[Oneshot] Your My Juliette

Tittle      : You’re my Juliette

Author  : Devi Hardiyanti

Cast       : Park Jiyeon, Lee Taemin

Cameo  : Lee Jieun (iu), Other member of shine

Genre   : Comedy,Romance

Rating   : PG+13

Length  : Oneshot

Disclaimer : Just my imagination, plot my own, semua yang ada di sini punyaku tanpa terkecuali, berani ngambil punya siap2 sebuah tonjokan maut melayang kkkkk~ #justkiddingo

(Taemin Pov)

Acara prom sebentar lagi akan tiba, tapi aku belum juga mendapatkan julietteku, yeah tema prom nanti adalah Romeo and Juliette , so wajar kan jika aku menganggap pasanganku adalah Juliette?

Aku melangkah melewati kerumunan gadis-gadis di koridor yang berteriak-teriak memanggil namaku, menyeru memintaku menjadi pasangan mereka di malam prom night.

Tapi yeah tidak ada yang pas dan cocok dengan seleraku.

Oh ya namaku Taemin, Lee Taemin tepatnya. Aku adalah salah satu laki-laki yang tampan,keren,cerdas,berprestasi, kaya dan populer di sekolahku dan juga di luar sekolahku, saat ini  aku tengah berjalan menuju taman belakang. Tempat di mana aku sering menyendiri setiap minggu sore.

Mungkin ini adalah kali pertama aku menginjak taman itu pada saat di sekolah, dan saat aku memasuki taman tersebut kulihat ada seorang gadis dengan rambut panjang sebahu duduk di bawah pohon akasiaku, sebenarnya bukan milikku tapi karena setiap sore aku sering duduk di bawah pohon itu aku jadi menganggap pohon itu adalah milikku.

Aku berjalan menghampirinya dengan langkah kerenku, tangan yang di masukan ke dalam saku celana membuatku Nampak cool.

Aku berdiri di depannya agak kesamping sedikit sekarang, dan kulihat ia menengok ke arahku tapi hanya sebentar. Menoleh kemudian melihat siapa yang datang kemudian kembali memalingkan wajah ke objek yang tadi ia lihat.

“ya!” teriakku karena merasa tak di gubris

Dia menoleh dan mendongak “apa?!” Tanyanya sedikit sinis

“kau kenapa tidak menggubrisku?” tanyaku, mungkin pertanyaan yang konyol tapi biarlah

“memang perlu.” Katanya acuh tanpa melihatku

Benar-benar gadis yang menyebalkan, tapi entah mengapa itu membuatku malah jadi tertarik padanya.

“Baiklah, mungkin itu memang tidak perlu.” Kataku tapi dia tidak menjawab aku kemudian melangkah dan duduk di sampingnya

“siapa yang menyuruhmu duduk di situ?” Tanya gadis itu dengan nada sinis yang langsung membuatku sedikit geregetan

Cantik tapi menyebalkan, pikirku.

“memang ada yang melarang aku duduk di sini?” tanyaku

“ada…” katanya

“si…”

“aku…” katanya memotong perkataanku dan seolah dia tahu apa yang mau ku katakan

“ok, kau sudah membuatku kesal jadi kau harus datang ke prom night besok malam bersamaku arra?!” kataku dengan nada mengancam

“maaf aku tidak mau, lagi pula untuk apa datang ke acara tidak penting seperti itu!”

“huh? Tidak penting?” batinku

Bagi dia mungkin tidak penting, tapi bagiku itu sangat penting. Karena mana mungkin laki-laki tampan,keren,cerdas,berprestasi,kaya dan populer sepertiku tidak datang ke prom.

“aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus datang bersamaku.” Kataku memaksa

“shiro~” katanya santai

“huh?” aku mendelik

“tidak peduli kau menolaknya atau tidak, yang pasti aku akan melakukan berbagai macam cara agar kau datang ke promnight bersamaku!!” pekiku kemudian berjalan meninggalkan gadis itu sendirian.

