Run Devil Run 3(1/2) (Hyun Ri Part)

Tittle : Run Devil Run

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Kim Hyun Ri
  • Kim Jong Hyun (SHINee)

Other Cast :

  • Kim Eun Chan
  • Lee Kikwang (BEAST)
  • Jung Yunho (DBSK)

Genre : Romance

Rating : PG+15 – NC

Length : Part

Disclaimer : Fanfiction My Own

Run Devil Run

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Hyun Ri Pov)

Namaku Kim Hyun Ri, umurku sekarang 20 tahun, aku di kuliahkan oleh ke dua orang tuaku di Konkuk University salah satu universitas terbaik yang berada di Seoul. Aku memiliki Kekasih namanya Kim Jong Hyun. Dia namja yang cukup pendek untuk ukuran orang asia ya tingginya 175 cm beda 2 cm denganku, dia tampan, cukup pintar, dan berbakat. Tapi banyak yang bilang dia itu playboy dan suka mempermainkan yeoja. Tapi aku tidak percaya karna mereka tidak memiliki bukti sama sekali.

Hari ini aku ada janji dengan Eun Chan dan Kikwang untuk berjalan-jalan ke mall. Eun Chan dia adalah temanku nama lengkapnya ada Kim Eun Chan dia satu kampus denganku dan juga sejurusan denganku, sedangkan Kikwang dia bernama lengkap Lee Kikwang dia satu kampus juga denganku namun dai tidak satu jurusan denganku melainkan satu jurusan dengan Jonghyun dan Kibum. Kibum sebenarnya dia juga temanku dengan Eun Chan dan Kikwang tapi dia sudah meninggal 2 bulan yang lalu akibat di bunuh oleh yeoja yang belum di ketahui siapa dan pacarnya Nicole depresi berat saat melihat apertemen Kibum yang sudah seperti tempat pembuangan organ tubuh.

Sudah aku tidak mau membahas soal pembunuhan mengerikan sekaligus menjijikan itu.

“Ya~ Hyun Ri!!” panggil seorang namja yang tak lain adalah Kikwang

Aku berbalik ke belakang dan melihat Kikwang sedang berlari menuju tempatku

“Ada apa?” tanyaku pada Kikwang

“Aniya, kita jadi ke mall kan?” Tanya Kikwang

“Ne, tapi mana Eun Chan?” tanyaku

“Molla, mungkin dia sudah pergi ke mall duluan.” Jawab Kikwang

“Benarkah ? coba kau telpon dia.” Pinta ku pada Kikwang

“Baiklah.” Jawab Kikwang sambil mengambil ponsel dari kantong celananya.

*”Kau di mana?”*

*“Kami akan berangkat sekarang.”*

*“Huh? Tidak bisa? Bagaimana sih kau ini!”*

“Ada apa ?” tanyaku pada Kikwang saat mendengar percakapan Kikwang dan Eun Chan

“Eun Chan tidak bisa pergi bersama kita.” Jawab Kikwang setengah berbisik

“Oh begitu, kalau begitu kita pergi berdua saja.” Kataku

*“Ya sudah kalau begitu kami pergi berdua saja.”*

*“Ne gwenchanayo.”*

Kikwang menutup flip ponselnya dan kembali meamsukan ponselnya ke dalam kantong celananya.

“Ayo berangkat.” Ajakku seraya menarik tangan Kikwang

(End Hyun Ri Pov)

(Jong Hyun Pov)

~Cause I can stop thinking about you girl~

Aku menjauhkan wajahku dari Eun Chan saat ponsel Eun Chan bunyi

“Nugu?” tanyaku pada Eun Chan

“Kikwang.” Jawabnya sambil mengangkat telpon dari Kikwang

*”Yeobseyo.”*

*”Aku sedang ada di rumah halmeoni ku. Jadi tidak bisa jalan bersama kalian.”*

*”Mianhae.”*

Eun Chan menutup flip ponselnya dan memasukannya kembali ke dalam tas.

