(Oneshot) Melody Harmony

Tittle    : Melody Harmony

Author : Devi Hardiyanti

Cast     : Park Yoochun, Min Hyorin

Cameo :

Genre   : Romance

Rating  : PG+13

Length : Oneshot

Disclaimer : Plot My Own

(Yoochun Pov)

Suara tepuk tangan memenuhi ruangan ini ketika aku mengakhiri permainan pianoku, aku berdiri dari kursiku dan berdiri menghadap mereka, ku ukir sebuah senyuman di wajahku dan membungkuk di hadapan mereka, kemudian turun dari panggung dan menuju belakang panggung.

Ku buka dua kancing teratas kemejaku dan mengendurkan sedikit dasiku, ku hempaskan tubuhku ke atas sofa kemudian menarik nafas sejenak dan menutup mataku, tapi tiba-tiba kudengar suara manager Kim.

“Yoochun~a…”

Aku membuka mataku perlahan dan menatapnya sekilas kemudian kembali menutup mataku.

“Ada apa?” tanyaku tanpa menatapnya

“Permainanmu tadi begitu memukau, dan ada kabar gembira untukmu.” Ujarnya

Aku membuka mataku dan langsung bangkit dan duduk di kursi.

“Kabar gembira apa?” tanyaku spontan

“Promotor memberikanmu hadiah liburan ke Jeju selama seminggu di hotel Lotte.” Jawabnya

“dan kebetulan selama seminggu nanti kamu tidak ada jadwal manggung jadi kau bisa liburan.” Tuturnya

“Kapan aku berangkat?”

“besok.”

“Baiklah kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu.” Ujarku seraya kemudian bangkit dari sofa dan berjalan meninggalkan manager Kim.

***

Jeju 1 5.30 KST

Airpot…

aku melepas kacamatan hitamku dan masuk ke dalam taxi yang akan mengantarku menuju Lotte, hotel bintang lima yang ada di pulau Jeju.

“hotel Lotte.” Ujarku pada supir taxi tersebut

Tapi ternyata hanya aku yang berbicara seperti itu pada supir taxi tersebut, ada orang lain yang berbicara seperti itu juga.

Aku menoleh ke samping kanan dan kulihat seorang yeoja berkulit putih dan berambut blonde juga tengah melihat ke arahku.

“Siapa kau?!” tanyaku pada yeoja itu

“harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu!!” bentaknya

“aku Park Yoochun, namja yang naik ke taxi ini duluan.!!” Pekikku

“Huh? Duluan? Ya!! Yang naik ke taxi ini duluan itu aku! Enak saja kau bilang kau duluan.” Katanya sambil membentak, tch dasar yeoja gila, masa bicara dengan namja seperti itu tidak ada lembut-lembutnya sama sekali, menyebalkan.

“Ya! Apa yang kau pikirkan cepat turun dari sini!!” pekiknya

“Huh? Turun? Shirooo!!!” tolakku mentah-mentah, enak saja dia menyuruhku turun, aku yang cape-cape memanggil taxi dia tinggal menyuruhku turun, dasar gila.

“Pokoknya turun!!!” paksanya sambil mendorong tubuhku keluar.

Yeoja ini sepertinya benar-benar gila, huh kenapa aku harus bertemu dengan yeoja seperti dia sih.

“Ya!! Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!!” sergahku , seraya langsung mendorongnya hingga tersungkur ke pintu mobil taxi tersebut.

“Aigoo!! Ya kau itu tidak punya perasaan!!!” pekiknya

“Memang aku tidak punya perasaan!!! Bweeek!!” aku membenarkan perkataanya sambil menjulurkan lidahnya.

“Tch…dasar. Sekarang cepat turun!!!!” serunya

“Shiroooo!!!” teriakku seraya kemudian langsung menariknya dan memangkunya , ku perdekat jarak wajah kami dan ku lihat raut wajah yang begitu panic pada dirinya

“Ya!!! Apa yang kau lakukan!!” serunya

Aku tak memperdulikannaya dan tetap memperdekat jarak wajah kami.

Dia menutup wajahnya, membuatku ingin tertawa.

Wajahnya begitu merah, sepertinya ini baru pertama kali untuknya.

Ini kesempatan bagus untuk menjalankan rencanaku, aku membuka pintu dan menggendongnya keluar dari dalam taxi dan ku jatuhkan tubuh yeoja berambut blonde itu.

“Aigooo!!” seru yeoja itu kesakitan

“Mianhae!!!” ujarku basa basi seraya kemudian naik ke dalam taxi.

“Yaaaa!!!!!! Kau dasar namja kurang ajar!!!” pekik yeoja itu seraya kemudian langsung berdiri

“Lotte hotel!! Sekarang!!” seruku pada supir taxi tersebut

“Baik tuan!!” ujarnya kemudian langsung menarik gas dan melaju kencang meninggalkan airpot tersebut

“yaaa!!! Tunggu!!” seru yeoja itu sambil berlari mengejar mobil taxi ini.

Tch… dasar yeoja babo, manalah bisa ia mengejar mobil taxi ini kekeke~.

(End Yoochun Pov)

(Hyorin Pov)

Sial… bener-bener sial, dasar namja tidak punya adat. Siapa sih namanya?

Aku mencoba mengingat-ingat lagi nama namja itu, kurasa tadi ia sempat menyebut namanya.

