Run Devil Run 4(1/2) (Hyuna Part)

Tittle : Run Devil Run

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Han Hyun Ah
  • Lee Jinki

Other Cast :

  • Goo Hara (Kara)

Genre : I Don’t Know…

Rating : PG+15

Length : Series

Disclaimer : Fanfiction My Own

Run Devil Run

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Author Pov)

Di tengah sunyi nya malam , nampak seorang yeoja yang tengah berjalan melewati sebuah gang yang begitu gelap dengan langkah yang begitu cepat.

Seperti yeoja itu tidak mau berlama-lama berada di dalam gank itu dan segera ingin keluar. Tiba-tiba saja 3 orang namja datang dan berdiri di depan yeoja itu bermaksud untuk menghalangi jalan yeoja itu.

Yeoja itu memeluk tasnya dan melihat keriga namja itu dengan takut, yeoja itu mencoba berjalan kekiri dan kekanan namun di halangi oleh ketiga namja itu mencoba melangkah ke depan namun ketiga namja it uterus menghalangi, membuat yeoja itu semakin takut dan langsung berlari mencoba menerobos mereka, namun keberuntungan tidak berpihak pada yeoja itu saat ini karna ketiga namja itu langsung menahannya dan membekap mulutnya. Yeoja itu berusaha memberontak namun apalah daya tenaga yang di milikinya tidak mungkin bias melawan tenaga ketiga namja itu.

“Lepaskan aku!!” seru yeoja itu seraya mencoba berontak

“Apa yang kau katakana manis?” Tanya salah satu namja itu dengan nada mengejek

“Lepaskan aku!!” seru yeoja itu lagi

“Tch… shiroya!! Sebelum bisa menikmati tubuh ini, kami tak akan melepaskanmu!” pekik namja yang berbicara tadi seraya meremas *maaf* kedua gumpalan daging yang terdapat di dada yeoja itu.

“Arghhhhhhhhhhh!!!!!! Lepaskan!!” rintih yeoja itu

“Hahaha…” ketiga namja itu tertawa

Tangan salah satu namja di antara tiga namja itu kemudian merobek rok yang di gunakan yeoja itu hingga membuat paha mulus yang di miliki yeoja itu terlihat.

“lepaskan…” ujar yeoja itu terisak

Ketiga namja itu tak merespon dan malah hanya tertawa, saat salah satu namja itu ingin mencicipi tubuh yeoja itu tiba-tiba saja, sebuah suara membuat mereka berhenti dan menoleh kearah suara.

“Hey! Apa yang kalian lakukan huh?!”

“Kenapa? Kau juga mau mencicipi tubuh yeoja ini huh?!”

“tch… aku bukan namja yang seperti kalian! Arra? Rasakan ini!!”

Bugh… sebuah bogem mentah mendarat di perut salah satu namja di antara tiga namja itu hingga terkapar. Ke dua namja lainnya mencoba untuk menyerang balik namja yang baru datang itu namun tak di sangka, tenaga dua orang namja dapat di kalahkan oleh satu orang namja.

Ketiga namja itu pun lari terbirit-birit meninggalkan yeoja dan namja itu di tengah gang.

Yeoja itu berdiri, dan berjalan mendekat ke arah namja itu.

“Kamshamnida. Jeongmal kamshamnida aggashi.” Yeoja itu membungkuk empat puluh lima derajat berkali-kali kepada namja yang telah menyelamatkannya tadi.

“Ne cheonmaneyo, tapi aku tidak usah membungkuk berkali-kali seperti itu.” Ujar namja itu seraya memegang bahu yeoja tadi agar yeoja tadi berhenti.

“Jeongmal kamshamnida.” Ujar yeoja itu lagi

“Ne ne…errr…” namja itu melihat kebagian bawah tubuh yeoja tadi, kemudian melepaskan jaketnya dan memeberikan jaketnya pada yeoja tadi

“Tutupi rok mu dengan ini.” Seraya memberikan jaket itu pada yeoja tadi dan segera di terima oleh yeoja itu.

“Rumahmu di mana?” Tanya namja itu

“Rumahku di Kyung wan *ngarang*.”

“aku antar ya. Agar kau aman.” Tawar namja itu

“Ne.” yeoja itu mengangguk mengiyakan

***

Di dalam mobil~

“Namamu siapa?” Tanya namja itu sambil memegang setir

“Han Hyun Ah imnida. Panggil saja Hyuna, kau?” Tanya yeoja itu balik

“Aku Jinki, Lee Jinki tepatnya… errrr…. Kau tadi sedang apa di gank itu?”

