Run Devil Run Part 1 (1/2) {Sun Hye Part}

Tittle : Run Devil Run

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Park Sun Hye
  • Kim KiBum

Other :

  • Jung Nicole
  • Han Shinbi

Genre : Romance,Au

Rating : PG+15 – NC

Length : Series

Disclaimer : Plot my own ! Do Not Re-Post

Run Devil Run

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Author Pov)

Sun Hye berjalan menyusuri jalanan di kampusnya sendiri dengan tangan yang membawa banyak buku yang setiap bukunya kira-kira memiliki tebal lebih dari 300 halaman.

Yeoja berktubuh kecil itu berjalan dengan langkah yang sedikit berbelok-belok dikarenakan banyaknya jumlah buku yang di bawa tak sebanding dengan tenaga yang dimilikinya. Dan karena banyaknya buku yang ia bawa membuat sedikit penglihatannya sedikit terganggu sehingga Sun Hye tidak mengetahui bahwa di depannya ada seorang laki-laki yang sedang berjalan.

Dan

Buk!!

Semua buku yang di bawa oleh Sun Hye tadi jatuh berserakan ke lantai begitu juga dengan tubuh Sun Hye yang ikut jatuh terduduk di lantai.

“Ah mianhae.” Kata namja yang di tabrak Sun Hye tadi

“Gwenchana, seharusnya aku yang meminta maaf padamu.” Kata Sun Hye

“Harusnya tadi aku melihat ke depan biar tidak menabrakmu.” Sesal Sun Hye sambil mengumpulkan buku-bukunya yang berserakan kemana-mana.

“sini biar aku bantu.” Kata namja yang di tabrak Sun Hye tadi menawarkan bantuan

“ah ne, gomawo.” Kata Sun Hye berterima kasih.

Karena banyaknya buku yang di bawa Sun Hye mereka pun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyusun kembali bukunya.

Tinggal satu buku yang berada di dekat pot bunga yang berada kira-kira 5 jengkal dari mereka. Tangan Sun Hye dan namja yang di tabraknya meraih buku itu bersamaan sehingga membuat tangan mereka sedikit bersentuhan.

Sun Hye terdiam memandang tangannya yang bersentuhan dengan namja itu, seperti ada sesuatu yang bergejolak di dalam dadanya dan jantungnya seperti berdetak 100 kali lebih cepat.

“perasaan apa ini? Kenapa aku merasa deg-degan saat tangannya tak sengaja bersentuhan dengan tanganku? Apakah ini yang di sebut dengan jatuh cinta?” batin Sun Hye

Sun Hye segera tersadar dari lamunannya beberapa detik yang lalu dan segera menarik buku itu.

“Eumm.. gomawo atas bantuannya.” Kata Sun Hye berterimakasih.

“Ne cheonmaneyo.” Kata namja itu

“Ngomong-ngomong namamu siapa?” tanya namja di depannya itu

“Naneun Park Sun Hye imnida.” Kata Sun Hye memperkenalkan diri seraya menyodorkan tangan kanannya pada namja itu.

“Kim Kibum imnida.” Kata namja bernama Kibum itu balik memperkenalkan diri seraya membalas tangan Sun Hye

“Kamu ikut jurusan apa di kampus ini?” tanya Kibum

“Aku ikut jurusan, sutradara. Bagaimana denganmu?” tanya Sun Hye balik

“Aku ikut jurusan pertelevisian.” Jawab Kibum santai

“Oh… mmm… kalau begitu aku kesana dulu ya, sepertinya teman-teman ku sudah menunggu.” Pamit Sun Hye

“mmm… yeah.” Kata Kibum

“sampai jumpa.” Kata Sun Hye seraya melambaikan tangannya pada Kibum.

Saat Sun Hye sudah berjalan sejauh dua puluh langkah namja bernama Kibum tadi memanggil Sun Hye lagi.

“Park Sun Hye kapan-kapan aku boleh kan bermain ke kelasmu?!!” tanya Kibum sedikit berteriak

Sun Hye menoleh dan tersenyum pada Kibum

“Tentu saja.” Jawab Sun Hye seraya kemudian berlari menjauh

Kibum berjalan dalam keadaan masih menatap punggung Sun Hye yang menjauh (jalan mundur) dan dia baru berbalik ketika punggung Sun Hye sudah benar-benar menghilang dari tatapannya.

