Run Devil Run 2(1/2) (Eun Joo Part)

Tittle : Run Devil Run Part 2 (1/2) {Eun Joo Part}

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Choi Eun Joo
  • Choi Minho

Other :

  • Park Hye Mi a.k.a. guru (onnie an_an)
  • Lee Yeon Ra a.k.a. Min
  • Sung Soo Won a.k.a. Nene (Halmeoni)
  • Park Sung Hyun (Thunder MBLAQ)

Genre : Romance,Au

Rating : PG+15 – NC

Length : Series

Disclaimer : Fanfiction My Own

Run Devil Run

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Author Pov)

Di sebuah tempat yang cukup gelap dan hanya di sinari oleh beberapa lampu yang berada di beberapa sisi dengan cahaya yang terbatas dan bersinar ke berbagai arah, nampak di sana orang-orang sedang menari ria bersama pasangannya di sebuah arena dansa yang terdapat di bar tersebut , mereka menari-nari ria di temani oleh alunan musik R&B yang menghentak seluruh ruangan.

Nampak seorang namja bertubuh jangkung dengan mengunakan kemeja berwarna putih dengan dasi yang terpasang di lehernya yang sudah sedikit acak-acakan duduk di dekat meja bartander sambil melihat ke arah arena dansa.

“Thunder~sshi give me a glass of cocktail.” Pesan namja bertubuh jangkung itu pada seorang bartender yang di panggilnya dengan nama Thunder

“Your order will come soon Minho.” Jawab Thunder sambil menyiapkan segelas cocktail pesanan Minho

Sambil menunggu minumannya datang Minho memutuskan untuk turun ke arena dansa di temani oleh beberapa wanita cantik di sekelilingnya.

Mereka menari di iringi oleh hentakan musik yang sangat keras, Minho menari di temani oleh banyak wanita cantik di sekelilingnya, para wanita cantik itu terkadang bergelantungan di bahu Minho bahkan mereka tergadang juga menggantungkan tangannya di leher Minho.

Setelah merasa cukup puas menari bersama mereka (wanita cantik) Minho pun akhirnya kembali ke meja bartender.

Dan saat dia duduk kembali, segelas cocktail telahdi hidangkan padanya

“Thanks~.” Kata Minho seraya langsung mengambil gelas di depannya dan meminum isi di dalam gelas itu.

Sambil menghabiskan cocktailnya mata Minho tak henti-hentinya melihat ke arena dansa.

“Hey apa yang kau sedang kau lihat di sana?” tanya Thunder

“Aniya, hanya melihat gerakan tubuh orang-orang di sana.” jawab Minho sekenanya

“Oh…” Thunder membulatkan bibirnya

Tiba-tiba seorang yeoja naik ke atas panggung di bar itu, yeoja itu menyanyi dan menari dengan tarian yang bisa di sebut sexy.

“Don’t wanna fake it!

너를 알게 된 후 매일 기다린 Phone call ~

I got to make it!

어느새 알게 했어.

매 일 같은 식, 또 아직 먼 듯한 내일. Ahh..

그렇다면 take it! 아주 조금만큼 뭐든 되고픈 현실.

너 를 알게 된 후 매일 달라진 Fine Days ~”

“who is the girl?” tanya Minho pada Thunder tanpa melirik sedikitpun ke arah Thunder

“Yang mana?” tanya Thunder tak tahu

“Yang sedang menyanyi di atas panggung itu.” jelas Minho seraya menunjuk ke arah yeoja yang menyanyi di atas panggung bar tersebut

“Oh itu, dia namanya Eun Joo, lebih Tepatnya Choi Eun Joo… wae?” tanya Thunder

“Aniya… aku hanya bertanya.” jawab Minho tanpa mengalihkan pandangannya dari yeoja yang sedang menari di atas panggung itu

“Kau mau berkenalan dengannya?” tawar Thunder

Minho menoleh ke arah Thunder dan menatap Thunder dengan raut muka serius

“Tentu saja. tapi kapan?” tanya Minho

“Hari ini pun bisa, as…”

“Ya aku tahu… ini untukmu .” kata Minho seraya menyerahkan beberapa lembar uang won pada Thunder

“Hahaha.. thanks~ brother.” kata Thunder seraya menerima uang itu

“Kalau begitu kau tunggu sebentar, aku mau ke belakang memberitahunya.” kata Thunder seraya berjalan pergi meninggalkan Minho.

