Run Devil Run 4(2/2) (Hyuna Part)

Tittle : Run Devil Run Part

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Han Hyun Ah
  • Lee Jinki

Other Cast :

  • Goo Hara (Kara)
  • Kwon Yoon Ji

Genre : Thriller

Rating : PG+15

Length : Part

Disclaimer : Fanfiction My Own

Run Devil Run

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Author Pov)

Hyuna melangkah masuk ke dalam ruang kelasnya, dia berjalan dan kemudian duduk di bangku tempatnya biasa duduk.

Wajah Hyuna hari ini begitu pucat membuat Yoon Ji sahabat karibnya yang duduk bersebelahan dengannya sangat khawatir.

“Hyuna~ah gwenchanayo?” tanya Yoon Ji khawatir

“Nan gwencha…hoek hoek.” Hyuna menutup mulutnya dan langsung berlari keluar kelas

“Hyuna~ah!!!” Yoon Ji berlari keluar kelas untuk mengejar Hyuna yang berlari menuju toilet

***

Yoon Ji masuk ke dalam toilet dan mendapati Hyuna tengah di depan wastafel .

“Hyuna~ah kau kenapa?” tanya Yoon Ji yang langsung berlari ke sebelah Hyuna

“Yoon Ji~ah..huhuhu…” Hyuna memeluk Yoon Ji dengan berlinangan air mata

“Waeyo?” tanya Yoon Ji seraya mengelus kepala Hyuna

“Aku..ak..aku… .”

“Kau kenapa?” tanya Yoon Ji

“Ak…aku hamil…huhuhu” tangis Hyuna

“Mwo? Hamil? Bagaimana bisa?” tanya Yoon Ji kaget bercampur tak percaya

“Aku tidak bisa cerita di sini.” Jawab Hyuna

“Baiklah, kita bicarakan ini sepulang kuliah saja.” Ujar Yoon Ji

“Sekarang kau tenangkan diri dan hapus air matamu.” Perintah Yoon Ji

“Hhhh…” Hyuna menarik nafas perlahan dan kemudian menyeka air matanya

“Gomawo Yoon Ji~ah.” Ujar Hyuna

“Ne cheonmaneyo. Sekarang lebih baik kita kembali kekelas.” Ajak Yoon Ji

“Kajja.” Yoon Ji berjalan keluar toilet bersama Hyuna

***

“Mwo!!!: kaget Yoon Ji

“Kurang ajar sekali dia, habis melakukan itu secara paksa padamu 2 minggu kemudian dia berjalan dengan wanita lain…. Kalau aku jadi kau sudah ku laporkan dia ke polisi!” gerutu Yoon Ji penuh emosi

“Aku tidak akan melaporkannya pada polisi.” Ujar Hyuna seraya menyeruput coklat hangat yang sedari tadi di penganginya

“Mwo? Kau ini bagaimana sih? Kehormatanmu sudah di ambil!” pekik Yoon Ji jengkel

“Aku tidak akan melaporkannya pada polisi karena aku sudah punya rencana tersendiri.” Ujar Hyuna lagi

“Cara tersendiri? Cara apa?” tanya Yoon Ji

“Yogi.” Ujar Hyuna pada Yoon Ji

Yoon Ji kemudian mendekatkan telinganya pada Hyuna, dan setelah Hyuna membisikkan cara tersendiri Hyuna pada Yoon Ji.

Yoon Ji tersenrak kaget dengan apa yang di bisikan Hyuna barusan, matanya menatap Hyuna tak percaya.

“K…k…kau tidak main-mainkan?” tanya Yoon Ji tak percaya

“Aniya… aku tidak main-main.” Jawab Hyuna

Yoon Ji menggeleng-geleng tak percaya sekaligus menatap aneh pada sahabatnya itu.

‘Oh Tuhan mana mungkin bisa gadis sepolos Hyuna bisa memiliki rencana dan pemikiran yang seperti itu.’ Batin Yoon Ji

“Kau kenapa?” tanya Hyuna

“Aniya…errrr kapan kau akan menjalankan rencanamu itu?” tanya Yoon Ji

“Mungkin nanti malam.” Jawab Hyuna santai

“Nanti malam? Memang kau tahu rumahnya di mana?” tanya Yoon Ji lagi

“Aku tidak tahu, tapi aku sering melihatnya jam 4 atau jam 5 sore melewati jalan xxxx dengan mobilnya, jadi aku bisa membututinya dengan menyewa taxi.” Jelas Hyuna

“Ya terserahmu sajalah.” Ujar Yoon Ji

***

04.30 PM KST

Benar dugaan Hyuna mobil Jinki pasti melewati jalan xxxx, Hyuna menyeringa kecil kemudian memerintahkan kepada supir taxi untuk segera mengikuti mobil yang sudah berjalan agak jauh di depannya.