“Siapa ya? Park…park yoochan? Ah ani, itu bukan namanya, park Yoon hee? Ahh ani,, mana mungkin… Park park siapa ya?”

Aigoo siapa sih nama namja itu, kenapa sepertinya susah sekali ya di ingat.

“Park Yoochun! fuih akhirnya ingat juga.”

“Dasar namja gila, awas kalau kita bertemu lagi!! Akan kutendang kau sampai ke kutub utara.” Umpatku

Aku kemudian menarik koperku dan berjalan kepinggiran untuk memanggil taxi.

***

Akhirnya sampai juga di hotel Lotte, tanpa basa basi lagi aku langsung berjalan menuju meja resepsionis dan memesan kamar.

Setelah mendapat kunci kamar, aku di antarkan seorang bellboy menuju kamar tempatku menginap.

“Semoga anda puas dengan pelayanan kami.” Ujar bellboy tersebut seraya kemudian menutup pintu kamarku.

Senangnya, akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang di sini, tapi…

Aishh aku baru ingat bahwa namja bernama Park Yoochun itu juga berada di sini, menyebalkan demi apa aku tidak mau berjumpa lagi dengannya!!.

Aku menghempaskan tubuhku di atas ranjang dan menarik bedcover untuk menyelimuti tubuhku.

Ku lirik jam dinding yang ada di atas televise kamar hotelku, masih jam empat sore lebih baik aku beristirahat sekarang lumayan untuk meregangkan otot-otot tubuhku.

(End Hyorin Pov)

(Author Pov)

Lotte, 19.00 KST

Tok…tok…tok…

“ne chamkkaman…!!!” seru Yoochun sambil berlari menuju pintu kamarnya.

Cklek…

Nampak seorang bellboy berdiri tegak di kamar Yoochun.

“Ada apa?” Tanya Yoochun seraya menatap wajah bell boy itu bingung

“Waktunya makan malam tuan.” Jawab Bellboy tersebut

“Baiklah aku akan segera turun, kau duluan saja.” Kata Yoochun

“Baik tuan.” Bellboy itu kemudian berjalan meninggalkan kamar Yoochun.

Yoochun menutup pintu kamarnya dan menguncinya, seraya kemudian mengganti pakaian dan menyempatkan diri untuk menata wajahnya sebentar kemudian berlalu keluar dari kamar hotelnya.

***

Hyorin membuka perlahan matanya, dengan mata yang masih agak menutup ia melihat ke arah jam dinding yang terdapat di kamarnya.

“Jam tujuh malam, ya tuhan sepertinya aku tidur terlalu lama.” Seru Hyorin seraya langsung terbangun dan terduduk di ranjangnya.

Hari mulai gelap, dapat terlihat dari jendela kamarnya yang belum di tutup gordennya.

Hyorin bangkit dari ranjangnya dan segera menutup gorden kamarnya, yeoja berambut pirang itu kemudian mengambil kopernya dan meletakkannya di atas ranjang tempat tidurnya.

“Pakai baju apa ya untuk makan malam nanti.” Ujar yeoja itu seraya membuka kopernya

Yeoja itu kemudian mengacak-acak isi kopernya dan memilah-milih pakaian yang akan digunakannya untuk makan malam nanti.

Setelah beberapa menit memilih-milih pakaian yang akan digunakan, Hyorin pun masuk ke dalam kamar mandi dan sesaat kemudian ia keluar dengan berbalut pakaian yang begitu rapih dan sangat cocok di tubuhnya.

Hyorin kemudian menata wajahnya sebentar dan kemudian keluar dari kamar hotelnya, yeoja manis itu kemudian berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai bawah.

Saat ia akan menekan tombol lift, tiba-tiba ada seorang namja yang terlebih dahulu menekannya.

Hyorin menoleh ke sebelahnya, matanya terbelalak kaget ketika mengetahui siapa yang berdiri di sebelahnya begitu juga dengan makhluk yang berdiri di sebelah Hyorin.

“Kau?!” kata keduanya bersamaan sambil menunjuk satu sama lain

“Aish… kau lagi kau lagi, kenapa sih aku harus bertemu yeoja gila sepertimu lagi.” ujar Yoochun sambil membuang muka, seraya masuk ke dalam lift dengan penuh gaya.

Hyorin mengikutinya masuk ke dalam lift dan berdiri di sebelah Yoochun.

“tch,,, kau berbicara seperti itu seakan aku yang gila, padahal yang gila itu sebenarnya kau.” Ujar Hyorin penuh penekanan sambil menekan tombol lift.

“Ya terserah kau mau berbicara apa! Aku tidak peduli.” Ujar Yoochun angkuh

“Dasar…” bisik Hyorin dalam hati.

Tak lama kemudian pintu lift terbuka dan keduanya langsung berjalan menuju restaurant yang terdapat di hotel itu.

“Ya! Kau mengikutiku ya?!” seru Yoochun yang langsung membuat Hyorin kaget

“Mwo? Hahaha ada-ada saja, untuk apa aku mengikuti namja tidak jelas sepertimu!!” pekik Hyorin seraya kemudian melanjutkan langkahnya menuju restaurant.

Yoochun menggaruk kepalanya yang tak gatal dan kemudian kembali melangkah.