Aigo, kenapa aku jadi laki-laki yang pemaksaan seperti tadi ya? Tapi suruh siapa dia melakukan kesalahan, ok mungkin kalian bingung kesalahan apa yang telah di perbuat olehnya terhadapku maka dari itu akan ku beritahu.

Kesalahan pertama dia tidak menggubrisku, kedua berbicara kurang sopan padaku secara dia seorang gadis, ketiga membuatku naik darah.

Lihat saja, aku bisa membuatmu datang ke porm night.

(End Taemin Pov)

(Jiyeon Pov)

Dasar laki-laki gila, masa aku tidak mau di paksa.

Lihat saja apa dia bisa mewujudkan kata-kata yang di ucapkannya tadi.

Ish, gara-gara laki-laki itu aku jadi tidak berselera duduk di bawah pohon akasia kesayanganku ini dasar perusak suasana, memang dia keren,tampan,cerdas, berprestasi dan cukup populer tapi tidak seharusnya dia bersikap sombong seperti tadi, errr sombong menurut opiniku, ok dia adalah Lee Taemin, Pangeran dari Art high school.

Tapi sebutan pangeran hanya berlaku untuk gadis-gadis gila yang ngefans padanya, sedangkan sebutan yang berlaku untukku adalah romeo… huh? Romeo? Sepertinya aku lebih gila dari pada gadis itu.

Ok sebenarnya kalau boleh jujur aku juga sedikit tertarik pada Taemin, dan aku selalu menganggap dia adalah romeoku meski aku tahu aku bukanlah seorang Juliette. karena aku adalah juminten #abaikan

Aku berjalan memasuki gedung sekolah dan kulihat Jieun, sahabat karibku datang menghampiriku.

“mukamu kusut, seperti belum di setrika tumben sekali. Kenapa bisa wajahmu seperti itu?” tanyanya dengan nada meledek

“kau jangan meledekku, suasana hatiku saat ini sedang tidak baik arra?!” kataku sedikit mengancam Jieun

“baik-baik aku tidak meledek, so kenapa suasana hatimu tidak baik? Bukannya tadi pagi masih baik-baik saja.” Kata Jieun

“tidak baik karena Lee Taemin.” Kataku

“mwo?” Jieun tersentak kaget dan matanya melotot padaku

“bagimana bisa karena Tae…” aku buru-buru membekap mulut Jieun, karena ia berbicara terlalu keras

“ssssttt… jangan keras-keras…” kataku hampir berbisik padanya dengan telunjuk yang menempel di tengah-tengah bibirku.

“memangnya kenapa? Please tell me…” pinta Jieun dengan tatapan memelas

“ok,,, kalau begitu akan ku ceritakan di kelas.” Kataku seraya kemudian bersama dengan Jieun berjalan menuju kelas.

***

Pletak

Tiba-tiba sebuah jitakkan melayang di kepalaku, aku mengelusnya pelan dan menatap Jieun dengan tatapan sebal.

“kenapa kau malah memukulku?!” tanyaku sinis

“babo,,, benar-benar babo… kau itu mendapat keberuntungan malah menolaknya,,, babo…” kata Jieun sewot

“loh kok jadi kamu yang sewot, yang di ajak ke pesta kan aku.” Kataku

“jelas sewot, soalnya kamu di ajak sama pangeran sekolah malah menolaknya.” Kata Jieun galak

“dia bukan pangeran.” Tampikku

“huh? Lantas?”

“romeo…”

Sekali lagi sebuah jitakan mendarat di kepalaku

“kenapa lagi?”

“babo, sama saja babo!!”

“ok…terserah!” kataku pasrah

***

Bel pulang berbunyi, aku kemudian bersama dengan Jieun keluar dari kelas.

Kami pulang sambil bercanda tawa, membicarakan hal-hal yang lucu bagi kami.

Tapi tiba-tiba berhenti sebuah motor sport berwarna merah berhenti di depan kami, aku melihat motor sport itu dengan seksama dan juga memperhatikan wajah orang yang ada di balik helm itu.

Laki-laki itu kemudian membuka tutup helmnya dan membuatku dan Jieun membelalakkan mata kami

“setengah empat sore, di taman kota Seoul, ku tunggu sampai kau datang.” kata Taemin seraya kemudian melengos pergi meninggalkan kami dengan motornya itu.