“Ikuti mobil itu.” Perintah Hyuna seraya menunjuk mobil Jinki

Supir taxi itu pun menyalakan mesin dan mengikuti mobil Jinki.

Sempat mereka hampir kehilangan jejak Jinki namun untungnya mereka kembali menemukan mobil Jinki.

Setelah sekitar 15 menit mereka mengikuti mobil Jinki akhirnya mereka mendapati mobil Jinki masuk ke dalam sebuah pekarangan rumah.

“Stop… kita tunggu di sini saja. Kita lanjutkan setelah mobil itu keluar.” Perintah Hyuna

Supir taxi itu pun hanya mengangguk mengerti

***

Jinki menghentikan mobil nya di halaman rumah Hara, seraya kemudian keluar dari dalam mobil dan berjalan ke dekat pintu rumah Hara.

Jinki menekan bel rumah Hara beberapa kali dan kemudian pintu rumah Harapun terbuka.

“Kau sudah datang?” tanya Hara seratya memeluk Jinki

“Seperti yang kau lihat. Errr… apa kau sudah siap?” tanya Jinki balik

“Seperti yang kau lihat… hhe” Hara mengulangi kalimat yang di lontarkan Jinki tadi sambil terkekeh kecil

“Ayo berangkat sekarang.” Ajak Jinki

“Chamkkaman… aku ambil tas dan kunci rumah dulu.” Sergah Hara seraya kemudian masuk ke dalam rumahnya dan kembali dengan membawa tas kecil.

“Kau masuk duluan, aku mau mengunci pintu dulu.” Perintah Hara seraya menunjuk mobil dengan dagunya

“Ne arraso.” Ujar Jinki seraya berjalan masuk ke dalam mobilnya.

Setelah mengunci pintu rumahnya Hara kemudian berjalan masuk ke dalam Mobil.

Jinki menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian membawa mobilnya pergi meninggalkan pekarangan rumah Hara.

***

“Mobilnya sudah keluar pak.” Seru Hyuna seraya menunjuk kepada mobil Jinki yang keluar dari pekarangan rumah Hara.

Supir Taxi itu kembali menyalakan mesin mobilnya dan kembali membututi mobil Jinki.

Taxi yang di tumpangi oleh Hyuna akhirnya berhenti setelah mobil Jinki berhenti di depan sebuah pub yang begitu ramai.

Di lihatnya Jinki dan Hara yang tengah bergandengan mesra masuk ke dalam pub tersebut dari kaca mobil taxi yang ia tumpangi.

Matnya menatap Jinki dengan tatapan kebencian yang sangat sangat

“Pak kau tunggu di sini sampai aku keluar.” Perintah Hyuna

“Tapi nona saya harus oprasi lagi.” Ujar Supir taxi itu

“Aku akan membayarmu sepuluh kali lipat.” Timpal Hyuna

“Baiklah nona.” Ujar supir taxi itu

Hyuna tersenyum kemudian berlari kecil masuk ke dalam pub itu.

***

Begitu masuk ke dalam pub itu, Hyuna benar-benar kaget dan merasa risih dengan keadaan tempat itu. Lampu-lampu yang begitu gemerlapan yang berada di mana-mana,music yang begitu menghentak dan sangat keras membuat telinganya sakit.

Ini adalah pertama kalinya Hyuna masuk ke dalam sebuah pub, seumur hidupnya Hyuna tidak pernah memasuki tempat seperti ini maka dari itu Hyuna sangat-sangat risih.

Hyuna duduk di salah satu kursi yang terdapat di dekat meja bertander. Ia sengaja duduk di situ agar bisa mencari keberadaan Jinki dan wanita yang bersama Jinki (Hara) sekarang.

Setelah memutar bola matanya kemana-mana akhirnya Hyuna menemukan Jinki dan Hara tengah berdansa di arena dansa.

“Sepertinya mereka sangat menikmati itu.” Gumam Hyuna pelan…

Hyuna terus mengawasi gerak-gerik Jinki dan Hara sampai akhirnya dia harus memutar tubuhnya saat kedua bola matanya mendapati Jinki dan Hara yang berjalan mendekat ke meja bartander.