(End author pov)

(Hyorin Pov)

“Dasar namja gila, untuk apa aku mengikutinya!! Lagi pula apa dia tidak berpikir bahwa yang ingin makan itukan bukan hanya dia! Tch… menyebalkan.!!” Maki ku dalam hati

Aku kemudian duduk di salah satu meja yang terdapat di restaurant hotel ini, aku menepuk tangan dan sesaat kemudian seorang waiter datang menghampiri mejaku.

“Mau memesan apa nona?” Tanya waiter tersebut sambil memberikan daftar menu padaku.

Aku membuka daftar menu tersebut dan membacanya satu persatu.

“Satu porsi sphagetti italia dan…” aku menggantungkan perkataanku sambil melihat pilihan minuman yang di sediakan.

“Dan juice strawberry…” tambahku kemudian menyerahkan kembali daftar menu tersebut pada sang waiter.

“Baik akan segera kami hidangkan.” Ujar waiter itu kemudian berjalan meninggalkan ku.

Aku menyandarkan tubuhku di punggung kursi dan memandangi sekelilingku, aish tidak ada yang seru, hanya pemandangan orang yang sedang berbicara dan orang-orang yang memakan hidangan makan.

Tiba-tiba terdengar suara music piano yang begitu indah di telingaku, aku menengok ke panggung music dan kulihat, seseorang tengah memainkan piano di panggung music tersebut dengan begitu indah.

Aigo, permainan piano namja itu benar-benar indah membuatku ikut larut dalam permainannya.

“Nona ini pesanan anda.” Tiba-tiba suara seorang waiter membuatku tersadar dari lamunanku.

“Ah ne.” kataku

Waiter tersebut kemudian meletakkan spaghetti dan juice strawberry pesananku di hadapanku.

Kebetulan sekali, suasananya begitu pas. Sambil menikmati makan malam sambil mendengar permainan music yang begitu indah dari seorang pianist hhe.

Tiba-tiba alunan music piano tersebut berhenti, semua orang yang berada di dalam restaurant ini semuanya bertepuk tangan termasuk juga aku.

Kulihat pianist yang memainkan piano tadi turun dari atas panggung, tanpa perduli dengan makanan ku yang masih banyak aku beranjak dari kursi dan berlari menghampiri pianist tersebut.

“Chamkkaman!!” seruku seraya memegang bahu namja tersebut.

Namja yang memainkan piano tadi menoleh ke arahku dan betapa terkejutnya aku ketika mengetahui siapa yang memainkan piano barusan.

“Kau?!” seruku

“Kenapa lagi?” tanyanya dingin

“Kau yang memainkan piano barusan? Apa benar?” tanyaku blakblakan

“Kalau iya kenapa?” Tanyanya acuh tak acuh

“Aku kan Cuma Tanya.” Kataku

“Iya aku yang memainkannya.” Jawabnya singkat kemudian berbalik meninggalkanku

“Hey!! Tunggu!!” seruku

“Apalagi?” dia berbalik menghadapku

“Bisa kau mainkan satu buah lagu lagi? aku mohon…” pintaku memelas

“Memang kau berani bayar berapa?” tanyanya, tch dasar namja matrealistis masa begini saja minta bayaran

“Ya!! Kau minta bayaran padaku? Aigoo kau ini berlagak sekali ya, pianist handal saja bukan, tapi minta bayaran.” Cercaku yang berhasil membuatnya menaikan alis dan menatapku aneh

“Ya apa kau tidak mengenalku huh?!” tanyanya

“Memang kau siapa? Yang kutahu namamu itu Park Yoochun!!” pekikku

Namja gila bernama Yoochun itu kemudian membuang mukanya dengan sok cool, ya walaupun memang kuakui dia memang cool.

“Aku ini seorang pianist terkenal dari Seoul, Park Yoochun. masa kau tidak kenal?!” katanya

Park Yoochun, pianist terkenal? Yang mana? Aku tidak pernah dengar.

“Park Yoochun yang mana?” tanyaku

Dia menatapku heran kemudian menggelengkan kepalanya “sudahlah, susah bicara dengan yeoja sepertimu.” Ujarnya kemudian berjalan meninggalkanku

“Ayolah ku mohon, mainkan satu buah lagu lagi.” pintaku

“Shiroo!!” ujarnya keras

“Please,, aku mohon. Aku bersedia melakukan apapun untukmu.” Kataku

Dia berhenti dan berpaling kepadaku “apapun?”

Aku mengangguk mantap

“Baiklah, asal kau bisa melakukan apapun untukku.” Ujarnya kemudian berjalan menuju panggung

“Huaa, kamshaaa!!!” seruku padanya

Dia berhenti “tapi…” ia menggantungkan kata-katanya, membuatku sedikit penasaran.

“tapi apa?”

“tapi awas sampai kau berbohong!! Arra??!!” serunya

“Aku janji akan menepati janjiku.” Ujarku mantap

“Bagus.” Dia melanjutkan langkahnya menuju panggung, duduk di depan paino besar berwarna hitam elegant itu kemudian mulai menekan tuts dan memainkan permainan yang begitu memukau.

Aku kembali ke mejaku dan kembali menikmati makananku.

***

Angin semilir-semilir berhembus menyapu tubuhku, kurasakan tubuhku mulai kedinginan.

“Ya!! Apa yang harus kulakukan untukmu?!” tanyaku dengan sedikit membentak padanya

Yoochun tersenyum kemudian berhenti , dia menatapku dengan memasang senyum yang begitu manis.

