I Love You (Sequel Because I’m A Woman)

Tittle : I Love You (Sequel Because I’m A Woman)

Author : Devi Hardiyanti

Cast :

  • Park Sun Hye
  • Kim Jong Hyun (SHINee)

Cameo :

  • Kim KeyBum

Genre : Romance,Angst,

Rating : PG+15

Backsound : Tae Yeon (I Love You)

I Love You

-Devi Hardiyanti ©

.

.


(Author Pov)

“apa kalian tidak jadi bercerai?!” pekik Tuan Park

“ne appa.” Jawab Jong Hyun seraya menggenggam tangan Sun Hye kuat

“jangan panggil aku appa, aku tidak sudi di panggil appa oleh menantu bejat sepertimu.”bentak Tuan Park seraya membuang mukanya

“appa.” Teriak Sun Hye

Tuan Park tak menyahut sedikitpun sedangkan Nyonya Im hanya diam menahan air matanya

“dia suamiku, kenap…”

“apakah dia pantas di sebut suamimu huh?” tanya Tuan Park

“…”

“appa tanya padamu sekali lagi, apakah dia pantas di sebut sebagai suamimu setelah apa yang selama ini dia lakukan huh?” tanya Tuan Park dengan nada membentak

“a… aku memang tidak pantas di sebut sebagai suami Sun Hye setelah apa yang ku lakukan padanya. Tapi aku sadar bahwa aku sebenarnya mencintai Sun Hye dan aku berjanji tidak akan melukainya lagi.” Jong Hyun yang menjawab pertanyaan Tuan Park

“tch… aku tidak akan percaya kata-katamu, sekarang keluar kau dari rumah ini!!” seru Tuan Park

“Appa!!” pekik Sun Hye

“Baik aku akan pergi.” Ujar Jong Hyun lirih seraya bangkit dari sofa dan berjalan meninggalkan Sun Hye yang masih duduk di sofa dengan berurai air mata

“Jjong.” Panggil Sun Hye lirih

Tapi Jong Hyun tak menghiraukannya dan tetap berjalan menjauh meninggalkan Sun Hye.

“Neommu appo.” Pekik Sun Hye seraya berlari menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.

***

Jong Hyun membuka pintu mobilnya dan hendak masuk ke dalam tapi tiba-tiba dia merasakan ada yang memegang bahunya, Jong Hyun berbalik dan melihat ke belkang.

Bugh

Tiba-tiba sebuah bogem mentah mendarat di pipi Jong Hyun

“Ya!!! Mwoya?? Mworago??!!” seru Jong Hyun pada Key

“You’re a bas*ard!!” pekik Key seraya kembali memberikan sebuah bogem pada pipi kiri Jong Hyun

“Saat Sun Hye mau pergi darimu kau memintanya untuk kembali setelah apa yang kau lakukan selama ini dasar bajingan kau itu!!” Ujar Key lagi seraya kali ini meninju perut Jong Hyun hingga Jong Hyun mengeluarkan darah segar dari mulutnya dan jatuh terduduk di samping mobilnya.

“Kau itu hanya seorang bajingan!!! Tidak pantas kau bersanding dengan Sun Hye!!” seru Key seraya menendang perut Jong Hyun berkali-kali.

“…” Jong Hyun hanya diam dan tidak membalas kata-kata Key

“Ayo bangun!! Bukannya selama ini kau sering menyiksa Sun Hye huh?! Ayo cepat tunjukan kekuatanmu jangan hanya menunjukkan kekuatanmu di depan wanita.” Pekik Key lagi

“Aku tidak ada urusan denganmu Tuan Kim Kibum.” Ujar Jong Hyun akhirnya seraya mencoba berdiri sambil memegang perutnya yang sakit akibat tinjuan yang di berikan oleh Key tadi. Baru saja Jong Hyun berdiri Key sudah kembali meninju perutnya.