(End Of Author Pov)

(Sun Hye Pov)

Sudah 2 minggu sejak kejadian aku pertama kali bertemu Kibum, Kibum jadi sering ke kelas ku. kadang dia ke kelas untuk mengajak ku ke kantin atau mengajak ku jalan dan ke perpustakaan.

Aku bingung kenapa dia mengajakku untuk kemana-mana bersamanya padahal kan temannya bukan Cuma aku, tapi kenapa selalu aku yang di mintanya untuk menemaninya? Apakah dia menyukaiku? Aigo, jangan banyak berharap Sun Hye. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mencoba menghilangkan pikiranku tentang Kibum.

“Hey ! what are you doing?!” tanya Kibum yang tiba-tiba sudah duduk di atas mejaku.

“mmm… aku sedang mengerjakan tugas.” Jawabku asal

“hahahaha Sun Hye jangan membohongi aku.” Kata Kibum sedikit terkekeh atas jawabanku

“a…a…aku tidak bohong.” Kataku gugup

Kibum mendekatkan wajahnya ke wajahku dan dia memencet hidungku

“ya~! Apa yang kau lakukan?!” tanyaku sambil melepaskan tangannya yang memencet hidungku

“memberi hukuman untuk anak yang suka berbohong.” Kata Kibum sambil tersenyum kecil

“aku tidak bohong!!!!” ngotot ku padahal aku memang berbohong

“Park Sun Hye jelas-jelas dimejamu tidak ada buku.” Ujar Kibum

“lalu?” tanyaku malas

“lalu bagaimana bisa di sebut mengerjakan tugas jika di atas mejamu saja tak ada buku.” Lanjut Kibum

“maksudku tugas duduk dengan rapih ahahahha.” Kataku meracau

“Babo~” Kata Kibum seraya menjitak kepalaku

“Ya~sakit babo!” bentak ku pada Kibum kemudian mencoba membalasnya tapi Kibum malah berlari keluar kelas dan membuatku harus mengejarnya.

“Kejar aku kalau bisa uek..” teriak Kibum sambil menjulurkan lidahnya kemudian dia kembali berlari menjauh dariku.

(End Of Sun Hye Pov)

***

(Kibum Pov)

Sekarang sudah 3 bulan aku berteman dengan Sun Hye dan sepertinya yeoja itu mulai jatuh cinta padaku, dan kurasa mungkin ini saat yang tepat untuk menyatakan cinta padanya.

Ku ambil ponselku yang berada di meja samping kasurku dan membuka flip ponselku.

Aku mencari nomor telpon Sun Hye yang ada di ponselku, setelah ku temukan nama Sun Hye aku langsung menekan tombol telpon dan langsung tersambung pada Sun Hye.

Setelah beberapa saat aku menunggu beberapa saat akhirnya telponku di angkat oleh Sun Hye

“Yeobseyo.” Sapanya

“Mmmm…yeobseyo.” sapa ku balik

“ada apa?” tanyanya

“aku ingin mengajakmu nonton,kau mau tidak?” tanyaku

“kapan?” tanyanya lagi

“nanti sore jam empat. Apa kau mau?” tanyaku balik

“mmm…” sepertinya Sun Hye sedang berpikir

“kau mau tidak?” tanyaku lagi

“iya aku mau, tapi…” Sun Hye menggantungkan perkataannya

“tapi apa?” tanyaku

“kau yang menjemputku ya ahahhaha.” Katanya sedikit tertawa

“ok…kalau begitu sudah ya.”

“ya..”

“selamat si…” belum selesai aku bicara Sun Hye sudah mematikan telpon ku

“Ukh dasar Sun Hye” gumamku sambil tersenyum kecil.

Aku meletakkan kembali telponku di atas meja dan merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan perlahan ku tutup mataku hingga aku tertidur.”

***

Aku membuka mataku perlahan, kulirik jam dinding kamarku dan dapat ku lihat dengan mataku bahwa jam menunjukkan pukul 3.00 pm berarti sebentar lagi aku harus menjemput Sun Hye, aku melompat dari atas kasurku dan berlari mengambil handuk yang berada di sebelah lemari kamarku dan kemudian berlalu masuk kamar mandi.

***

(Sun Hye Pov)

Ku taburkan sedikit bedak di permukaan kulit wajahku dan memolesi bibir ku dengan lip gloss. Rambutku yang tadi sudah ku kuncir kuda ku lepas dan ku biarkan tergerai. Poniku yang sudah hampir menutupi mataku pun ku buat ke samping kanan dan kemudian ku jepit dengan jepitan kupu-kupu berwarna biru sesuai dengan warna syal dan baju yang ku kenakan.