“Kau harus menemaniku jalan-jalan di pulau jeju selama seminggu. Dan kau juga harus menjadi asisten pribadiku selama di jeju, mengerti?!”

Aku mendelik padanya, huh separah itukah? Hanya memintanya untuk memainkan sebuah lagu?

“Ya! Masa aku harus menjadi asisten pribadimu hanya untuk satu buah lagu?! Shiroo.” Tolakku mentah-mentah

“Kau itu ternyata yeoja yang tidak bisa menepati janji ya, ku kira kau yeoja yang tidak bisa menepati janji.” Ujar Yoochun seraya kembali melanjutkan langkahnya.

Ih, benar-benar menyebalkan! Bagaimana ini? Aku tidak mau di cap sebagai yeoja yang tidak bisa menepati janji, tapi aku juga tidak mau menjadi asisten pribadinya. Tapi lebih baik menjadi asisten pribadinya dari pada tidak menepati janji, jadi ku putuskan aku mau menjadi asisten pribadinya.

“Yoochun~a!!!!” seruku

Yoochun berhenti, dan dengan tangan yang tetap berada di saku celananya ia menoleh ke arahku dengan senyuman yang mengembang di pipinya.

Aigo-aigo ternyata dia keren juga, terlebih ketika ia menoleh kearahku poninya itu sedikit tersibak karena angin, aduh kenapa aku baru sadar ya.

“apalagi?” tanyanya

“A…aku…” aku menggantungkan kata-kataku

“Cepat! Kau itu membuang-buang waktuku saja.” Pekiknya

Ih benar-benar menyebalkan

“Aku… mau jadi asisten pribadimu!!” Kataku mantap

“Benarkah?” tanyanya

“Ya.” Jawabku mantap

“Baiklah, besok pukul 04.30 KST kau sudah berada di depan kamarku.” Ujarnya

“Untuk apa aku kedepan kamarmu di pagi buta seperti itu?!” pekikku

“Besok kita akan lari pagi. Awas jika kau berada di depan kamarku lewat dari jam yang kukatakan tadi.” Ancamnya kemudian pergi meninggalkanku

“Aish dasar namja gila.” Umpatku

“Aku mendengarnya!!” teriaknya

“Aish…menyebalkan.” Batinku

(End Hyorin Pov)

(Yoochun Pov)

“Aku mendengarnya!!!!” seruku pada yeoja gila itu, errrr ngomong-ngomong aku belum tahu namanya, aduh kenapa aku begitu bodoh hingga tak sempat menanyakan namanya ya.

Aku berhenti dan menoleh kebelakang, akan tetapi yeoja gila itu sudah tidak ada disana, sudahlah mungkin dia sudah kembali tadi saat aku berteriak padanya.

***

Aku membuka pintu kamarku dan menghempaskan tubuhku di atas ranjang.

Sudah setengah Sembilan malam tapi aku belum mengantuk, huh menyebakan jika sedang berlibur tapi tak bisa tidur.

Aku bangkit dari tempat tidurku dan mengambil notebook dari dalam koperku, ku letakkan di atas meja yang terdapat di pinggir jendela kamarku.

Jendela kamar yang begitu besar yang hanya terdiri dari sebuah kaca, ku buka gorden kamarku dan terlihatlah keindahan pulau jeju di malam hari.

Pantai jeju bisa dilihat dari kamar ini, gemerlap lampu-lampu hias di jalanan jeju membuat keindahan pulau jeju makin terpancar.

Aku duduk di depan notebook ku dan mencolokkan modem ketika notebookku sudah menyala.

Aku mulai browsing dan membuka twitter, ya apa lagi yang mau kulakukan jika sedang online kalau tidak buka twitter ya browsing.

Ku lihat jam dinding ang terpasang di atas tempat tidurku, pukul setengah dua belas.

Aigo tidak menyangka aku bermain begitu lama, kali ini aku sudah mulai mengantuk, kumatikan notebookku dan akupun kembali menutup gorden jendela kamarku.

Ku hempaskan tubuhku ke atas ranjang dan memejamkan mataku untuk tidur, tapi sebelumnya aku membuat alarm terlebih dahulu agar aku bisa bangun pagi besok.

***

Aku keluar dari kamar mandidan menggosok-gosok punggungku dengan handuk, tiba-tiba terdengar pintu kamarku diketuk oleh seseorang.

“Nugu?!” tanyaku sedikit berteriak

“…” tidak ada jawaban

Siapa sih? Yeoja itukah? Aku segera berjalan menuju pintu kamarku kemudian membukanya, dan benar saja, ternyata yang mengetuk pintu kamarku adalah yeoja gila itu.

“Aaaaaaaa!!” teriaknya, sambil menutup kedua matanya dengan  telapak anganya

Ada apa dengannya? Aku buru-buru membekap mulutnya dan membawanya masuk ke dalam kamarku.

“Kau kenapa?” tanyaku

Dia masih menutup matanya “itu!” katanya sambil menunjuk dadaku

“Wae?” tanyaku tak mengerti

“Aigo~ cepatlah pakai baju, aku tidak mau melihat namja bertelanjang dada sepertimu!!!” pekiknya

“Oh ini, ini kan wajar saja!!” kataku

“Iya tapi aku tidak begitu suka!!” tuturnya

“Baiklah kalau begitu.” Aku berjalan meninggalkannya dan segera memakai kaos dan jaket berwarna hitam dan juga mengganti celanaku dengan celana training berwaena hitam dengan sedikit garis berwarna putih di tengahnya.