“Ada apa?” tanyaku pada Eun Chan

“Tidak, dia hanya menanyakan aku di mana.” Jawab Eun Chan

“Oh begitu, oh ya ngomong-ngomong nada dering ponselmu menggunakan lagunya Super Junior yang You ya?” tanyaku

“Iya memang kenapa?” Tanya Eun Chan

“Aniya, kenapa tidak memakai nada dering dari lagunya SHINee yang Electrick Heart saja?” tanyaku *Author Ama Ojjongppa promosi lagu electrick Heart ><*

“Nanti akan ku ganti.” Kata Eun Chan seraya mendekatkan wajahnya ke arahku

“Mau apa?” tanyaku sok polos

“Jangan sok polos.” Ujar Eun Chan seraya langsung mendaratkan bibirnya ke atas bibirku.

Tanpa basa basi aku langsung membuka t-shirt Eun Chan dan langsung menyerangnya dengan ciuman-ciuman panas ke tengkuknya dan memberikan beberapa Kissmark di beberapa tempat di bagian tubuhnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>SKIP<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

*Jangan Bayangin Lanjutannya Yang bayangin lanjutannya di getok ama Key*

(End Jong Hyun Pov)

(Hyun Ri Pov)

Sepulang dari mall aku segera menelpon Jong Hyun tapi dia tak mengangkat telpon ku

“Kemana anak ini?” batinku

Ku kirimi dia pesan berisi

Oppa kau di mana? Sedang apa? Kenapa telpon ku tidak di angkat?

Tapi tidak dib alas oleh Jong Hyun, sebenarnya dia di mana sih? ><

Aku mengambil kunci motor matic milik ku yang berada di atas meja belajarku, kemudian aku ke garasi dan mengeluarkan motorku.

Aku meninggalkan pekarangan rumahku dan melajukan motorku agar sampai lebih awal ke tempat Jong Hyun.

Tapi setibanya di rumah Jong Hyun, Jong Hyun sedang tidak berada di rumah kata pelayannya.

Oh Tuhan kemana anak ini? Kenapa dia senang sekali membuatku khawatir dan curiga padanya?

***

Aku berjalan melalui lorong-lorong kampus dengan langkah gontai dan malas. Bagaimana tidak tadi malam aku tidak bisa tidur dan baru bisa tidur sekitar jam tiga pagi hanya karena memikirkan Jong Hyun, yang menghilang entah kemana dan tidak member kabar.

“Annyeong my princess.” Sapa Jong Hyun padaku tapi aku tidak menghiraukannya dan berlaga seolah tidak mengenalnya. Dan malah berlalu meninggalkannya.

“Kau Kenapa Chagi?” Tanya Jong Hyun dari belakangku

Tapi aku menghiraukannya dan terus berjalan ke depan

“Chagi kau kenapa sih?” Tanya Jong Hyun saat ia berhasil menyamai langkahku, tapi aku tetap tak menghiraukannya.

Tiba-tiba Jong Hyun berdiri di depanku dan memegang kedua lengan tanganku. Aku menatapnya dengan sangat dingin seolah aku sangat membenci Jong Hyun.

“Ya Kim Hyun Ri ada apa denganmu?” Tanya Jong Hyun

“Aku kenapa?” kau pikikan saja sendiri Kim Jong Hyun.” Pekikku sambil menekankan suaraku pada nama Jong Hyun, aku kemudian berusaha berlalu meninggalkannya tapi kedua tangannya yang besar mencegahku lagi.

“ya chagi jangan marah-marah please.” Pintanya

“katakana jika aku ada salah dan membuatmu kesal.” Pintanyamemelas

“Aku menelponmu tak di angkat, aku mengirimimu pesan tak kau balas. Aku datang ke rumahmu kata pelayan mu kau tidak ada di rumah. Kau tidak berniat untuk menelpon atau mengirim pesan padaku untuk memberitahu kau ada di mana sekarang. Kau membiarkanku semalaman tidak tidur hanya untuk memikirkan dan mencemaskan keadaanmu.” Kataku dengan bulir-bulir air mata yang jatuh dengan sendirinya dari pelupuk mataku.

(End Hyun Ri Pov)

“Annyeong my princess.” Sapaku pada Hyun Ri saat yeoja cantik itu lewat di depanku

Tapi dia terkesan cuek dan seolah tak mengenalku. Aku mencoba menyamai langkahnya dan bertanya padanya.

“Kau kenapa chagi?” tanyaku seraya terus berusaha menyamai langkah Hyun Ri

Hyun Ri tak menjawab dan hanya tetap diam

“Chagi kau kenapa sih?” tanyaku saat aku berhasil menyamai langkahnya

Tapi Hyun Ri malah membuang muka dan tetap tak menghiraukanku

Aku langsung berjalan mendahuluinya dan menutup jalannya.

