(Ficlet) He Is A Drug Addicts

He Is A Drug Addicts

Written By Little Fairy

Cast :

-Min Hyo Rin

-Lee Taemin

Tittle : He Is Drug Addicts

Author : Devi Hardiyanti

Cast : Lee Taemin , Min Hyorin

Cameo : Choi Minho , Kim Keybum

Genre : Friendship , Life

Rating : PG+13

Disclaimer : I Do Own this Plot!

Cover : Thanks To Shinstarkey

He Is A Drug Addicts

-Devi Hardiyanti ©

.

.

(Hyo Rin Pov)

Sudah beberapa minggu ini kulihat sahabatku sedikit berubah, dari segi fisik dan perilakunya.

Matanya dulu selalu terlihat segar dan memancarkan kebahagiaan tapi kini matanya terlihat cekung dan merah. Mukanya pucat dan bibirnya berwarna kehitaman. Badannya yang berisi kini terlihat sangat kurus, tanganya penuh dengan bintik-bintik merah seperti habis di gigit nyamuk.

Tapi apakah di rumah tak memakai obat anti nyamuk?

Tapi tidak mungkin ika tidak memakai, karna keluarga Taemin itu adalah keluarga orang yang bisa di bilang cukup mampu.

Taemin itu dulu juga anaknya penurut,ramah,cerdas dan tidak suka membangkang tapi sekarang ia benar-benar berubah.

Dia sering tidak mengerjakan pr dan tugas dari guru, jika di hukum dia akan marah,melawan, bahkan tak segan-segan ia membentak guru kami. Sikapnya pun sudah tak seramah dulu, sekarang sikapnya lebih cocok di bilang seperti anak yang tinggal di hutan dari pada di kota, karena ia benar-benar tak memiliki sopan santun lagi.

Prestasinya di sekolahpun sangat menurun.

Dia benar-benar bukan Taemin yang kukenal, dia bukan Lee Taemin.

Aku sangat penasaran, kemana perginya Taemin? Taemin sahabatku yang dulu?

Aku berjalan memasuki kelas dan duduk di samping Key.

Kulihat Key tengah mendengarkan music melalui mini ipod berwarna pink miliknya.

“Key.” panggilku

Key membuka matanya dan menoleh padaku

“Wae?” tanyanya

“Errr… apa kau merasa ada yang berubah pada diri Taemin?” tanyaku

Key terdiam sejenak mencoba mencerna kata-kataku, ia kemudian melepas headset yang terpasang di telinganya dan kembali berbicara.

“Bisa kau ulangi?” tanyanya

Aku mendengus pelan kemudian kembali mengeluarkan suara

“Apa kau merasa ada yang berubah pada diri Taemin?” tanyaku lagi

“Yeah, aku rasa memang ada yang berubah pada dirinya. Dia banyak berubah dan kurasa itu bukan diri Taemin.” jawab Key

“Berarti bukan hanya aku yang berpikir seperti itu.” kataku

“memangnya ada apa?” tanya Key

“Tidak apa, aku hanya mau tanya saja. Oh ya Key apa kau mau membantuku menyelidiki apa hal yang membuat Taemin berubah?” tanyaku seraya menatap Key penuh harap

“Menyelidiki hal yang membuat Taemin berubah?” tanyanya

Aku mengangguk pelan seraya menatap Key penuh harap

“Baiklah, aku juga ingin tahu hal apa yang membuat Taemin berubah.” ujar Key

“Errr… tapi tidak mungkin hanya kita berdua yang menyelidikinya kan?” kataku

Key diam sejenak seraya nampak seperti memikirkan sesuatu.

“Aku akan mencari beberapa orang untuk membantu kita.” ujar Key

“Ide bagus Key, jika kau sudah menemukan orang-orang yang akan membantu kita, jam 15.00 KST kalian datang ke rumahku bagaiman?” tanyaku

“Ne baiklah.” jawab Key mantap

***

15.00 KST

Tok…tok…tok…

Aku berlari keluar kamarku dan segera membuka pintu utama di rumahku.