Setelah merasa cukup pe-de dengan penampilan ku aku berjalan mengambil tasku yang tersampir di belakang pintu kamarku dan kemudian keluar meninggalkan kamarku.

***

“Sudah setengah empat Kibum mana ya?” tanyaku pada diriku sendiri.

Aku kembali melirik jam tangan ku, dan sekarang sudah hampir jam empat tapi Kibum belum datang juga, pikiran negativ pun mulai menghinggapi otakku.

Jangan-jangan Kibum tabrakan

Jangan-jangan Kibum jatuh dari motor

Jangan-jangan Kibum tertangkap polisi karena melanggar rambu-rambu lalu lintas

Jangan-jangan …

Jangan-jangan…

“aigoooo….” teriak ku sedikit kencang seraya memegangi kedua kepalaku sambil menggeleng pelan

“kenapa pikiranku jadi negativ begini sih? Ayolah Sun Hye berpikirlah positiv.” Kataku pada diriku sendiri.

Aku pun akhirnya memutuskan duduk di bangku dekat rumahku dan membaca buku yang tadi ku bawa di dalam tas.

Baru saja aku membuka halaman ke duabelas tiba-tiba terdengar suara motor yang melaju dari jauh mendekat ke rumahku.

“pasti itu Kibum” tebakku

Dan benar saja dugaanku, motor Kibum berhenti di depan pagar rumahku dan tanpa perlu di aba-aba lagi aku langsung berlari menghampirinya.

“kenapa kau terlambat?” tanyaku

“maaf tadi aku ketiduran hehe…” jawabnya sambil tertawa pelan

“oh..” aku membulatkan mulutku

“naiklah.” Perintah Kibum sambil melirik ke jok belakang motornya

Aku hanya menjawab dengan anggukkan dan kemudian segera naik ke atas motor Kibum.

(End Of Sun Hye Pov)

***

(Author Pov)

Motor Kibum berhenti di sebuah gedung yang lumayan besar. Kibum membuka helmnya yang sedari tadi menutupi wajahnya begitu juga dengan Sun Hye.

“Ayo masuk.” Ajak Kibum seraya memegang pergelangan tangan Sun Hye dan menarik tangan Sun Hye masuk ke dalam Gedung tersebut.

***

“Aaaa…………..~!!!” Sun Hye berteriak kencang saat melihat hantu di film yang di tontonnya itu muncul dan secara spontan yeoja berbadan kecil itu langsung memeluk namja di sebelahnya, namja yang tak lain adalah Kibum

“Jangan takut, ada aku.” Kata Kibum mencoba menenangkan Sun Hye

“kita pulang ya.” Pinta Sun Hye

“baiklah.” Kata Kibum kemudian membawa Sun Hye keluar ruangan.

***

Setelah keluar dari gedung, Kibum mengajak Sun Hye ke sebuah taman yang tidak jauh dari gedung itu, mereka berjalan menyusuri taman yang sedang sepi itu berdua. Tak ada satupun dari mereka yang berani membuka suara, semuanya hanya diam membisu terlebih sejak Sun Hye memeluk Kibum tadi suasana menjadi lebih canggung.

“maaf sudah membuatmu tidak jadi menonton.” Sesal Sun Hye sekaligus menjadi pembuka pembicaraan mereka

“Harusnya kau tadi tidak usah mengajakku.” Ujar Sun Hye lagi dengan nada lirih

“kenapa aku tidak usah mengajakmu?” tanya Kibum seraya kemudian menolehkan wajahnya dan menatap Sun Hye

“karena aku hanya dapat menyusahkanmu.” Jawab Sun Hye dengan nada lirih

“kau tidak pernah menyusahkanku Sun Hye.” Kata Kibum meyakinkan Sun Hye

“tidak aku selalu menyusahkanmu…” kata Sun Hye seraya mengangkat wajahnya dan kemudain menatap Kibum yang sudah sedari tadi menatapnya

“kau tidak pernah menyusahkan ku.” kata Kibum seraya menatap Sun Hye tajam

“aku se…hmpphhh…” belum sempat Sun Hye biacara bibirnya sudah di kunci oleh bibir Kibum.

Mata Sun Hye terbelalak kaget, ia tak tahu apa yang sekarang harus ia lakukan ia benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan Kibum barusan.