(Di belakang panggung)

“Eun Joo~a!” teriak Thunder pada yeoja yang sedang membenahi dirinya di depan cermin

“wae oppa?” tanya yeoja yang di panggilnya Eun Joo itu tanpa melirik sedikitpun ke arah Thunder

“Ada yang ingin berkenalan denganmu!.” ujar Thunder seraya menghapiri Eun Joo

“Nugu?” tanya Eun Joo

“His name Choi Minho, he is manager of big company in Seoul.” terang Thunder

“Di mana dia?” tanya Eun Joo seraya menaburkan bedak di seluruh wajahnya

“Dia ada di meja tempat biasa aku melayani para tamu.” jelas Thunder

Eun Joo beranjak dari kursinya seraya menarik roknya kebawah dan mengibaskan rambutnya ke belakang.

“Aku kesana sekarang.” ujar Eun Joo seraya bergegas pergi meninggalkan ruangan itu

(Di meja bartander)

“Kemana namja tengik itu? lama sekali sih.” ujar Minho kesal seraya mengepal tangan kanannya

“Ehm… boleh aku duduk di sini?” tanya Eun Joo pada Minho yang sontak langsung membuat Minho terkejut

“Ah.. ten..tentu saja boleh, silahkan.” ujar Minho tergagap

“Eumm, what is your name?” tanya Eun Joo pada Minho

“My name is Minho,Choi Minho and you?” tanya Minho balik

“My name is Choi Eun Joo… u can call me Eun Joo.” jawab Eun Joo sambil menyunggingkan senyum yang membuat Minho menggila

“mmm.. dapatkah kita bertukar nomor ponsel?” tanya Minho langsung

“tentu saja…” jawab Eun Joo antusias

“ini nomor ku +823411231xxx.” ujar Minho

“baiklah sudah ku save dan ini nomorku… +8234123xxx, kau bisa menghubungiku kapan saja kau mau.”

“benarkah?” tanya Minho antusias

“Tentu saja benar, eumm kalau begitu aku harus pulang, sampai jumpa lain waktu.” pamit Eun Joo pada Minho seraya melambaikan tangan dan kemudian menghilang dari pandangan Minho

“Tak ku kira akan semudah itu.” gumam Minho

(End Of Author Pov)

***

(Eun Joo Pov)

Tubuhku serasa pegal semua, setelah mengerjakan begitu banyak tugas kuliah yang menumpuk.

Biasanya jikala badanku mulai pegal, aku akan berendam di air panas selama 1 sampai 2 jam.

Aku kemudian mulai menyiapkan air hangat ke dalam bathtub untuk aku berendam, setelah semuanya siap aku pun memasukan kaki kiriku ke dalam bathtub di lanjutkan oleh kaki kanan dan kemudian seluruh tubuhku.

“So Beautiful Girl’s My Beautiful Girl’s”

Tiba-tiba ponselku berdering dan saat ku buka flip ponselku terdapat sebuah tulisan di layar ponsel yaitu “Satu Pesan Telah Diterima.”

Aku pun membuka pesan tersebut, pesan yang ternyata dari seorang yang bernama Choi Minho, namja yang ku temui beberapa hari lalu di bar tempatku bekerja.

From : Minho

Hai apa yang sedang kau lakukan?

Masih Ingat Aku?

To : Minho

aku sedang berendam di air hangat…

sepertinya aku tidak mengingatmu…

hahaha :D

just kidding

From : Minho

bolehkah aku ikut berendam denganmu?

kebetulan badanku sedang pegal-pegal

sayang kau sudah tidak mengenalku

To : Minho

Kau ini ada-ada saja

aku kan sudah bilang aku cuma bercanda

From : Minho

Hahaha

yeah i know that…

Eumm… bisakah jika kita bertemu?