Cklek…

Kulihat Key dan Minho sudah berdiri di depan rumahku.

“Masuk…” ujarku mempersilahkan mereka masuk

Aku masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Key dan Minho.

“Kalian mau minum apa?” tanyaku saat mereka duduk di Sofa

“Tidak perlu.” jawab Minho

“Oh baiklah kalau begitu.” aku kemudian duduk di Sofa

“Jadi kapan kita mulai melakukan penyelidikan pada Taemin?” tanya Key

“Hari ini atau besok?” tanya Minho

“Bagaimana jika mulai hari ini.” kataku mantap

Key dan Minho membelalakan mata mereka dan saling berpandangan

“Wae? kenapa?” tanyaku

“Hari ini?” tanya Key lagi

“Yeah, memang kenapa?” tanyaku balik

“Apa tidak terlalu cepat? kita belum memiliki persiapan.” ujar Minho

“Betul, jika hari ini kitakan masih belum memiliki persiapan yang cukup matang.” timpal Key

“Tenang, aku sudah memiliki rencana dan persiapan yang cukup untuk kita bertiga, jadi kalian tidak perlu khawatir dan cemas arra?”

“Ne baiklah, kami mengerti.” ujar mereka bersamaan

Aku,Key, Dan Minho pun kemudian mulai berdiskusi tentang rencana yang telah aku persiapkan ini.

(End Hyo Rin Pov)

(Taemin Pov)

Badanku kembali menggigil, apa ini karena aku tidak memakainya?

Aku tidak mau mati sekarang, aku harus segera menelpon Jong Hyun hyung.

Aku membuka flip ponselku dan segera menelpon Jong Hyun hyung.

Setelah beberapa saat telponku tersambung dan dengan cepat Jong Hyun hyung mengangkat telponku.

“Yeob…”

“Hyung apa kau masih ada barang itu?” tanyaku langsung tanpa membiarkan Jong Hyun hyung berbicara terlebih dahulu

“Hey Taemin, kenapa? kau butuh barang itu sekarang?” tanyanya

“Ne, aku benar-benar butuh. Berapa harganya?” tanyaku

“Lima puluh ribu won.” jawab Jong Hyun hyung

“Baiklah, aku segera ke tempatmu kau siapkan barangnya.”

“Ok…”

Aku langsung mematikan telponku dan segera beranjak dari kasur.

Ku ambil jacket dari dalam lemari dan langsung memasangnya, aku kemudian berjalan keluar dari kamar dan pergi meninggalkan rumahku.

***

“Mana barangnya hyung?” tanyaku tak sabaran saat aku sudah berada di hadapan Jong Hyun hyung

“Ada uang maka ada barang.” ujarnya

“Aishh kau ini…” decak ku kesal, aku mengambil dompetku dan mengeluarkan beberapa lembar uang yang kemudian kuberikan padanya.

Jong Hyu hyung menyeringai kecil seraya kemudian menyerahkan sebuah kantong plastik berwarna hitam padaku, aku merampasnya dengan cepat dan segera pergi keluar dari tempat Jong Hyun hyung.

“Hey! Lee Taemin!!” seru Jong Hyun hyung

Aku menoleh kebelakang “Ada apa?” tanyaku dingin

“Jika kau butuh lagi bilang padaku ya.” ujarnya

Aku tak memperdulikan kata-katanya barusan dan langsung melengos pergi dari hadapannya.