“Kajja.” Aku menarik tanganya keluar dari kamarku

“Kita mau lari pagi di mana?” tanyanya polos

Aku tersenyum kecil “dari depan hotel ini sampai pantai jeju arra?!” pekikku

“Ne arra, arra…” ujarnya seraya mengikutiku dari belakang.

***

Pulau jeju di pagi hari, begitu sepi. Tidak seperti Seoul, kalau di Seoul pagi,siang,sore,malam tetap ramai namanya saja ibu kota bagaimana tidak mau ramai kkkkk~. Aku terus berlari, tapi suara yeoja itu membuatku harus berhenti lagi.

“Yoochun~a!!” serunya

Aku berhenti dan berpaling ke arahnya “ada apa?” tanyaku

“Aku capek dan haus sekali.” Ujarnya

“Aigo, mana ada kedai atau toko yang buka di pagi buta seperti ini!” kataku

“Kau tidak bawa air mineral apa?” tanyanya

“Bawa sih.” Kataku sambil melirik ke air mineral yang kubawa

“Ya sudah, ini minumlah.” Aku melempar air mineral itu pada yeoja gila itu, dan yeoja gila itu dengan sigap menangkapnya dan meminumnya.

Dasar, oh ya aku belum tahu namanya, kurasa ini waktu yang tepat untuk bertanya padanya.

“Eh yeoja gila namamu siapa?!” tanyaku dengan sedikit angkuh kkkkk~

“Aku bukan yeoja gila.” Sergahnya

“Ne arraso, tapi bagaimana aku mau memanggilmu dengan sebutan yang benar jika aku tidak tahu namamu.” Kataku

“Namaku Hyorin, Min Hyorin!!” ujarnya lantang

“Oh… Hyorin~a ayo cepat kita berlari lagi.” kataku kemudian melanjutkan larinya

“Huh? Apa dia tidak capek apa.” Keluh Hyorin

Apa dia tidak sadar bahwa suaranya begitu keras?

“Aku dengar…” kataku sambil senyum-senyum

Aku dan Hyorin kemudian berlari beriringan (?) sambil berlari kadang kami sedikit membuat lelucon garing yang sukses membuat kami tertawa, bahkan jika kami mulai lelah berlari kami melanjutkan langkah kami hanya dengan jalan biasa. Ku kira Hyorin begitu menyebalkan, bahkan kurasa sangat menyebalkan tapi ternyata Hyorin ini cukup menyenangkan, dia baik dan bisa di ajak bercanda, Hyorin juga cukup ceria, dan jika dilihat dia cukup manis.

Eh ada apa denganku? Kenapa aku tiba-tiba jadi memujinya begini sih? Huh tapi tidak apalah yang penting aku tidak memujinya secara langsung kkkkkk~

“Ya apa yang sedang kau pikirkan?” tanyanya

“tidak apa…” kataku bohong

“benarkah, kurasa tidak.” Katanya tidak percaya

“ya sudah terserahmu sajalah.” Kataku acuh seraya kemudian kembali berlari

“hey!!! Tunggu!!” serunya

“makanya jangan lari seperti siput.” Ejekku

“ugh…menyebalkan.” Kesalnya

“biarin.” Ujarku tak peduli

***

Aku dan Hyorin duduk di pinggir pantai, deburan ombak menerjang pasir pantai yang begitu putih, semilir angin berhembus membuat daun-daun kelapa menari-nari di pagi hari ini.

Aku dan Hyorin terdiam dan tidak berbicara, menunggu matahari terbit dan meninggi.

Tapi lama-lama dalam keadaan diam membuatku risih juga, akhirnya kuputuskan untuk mengajaknya mengobrol.

“Errrr… Hyorin~a…” panggilku

“wae?” tanyanya ketus

“apa kau pernah melihat matahari terbit sebelumnya?” Tanyaku

“sudah sering, terlebih saat aku ke hawai dulu.” Tuturnya

“memang kau pernah ke hawai?” tanyaku tak percaya

“tentu saja, aku kan suka sekali traveling ke luar negeri, hampir berbagai negeri di dunia ini sudah pernah ku kunjungi.” Katanya sedikit sombong

“oh begitu.” Ujarku seraya kembali melihat kedepan

“bagaimana denganmu?” tanyanya balik

“pernah, tapi itu saat aku di Seoul.” Jawabku

“errrrr…. Sebentar lagi matahari akan terbit.” Kata Hyorin

“benarkah? Dari mana kau tahu?” tanyaku bertubi-tubi

“itu…” dia menunjuk ke depan atau lebih tepatnya arah timur.

Di sana banyak sekali sinar-sinar yang bersinar terang dan beberapa saat kemudian mataharipun terbit dan mulai meninggi, ah sangat indah lebih indah yang kulihat di sini dari pada yang di Seoul.

“kau sepertinya begitu terpukau.” Ujar Hyorin yang langsung menyadarkanku

“ah iya, itu karena yang kulihat di sini lebih indah dari pada yang ku lihat di Seoul waktu itu.” Tuturku

“benarkah?” tanyanya

“yeah.” Kataku seraya mengangguk mantap

“berarti pemikiran kita sama, menurutku juga lebih indah yang ini dari pada waktu aku melihatnya di hawai kkkk~” kata Hyorin sambil tertawa kecil yang membuatku ikut tertawa.

