Run Devil Run 3(2/2) (Hyun Ri Part)

Tittle : Run Devil Run Part

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Kim Hyun Ri
  • Kim Jong Hyun (SHINee)

Other Cast :

  • Kim Eun Chan
  • Lee Kikwang (BEAST)
  • Jung Yunho (DBSK)

Genre : Thriller,AU

Rating : PG+15

Length : Series

Disclaimer : Fanfiction My Own

Run Devil Run

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Author Pov)

Hyun Ri terpaku di atas trotoar melihat pemandangan di depannya, melihat yeoja dan namja yang wajahnya taka sing lagi baginya tengah berciuman. Air matanya keluar bercampur dengan air yang turun dari langit. Bibirnya bergetar, ingin rasanya ia berjalan mendekati mobil itu namun tubuhnya seperti kaku dan tidak bias bergerak, barulah saat mobil itu pergi Hyun Ri merasakan tubuhnya mulai lemas dan ia jatuh terduduk, wajahnya begitu pucat dan pandangan matanya sekarang mulai berkurang ya atau bisa di bilang sedikit kabur. Dan akhirnya seluruh mata Hyun Ri tertutup dan gadis itu pun terkulai di atas trotoar dengan kondisi yang sangat parah.

***

Kikwang berlari mengejar Hyun Ri namun Hyun Ri berlari begitu cepat membuatnya harus kembali ke parkiran untuk mengejar Hyun Ri dengan menggunakan mobilnya.

Dalam perjalanan matanya tak henti-hentinya mencari sosok Hyun Ri, kemudian tanpa sengaja mata Kikwang melirik kerumunan orang-orang di pinggir trotoar dan melihat seorang gadis yang di gendong keluar dari kerumunan orang itu oleh seseorang.

Kikwang kemudian membelokkan mobilnya ke sebalah kiri jalan dan buru-buru keluar dari dalam mobilnya.

“Hyun Ri!!!” Teriak Kikwang histeris saat melihat sosok yang di gendong orang tersebut

“Anda mengenalnya tuan?” Tanya orang yang menggendong Hyun Ri

“Dia temanku, biarkan aku yang membawanya ke rumah sakit. Tolong bantu saya memasukkannya ke dalam mobil.” Ujar Kikwang seraya membuka pintu mobil belakangnya dan memasukan Hyun Ri ke dalam.

Setelah Hyun Ri di bawa masuk ke dalam mobilnya, Kikwang pun masuk ke mobilnya dan menancap gas meninggalkan pinggiran jalan itu. Mobilnya melesat kencang menuju rumah sakit yang tidak jauh dari daerah situ.

Kikwang begitu khawatir melihat kondisi Hyun Ri yang Nampak sangat buruk untuk saat ini.

Setelah menempuh 19 menit perjalanan akhirnya kikwang sampai ke sebuah rumah sakit, dan tanpa perlu menunggu perawat keluar dan menggotong Hyun Ri, Kikwang langsung keluar dan membuka pintu belakang mobilnya kemudian mengangkat Hyun Ri dan membawanya masuk ke lobby rumah sakit.

Baru saja Kikwang masuk ke lobby, beberapa perawat lewat di depan mereka dan membantu Kikwang membawa Hyun Ri ke UGD dengan kereta dorong yang tadi di bawa oleh beberapa perawat tadi.

***

5 menit…

20 menit…

30 menit…

45 menit…

Dokter yang menangani Hyun Ri belum keluar juga, membuat hati Kikwang begitu gelisah, jujur Kikwang takut sekali jika terjadi sesuatu yang tidak baik pada temannya. Tiba-tiba dokter yang menangani Hyun Ri keluar

“Siapa saudara pasien di dalam?” Tanya Dokter itu tiba-tiba

“saya dok, bagaimana keadaannya?” Tanya Kikwang pada dokter itu balik

“Dia baik-baik saja, namun dia sepertinya sedang banyak pikiran dan stres. Itu menyebabkan kondisi kesehatannya memburuk dan membuat kandungannya ikut melemah. Untung saja kandungannya masih bisa bertahan kalau tidak kami terpaksa harus mengangkat kandungannya.” Jelas dokter itu panjang lebar.

“Hamil? Maksud dokter? Dokter tidak bercanda kan?” Tanya Kikwang tidak percaya

“Iya pasien di dalam itu sedang hamil, dan menurut pemeriksaan tadi usia kandungannya sudah 2 minggu lebih.” Jawab dokter itu

“Apakah anda tidak tahu tuan?” Tanya dokter itu

“ah iya, saya belum tahu akan kabar bahagia itu.” Ujar Kikwang pada dokter itu

“Errr… dok boleh saya melihatnya di dalam?” Tanya Kikwang

“Tentu, silahkan.” Ujar dokter itu mempersilahkan Kikwang masuk ke dalam.

Kikwang berjalan memasuki ruang UGD, di lihatnya Hyun Ri terkulai lemah di atas ranjang.

Kikwang menarik sebuah kursi ke dekat kasur Hyun Ri, Kikwang duduk di kursi itu dan menatap Hyun Ri dengan tatapan sendu.