(End Taemin Pov)

***

(Author Pov)

“Nuguseyo?” tanya seseorang yang membuka pintu rumah Taemin

“Apa Taemin ada?” tanya Hyo Rin

“Tuan muda sedang keluar, apa kalian sahabatnya?” tanya wanita yang memakai pakaian seragam seorang pelayan

“Ne. Bisakah kami menunggu di dalam?” tanya Key

“Bisa, silahkan masuk. Kalian tunggu di dalam saja ya.” ujar pelayan itu seraya mempersilahkan kami masuk

Hyo Rin memegang pergelangan tangan Key. Key berhenti melangkah dan memandang Hyo Rin

“Ada apa?” tanya Key

“Apa kau tahu kamar Taemin?” tanya Hyo Rin

“Ne, aku tahu memangnya kenapa?” tanya Key lagi

“Buatlah sebuah alasan agar kita bisa masuk ke kamarnya, palli.” pinta Hyo Rin

“Baiklah, aku mengerti.” ujar Key

Key kemudian menepis tangan Hyo Rin dan berlari mendekati pelayan itu.

Key nampak berbincang dengan pelayan itu dan sesaat kemudian pelayan itu pergi meninggalkan Key.

“Bagiamana?” tanya Hyo Rin

“Ayo kita masuk.” ujar Key

“Kau beri alasan apa padanya?” tanya Minho

“Aku bilang aku mau mengambil buku milikku yang di pinjam oleh Taemin.” tutur Key

“Ayo kita masuk.” ujar Hyo Rin bersemangat.

***

Mereka membuka pintu kamar Taemin, dan benar-benar berantakan. Kamar Taemin begitu berantakan, buku-buku berserakan di mana-mana pakaiannya pun berhamburan di lantai.

Ruangannya gelap, gordennya tak di buka dan banyak sekali puntung rokok yang terdapat di kamarnya.

“Terakhir aku kesini kamarnya tidak seperti ini.” Celetuk Key

“Dan aku tahu benar bahwa Taemin bukan seorang perokok.” tambah Minho

“Aku percaya dengan perkataan kalian berdua barusan, tapi dengan melihat kamar ini aku sekarang benar-benar yakin bahwa Taemin sepertinya sudah salah bergaul.” tutur Hyo Rin

“Sepertinya begitu, tapi kau kan tahu sendiri Taemin itu bergaulnya dengan kita” ujar Key

“Tapi ini bukan pergaulan yang dia dapat dari kita, melainkan dari orang lain.” ujar Minho

“Iya, aku setuju dengan apa yang di katakan Minho barusan. Errr… bagaimana kalau kita geledah saja kamarnya, siapa tahu kita bisa menemukan sebuah petunjuk.” ujar Hyo Rin layaknya seorang detective

“Hemmbb aku setuju denganmu Hyo Rin~ah sekarang ayo kita geledfah kamar Taemin.” ujar Key seraya kemudian langsung membuka pintu almari Taemin yang ada di belakangnya.

“Hey apa kalian menemukan sesuatu?!” tanya Minho sambil mencari-cari sebuah petujuk yang mungkin terdapat di laci meja Taemin

“Ani… aku belum menemukan sebuah ptunjuk apapun.” seru Key

Di sisi lain,  Hyo Rin berlutut di samping ranjang Taemin dan ia menunggingkan badannya. Di naikkan olehnya renda-renda seprai Taemin dan matanya mulai menjelajahi kolong ranjang Taemin yang begitu gelap.

Tiba-tiba matanya melihat sebuah kantong plastic yang terlihat magak besar, karena rasa penasarannya yang begitu besar Hyo Rin pun mengambil kantong plastik itu dan membukanya.

Di lihatnya bungkus oba-obatan terlarang dan sebuah suntikan, matanya terbelalak kaget, kepalanya menggeleng pelan.

Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang di lihatnya ini.

“K..keyy…mi..mi..minhoo…” ujarnya tergagap

Key dan Minho yang mendengar namanya di panggil langsung berlari menghampiri Hyo Rin.

“Ada apa Hyo Rin~ah?” tanya Key

“Ini…” ujar Hyo Rin lemas seraya memberikan kantong plastik itu pada Key

“Apa ini?” tanya Key sambil melihat isi kantong plastik tersebut dan sama halnya denga Hyo Rin mata Key juga ikut terbelalak.