“Eh ngomong-ngomong ini sudah jam enam, ayo kita kembali ke hotel.” Ajak Hyorin

“Ah ayo~” aku berdiri dan membersihkan pasir yang menempel di bagian belakang celanaku.

“Yoochun~a…”

“apa?”

“kita mampir ke kedai dulu ya.”

“baiklah.”

“tapi aku tidak bawa uang.”

“aku traktir.”

“jinca?”

“ya.”

“gomawo…” kata Hyorin seraya mencubit pipiku

“ish…sakit tahu!!” pekikku

“mianhae…hihi.” Ujarnya minta maaf sambil cekikikan

“dasar.” Batinku

(End Yoochun Pov)

(Hyorin Pov)

Aku menutup pintu kamarku dan menguncinya, aku duduk di sofa depan kasurku dan menyalakan televisi.

Aku terus mengganti channel tapi tidak ada tontonan yang menarik, benar-benar menyebalkan, membuatku benar-benar jengkel.

Tiba-tiba kudengar ponselku berbunyi, siapa sih? Ganggu saja.

Aku membuka flip ponselku dan membaca pesan masuk yang kuterima.

From : Yoocun

Ya yeoja gila!! Kau siap-siap, aku mau kau menemani aku jalan-jalan

Huh yeoja gila? Jalan-jalan? Bukannya tadi pagi aku sudah memberitahu namaku dan bukannya tadi pagi kami sudah jalan. Apa dia tidak tahu aku begitu capek? Ish…menyebalkan sekali sih namja ini!!

To : Yoochun

Aku capek! Besok saja ya! Please…

Sesaat kemudian aku menerima balasan dari Yoochun

From : Yoochun

Baiklah, besok jam setengah dua siang kau sudah harus siap arra?!

To : Yoochun

Ne arrayo…

Aku menutup flip ponselku dan meletakkannya di atas meja, kututup seluruh wajahku dengan bantal dan tidur di atas sofa.

***

Keesokan harinya…

Aku mengetuk pintu kamar Yoochun, sudah lebih dari tiga kali tapi tidak ada jawaban dan pintunya tidak terbuka juga.

Ish, bagaimana sih namja ini, menyuruhku ke kamarnya jam setengah dua siang, aku datang tak di bukakan pintu dan tak di sahuti sama sekali, menyebalkan.

Aku kembali mengetuk pintu dan setelah kelima kalinya mengetuk pintu barulah pintu kamar Yoochun terbuka.

“Kau dari mana saja? Lama sekali?” bentakku

“aku baru selesai mandi dan ganti baju.” Katanya

“ash..sudahlah aku tidak mau dengar… jadi tidak?” tanyaku

“tentu saja… ayo kita berangkat… aku sudah sewa mobil.” Katanya seraya kemudian langsung menarik tanganku dan membawaku turun ke lantai satu hotel ini.

Dia membukakan pintu mobil dan menyuruhku masuk, aku masuk terlebih dahulu di ikuti kemudian olehnya.

“Kita mau kemana?” tanyaku

“keliling kota skaligus wisata kuliner, tidak lupa juga mencari buah tangan untuk orang-orang terdekatku di Seoul kkk~.” Tuturnya

“baiklah aku mengerti, ayo berangkat.” Kataku

Yoochunpun langsung menancap gas dan melaju di jalanan jeju.

Kami berliling kota jeju yang begitu luas, aigo indahnya jeju begitu indah.

Banyak taman bunga bertebaran dimana-mana begitu indah, jeju benar-benar memanjakan mataku.

Setelah berkeliling-keliling aku dan Yoochun kemudian mampir ke beberapa kedai dan restaurant di jeju untuk mencicipi makanan khas di pulau indah ini.

Aigo ternyata selain indah, makanan khas jeju juga begitu enak, terbukti aku banyak menambah untung aku di traktir Yoochun kalau tidak uangku bisa habis kkkkkk~.

“Habis ini kita mau kemana lagi?” tanyaku sambil memegangi perutku yang kekenyangan

“ketoko pernak-pernik untuk membeli oleh-oleh.” Jawabnya

Kami pun melanjutkan perjalanan ke toko-toko yang ada di jeju ini, sesampainya di toko pernak-pernik aku dan Yoochun memilah dan memilih barang-barang yang akan di beli untuk oleh-oleh.

Setelah mencari oleh-oleh kamipun kembali berkeliling pulau jeju, kami juga singgah di pantai jeju sebentar.

Kami menikmati pemandangan pantai jeju di sore hati, angin semilir-semilir yang begitu sejuk berhembus begitu kencang membuat daun kelapa dan rambutku menari-nari kkk~.

Kicau burung di sore hari dan matahari yang hendak terbenam menambah keindahan suasana pantai ini di sore hari.

“Ya!!!” terdengar suara Yoochun meneriakiku, aku menoleh dan percikan air sukses membasahi wajahku.

“Yoochun~a…” aku berlari kea rah Yoochun dan menendang-nendang air laut itu ke arahnya, membuat pakaiannya sedikit basah, dan kami bukannya berhenti bermain air malah terus bermain air sampai baju kami basah kuyup.

***

19.00 KST

Aku dan Yoochun sampai di hotel dengan keadaan basah, aku kemudian langsung memutuskan untuk kembali ke kamarku dan ingin langsung beristirahat.