“kau datang?” Tanya Jieun

“entah!” kataku seraya mengangkat kedua bahuku

“datang saja, kau mau apa melihatnya menunggu di taman lama-lama?”

“itu salah dia sendiri kenapa mau menunggu lama-lama di taman.”

“oh ayolah, dia belum pergi ke taman.”

“oke,,, sebenarnya yang gila aku atau kau?!”

“huh?!”

***

Aku menatap keluar jendela, datang tidak ya?
aku ingin datang tapi aku sedikit ‘MALAS’, tapi jika dia benar-benar menungguku bagaimana?

Datang saja deh, aku kemudian mengambil jaket dan syalku, tapi aku tidak mengganti celana pendekku, hanya memakai kaos kaki dengan garis warna-warni yang begitu panjang.

Aku kemudian mengambil tasku dan berjalan keluar, menuruni anak tangga dan bergegas keluar rumah.

“Jiyeon~a…” panggil umma

“wae?” tanyaku

“tadi ada yang ke sini memberikan sebuah titipan pada umma dan meninggalkan pesan untuk umma dan…”

“ok… nanti saja umma! Aku mau pergi sekarang bye!” kataku berpamitan seraya kemudian berlari keluar rumah, masuk ke dalam garasi untuk mengambil sepedaku dan mulai mengayuhnya.

Aku mengayuh sepedaku menuju taman kota Seoul dengan cepat, aku kemudian memarkirkan sepedaku dan masuk ke dalam taman, mencari-cari Taemin dan yeah ku temukan Taemin sedang duduk.

Aku kemudian berjalan menghampirinya, dia yang sadar akan kehadiranku kemudian mendongak dan tersenyum padaku.

“Kau datang.” Katanya

Aku mengangguk kemudian berjalan dan duduk di sampingnya

“ternyata kau masih punya hati…”

“kau…” aku mengepal kedua tanganku dan mengarahkannya pada Taemin tapi dia menahannya

“jangan marah aku hanya bercanda…” katanya lembut.

“porm…” katanya lagi

“kenapa lagi dengan porm?” tanyaku malas

“ku mohon ikutlah denganku ke porm…” ujarnya memelas

“aku butuh waktu…” kataku

“please tidak ada waktu, besok pormnya…” kata Taemin seraya menatap mataku dengan puppy eyesnya

Entah setan atau Lucifer apa yang membuatku mengangguk dan berkata iya pada Taemin, membuatku benar-benar menyesal.

“ya baiklah…” aku mengangguk pasti

“ok kalau begitu… hari sudah senja lebih baik kita pulang.” Taemin kemudian berdiri dan memegang telapak tanganku dan mengajakku keluar dari taman.

(End Ji Yeon Pov)

***

(Taemin Pov)

Ku kira aku tidak bisa menaklukan gadis yang baru ku tahu namanya Jiyeon itu, ternyata mudah sekali cukup memakai puppyeyes.

“ini rumahmu?” tanyaku seraya mematikan motorku

“iya.” Katanya sambil turun dari sepedanya

“ok… kalau begitu kita sudah sampai, dan besok malam harus tampil cantik ya.” Kataku sedikit genit

“jangan terlalu banyak berharap aku akan datang.” Katanya dengan nada yang kembali sinis

“kau sudah mau kok, jadi kau harus datang.” Kataku mengancam

“ish…dasar…” ia kemudian langsung masuk ke halaman rumahnya dan dalam sekejap punggungnya langsung menghilang dari pandanganku, cepat sekali dia masuk ke rumah.

Akupun segera menyalakan mesin motorku dan melaju cepat.

***

“jadi kau mau ke porm dengan siapa?!” Tanya Key sambil mengunyah roti isi selai kacangnya

“Jiyeon, Park Jiyeon dari kelas 12-4.” Kataku

“kau?” tanyaku seraya menatap Key,Minho,JongHyun, dan Onew, yeah mereka berempat saudaraku.