“hhh… jadi ini alasan kau mencari Jong Hyun.” Gumamnya

“Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa dia telah menghamili dan melukaimu. Jika kau bilang sejak awal pasti aku akan menghajarnya.” Tambah Kikwang

“Jangan.” Ujar Hyun Ri begitu pelan namun masih mampu untuk di dengar oleh Kikwang

“Eh?” Kikwang mengerutkan keningnya di lihatnya mata Hyun Ri yang berkedip-kedip seperti hendak terbuka.

“Jangan kau yang menghajarnya. Tapi biarlah aku, bahkan bukan hanya akan ku hajar namun ku habisi.” Ujar Hyun Ri saat matanya mulai terbuka lebar membuat Kikwang terhenyak.

(Author Pov End)

(Hyun Ri Pov)

“Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa dia telah menghamili dan melukaimu. Jika kau bilang sejak awal pasti aku akan menghajarnya.”

Samar-samar aku mendengar suara Kikwang, mataku perlahan terbuka dan tiba-tiba saja mulutku berkata “Jangan”

“Jangan.” Ujarku begitu pelan dengan mata yang sedikit membuka

“Eh?”

“Jangan kau yang menghajarnya. Tapi biarlah aku, bahkan bukan hanya akan ku hajar namun ku habisi.” Ujarku lagi saat seluruh mataku terbuka

“Hyun Ri, akhirnya kau sadar.” Ujar Kikwang sumringah seraya langsung memeluk tubuhku erat hingga membuatku sedikit sulit untuk bernafas

“hhh.. lepaskan Kikwang aku sulit bernafas.” Pintaku

“Eh.. baiklah.” Ujar Kikwang seraya melepas pelukannya

“Kenapa kau tidak cerita dari awal?” Tanya Kikwang spontan

“Maaf, waktu itu aku merasa tidak perlu untuk menceritakan ini pada siapapun.” Ujarku seraya melihat kea rah lain, namun kurasakan Kikwang memgang kedua sisi wajahku dan menyuruhku untuk melihatnya.

“Aku ini sahabatmu, kita sudah bersahabat sejak lama.” Ujar Kikwang

Mendengar Kikwang berbicara seperti itu terbesit di otak ku untuk meminta tolong padanya

“Errr… jika kau memang sahabatku, bisakah aku meminta tolong kepadamu?” tanyaku ragu

“Tentu saja, memangnya apa?” Tanya Kikwang balik, aku menyuruhnya untuk mendekatkan telinganya dan membisikan sesuatu padanya.

Kikwang kemudian menjauhkan telinganya sesaat setelah aku membisikan sesuatu padanya.

‘Bagimana?” tanyaku

Kikwang Nampak seperti sedang berpikir dan menimbang-nimbang perkataanku tadi, tapi sesaat kemudian Kikwang mengangguk dan mau untuk membantuku.

“Baiklah.” Ujarnya

“Ahh… Gomawo Kikwang~ah.” Ujarku sumringah seraya memluk Kikwang

(End Hyun Ri Pov)

(Jong Hyun Pov)

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam ruang kelasku dan tiba-tiba saja Kikwang langsung menghampiriku dan membuatku kaget.

“Ya, bisakah kau tidak datang secara tiba-tiba huh!!” hardik ku pada Kikwang

“Ah mianhae, errrrr ku mau mengundangmu ke pesta ku.” Ujar Kikwang seraya menyerahkan sebuah undangan

“Pesta? Pesta apa?” Tanyku bingung

“Errr… kau lihat saja nanti. Nanti malam jam tujuh di tempat seperti yang di sebut di dalam undangan.” Ujar Kikwang seraya berjalan kembali ke kursinya

Aku membolak-bali undangan itu dank u masukan dalam saku kemejaku lalu aku kembali ke mejaku.

***

“Annyeonghashimnika.” Kalimat itulah yang terakhir di ucapkan oleh Kyun Hee dosen kami, pelajaran matematikanya benar-benar membuatku pusing dan tidak mengerti. Sesaat setelah dia keluar dari kelas aku pun juga keluar kelas dan berjalan ke kantin dan secara tidak sengaja aku bertemu dengan Eun Chan.

“Ya~ kau dari mana?” tanyaku padanya dari belakang yang membuatnya kaget setengah mati

“Ya! Kim Jong Hyun kau membuatku kaget.” Pekiknya

“Err… aku baru saja keluar dari kelasku, kenapa?” tanyanya

“Ah aniya, oh ya apa kau di undang oleh Kikwang?” tanyaku

“ya aku di undang. Kenapa? Kau juga?” tanyanya

“Ya begitulah, errr… apa kau datang ?” tanyaku

“Tentu saja. Mana mungkin aku tak datang.” Ujar Eun Chan

“Hahahaha,, bagaimana kalau kau mempersiapkan penampilanmu di rumahku.” Usulku dengan nada nakal.

“Baiklah.” ujar Eun Chan menerima usulku.

(End Jong Hyun Pov)

(Author Pov)

Jong Hyun memasuki ruang pub dengan mengenakan kemeja bergaris-garis hitam dan putih sedangkan Eun Chan memasuki ruang pub dengan memakai dress berwarna silver selutut yang begitu anggun.