Yoochun, kurasa ia juga kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Seusai mandi aku langsung menonton televisi, aku benar-benar lelah tapi aku tidak mau makan malam karena aku sudah kenyang sekali kkkk~ habis tadi di traktir banyak sama Yoochun.

(End Hyorin Pov)

(Author Pov)

Sudah empat hari Yoochun dan Hyorin menghabiskan waktu bersama, dari mulai jalan-jalan keliling kota, jalan pagi, melakukan wisata kuliner, bermain air di pantai setiap sore, mengunjungi kebun bunga tulip, dan mengunjungi berbagai perkebunan di kota jeju.

Dan hari ini adalah hari kelima, Yoochunpun bermaksud mengajak Hyorin berjalan-jalan lagi, tapi hari ini Hyorin benar-benar lelah dan ingin istirahat, dan Yoochun pun membatalkan niatnya tersebut agar Hyorin bisa beristirahat terlebih dahulu.

Yoochun membuka gorden kamarnya dan duduk di kursi yang terdapat di dekat jendela kamarnya, ia kemudian menghidupkan notebooknya dan mencolokkan modemnya.

Memulai kebiasaannya browsing internet dan twiteran di waktu lenggang, entah ada angin apa Yoochun kemudian membuka Ms. Word dan mulai mengetik kalimat-kalimat dalam bahasa inggris.

“melody harmony…”

Suara Yoochun begitu terdengar lembut dan indah, ia kemudian mematikan notebooknya dan berlari keluar kamar.

Yoochun berlari menuju restaurant yang terdapat di lantai bawah hotel, namja tampan itu kemudian naik ke atas panggung music dan duduk di hadapan sebuah piano, awalnya ia hanya menekan satu tuts piano tapi lama kelamaan ia mulai menekan banyak tuts yang terdapat di piano tersebut.

Sebuah alunan lagu yang begitu indah dan terdengar enak, membuat semua pengunjung restaurant tersebut ikut larut dalam lagu yang di mainkannya.

Siapa yang sangka ternyata Yoochun memainkan piano hingga menghasilkan sebuah alunan music yang seindah itu sambil membayangkan seorang Min Hyorin, yeoja yang selama empat hari ini bersamanya terus, dan Yoochunpun menyadari bahwa yeoja itu telah membuat Yoochun jatuh cinta, bahkanYoochun sengaja membuat lagu ini untuk Hyorin.

Setelah Yoochun mengakhiri permainan pianonya, semua orang langsung bertepuk tangan. Yoochun memandangi tuts piano tersebut kemudian berdiri dan tersenyum pada orang-orang yang memberikannya sorakkan dan tepuk tangan, Yoochun kemudian berlari menuju kamarnya.

***

Yoochun duduk di pinggir kasurnya dan mengambil ponselnya.

Di bukanya flip ponselnya dan ia mulai mengetik pesan untuk Hyorin.

To : Hyorin

Hyorin~a besok kita jalan-jalan ke perkebunan teh yukk…

Kau mau tidak?

Sesaat kemudian Yoochunpun menerima balasan dari Hyorin

From : Hyorin

Baiklah, jam berapa tapi?

To : Hyorin

Jam Sembilan pagi

From : Hyorin

Baiklah

Yoochun tersenyum seraya kemudian meletakkan ponselnya di atas meja, berdiri dari kasur dan berjalan ke dekat jendela.

Direntangkannya tangannya, seraya menatap jalanan kota yang terlihat, ia menarik nafasnya dalam untuk sesaat kemudian menghembuskannya.

“Aigo… kenapa aku jadi tidak ingin cepat-cepat kembali ke Seoul ya… ish… Hyorin~a kau harus bertanggung jawab atas semua ini kkkkkk~~~

***

Keesokan harinya…

Tok…tok…tok…

“ne chamkkaman…” seru Hyorin sambil berlari menuju pintu kamarnya

“ada ap…kau?”

Yoochun tersenyum

“ada apa kesini?” Tanya Hyorin

“kau lupa?” Tanya Yoochun balik

“ahh mian aku lupa,, tunggu sebentar aku mau mengambil tasku dulu.” Hyorin kemudian masuk ke dalam sebentar dan kemudian keluar dari kamarnya dan juga mengunci pintu kamarnya.

“Ayo!!” seru Hyorin sambil menarik pergelangan tangan Yoochun.

***

“Aigoooo!!! Indah sekali!!!!” seru Hyorin

“haha…” tawa Yoochun

“errrr… ngomong-ngomong apa kita sudah sampai?” Tanya Hyorin

“sudah…” Yoochun kemudian menghentikan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya, seraya turun dari mobil terlebih dahulu di ikuti kemudian oleh Hyorin.

“Hyorin~a… kita kesana yuk!!” ajak Yoochun seraya kemudian menarik tangan Hyorin dan mengajaknya masuk kedalam kebun the tersebut.

Mereka Nampak begitu akrab dan mereka juga begitu menikmati suasana ini,selain berkunjung untuk bersenang-senang mereka juga datang untuk bertanya sedikit-sedikit kepada petani teh yang ada di daerah tersebut.

Setelah usai bermain dan bertanya jawab dengan petani, Hyorin dan Yoochun kemudian berjalan menuju air terjun yang terdapat di daerah perkebunan tersebut.