“Errrr… aku tadi sehabis pulang dari rumah sahabatku dan pulang lewat situ.” Jawab yeoja yang bernama Hyuna itu

“Oh begitu…”

***

Jinki menghentikan mobilnya di halaman sebuah rumah.

“ini rumahmu?” tanya Jinki

“ne…” jawab Hyuna

“Kau tinggal sendiri?”

“iya, kedua orang tuaku pindah ke Incheon sedangkan aku tetap di sini sampai kuliahku selesai.” Jelas Hyuna

“Errrr… mau mampir?” tawarnya

“Ah aniya, ini sudah terlalu larut kapan-kapan saja.” Tolak Jinki halus

“Ne gwenchana. Aku masuk dulu ya.” Pamit Hyuna seraya berjalan masuk ke dalam rumahnya

“Ne.” Jinki menghidupkan mesin mobilnya dan membawa laju mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Hyuna.

(End Author Pov)

***

(Hyuna Pov)

Namja bernama Jinki itu memang benar-benar baik, menyelamatkanku dan mengantarkan ku pulang juga.

Pasti dia banyak yang suka, dia kan tampan,baik, dan juga ramah terhadap perempuan.

Apakah nanti kami bisa bertemu lagi?

Ku harap iya, sejak kejadian tadi aku ingin Jinki terus berada di sampingku untuk menjaga dan melindungiku.

Aku berjalan ke ranjang tidurku dan merebahkan tubuhku di atas ranjang. Dan mulai menutup mata untuk pergi ke alam bawah sadarku.

(End Hyuna Pov)

(Author Pov)

Jinki turun dari mobilnya dan melangkah memasuki sebuah pub yang begitu ramai, jam 12 malam di sebuah pub sangatlah ramai pengunjung.

Jinki duduk di salah satu kursi yang terdapat di dekat meja bertander. Alunan musik yang menghentak terdengar di seluruh ruangan, membuat semua orang mendapat sensasi masing-masing untuk menari di lantai dansa.

“Jinki~sshi tumben sekali kau telat datang ke sini.” Ujar Hara seraya menggantungkan tangannya ke leher Jinki dari belakang.

“Aku tadi ada halangan sebentar.” Jawab Jinki

“Hahahaha, tumben sekali kau ada halangan.” Hara tertawa kecil sedang Jinki hanya mendengus kesal.

“Jinki~sshi aku sudah tidak sabar.” Bisik Hara di telinga Jinki

“Hahahaha, kau benar-benar ketagihan dengan pelayananku bukan?” tanya Jinki seraya menertawai Hara

“Ya!!! Jangan menertawakan aku!!” seru Hara

“Ok…ok… aku tidak akan tertawa, ayo kita ke atas.” Ajak Jinki seraya menarik tangan Hara naik ke lantai dua yang terdapat di pub itu.

Jinki membawa Hara masuk ke dalam sebuah kamar dan menutup pintu kamar itu kemudian mengkunci pintu kamar tersebut.

Di dorongnya Hara hingga Hara jatuh di atas ranjang.

“Puaskan aku!!!” seru Jinki seraya membuka 3 kancing kemejanya dan langsung menindih tubuh Hara di atas kasur.

***

Keesokan harinya~

Hyuna keluar dari dalam rumahnya dan segera mengunci pintu rumahnya seraya kemudian berjalan menyusuri jalan untuk menuju ke halte bus yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Sesampainya di halte bus, Hyuna belum mendapati satu bus pun yang berhenti di situ, akhirnya ia memutuskan untuk menunggu sambil membaca sebuah Novel miliknya.

Baru beberapa lembar Hyuna membaca novel miliknya itu, tiba-tiba sebuah suara yang begitu nyaring yang berasal dari klakson mobil membuat Hyuna harus menghentikan aktivitas membacanya untuk sesaat.

Tin…tin….

Hyuna mengalihkan pandangannya dari novel miliknya dan melihat ke depan. Di lihatnya sebuah mobil sport berwarna hitam yang sama persis dengan mobil Jinki berhenti di depannya. Kaca mobil itu tiba-tiba terbuka dan betapa terkejutnya Hyuna ketika ia mendapati orang yang semalam bersamanya tengah melambaikan tangan padanya.

“Hai~” Jinki melambaikan tangan pada Hyuna

“ehhh… hai…” Hyuna balas melambaikan tangan pada Jinki dengan canggung dan dengan senyum malu-malu

“sedang apa kau di situ?” tanya Jinki

“Aku…errrr…aku sedang menunggu bus.” Ujar Hyuna gugup

“Ikut denganku saja, dari pada lama menunggu busnya.” Tawar Jinki

“Ahh tidak usah, aku terlalu banyak merepotkanmu.” Tolak Hyuna halus

“Tidak apa, ikutlah denganku.”

