Park
“Great… tepat sekali!”
Mr. Park tersenyum dan menarik nafas lega.

***

Tok…tok…
Suzy mengerjap-ngerjapkan matanya dan menggeliat malas di atas kasurnya.
“Ya! Suzy bangun ada temanmu!”
“Suruh saja dia masuk bu!” teriak Suzy dari dalam kamar
“Bagaimana bisa! Pintunya saja kau kunci!” pekik Umma Suzy
“Ish…” gerutu Suzy, gadis itu kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan membuka kunci kamarnya.
Ia lantas keluar dari kamarnya dan dengan penglihatan yang masih sedikit kabur matanya menlusuri setiap sudut di ruangan ini.
“di mana temanku itu bu?” tanya Suzy
“Itu.” Kata Umma Suzy seraya menunjuk Minho yang tengah duduk di sofa, Minho tersenyum dan melambaikan tangannya pada Suzy.
Suzy mengerjap-ngerjapkan matanya sampai semua terlihat jelas , Ia menatap Minho hingga tak berkedip. Suzy mengucek matanya, dan sekali lagi melihat Minho yang masih melambaikan tangan padanya.
“Minho.” Ucapnya tanpa suara seraya kemudian berlari masuk ke dalam kamar, menutup pintu kamarnya dan menyandarkan tubuhnya di pintu.
“Aku tidak salah lihatkan? Namja itu benar.. aish.” Suzy menepuk pipi sebelah kanan dan kirinya ia kemudian keluar dari kamarnya.
“Kau?!”

Tbc…

Bagaimana part 2nya? Masih adakah yang tertarik untuk membaca kelanjutannya?
Kalau masih ada kasih komen+jempolnya ya! Please! Jebal! Biar semangat gitu ngelanjutinnya.

Advertisements

5 responses to “Marry You (Part 2)

  1. waktu itu baca part 1 nya di ffindo…
    menarik walau bingung pairingnya.. hehehe
    aku suka MinJi couple tapi onew disini baik banget ke jiyeon daripada minho yang ngejar-ngejar suzy jadi akulebih suka kalo jiyeon ama onew hehe 🙂
    lanjut ya.. 🙂

  2. kpan ada saat minji couplenya????? kyaknya yang ada Minho-suzy or jiyeon-onew deh…

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s