“Hey ternyata kalian sudah datang. Ayo kita berpesta.” Ujar Kikwang seraya mengajak mereka ke arena dansa

Jong Hyun dan Eun Chan begitu menikmati gerakan mereka dalam berdansa, tanpa mereka sadari ada seorang yeoja yang menatap mereka sinis dari meja bertander.

“Kau kenapa?” Tanya Kikwang yang melihat ekspresi Hyun Ri yang begitu ya bisa di bilang tak suka

“pemandangan yang buruk. Sudahlah mana wine untuk Eun Chan dan Jjong? Aku ingin segera memasukan obat itu ke dalam minuman mereka.” Pekik Hyun Ri

“Sabar sebentar, sebentar lagi akan di antarkan oleh bertander.” Ujar Kikwang dan selang beberapa saat seorang bertander datang dengan membawa dua gelas wine.

“Gomawo” ujar Hyun Ri seraya kemudian mengambil serbuk obat tidur dari kantong tasnya. Di masukannya serbuk itu ke dalam wine milik Eun Chan dan Jong Hyun seraya kemudian mengaduknya.

“Berikan ini untuk mereka berdua.” Ujar Hyun Ri seraya menyerahkan nampan itu pada Kikwang

“Aku tidak perlu nampan ini.” Ujar Kikwang seraya menyergah dua gelas itu dan membawanya ke arena dansa.

“Ya kalian tidak mau wine ini?” Tanya Kikwang

“Eh tentu saja mau.” Jawab Jong Hyun dan Eun Chan kompak dan langsung merebut gelas berisi wine itu dari tangan Kikwang dan meneguknya sampai habis kemudian kembali menyerahkan gelas itu pada Kikwang dan kembali berdansa.

Kikwang hanya menyeringai kecil melihat mereka meneguk habis wine itu seraya langsung kembali ke meja bertander.

“Bagaimana?” Tanya Hyun Ri

“Berhasil.” Ujar Kikwang sumringah

Dan benar saja selang beberapa saat tubuh Eun Chan dan Jong Hyun ambruk bersamaan, Hyun Rid an Kikwang buru-buru ke arena dansa untuk membawa tubuh mereka ke tempat yang aman agar tidak ada yang curiga.

“kau bawa Eun Chan ke sofa, biar Jong Hyun aku yang urus.” Ujar Hyun Ri seraya merangkul Jong Hyun membawanya ke lantai dua yang terdapat di pub itu.

***

Hyun Ri membuka salah satu kamar yang terdapat di pub itu, dan mengambrukan tubuh Jong Hyun ke atas ranjang. Dikuncinya pintu kamar itu dan Hyun Ri kemudian mengambil sebuah pisau belati dari dalam tasnya.

“maaf Kim Jong Hyun.” Ujar Hyun Ri tanpa rasa bersalah sedikit pun dan langsung mendekati tubuh Jong Hyun di atas kasur. Di tancapkannya pisua belati itu tepat di jantung Jong Hyun. Tapi tidak ada teriakan yang keluar sama sekali dari bibir Jong Hyun, itu dikarenakan obat tidur yang di masuakan kedalam wine Jong Hyun takarannya melebihi dosis. Darah segar terus mengalir dari tubuh Jong Hyun, membuat seprai berwarna putih tulang yang terpasang di kasur pub itu menjadi berwarna merah pekat. Bau amis mulai tercium di seluruh ruang kamar.

Hyun Ri kemudian memainkan pisau belatinya di wajah Jong Hyun dan menyayat wajah Jong Hyun. Di sayatnya wajah Jong Hyun hingga wajah Jong Hyun benar-benar tidak dapat di kenali lagi, di pisahkannya seluruh bagian-bagian tubuh Jong Hyun, kaki, tangan kepala perut dan semuanya di mutilasi oleh Hyun Ri hingga tak berbentuk.

Setelah puas akan semua ini Hyun Ri kemudian mengambil plastic berwarna hitam yang telah di persiapkannya dan memasukan seluruh potongan tubuh Jong Hyun ke dalam plastic itu dan membungkusnya.

Dengan tangan yang masih penuh dengan bekas darah milik Jong Hyun, Hyun Ri keluar dari pub itu tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Kikwang.

***

Hyun Ri berjalan menyusuri jalanan yang menuju Sungai Han, matanya mengeluarkan air mata, jujur dia sangat sedih atas apa yang di lakukannya pada Jong Hyun, ayah calon bayinya namun di sisi lain Hyun Ri juga senang karena dia bisa membasmi namja seperti Jong Hyun dan juga bisa melampiaskan amarahnya.

Sesampainya di pinggiran sungai Han, Hyun Ri langsung melempar bungkusan plastic berisi tubuh Jong Hyun yang sudah di mutilasi dan meninggalkan bungkusan plastic yang sekarang sudah terbawa arus itu.

Hyun Ri menoleh ke arah sungai Han dan menyeringai kecil

“Sorry and Good Bye.” Ujar Hyun Ri seraya kemudian pergi dari sekitar sungai Han.

*Fin*

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s