Darah segar kembali keluar dari bibir Jong Hyun. Membuat Jong Hyun benar-benar lemas.

“Pukul lagi jika anda belum puas tuan Kim Kibum.” Ujar Jong Hyun

“Arghh… kau benar-benar..” Key menahan tangannya yang sudah hampir memukul perut Jong Hyun.

“Tch…” ujar Key seraya berjalan masuk ke dalam rumah Sun Hye Jong Hyun jatuh terduduk seraya menahan sakit luar biasa yang tengah ia rasakan saat ini di perutnya. Mencoba berdiri dan perlahan masuk ke dalam mobilnya, mobil Jong Hyun kemudian menghilang dari pekarangan rumah Sun Hye.

Cklek

Pintu kamar Sun Hye di buka oleh Key, Sun Hye pun langsung menoleh ke arah pintunya

“Kau menangis?” tanya Key

“Key.” Ujar Sun Hye seraya menghambur ke pelukannya

“Key, aku benci appa Key.” Ujar Sun Hye pada Key dengan berurai air mata seraya memeluk Key kuat

Key balas memeluk Sun Hye dan membelai lembut kepala Sun Hye

“Kenapa kau membenci ayahmu?” tanya Key

“Dia jahat Key!!” pekik Sun Hye

“Sun Hye kau sudah dewasa!! Kau tidak boleh berpikir seperti itu. Semua yang di lakukan apamu semuanya juga demi kebaikanmu.” Ujar Key memberi pengertian

“aku tahu itu, tapi bukan begini caranya.” Ujar Sun Hye terisak

“Ayolah, kau harus berpikir positiv. Mereka seperti itu agar kau tak di sakiti lagi.” Ujar Key

“Jadi kau membela mereka?” tanya Sun Hye dingin seraya menatap Key nanar

“Bukan begitu.” Ujar Key

“Arghh… aku tahu kau membela mereka, sudahlah Key lebih baik sekarang kau keluar aku ingin sendiri dulu.” Pinta Sun Hye

“Ya baiklah jika itu yang kau mau.” Ujar Key lirih seraya berjalan keluar dari kamar Sun Hye dan menutup pintu kamar Sun Hye.

Sun Hye terduduk lemas di pinggir tempat tidurnya hatinya menjerit kesakitan dan matanya kembali mengeluarkan cairan bening sebening kristal.

Key berjalan menuruni anak tangga dengan hati yang begitu gelisah, ia takut jika Sun Hye akan membencinya.

***

Mobil berwarna silver milik Jong Hyun itu memasuki pekarangan rumah yang begitu besar dan mewah.

Jong Hyun mematikan mesin mobilku dan keluar dari mobil, dia berjala ke teras rumah dengan langkah terpogoh-pogoh Jong Hyun berjalan mendekati pintu rumahnya, di tariknya handle pintu utama di rumah orangtuanya itu saat pintu terbuka Jong Hyun masuk sembari memegangi perutnya yang di pukul oleh Key tadi untuk menahan sakit.

“Jong Hyun~a!!” seru Nyonya Yoon ketika melihat Jong Hyun tengah berdiri di dekat pintu dengan keadaan yang begitu parah, tubuh penuh luka dan darah.

Nyonya Yoon langsung berlari mendekati putra semata wayangnya itu, memeluknya erat dan membelai wajah putranya penuh suka cita.

Air mata nyonya Yoon jatuh membasahi pipinya saat melihat putranya yang berlumuran darah.

“Kenapa kau bisa seperti ini?” tanya Nyonya Yoon begitu cemas seraya meraba wajah Jong Hyun

“Gwenchana…” jawab Jong Hyun dengan senyum yang di paksakan untuk menutupi rasa sakitnya

“Siapa yang melakukannya?” Nyonya Yoon terisak

“sudahlah oemma aku tak apa.” Ujar Jong Hyun seraya menyeka air mata Nyonya Yoon yang mengalir di pipinya

Nyonya Yoon tersenyum tipis seraya menarik tangan Jong Hyun dan menyuruhnya duduk di sofa, kemudian Nyonya Yoon mengambilkan kotak P3K dan membersihkan luka Jong Hyun dan memplesternya.