“omona apa mereka tahu bahwa aku tengah memperhatikan mereka.” Gumam Hyuna

“Hyuna mencoba setenang mungkin agar Jinki dan Hara tidak Curiga

“Ya Yoo Shin seperti biasa!!” seru Jinki pada seorang bartender

“Ne…” ujar bartender tersebut

“Benar-benar malam yang menyenangkan ya hha…” tawa Hara

“Ne… malam ini benar-benar menyenangkan.” Timpal Jinki

“tch… sekarang mungkin menyenangkan tapi tidak untuk tengah malam nanti.” Gumam Hyuna seraya menyeringai kecil

“Jinki~ah apa kau nanti jadi menginap di rumahku?” tanya Hara

“Ne… waeyo?”

“Aniya… hhe…” tawa Hara

“Ini…” ujar seorang bartander seraya menyerahkan dua gelas yang isinya sudah bisa dipastikan adalah minuman keras.

“Gomawo.” Ujar Jinki seraya kemudian meminum minuman yang di pesannya tadi bersama Hara

“Ayo kita menari sambil minum di sana.” Ajak Hara seraya menarik Jinki ke arena dansa

“tch…” gumam Hyuna

***

11.30 PM KST

“Jinki~a ayo kita pulang.” Ajak Hara

“Sekarang?” tanya Jinki

“Tentu saja. Ayo pulang.” Paksa Hara

“Ne… ayo kita keluar.” Jinki kemudian berjalan keluar dari pub itu bersama Hara.

Tak ketinggalan Hyuna yang mengikuti mereka dari belakang.

Jinki dan Hara masuk ke dalam mobil Jinki dan kemudian mobil mereka melaju meninggalkan pekarangan pub itu. Begitu juga dengan mobil taxi yang di sewa Hyuna.

***

Mobil Jinki kembali memasuki pekarangan rumah Hara dan mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah Hara.

Di Sisi Lain~

“Ini…” ujar Hyuna seraya menyerahkan uang yang di janjikannya tadi pada supir taxi tersebut

“apakah jasa saya masih di butuhkan?” tanya supir taxi tersebut

“tidak terimakasih… sekarang kau boleh mencari penumpang lain.” Ujar Hyuna seraya kemudian berlari kecil memasuki pekarangan rumah Hara.

Di lihatnya pintu rumah Hara yang masih terbuka.

“Haha… babo gateun.” Tawa Hyuna kecil seraya masuk ke dalam rumah Hara dan bersembunyi di dalam kamar yang terdapat di lantai bawah rumah Hara.

***

Jinki mulai menurunkan selerekan rok mini yang di pakai Hara namun segera di tahan oleh Hara.

“Ya… pintu bawah belum ku tutup dan kukunci kau mau orang masuk ke rumah dan memergoki kita tengah melakukan ‘ITU’?” tanya Hara

“Hahaha… tentu saja aku tidak mau.” Tawa Jinki

Hara menggeleng kecil seraya kemudian membenarkan roknya dan menarik selerekan roknya dan berjalan keluar kamar.

***

Hyuna mengintip dari kamar, di lihatnya Hara turun dari tangga dan menuju pintu.
“Pasti ingin mengunci pintu.” Gumam Hyuna seraya kemudian mengambil pisau kecil dari dalam tasnya

Dia kemudian keluar dari kemudian mendekati Hara yang tengah mengunci pintu dan di tikamnya Hara dari belakang.

“Gyaaa!!! Apa ini!!!” seru Hara seraya melihat ke pisau yang sekarang tangah berada di lehernya

Hara melirik ke samping dan mendapati wanita yang belum di kenalnya (Hyuna) tengah menikamnya dengan pisau.

“Siapa kau? Apa yang kau lakukan?” tanya Hara ketakutan

“Mianhae… kau harus mati juga.” Ujar Hyuna seraya kemudian menekankan Pisau itu keleher Hara hingga membuat darah segar keluar dari dalam tubuh Hara.

***

“Gyaaa!!! Apa ini!!!” seru Hara

Jinki terkejut dan langsung berlari menuruni anak tangga. Dan betapa terkejutnya lagi dia saat melihat Hara yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa di lantai dengan keadaan yang begitu mengenaskan leher yang hampir putus dan mulut yang sedikit menganga.

“Hara… siapa yang melakukannya!!” seru Jinki panic seraya langsung berjalan menghampiri tubuh tak bernyawa milik Hara itu.