“Ya Kim Hyun Ri ada apa denganmu?” tanyaku pada Hyun Ri sambil memgang kedua lengan Hyun Ri

Hyun Ri menatap ku dengan tatapan dingin seolah dia sangat membenciku

“Aku kenapa?” kau pikikan saja sendiri Kim Jonghyun.” Pekiknya sambil menekankan suaranya pada namaku, kemudian hendak pergi meninggalkanku (lagi) tapi ku cegah (lagi)

“ya chagi jangan marah-marah please.” Pintaku

“katakana jika aku ada salah dan membuatmu kesal.” Pintaku memelas

“Aku menelponmu tak di angkat, aku mengirimimu pesan tak kau balas. Aku datang ke rumahmu kata pelayan mu kau tidak ada di rumah. Kau tidak berniat untuk menelpon atau mengirim pesan padaku untuk memberitahu kau ada di mana sekarang. Kau membiarkanku semalaman tidak tidur hanya untuk memikirkan dan mencemaskan keadaanmu.” Dia berbicara panjang lebar sambil mengeluarkan cairan bening dari matanya.”

“Mianhae.” Kataku meminta maaf seraya memeluk tubuh Hyun Ri erat

“Jeongmal mianhae.” Bisik ku pada Hyun Ri seraya menggigt cuping telinganya.

***

“Hyun Ri.” Ujarku sambil merangkul pundak Hyun Ri

“Mwo?” Tanya Hyun Ri seraya mendongak dan menatapku aneh

“Kau mencintaiku?” tanyaku

“Ne, jika aku tak mencintaimu aku tak akan tidur jam 3 pagi hanya karnamu.” Ujarnya sambil meninju dada ku yang bidang dengan pelan

“Ahahaha, kalau begitu…” aku menggantungkan kata-kataku

“Apa?” Tanya nya penasaran

“Kau mau tidak melakukan “ITU” Sebagai tanda cintamu?” tanyaku

“Mwo??!!” Hyun Ri membulatkan matanya seolah tak percaya

“Ayolah, katanya kau mencintaiku.” Ujarku menyindirnya

“Baiklah.” Ujarnya terpaksa.

***

Sesampainya di kamarku

“Kamarmu besar juga ya.” ujar Hyun Ri

“menurutku ini terlalu kecil.” Kataku

“Mwo? Seluas dan sebesar ini kau bilang kecil.” Hyun Ri membulatkan matanya dan menatapku tak percaya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku hanya menyeringai kecil dan kemudian membuka kaos yang ku gunakan, membuat dada bidang yang ku miliki,enam kotak yang terdapat di perutku, Nampak.

Hyun Ri menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ketika melihat keadaanku yang sedang bertelanjang dada.

Aku duduk di samping Hyun Ri dan meniup tengkuk Hyun Ri, membuat Hyun Ri bergerak kegelian

“apa yang kau lakukan?” Tanya Hyun Ri masih menutup matanya dengan telapak tangannya

“Aku hanya ingin melakukan yang ku inginkan tadi.” Jawabku seraya langsung meremas kedua gumpalan besar yang berada di balik sweater yang di pakai Hyun Ri.

“Ahhh…jj…jjong…ahhh…apa yang kau lakukan..ahhh.” katanya sambil mendesah kenikmatan

“Seperti yang ku bilang tadi saat di taman kampus.” Ujarku sambil menyeringai kecil.

Aku menarik kedua telapak tangan Hyun Ri yang berada di wajah Hyun Ri dan langsung saja ku lumat bibir mungil Hyun Ri

Hyun Ri tak membalas ciumanku dan tidak mau membukakan bibirnya, padahal aku sudah mencoba menggigit bibirnya tapi tetap saja Hyun Ri tidak mau membuka mulutnya. Akhirnya aku langsung menurunkan tanganku ke bagian dada Hyun Ri dan kembali meremas kedua payudaranya yang cukup besar itu.

Dan benar Hyun Ri langsung membuka mulutnya, kesempatan itu tidak ku sia-siakan aku langsung memasukan lidahku dan menjelajahi rongga-rongga mulutnya. Lama-kelamaan kurasakan Hyun Ri sepertinya sudah mulai menikmati permainan ini, Hyun Ri mulai membalas ciuman ku dan kami pun mulai bertukar saliva tanpa rasa jijik sama sekali.