“Pasti ini ada hubungannya dengan Sun Hye, iyakan?” tanya Nyonya Yoon

“Tidak, ini tak ada hubungannya.” Elak Jong Hyun

“Jangan pernah kau bohongi aku, aku yang telah melahirkanmu jadi jangan sekali-kali kau mencoba berbohong.” Ujar Nyonya Yoon dengan nada mengancam

“Yeah, ini memang ada hubungannya dengan Sun Hye.” Ujar Jong Hyun akhirnya

“Sudah aku duga, lalu kenapa kau bisa sampai di pukuli hingga babak belur begini?” tanya Nyonya Yoon

“Aku dan Sun Hye tidak jadi bercerai, dan saat aku dan Sun Hye datang ke rumah appa Sun Hye marah besar dan mengusirku, dan saat aku keluaar aku langsung di hajar oleh Key teman Sun Hye yang sepertinya menyukai Sun Hye.” Tutur Jong Hyun

“Jong Hyun~a, kau mencinmtainya?” tanya Nyonya Yoon lirih

“Yeah, aku mencintainya.” Jawab Jong Hyun

“Jika kau mencintainya kenapa dulu kau lakukan itu padanya?” tanya Nyonya Yoon lagi

“Errr… aku waktu itu masih belum siap.” Jawab Jong Hyun

“Aku rasa kau harus melepaskannya.” Ujar Nyonya Yoon

“Mwo?? Aku tidak bisa.” Ujar Jong Hyun

“Jika kau mencintainya kau harus bisa melepaskannya.” Ujar Nyonya Yoon

“Tapi mana mungkin…” kata Jong Hyun lirih

“Jika kau tidak melepaskannya pun kau tak akan bisa mendapatkannya, mengingat keluarga Park yang begitu keras kepala dan mereka juga bukan tipe orang yang mudah percaya setelah merasa di khianati.” Jelas Nyonya Yoon

“Aku perlu berpikir.” Ujar Jong Hyun akhirnya

“Yeah, kurasa begitu sekarang lebih baik kau masuk ke kamarmu dan pikirkan perkataanku tadi dengan baik arra.” Ujar Nyonya Yoon

“Ne oemma. Eumm by the way appa mana?” tanya Jong Hyun

“appa mu masih di sibukan oleh proyek di Incheon.” Jelas Oemma

“Oh.” Jong Hyun membulatkan bibirnya seraya beranjak dari kursinya dan menaiki anak tangga.

(End Author Pov)

(Jong Hyun Pov)

Aku duduk di kursi meja belajarku, errr aku begitu rindu dengan kamarku sudah lama aku tak menempatinya. Aku kemudian membuka gorden jendela kamarku yang sudah lama tertutup dan membuka kaca jendela kamarku.

Cahaya matahari sore masuk menerpa kamarku, aku kemudian melempar tubuhku di atas ranjang berukuran double size itu.

Aku memandangi langit-langit kamarku , mengguling-gulingkan badanku di atas kasur dan tat kala aku menutupi wajahku dengan bantal-bantal yang terdapat di atas ranjang.

“Huffz apa yang harus ku lakukan?” tanyaku pada diriku sendiri

“Aku mencintai Sun Hye tapi kemungkinan appa Sun Hye akan merestu adalah nol persen, ottohke? Apa yang harus aku lakukan? Melepaskannya atau bersamanya tanpa restu? Tapi aku tak mau tetap bersama tanpa restu dari salah satu pihak orang tua.” Aku benar-benar galau sekarang aku bingung bukan main, jadi sekarang aku di sudutkan pada dua pilihan yang benar-benar menyakitkan.