To : Minho

Of Course

Why Not?

Kapan kita bertemu?

From : Minho

Aku kira kau akan menolaknya

Bagaimana jika nanti malam?

To : Minho

nanti malam?

di mana dan jam berapa?

From : Minho

yeah, tonight

Di cafe cheong nam jam 7

kau bisa?

To : Minho

Tentu saja aku bisa…

Kalau begitu tunggu aku nanti malam ya

From : Minho

Baiklh aku tunggu kau nanti malam

See You Tonight

Namja ini mengganggu waktu berendamku saja, aku menutup mataku dan menikmati air hangat yang meraba seluruh permukaan kulitku.

(End Eun Joo Pov)

***

(Minho Pov)

“Ada apa Hye Mi~ah?” tanyaku sebal lewat ponsel pada Hye Mi

“Aku mau kita jalan hari ini.” jawab Hye Mi yeojachinguku

“Aku tidak bisa.” ujarku

“Harus bisa~.” pekik Hye Mi

“Aku tidak bisa Hye Mi~ah, aku sedang sibuk. Bisakah kau mengerti bahwa aku sedang sibuk huh?” tanyaku sedikit membentak

“Tidak… kita jalan hari ini atau kita tidak usah jalan sama sekali tapi kita putus.” ancam Hye Mi

“Lebih baik kita putus.” jawabku tanpa takut-takut

“Ya~ Choi…”

Tut tut tut tut tut

belum sempat Hye Mi menyelesaikan perkataannya aku sudah menutup ponselnku duluan seketika melihat sosok yang ku tunggu-tunggu sedari tadi datang.

“Kau sudah datang nona Eun Joo?” tanyaku lembut dan sok romantis

“Seperti yang kau lihat sekarang tuan.” jawabnya sembari menyunggingkan senyumnya yang manis untukku

“Silahkan duduk nona.” kataku seraya menarikan kursi di dekat Eun Joo untuknya duduk

“Terimakasih Tuan, anda sangat romantis.” puji Eun Joo

“Kau mau pesan apa?” tanyaku pada Eun Joo

“Sama sepertimu.” jawabnya

“Baiklah. Pelayan.” aku memanggil pelayan sambil menepukan kedua tanganku

“Aku ingin minuman dan makanan yang paling lezat di sini.” ujarku

“Baik tuan, akan kami segera hidangkan.” ujar pelayan itu seraya pergi meninggalkan meja kami (aku dan eun joo)

“Eumm.. boleh aku bertanya padamu?” tanyaku pada Eun Joo

“Tentu saja.” jawabnya sambil tersneyum

“Apa kau sudah punya kekasih?” tanyaku langsung

“belum… memangnya kenapa?” tanya Eun Joo balik

“Aniya… karena jika belum aku ingin menjadi salah satu pria beruntung yang bisa berdampingan denganmu.” ujarku merayu

“Hahaha kau jangan mengada-ngada Choi Minho, aku ini bukan wanita cantik,kaya dan terhormat, aku hanyalah seorang mahasiswi yang bekerja di bar untuk membayar kuliahnya. Dan jika kau bersamaku kau bukan menjadi pria beruntung melainkan pria yag sial.” kata Eun Joo dengan sedikit tertawa

“Aku tidak mengada-ngada Eun Joo~sshi… aku benar-benar ingin menjadi pendampingmu, maukah kau jadi yeojachinguku?” tanyaku pada Eun Joo seraya menatapnya dengan tatapan serius

“Apa kau sungguh-sungguh?” tanyanya dengan nada ragu

“Iya aku sungguh-sungguh.” jawabku mantap

“Kalau begitu baiklah, mungkin aku bisa menerima mu menjadi namjachinguku.” jawab Eun Joo

“Jeongmal?” tanyaku girang

Eun Joo hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara yang langsung membuatku kegirangan.