“aku dengan Park Sun Hye 12-1 !” kata Key sumringah

“Itu teman sekelasku sepertinya?” tanyaku, Key hanya mengangguk

“aku dengan Kim Hyun Ah! 12-4” Kata Onew riang

“aku dengan Eun Ji 12-2, teman sekelasku!” kata Jonghyun

“aku dengan Yuri, kau tahukan? Anak populer wanita di sekolah kita.”

“ne arraso!” kataku

“ok, kalau begitu aku mau pergi menemui julietteku dulu, bye.” Aku beranjak dari kursi dan berjalan menuju koridor sekolah.

Lagi, semua gadis bersorak memanggil dan menyerukan namaku, apalagi saat aku masuk ke kelas 12-4 kelas Jiyeon semua terus memanggilku “Oppa!! Oppa!!”

Aku melihat Jiyeon tengah ngobrol dengan salah satu temannya, tangan kiri yang di letakkan di meja sebagai penopang dan wajahnya yang di sanggahkan di atas telapak tangannya, memandang sahabatnya dengan tatapn bosan.!”

Aku kemudian menghampiri mejanya, dan kulihat ia dan temannya yang kemarin Nampak kaget dengan kehadiranku di antara mereka berdua.

“kau?! Mau apa kau kesini?!” tanyanya judes

“hanya mau bilang nanti malam aku akan menjemputmu!” kataku

“huh? Tidak perlu aku bisa berngkat sendiri!!!” tolaknya mentah-mentah

“tap…”

Lagi-lagi ia tak memberiku kesempatan untuk bicara

“kau tetap menjemputku atau aku tidak datang?!” tanyanya yang membuatku terpaksa harus membatalkan niatku untuk menjemputnya

“baiklah aku tidak menjemputmu, tapi kau harus datang arra?!” ujarku mengingtakan

Dia hanya mengangguk kecil

“bagus.” Kataku seraya kemudian berbalik dan hendak pergi meninggalkan kelasnya namun aku berbalik menghadapnya lagi “Jiyeon~ah!”

“apalagi?!” tanyanya dengan nada kesal

“kau sudha melihat titipan untukmu yang kemarin ku titipkan padamu?!” tanyaku

“sudah, memangnya kenapa?!” tanyanya balik

“tidak, jangan lupa untuk memakainnya ya!” ujarku mengingatkannya

“baiklah!” katanya dengan nada sedikit terpaksa, aku tersenyum senang kemudian pergi meninggalkan kelasnya dan saat aku keluar terdengar suara gadis-gadis yang Nampak kecewa, ok tapi apa peduliku?

(End Taemin Pov)

(Jiyeon Pov)

Aku membuka pintu rumahku dan segera masuk ke dalam, berteriak-teriak mencari umma.

“umma! Umma!” teriakku

Ku lihat umma keluar dari dapur “ada apa berteriak-teriak memanggil umma?!” Tanya umma heran

“umma can you help me? Please.” Pintaku dengan nada dan tatapan memelas

“okey, bantu apa?!” Tanya umma

“bantu aku berdandan untuk nanti malam!” kataku

“baiklah… umma akan mendadanimu, tapi tidak sekarang karena ini masih siang. Pormnya kan masih nanti malam jadi umma mendandanimu sore saja ya.” Kata umma

“ne arraso.” Aku kemudian berlari meninggalkan umma.

Aku membuka handle pintu kamarku, menutupnya kemudian melemparkan tasku ke sembarang tempat aku melepas dua kancing teratas seragam sekolahku dan aku juga melepas rompi berwarna cream sekolahku.

Aku melempar tubuhku di atas kasur dan menatap langit-langit kamarku.

Romeo, okey aku memang menyukaimu tapi bukan sebagai pangeran melainkan sebagai seorang romeo.

Okey, apa bedanya Pangeran dengan Romeo? Romeo itu seorang Pangeran juga bukan tapi orang-orang lebih sering memanggilnya Romeo dari pada memanggilnya menggunakan embel-embel Pangeran.

Awal pertemuan kita berdua yang pertama kali aku memang sedikit sinis, tapi sebenarnya aku tegang.