Aku bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamar kemudian trun ke lantai bawah dan berjalan ke dapur, kubuka pintu kulkas dan mengambil air putih dari botol.

Aku membuka tutup botol dan menuangkan air yang terdapat di dalamnya ke dalam sebuah gelas kemudian meneguknya sampai habis.

Aku kembali menaiki tangga dan kemudian masuk kembali ke kamar, berjalan mendekati jendela dan melihat keluar, melihat langit-langit sore tiba-tiba aku melihat wajah Sun Hye yang muram dan sedih membuatku jadi tak tega, matanya yang bersinar memancarkan begitu banyak kesedihan. Aku menggelengkan kepalaku dan kembali melihat ke langit sore dan bayangan wajah Sun Hye sudah lenyap.

“Aku tahu sekarang apa yang harus kulakukan.” Gumamku

(End Jong Hyun Pov)

(Sun Hye Pov)

Aku menyambar kunci mobil yang terdapat di meja riasku dan berjalan keluar kamar.

“Mau kemana?” tanya Oemma

“Aku mau keluar sebentar.” Jawabku seraya berjalan keluar rumah.

Aku membuka pintu mobil dan duduk di kursi kemudi dan kemudian ku bawa mobilku meninggalkan pekarangan rumah.

Sudah beberapa hari ini aku tak keluar dari kamar dan sekarang aku merasa membutuhkan tempat untuk refreshing sebentar, aku juga begitu merindukan Jong Hyun, sejak hari itu dia tak pernah menghubungiku.

Aku kemudian menghentikan mobilku di sebuah café. Aku turun dari mobil dan berjalan memasuki café itu, aku kemudian memilih untuk duduk di sebuah kursi yang terletak di pojokan café itu.

Aku duduk dan memanggil seorang pelayan café itu. Pelayan itu segera menghampiriku dan menanyakan pesananku, setelah aku memberithau pesananku pelayan itu kemudian berlalu dari mejaku dan kembali lagi dengan membawa segelas coklat hangat dan sepotong kue coklat di nampan yang di bawanya.

Aku mengaduk-aduk coklat hangat yang berada di depanku dengan tatapan kosong,

Apa yang sekarang tengah di lakukan Jong Hyun?

Apakah dia sama galaunya seperti aku sekarang?

Apakah dia juga merindukanku?

Aku kemudian menyeruput coklat hangat yang sedari tadi sudah menunggu ku untuk meminumnya.

Aku kembali meletakan gelas berisi coklat hangat itu di atas meja dan menatap kosong ke depan. Dan tanpa sengaja mataku melihat Jong Hyun memasuki café ini dengan wajah yang begitu sendu.

Tanpa perlu berpikir lagi aku langsung memanggil Jong Hyun

“Jong Hyun~ah!!!!” seruku seraya berdiri dari kursi yang kududuki tadi

Jong Hyun menoleh kepadaku dia sepertinya sangat kaget dengan keberadaanku namun juga sedikit tersenyum seraya kemudian menghampiriku dan berdiri di depanku.

“Lama tak jumpa.”

(End Sun Hye Pov)

***

(Author Pov)

“Lama tak jumpa” sapa Jong Hyun

“Ne,, nan jeongmal bogosipo.” Ujar Sun Hye melepas kerinduan

Jong Hyun duduk di depan Sun Hye dan memanggil pelayan, seraya memesan secangkir cappucino mocca pada pelayan.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Jong Hyun membuka pembicaraan

“Baik, kau sendiri bagaimana??” tanya Sun Hye balik

“Aku juga baik…” jawab Jong Hyun

“Errrr…. Sun Hye~ah…”

“Ne..?”

“Apa kau mencintaiku?”

“Neomu! Wae?”