Sambil menikmati ciuman panas ini tanganku juga bermain di payudara Hyun Ri, ke dua tanganku meremas-remas kedua payudara Hyun Ri membuatnya terus mendesah tak karuan.

Aku melepaskan ciuman kami dan mulai mencium tengkuk Hyun Ri, ku jilat dan kuhisap tengkuknya hingga meninggalkan beberapa kissmark di tengkuk Hyun Ri. Ku jilat-jilat tengkuk Hyun Ri penuh nafsu, Hyun Ri menarik rambutku seolah tak mau aku berhenti melakukan ini.

Setelah puas mencium tengkuk Hyun Ri aku berhenti sebentar untuk mengambil nafas, aku menatap Hyun Ri penuh nafsu dan tanpa persetujuan dari Hyun Ri aku langsung membuka sweater Hyun Ri, dan saat aku membuka Sweaternya tak ada satu pemandangan indahpun yang ku lihat karena ternyata Hyun Ri masih menggunakan t-shirt di dalam Sweaternya.

Aku membuka t-shirt Hyun Ri dan saat aku membukanya ku lihat bra Hyun Ri yang berwarna biru muda menutupi payudara Hyun Ri yang besar dan montok, aku menelan ludahku sendiri melihat pemandangan yang masih setengah tertutupi itu.

“Kau sedang apa Jjong?” Tanya Hyun Ri padaku

Aku tak menghiraukannya dan malah langsung menjilat mulutku sendiri, dengan cepat ku cari pengait bra Hyun Ri dan melepaskan branya.

(End Jong Hyun Pov)

(Author Pov)

Jong Hyun langsung melahap nipel Hyun Ri saat dia sudah membuka bra yang di pakai Hyun Ri, jika kini bibir Jong Hyun tengah bermain pada Nipel sebelah kiri Hyun Ri tangan kirinya malah bermain dengan payudara sebelah kanan Hyun Ri. Di remasnya payudara Hyun Ri yang besar itu.

“Ahh…ah…ah…” Hyun Ri terus mendesah membuat Jong Hyun makin bernafsu

Hyun Ri menarik Jong Hyun dan menyuruhnya berhenti.

“Kenapa baby?” Tanya Jong Hyun

“Biarkan aku yang memegang permainan.” Ujar Hyun Ri seraya membuka sabuk Jong Hyun dan kemudian menurunkan selerakan celana Jong Hyun ke bawah.

Di lihatnya junior Jong Hyun yang kelihatan cukup besar, meski junior Jong Hyun masih di bungkus celana tapi Hyun Ri tau jika junior Jong Hyun cukup bahkan mungkin begitu besar.

Hyun Ri meremas-remas junior Jong Hyun membuat Jong Hyun mendesah penuh nafsu.

“Ahhhhhh…ja…jangan…ahhhhh…ohhhh…kau permain…kan ahhhh…ku Hyun Ri.” Ujar Jong Hyun

Hyun Ri menyeringai kecil seraya kemudian menurunkan celana dalam Jong Hyun, mata Hyun Ri Nampak begitu kaget saat melihat Junior Jong Hyun yang begitu besar.

“Why baby?” Tanya Jong Hyun

“Aniya.” Jawab Hyun Ri seraya memegang junior Jong Hyun dan mulai memainkannya. Di masukannya junior Jong Hyun ke dalam bibirnya tanpa rasa Jijik sedikitpun. Pelan-pelan di maju mundurkannya junior Jong Hyun di dalam mulutnya dengan pelan dan lama kelamaan menjadi cepat. Membuat Jong Hyun mendesah begitu kuat dan mendapakan sensasi yang berbeda.

Tiba-tiba

Crot…

Sperma Jong Hyun keluar di dalam mulut Hyun Ri dan tanpa merasa Jijik Hyun Ri menelan Jus buatan Jong Hyun tersebut.

Hyun Ri menghentikan aktifitasnya dan kemudian mencium bibir Jong Hyun , membuat Jong Hyun merasakan Jus yang tadi di hasilkannya.