“Astaga…”

“Wae?” tanya MInho penasaran

“Taemin memakai drug.” ujar Key pasrah

“Mwo? mana mungkin! haha,, jangan bercanda Key.” ujar Minho tak yakin

“sungguh, aku tidak bercanda.” ujar Key

Minho menarik kantong plastik yang di pegang Key, dan ia juga begitu kaget.

Ternyata benar yang di katakan oleh Key.

“Jadi ini penyebab berubahnya Taemin?” tanya Minho pada dirinya sendiri

“Bagaimana bisa? siapa yang menjerumuskannya?!” seru Hyo Rin

“Sudahlah Min Hyo Rin , kita bisa selidiki itu nanti.” ujar Key

“Iya, betul. Sekarang kita hanya perlu membawa kantong plastik ini dan segera keluar dari kamar Taemin.” tambah Minho

“ne, masukan ini ke dalam tas mu.” perintah Minho

“baiklah.” Hyo Rin mengambil kantong plastik itu dan memasukkannya ke dalam tasnya mereka berteiga kemudian keluar dari kamar Taemin.

“Apa yang habis kalian lakukan?” tanya Taemin yang tiba-tiba datang

Ketiganya tersentak kaget saat melihat kehhadiran Taemin di situ.

“Ka…kami…” Hyo Rin tergagap

“Kami tidak melakukan apa-apa.” ujar Minho

“Kalian fikir aku bodoh apa?!” ujar Taemin

“Aku tahu kalian pasti habis melakukan sesuatu pada kamarku! iyakan?!” seru Taemin

Key mengepal tanganya dan langsung memukul wajah Taemin

Bugh…

Taemin memegang pipinya

“Hey! kenapa kau memukulku Kim Kibum?!” tanya Taemin kesal

“Siapa huh? apa yang dia lakukan padamu hiongga kau berubah seperti ini!!” pekik Key

“Maksudmu?”

“Kau memakai drug kan?” tanya Hyo Rin

“Eh…” Taemin terlonjak kaget, ia menatap ketiga sahabatnya tak percaya

“Da…dari mana kalian bisa bicara seperti itu?” tanya Taemin

“Kami ke kamarmu untuk menyelidiki penyebab kau berubah dan yeah, sekarang kami tahu penyebab kau berubah adalah drug. Iyakan? katakan pada kami siapa?” kata Minho dengan suara yang agak tinggi

“Drug? haha jangan bercanda mana mungkin aku memakai drug. Siapa? siapa maksudnya?” tanya Taemin pura-pura tak mengerti

“Lee Taemin kau tidak perlu berbohong dan tak perlu pura-pura tak mengerti kami tahu kau memakai drug kan dan kami tanya siapa yang membuatmu berani memakainya.” ujar Minho

“Haha… untuk apa aku berbohong pada kalian.” ujar Taemin sambil tertawa kecil

“Taemin~ah, jangan berbohong aku tahu kau memakainya dan aku punya bukti. Jujurlah pada kami, dan katakan siapa yang menghasutmu?” tanya Hyo Rin dengan nada lirih

“Hyo Rin~ah…” ujar Taemin lirih seraya memandang Hyo Rin sendu

“Ada apa ini?” tanya pelayan Taemin

“Ahjumma, bisa kau hubungi polisi?”

“maksud tuan muda?” tanya pelayan itu tak mengerti

“aku ingin polisi menangani kasusku dan memasukkan ku ke panti rehabilitasi.” jelas Taemin

“Kasus? panti rehabilitasi?” tanya sang pelayan tak mengerti

sesaat pelayan itu terkejut “tu…tuan…anda pecandu narkoba???” tanya pelayan itu tak percaya

Taemin mengangguk pelan.