“Jika ditanya siapa yang melakukannya, akan ku jawab aku lah yang melakukannya.” Ujar Hyuna

Jinki menoleh ke belakang dan mendongak ke atas, dan betapa terkejutnya ia saat mendapati Hyuna yang tengah berdiri di hadapannya

“Hyuna… a… apa yang kau lakukan?” tanya Jinki ketakutan

“Aku… aku ingin nyawamu.” Ujar Hyuna seraya berjalan mendekati Jinki

“eh? Kau tidak bercanda kan?” tanya Jinki seraya mundur sedikit ke belakang

Hyuna menyeringai seraya kemudian kembali mengeluarkan pisau belati yang di gunakannya untuk menghabisi nyawa Hara tadi.

“Jangan main-main.” Ujar Jinki

“Aku tidak main-main… aku memang menginginkan nyawamu hha.” Ujar Hyuna sambil tertawa kecil

“Baiklah, jika kau ingin aku bertanggung jawab aku akan bertanggung jawab tapi please jangan bunuh aku.” Pinta Jinki

“Hahaha… maaf aku tidak menginginkan pertanggung jawabanmu, aku hanya menginginkan nyawa kau.” Seru Hyuna

“Hyuna ku mohon jangan bunuh aku.” Pinta Jinki memelas

“Mianhamnida.” Ujar Hyuna menyeringai kecil seraya kemudian melemparkan pisau belati itu tepat di jantung Jinki dan langsung membuat Jinki kehilangan nyawa nya.

Darah segar terus mengalir dari tubuh Jinki hingga membuat kemeja garis-garisnya yang berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat.

Hyuna kemudian menyeret jasad Hara ke kamar tempatnya tadi bersembunyi dan meletakannya dia dekat ranjang tempat tidur.

Kemudian ia kembali keluar dan menyeret jasad Jinki ke dalam kamar mandi rumah hara, ia kemudian memasukan jasad Jinki ke dalam baththub dan menyayat-nyayat tubuh Jinki dengan pisau belati yang di gunakannya untuk menghabisi nyawa Jinki setelah itu Hyuna menghidupkan shower dan membiarkan air membasahi jasad Jinki, membuat air bening itu menjadi berwarna merah seperti darah karna tercampur dengan darah Jinki yang keluar.

“Sampai berjumpa di neraka.” Pekik Hyuna seraya belari keluar dari rumah Hara.

***

Hyuna masuk ke dalam rumahnya dan duduk di sofa depan televisi.

“Aku juga harus mati, karna aku tidak mau melahirkan anak Jinki.” Ujar Hyuna

Seraya kemudian beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur.

Di ambilnya pisau dari cabinet. Hyuna kemudian menancapkan pisau di pertunya.

“Arghhh…” seringainya seraya kemudian jatuh terkulai di lantai dapur dengan bersimbah darah

“Breaking news di temukan di sebuah rumah seorang pria yang di ketahui identitasnya adalah Jin..”

Yoon Ji mematikan televisinya dan beranjak dari sofa, seraya kemudian menyambar kunci mobil dan membawa mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.

“Kukira anak itu hanya main-main.” Gumam Yoon Ji

***

Yoo Ji menekan bel rumah Hyuna berkali-kali namun tidak ada jawaban. Yoon Ji kemudian membuka pintu rumah Hyuna yang ternyata tidak di kunci.

Yoon Ji masuk ke dalam rumah Hyuna dan memanggil Hyuna namun tidak ada jawaban.

“Hyuna~ah kau di mana!!” seru Yoon Ji

“Hyuna!!” seru Yoon Ji lagi namun tetap tidak ada jawaban

“Hyun…” Yoon Ji terdiam saat melihat sahabat karibnya itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Hyuna kenapa bisa begini..!!” seru Yoon Ji seraya berlari mendekati jasad sahabat karibnya itu

Yoon Ji kemudian menelpon ambulance untuk membawa jasad Hyuna.

“Hyuna~ah kau huhuhu…” Yoon Ji menangis sejadinya

Tak berapa lama kemudian ambulance pun datang dan para pegawai rumah sakit itu pun membopong jasad Hyuna ke dalam ambulance.

Yoon Ji menutup pintu rumah Hyuna dan langsung menghubungi kedua orang tua Hyuna, setelah itu dia masuk ke dalam mobil.

“Kenapa Hyuna juga harus bunuh diri?” tanya Yoon Ji pada dirinya sendiri seraya kemudian menyalakan mesin mobilnya dan mengikuti ambulance yang membawa jasad Hyuna.

*Fin*

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s