Ish, kenapa aku jadi memikirkan romeo gadunganku itu? Kau tidak boleh memikirkan dia Park Jiyeon ingat itu!!

Lama-kelamaan akupun menutup mataku dan mulai masuk kea lam bawah sadar atau alam mimpi.

***

“Park Jiyeon cepat mandi!!!’ teriak umma sedikit membuatku terkejut

Aku membuka mataku perlahan, bangkit dan duduk di atas tempat tidur.

“ini jam berapa umma?!” tanyaku dengan mata yang masih sedikit tertutup

“jam enam!” kata umma

“mwo?!” aku membelalakkan mataku kaget, bangkit dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi dan dalam waktu 15 menit aku menyelesaikan mandiku dan keluar dengan tubuh yang wangi.

Sekarang aku mengganti pakaian ku dengan mini dress berwarna cream terang, dengan model (oke aku gak bisa mendeskripsikan yang pasti baju ini yang di pake Sica onnie di sbs inki tgl 1 bulan 3 2009 pas nyanyi dear mom, tadinya mau pake deskripsi baju mereka nyanyi mistake tapi menurutku terlalu simpel)

Umma kemudian mendandaniku secantik mungkin dan aku benar-benar ternganga melihat penampilanku yang berbanding terbalik 180 derajat dari biasanya.

(End Jiyeon Pov)

(Author Pov)

Di salah satu meja acara porm mala mini telah berkumpul 5 anak lelaki populer dari sekolah mereka art high school dan mereka sudah memakai topeng dan juga pakaian mewah milik mereka.

“hey Taemin mana Juliette mu itu?” Tanya Key

“entahlah mungkin sebentar lagi!” kata Taemin sambil terus melirik ke segala arah

“apa dia tidak datang ?” Tanya Jonghyun

“kalau dia tidak datang, ini ni!!” kata Taemin sambil menunjukkan tangan yang terkepal

“kau mau memukul yeoja itu? Yakin?!” Tanya Jonghyun

“just kidding!” kata Taemin kemudian mengalihkan pandangannya

“wow…juliette!!” teriak banyak orang disekitar mereka

“Juliette?” gumam Taemin

“hey mungkin dia Juliette mu!” kata Jinki

“iya, lihatlah!” perintah Jonghyun

Taemin kemudian segera branjak dari kursinya dan menghampiri kerumunan itu, dia ternganga melihat gadis yang memakai topeng itu.

“My Juliette.” Gumamnya

Gadis itu adalah Park Jiyeon, gadis yang di minta olehnya untuk menjadi pasangannya.

Taemin tanpa sadar melangkah menghampiri gadis itu, menatapnya tajam di balik topeng begitu juga dengan sang gadis.

“You’re my Juliette.” Kata Taemin

Seraya membuka topengnya dan kemudian gadis itu juga berkata “I’m your Juliette and you my romeo.” Katanya sambil tersenyum manis, ia juga turut membuka topengnya.

“kau terlihat lebih cantik dari biasanya.”

“gomawo…” kata Jiyeon

Taemin mencium pipi Jiyeon, membuat pipi Jiyeon jadi merona merah dan membuat Jiyeon salah tingkah, aksi cium pipi yang di lakukan Taemin pun membuat para fans Taemin menggila alias berteriak-teriak kecewa.

“jangan hiraukan mereka, and come on let’s start the party!!” Taemin menarik tangan Jiyeon memasuki arena dansa!!

Fin

Advertisements

3 responses to “[Oneshot] Your My Juliette

  1. annyeong aku reader baru di sini.. Salam kenal..
    Ff mu bagus chingu.. Aku suka.. Pas buka WP mu smpet kaget ada NC nya Jiyeon.. Haha.. Tp aku boleh gga minta password nya..?? #klo gga boleh juga gpp kok#
    aku tunggu karyamu yang lain.. ^^u.. Aku suka.. Pas buka WP mu smpet kaget ada NC nya Jiyeon.. Haha.. Tp aku boleh gga minta password nya..?? #klo gga boleh juga gpp kok#
    aku tunggu karyamu yang lain.. ^^

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s