Sun Hye yang sudah kehabisan nafas akhirnya membuka sedikit mulutnya untuk mendapatkan sedikit oksigen, tapi bagi Kibum ini adalah kesempatan untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Sun Hye. Setelah lidah Kibum berhasil masuk ke dalam mulut Sun Hye, dengan leluasa lidahnya menjelajahi rongga-rongga mulut Sun Hye.

Sun Hye yang sedari tadi hanya diam menikmati ciuman Kibumpun lama kelamaan mulai membalas ciuman Kibum, dan lama-lama ciuman mereka menjadi semakin panas dan agresif.

Setelah beberapa menit mereka berciumana Sun Hye pun tersadar akan apa yang mereka berdua lakukan dan dengan cepat Sun Hye menjauhkan wajahnya dari wajah Kibum, tangannya menyentuh bibirnya yang telah di cium Kibum barusan, di tatapnya Kibum tak percaya.

“Sun Hye~ah.” Kata Kibum seraya memegang kedua bahu Sun Hye

“…” Sun Hye hanya diam

“saranghae.” Kata Kibum

“…” Sun Hye masih diam

“Sun Hye~ah.” Panggil Kibum

“mmm… na… na do saranghae.” Kata Sun Hye kemudian menundukkan wajahnya

Kibum tersenyum melihat wajah Sun Hye yang memerah di angkatnya dagu Sun Hye dan di lumatnya kembali bibir Sun Hye yang berwarna pink sexy itu.

***

Sudah empat bulan berjalan hubungan antara Sun Hye dan Kibum tapi belum ada tanda-tanda kerusakan hubungan mereka hingga suatu hari saat Sun Hye memergoki Kibum sedang berjalan dengan yeoja lain.

“Ya Sun Hye, bukannya itu Kibum tapi dengan siapa.” Kata Shinbi Sun Hye sambil menunjuk ke seseorang.

“eh Kibum? Masa sih? Mana?” tanya Sun Hye seraya mencari-cari orang yang di katakan oleh Shinbi barusan

“itu disana.” Kata Shinbi masih menunjuk-nunjuk orang yang di sebutnya Kibum itu

“mana? Tidak ada.” Kata Sun Hye tak percaya

“itu .” kata Shinbi masih menunjuk orang yang di sebutnya Kibum itu

“sudahlah, mungkin kau salah lihat.” Sergah Sun Hye

“hembb… mungkin aku memang salah lihat.” Kata Shinbi mulai tak yakin dengan yang di lihatnya barusan

“sudahlah… kajja.” Sun Hye menarik Shinbi masuk ke sebuah cafe di dekat situ.

***

“vanilla latte dan tiramisunya masing-masing dua porsi.” Kata Sun Hye pada pramusaji di depannya

“ne… segera datang dalam 20 menit.” Kata pramusaji di depannya kemudian berbalik meninggalkan Sun Hye dan Shinbi yang sedang duduk berdua di salah satu meja cafe tersebut.

“ehm…” Shinbi berdehem

“waeyo?” tanya Sun Hye seraya melirik Sun Hye penuh tanya

“sepertinya yang ku lihat tadi benar-benar Kibum” kata Shinbi meyakini apa yang di katakannya tadi

“hahahahhahahaha.” Sun Hye terkekeh mendengar perkataan Shinbi barusan

Shinbi mengerutkan keningnya

“wae?” tanya Shinbi bingung

“aniya… tapi bagaimana mungkin yang kau lihat tadi adalah Kibum.” Kata Sun Hye tak yakin

“mungkin saja.” Kata Shinbi meyakinkan

“tidak mungkin Kibum berada di sini, dia kan sedang pergi mengantar oemmanya ke apotik.” Jelas Sun Hye

“eh? Masa sih? Tapi sepertinya yang kulihat tadi benar-benar Kibum.” Ngotot Shinbi

“hahahaha mungkin kau salah lihat.” Kata Sun Hye masih tak percaya

“tapi mataku masih nor…”

“ssssssttt…sudahlah tak usah di bahas lebih baik kita makan pesanan kita.” Kata Sun Hye seraya menunjuk makanan dan minuman yang di bawah oleh pramusaji itu dengan dagunya.

“Ini pesanannya nona.” Kata pramusaji itu seraya menaruh 2 cangkir vanilla latte dan 2 piring kecil tiramisu di hadapan Sun Hye dan Shinbi.