Dan di saat itu juga seorang pelayan datang membawakan kami 2 gelas wine.

“Baiklah mari kita bersulang untuk merayakn hari ini.” kataku pada Eun Joo sambil mengangkat gelasku.

Eun Joo pun mengangkat gelasnya, dan gelas kami bersenggol pelan hingga menimbulkan suara yang tidak begitu keras.

(End Of Minho Pov)

***

(Eun Joo Pov)

Sudah hampir tujuh bulan aku dan Minho menjalin hubungan kasih, dan selama tujuh bulan inilah kami saling mengenal satu sama lain.

Aku tak menyangka aku bisa menjadi kekasih seorang pria tampan,pintar, dan juga bergolongan tinggi seperti Minho.

Walaupun kata Minho aku juga pintar dan cantik, tapi aku masih kurang percaya diri yah karena golongan ku dan Minho yang berbeda jauh, Minho orang yang berada di golongan atas sedang aku, aku hanyalah yeoja yang berada di golongan bawah.

Tapi sudahlah, aku tidak mau membahas soal perbedaan antara aku dan Minho lagi.

Lebih baik sekarang aku mengerjakan tugas-tugas dari dosen ku tadi siang.

Tok…tok…tok…

“Heuh… siapa malam-malam begini berkunjung?” tanyaku pada diriku sendiri

Aku berjalan ke arah pintu utama apertemenku dan saat ku buka, kutemukan sosok Minho tengah berdiri di muka pintu apertemenku.

“Ini untukmu.” kata Minho seraya menyerahkan setangkai bunga mawar padaku, aku menerima bunga itu dengan senang dan menghirup aroma wangi bunga itu.

“Ada apa malam-malam begini ke rumah?” tanyaku pada Minho

“Aku hanya ingin berkunjung saja.” Jawabnya

“Oh begitu, masuklah.” kataku mempersilahkan Minho masuk

Setelah Minho masuk aku pun menutup kembali pintu apertemenku

“Kau sedang apa?” tanyanya

“Aku baru saja ingin mengerjakan tugas dari dosenku, tapi kau langsung datang.” jelasku

“Oh begitu, kalau begitu kerjakan saja tugasmu.” perintah Minho

“Baiklah, tapi kau tidak apa kan menunggu?” tanyaku memastikan

“Tentu saja.” jawabnya mantap

Tanpa perlu di aba-aba lagi akupun langsung mengerjakan tugas dari dosenku tersebut, aku mengerjakannya dengan sangat serius hingga tak menyadari adanya Minho di sampingku.

Lama-kelamaan aku merasa Minho mulai memperhatikanku dengan tatapan aneh, ya kuakui tatapannya itu membuatku sedikit risih.

Aku menoleh ke arahnya berniat menanyakan padanya “Kenapa kau menatapku seperti itu?” tapi belum sempat aku bertanya Minho langsung melahap bibirku.

Membuatku langsung membeku di tempat, dia melumat dan memasukan lidahnya ke dalam mulutku.

Diam,itulah yang kulakukan dari tadi, aku masih shock atas ciuman yang di berikan oleh Minho tapi karena terbawa sensasi akhirnya aku pun mulai membalas ciumannya.

Ciuman kami berdua lama-kelamaan makin agresif, kami saling menggigiti bibir satu sama lain.

Minho melepaskan bibirnya dari bibirku dan kini bibirnya mulai bermain di sekitar tengkukku membuatku terus-terusan mendesah.

Makin lama bibir Minho makin turun hingga ke dadaku, dia menggigit, menjilat dan menghisap dadaku hingga meninggalkan banyak kissmark di situ.

Tiba-tiba Minho menggeser tali tank top ku namun dengan cepat ku pegang tangannya

“apa yang mau kau lakukan huh?” tanyaku cepat

“aku mau itu.” ujarnya

“Tapi…” aku menggantungkan kalimatku

“Aku akan bertanggung jawab.” kata Minho yang langsung membuatku yakin dan membiarkannya membuka tanktopku dan melakukan hal itu padaku.