“apa kau…errr.” Jong Hyun menggaruk kepalanya

“Apa?” tanya Sun Hye bingung

“apa jika kita berpisah kau akan bahagia?” tanya Jong Hyun

“Maksudmu?” tanya Sun Hye tak mengerti

“errrr.. aku sudah memutuskan kalau sebaiknya kita berpisah.” Ujar Jong Hyun lirih

“Mwo?? Mana bisa? Kenapa?” tanya Sun Hye bertubi

“…” Jong Hyun hanya diam

“Kenapa diam? Oh jadi begitu, kemarin itu semuanya palsu ya.” Ujar Sun Hye

“Itu semua tidak palsu, aku memang benar-benar mencintaimu.” Sergah Jong Hyun

“Lalu kenapa kau mau berpisah?” tanya Sun Hye geram

“Itu karna, kemungkinan untuk bersama sangatlah kecil Sun Hye~ah. Jika tetap bersamamu appa dan oemmamu tak akan merestui pernikahan kita, dan aku tidak mau menjalani semua ini tanpa restu. Aku tidak mau menjalani rumah tangga kita dengan kesedihan.” Jelas Jong Hyun

“…” Sun Hye diam

“Dan jika kita berpisah ku rasa mungkin ini akan lebih baik bagimu. Meski aku yakin bahwa kita akan selalu terpuruk dalam kesedihan.” Tambah Jong Hyun lirih

“Baiklah jika itu yang kau mau. Aku mengerti, tapi meski kita berpisah kau harus tau bahwa aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun.” Ujar Sun Hye seraya beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan Jong Hyun dengan air mata yang berlinang.

“Mianhamnida.” Gumam Jong Hyun lirih

***

Jong Hyun merebahkan tubuhnya di atas sofa dan sesaat kemudian nyonya Yoon menghampirinya.

“Bagaimana?” tanya Nyonya Yoon

“maksud oemma?” tanya Jong Hyun tidak mengerti

“apa kau akan menceraikan Sun Hye.” Jelas nyonya Yoon

“yeah, dan Sun Hye mau.” Ujar Jong Hyun

“Dia mau karna dia tahu alasanku meski sulit baginya.” Tambah Jong Hyun

“kau sudah membuat surat cerai?” tanya Nyonya Yoon

“Yeah, tinggal meminta Sun Hye menandatanganinya.” Jelas Jong Hyun

“maaf Jjong aku tak bisa berbuat apa-apa.” Ujar nyonya Yoon lirih seraya membelai rambut anak semata wayangnya itu

“Ne gwenchana oemma.” Ujar Jong Hyun dengan tersenyum tipis.

***

2 week later

Tok…tok…tok…

Hakim memukulkan palunya menandakan Sun Hye dan Jong Hyun resmi berpisah, air mata mengalir di pipi Sun Hye , Jong Hyun ia ingin menumpahkan air matanya namun ia menahannya untuk tidak tumpah agar tak menjadi beban bagi orang-orang yang melihat air matanya.

Jong Hyun dan Sun Hye keluar dari ruang sidang bersamaan. Mereka berjalan menuju parkiran sambil mengobrol.

“Setelah ini kau mau kemana?” tanya Sun Hye lirih

“Aku akan pindah ke Jepang.” Jawab Jong Hyun

“Jauh sekali.” Ujar Sun Hye

“aku akan melanjutkan kuliah di sana.” Jelas Jong Hyun

“Oh begitu.” Sun Hye membulatkan bibirnya

“Errrr… kau sendiri?” tanya Sun Hye

“Aku tetap di korea dan akan melanjutkan study di universitas konkuk bersama Key.” Jawab Sun Hye

“Errr… Sun Hye~ah.” Panggil Jong Hyun

“Ne..” Sun Hye mendongak dan melihat Jong Hyun

“ah aniya.” Ujar Jong Hyun

“Errr… kalau begitu sampai jumpa lain waktu.” Ujar Jong Hyun pada saat ia sudah sampai di pintu mobilnya

“Ne… bye.” Ujar Sun Hye seraya kemudian masuk ke dalam mobilnya.

