Run Devil Run 2(2/2) (Eun Joo Part)

Tittle : Run Devil Run

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Choi Eun Joo
  • Choi Minho

Other :

  • Choi Hye Soo a.k.a. Nisarap Onnie
  • Song Yong Rim a.k.a. Nnarap
  • Thunder (MBLAQ)
  • Lee Yeon Ra a.k.a. Min

Genre : Romance,,Au,Thriller

Rating : PG+15 – NC

Length : Series

Disclaimer : Fanfiction My Own

Run Devil Run

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Author Pov)

Minho berjalan memasuki ruangannya dengan agak cepat dan ekspresi yang terlihat marah.

“Anda kenapa Pak?” tanya Yeon Ra

“Ah aniya.” Jawab Minho seraya langsung duduk di kursi kerjanya

“Ada apalagi dengannya.” Batin Yeon Ra

*Ring Ding Dong Ring Ding Dong* terdengar ponsel Minho berbdering dan dengan cepat Minho menyambar ponselnya yang berada di atas meja kerjanya seraya langsung membuka flip ponselnya.

“Yeobseyo.” Sapa Minho pada orang yang menelponnya

“Oppa aku ingin bertemu denganmu.” Pinta yeoja di seberang sana

“Hye Soo~ah aku sedang bekerja sekarang.” Tolak Minho halus

“Oppa~ ayolah aku mohon.” Rengek Hye Soo

“Baiklah, kau dimana?” tanya Minho

“Aku sedang berada di taman bermain.” Jawab Hye Soo

“Baiklah aku kesana.” Ujar Minho seraya kemudian menutup Flip ponselnya

“Tch dasar wanita, kenapa semua wanita ingin di manjakan sih?” batin Minho

Dia beranjak dari kursinya, di sambarnya Kunci mobilnya yang berada di meja kerjanya dan segera keluar dari ruang kerjanya.

“Dasar playboy cap ikan teri.” Gumam Yeon Ra

***

Minho menghentikan mobilnya di sebuah tempat parkir di taman bermain yang ia datangi.

Ia segera turun dari mobil dan mencari keberadaan Hye Soo

“Kau dimana?” tanya Minho lewat telpon

“Aku ada di dekat bianglala.” Jawab Hye Soo

“Aku kesana sekarang.” Ujar Minho seraya memutus sambungan telpon

***

“Maaf membuatmu menunggu.” Ujar Minho meminta maaf

“gwenchanayo.” Jawab Hye Soo seraya menatap kosong ke arah bianglala

“kau kenapa?” tanya Minho saat menyadari sikap Hye Soo yang berbeda dari biasanya

“Aku akan…” Hye Soo menggantungkan kata-katanya, lidahnya terasa kelu untuk mengatakannya pada Minho

“Akan apa?” tanya Minho penasaran

“Aku akan pindah ke Jepang bersama Appa dan Oemma.” Jelas Hye Soo

“Lalu?” tanya Minho (lagi)

“Apa kau mau pindah ke Jepang juga?” tanya Hye Soo

“…” Minho diam

“Agar kita bisa bersama.” Tambah Hye Soo

“Hahahaha baboya.” Ujar Minho seraya tertawa kecil

“kenapa?” tanya Hye Soo

“Kau bodoh Hye Soo, mana mungkin aku mau pindah ke Jepang hanya karena ingin bersamamu, aku lebih baik menjaga karirku dari pada pindah ke negara sebelah.” Jawab Minho

“Jadi selama ini kau tak benar-benar mencintaiku?” tanya Hye Soo dengan mata berkaca

“begitulah.” Jawab Minho seraya berbalik meninggalkan Hye Soo

“Kau kejam oppa!!!!” seru Hye Soo pada Minho

“Tch….dasar.” gumam Minho seraya menyeringai kecil

(End Author Pov)

***

(Eun Joo Pov)

“Show me, show me 아이코 큰일이야, show me, show me 이제 나 야단났어
Show me, show me 자꾸 보고 싶은데 hurry, hurry 아직도 모르겠니
Show me, show me cause I’m ready for you, show me, show me 너도 알고 있잖아
Show me, show me 이젠 맘을 보여줘 hurry, hurry 다가와 속삭여줘”

Setelah aku selesai menyanyi, semua orang di bar bersorak dan bertepuk tangan, aku hanya tersenyum melihat respon mereka terhadap suara dan danceku.

Aku turun dari atas panggung dan langsung turun menju belakang panggung.

“Good Job.” Puji Thunder oppa

“Gomawo oppa.” ujarku berterimakasih

Aku kemudian berjalan mendekati lemari hendak mengambil pakaian ku yang kupakai dari rumah tadi, tapi saat aku hendak mengambil bajuku kurasaan perutku tiba-tiba begitu mual.

Aku segera berlari menuju kamar mandi dan mencoba mengeluarkan apa yang ingin keluar dari dalam perutku, tapi tidak ada satupun kotoran yang keluar dari mulutku.