“Aigo…airnya dingin sekali!!” seru Hyorin seraya kemudian mengangkat kakinya

“haha…” yoochun tertawa kecil

“lucu ya?” Tanya Hyorin

“tidak sih… Hyorin~a aku ke mobil sebentar ya…”

“Mau ngapain?”

“mengambil sesuatu.”

“oh silahkan…”

Yoochun kemudian pergi meninggalkan Hyorin, sedangkan Hyorin dia asyik bermain air di dekat air terjun tersebut, meski airnya begitu dingin tapi Hyorin sangat menikmatinya.

Sesaat kemudian Yoochun kembali dengan membawa sebuah gitar.

“Hyorin~a!!!” seru Yoochun

Hyorin menengok ke arah Yoochun dan langsung terbelalak kaget ketika melihat Yoochun membawa sebuah gitar.

“Kau bisa bermain gitar?” Tanya Hyorin tak yakin

“tentu saja…. Kau kira aku hanya bisa bermain piano apa?!”

“hhe iya,, ku kira kau hanya bisa bermain piano, ternyata bisa main gitar juga toh.”

“huh…sudahlah, eh aku punya lagu untukmu loh…”

“benarkah? Aku mau dengar…”

“kalau begitu duduklah…”

Hyorin kemudian duduk di salah satu batu yang ada di situ begitu juga dengan Yoochun, mereka duduk tidak saling berhadapan sehingga mereka saling bersandar di punggung satu sama lain.

Yoochun mulai memetik senar gitarnya dan memainkan sekaligus menyanyikan lagu ciptaannya untuk Hyorin.

[Lyric Melody Harmony]

Begitu indah, terbukti Hyorin sempat menggoyang-goyangkan kepalanya sebagai tanda ia menikmati permainan Yoochun.

Setelah beberapa saat akhirnya Yoochun pun selesai menyanyikan lagu dan memainkan lagunya untuk Hyorin.

“Bagiamana? Bagus tidak?” Tanya Yoochun meminta pendapat

“neomu,,, sangat bagus…” ujar Hyorin mantap

“Gomawo…” kata Yoochun

“Ah ani… harusnya aku yang bilang gomawo, karena kau sudah menciptakan lagu untukku.” Kata Hyorin tersipu

“baiklah… terserah kau saja.”

“Yoochun~a…” panggil Hyorin

“Apa?” Tanya Yoochun

“Kenapa kau menciptakan lagu untukku?” Tanya Hyorin yang langsung sukses membuat saraf-saraf Yoochun menegang.

“Itu…itu karna…” Yoochun tergagap

“Itu karna apa?” Tanya Hyorin penasaran seraya kemudian berbalik dan memandang Yoochun

“itu karna aku terus menerus memikirkanmu dan selalu memikirkanmu, bahkan aku hampir gila karena terus memikirkanmu. Dan kurasa saat bersamamu aku merasa sangat bahagia dan tak sepi lagi, aku sadar bahwa aku mencintaimu. Aku cinta kamu Min Hyorin.” Kata Yoochun blakblakan yang langsung membuat Hyorin tak bisa berkedip dan membuat kedua pipinya merona merah.

Begitu pula dengan Yoochun, kata-katanya yang terlontar tadi langsung membuatnya malu tingkat dewa iapun langsung membuang mukanya ke arah lain karena malunaya.

Hyorin tersenyum, seraya kemudian memegang kedua bagian wajah Yoochun dan menatap Yoochun lekat.

“Aku juga mencintaimu.” Ujar Hyorin mantap kemudian memberikan kecupan sekilas pada bibir Yoochun

“Hyorin…”

“ya aku juga mencintaimu…” ulang Hyorin

“Saranghae… jeongmal saranghaeyo…” Yoochun langsung melumat bibir Hyorin dan memperdalam ciuman mereka #pokoknya lima menit berlalu deh

Yoochun melepas ciumannya dan menatap Hyorin bahagia.

“Hyorin~a…” panggil Yoochun

“apa?”

Yoochun mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah hati, di bukanya kotak kecil itu dan di lihatkan olehnya pada Hyorin, kotak kecil itu ternyata berisi sebuah cincin.

“Maukah kau menjadi istriku dan menetap di Seoul?” Tanya Yoochun

“Tidak…” jawab Hyorin mantap yang langsung membuat Yoochun tertunduk lesu, ya memang ia sadari ini terlalu cepat. Baru saja ia menyatakan cinta, masa langsung mengajak Hyorin menikah, tapi saat Yoochun merasa sedih Hyorin malah ingin tertawa, karena sebenarnya Hyorin tidak sungguh-sungguh menolak lamaran Yoochun, ia hanya ingin mengerjai Yoochun.

“tidak menolak maksudku….hahahahahhahahah…” kata Hyorin dengan tawa yang begitu keras

Yang langsung membuat Yoochun tersenyum “aku senang…!!!” seru Yoochun seraya kemudian memeluk Hyorin.

Yoochun kemudian memasang cincin perak itu ke jari manis Hyorin.

“Saranghae…saranghae…saranghae…saranghae…saranghae….” Yoochun tak henti-hentinya mengucapkan kalimat saranghae atau aku cinta kamu pada Hyorin

“Ye… nado saranghae…” jawab Hyorin

Hari ini pun dunia serasa bagai milik mereka berdua, keduanya benar-benar bahagia saat ini.

FIN

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s