Jong Hyun menidurkan Hyun Ri di sofa yang sedari tadi menjadi arena mereka bermain. Di lebarkan nya selangkangan Hyun Ri kemudian Jong Hyun mulai menjilat-jilat bibir vagina Hyun Ri membuat Hyun Ri mendesah tak karuan.

“Ahhh~ ahhhh~ ahhhh~ ohhhh~…” desah Hyun Ri membuat Jong Hyun semakin bergairah.

Tangan Kiri Jong Hyun kemudian meremas payudara kiri Hyun Ri dan dia juga memasukkan dua jarinya ke dalam lubang vagina Hyun Ri. Di maju mundurkannya kedua jarinya itu membuat Hyun Ri terus mendesah, Jong Hyun menambah satu lagi jarinya membuat Hyun Ri harus menahan sakit yang luar biasa, namun akhirnya Hyun Ri pun mulai terbiasa melakukannya.

Jong Hyun kemudian mengeluarkan jari-jarinya dan menjilat cairan Hyun Ri tadi tanpa rasa jijik sedikitpun. Kemudian bibir Jong Hyun melahap kembali bibir Hyun Ri membuat Hyun Ri merasakan cairannya sendiri.

Jong Hyun kemudian kembali meremas payudara Hyun Ri dan menghisap Nipel Hyun Ri seperti anak kecil.

Jong Hyun kemudian menciumi perut Hyun Ri dan menghisap-hisap perutnya.

“Jong Hyun~a cepat lakukan “ITU”” perintah Hyun Ri

“Jinca? Apa kau yakin princess?” Tanya Jong Hyun seraya menyibak rambut Hyun Ri yang berantakan ke belakang

Hyun Ri mengangguk pelan membuat Jong Hyun tersenyum kecil.

Jong Hyun menggosokan Juniornya di bibir vagina Hyun Ri membuat Hyun Ri kesal dan merasa di permainkan.

“Apakah kau sedang mempermainkan ku Jjong?” Tanya Hyun Ri seraya menatap wajah Jong Hyun nanar

Jong Hyun hanya menyeringai kecil dan tanpa perlu di komando lagi Jong Hyun langsung memasukan juniornya ke dalam vagina Hyun Ri yang ternyata masih sangat sempit , membuat junior Jong Hyun sulit untuk masuk ke dalam Vagina Hyun Ri.

“Arghhh~~…” Hyun Ri berteriak

“Kau tidak apa?” Tanya Jong Hyun panic

“aku tidak apa-apa.” Jawab Hyun Ri lemah

“Tahan sebentar ya, tinggal sebentar lagi akan masuk.” Ujar Jong Hyun

Hyun Ri tak menjawab kata-kata Jong Hyun dan hanya mengangguk tanda mengerti.

Setelah beberapa saat akhirnya Junior Jong Hyun pun berhasil masuk sepenuhnya ke dalam dinding vagina Hyun Ri. Jong Hyun tidak menggerakan Juniornya dulu agar Hyun Ri bisa terbiasa dengan ini.

Setelah beberapa saat akhirnya Jong Hyun mulai memaju mundurkan Juniornya.

Membuat Hyun Ri mendesah hebat dan itu membuat Jong Hyun makin bersemangat untuk menggenjot juniornya di dalam vagina Hyun Ri.

“Argghhh faster Jjong!!! Faster!!!” seru Hyun Ri

Jong Hyun hanya menyeringai kecil dan mempercepat gerakannya membuat Hyun Rim akin mendesah hebat.

“Ahh~~ Jjong aku mau keluar!!” seru Hyun Ri

“Tunggu sebentar lagi aku juga mau keluar.” Ujar Jong Hyun

“Aku mau keluar.” Seru Hyun Ri

Dan

Crotttttttttt….

Cairan mereka keluar bersamaan, Hyun Ri merasakan sesuatu yang hangat tengah membasahi dinding rahimnya begitu juga dengan Jong Hyun dia juga merasakan sesuatu yang hangat pada juniornya.

Jong Hyun mengeluarkan Juniornya dari dalam lubang vagina Hyun Ri dan langsung jatuh tertidur di sebelah Hyun Ri.