Aneh sekali padahal perutku begitu mual dan rasanya seperti ingin muntah tapi kenapa tidak ada satu pun yang keluar.

Apa jangan-jangan… Oh no…

Aku keluar dari kamar mandi dengan lesu, di otakku sekarang terdapat banyak sekali pertanyaan, salah satunya adalah benarkah aku tengah hamil?

Oh Tuhan ku harap jangan sekarang.

“Kau baik-baik saja Eun Joo~a?” tanya Thunder oppa tiba-tiba

“Eh?” aku menoleh ke arah suara

“Kau baik-baik saja?” tanya Thunder oppa (lagi)

“Iya aku baik-baik saja.” jawabku bohong

“Benarkah? tapi kenapa mukamu pucat?” tanya Thunder oppa

“Aniya… mungkin aku hanya terlalu lelah.” jawabku

“Oh begitu, lebih baik sekarang ku antar kau pulang. Mau ya?” tawar Thunder oppa

“Baiklah.” jawabku

***

Di dalam mobil Thunder oppa, aku dan Thunder oppa hanya diam dan tak saling bicara.

Hingga Thunder oppa menanyakan padaku suatu hal yang membuatku benar-benar terkejut

“Apa kau telah melakukannya bersama Minho?” tanya Thunder oppa padaku

“Maksud oppa?” tanyaku pura-pura tak mengerti

“Ayolah, jangan pura-pura tak mengerti Eun Joo~a.” ujar Thunder oppa

“…” aku hanya diam

“pernahkan?” tanya Thunder oppa

“Iya, aku pernah melakukannya bersama Minho tapi hanya sekali.” ujarku jujur

“Oh, apa yang Minho katakan padamu setelahnya?” tanya Thunder oppa

“Dia bilang, dia mau bertanggung jawab.” jawabku

“Oh begitu ya…” jawab Thunder oppa seray menyeringai kecil.

Setelah aktivitas tanya jawab itu berhenti, kami berdua kembali saling diam dan suasana di dalam mobilpun kembali hening.

***

“Sudah sampai.” ujar Thunder oppa

“Gomawo oppa.” ujarku berterimakasih kemudian hendak keluar tapi tiba-tiba Thunder Oppa memanggilku.

“Eun Joo~a.” panggilnya

“Ne… wae oppa?” tanyaku

“Ini.” kata Thunder oppa seraya menyerahkan sebuah benda yang mirip pistol

“pistol? untuk apa?” tanyaku

“ambil saja. Dan bawa setiap kau akan menemui Minho.” ujar Thunder oppa

“Okey.” jawabku seraya mengambil benda itu dari tangan Thunder oppa dan kemudian aku langsuk beranjak keluar dari mobilnya.

(End Eun Joo Pov)

***

(Minho Pov)

“Oppa~” panggil Yong Rim seraya mengalungkan tangannya di leherku

“apa?” tanyaku

“ayo kita pergi dari kantor ini.” ujar Yong Rim

“Kemana?” tanya Minho

“Ke mana saja.” bisiknya tepat di telingaku yang membuatku geli

“Ke hotel….kau mau?” tawarku

“Boleh…” jawabnya

“Baiklah…ayo kita pergi.” ujarku seraya menarik tangan Yong Rim dan keluar dari ruangan ku.

(End Minho Pov)

(Eun Joo Pov)

“Apakah saya bisa bertemu dengan Choi Minho?” tanyaku pada seorang resepsionis di depanku

“Tunggu sebentar ona, saya akan menyampaikannya pada sekertaris Pak Minho.” ujar Resepsionis itu

“Baiklah.” jawabku

Sambil menunggu pesan dari resepsionis itu, mataku melirik ke seluruh arah di lobby kantor ini.

Dan tiba-tiba bola mataku berhenti pada sosok Minho yang tengah berjalan bersama seorang yeoja di sampingnya.

Apakah itu benar Minho? tapi kenapa dia dengan wanita lain? bergandengan tangan pula.

Aku langsung meninggalkan meja resepsionis itu dan mengikuti Minho dan yeoja di sampingnya dari belakang.

Dari belakang dapat ku lihat mereka berdua memasuki mobil Minho, saat mobil Minho sudah jalan, dengan cepat Eun Joo masuk ke dalam taxi yang tadi mengantarnya sampai ke kantor tempat Minho bekerja.

***

“Stop pak.” perintahku pada supir taxi tersebut

supir taxi itu pun menghentikan mobilnya tepat di tempat yang ku perintahkan padanya.

“Berapa pak?” tanyaku

“lima belas ribu won.” jawab supir taxi tersebut

“Ini pak, gomapta.” ujarku seraya menyerahkan beberapa lembar uang pada Supir Taxi tersebut dan segera keluar dari dalam mobil.

aku masuk ke dalam hotel yang tadi di masuki oleh Minho bersama yeoja itu, saat aku melangkah masuk ke dalam lobby hotel ku lihat Minho tengah berjalan memasuki lift bersama yeoja tadi.