“kenapa bisa tuan? siapa yang menghasut tuan muda?” tanya pelayan itu tak percaya

“dia Kim Jong Hyun, seorang mahasiswa dari kwanghee university.” tutur Taemin

“cepat panggil polisi ahjumma.” teriak Taemin

“ba…baik… tuan muda.” pelayan itu kemudian segera berlari

Taemin memeluk Hyo Rin “Hyo Rin~ah, mianhae…” bisik Taemin di telinga Hyo Rin

“Untuk apa minta maaf?” tanya Hyo Rin

“Aku minta maaf karena tak bisa menjadi teman yang baik untukmu.” jawab Taemin

“Gwenchana, bagiku kau adalah teman yang sangat baik, dan kau menjadi pecandu itu bukan salahmu dan itu bukan kemauanmu. Tapi kau jadi pecandu itu karena kau telah di hasut.” kata Hyo Rin

Taemin melepas pelukannya “jika bukan karena kalian bertiga mungkin aku akan tetap dan akan selalu tergantung pada drug.” ujar Taemin

“Kau memang masih tergantung pada drug.” ujar Key

“Eh?”

“itu ditanganmu, di kantong plastik.” ujar Hyo Rin seraya menunjuk kantong plastik yang di pegang Taemin

“Oh ini , pegang dan jadikan ini sebagai barang bukti kedua kalian ok.” ujar Taemin seraya menyerahkan kantong plastik pada Hyo Rin

“Baiklah.”

***

Polisi datang kekediaman Taemin dan membawanya ke kantor polisi dengan mobil tahanan, Tapi Taemin tidak di masukkan kedalam penjara melainkan dia hanya dimasukkan ke panti rehabilitasi.

Sedangkan Jong Hyun ia juga di tangkap oleh polisi dan dia di masukkan ke dalam penjara karena terbukti menghasut dan mengedarkan narkoba kepada pelajar SMA dan SMP di Seoul.

News Paper :

Anak pengusaha kaya Lee Dae Joon ternyata adalah seorang Drug Addicts. Lee Taemin, pria berusia tujuh belas tahun itu kini berada di sebuah rumah rehabilitasi untuk para pecandu narkoba.

Seluruh siswa  SMU 1 Seoul benar-benar terkejut dengan beredarnya berita ini, mereka tak menyangka bahwa seorang Lee Taemin yang begitu ramah,sopan,cerdas, dan baik ternyata seorang pecandu narkoba.

“Aku tak menyangka ternyata ida seperti itu.” ujar salah satu siswa

“Yeah ku kira dia anak baik-baik, tapi ternyata…”

“He Is Drug Addict…” tambah salah satu dari mereka

“Hey, kalian tidak boleh berkata seperti itu.” ujar Key yang tiba-tiba berada di antara mereka

“Oh,, mianhae sunbae.” ujar siswa yang berbicara barusan

“dari adanya kejadian ini, kalian harus makin bisa menjaga diri. And Say No To Drug, untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan agar kalian tidak mengalami hal yang sama seperti yang di alami senior kalian Taemin arra.”

“Ne…” jawab mereka bersamaan.

“Kalau begitu kalian kembali ke kelas kalian sana, dari pada bergosip tidak jelas.” ujar Minho pada siswa perempuan tersebut.

“Baik sunbae.” ujar para siswa perempuan tersebut seraya kemudian kembali ke kelasnya

“Haha… dasar adik kelas.” ujar Minho sambil tertawa kecil

“Sudahlah, sebaiknya kita sekarang juga kembali ke kelas.” ujar Hyo Rin seraya kemudian merangkul kedua sahabatnya itu dan berjalan menuju kelas.

The End


Advertisements

One response to “(Ficlet) He Is A Drug Addicts

  1. waaa, pesan moralnya dapet lhooo..
    memang drug itu perusak, ga memandang siapapun itu orangnya dr statusnya..
    bahkan seorang lee taemin yg sangat dibanggakan skolah aja bs smpe terjerumus..
    so be careful guys ^^

Reply ^____^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s