Sun Hye menyeruput vanilla latte yang didepannya dengan santai, sedang Shinbi hanya mengaduk-ngaduk vanilla lattenya itu.

“aku tidak mungkin salah lihat.” Batin Shinbi

Nampak di wajahnya ekspresi kekhawatiran pada sahabatnya, ia khwatir Sun Hye di hianati oleh Kibum.

“ya kau kenapa?” tanya Sun Hye membuyarkan lamunan Shinbi

“aniya.” Kata Shinbi seraya kemudian menyeduh vanilla latte yang sedari tadi hanya di aduk-aduk olehnya.

“Oh…” gumam Sun Hye sambil menyendokkan sepotong tiramisu ke mulutnya.

Setelah pesanan mereka habis Sun Hye dan Shinbi pun segera berjalan meninggalkan cafe namun jalan mereka terhenti ketika Shinbi melihat seorang namja yang mereka berdua kenal.

“Itu Kibum kan?” tanya Shinbi ada Sun Hye seraya menunjuk ke arah seorang namja dan yeoja yang berjalan menuju meja nomor 26

“mana?” tanya Sun Hye pada Shinbi matanya mengedar ke seluruh ruangan mencari namja yang di sebut Kibum oleh sahabatnya itu.

“Itu loh.” Kata Shinbi seraya memegang kedua pipi Sun Hye dan mengarahkannya pada benda sosok yang di sebutnya Kibum tadi.

“Eh?” Sun Hye berdiri terpaku melihat yeoja dan namja yang sedang duduk di depannya itu, ia tak dapat berkata apa-apa bibirnya seperti terkunci. Rasanya saat ini ia ingin menangis tapi tidak bisa, air matanya tertahan.

Perlahan Sun Hye berjalan mendekati Namja dan Yeoja itu, di tatapnya namja dan yeoja itu dengan tatapan nanar dan penuh amarah.

Tapi dia mencoba sabar dan kemudian duduk di samping meja namja dan yeoja itu bersama sahabatnya Shinbi. Dan sepertinya namja yang bernama Kibum itu belum menyadari kehadiran Sun Hye di dekatnya.

“Nicole kau cantik sekali hari ini.” Rayu Kibum pada yeoja yang di sebutnya Nicole tadi

“Jinca?” ujar Nicole malu-malu

“ne…” jawab Kibum mantap

“ahahhahaha kau membuatku malu Kibum.” Nicole tertawa pelan

Tiba-tiba Kibum memegang telapak tangan Nicole dan menggenggamnya erat.

“Apa kau mau menjadi yeojachinguku?” tanya Kibum pada Sun Hye

Yeoja di depannya hanya menunduk malu-malu

Sedangkan 2 yeoja yang duduk di samping mejanya terlihat shock dan kaget.

Terutama Sun Hye, air matanya yang sedari tadi di tahannya kini sudah mulai membasahi kedua pipinya.

Tiba-tiba Shinbi beranjak dari kursinya dan menghampiri meja Kibum dan yeoja bernama Nicole itu.

“Hey Mr. Kibum!! You have a girlfriend!! did you forget it huh?” Shinbi bertanya pada Kibum dengan nada membentak

“Who are you?” tanya Kibum pura-pura tak kenanl

“tch… hey bastard you really do not know me or simply pretended not to know huh?” kata Shinbi kenal

“I really don’t know you.” Elak Kibum

“bagaimana jika dengan yeoja yang duduk di situ.” Kata Shinbi seraya menunjuk Sun Hye dengan menggunakan dagunya

Kibum dan Nicole menoleh bersamaan ke arah yeoja yang di tunjuk oleh Shinbi.

Mata Kibum terbelalak kaget melihat yeoja yang sudah empat bulan ini menjadi kekasihnya duduk di meja samping mejanya dengan air mata yang beruraian.

Sun Hye berdiri dan kemudian menghampiri Kibum yang masih terkejut akan adanya dia.

“Apa kau mengenalku?!” tanya Sun Hye dengan cukup keras

“…” Kibum terdiam

“Ya~ apa kau mengenalku?!” tanya Sun Hye kali ini benar-benar meninggikan suaranya.

“Ani… aku tidak mengenalmu.” Jawab Kibum kemudian membuang muka

“ah jadi kau tidak mengenalku ya. Baiklah ayo kita pergi Shinbi.” Kata Sun Hye seraya menarik tangan Shinbi keluar dari café itu.

“tch kenapa semuanya jadi seperti ini.” Batin Kibum

TBC~

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s