“Baiklah.”

Hyuna masuk ke dalam mobil Jinki dan dalam sekejap mobil Jinki sudah melaju meninggalkan pinggiran halte bus tersebut.

***

“Kau kuliah di sini?” tanya Jinki saat melihat kampus Hyuna

“Ne… waeyo?” tanya Hyuna balik

“Ah gwenchana… just asking with you.” Ucap Jinki

“Oh begitu ya… errrr… kalau begitu aku turun dulu, sekali lagi terimakasih ya. Bye.” Pamit Hyuna seraya kemudian berjalan masuk ke pekarangan kampusnya.

Jinki menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian memutar balik mobilnya.

Dan kemudian membawa laju mobilnya meninggalkan tempat itu.

(End Author Pov)

(Jinki Pov)

Aku turun dari mobilku dan masuk ke dalam rumahku yang begitu mewah dan elegant. Baru saja aku masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, mataku sudah menemukan bekas mainanku tengah duduk di sofa untuk menanti kedatanganku.

“Apa yang kau lakukan huh?” tanya ku dingin

“Aku ingin kau bertanggung jawab.” Jawab Mindi lantang

“Huh? Bertanggung jawab untuk apa?” tanyaku makin dingin

“Atas bayi yang ku kandung arra?!” Pekik Mindi

“Hey!! Kau yang mengajakku untuk melakukan itu, jadi jangan salahkan aku jika kau hamil toh itu kan maumu bukan mauku.” Sergahku

“Kalau begitu kenapa kau mau ku ajak?”

“Mumpung ada yang menawarkan diri.”

Plakkkk…

Sebuah tamparan mendarat dengan manis di pipi sebelah kananku.

Aku memegangi pipi sebelah kananku dan menatap Mindi yeoja murahan itu dengan tatapan yang begitu angkuh.

“Dasar murahan.” Pekikku, aku segera mengambil dompetku dari kantong celanaku dan melemparkan lembaran uang won di depan Mindi.

“Itu, jangan pernah memintaku untuk bertanggung jawab lagi. Sekarang kau pergi dan jangan ganggu aku!!” seruku pada Mindi

Plakkkkkk

Satu lagi tamparan mendarat dengan manis di pipiku tapi kali ini tampatannya di berikan di pipi sebelah kiriku.

“Aku tak butuh uangmu.” Ujar Mindi sombong seraya berjalan keluar dari rumahku

“Michyeo yeoja.” Gumamku seraya berjalan menaiki anak tangga yang terdapat di rumahku untuk menuju lantai dua.

***

Aku bangun dari tidurku, seraya beranjak dari kasur dan mengambil sebuah kaos dari dalam almari untuk menutupi tubuhku yang saat ini tengah bertelanjang dada.

Aku kemudian keluar dari kamar dan turun kelantai satu, berjalan ke meja kerjaku dan menyambar kunci mobil yang terdapat di atas meja kerja.

Aku berlari ke garasi mobil dan masuk ke dalam mobil. Kuhidupkan mesin mobilku dan kubawa mobilku melaju kencang meninggalkan rumahku.

~

Membosankan, setiap habis bangun tidur hanya jalan-jalan sebentar untuk mencari angin, itu terus yang ku lakukan setiap hari.

Tanpa sengaja bola mataku menangkap sesosok yeoja yang ku kenal tengah membawa banyak barang belanjaan sendirian di pinggir jalan, aku pun segera melaju mendekati yeoja itu.

Setelah mobilku dekat dengan posisi yeoja itu (Hyuna) aku segera membuka kaca mobilku dan mengklaksonnya, dan benar saja Hyuna langsung menoleh.

“Aku antar pulang ya.” Tawarku seperti biasa

“apa tak merepotkan ?” tanyanya

“tidak.” Jawabku Hyuna tersenyum seraya kemudian membuka pintu belakang mobilku dan memasukan seluruh belanjaannya di sana. Kemudian dia membuka pintu depan dan duduk di sebelahku.

Selama perjalanan menuju rumah Hyuna kami hanya diam sampai akhirnya aku yang mulai mengajaknya berbicara.

“belanjaanmu banyak sekali.” Ujarku basa basi

“jincayo?” tanyanya tak percaya, seakan baginya barang yang di belinya itu sangatlah sedikit

“errrrrr…. kurasa begitu.”