“Thanks princess.” Kata Jong Hyun seraya mengecup kening Hyun Ri

“Bagaimana jika nanti aku hamil?” Tanya Hyun Ri tiba-tiba sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya

“Aku akan bertanggung jawab.” Ujar Jong Hyun

“Jangan bohong ya.” Ancam Hyun Ri

“Ne yaksok.” Janji Jong Hyun

“Kau akan ku bunuh jika kau berbohong padaku.” Ancam Hyun Ri

“Iya iya aku tidak akan bohong.” Ujar Jong Hyun.

“Kita lanjutkan lagi?” Tanya Jong Hyun

“Shiro.” Ujar Hyun Ri seraya kemudian menarik selimutnya lebih tinggi membuat seluruh tubuhnya tertutup.

“Hahaha…” Jong Hyun hanya tertawa kecil

(End Author Pov)

(Hyun Ri Pov)

Sudah 2 minggu sejak kejadian itu aku sudah jarang melihat Jong Hyun ada di pekarangan kampus.

Apakah dia tidak mau bertanggung jawab dan mencoba menghindariku?

Ah kau tidak boleh berpikir seperti itu Hyun Ri.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mencoba menghilangkan pikiran negative itu dari kepalaku

Saat aku hendak ke dapur tiba-tiba ku rasakan perutku begitu mual dan rasanya perutku ini ingin mengeluarkan segala yang ada di dalam perutku.

Aku berlari ke kamar mandi dan mencoba memuntahkan yang ingin di keluarkan perutku tapi ternyata tidak ada satupun yang keluar dari mulutku.

Tapi kenapa rasa mual ini begitu terasa? Apa jangan-jangan? Aku menggeleng-gelengkan kepalaku untuk membuang pikiran negative yang lagi-lagi menghinggapiku

“Hyun Ri kau kenapa?” Tanya oemma yang tiba-tiba saja masuk ke kamar mandi ku

“Aku baik-baik saja oemma.” Jawabku

“Benarkah? Tapi kenapa mukamu begitu pucat?” Tanya oemma

“mungkin aku hanya masuk angina tau kurang istirahat.” Jawabku

“Ayo periksa ke dokter biar oemma temani.” Tawar oemma

“Ah aniya, nanti saja aku pergi sendiri.” Ujarku

“Baiklah, cepatlah ke dokter oemma takut kamu kenapa-kenapa Hyun Ri.” Ujar oemma cemas

“Ne oemma.” Aku mengangguk

“Oemma ke bawah dulu ya.” Ujar oemma seraya meninggalkan kamar mandi kamarku

“ada apa dengan dirimu Hyun Ri?” Tanya ku pada diriku sendiri

***

“Selamat nona Hyun Ri anda positive hamil, kandungan anda sekarang telah berusia seminggu.” Ujar dokter itu memberikan ucapan selamat

“Huh? Dokter tidak bercanda kan?” tanyaku tak percaya

“Saya tidak bercanda nona, untuk apa saya bercanda. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada urin anda, anda memang telah dinyatakan positive hamil nona.” Jelas dokter itu

“Oh kalau begitu terimakasih dok.” Kataku seraya langsung bangkit dari kursi dan langsung meninggalkan ruangan dokter itu.

Sebelum aku pulang, aku menyempatkan diri ke apotek untuk membeli alat tes kehamilan, untuk membuktikan kebenaran yang di sampaikan oleh dokter tadi. Kemudian aku mencobanya di wc umum yang ada di dekat jalanan Seoul.

Dan saat ku lihat ada dua garis yang muncul, Oh Tuhan ini berarti benar aku hamil. Alat Tes kehamilan itu jatuh dari genggamanku dan aku langsung jatuh terduduk di atas kloset. Bulir-bulir air mata mengalir deras di pipiku, ku ambil ponselku dan mencoba menghubungi Jong Hyun tapi tak di angkat olehnya.

Jong Hyun kemana kau? Kenapa tak kau angkat telponku?

(End Hyun Ri Pov)

(Jong Hyun Pov)

~Hello Hello~

Aku melihat layar ponselku dan di situ terdapat tulisan Hyun Ri memanggil, ada apa gadis ini menelpon ku? Aku mematikan telpon dari Hyun Ri itu kemudian aku langsung membuang hapeku ke jalan… tak perduli seberapa mahal harga handphone ku asal bisa terbebas darinya saja aku sudah senang.