Mobil mereka kemudian meninggalkan parkiran itu.

***

*Di kamar Sun Hye keesokan harinya*

“Jong Hyun~ah jeongmal bogoshiposo.” Gumam Sun Hye, seraya kemudain bangkit dari kasur seraya kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di meja rias, Sun Hye kemudian menelpon ke rumah Jong Hyun.

Sesaat kemudian panggilan Sun Hye pun terjawab

“Yeobseyo.” Sapa seorang wanita di rumah Jong Hyun

“Ne yeobseyo, Jong Hyun ada?” tanya Sun Hye

“Tuan Jong Hyun sudah sejak setengah jam lalu berangkat ke bandara.”

“eh ke bandara? Untuk apa?” tanya Sun Hye

“Tuan Jong Hyun akan berangkat ke jepang hari ini.”

“Mwo?? Errr pesawatnya berangkat jam berapa?” tanya Sun Hye

“Pesawatnya berangkat jam 02.50 pm kst, jadi kira-kira 25 menit lagi.”

“Ah ne arraso. Kamshamnida.” Sun Hye mengakhiri pembicaraan itu seraya kemudian menyambar tas dan kunci mobilnya yang terdapat di meja rias, seraya kemudian berlari keluar kamar.

***

Sun Hye masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mesin mobil sesaat kemudian mobilnya melesat kencang meninggalkan pekarangan rumah kedua orangtuanya.

Sun Hye berharap ia masih sempat untuk menemui Jong Hyun. Sun Hye melaju dengan kecepatan di atas rata-rata membuatnya sampai di bandara 10 menit lebih cepat dari waktu yang dia perkirakan.

Tanpa fikir panjang lagi Sun Hye kemudian turun dari mobilnya dan mencari-cari Jong Hyun di terminal keberangkatan luar negeri. Sun Hye mencari Jong Hyun kemana-mana, namun ia Tak menukan Jong Hyun. Sun Hye sempat kecewa karna ia tak berhasil menemukan Jong Hyun tapi akhirnya ia bisa bernafas lega saat akhirnya dia mlihat Jong Hyun. Tanpa fikir panjang Sun Hye langsung berlari menghampiri Jong Hyun.

***

Jong Hyun dan Sun Hye duduk berdua di kursi terminal, tanpa membuka pembicaraan sampai akhirnya Sun Hye yang membuka pembicaraan.

“kenapa kau tak memberitahuku kemarin?” tanya Sun Hye

“aku tak mau membuatmu sedih.” Jawab Jong Hyun

“Bodoh, justru karna kau tak memberitahuku yang membuatku sedih.” Pekik Sun Hye seraya kembali mengeluarkan air mata

“Mianhaeyo, tapi aku benar tak mau membuatmu sedih.”jelas Jong Hyun seraya menoleh kepada Sun Hye dan menyeka air matanya

“ne gwenchana” ujar Sun Hye

“…” mereka kembali diam

“Pesawat tujuan Seoul-Jepang akan lepas landas 8 menit lagi”

“Aku harus berangkat.” Ujar Jong Hyun

“Sekarang?” tanya Sun Hye

“Yeah, pesawat akan berangkat 8 menit lagi, jadi aku harus pergi sekarang.”

“Kajimalayo.” Pinta Sun Hye memelas seraya mendekap tubuh Jong Hyun

“Mianhaeyo.” Ujar Jong Hyun lirih seraya memeluk Sun Hye.

(End Author Pov)

(Sun Hye Pov)

“Mianhaeyo.” Ujar Jong Hyun lirih seraya memelukku erat, Jong Hyun melepas pelukannya dan kemudian mengangkat daguku dengan ibu jarinya.