“hahaha… mungkin itu hanya perasaanmu, bagiku itu masih sangat sedikit.” Ujarnya seraya terkekeh kecil. Betulkan apa dugaanku, dasar wanita -_____-

“Kenapa kita bertemu setiap aku butuh pertolongan ya?” tanyanya padaku dengan wajah polos

“entahlah, mungkin kita punya kontak batin.” Ujarku mencoba membuatnya gede rasa (gr)

“Hahaha… kau itu ada-ada saja.” Hyuna kembali tertawa, memang ada yang lucu ya?

Sesaat kemudian kamipun sampai di depan rumah Hyuna. Aku segera turun dari mobil dan membantunya membawa barang belanjaan.

***

“Kau mau minum apa Jinki~sshi?” tanya Hyuna

“apa saja.” Jawabku

“Baiklah.” Hyuna kemudian berjalan ke dapur dan beberapa saat kemudian dia membawa ke ruang tamu dua gelas air limun.

“Ini…” Hyuna menaruh gelasnya di depanku dan errr… saat dia meletakkan gelas itu di depanku tanpa sengaja kedua bola mataku melihat belahan dadanya nampak jelas. Bajunya yang sangat ketat dan sexy membuat bentuk tubuhnya yang sexy terlihat jelas.

Dia kemudian duduk di sampingku dan menyalakan televisi, aku yang melihat bentuk tubuhnya terus-terusan meneguk air liur dan akhirnya tanpa pikir panjang aku langsung meremas kedua gumpalan daging milik Hyuna dan memangsa bibirnya dengan ganas.

“Apa yang kau lakukan Jinki~sshi?!!!” Seru Hyuna

“Aku ingin melakukan ini!!!” ujarku penuh nafsu dan kembali mencicipi bibir Hyuna dan *SKIP*

(End Jinki Pov)

(Hyuna Pov)

Aku menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhku yang sekarang dalam keadaan telanjang bulat atau tanpa mengenakan busana sama sekali.

Air mataku tak henti-hentinya mengalir di pipiku, ku lihat Jinki~sshi yang tengah memakai celana dan kaosnya.

Kukira Jinki~sshi orang yang baik dan ramah terhadap perempuan, tapi ternyata dia sama saja seperti kebanyakan priapada umumnya, dia mendekatiku hanya karna ingin memenuhi nafsu birahinya.

Jinki~sshi melihatku dengan tatapan nanar seraya kemudian berjalan mendekatiku yang tengah menangis di atas kasur dengan badan yang tertutupi selimut tebal.

Dia mengangkat daguku, dan kembali melahap bibirku, aku menocoba melawannya namun tenaganya lebih besar dari tenagaku dan akupun hanya bisa pasrah atas apa yang menimpaku saat ini.

“Gomawo.” Ujar Jinki~sshi seraya kemudian keluar dari kamarku. Sesaat setelah Jinki~sshi keluar aku langsung menangis dan menjerit sejadi-jadinya dan selang beberapa saat ku dengar suara mobil Jinki~sshi pergi meninggalkan pekarangan rumahku.

“Aku benci pada diriku!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku

(End Hyuna Pov)

(Author Pov)

2 Minggu setelah kejadian itu, Hyuna jadi begitu depresi dan benar-benar memendang kebencian yang amat teramat sangat pada Jinki, namun Hyuna belum gila ia hanya depresi atas kejadian yang menimpa dirinya 2 minggu lalu.

Sejak 2 minggu lalu, Hyuna sudah tidak bersemangat lagi untuk menjalani hidupnya, ia sudah merasa bosan dengan hidupnya, ia ingin mati agar bisa terbebas dari beban yang di terimanya namun di sisi lain ia baru ingin mati jika ia bisa menghabisi Jinki.

***

Hyuna berjalan dengan langkah yang begitu pelan seperti orang yang tidak punya semangat lagi untuk hidup, ingin rasanya ia meninggalkan bumi ini untuk menghilangkan rasa sakit,malu dan menderitanya.

Saat Hyuna tengah berjalan tanpa sengaja matanya melihat sosok yang di kenalnya sebagai seorang namja bejat yang hanya ingin memenuhi nafsu birahi miliknya itu di sebuah cafe bersama seorang wanita yang tak di kenal olehnya.

“Tch… siapa lagi korbanmu setelah ini huh?” gumam Hyuna

“Tidak akan ku biarkan kau merebut kehormatan gadis-gadis lagi.” Cetus Hyuna seraya menatap tajam ke arah cafe yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempatnya berpijak sekarang, ya mungkin hanya 4 meter.

Tbc~

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s