***

Aku berjalan memasuki ruang kelas tiba-tiba Yunho langsung berjalan mendekatiku

“Ya, apa kau pacaran dengan Eun Chan?” tanya Yunho sedikit sumringah

“Ye, waeyo?” tanyaku seraya menyipitkan mataku dan menatapnya aneh

“lalu bagaimana dengan Hyun Ri?” tanya Yunho yang langsung membuatku tersentak kaget

“lupakan dia, kami sudah putus.” Ujarku berbohong seraya langsung menuju mejaku

(End Jong Hyun Pov)

(Author Pov)

“Ya, apa kau pacaran dengan Eun Chan?” tanya Yunho sedikit sumringah pada Jong Hyun yang baru memasuki ruangan.

Mendengar nama Eun Chan di sebut Kikwang yang sedari tadi asyik membaca langsung menundukkan kepalanya

“Ye, waeyo?” tanya Jong Hyun seraya menatap Yunho aneh

“lalu bagaimana dengan Hyun Ri?” tanya Yunho yang langsung membuat Jong Hyun tersentak

“lupakan dia, kami sudah putus.” Ujar Jong Hyun berbohong dan langsung berjalan menghampiti mejanya.

“Eh? Putus? Benarkah? Lalu Eun Chan? Oh Tuhan benarkah??” Kikwang menggumam tak jelas sendiri di mejanya.

***

Bel berbunyi, seluruh siswa keluar dari ruangan mereka termasuk Kikwang dan juga Jong Hyun.

Tiba-tiba ponsel Kikwang berbunyi, namja bernama Kikwang itupun merogoh saku celananya dan membuka flip ponselnya.

“Ye yeobseyo.” Sapa Kikwang

“Kikwang~sshi.” Panggil Hyun Ri

“Nde, ada apa Hyun Ri?” tanya Kikwang

“Bisakah kita bertemu?” tanya Hyun Ri

“Kapan?” tanya Kikwang balik

“Hari ini.” Jawab Hyun Ri

“Ok.” Ujar Kikwang

‘Kutunggu di tempat biasa.” Ujar Hyun Ri seraya menutup telponnya

***

“Ada apa?” tanya Kikwang sesampainya di café tempatnya,Hyun Ri dan Eun Chan nongkrong

“Apa Jong Hyun sering masuk kelas?” tanya Hyun Ri

“masih, memang kenapa?” tanya Kikwang

“Bisakah kau bilang pada Jong Hyun aku mencarinya?” tanya Hyun Ri

“Eh?”

“Akhir-akhir ini Jong Hyun sulit sekali di hubungi dan saat aku mencoba menghubunginya kembali nomornya sudah tidak aktif.” Jelas Hyun Ri lirih

“Kata Jong Hyun kalian sudah putus.” Ujar Kikwang

“Kapan dia bilang begitu?” tanya Hyun Ri kaget

“Dia tidak bilang padaku, dia bilang pada Yunho tadi di kelas, dan katanya dia sudah berpacaran dengan Eun Chan.” Jelas Kikwang

“Kau… kau tidak bercandakan?” tanya Hyu Ri tidak percaya

“Aku tidak bercanda Hyun Ri, aku mendengar sendiri.” Ujar Kikwang mencoba membuat Hyun Ri percaya

“Kau bohong.” Pekik Hyun Ri seraya beranjak dari kursinya dan berlari keluar dari café itu.

(End Author Pov)

(Hyun Ri Pov)

“Dia tidak bilang padaku, dia bilang pada Yunho tadi di kelas, dan katanya dia sudah berpacaran dengan Eun Chan.” Jelas Kikwang, membuatku sedikit tidak percaya

“Kau… kau tidak bercandakan?” tanyaku tak percaya

“Aku tidak bercanda Hyun Ri, aku mendengar sendiri.” Ujar Kikwang mencoba membuatku percaya

“Kau bohong.” Pekik ku seraya beranjak dari kursi dan berlari keluar dari café itu.

Jong Hyun tidak mugkin berbicara seperti itu, terlebih menduakanku dengan sahabat ku sendiri tidak mungkin.

Aku berlari sekuat tenaga, tak peduli derasnya hujan yang sedang turun saat ini. Tapi aku menghentikan lariku ketika melihat seorang namja dan yeoja yang sedang menunggu lampu merah di Jalan. Mereka berdua saat ini akan berciuman, wajah mereka sudah semakin dekat. Dan oh Tuhan harusnya aku percaya pada Kikwang.

TBC~

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s