Kurasakan saat ini bibir Jong Hyun menempel di bibirku sekilas membuatku terdiam , dan kemudian Jong Hyun menjauhkan bibirku dari bibirnya dengan tersenyum manis

“Aku pergi sekarang. Bye.” Ujar Jong Hyun seraya melambaikan tangan padaku dengan membawa kopernya.

Air mataku jatuh lagi, dan aku balik melambaikan tangan pada Jong Hyun.

“Jong Hyun~ah!!!!!!!!!!!!” panggilku dengan suara yang begitu keras pada Jong Hyun yang sudah agak jauh berjalan.

Jong Hyun menoleh kepadaku dan tersenyum simpul

“Saranghaeyooooooooooo Yeongwonhi !!!!!!!!!!! Nareul iji marayo!!!!!” seruku padanya

Jong Hyun meletakkan kedua telapak tangannya di pinggir wajahnya dan berteriak padaku.

“Na do saranghaeyooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Jong Hyun

Aku tersenyum senang ketika ia mengatakan itu, Jong Hyun sekali lagi melambaikan tangannya dan kembali melangkah hingga kedua bola mataku tidak dapat lagi melihatnya.

“Nan Jeongmal saranghaeyo. Jebal nareul ijimarayo.” Gumamku lirih seraya kemudian berbalik menuju pintu keluar.

Is it passing away?

Is our love

A heartbreaking memory?

You are turning back

Is even tear not enough

To hold you back?

My Love~ I love you, I love you

Are you listening?

My Love~ Please don’t forget

Please don’t erase

Our love

Are my tears

Visible to you?

I long for you the whole day

Even the kiss

That made my heart beat faster

Seems to be memory now

My Love~ I love you, I love you

Are you listening?

My Love~ Please don’t forget

Please don’t erase

Our love

Everyday I love in longing

I live by longing

But where are you?

I’m so sorry

I’m sorry because I can’t forget you

My Love~ Please come back

Don’t leave

My side please

(Tae Yeon – I Love You)

8 Year Later…

Setelah kepergian Jong Hyun ke Jepang, aku melanjutkan kuliahku di Universitas Konkuk bersama Key.

Dan setelah kami lulus, Key melamarku dan aku pun menerimanya. Ternyata ucapan Key waktu itu benar, ia akan menungguku sampai aku mencintainya. Meski di hatiku samapai saat ini masih sepenuhnya milik Jong Hyun tapi aku akan belajar untuk mencintai Key.

Aku juga sekarang sudah memiliki seorang putra dari Key, dia diberi nama oleh Key Kim Inhwan, nama yang bagus bukan.

Dan aku juga mendengar kabar bahwa Jong Hyun di Jepang Juga sudah memiliki seorang Istri yang berkewarganegaraan Korea bahkan ia menikah dua tahun lebih cepat dari pernikahanku dengan Key, nama Istrinya kalau tidak salah Lee Ji Eun dan Jong Hyun sudah memiliki dua orang anak dari Ji Eun.

Aku mendapat berita ini dari oemma Jong Hyun atau Nyonya Yoon.

Yeah, meski kami saling mencintai tapi sekarang kami sudah memiliki jalan masing-masing sekarang.

Aku bersama Key dan Jong Hyun bersama Ji Eun.

Tapi meskipun begitu, aku masih ingin mengucapkan kata “I LOVE YOU” pada Jong Hyun.

Jika tidak boleh di ucapkan, aku akan tetap mengucapkannya dalam hati.

“Jong Hyun~ah Saranghaeyo.”

*FIN*

Advertisements

One response to “I Love You (Sequel Because I’m A Woman)

  1. btw aku komen skaligus disini aja ya, dr yg bcoz i’m woman #bow
    awalnya aku kira mreka bakal bersatu di ending bcoz i’m woman krn jjong akhirnya sadar klo dy itu mmg mencintai sunhye..
    tp sayang takdir tak berkata demikian, bahkan mreka harus berpisah & menjalani hidup masing2 walau keduanya saling mencintai >.<

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s