***

Sinar matahari sedikit demi sedikit menerobos masuk ke dalam apertemenku lewat celah jendela yang tak tertutupi gorden membuat mataku agak silau. Dan betapa terkejutnya aku ketika aku mendapati tubuhku dalam ke adaan tanpa busana dan di sebelahku terdapat Minho yang ke adaannya sama seperti ku.

Aku langsung menarik seluruh selimut ke padaku dan segera berlari ke dalam kamar mandi.

(End Eun Joo Pov)

***

(Author Pov)

Eun Joo Keluar dari kamar mandi dan matanya mendapati Minho yang sedang duduk di sofa depan televisi.

“Eumm… kenapa kita bisa sampai melakukan itu?’ tanya Eun Joo pada Minhoo saat dia telah duduk di samping Minho

“Entahlah, aku juga dalam keadaan tidak sadar, tapi pasti aku akan bertanggung jawab.” ujar Minho meyakinkan Eun Joo

“Benar kau akan bertanggung jawab?” tanya Eun Joo ragu

“Tentu saja, mana mungkin aku tidak bertanggung jawab padamu.” ujar Minho

Eun Joo bernafas lega, setidaknya jika nanti dia hamil, anak yang dikandungnya nanti akan memiliki ayah.

***

“Kau dari mana saja Pak ?” tanya yeoja yang bernama Lee Yeon Ra, ya dapat di lihat dari nametagnya

“Aku dari apertemenku… ada apa Yeon Ra?” tanya Minho pada sekertarisnya itu

“Nona Soo Won mencari anda dari tadi pagi, dan dia mentipkan pesan pada anda.” jawab Yeon Ra

“pesan apa?” tanya Minho (lagi)

“Katanya jika anda sudah datang, di suruh menemui nona Soo Won di cafe dekat sini.” jelas Yeon Ra

“Oh baiklah aku segera ke sana.” ujar Minho seraya bergegas meninggalkan ruangannya.

***

“Ada apa Soo Won?” tanya Minho pada yeoja bernama Soo Won

“Bogoshiposo.” jawab Soo Won seraya memeluk Minho

“Aish ini tempat umum, jangan memeluk ku di tempat seperti ini.” sergah Minho seraya melepas pelukan Soo Won

“Ya~ kenapa kau jadi seperti ini? biasanya kau biasa saja.” ujar Soo Won kesal.

“sudahlah apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Minho seraya duduk terlebih dahulu di ikuti kemudian oleh Soo Won

“appa dan oemma menyuruhmu untuk segera melamarku.” ujar Soo Won

“Mwo?” ujar Minho kaget

“Iya appa dan oemma menyuruhmu untuk segera melamarku.” ulang Soo Won

“melamarmu, kau bercanda apa.” ujar Minho tak percaya

“Aku serius Minho, jika tidak aku akan di jodohkan dengan namja lain. apa kau mau?” tanya Soo Won

“Apa peduliku jika kau di jodohkan dengan namja lain?” tanya Minho acuh

“Ya~ Choi Minho aku ini yeojachingumu!! apa kau tidak marah jika yeojachingumu di jodohkan dengan namja lain huh?” tanya Soo Won kesal

“Aniya… karena mulai hari ini kita putus.” jawab Minho tanpa pikir panjang

“Huh? dasar bajingan kau!” pekik Soo Won seraya beranjak dari kursinya dan tanpa segan-segan tangan kanannya langsung menampar pipi kiri Minho hingga meninggalkan bekas kemerahan.

“Ku kira kau namja yang baik, ternyata jauh di luar dugaan.” pekik Soo Won seraya berlalu meninggalkan Minho

“Tch… dasar yeoja jika hubungannya di putuskan akan langsung marah-marah sendri.” gumam Minho seraya tersenyum kecut, tangan kanannya meraba pipi kiri yang di tampar ole Soo Won tadi, benar-benar perih.

Minho pun beranjak dari kursinya dan meninggalkan cafe itu

TBC~

Advertisements

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s