Aku berjalan ke meja Resepsionis di hotel tersebut berniat ingin menanyakan di mana kamar Minho.

“Permisi, apakah ada tamu di sini yang bernama Choi Minho?” tanyaku

“Oh tunggu sebentar nona.” jawab resepsionis tersebut

“Ada tidak?” tanyaku memastikan

“Ada… namanya Choi Minho, masuk pukul 3 pm barusan.” jelas resepsionis itu

“Dia ada di kamar nomor berapa ya?” tanyaku (lagi)

“Tuan Choi berada di kamar nomor 1990.” jawab Resepsionis tersebut

“Oh kalau begitu terimakasih.” ujarku seraya langsung berjalan ke arah Lift

***

Sesampainya di pintu bernomor 1990, tiba-tiba seluruh badan Eun Joo menjadi kaku, badannya seakan tak bisa bergerak apalagi saat ia mendengar sebuah suara teriakan wanita di dalamnya.

Eun Joo tertunduk lesu di depan pintu kamar hotel itu tapi tiba-tiba dia mengangakat kepalanya.

Diambilnya pistol pemberian Thunder dari dalam tasnya dan kemudian ia mengetuk pintu kamar hotel yang di tempati Minho.

Tok Tok Tok…

(End Eun Joo Pov)

(Minho Pov)

Tok…tok…tok

“Aish siapa sih yang mengetuk pintu? mengganggu permainanku saja.” batinku dalam hati

“Biar aku yang buka.” ujar Yong Rim

“Tapi…”

“biar aku saja.” ujar Yong Rim seraya beranjak dari kasur dengan tubuh terlilit oleh Selimut.

“Baiklah.” ujarku

Saat aku sedang menunggu Yong Rim kembali ke kamar tiba-tiab

Doooorrrr terdengar bunyi yang sangat keras dari luar kamar hotel ini.

“Yong Rim~ah.” teriakku seraya beranjak dari kasur dan saat aku keluar aku menemukan Yong Rim terkapar di lantai dengan bersimbah darah.

Mataku juga menemukan sosok yang sangat Ku Kenal.

Eun Joo

(Author Pov)

“Siapa?” tanya Yong Rim seraya membuka handle pintu dan saat ia membuka pintu kamar hotel tersebut tiba-tiba

Dooooorrrr

Sebuah peluru kini telah mendarat di kepalanya membuatnya jatuh terkapar di lantai dengan bersimbah darah.

“Yong Rim~ah!!!” teriak Minho dari dalam kamar

Naas saat ia keluar dari kamar ia sudah menemukan Yong Rim sudah tak bernyawa lagi dan mati dalam keadaan mengenaskan.

“Eun Joo.” gumamnya seraya menatap Eun Joo takut

“kau harus mati.” pekik Eun Joo seraya memompa lagi pistolnya

“Jangan bercanda Eun Joo.” ujar Minho tak percaya

“Aku tidak bercanda.” ujar Eun Joo

“Jangan…Ku Mohon jangan.” pinta Minho memelas

“Mianhae.” jawan Eun Joo seraya menembakkan isi peluru di pistolnya tepat di kepala Minho.

Dan Dooorrrrrrrrrr

Sebuah peluru kini telah bersemayam di kepala Minho, membuatnya jatuh terkapar dengan bersimbah darah.

Eun Joo berjalan ke arah jasad yang paling dekat dengannya, jasad Yong Rim di seretnya jasad Yong Rim ke dalam kamar mandi dan di masukannya jasad Yong Rim ke dalam Bathtub, setelah itu di nyalakannya air di kamar mandi tersebut.

Eun Joo keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati Jasad Minho yang sudah tak bernyawa itu, di seretnya tubuh Minho mendekati Jendela kamar.

Eun Joo membuka gorden jendela di kamar hotel itu dan juga kemudian membuka jendela kamar itu juga.

Eun Joo mengangkat tubuh Minho perlahan dan melempar jasadnya keluar, jasad Minho di lempar oleh Eun Joo dari lantai 45, saat jasad Minho jatuh kebawah seluruh tubuhnya hancur, kepalanya pecah, seluruh tulang yang terdapat di jasad tak bernyawa itu remuk.

Dan banyak darah segar keluar dari dalam jasad tersebut.

“Maafkan aku, tapi aku harus melakukannya.” ujar Eun Joo seraya berjalan keluar dari Kamar Hotel Minho.

Ke esokan harinya

Breaking News

Kemarin Seorang namja di temukan tewas di pekarangan hotel Shinhwa dengan sangat mengenaskan. Dugaan sementara ini bukanlah kasus bunuh diri melainkan kasus pembunuhan, karena di temukan juga seorang yeoja yang mati karea tertembak tepat di kepalanya, yeoja ini di temukan di kamar mandi pada kamar hotel Shinhwa nomor 1990.

*FIN*

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s